Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PERANCANGAN ALAT PROSES

TANGKI HEMISPHERICAL

Disusun oleh:
Kelompok III

Kelas : A
Anggota kelompok:
Boy Jansen Roberto Manik
Chinthia Ramadhanti Putri
Febri Awalsya
Dedeng H
Vivi Novriyani

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA S1


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2018

1
DAFTAR ISI

Halaman Judul..............................................................................................1
Daftar Isi.......................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..........................................................................3
1.2 Tujuan......................................................................................3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Tangki.....................................................................4


2.2 Jenis-jenis Tangki....................................................................6

2.3 Tangki Hemisperichal...............................................................6

2.4 Kriteria dalam Perancangan.......................................................9

BAB III CONTOH SOAL


3.1 Contoh Soal Tangki Hemisperichal..........................................11
BAB IV KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan.............................................................................16
DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tangki pada dasarnya dipakai sebagai tempat penyimpanan material baik
berupa benda padat, cair, maupun gas. Dalam mendesain tangki, konsultan
perencana harus merencanakan tangki dengan baik terutama untuk menahan gaya
gempa yang mungkin terjadi. Jika tangki tidak direncanakan dengan baik, maka
kerusakan pada tangki dapat mengakibatkan kerugian jiwa maupun materi yang
cukup besar. Desain dan keamanan tangki penyimpan telah menjadi kekhawatiran
besar. Seperti yang dilaporkan, kasus kebakaran dan ledakan tangki telah
meningkat selama bertahun-tahun dan kecelakaan ini mengakibatkan cedera
bahkan kematian. Tumpahan dan kebakaran tangki tidak hanya mengakibatkan
polusi lingkungan, tetapi juga dapat mengakibatkan kerugian finansial dan
dampak signifikan terhadap bisnis di masa depan karena reputasi industri.
Beberapa contoh kerusakan tangki adalah keretakan pada bendungan beton
berkapasitas lima juta galon di Westminister, California, pada tanggal 21
September 1998 yang mengakibatkan kerugian yang hampir mencapai 27 juta
dolar. Contoh yang lain adalah banyaknya tangki baja las tempat penyimpanan
minyak di Alaska yang mengalami kebocoran dikarenakan oleh gempa tahun
1964. Hal yang sama juga terjadi di Padang yang disebabkan oleh Gempa Padang
tanggal 30 September 2009. Oleh karena itu, tangki harus direncanakan secara
baik dengan mengacu kepada peraturan tangki yang sesuai guna menghindari
kerugian akibat kerusakan tangki itu sendiri.

1.2 Tujuan
Makalah dengan judul ’ Tangki Hemispherichal’ ini dibuat bertujuan untuk
menjelaskan dan memberikan beberapa informasi atau pengetahuan yang
berkaitan dengan sebuat alat proses yang disebut dengan tangki yang memiliki
beberapa kegunaan dan jenisnya, dan terkhusus tangki dengan jenis
hemisperichal.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Tangki


Tangki penyimpanan atau storage tank menjadi bagian yang penting dalam
suatu proses industri kimia karena tanki penyimpanan tidak hanya menjadi tempat
penyimpanan bagi produk dan bahan baku tetapi juga menjaga kelancaran
ketersediaan produk dan bahan baku serta dapat menjaga produk atau bahan baku
dari kontaminan ( kontaminan tersebut dapat menurunkan kualitas dari produk
atau bahan baku ) . Pada uumunya produk atau bahan baku yang terdapat pada
industri kimia berupa liquid atau gas, namun tidak tertutup kemungkinan juga
dalam bentuk padatan (solid).
Storage tank atau tangki penyimpanan dapat memiliki bermacam – macam
bentuk dan tipe, masing – masing tipe memiliki kelebihan dan kekurangan serta
kegunaan masing – masing . Penyimpanan bahan diperlukan agar proses produksi
tidak tergantung pada pengumpanan dan pengeluaran bahan.Jumlah bahan yang
perlu disimpan disesuaikan dengan konsumsi (keperluan perhari, stok wajib) atau
dengan kondisi pengiriman (tanggal,harga). Cara penyimpanan juga tergantung
pada sifat bahan yang disimpan (misalnya kondisiagregat,daya terhadap udara dan
air, korosivitas, kemudahan terbakar dan beracun ), pada jenis penggunaan dan
lamanya penyimpanan serta jumlahnya.
Secara umum tangki penyimpanan dapat di bagi menjadi dua bila
diklasifikasikan berdasarkan tekanannya ( tekanan internal ) yaitu:
1. Tangki Atmosferik (Atmospheric Tank)
Terdapat beberapa jenis dari tangki timbun tekanan rendah ini yaitu :

a. Fixed cone Roof tank


Digunakan untuk menimbun atau menyimpan berbagai jenis fluida dengan
tekanan uap rendah atau amat rendah ( mendekati atmosferik ) atau dengan kata
lain fluida yang tidak mudah menguap namun pada literatur lainnya menyatakan
bahwa fixed roof ( cone atau dome ) dapat digunakan untuk menyimpan semua
jenis produk ( crude oil, gasoline , benzene, fuel dan lain – lain termasuk produk
atau bahan baku yang bersifat korosif , mudah terbakar, ekonomis bila digunakan

4
hingga volume 2000 m^3, diameter dapat mencapai 300 ft ( 91.4 m ) dan tinggi 64
ft ( 19.5 m ).

b. Tanki umbrella
kegunaanya sama dengan fixed cone roof bedanya adalah bentuk tutupnya
yang melengkung dengan titik pusat meredian di puncak tanki.

c. Tanki tutup cembung tetap ( fixed dome roof )


bentuk tutupnya cembung ,ekonomis bila digunakan dengan volume > 2000 m^3
dan bahkan cukup ekonomis hingga volume 7000 m^3 ( dengan D < 65 m ) ,
kegunaanya sama dengan fix cone roof tank.

2. Tanki Bertekanan (Pressure Tank)


Dapat menyimpan fluida dengan tekanan uap lebih dari 11,1 psi dan
umumnya fluida yang disimpan adalah produk – produk minyak bumi.

a. Tanki peluru ( bullet tank )


Tanki ini sebenarnya lebih sebagai pressure vessel berbentuk horizontal
dengan volume maksimum 2000 barrel biasanya digunakan untuk menyimpan
LPG, LPG , Propane, Butane , H2, ammonia dengan tekanan diatas 15 psig.

b. Tanki bola ( spherical tank )


Pressure vessel yang digunakan untuk menyimpan gas – gas yang
dicairkan seperti LPG, O2, N2 dan lain – lain bahkan dapat menyimpan gas cair
tersebut hingga mencapai tekanan 75 psi, volume tanki dapat mencapai 50000
barrel , untuk penyimpanan LNG dengan suhu -190 ( cryogenic ) tanki dibuat
berdinding double dimana diantara kedua dinding tersebut diisi dengan isolasi
seperti polyurethane foam , tekanan penyimpanan diatas 15 psig.

c. Dome Roof tank

5
Untuk menyimpan bahan – bahan yang mudah terbakar, meledak , dan
mudah menguap seperti gasoline, bahan disimpan dengan tekanan rendah 0.5 – 15
psig.

2.2. Jenis – Jenis Tangki


Storage tank atau tangki dapat memiliki berbagai macam bentuk dan tipe.
Tiap tipe memiliki kelebihan dan kekurangan serta kegunaannya sendiri. Jenis
tangki dapat dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :
2.1 Berdasarkan Letaknya
2.2 Berdasarkan Tutupnya
2.3 Berdasarkan Bentuk Tutupnya
2.4 Berdasarkan Tekanannya

2.3 Tangki Hemisperichal


Suatu tutup bejana setengah bola adalah bentuk yang paling kuat, mampu
menahan tekan dua kali banyak dari bentuk tutup torispherical dilihat dari
ketebalan yang sama. Ongkos pembentukan suatu tutup bejana setengah bola,
bagaimanapun lebih tinggi dibandingkan dengan yang untuk suatu tutup
berbentuk torispherical. Tutup bejana yang setengah bola ini biasanya digunakan
pada tekan tinggi.
Dari berbagai macam pengujian, didapat bahwa untuk tekanan sama di
bagian yang silindris dan tutup setengah bola dari suatu bejana, ketebalan dari
tutup yang diperlukan adalah separuh silinder tangkinya. Bagaimanapun, ketika
pembesaran dari dua bagian berbeda, tekan discontinuitas akan di-set ke arah
tutup dan sampingan silinder. Untuk tidak ada perbedaan di dalam pembesaran
antara kedua bagian (ketegangan diametral yang sama) dapat ditunjukkan bahwa
untuk baja (perbandingan Poisson D 0.3) perbandingan dari ketebalan tutup
bejana setengah bola ketebalan jumlah maksimumnya, secara normal sama
dengan 0.6 (Brownell dan Young 1959)

Karakteristik bhemispherical:

 Bentuk yang paling kuat.


 Digunakan pada proses bertekanan tinggi.

6
 Mampu menahan tekan dua kali lebih besar dari pada bentuk tutup
torispherical (jika ditinjau dari ketebalan yang sama).
 Ongkos lebih tinggi dibandingkan dengan tutup berbentuk torispherical.

Gambar 2.1. Bejana Setengah Bola (Hemispherical)

Di = Do – 2s
R = 0.5Di
h3 = h1 + h2
Keterangan :
Do = diameter luar
Di = diameter dalam
s = ketebalan
R = h2 = radius of dish
h3 = tinggi overall
Dari berbagai macam pengujian, didapat bahwa untuk tekanan sama di
bagian yang silindris dan tutup setengah bola dari suatu bejana, ketebalan dari
tutup yang diperlukan adalah separuh silinder tangkinya. Bagaimanapun, ketika
pembesaran dari dua bagian berbeda, tekan discontinuitas akan di-set ke arah
tutup dan sampingan silinder. Untuk tidak ada perbedaan di dalam pembesaran
antara kedua bagian (ketegangan diametral yang sama) dapat ditunjukkan bahwa
untuk baja (perbandingan Poisson D 0.3) perbandingan dari ketebalan tutup
bejana setengah bola ketebalan jumlah maksimumnya, secara normal sama
dengan 0.6 (Brownell dan Young 1959). Cara perancangan tutup tipe
Hemispherical adalah sebagai berikut :

7
1. Cara Brownell & Young
 Hemispherical head
Langkah-langkah perancangan:

a. Trial th
b. Tentukan nilai rc (radius of curvature)
rc = d/2 (1)
c. Tentukan nilai rc/(100 th)
d. Pilih grafik sesuai dengan bahan konstruksi pilihan yang memberikan nilai
yield point (Tabel 5.1 Brownell dan Young 1959) yang masuk dalam kisaran
grafik tersebut.
e. Tentukan nilai f/E
Tarik garis horizontal dari nilai (l 1/100 th) = rc/(100 th) ke arah kanan
memotong garis “sphere line”, Kemudian tarik garis ke arah bawah.

f. Tentukan nilai B
Dari nilai f/E tarik garis vertikal ke arah suhu operasi bejana, kemudian dari
perpotongan garis tersebut tarik garis horizontal ke kanan.

g. Tentukan nilai r/th


r rc
  *100 (2)
th 100t h

h. Tentukan Pallow.
B
Pallow.  (3)
r/t h

i. Bandingkan nilai Pallow. dengan Plingkungan = 15 psi.


Perhitungan benar jika Pallow. > Plingkungan, tapi tidak Pallow. > >> Plingkungan. Jika
Pallow. < Plingkungan. maka lakukan trial th kembali dengan langkah sama seperti
di atas ( dengan nilai trial th berikutnya > nilai trial th sebelumnya).

2. Cara Buthod & Megyesy


 Hemispherical head
Langkah-langkah perancangan:

a. Trial th

8
b. Tentukan nilai A
0,125
A (4)
Ro / t h

Ro = Do/2

c. Pilih Grafik (hal. 41-45 Brownell dan Young 1959) sesuai dengan bahan
konstruksi yang digunakan.
d. Tentukan nilai B
Dengan cara menarik garis vertikal dari nilai A yang diperoleh ke arah suhu
operasi bejana, kemudian tarik garis horizontal ke arah kanan.

e. Tentukan tekanan kerja maksimum yang diizinkan (Pa)


B
Pa  (5)
(Ro/t h )

Pa = tekanan kerja maksimum yang diizinkan, psi.

