Anda di halaman 1dari 16

Makalah

Bahaya Pergaulan Bebas

Disusun Oleh :
1. Dendi Ardiansah
2. Kamti
3. Maulfi Tri Oktaviana
4. Luh Dewi Lestari
5. Bayu Pratama
6. Ika Nur Ngaini
7. Septi Nur Intan
8. Donis Sukma Berlian

Kelas : X 2
Mata Pelajaran : BK
Guru Pembimbing : Anggi Maria, S.Pd

SMA Negeri 14 OKU


Tahun Ajaran 2017/2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Remaja adalah generasi penerus yang akan membangun bangsa ke arah


yang lebih baik yang mempunyai pemikiran jauh ke depan dan kegiatannya yang
dapat menguntungkan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Maka dari itu
remaja tersebut harus mendapatkan perhatian khusus, baik oleh dirinya sendiri,
orang tua, dan masyarakat sekitar.
Banyak kita baca di media massa maupun kita lihat di media elektronik
adanya remaja yang berprestasi juga ada remaja yang melakukan tindakan atau
perbuatan yang merugikan dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Pada
makalah ini kami akan mencoba membahas cara mengatasi pergaulan bebas
terhadap remaja.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana Pergaulan Remaja Masa Kini?
2. Akibat yang timbul dari Pergaulan Remaja Masa Kini?
3. Jalan keluar atau usaha yang dapat dilakukan untuk Menghindari
Dampak Negatif dari Pergaulan Remaja Masa Kini?

1.3 Tujuan Penulisan


Karya Ilmiah ini kami buat dengan bertujuan agar remaja-remaja masa kini
terarah pergaulannya yaitu dengan melakukan kegiatan yang positif yang berguna
untuk dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar. Dan supaya agar remaja
tidak terjebak di dalam pergaulan bebas. Maka dari itu perlu kiranya remaja
membentengi diri dengan iman yang kuat.

1.4 Manfaat Penulisan


Manfaat penulisan ini yaitu menjelaskan secara mendalam dan terperinci
tentang pergaulan remaja masa kini.

1
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Remaja

Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke

masa dewasa. Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai dengan sosial budaya

setempat. Menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) batasan usia remaja

adalah 12 sampai 24 tahun.Sedangkan dari segi program pelayanan, definisi

remaja yang digunakan oleh Departemen Kesehatan adalah mereka yang berusia

10 sampai 19 tahun dan belum kawin.Sementara itu, menurut BKKBN (Direktorat

Remaja dan Perlindungan Hak Reproduksi) batasan usia remaja adalah 10 sampai

21 tahun.

Pergaulan remaja saat ini perlu mendapat sorotan yang utama, karena pada

masa sekarang pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan dikarenakan

perkembangan arus modernisasi yang mendunia serta menipisnya moral serta

keimanan seseorang khususnya remajanya pada saat ini. Ini sangat

mengkhawatirkan bangsa karena ditangan generasi mudalah bangsa ini akan

dibawa, baik buruknya bangsa ini sangat tergantung dengan generasi muda.

Generasi muda saat ini kurang memiliki rasa cinta tanah air, ini dapat

dilihat dari lebih gemarnya anak muda untuk pergi ke bioskop dari pada ke

museum-museum sejarah perjuangan bangsa, mengapa hal ini bisa terjadi? ada

beberapa kemungkinan yang dapat kita ambil dari hal tersebut yakni yang pertama

kurangnya pemupukan rasa cinta tanah air semenjak kecil, sinetron-sinetron yang

ditayangkan ditelevisi merupakan tayangan yang kurang produktif bagi

perkembangan anak selain itu hal-hal yang terkait dengan bangsa ini tidak

2
mendapat sorotan yang tajam mengenai budaya, masalah sosial yang dapat

menimbulkan rasa cinta tanah air.

Hal lain yang dapat menjadi penyebab yakni pendidikan yang kurang

sehingga dapat menyebabkan seseorang tidak tau akan bangsanya sendiri.

Pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan ini dapat dilihat dari beberapa

hal yakni tingginya angka pemakai narkoba dan adanya seks bebas dikalangan

remaja, angka remaja yang melakukan seks bebas hingga saat ini mencapai 50

persen ramaja melakukan hubungan seks diluar nikah. Ini sangat mengkawatirkan

bagi bangsa Indonesia krisis moral yang terjadi dikalangan remaja yang

menyebabkan seks bebas dapat terjadi.

2.2 Ciri-ciri Fisik dan Psikologis

Bila merujuk pada psikologi perkembangan akan kita temukan pembagian

tahap perkembangan psikologis kita menjadi tiga tahap: sembilan tahun pertama,

sembilan tahun kedua dan sembilan tahun ketiga. Sembilan tahun pertama dalam

kehidupan kita dapat disebut sebagai masa kanak-kanak. Pada masa ini kita

hamper sepenuhnya bergantung pada perhatian dan bimbingan orang lain,

utamanya orangtua kita. Dari persoalan mandi, makan, apa yg kita pakai, pilihan

sekolah, dan teman hamper semuanya di pengaruhi oleh keputusan dan kebijakan

orangtua kita. Masa kanak-kanak ditandai dengan perkembangan dan

pertumbuhan fisik yg sangat cepat: mulai dari belajar telungkup, merangkak,

berjalan, berbicara, dan berpikir. Usia remaja berada pada perkembangan

psikologis kedua dan sembilan tahun kedua setelah kita melewati masa kanak-

kanak. Pada masa ini kita mulai diajari tantang kemandirian dan bagaimana

3
membuat keputusan untuk diri kita sendiri. Selain itu, karakteristik umum dari

pertumbuhan dan perkembangan fisik kita pada periode usia ini dapat dijelaskan

sebagai berikut:

Pertumbuhan tinggi badan dan berat badan pada umumnya lambat dan

mantap; pertumbuhan yang sangat cepat pada masa kanak-kanak telah selesai dan

perubahan-perubahan menginjak usia remaja mulai tampak. Pada usia ini kita

cenderung mengalami perubahan hormonal,berupa perubahan suara, mulai

tumbuhnya bulu-bulu di bagian tubuh tertentu, dan penonjolan-penonjolan pada

bagian tubuh tertentu bagi perempuan.

Pada tingkat usia ini system peredarn darah, pencernaan dan pernapasan

sudah berfungsi secara lengkap meskipun pertumbuhan masih terus berlanjut.

Parui-paru kita sudah hampir berkembang secara lengkap dan tingkat respirasi

orang dewasa.

Tekanan darah meningkat menjadi sedikit lebih rendah dari pada tekanan

orang dewasa. Otak dan urat syaraf tulang belakang ( spinal cord ) menjadi orang

dewasa pada usia 10 tahun, tetapi perkembangan sel-sel yg berkaitan dengan

perkembangan mental belum sempurna dan terus berlanjut selama beberapa tahun

kemudian. Pada usia 10 thun, mata kita telah mencapai ukuran dewasa dan

fungsinya sudah berkembang secara maksimal.

Masa remaja adalah saat ketika kita tidak lagi menjadi kanak-kanak, tetapi belum

memasuki usia dewasa.

Meskipun begitu, ada juga di antara kita, remaja, yg kekanak-kanakan atau

remaja yg sudah mampu berpikir layaknya orang dewasa. Saat masih kanak-kanak

hamper sepenuhnya kita bergantung pada orang lain, terutama orangtua atau wali

4
kita. Masa kanak-kanak adalah masa “ketergantungan aktif” ketika kita

sepenuhnya mengharapkan kasih-sayang dan perhatian orang lain. Tetapi pada

masa kanak-kanak kita juga sadar tantang ketergantungan kita dan berjuang untuk

membebaskan diri meskipun kita tidak sepenuhnya menyadari: bebas dari apa

atau kebebasan untuk apa ? Secara tidak langsung kita menjadi sadar bahwa,

meminjam ungkapan Norton, selam ini kita telah “salah-diidentifikasi,” bahwa

kita selama ini bukan “budak”, bahwa kita adalah pribadi-pribadi yang sama

dengan “orang lain” dalam kehidupan kita-bukan sekedar “derivasi-derivasi”. Kita

menjadi tergugah untuk menemukan diri kita.

