Anda di halaman 1dari 8

NAMA : AULIA FEBRIANDO

NIM : 1163050015
MATKUL : HUKUM AGRARUA

No Perbedaan Hak Milik Hak Guna Usaha Hak Guna Bangunan Hak Pakai atas Hak Pengelolaan
Tanah Negara
1. Definisi Hak turun-temurun, Hak mengusahakan Hak untuk mendirikan Hak untuk Hak menguasai dari
terkuat dan terpenuh tanah yang dikuasai dan mempunyai memperoleh hasil Negara atas tanah yang
yang dapat dipunyai langsung oleh Negara, bangunan atas tanah atas tanah dari kewenangan
orang atas tanah dalam jangka waktu yang bukan miliknya kepunyaan milik pelaksanaannya
sebagaimana yang sendiri, dengan jangka orang lain atau atas sebagian dilimpahkan
disebutkan dalam Pasal waktu paling lama 30 tanah Negara kepada pemegang
29 UUPA guna tahun dan bisa haknya untuk
perusahaan, pertanian, diperpanjang untuk merencanakan
perikanan atau jangka waktu paling peruntukkan,
peternakan. lama 20 tahun penggunaan tanah,
menyerahkan bagian-
bagian tanah Hak
Pengelolaan kepada
pihak ketiga dan atau
bekerja sama dengan
pihak ketiga.
2. Subjek a. Hanya Warga a. Warga a. Warga Negara a. Warga Negara a. Instansi pemerintah
Negara Indonesia NegaraIndonesia; Indonesia; dan Indonesia; termasuk
dapat dan b. Badan hukum yang b. Orang Asing pemerintah daerah;
mempunyai Hak b. Badan hukum yang didirikan menurut yang b. Badan Usaha Milik
Milik; dan didirikan menurut hukum Indonesia berkedudukan di Negara;
b. Badan-badan hukum Indonesia dan berkedudukan Indonesia; c. Badan Usaha Milik
hukum tertentu dan berkedudukan di Indonesia. c. Badan Hukum Daerah;
yang dapat di Indonesia. yang didirikan d. PT. Persero;
mempunyai Hak menurut hukum e. Badan otoritas; dan
Milik. Indonesia dan f. Badan-badan
berkedudukan di hukum pemerintah
Indonesia; dan lainnya yang
d. Badan Hukum ditunjuk oleh
Asing yang pemerintah.
mempunyai
perwakilan di
Indonesia.
3. Jangka Tidak memiliki jangka Penggunaan Hak Guna a. Hak Guna a. Selama jangka a. Tanah Hak
Waktu waktu. Usaha memiliki batas Bangunan atas waktu tertentu Pengelolaan tidak
waktu, menurut Pasal Tanah Negara atau selama berjangka waktu
29 UUPA paling lama tanahnya tertentu artinya
memiliki jangka
35 tahun, dan dapat dipergunakan berlaku selama
diperpanjang kembali waktu paling lama untuk keperluan tanahnya
selama 25 tahun. 30 tahun, dapat yang tertentu; dipergunakan untuk
diperpanjang untuk dan pelaksanaan tugas
jangka waktu paling b. Dengan cuma- atau usahanya; dan
lama 20 tahun; cuma, dengan b. Batas maksimal
b. Hak Guna pembayaran atau Tanah Hak
pemberian jasa Pengelolaan yang
Bangunan atas
berupa apapun. dapat dikuasai oleh
tanah Hak pemegang haknya
Pengelolaan ditetapkan oleh
memiliki jangka Kepala BPN R.I.
waktu untuk
pertama kali paling
lama 30 tahun dan
dapat diperpanjang
untuk jangka waktu
paling lama 20
tahun; dan
c. Hak Guna
Bangunan atas
Tanah Hak Milik
memiliki jangka
waktu paling lama
30 tahun dan atas
kesepakatan antara
para pihak dapat
diperbaharui dengan
pemberian Hak
Guna Bangunan
baru dengan akta
yang dibuat oleh
Pejabat Pembuat
Akta Tanah
4. Ciri-Ciri a. Merupakan hak a. Hak Guna Usaha a. Merupakan hak atas a. Wewenag a. Berdasarkan
atas tanah yang tergolong hak atas tanah yang wajib pemegang hak wewenang dan
paling kuat dan tanah yang kuat didaftarkan; pakaiterhadap sifatnya Hak
paling penuh dari juga, artinya tidak b. Dapat beralih Pengelolaan dapat
tanahnya adalah
hak-hak lainnya; mudah hapus dan kepada ahli waris dikategorikan
b. Merupakan hak mudah pemegang hak; mempergunakan sebagai hak atas
turun temurun dan dipertahankan; c. Merupakan hak atas tanah untuk tanah yang bersifat
dapat beralih b. Hak atas tanah yang tanah yang terbatas kepentingan right to use tidak
kepada ahli waris; berjangka waktu, jangka waktunya mendirikan right of dipossal;
c. Dapat menjadi hak artinya haknya akan d. Dapat dijadikan b. Hak Pengelolaan
bangunan;
induk tetapi tidak hapus apabila jaminan dengan hanya dapat
dapat berinduk jangka waktunya dibebani Hak b. Asal tanah hak dipunyai oleh badan
pada hak-hak atas berakhir; Tanggungan; pakai dapat hukum pemerintah
tanah lainnya; c. Hak Guna Usaha e. Dapat dilepaskan terjadi pada yang bergerak
d. Dapat dijadikan dapat beralih oleh pemegang tanah negara atau dalam bidang
jaminan dengan kepada ahli waris haknya sehingga tanah hak milik; pelayanan publik
dibebani Hak pemegang hak; menjadi tanah dan (pemerintahan);
Tanggungan; d. Hak Guna Usaha Negara; dan c. Hak Pengelolaan
c. Hak pakai dapat
e. Dapat dialihkan dapat dialihkan f. Dapat dialihkan wajib didaftarkan ke
seperti dijual, kepada pihak lain, kepada pihak lain, diberikan dengan Kantor Pertanahan
ditukar, dihibahkan artinya dapat dijual, yaitu dijual, ditukar, jangka waktu Kabupaten/Kota
dan diberikan ditukar, disertakan disertakan dalam tertentu atau untuk diterbitkan
dengan wasiat; dalam modal dan modal dan selama tanahnya sertipikat sebagai
f. Dapat dilepaskan dihibahkan; dihibahkan dipergunakan tanda bukti haknya;
oleh yang punya e. Dapat dilepaskan untuk keperluan d. Pemegang Hak
sehingga tanahnya oleh yang Pengelolaan
tertentu.
menjadi tanah mempunyai hak, berwenang
Negara; dan sehingga tanahnya merencanakan
g. Dapat diwakafkan menjadi Tanah peruntukkan dan
Negara;dan penggunaan
f. Dapat dijadikan tanahnya;
jaminan utang e. Tanah Hak
dengan dibebani Pengelolaan tidak
Hak Tanggungan. dapat dijadikan
jaminan dengan
dibebani Hak
Tanggungan; dan
f. Tanah Hak
Pengelolaan dapat
dilepaskan untuk
kepentingan pihak
lain.