Jika nilai A berada di daerah sebelah kiri garis-garis suhu maka P a ditentukan
menggunakan rumus sebagai berikut:

0,0625 E
Pa  (6)
(Ro/t h ) 2

dengan: E = Modulus elastisitas bahan konstruksi pada suhu tertentu.

f. Bandingkan nilai Pa dengan Plingkungan = 15 psi.


Perhitungan benar jika Pa > Plingkungan, tapi tidak Pa. > >>Plingkungan.. Jika Pa <
Plingkungan. maka lakukan trial th kembali dengan langkah sama seperti di atas
( dengan nilai trial th berikutnya > nilai trial th sebelumnya).

2.4 Kriteria Dalam Perancangan


1. Terjadinya deformasi elastis dan plastis yang berlebihan akibatnya alat
gagal melaksanakan fungsinyadan rusak yang membahayakan. Deformasi elastic
terjadi ketika benda mendapat beban dalam batas elastisnya. Hubungan antara
stress f dan strain ε adalah linier dengan slope E (modulu Elastisitas). Begitu juga
dengan lenturan (defleksi) harus dibatasi .

9
2. Instabilitas elastic
Adalah suatu fenomena yang berkaitan dengan struktur yang memiliki
kekakuan yang terbatas yang terkena beban tekan, momen lentur dan kombinasi
beban tersebut. Contoh yang khas terjadinya “backing” pada bejana silindris
dengan tekanan luar dan vakum. Hal ini biasanya berkaitan dengan bejana yang
berdinding tipis. Bentuk instabilitas elastisitas yang paling sederhana adalah
instabilitas pada kolom yang terjadi karena beban tekan axial pada ujung-ujung
kolom tersebut.
3. Instabilitas plastis
Criteria yang paling banyak digunakan adalah mempertahankan stress
yang terjadi berada dalam daerah elastis bejana konstruksi untuk mencegah
deformasi plastis yang terjadi jika yield point terlewati.

4. Korosi
Adalah peristiwa pengrusakkan pada metal yang disebabkan karena
peristiwa kimiawi dan electron kimia.
Berbagai macam korosi yang dikenal, yaitu :
 Uniform corrosion
 Intergranular corrosion
 Galvanic corrosion
 Stress corrosion
Salah satu pencegahan korosi adalah penambahan tebal metal pada dinding
bejana.

BAB III
CONTOH SOAL

1. Rancanglah vessel bertekanan dengan kondisi operasi tekanan 9 atm


dan suhu 550 . Jenis tutup yang digunakan tutup atas yaitu hemispherical
head dan tutup bottom flat.

Pilihan Bejana : tangki silinder dengan tutup atas hemispherical


dan tutup bawah flat

10
Jenis cairan : Polipropilen (Mudah menguap dan non korosif)

Berdasarkan data diatas, maka dipilih jenis tangki:

Tipe : Tangki silinder tegak

Tutup atas : Hemisperical head

Tutup bawah : Flat

Koil pemanas : Tidak

Densitas : 0.739 g/cm3 = 46,1343 lb/ft3

Tekanan : 7 atm = 102.872 psia

Suhu : 55 0C = 131 0F

Laju alir : 1350 kg/jam

Mr Polipropilen : 63002

Lama persediaan : 7 hari = 168 jam

Jenis bahan : Carbon steel SA 283 Grade C

S : 12650 lb/ft3

Volum cairan (VL) :

VL = (1350 kg/jam)/(739 kg/m3) x 168 jam

= 306.901 m3 = 10837.59 ft3

Kapasitas (Dari Buku Peter, 20% untuk factor keamanan)

Kapasitas : 120% x volume

= 120% x 306.901 m3

= 368.28 m3 x 6.290 = 2316.49 bbl

11
Maximum Allowable (E), berdasarkan buku brownel table 13.2

E : 80% = 0.8

Berdasarkan buku brownell Appendix E didapatkan


Kapasitas yang mendekat = 2350 bbl
Diameter tangki, ID = 20 ft
Tinggi tangki, H = 42 ft
Jumlah course =7

