Anda di halaman 1dari 20

Toleransi atau tasamuh

 Toleransi berasal dari kata bahasa latin, “tolerare” yang berarti menahan diri,
bersikap sabar, membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang
terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda.
 Secara bahasa toleransi artinya kesabaran, ketahanan emosional, dan
kelapangan dada.
 Dan adapun dalam agama islam, toleransi disebut dengan tasamuh. Tasamuh
artinya sama-sama berlaku baik, lemah lembut, dan saling memaafkan.
 Dalam pengertian istilah umum tasammuh adalah sikap sikap akhlak terpuji
dalam pergaulan, dimana terdapat rasa saling menghargai, menghormati, dan
tenggang rasa antara sesama manusia dalam batas-batas yang digariskan oleh
ajaran islam.

Cara membiasakan perilaku tasamuh dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

1. Menghargai kepada sesama ciptaan Allah


2. Memper_erat tali persaudaraan
3. Tenggang rasa dan suka menolong kepada orang lain
4. Menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan damai
5. Menciptakan kehidupan yang baik
6. Ajaran toleransi dalam Al-Qur’an

Ajaran islam tentang tasammuh banyak disebutkan dalam ayat-ayat Al-qur’an.


Adapun ayat-ayat Al-qur’an yang menjadi dasar tasamuh dalam islam, diantaranya
Surah Al-Kafirun dan Al-Bayyinah.

1. Isi kandungan Surah

Surah Al-Kafirun diturunkan untuk menanggapi bujuk rayu para dedengkot


kafir Quraisy yang menemui Rosulullah saw. dan berkata:“ Wahai Muhammad!
Mari kita bersam-sama menyembah apa yang kita sembah dan kami akan menyembah
apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah
pemimpin kami.”Lalu kaum Quraisy menjanjikan beberapa imbalan yakni, seperti
harta yang berlimpah sehingga akan membuat Rosulullah saw. menjadi lelaki
yang terkaya di Kota Mekah, serta akan menikahkannya dengan wanita-wanita
cantik. Lalu mereka berkata: “semuanya itu adalah untuk-Mu, asal kamu cegah diri-
Mu dari mencaci maki tuhan-tuhan kami dan jangan pula diri-Mu menyebutnya
dengan sebutan yang buruk. Jika diri-Mu tidak mau, maka sembahlah tuhan-tuhan
kami selama 1th dan kami akan mengikuti pula agama-Mu selama 1th.” Kemudian
Rosulullah saw. bersabda: “tunggulah sampai ada wahyu yang turun kepadaku dari
Rabbku.” Lalu seketika itu Allah Swt. menurunkan Firman-Nya dalam Surah Al-
Kafirun ayat 1-6. Kemudian Allah menurunkan ayat lagi yakni dalam Surah Az-
Zumar ayat 64, yang berbuyi; katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku
menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?”

Setelah mendengar keterangan itu, perilah mereka dengan tangan hampa dan dalam
keadaan hina dina. Jadi, sangatlah jelas bahwa Allah melarang Rosul-Nya untuk
bertoleransi dalam masalah akidah dan syari’ah kepada orang kafir. Dan pada
ayat ke-6 dalam Surah Al-Kafirun bukanlah ayat toleransi, melainkan ayat penegasan
untuk tidak mengikuti apa-apa yang orang kafir suruh kepada kita umat islam.

1. Hikmah Surah Al-Kafirun dan toleransi

Berikut hikmah yang bisa kita ambil dari pembahasan materi di atas:

 Islam menghargai eksistensi agama lain

Pengakuan islam dengan agama lain tidak berarti pengakuan islam akan adanya
agama yang benar selain islam. Karena kami sebagai kaum muslimin harus yakin
bahwa islam adalah satu-satunya agama yang benar yang berhak dianut seluruh umat
manusia, hal ini secara jelas telah Allah Swt. sebutkan dalam Surah Ali-Imran ayat 19,
yang;

Artinya:”Sesungguhnya agama yang di ridhoi di sisi Allah hanyalah Islam…”

 Agama islam tidak pernah memaksa

Sebagaimana Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 256:

‫… الإكراه فى الدين‬

Artinya: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (islam) …”

 Toleransi dengan agama lain diperbolehkan selama dalam ramah mu’amalah


dan tidak dalam ranah akidah

Hal ini dimaksudkan bahwa kita sebagai kaum muslimin diperbolehkan bertoleransi
kepada yang tidak beragama islam dalam perkara hubungan sesama manusia. Akan
tetapi, ketika dalam masalah akidah atau ibadah kita di haramkan untuk bertoleransi
kepada mereka.

 Islam menghargai pluralitas agama tapi tidak untuk pluralisme agama


Orang kafir berhak untuk tetap dengan agamanya, tapi di akhirat ia harus
mempertanggungjawabkan atas pilihannya. Akan tetapi, kaum muslim wajib
mengajak mereka dengan seruan islam.

2. Surah Al-Bayyinah

‫الر ِحي ِْم‬


َّ ‫الر ْح َم ِن‬
َّ ِ‫بِس ِْم هللا‬

ُ ‫هللا يَتْلُ ْو‬


َ ‫ص ُحفًا ُم‬
ً ‫ط َّه َرة‬ ُ ‫) َر‬1( ُ‫ب َو ْال ُم ْش ِر ِكيْنَ ُم ْنفَ ِكيْنَ َحتَّى ت َأْتِيَ ُه ُم ْالبَ ِينَة‬
ِ َ‫س ْو ٌل ِمن‬ ِ َ ‫لَ ْم يَ ُك ِن الَّ ِذيْنَ َكفَ ُر ْوا ِم ْن ا َ ْه ِل ْال ِكت‬

ِ‫) َو َمآ ا ُ ِم ُر ْوآ ا َِّال ِليَ ْعبُد ُوا هللا‬4( ُ‫ب ا َِّال ِم ْن بَ ْع ِد َما َجا َءتْ ُه ُم ْالبَيِنَة‬
ِ َ ‫) َو َما تَفَ َّرقَ الَّ ِذيْنَ ا ُ ْوتُوا ْال ِكت‬3( ٌ‫) فِ ْي َها ِكتَبٌ قَيِ َمة‬2(

ِ َ ‫) ا َِّن الَّ ِذيْنَ َكفَ ُر ْوا ِم ْن ا َ ْه ِل ْال ِكت‬5( ‫الز َكوة َ َوذَلِكَ ِديْنُ ْالقَيِ َم ِة‬
‫ب‬ َّ ‫صلَوة َ َويُؤْ تُوا‬ ِ ُ‫صيْنَ لَه‬
َّ ‫الديْنَ ُحنَفَآ ُء َويُ ِق ْي ُموا ال‬ ِ ‫ُم ْخ ِل‬

‫ت اُولَئِكَ ُه ْم َخي ُْر‬ َّ ‫) ا َِّن اَّل ِذيْنَ ا َ َمنُ ْوا َو َع ِملُوا ال‬6( ‫َو ْال ُم ْش ِر ِكيْنَ فِ ْي نَاِر َج َهنَّ َم َخ ِل ِديْنَ فِ ْي َها أُولَئِكَ ُه ْم ش َُّر ْالبَ ِريَّ ِة‬
ِ ‫ص ِل َح‬

ُ‫ضوا َع ْنه‬
ُ ‫ي هللاُ َع ْن ُه ْم َو َر‬
َ ‫ض‬ ْ ‫) َجزَ آ ُؤ ُه ْم ِع ْندَ َربِ ِه ْم َجنَّتُ َعد ٍْن تَجْ ِر‬7( ‫ْالبَ ِريَّ ِة‬
ِ ‫ي ِم ْن ت َ ْحتِ َها اْالَ ْن َه ُر َخ ِل ِديْنَ فِ ْي َها اَبَدًا َر‬

َ ‫)ذَلِكَ ِل َم ْن َخش‬
8( ُ‫ِي َربَّه‬

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

1. Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli kitab dan orang-orang musyrik
tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti
yang nyata
(Ayat 1 menjelaskan bahwa Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) serta kaum
musyrikin, baik yang di mekkah atau di luar mekkah akan tetap teguh
memegang pendirian mereka.)
2. (yaitu) seorang rosul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-
lembaran yang suci (Al-Qur’an)
3. Di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (bener)

(Pada ayat 2 dan 3 menjelaskan bukti yang telah meragukan meereka. Bukti
tersebut adalah diutusnya Nabi Muhammad saw. yang membacakan untuk
mereka lembaran-lembaran Al-Qur’an yang bersih dari segala kesalahan,
penyelewengan, dan penambahan. Pada lafal kutubun qayyimah dari ayat 3
berarti bahwa didalam Al-Qur’an terdapat isi dari kitab-kitab yang diturunkan
sebelumnya, seperti Kitab Taurat, Zabur, dan Injil.)

4. Dan tidaklah terpecah belah orang Ahli kitab melainkan setelah datang kepada
mereka bukti yang nyata
5. Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-
Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan
sholat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agam yang lurus
(benar)

(Ayat 4 dan 5 menjelaskan bahwa Ahli Kitab terpecah belah setelah datang
bukti kebenaran di dalam Al-Qur’an. Mereka terpecah belah antara beriman
kepada Rasululah saw. atau tidak mengimaninya. Perpecahan Ahli Kitab tidak
hanya terjadi pada masa Nabi Muhammad saw. tetapi sejak masa sebelumnya.
Padahal Allah telah memerintahkan kepada mereka untuk menaati Allah Swt.
dengan melaksanakan sholat dan membayar zakat. Perintah tersebut sama
dengan yang di perintahkan kepada Nabi Muhammad saw.)

6. Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli kitab dan orang-orang
musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam, mereka kekal didalamnya selama-
lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk

7. Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu


adalah sebaik-baik makhluk

8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah Surga ‘Adn yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah
ridho terhadap mereka dan mereka pun ridho kepada-Nya. Yang demikian itu
adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya

(Ayat 6, 7 dan 8 menjelaskan tentang keadaan orang-orang kafir dan orang-


orang beriman di akhirat kelak. Mereka akan menerima balasan sesuai dengan
amal perbuatan mereka di dunia. Orang-orang kafir dari karangan Ahli Kitab
dan kaum musyrikin akan menempati Neraka Jahannam selama-lamanya
karena telah menolak ajaran Nabi Muhammad saw. Mereka adalah sejahat-
jahatnya makhluk. Adapun orang-orang beriman akan menempati Surga ‘Adn
selama-lamanya karena telah menerima ajaran Nabi Muhammad dan berbuat
baik. Mereka adalah sebaik-baik makhluk. Mereka akan tinggal di surga dalam
keadaan rela dan puas.)
1. Arti mufradat

Arti Mufradat Arti Mufradat


Mendirikan shalat َ‫صلَة‬
َّ ‫يُ ِق ْي ُموا ال‬ Tidaklah ‫لَ ْم يَ ُك ِن‬
Orang-orang
Menunaikan zakat َّ ‫يُؤْ تُوا‬
َ ‫الز َكوة‬ ‫الَّ ِذيْنَ َكفَ ُروا‬
yang kafir
Agama yang lurus ‫ِديْنُ ْالقَ ِي َم ِة‬ Ahli kitab ِ َ ‫ا َ ْه ِل ْال ِكت‬
‫ب‬
Orang-orang
Kekal di dalamnya ‫خَا ِل ِديْنَ فِ ْي َها‬ َ‫ْال ُم ْش ِر ِكيْن‬
musyrik
Sejahat-jahat
‫ش َُّر ْالبَ ِريَّ ِة‬ Meninggalkan َ‫ُم ْنفَ ِكيْن‬
makhluk
Sungguh orang-
orang yang ‫ا َِّن الَّ ِذيْنَ ا َ َمنُوا‬ Bukti yang nyata ُ‫ْالبَ ِينَة‬
beriman
Lembaran-
Mengerjakan amal
saleh
‫ت‬ َّ ‫َع ِملُوا ال‬
ِ ‫ص ِل َح‬ lembaran yang َ ‫ص ُحفًا ُم‬
ً ‫ط َّه َرة‬ ُ
suci

Arti Mufradat Arti Mufradat

Sebaik-baik Kitab-kitab yang


‫َخي ُْر ْالبَ ِريَّ ِة‬ ٌ‫ُكتُبٌ قَيِ َمة‬
makhluk lurus

Allah ridha ُ‫ي هللا‬


َ ‫ض‬
ِ ‫َر‬ Terpecah belah َ‫تَفَ َّرق‬

Takut (kepada)
َ ‫َخش‬
ُ‫ِي َربَّه‬ Ikhlas ِ ‫ُم ْخ ِل‬
َ‫صيْن‬
tuhannya

1. Isi Kandungan Surah


1. Hikmah perilaku toleransi

Berikut ini beberapa hikmah apabila sikap toleran diterapkan dengan baik;

1. Kehidupan masyarakat menjadi rukun dan damai


2. Tercipta keamanan dan ketentraman hidup antar sesama anggota masyarakat
3. Terpenuhinya hak-hak masyarakat
4. Terwujudnya rasa aman dalam menjalankan ibadah masing-masing pemeluk
agama
5. Terlindunginya keberadaan tempat-tempat ibadah
6. Menumbuhkan persatuan dan rasa kebersamaan sesama anggota masyarakat

Adapun hadist Nabi Muhammad yang berkaitan dengan sikap toleransi, diantaranya
seperti berikut:

1. Hadist dari Ibnu Umar r.a

ِ ‫احبِ ِه َو َخي ُْر ْال ِجي َْر‬


‫ان‬ ِ ‫ص‬َ ‫ب ِع ْندَ هللاِ َخي ُْرهُ ْم ِل‬ ْ َ ‫ َخي ُْر ْاْل‬: ‫َع ِن اب ِْن َع ْم ٍر رضي هللا عنه ان رسو َل هللاِ عليه وسلم قَا َل‬
ِ ‫ص َحا‬
‫ار ِه (اخرجه احمد واالترمذي وابن حبان والحاكم والبيهقي وسعيد بن منصور والدارمي‬ ِ َ‫ِع ْند‬
ِ ‫هللا َخي ُْر ُه ْم ِل َج‬
‫)والبخاري وابن خزيمة‬

Artinya:“Dari Ibnu Umar r.a, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “sebaik-


baiknya sahabat disisi Allah adalah yang paling baik diantara mereka terhadap
sesama saudaranya. Dan, sebaik-baik tetangga disisi Allah adalah yang paling baik
diantara mereka terhadap tetangganya.”(HR. Ahmad, Turmudzi, Ibnu Hibban,
Baihaqi, Sa’id bin Manshur, ad-Darimi, Bukhari, dan Ibnu Khuzaimah)

1. Hadist dari Anas bin Malik

‫ار ِه‬ ِ ‫ َواَّلذِى نَ ْفسِى بِيَ ِد ِه َال ي‬:َ‫رضي هللاُ عنهُ ان رسو َل هللاِ صلى هللاُ علي ِه وسل َم قال‬
ِ ‫ُؤمنُ َع ْبدٌ َحت َّى ي ُِحبَّ ِل َج‬ َ ‫َع ْن اَن ٍَس‬
ْ
‫) َما ي ُِحبُّ ِلنَف ِس ِه (اخرجه مسلم وابو يعلى‬

Artinya:“Dari Anas bin Malik r.a, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda; “Demi
(Allah) yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah beriman seorang hamba sehingga dia
mencintai tetangganya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.”(HR. Muslim dan
Abu Ya’la)

2. Arti mufradat
3. Hadist dari Ibnu Umar
Lafal Arti
‫ب‬
ِ ‫ص َحا‬ ْ َ ‫َخي ُْر اْْل‬ Sebaik-baik sahabat
ِ‫ِع ْندَ هللا‬ Disisi Allah
‫َخي ُْر ُه ْم‬ Paling baik diantara mereka

Lafal Arti
‫اح ِب ِه‬
ِ ‫ص‬َ ‫ِل‬ Terhadap sahabatnya
‫ان‬ِ ‫َو َخي ُْر ْال ِجي َْر‬ Dan sebaik-baik tetangga
‫ار ِه‬ِ ‫ِل َج‬ Terhadap tetangganya

1. Hadist dari Anas bin Malik

Lafal Arti Lafal Arti


ٌ‫َع ْبد‬ Seorang hamba ‫َوالَّذِى‬ Demi yang
‫َحتَّى‬ Sampai ‫نَ ْفسِى‬ Jiwaku
ُّ‫ي ُِحب‬ Dia mencintai ‫ِبيَ ِد ِه‬ Di tangan-Nya
‫ار ِه‬ِ ‫ِل َج‬ Tetangganya َ‫ال‬ Tidak
Terhadap dirinya
‫ِلنَ ْف ِس ِه‬ ُ‫يُؤْ ِمن‬ Beriman
sendiri

1. Kandungan Hadist

Hadist dari Ibnu Umar mengajarkan agar umat islam saling membantu dan bersikap
toleran terhadap tetangga dan memenuhi hak-hak tetangga. Keberadaan tetangga tidak
berbeda dengan anggota keluarga dalam memengaruhi kepribadian seseorang. Akibat
sering berinteraksi, mereka bisa mengetahui rahasia yang tidak diketahui oleh
masyarakat umum. Kebaikan seseorang di buktikan dengan besarnya kesabaran
dirinya saat berinteraksi bersama tetangganya. Oleh karena itu, para tetangga dan
kawan tidak akan melontarkan pujian dan sanjungan, kecuali setelah mereka melihat
cara pergaulan yang baik dan moral yang luhur pada dirinya. Maka, kembali pada
sebuah pedoman, seseorang tidak bisa dikenali dengan baik, kecuali melalui
pergaulan. Rahasia ini hanya berada di tangan keluarga, tetangga, dan sahabat dekat.
Hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik menunjukkan bahwa seorang mukmin
merasa senang dan gembira bila saudaranya seiman merasakan hal yang sama dengan
yang dia rasakan. Begitu juga, dia ingin agar saudaranya itu mendapatkan kebaikan
seperti yang di anugerahkan kepadanya. Hal ini bisa terealisasi manakala dada
seorang mukmin secara sempurna terselamatkan dari penyakit iri dan dengki. Sebab
sifat dengki mengindikasikan bahwa si pendengki tidak suka bila kebaikan seseorang
melebihi dirinya atau bahkan menyamainya. Dia ingin agar kelebihan yang ada
padanya selalu di atas orang lain. Ia tidak ingin ada orang yang menyainginnya.
Sedangkan keimanan mengindikasikan sebaliknya yaitu agar semua orang yang
beriman sama-sama diberikan kebaikan seperti dirinya, tanpa dikurangi sedikitpun.

1. Penerapan Toleransi

Toleransi terhadap umat agama lain maupun tetangga harus kita terapkan dalam
kehidupan setiap hari. Berikut ini beberapa bentuk penerapan sikap toleran;

1. Saling menghormati, memuliakan, dan saling tolong menolong terhadap


sesama tetangga.
2. Saling membantu keperluan masing-masing tetangga.
3. Tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain karena tidak dibenarkan
agama dan akal sehat.
4. Sabar dalam menghadapi sikap orang-orang yang mendustakan islam,
sebagaimana para rasul terdahulu.
5. Bergaul dengan sesama tanpa membedakan agamanya.
dakwah

Kata dakwah berasal dari Arab da’a – yad’u – da’watan yang berarti ajakan atau
undangan. Secara istilah, dakwah berarti mengajak kepada keselamatan dan
kebahagiaan didunia dan akhirat. Menurut istilah islam, dakwah berarti setiap
kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak, dan memanggil orang untuk beriman dan
taat kepada Allah swt. sesuai garis kaidah, syariat, dan akhlak islam. Orang yang
berdakwah disebut da’i, sedangkan orang yang menjadi objek dakwah disebut mad’u.

Kata dakwah bisa juga disebut dengan tablig. Tablig menurut bahasa artinya
menyampaikan. Adapun menurut istilah, tablig adalah menyampaikan ajaran-ajaran
islam kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman hidup dan dilaksanakan agar
memperoleh kebahagiaan didunai dan akhirat. Orang yang bertablig disebut mubalig.

Umat islam memiliki kewajiban untuk mendakwahkan islam kepada orang lain.
Sebagaimana firman Allah swt. dalam Q.S An-Nahl ayat 125:

َ ‫ض َّل َع ْن‬
‫س ِب ْي ِل ِه‬ َ ‫سنُ ا َِّن َربَّكَ ُه َو ا َ ْعلَ ُم ِب َم ْن‬ َ ‫سنَ ِة َو َجاد ِْل ُه ْم ِبالَّتِي ه‬
َ ْ‫ِي اَح‬ َ ‫ظ ِة ْال َح‬
َ ‫س ِب ْي ِل َر ِبكَ ِب ْال ِح ْك َم ِة َو ْال َم ْو ِع‬
َ ‫ع اِلَى‬
ُ ‫ا ُ ْد‬
ْ َ
َ‫وه َُو ا َ ْعل ُم بِال ُم ْهت َ ِديْن‬.
َ
Artinya:“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran
yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya
Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah
yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”

Berdasarkan QS. An-Nahl ayat 125 diatas, dakwah islam dapat dilakukan dengan
menggunakan metode-metode berikut;

1. Dakwah bil hikmah, yaitu dakwah dengan pelajaran yang tepat sehingga objek
dakwah dapat membedakan antara yang hak dan batil. Dakwah harus
disampaikan dengan keterangan yang tegas dan jelas, tidak ragu atau bimbang.
Sehingga, objek dakwah dapat mengetahui ajaran islam dengan sebenarnya
tanpa keraguan.
2. Dakwah bil mau’izah hasanah, yaitu dakwah dengan memberi nasihat yang
baik. Objek dakwah adalah manusia yang memiliki akal dan pikiran, oleh sebab
itu dakwah harus disampaikan dengan pemahaman yang benar.
3. Dakwah bil mujadalah, yaitu berdakwah dengan menukar pikiran, berdiskusi,
atau berdebat. Bagi kaum terpelajar yang sudah memiliki keyakinannya sendiri,
perlu dilakukan diskusi untuk mencari pendapat atau keyakinan yang benar.
1. Ajaran islam untuk bersikap optimis dan istikamah dalam berdakwah

Dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang menjelaskan tentang sikap-sikap dalam
mendakwah islam. Berikut ini akan kita pelajari kandungan Surah Al-Lahab dan An-
Nasr tentang ajaran bersikap optimis dan istikamah dalam berdakwah.

1. Surah Al-Lahab
2. Lafal dan terjemah Surah Al-Lahab

‫ب‬ َ ‫) َو ْام َراَتُهُ َح َّمالَةَ اْل َح‬3( ‫ب‬


ِ ‫ط‬ ٍ ‫َارا ذَاتَ لَ َه‬
ً ‫صلَى ن‬
ْ َ‫سي‬
َ )2( ‫ب‬ َ ‫) َما ا َ ْغنَى َع ْنهُ َمالُهُ َو َما َك‬1( َّ‫ب َّوتَب‬
َ ‫س‬ ٍ ‫َّت يَدَا ا َ ِبي لَ َه‬
ْ ‫تَب‬
َ ‫) فِي ِج ْي ِدهَا َح ْب ٌل ِم ْن َّم‬4()
5( ‫س ٍد‬

Artinya:

 Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!


 Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
 Kelak dia akan masuk kedalam api yang bergejolak (neraka).
 Dan begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
 Dilehernya ada tali dari sabut yang dipintai.

1. Arti mufradat

Arti Lafal Arti Lafal


Tidaklah berguna ‫َما ا َ ْغنَى‬ Binasalah ْ ‫تَب‬
‫َّت‬
Baginya ُ‫َع ْنه‬ Kedua tangan ‫يَدَا‬
Hartanya ُ‫َمالُه‬ Abu lahab ٍ ‫اَبِ ْي لَ َه‬
‫ب‬
Dan benar-benar
Dia usahakan ‫ب‬ َ ‫َك‬
َ ‫س‬ binasa dia
َّ‫َّوتَب‬
Kayu bakar ‫ب‬
ِ ‫ط‬ َ ‫ْال َح‬ Kelak dia akan masuk ‫صلَى‬ْ َ‫سي‬ َ
Dilehernya ‫فِ ْي ِج ْي ِدهَا‬ Api neraka ‫َارا‬
ً ‫ن‬
Tali ‫َح ْب ٌل‬ Yang bergejolak ٍ ‫ذَاتَ لَ َه‬
‫ب‬
Dari ‫ِم ْن‬ Dan istrinya ُ‫َّو ْام َراتُه‬
Sabut yang َ‫َح َّمالَة‬
‫س ٍد‬
َ ‫َّم‬ Pembawa
dipintal

1. Penerapan ilmu tajwid


Lafal Hukum Bacaan Alasan
‫يَدَآ ا َ ِب ْي‬ Mad jaiz munfasil Mad bertemu hamzah di lain kata
َّ‫ب َّوتَب‬ٍ ‫لَ َه‬ Idgam bigunnah Kasrah tanwin bertemu huruf wau

Lafal Hukum Bacaan Alasan


ُ‫َع ْنه‬ Izhar halqi Nun sukun bertemu huruf ha
ُ‫َمالَه‬ Mad silah qasirah Mad karena ada huruf ha dhamir
‫ب‬ َ ‫س‬ َ ‫َك‬ Qalqalah Huruf ba dibaca sukun di akhir kalimat
َ‫َارا ذَات‬ ً ‫ن‬ Ikhfa’ haqiqi Fathah tanwin bertemu huruf za
ُ‫َّو ْام َراَتُه‬ Izhar syafawi Mim sukun bertemu huruf ra
‫َح ْب ٌل‬ Qalqalah Huruf ba bertanda sukun
‫س ٍد‬ َ ‫ِم ْن َّم‬ Idgam bigunnah Nun sukun bertemu huruf mim

1. Isi kandungan Surah Al-Lahab

Surah Al-Lahab termasuk Surah Makkiyah dan berada pada urutan ke-111 dalam Al-
Qur’an. Surah ini disebut juga dengan nama Al-Masad (tali sabut) atau Tabbat
(binasalah). Surah Al-Lahab turun berkaitan dengan permulaan dakwah yang
dilakukan Rasulullah saw. secara terang-terangan. Ketika itu, Rasulullah saw. yang
sedang berdakwah di bukit safa mendapat tantangan dari Abu Lahab.

Ayat 1 merupakan ancaman kepada Abu Lahab, yaitu merugi dan celaka hidupnya.
Kebinasaan bukan hanya pada kedua tangannya. Bahkan dirinya sendiri, rohani dan
jasmaninya akan binasa. Apa yang direncanakan Abu Lahab dalam menghalangi
dakwah Nabi tidak akan berhasil. Nama asliAbu Lahab adalah Abdul Uzza bin Abdul
Muttalib. Ia adalah paman Nabi Muhammad saw. ia dijuluki Abu Lahab karena
pipinya kemerah-merahan, atau sebagai isyarat bahwa kelak dia akan masuk neraka.

Ayat ke-2 memberitahukan bahwa Abu Lahab tidak akan selamat di akhirat. Harta
benda dan segala kekayaannya tidak dapat menyelamatkannya dari api neraka. Ayat
ke-3, ke-4, dan ke-5 menyatakan bahwa Abu Lahab pasti binasa disiksa di neraka
yang apinya berkobar-kobar. Neraka tersebut tidak hanya disediakan kepada Abu
Lahab, tetapi juga kaum kafir yang menentang dakwah Nabi Muhammad saw.
kebinasaan juga menimpa istri Abu Lahab yang bernama Urwah binti Harb, saudara
perempuan Abu Sufyan bin Harb, dia digelari Ummu Jamil.
Surah Al-Lahab ditutup dengan pernyataan betapa hina Abu Lahab, kelak dia berada
di Neraka Jahannam. Istri Abu Lahab wafat dalam kemusyrikan, sehingga ayat
tersebut dapat disimpulkan sebagai salah satu ayat yang berbicara tentang hal gaib
yang telah terbukti.

2. Surah An-Nasr
3. Lafal dan terjemah Surah An-Nasr

‫سبِحْ بِ َح ْم ِد َربِكَ َوا ْست َ ْغ ِف ْرهُ اِنَّهُ َكانَ ت ََّوابًا‬ َ َّ‫) َو َراَيْتَ الن‬1( ‫ص ُرهللاِ َو ْالفَتْ ُح‬
َ َ‫) ف‬2( ‫اس يَ ْد ُخلُ ْونَ فِ ْي ِدي ِْن هللاِ ا َ ْف َوا َجا‬ ْ َ‫اِذَا َجا َء ن‬
3()

Artinya:

 Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,


 Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,
 Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-
Nya.Sungguh, Dia Maha Penerima Taubat.

1. Arti mufradat

Arti Lafal Arti Lafal


Telah datang ‫َجآ َء‬ Apabila ‫اِذَا‬
Berbondong-
‫ا َ ْف َوا ًجا‬ Pertolongan Allah ِ‫ص ُرهللا‬
ْ َ‫ن‬
bondong
Maka bertasbihlah ‫س ِب ْح‬َ َ‫ف‬ Dan kemenangan ‫َواْلفَتْ ُح‬
Dengan memuji ‫ِب َح ْم ِد‬ Dan engkau melihat َ‫َو َراَيْت‬
Tuhanmu َ‫َر ِبك‬ Manusia ‫اس‬َ َّ‫الن‬
Dan mohonlah
ampunan kepada- ُ‫َوا ْست َ ْغ ِف ْره‬ Masuk َ‫يَ ْد ُخلُ ْون‬
Nya
Sungguh Dia َ‫اِنَّهُ َكان‬ Dalam ‫فِ ْي‬
Maha penerima
‫ت ََّوابًا‬ Agama Allah ِ‫ِدي ِْن هللا‬
taubat
1. Penerapan ilmu tajwid

Lafal Hukum bacaan Alasan


Mad bertemu hamzah di dalam
‫َجآ َء‬ Mad wajib muttasil
kata
َ‫يَ ْد ُخلُ ْون‬ Qalqalah Huruf dal bertanda sukun
Fathah tanwin dibaca wakaf di
‫ا َ ْف َوا ًجا‬ Mad ‘iwad
akhir kalimat
‫ِب َح ْم ِد‬ Izhar syafawi Mim sukun bertemu huruf dal

Lafal Hukum bacaan Alasan


ُ‫اِنَّه‬ Mad silah qasirah Mad karena ada huruf ha dhamir
Fathah tanwin dibaca wakaf diakhir
‫ت ََّوابًا‬ Mad ‘iwad
kalimat

1. Isi kandungan Surah An-Nasr

Surah ini terkenal dengan sebutan An-Nasr, ada yang menamainya dengan At-Taudi
(perpisahan). Surah ini termasuk Surah Madaniyah dan merupakan surah ke-110
dalam Al-Qur’an. Surah ini menjelaskan berita gembira tentang kemenangan yang
akan diraih oleh Rasulullah saw. dan berbondong-bondongnya masyarakat memeluk
agama islam. Disisi lain, mengisyaratkan selesainya tugas Rasulullah saw. yang
berarti juga menginformasikan dekatnya ajal Nabi Muhammad saw.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Nabi masuk kota Mekah pada waktu
Fathul Mekah, khalid bin walid diperintahkan memasuki kota mekah dari jurusan
dataran rendah untuk menggempur pasukan Quraisy (yang menyerang) serta
merampas senjatanya. Setelah memperoleh kemenangan maka berbondong-
bondonglah kaum Quraisy masuk islam. Surah ini turun berkenaan dengan peristiwa
tersebut. Sebagai perintah untuk bersyukur dengan me-Mahasucikan Allah atas
kemenangan dan meminta ampun atas segala kesalahan.

Ayat 1 merupakan informasi datangnya kemenangan yang akan diraih oleh kaum
muslimin. Kemenangan yang dimaksud adalah ditaklukannya Kota Mekah. Kota
Mekah berhasil ditaklukan kaum muslimin pada bulan Ramadhan tahun 8 Hijriah
(Desember 630 M). Rasulullah saw. berhasil memasuki Kota Mekah tanpa
pertumpahan darah.

Ayat ke-2 menjelaskan tentang dampak ditaklukannya Kota Mekah. Pembebasan Kota
Mekah memberi pengaruh yang besar dalam kehidupan agama dan politik. Pengaruh
tersebut antara lain banyaknya orang yang masuk islam dan bernaung di bawah panji
Nabi Muhammad saw. secara berbondong-bondong. Hal itu terbukti dengan
banyaknya utusan-utusan yang datang ke Madinah pada tahun ke-9 Hijriah untuk
mewakili golongannya menyatakan keislaman mereka.

Pada ayat ke-3 menjelaskan jika kemenangan sudah nyata, Mahasucikanlah dan
agungkanlah Tuhanmu. Sebab Tuhan tidak akan sekali-kali melalaikan kebenaran dan
memenangkan kebatilan. Ayat ke-3 ditutup dengan perintah memohon dan bertaubat
kepada Allah, karena sebelum kemenangan itu diraih sempat terjadi guncangan-
guncangan hati. Karena itu, patut dilakukan istigfar dari kekurangan, serta memuji
Allah swt. untuk mensyukuri nikmat-Nya.