5. Terjadinya Hak Guna Usaha a. Hak Guna a. Terjadinya Hak Hak Pengelolaan terjadi
Hak terjadi melalui Bangunan atas Pakai atas tanah melalui penegasan
permohonan pemberian tanah Negara Negara adalah konversi atau
Hak Guna Usaha oleh terjadi dengan pemberian hak atas
berdasarkan
pemohon kepada keputusan tanah.
Kepala BPN RI. pemberian hak yang keputusan
Apabila semua diterbitkan oleh pemberian hak
persyaratan yang BPN RI; dari pejabat yang
ditentukan dalam b. Hak Guna berwenang;
permohonan tersebut Bangunan atas b. Terjadinya hak
dipenuhi, maka Kepala Tanah Hak pakai atas tanah
BPN RI yang diberikan Pengelolaan terjadi
hak pengelolaan
pelimpahan dengan keputusan
kewenangan pemberian hak atas harus diusulkan
menerbitkan Surat usul pemegang Hak oleh pemegang
Keputusan Pemberian Pengelolaan yang Hak
Hak. diterbitkan oleh Pengelolaan,
BPN RI; dan apabila tanah
c. Hak Guna yang
Bangunan atas dimohonkan itu
Tanah Hak Milik tanah Hak
terjadi dengan Pengelolaan; dan
pemberian hak oleh
c. Hak Pakai atas
pemegang Hak
Milik dengan akta tanah Hak Milik
yang dibuat oleh terjadi
PPAT. berdasarkan
perjanjian yang
dibuat dihadapan
PPAT.
Pada masa Verenigde Oost Indische Compagnie Pemerintah Belanda menetapkan beberapa
Masa Verenigde Oost
kebijakan antara lain :
Indische Compagnie
a. Contingenten yaitu pajak atas hasil tanah pertanian;
(VOC) b. Verlichte leverantem yaitu kewajiban menyerahkan seluruh hasil panen; dan
c. Roerendiensten kebijakan kerja kepada rakyat yang tidak mempunyai tanah pertanian.

Tabel Perkembangan Gubernur Herman Jenderal memiliki wewenang untuk :


a. Hak untuk menuntut kerja paksa; dan
William Daendles b. Hak untuk mengadakan pungutan-pungutan uang atau hasil pertanian.
Pengaturan

Pertanahan di Indonesia
Gubernur Thomas Land rent atau tanah-tanah pajak, dengan demikian tanah-tanah yang dikuasai dan digunakan
oleh rakyat itu bukan miliknya, melainkan milik Raja Inggris.
Stamford Raffles

Johanes Van Den Sistem tanam paksa yaitu petani dipaksa untuk menanam suatu jenis tanaman tertentu yang
secara langsung maupun tidak langsung dibutuhkan oleh Pasar Internasional.
Bosch
Sejarah
Pertanahan di
Jenderal memiliki wewenang untuk :
Indonesia a. Gubernur Jenderal tidak boleh mengambil tanah-tanah kepunyaan rakyat kecuali untuk
Agrarische Wet
kepentingan umum; dan
b. Tanah-tanah Hak Milik Adat atas permintaan pemiliknya yang sah, dapat diberikan
kepadanya dengan Hak Eigendom,

Agrarische Besluit Pada masa Agrarische Besluit Staatsblad 1870 Nomor 118 Pemerintah Belanda
menetapkan beberapa kebijakan antara lain :
Staatsblad 1870
Nomor 118 a. Vrijlands domein atau Tanah Negara bebas adalah tanah yang diatasnya tidak ada Hak
Penduduk Bumiputera; dan
b. Onvrijlands domein atau Tanah Negara tidak bebas adalah tanah yang diatasnya ada hak
penduduk maupun desa.

a. Diterbitkannya UUPA adalah bertujuan untuk mengakhiri dualisme hukum yang ada di
wilayah Indonesia; dan
UUPA b. Hak-hak atas tanah yang berlaku yaitu Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna
Bangunan, Hak Pakai atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan.