Anda di halaman 1dari 7

ACCOUNTING STANDARDS :

BOON OR CURSE?

by
Dr. William T. Baxter
Professor-emeritus of Accounting
London School of Economics
February 13, 1979

Standar akuntasi selalu berubah-ubah dari masa ke masa, boleh dikatakan bahwa standar akuntansi
adalah yang paling dinamis dan sering berubah dari semua perubahan di dalam ilmu akuntasi. Standar
akuntasi terus mengalami perubahan dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Standar akuntasi bervariasi
dalam berbagai bentuk meliputi standar nasional di suatu Negara dan standar internasional, dapat berupa
akuntan, auditor, akuntasi biaya, dan jenis standar yang lain yang mung dapat bertambah. Standar memberi
kita aturan praktis untuk membantu pekerjaan kita dan kita percaya standar dapat meningkatkan kualitas
akuntan, membuat laporan perusahaan lebih dapat dipahami, membantu sebagai pembanding, dapat
menghilangkan keraguan, dan diharapkan dapat mewujudkan harmonisasi prinsip.

Individualisme versus kontrol kolektif


Sebagian besar akuntan berpendapat bahwa negara harus sedikit campur tangan dalam urusan warga
negara. Namun sekarang sebagian besar akuntan dengan senang hati membangun dan menyerahkan formulir
otoritas tambahan di dalam profesi mereka sendiri. Mereka menuntut lebih banyak kontrol atas pekerjaan
sehari-hari mereka, dan tidak diragukan hasilnya akan baik. Apakah ini bukan paradoks yang membingungkan?

Asal Usul Standar


Standar tumbuh dan berawal dari hal yang kecil dan tidak mencolok. Ada beberapa akuntan yang pada
awalnya menyatakan bahwa: "Yang kita butuhkan adalah seperangkat peraturan resmi yang menjelaskan
bagaimana menangani setiap aspek penting dari pekerjaan kita". Sejarah pertama Pernyataan Prinsip
Akuntansi (Statement of Accounting Principles), yang diterbitkan oleh American Institute pada tahun 1938.
American Institute memuji penyataan ini kepada para anggota dalam sebuah kata pengantar. Sejak saat itu,
pernyataan tersebut semakin terkait erat dengan badan sponsor. Dengan demikian American Institute pada
tahun 1939 menugaskan Komite Prosedur Akuntansi (Committee on Accounting Procedure) dengan tugas
menerbitkan buletin penelitian. Panitia menyatakan tujuannya sebagai berikut: “untuk mempertimbangkan
topik yang spesifik, terutama sehubungan dengan praktik yang sudah ada, dan untuk merekomendasikan (bila
memungkinkan) satu atau lebih prosedur alternatif yang lebih unggul daripada prosedur lainnya.”

Tepat setelah Perang Dunia II, kelompok akuntan Inggris terbesar, Institute of Chartered
Accountants di Inggris dan Wales, mengambil langkah serupa yakni mengumumkan dengan kata-kata ringan
yang tidak menimbulkan perubahan penting: "Dewan telah meminta Komite Perpajakan dan Hubungan
Keuangan untuk mempertimbangkan dan membuat rekomendasi mengenai aspek-aspek tertentu dari laporan
perusahaan dan diusulkan untuk menerbitkan rekomendasi dari waktu ke waktu yang disetujui untuk
informasi bagi para anggota.”

Pengumuman tersebut berlanjut dengan penyangkalan tentang niat untuk membuat peraturan baru:
Hal ini menjadi masalah bagi masing-masing anggota untuk mempertimbangkan tanggung jawabnya
sehubungan dengan laporan yang disajikan oleh direktur, namun diharapkan rekomendasi yang dibuat akan
sangat membantu anggotanya dalam menasihati direksi mengenai apa yang dianggap terbaik. Jadi, badan-
badan akuntansi di Amerika dan Inggris beralih ke sistem baru tanpa gagasan yang jelas, dan dengan sedikit
ada persetujuan formal dari para anggota.

Development of Standards

Ada beberapa tahap dalam perubahan sebuah komite yang mengeluarkan standar.

Perkembangan Amerika
Di Amerika, tahapannya adalah sebagai berikut:

1. Komite Prosedur Akuntansi (Committee on Accounting Procedure)/CAP

Accounting Research Bulletins (ARBs) yang diterbitkan oleh CAP dari AICPA. Prosesnya dimulai pada
tahun 1939. Pada tahun 1953, 42 ARB telah keluar. Pada tahun itu, mereka dikonsolidasikan ke ARB 43.
Hanya 8 ARB yang dikeluarkan selama sisa enam tahun masa panitia. ARB memiliki dampak yang besar. Tapi
panitia tunduk pada banyak tekanan dan gangguan. Anggotanya paruh waktu. Stafnya tidak memadai
jumlahnya dan terus berubah. Kritikusnya mengklaim bahwa penelitian ini tidak cukup bergantung pada
penelitian, bahwa ia tidak memiliki gigi, dan buletinnya tidak jelas (misalnya yang menggunakan persediaan
mengotorisasi penggunaan tiga metode yang berbeda).

2. Dewan Prinsip Akuntansi (Accounting Principles Board)/APB

Karena ketidakpuasan ini, panitia dibatalkan pada tahun 1959 dan digantikan oleh Dewan Prinsip
Akuntansi (APB). Memiliki lebih banyak dana, dan melibatkan orang-orang terhormat untuk menjalankan
sebuah divisi penelitian penuh waktu. Tapi selain itu sama seperti pendahulunya. Accounting Principles
Board menerbitkan 31 "pendapat" pada berbagai topik mendasar. Antara lain, mencoba untuk
mempersempit area perbedaan, dan untuk menyelesaikan masalah yang diperdebatkan seperti akuntansi
untuk industri minyak bumi, penelitian dan pengembangan, dan (yang paling kontroversial) kredit investasi.

APB juga gagal menenangkan para kritikus. Mereka mengatakan bahwa ukurannya tidak praktis,
didominasi oleh profesi sehingga merugikan bisnis, 20 orang anggota part time kadang-kadang jarang
bertemu dan tidak melakukan apa-apa sampai divisi penelitian mengirimkan materi. Pendapatnya
menimbulkan perdebatan sengit (pada “kredit investasi” menyebabkan ribuan surat protes).

Ketidakpuasan dengan APB menyebabkan terbentuknya kelompok lain:

3. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (1973) (The Financial Accounting Standards Board)/FASB

FASB terdiri dari tujuh anggota penuh waktu, dari latar belakang yang terpisah secara luas. Dibiayai
dengan murah hati, memiliki staf yang banyak dan memiliki kemampuan, dan independen terhadap AICPA.
Mendengar pendapat publik dan pertama mempublikasikan pandangannya sebagai draft paparan;
pernyataan terakhirnya tidak lagi "buletin" atau "opini", tapi "standar". Butuh waktu untuk melihat
seberapa baik badan ini dibandingkan pendahulunya, paling tidak, mengurangi beberapa kekurangan.

Perkembangan Inggris
Di Inggris, ceritanya agak berbeda, sebagian karena profesinya terbagi menjadi lima badan utama, dan
dengan tegas menolak rencana untuk persatuan. English Institute memulai isu "recommendations";
prosesnya berlanjut hingga 1969. Kemudian empat Badan lainnya memutuskan untuk ikut; membentuk
sebuah komite gabungan (the Consultative Committee of Accounting Bodies) dibentuk, dan pada gilirannya
menelurkan Accounting Standards Board, yang mana mengeluarkan empat belas standar. Yang patut dicatat
dari perkembangan Inggris adalah bahwa pada satu kesempatan anggota tidak resmi English Institute menolak
standar tersebut. Terlepas dari peringatan pimpinan, mosi tersebut dibawa ke sebuah jajak pendapat yang
substansial.