1. Problematika dakwah dalam Surah Al-Lahab dan An-Nasr


2. Problematika dan sikap dakwah dalam Surah al-Lahab

Berikut ini problematika dakwah yang dijelaskan dalam Surah al-Lahab:

1. Adanya cemoohan dan rintangan dari Abu Lahab dan istrinya untuk
menghalangi dakwah Nabi Muhammad saw.
2. Penolakan yang keras dari kaum kafir Quraisy, terutama dari Abu Lahab,
paman Nabi Muhammad saw. sendiri.
3. Tekanan-tekanan dari kaum Quraisy terhadap Nabi Muhammad saw. dan
pengikutnya.

Berikut ini beberapa semangat dakwah yang ditunjukkkan Rosulullah saw. untuk kita
teladani;

1. Tetap istiqamah dalam berdakwah meskipun mendapat penetangan dari


pamannya sendiri.
2. Berlapang dada terhadap sikap Abu Lahab, tidak dendam, dan tetap tabah
dalam berdakwah.
3. Berdakwah dengan lemah lembut, santun, dan tidak menimbulkan keguncangan
di dalam masyarakat.
4. Problematika dan sikap dakwah dalam Surah An-Nasr
Dalam Surah An-Nasr dijelaskan tentang problematika yang dihadapi kaum muslimin
berkaitan dengan kemenangan atas Kota Mekkah. Berikut ini beberapa problematika
tersebut;

1. Perlawanan pasukan kafir Quraisy yang dipimpin oleh Suhail bin Amr, Safwan
bin Umayyah, dan Ikrimah bin Abu Jahal terhadap pasukan Khalid serta
dirusaknya perjanjian hudaibiyah.
2. Sikap permusuhan kaum kafir Quraisy sejak awal dakwah.

Adapun sikap Rosulullah saw. yang dapat kita teladani antara lain;

1. Bersyukur kepada Allah atas kemenanga yang diraih dengan menaklukan Kota
Mekkah,
2. Memaafkan segala kesalahan kaum kafir Quraisy,
3. Bersikap rendah hati dan beristigfar kepada Allah,
4. Optimis bahwa perjuangan islam pasti akan berhasil.
5. Problematika masa kini

Problematika berasal dari kata problem yang artinya soal, masalah, perkara sulit,
persoalan. Problematika sendiri secara bahasa mempunyai arti berbagai permasalahan.
Problematika dakwah dari masa ke masa, dari generasi ke genarasi, bahkan dari abad
ke abad, tentu sangat variatif. Tiap masa dan era memiliki tantangannya sendiri-
sendiri. Karena itu, perkembangan islam sangat ditentukan oleh gerakan-gerakan
dakwah yang dilakukan oleh umatnya. Secara umum, problematika umat pada saat itu
terbagi menjadi 2, yaitu problematika internal dan problematika eksternal.

1. Problematika Internal

Problematika interal adalah permasalahan dakwah yang muncul dari dalam umat
islam sendiri. Diantara problematika dakwah internal yang ada pada saat ini antara
lain;

1. Keimanan

Iman terletak dalam hati setiap umat muslim. Iman artinya mempercayai. Iman adalah
dasar dalam beragama. Keimanan umat islam yang lemah akan menyebabkan dakwah
islam sulit untuk diterima dengan baik. Sebaliknya, jika iamn seseorang sangat kuat
maka dakwah akan lebih mudah untuk diterima.

1. Kurangnya ilmu
Di dalam Al-qur’an terdapat banyak sumber ilmu pengetahuan. Kurangnya ilmu
pengetahuan umat islam saat ini akan menyebabkan dakwah yang disampaikan kurang
dapat dimengerti dengan baik. Tidak dapat di pungkiri, saat ini masih banyak umat
islam yang masih tertinggal dalam hal ilmu, baik ilmu agama, ilmu sosial, ilmu alam,
maupun ilmu-ilmu lainnya.

1. Individualisme

Kemajuan zaman yang begitu pesat telah membawa sebagian umat bersikap egois dan
mementingkan diri sendiri. Banyak orang muslim sudah tidak memerdulikan lagi
nasib saudara muslim lain.

1. Lunturnya ukhuwah islamiah

Setelah meninggalnya Nabi Muhammad saw. umat islam terpecah kedalam berbagai
aliran. Perpecahan tersebut berdampak pada renggangnya solidaritas dan ukhuwah
islamiah. Hal ini merupakan problematika abadi yang dihadapi oleh umat islam
sepanjang sejarahnya.

2. Problematika eksternal

Problematika eksternal adalah permasalahan dakwah yang muncul dari luar umat
islam. Beberapa macam problematika dakwahneksternal dapat dijelaskan sebagai
berikut;

1. Kemajuan teknologi

Kemajuan teknologi yang demikian canggih justru menimbulkan berbagai


permasalahan baru yang belum ada sebelumnya. Jika kemajuan teknologi ini tidak
diimbangi dengan keimanan dan keislaman, maka dapat menjauhkan umat islam dari
ajaran Allah swt.

1. Liberalisme

Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan


oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya
pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.