Ketergugahan dan keingintahuan itulah yg merupakan titik yg akan

menjembatani antara masa kanak-kanak dan masa remaja. Tetapi bahkan masa

kanak-kanak kita yg diaktualisasikan secara lengkap pun belum dpat

mempersiapkan diri kita secara baik untuk menghadapi masa remaja. Tahap

krhidupan baru Ini memiliki nilai-nilai yg sama sekali unik, demikian juga dengan

kewajiban-kewajiban dan kebajikan-kebajikannya. Masa remaja menuntut sebuah

kehidupan baru yg lebih agresif dimana apa yg telah kita pelajari pada masa

kanak-kanak hanya memeliki sedikit peran dan pengaruh.

Masa remaja juga biasanya dikaitkan dengan masa “puber” atau pubertas.

Istilah “puber” kependekan dari “pubertas”, berasal dri bahasa Latin. Pubertas

berarti kelaki-lakian dan menunjukan kedewasaan yg dilandasi oleh sifat-sifat

kelaki-lakian dan ditandai oleh kematangan fisik. Istilah “puber” sendiri berasal

dari akar kata ”pubes”, yg berarti rambut-rambut kemaluan, yg menandakan

kematangan fisik. Dengan demikian, masa pubertas meliputi masa peralihan dari

masa anak sampai tercapainya kematangan fisik, yakni dari umur 12 tahun sampai

5
15 tahun. Pada masa ini terutama terlihat perubahan-perubahan jasmaniah

berkaitan dengan proses kematangn jenis kelamin.

Terlihat pula adanya perkembangan psikososial berhubungan dengan ber

fungsinya kita dalam lingkungan social, yakni dengan melepaskan diri dari

ketergantungan penuh kepada orangtua, pembentukan rencana hidup dan system

nilai-nilai yg baru.

Dalam literature Barat, remaja juga disebu sebagai adolescent dan masa remaja

disebut sebagai adolescentia atau adolesensia.

Beberapa tokoh psikologi menekankan pembahasan tentang adolesensia

atau masa remaja pada perubahan-perubahan penting yg terjadi di dalamnya.

Jean Piaget, misalnya, lebih menitik beratkan pada perubahan-perubahan

yg dianggap penting dengan memandang “adolesensia” sebagai suatu fase

kehidupan, dengan terjadinya perubahan-perubahan penting pada fungsi

inteligensia, yr tercakup dalam aspek kognitif seseorang.

Tokoh lain, Ana Freud, menggambarkan masa adolesensia sebagai suatu

proses perkembangan yg meliputi perubahan-perubahan berhubungan dengan

perkembangan psikoseksual, perubahan dalam hubungan kita dengan orangtua

dan cita-cita. F. Neidhart juga melihat masa adolesensia sebagai masa peralihan

ditintau dari kedudukan ketergantungannya dalam keluarga menuju ke kehidupan

dengan kedudukan “mandiri”.

Sedangkan E. H. Erikson mengemukakan timbulnya perasaan baru tentang

identitas dalam diri kita pada masa adolesensia. Terbentuknya gaya hidup tertentu

sehubungan dengan penempatan diri kita, yg tetap dapat dikenal oleh lingkungan

6
walaupun telah mengalami perubahan baik pada diri kita maupun kehidipan

sehari-hari.

Dalam pembahasan kemudian, istilah “adolesensia” diartikan sebagai

“masa remaja” dengan pengertian yg luas, meliputi seluruh perubahan yg terjadi

di dalamnya. Remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan

masa dewasa, yakni antara usia 12 sampai 21 tahun. Mengingat pengertian remaja

tersebut meninjukan pada masa peralihan sampai tercapainya masa dewasa, maka

sulit menentukan batasan umurnya. Tetapi setidaknya dapat dikatakan bahwa

masa remaja dimulai pada saat timbulnya perubahan-perubahan berkaitan dengan

tanda-tanda kedewasaan fisik yakni pada usia 11 tahun atau mungkin 12 tahun

pada anak permpuan sedangkan pada anak laki-lakinumumnya terjadi di atas 12

tahun.

7
BAB III

PEMBAHASAN MASALAH

3.1 Pergaulan Remaja Masa Kini

Pergaulan remaja saat ini perlu mendapat sorotan yang utama, karena pada

masa sekarang pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan dikarenakan

perkembangan arus modernisasi yang mendunia serta menipisnya moral serta

keimanan seseorang khususnya remajanya pada saat ini. Ini sangat

mengkhawatirkan bangsa karena ditangan generasi mudalah bangsa ini akan

dibawa, baik buruknya bangsa ini sangat tergantung dengan generasi muda.

Generasi muda saat ini kurang memiliki rasa cinta tanah air, ini dapat

dilihat dari lebih gemarnya anak muda untuk pergi ke bioskop dari pada ke

museum-museum sejarah perjuangan bangsa, mengapa hal ini bisa terjadi? ada

beberapa kemungkinan yang dapat kita ambil dari hal tersebut yakni yang pertama

kurangnya pemupukan rasa cinta tanah air semenjak kecil, sinetron-sinetron yang

ditayangkan ditelevisi merupakan tayangan yang kurang produktif bagi

perkembangan anak selain itu hal-hal yang terkait dengan bangsa ini tidak

mendapat sorotan yang tajam mengenai budaya, masalah sosial yang dapat

menimbulkan rasa cinta tanah air.

Hal lain yang dapat menjadi penyebab yakni pendidikan yang kurang

sehingga dapat menyebabkan seseorang tidak tau akan bangsanya sendiri.

Pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan ini dapat dilihat dari beberapa

hal yakni tingginya angka pemakai narkoba dan adanya seks bebas dikalangan

remaja, angka remaja yang melakukan seks bebas hingga saat ini mencapai 50

persen ramaja melakukan hubungan seks diluar nikah. Ini sangat mengkawatirkan

8
bagi bangsa Indonesia krisis moral yang terjadi dikalangan remaja yang

menyebabkan seks bebas dapat terjadi.

3.2 Akibat Yang Ditimbulkan

Ada beberapa sebab yang dapat dijadikan alasan merebaknya "wabah

mengerikan" ini, di antaranya adalah:

1. Pengaruh Negatif Media Massa.

Media masssa seperti televisi, film, surat kabar, majalah dan sebagainya

belakangan semakin banyak memasang dan mempertontonkan gambar-gambar

seronok dan adegen seks serta kehidupan yang glamour yang jauh dari nilai-nilai

Islami. Hal ini diperparah lagi dengan berkembangnya tehnologi internet yang

menembus batas-batas negara dan waktu yang memungkinkan kawula muda

mengakses hal-hal yang bisa meningkatkan nafsu seks. Informasi tentang seks

yang salah turut memperkeruh suasana. Akibatnya remaja cenderung ingin

mencoba dan akhirnya terjerumus kepada sex bebs (free sex).

2. Lemahnya Keimanan.

Hampir semua, bila tidak mau dikatakan semua, perilaku seks bebas, tahu

akan beban dosa yang mereka terima. Tapi entah kenapa, bagi mereka hal itu

'dibelakangkan' dan menjadikan nafsu sebagai pemimpin. Ini menunjukkan

lemahnya rasa keimanan mereka.

3. Tidak adanya pendidikan sex yang benar, tepat dan dilandasi nilai-nilai

agama.

4. Lemahnya pengawasan orang tua.

5. Salah dalam memilih teman

9
6. Seks bebas menghilangkan rasa malu, padahal dalam agama malu

merupakan suatu hal yang amat ditekankan dan dianggap perhiasan yang

sangat indah khususnya bagi wanita.

7. Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.

8. Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.

9. Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian

sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.

10. Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di

hadapan Tuhan maupun sesama manusia.

11. Tuhan akan mencampakkan sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan

matanya liar dan tidak terjaga.

12. Pelaku seks bebas akan dipandang oleh manusia dengan pandangan muak

dan tidak percaya.

13. Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dicium oleh orang-orang yang

memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.

3.3 Jalan Keluar

- Menanamkan Nilai Ketimuran

- Mengurangi menonton televisi

- Banyak beraktifitas positif

- Menanamkan keimanan yang kokoh

- Sosialisasi bahaya pergaulan bebas

- Menegakkan aturan hokum

- Munakahat

10
Merokok merupakah salah satu akibat dari pergaulan bebas

Akibat buruk dari pergaulan bebas adalah kehamilan anak sekolah

Perkelahian antar pelajar juga merupakan dampak dari pergaulan bebas

11
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Kami kira remaja harus pintar dalam memilih teman agar tidak terjerumus

dalam pergaulan bebas yang telah merusak aqidah dan moral sebagian remaja di

negeri ini.

Oleh karena itu remaja itu perlu mengikuti kegiatan-kegiatan seperti

pengajian remaja, karang taruna, dan kegiatan lainnya.

4.2 Saran dan Kritik

Perlu kiranya remaja melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan yang positif

baik di sekolah maupun di lingkungannya yang tentunya harus mendapatkan

dorongan dan restu dari orang tua.

12
DAFTAR PUSTAKA

http://abygunlar.blogspot.com/2012/05/dampak-pergaulan-bebas-terhadap-

remaja.html

http://lianlubis.wordpress.com/2010/03/18/“dampak-pergaulan-bebas-terhadap-

remaja/

Husniaty, E.Noor. 2006. Menjadi Remaja Kreatif Dan Mandiri.Yogyakarta: Dozz

publisher

13
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah saya panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa

Ta’ala karena atas rahmat hidayah dan izinNya, serta segenap usaha saya,

sehingga dapat menyelesaikan laporan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul

“Pergaulan Bebas”.

Pelaksanaan laporan karya tulis ilmiah ini tidak lain bertujuan untuk

menghimbau masyarakat khususnya di kalangan pelajar agar berhati-hati dalam

bergaul. Tak lupa pula saya mengucapkan terima kasih kepada Guru pembimbing

Bahasa Indonesia yang telah membimbing saya dalam mengerjakan laporan karya

tulis ilmiah ini.

Laporan ini disusun berdasarkan penelitian, namun dalam penyusunan ini

dirasa masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang

mendukung dari pembaca sangat diperlukan. Saya berharap laporan ini dapat

bermanfaat bagi siswa-siswi SMA Negeri 14 OKU.

Batumarta, Januari 2018

Penulis

14ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................................................................................. i

Kata Pengantar ................................................................................................. ii

Daftar Isi........................................................................................................... iii

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................... 1

1.3 Tujuan Penulisan ...................................................................................... 1

1.4 Manfaat Penulisan ..................................................................................... 1

Bab II :Kajian Pustaka

2.1 Pengertian Remaja .................................................................................... 2

2.2 Ciri-ciri Psikologis .................................................................................... 3

Bab III : Pembahasan Masalah

3.1 Pergaulan Remaja Masa Kini .................................................................... 8

3.2 Akibat yang ditimbulkan Remaja Masa Kini ............................................ 9

3.3 Jalan Keluar............................................................................................... 10

Bab IV : Penutup

Kesimpulan ...................................................................................................... 12

Saran ................................................................................................................. 12

Daftar Pustaka

iii
15