Growth of Mandatory Powers


Kekuatan lembaga akuntansi bervariasi di setiap Negara, tetapi biasanya tidak besar. Tanpa
bantuan, lembaga tidak dapat memaksa anggota mereka sendiri apalagi orang luar, untuk mengikuti
standar. Lembaga yang besar pastilah mengandung masalah. Bukan hanya anggota, kelompok yang kuat
seperti direktur perusahaan, tidak dalam kewajiban sedikit pun untuk patuh terhadap badan akuntansi.
Dengan demikian, pemilik perusahaan kecil mungkin menyukai peraturan yang meminimalkan pajak terhadap
keuntungan awal. Manajer perusahaan besar mungkin lebih menyukai peraturan yang fleksibel yang dapat
mengurangi keuntungan dari tahun ke tahun. Idealnya, kepentingan partisan semacam itu seharusnya tidak
mempengaruhi penalaran kita pada prinsip dimana pada kenyataan kemungkinan besar akan membawa
banyak perdebatan.

Tetapi tingkat kepatuhan sebenarnya cukup besar. Institusi memiliki prestise tinggi, dan dapat
mengandalkan kesetiaan para anggota dan standards boards diperkuat dengan beberapa cara. Pertama,
auditor perusahaan yang tidak patuh harus mengungkapkan keberangkatan terhadap standar. Ancaman ini
telah menjadi penghalang yang cukup besar. Sekali lagi, lembaga non pemerintah dapat berfungsi sebagai
sekutu akuntan. Dengan demikian, bursa saham di Amerika dan Inggris mengancam akan menahan laporan
dari perusahaan yang tidak patuh. Ancaman semacam itu bisa setidaknya menghalangi perusahaan yang
besar dan ingin bertindak lebih jauh.

Namun kendala di atas adalah hal kecil dibandingkan dengan sanksi dari pemerintah. Sanksi tersebut
dapat berupa tambahan kewajiban (misalnya persyaratan pajak). Di Amerika, SEC telah membuat standar
FASB wajib bagi perusahaan yang berada dalam pengawasannya. Pemerintah Inggris mengisyaratkan akan
menerapkan aturan yang berat jika profesi tersebut tidak dapat mengambil keputusan sendiri mengenai
sebuah standar.

Sejak standar pertama kali muncul mulai sebagai pemandu awal dan sekarang menjadi peraturan
yang tegas, didukung oleh sanksi. Tetapi standar belum bisa diterima di mana-mana. Perusahaan kuat dari
berbagai industri yang didukung oleh perusahaan audit besar (misalnya perusahaan minyak di A.S. dan
perusahaan real estat di Inggris). Mereka memprotes keras - terkadang dibantu oleh aksi politik – agar bisa
memenangkan modifikasi sebuah standar.

Anatomi Standar
Dilihat dari strukturnya, standar terdiri dari tiga bagian:

a. Penjelasan tentang masalah yang harus ditangani;


b. Diskusi cara memecahkan masalah (mungkin mengeksplorasi teori dasar).
c. Penentuan solusi.

Rules of action versus truth


Penting bagi kita untuk membedakan dua bentuk pernyataan dari sebuah otoritas. Yang pertama
adalah rules tentang bagaimana kita harus bertindak - sebuah perintah untuk berperilaku seperti ini atau itu.
Peraturan seperti itu membuat sesuatu menjadi lebih baik. Jadi, sebuah undang-undang yang memaksa kita
untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dapat membantu kita semua.

Inti dari "standar" yang baik adalah bahwa standar itu hanya terdiri dari list yang menekankan apa
yang harus kita lakukan, tapi sedikit tentang bagaimana dan mengapa. Mereka tidak membahas prinsip.
Perhatikan bahwa standar auditing dapat membatasi diri dari aturan tindakan. Hal ini menjelaskan
mengapa standar auditing lebih sedikit menimbulkan kritik daripada standar akuntansi.

Dengan standar akuntansi, batas antara (b) dan (c) sering kali kabur. Jika standar membatasi dirinya
pada (a) dan (c), peraturan tersebut mungkin merupakan aturan tindakan yang berguna; Paling tidak, bisa
dinilai dari cara kerjanya. Bila mencakup (b), ini mengandung dua risiko tambahan: penalarannya mungkin
salah, dan menghalangi usaha lain untuk mencapai kebenaran.