1. Sekulerisme dan materialisme


Paham sekulerisme dan materialisme dapat membuat manusia menolak segala sesuatu
yang tidak dapat dilihat maupun dibuktikan secara nyata. Sehingga, paham ini
memisahkan antara kepentingan dunia dengan kepentingan akhirat. Adapun tujuan
dakwah islam adalah menyeru umat manusia agar selamat di dunia maupun di akhirat
kelak.
Qalqalah
Qalqalah menurut bahasa berarti memantul atau getaran suara. Menurut ilmu tajwid,
qalqalah adalah membunyikan huruf-huruf tertentu pada kalimat dengan suara memantul dari
makhraj huruf tertentu, baik karena terdapat harakat sukun asli maupun fathah, dammah, atau
kasrah, tetapi disukunkan karena tanda waqaf (berhenti).
Adapun huruf hijaiyah yang termasuk dalam huruf qalqalah ada lima, yaitu‫ ق ط ب ج د‬dan
ْ َ‫ ق‬.
atau sering disebut ‫طبُ َج ٍد‬
Qalqalah dibagi menjadi dua macam, yaitu qalqalah sugra dan kubra.
a. Qalqalah Sugra (‫)قلقلة صغرى‬
Qalqalah sugra adalah qalqalah yang terjadi karena ada huruf qalqalah yang berharakat sukun
asli dan berada di tengah kata. Qalqalah berarti memantulkan bunyi huruf, sedangkan sugra
berarti kecil. Cara membaca qalqalah sugra adalah dengan pantulan yang tidak kuat (lemah).
Contoh:
ْ َ‫(ط) ا‬
‫ط َمعَ ُه ْم‬ ْ ‫(ق) َخلَ ْقنَا‬
ْ

‫(دْ) ُمدْ َخ َل‬ َ‫(جْ) يَجْ عَلُ ْون‬ ‫(بْ ) اِب َْرا ِهي َْم‬
b. Qalqalah Kubra ( )
Qalqalah kubra adalah qalqalah yang terjadi karena adanya huruf qalqalah yang berharakat
sukun asli pada akhir kata atau berharakat hidup, tetapi terdapat tanda waqaf. Kubra berarti
besar. Qalqalah kubra berarti memantulkan bunyi huruf qalqalah tersebut dengan suara pantulan
yang kuat.[2]
Contoh:
‫ق‬
ِ ‫(ق) بِ َح‬ ْ
ٌ ‫(ط) ُم ِح ْي‬
ْ %‫ط‬ %

َ ‫(بْ ) ْال ِح‬% ‫ (جْ) ْالب ُُر ْو ُج‬% ٌ ‫ش ِه ْيد‬


‫ساب‬ َ َ‫ (دْ) ل‬%

2. Hukum Ra
Dalam membaca huruf ra (‫)ر‬, ada tiga cara, yaitu tarqiq (‫)ترقيق‬, tafkhim (‫)تفخيم‬, dan
Jawazul wajhain (‫)جوازالوجهين‬
a. Ra Tarqiq
Huruf ra (‫ )ر‬dibaca tarqiq (tipis) apabila berada beberapa keadaan sebagai berikut.

1) Ra yang berharakat kasrah atau kasrah tanwin


ِ ‫ق – ا َ ْل َم ْغ ِر‬
Contoh : ‫ ِحجْ ٍر‬- ‫ب‬ ِ ‫ا َ ْل َم ْش ِر‬
2) Ra yang berharakat sukun yang didahului huruf berharakat kasrah, sedangkan huruf
berikutnya bukan huruf isti’la’ (‫)استعالء‬. Huruf isti’la ada tujuh, yaitu ‫خ ص ض ط ظ غ ق‬.
Contoh: ‫ فَذَ ِك ْر‬- ‫فِ ْردَ ْو ِس‬
3) Ra yang diwaqafkan dan huruf sebelumnya berharakat kasrah.
Contoh: ‫ا َ ْنتَ ُمذَ ِك ٌر ۝‬
4) Ra yang diwaqafkan dan didahului huruf yang berharakat sukun juga dibaca tarqiq (tipis).
Contoh: ‫ِي ِحجْ ٍر ۝‬
ْ ‫ِلذ‬
5) Ra yang diwaqafkan didahului huruf ya sukun (‫ي‬
ْ )
Contoh: ‫ذَالِكَ َخي ٌْر ۝ – َي ْو َم ِئ ٍذ لَ َخ ِبي ٌْر ۝‬
b. Ra Tafkhim
Ra dibaca tafkhim (tebal) apabila berada dalam beberapa keadaan sebagai berikut.
1) Ra berharakat fathah, fathah tawin, dhummah, atau dhummah tanwin.
Contoh: ‫ نَ ِذي ٌْر‬- ‫س ْو ٌل – ُر َو ْيدًا – قَ ِدي ًْرا‬
ُ ‫َر‬
2) Ra berharakat sukun , sedangkan huruf sebelumnya berharakat fathah atau dammah.
Contoh: ‫س َل – ُز ْرت ُ ُم ْال َمقَابِ َر‬
َ ‫ا َ ْر‬
3) Ra yang diwaqafkan dan huruf sebelumnya berharakat atau dammah, dapat juga di antara
ra yang diwaqafkan dan huruf berharakat fathah atau dammah berharakat sukun.

َّ ‫ْالك َْوثَ َر ۝ – ِبال‬


ُ ُ ‫ضب ِْر ۝ – َود‬
Contoh: ‫س ُر ۝‬
4) Ra yang diwaqafkan dan didahului huruf alif atau wawu sukun
Contoh: ‫ع ْالغُ ُر ْو ِر ۝ – َم َع ْاالَب َْر ِار ۝‬
ُ ‫ا َِّال َمتَا‬
c. Jawazul Wajhain
Jawazul wajhain berarti dua wajah. Artinya, ra boleh dibaca dengan tarqiq (tipis) atau
tafkhim (tebal). Ra sebagai jawazul wajhain apabila berharakat sukun, sedangkan huruf
sebelumnya berharakat kasrah dan sesudahnya terdapat huruf isti’la’.[3]
Contoh: ‫اس‬
ٌ ‫ط‬َ ‫صاد ٌ – قِ ْر‬
َ ‫ِم ْر‬