Ketebalan Shell

Tegangan (s) = 12650 lb/in2 = 12650 psi

Maximum Allowable (E) = 80 % = 0.8

Faktor korosi (C) = 0.125 inci = 0.125 / 12 ft = 0.104 ft

Dari buku Brownell

ts = 0.281 inci

H (Tinggi Tangki) Ts Ts standar

Course 1 42 0.280756 0.3125

Course 2 36 0.257963 0.3125

Course 3 30 0.235169 0.3125

Course 4 24 0.212376 0.3125

Course 5 18 0.189582 0.3125

Course 6 12 0.166788 0.3125

Course 7 6 0.143995 0.3125

12
Dari buku Brownell Table 5.7,maka dipilih ketebalan standarnya 5/16 inci=
0.3125 in = 0.026 ft

Diameter Luar Tangki


OD = ID + 2 Ts
OD = 20 ft + (2*0.026 ft)
OD = 20.052 ft
OD = 240.624 inci

Tinggi Cairan dalam Liquid


Vl =

10837.59 ft3 =
Hl = 34.51 ft

Tebal Head (TH)


P allowable = Pop + Phid
P hidrostatis =

P operasi = 7 atm = 102.872 psia


P allowable = Poperasi + P hidrostatis
= 102.872 psia + 11.054 psia
= 113.926 psia
Jenis Head = Hemispherical
Th=

Th =

Th = 0.0556 ft = 0.667 inci

Perhitungan Tinggi tutup


OD = 240.624 inci
Th = 0.667 inci
Pada Buku Brownell table 5.6 pada th 0.667 inci, Standard Straight Flange
= 1.5 – 4
Sf
= 2.75 inci

Pada Tabel 5.7 Brownell diperoleh yang mendekati OD 20.052 ft adalah 22


ft

13
r = 20 in
icr = 21/8 in = 2.625 inci
AB = (ID/2) – icr
= (240 inci/2) – (2.625 inci) = 117.375 inci
BC = r – icr
= 20 inci – 2.625 inci = 17.375 inci
AC =
= 116.026 inci
b =
= 20 inci – 17.375 inci
= 2.625 inci
OA = sf + b + th
= (2.75 + 2.625 + 0.667) inci
= 6.042 inci
Th flat = Ts x (1/12) ft/inci
= 0.281 inci x 1/12 ft/inci
= 0.023 ft = 0.281 inci

Maka dapat disimpulkan:

OD 240.624 In

Tebal sheel,ts 0.281 In

tebal head,th 0.667 In

tinggi tangki,T 504 In

tinggi head,H 6.042 In

Th flat 0.281 In

Tinggi total 510.99 In

BAB IV

14
KESIMPULAN

1. Tangki merupakan salah satu bagian terpenting dalam setiap alat proses,
tangki banyak digunakan sebagai tangki penyimpanan dan tangki pemroses
untuk fluida.
2. Fungsi tangki adalah untuk menjaga produk atau bahan baku dari
kontaminan, dimana kontaminan tersebut dapat menurunkan kualitas dari
produk atau bahan baku.
3. Kelebihan tangki hemisperichal adalah jenis tangki ini merupakan bentuk
paling kuat, dapat digunakan pada proses bertekanan tinggi dan mampu
menahan tekan dua kali lebih besar dari pada bentuk tutup jenis lain (jika
ditinjau dari ketebalan yang sama).

DAFTAR PUSTAKA

15
Brownell, Lloyed E. 1959. Process Equipment Design. Associate Professor of
Chemical and Metallurgical Engineering Michigan University
Eldihya. 2010. Tipe Bejana (Vessel), www.scribd.com/doc/50245652/TIPE-
bejana-vessel, diakses pada 25 April 2018
Rizykarianto. 2008. Bejana dan Tutup Bejana,
http://etd.eprints.ums.ac.id/5939/1/D200000015.pdf, diakses pada 25 April
2018
Wallas, Stanley M. 1990. Chemical Process Equipment. Butterword. United State
In Kingdom

16