Subject-Matter of Standards
Empat tipe Subject-Matter of Standards bisa dibedakan. (3)

Tipe 1: menyatakan bahwa akuntan harus mengetahui apa yang mereka lakukan, yaitu laporan yang mereka
terbitkan harus menjelaskan " accounting policies" apa diikuti.

Tipe 2 : menuju pada keseragaman tata letak dan presentasi. Amerika dan Inggris sejauh ini cenderung
melewati ini. Jerman dan Prancis, di sisi lain, menyukai standarisasi tata letak, dengan klasifikasi nomor di
neraca dan laporan laba rugi. Standar internasional masa depan mungkin juga memberlakukan persyaratan
serupa.

Tipe 3 : panggilan untuk pengungkapan hal-hal tertentu (calls for disclosure of specific matter), terutama di
mana pembaca harus menggunakan penilaiannya sendiri. Contohnya adalah biaya penelitian dan
pengembangan, penyusutan, dan extraordinary items.

Tipe 4 : memberi tahu kita bagaimana kita harus mengukur fenomena ekonomi - yaitu konsep apa yang
disetujui untuk penilaian aset dan penilaian pendapatan. Hal ini berkaitan dengan metode penyusutan,
penilaian persediaan, pajak tangguhan, dan valuta asing.

Kritik terhadap keempat tipe tersebut


Tipe 1 : sulit untuk berdebat soal Tipe 1 - akuntan menjelaskan asumsi dan kebijakan dari laporan yang mereka
terbitkan "merupakan aturan mendasar dalam penyajian statistic, sederhana, sopan dan hormat terhadap
pembaca"

Tipe 2 : tidak begitu menarik. Tata letak yang seragam memiliki kelebihan: kita tidak perlu membuang waktu
mencari sesuatu, tetapi dengan risiko bahwa tidak semua jenis perusahaan akan sesuai. Gaya akuntan dalam
menerbitkan lapora ntelah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, dan akan terus berkembang.

Tipe 3 : hanya diminta untuk mengungkapkan lebih detail, ini bebas dari keberatan (kecuali jika banyak standar
yang detail dan catatan yang sulit dicerna). Tapi tentu saja hal itu tidak akan mencegah perbedaan penilaian,
misalnya apa yang dimaksud dengan " extraordinary ".

Tipe 4 :dapat membangkitkan keraguan. Dalam hal ini dewan standar dapat berdebat soal prinsip atau kadang
mencoba memikirkan yang baru. Dalam hal ini menimbang pro dan kontra dari teori yang berbeda, dan
memutuskan untuk kita bahwa itu adalah yang terbaik.
Sejarah menunjukkan bahwa pihak berwenang di masa lalu tidak terlalu berhasil dalam tugas ini.

Sisi Baik dari Standar

Jika kita mengkritik secara adil, kita juga harus menguraikan manfaat yang diberikan dari standar
tersebut. Standar telah memperkuat proses perbaikan dalam laporan yang diterbitkan. Standar menyediakan
laporan kepada pemegang saham dengan angka yang lebih lengkap, lebih jelas, dan lebih konsisten. Dalam
hal ini, standar bertindak seperti penambahan hukum. Seringkali memang standar telah membuka jalan
bagi undang-undang baru (misalnya Britain's companies acts) dan peraturan baru dengan kekuatan semi-
legal seperti SEC. Standar dapat memainkan peran yang berguna sebagai cara untuk menguji metode baru.

Standar membantu analis dan calon investor, bahkan ada pandangan yang menyatakan bahwa lebih
baik jika semua perusahaan mengeluarkan mengeluarkan laporan dengan basis yang seragam. Standar juga
berguna bagi pemerintah, seperti pengendalian harga. Jika Kongres memahami industri minyak, maka angka
biaya produksi dan keuntungan harus dipresentasikan atas dasar yang sama. Standar layak mendapat pujian
karena menstimulasi minat prinsip. Ketika standar baru diajukan dan dipublikasikan sebagai draft paparan,
mereka sering menimbulkan perselisihan sengit - dan ini pastinya lebih disukai daripada sikap apatis.

Mengapa Disiplin Lain Tidak Menggunakan Standar?


Jika standar memberikan banyak manfaat, mengapa kebanyakan profesi lain tidak
menggunakannya.Misalnya sebuah badan medis dapat membentuk sebuah komite ahli terkemuka untuk
merumuskan standar untuk perawatan suatu penyakit atau penyakit yang sulit ditangani. Aturan semacam
itu mungkin memacu dokter yang patuh untuk memberikan perawatan yang lebih baik. Mereka juga akan
melindungi dokter dari tuduhan malpraktik. Demikian pula asosiasi insinyur bisa menghasilkan standar
pada desain motor-mobil.

Beberapa dokter - termasuk inovator muda yang mampu - akan percaya bahwa perlakuan standar
sebenarnya bukan yang terbaik. Dan pengetahuan terus berkembang sehingga standar biasanya akan
menjadi usang. Standar dapat menghabat inovasi dan berkembang suatu keahlian. Ilmuwan murni bahkan
tidak menggunakan standar. Yang lebih penting adalah penghormatan terhadap metode ilmiah. Agaknya
seorang ilmuwan yang baik menerima bahwa tujuannya adalah untuk menguji dan menyerang hipotesis.
Sejarah mengatakan kepadanya bahwa "hukum ilmiah" tidak dapat dipandang sebagai keputusan akhir dan
pengetahuan berkembang dengan baik di mana ada kebebasan berpikir.

Apakah Analogi Diterapkan Dalam Akuntansi?


Kita sepakat dengan pandangan mengenai standar ilmiah - namun tetap mendukung standar
akuntansi. Beberapa pandanganmenyatakan bahwa "kebenaran" akuntansi berbeda dari "kebenaran" ilmiah?
Akuntansi disini berkaitan dengan pertumbuhan kekayaan. Tapi ukuran kekayaan perusahaan bias dan
bervariasi. Angka-angka tersebut bukannya tidak benar, namun beberapa akan lebih mendekati "benar"
daripada yang lain, dalam arti lebih bermanfaat dan dapat diandalkan untuk pengguna. Dalam hal ini,
akuntansi merupakan masalah penilaian yang tepat daripada pengukuran dalam arti fisik.

Misalkan pemerintah memberitahu kantor aktuaris asuransi untuk mengajukan statistik operasi setiap
tahun, untuk membantu pemahaman dan komparabilitas, ditetapkan formula (untuk penilaian risiko, dll.)
yang digunakan dalam menghitung angka-angka tersebut. Standar seperti itu nampaknya bebas dari
keberatan. Aturannya hanyalah masalah kenyamanan. Mereka tidak membebaskan aktuaris dari
penghakiman akan formula digunakan, dan mereka tidak menghentikannya untuk bereksperimen
menemukan formula yang lebih baik. Aktuaris tidak kehilangan integritas jika dia dengan patuh menerapkan
formula untuk tujuan pemerintah, dan menolaknya di tempat lain.

The Grounds for Pessimism


Akuntan selalu bertekad untuk memperbaiki diri. Mereka percaya bahwa standar adalah sarana dan
akuntansi itu berbeda dari jenis pekerjaan lain, di mana standar tidak akan berguna. Keyakinan itu
bertumpu pada dua alasan. Pertama, jika kita semua terus melangkah, tidak ada yang bisa menuduh kita
mengalami ketidakkonsistenan. Kedua, dan yang lebih penting, adalah pandangan bahwa committee of
leaders dapat menemukan prinsip yang tepat.

Jadi akuntan akan menuntut standar yang lebih banyak dengan biaya birokrasi yang besar. Proses
mengeluarkan standar telah memperoleh momentum semacam itu, dan membangkitkan harapan yang begitu
tinggi, dan kita harus menerimanya sebagai sesuatu yang tidak dapat diubah - setidaknya untuk saat ini. Tapi
jika kita harus tetap hidup dengan standar, kita harus sadar bahaya dan ketidaksempurnaan. Mari kita lihat ini
secara jujur.

(1) Yang paling penting berkaitan dengan logika sains. Hanya makhluk seperti dewa yang tahu dimana
kebenaran itu terletak.

(2) Inti dari sebuah profesi adalah bahwa setiap anggota bersedia untuk berpikir dan menilai dirinya sendiri.
Jika anggota melepaskan tanggung jawab semacam itu, pada waktunya mereka akan menjadi kurang mampu
untuk berpikir dan menilai.

(3) jika seseorang terlalu banyak diatur, maka mereka akan mulai melakukan kesalahan atas aturan. Akuntan
dan auditor yang sukses adalah orang yang pandai dalam membelah rambut dan suka mempercantik diri,
bukan yang paling baik menggambarkan fakta ekonomi.

(4) Prosedur standar dapat menjadi prosedur yang membatu.

(5) Angka akuntansi tidak simpel, dan tidak bergantung pada standardisasi. Industri berbeda satu sama lain,
begitu pula perusahaan. Perusahaan yang sama bisa berubah dari tahun ke tahun dan kebutuhan pengguna
bervariasi.

(6) Kata-kata standar pasti akan membawa kesulitan dalam interpretas.

(7) Pembuat standar mungkin tunduk pada tekanan politik. Sudah satu orang mendengar argumen bahwa
standar seharusnya mengarah pada tujuan politik dan sosial yang diinginkan.

(6) Sebuah kelompok yang terikat oleh kode yang kaku dapat dengan mudah dimanipulasi oleh pemerintah
daripada daripada orang yang melakukan kebebasan.

(8) Sekalipun standar menetapkan sebuah prinsip dengan baik, masih menyisakan ruang untuk pendapat
pribadi, contohnya kita masih harus memilih angka yang akan dimasukkan ke dalam sebuah formula tertentu.
Banyak menjadi kompromi subjektif, dengan banyak ruang dalam ketidaksepakatan. Cepat atau lambat,
profesi akuntan harus menyadari bahwa standar tidak dapat menjamin kesamaan pemikiran antar akuntan.

Jika kita setuju akan hal diatas, berarti kita juga harus setuju bahwa optimisme akan standar salah tempat.
Standar akan membawa banyak kemunduran dan banyak kekecewaan.
Safeguards
Bahaya yang mungkin terjadi dalam standar akuntansi dapat dikurangi dengan berbagai cara:

(1) Standar biasanya mengarah pada kesimpulan yang membahas berbagai prinsip, dan kemudian mendukung
salah satunya.

(2) Alasan yang sama memberitahu kita untuk mewaspadai standar Tipe 4. Standar tipe 4 lebih rentan daripada
Tipe 1, 2, dan 3 untuk menyimpang

(3) Pernyataan teori cenderung berlebihan jika digambarkan sebagai karya orang yang diberi nama. Kita semua
tahu bahwa individu dapat berbuat salah; kita cenderung memberi kredit pada institusi dengan lebih banyak
kebijaksanaan. Oleh karena itu akan sangat membantu jika standar ditandatangani. Terlebih pendapat
dissenting menambahkan dimensi yang berharga. Begitu juga pengakuan bahwa standar sebelumnya salah.

(4) Standar tidak boleh sampai pada tujuan politik.

(5) Standar harus dijelaskan dalam hal perilaku normal - peraturan harus diikuti asalkan sesuai dengan fakta.
Akuntan harus bebas. Penyimpangan dari standar tentu saja harus dijelaskan, jika mungkin dengan perkiraan
numerik dan pengaruhnya.

Standards and Intellectual Training


Kita setuju dengan argumen bahwa standar - terutama jika dikeluarkan dengan pengamanan - lebih
baik daripada tidak. Studi standar sekarang memainkan sebagian besar dalam kurikulum akuntansi. Studi
tentang standar harus memiliki pengaruh mendalam pada siswa, tepat pada saat mereka paling mudah
terpengaruh dan tidak kritis. Selama bertahun-tahun, kritikus akademis memandang akuntansi tidak layak
mendapat tempat dalam studi yang lebih tinggi. Namun pada akhirnya masuk. Sekarang kita mengganti aturan
dan kita harus dengan sedih mengakui bahwa kritik kita benar.