Anda di halaman 1dari 15

TUGAS RUTIN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

NAMA : JESSICA APRILYANI BR GINTING


NIM : 4173351010
PRODI : PENDIDIKAN IPA

BAB II

TUJUAN

1. Menjelaskan makna psikologi pendidikan


2. Menyebutkan alsan pentingnya psikologi pendidikan
3. Memaparkan sejarah penemu psikologi pendidikan

TUGAS

1. Berdasarkan pemahaman anda tentang psikologi pendidikan, tuliskan defenisi anda


tentang psikologi pendidikan, tuliskan definisi anda tentang psikologi pendidikan
2. Identifikasikan minimal lima manfaat menerapkan psikologi pendidikan dalam
mengajar
3. Identifikasikan minimal lima hambatan mengajar tanpa menerapkan psikologi
pendidikan

Jawaban :

TUJUAN

1. Psikologi pendidikan adalah cabang dari ilmu psikologi yang mengkhususkan diri
pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.
Studi mengenai proses pembelajaran, baik dari sudut pandang kognitif maupun
perilaku, mengijinkan ilmuwan untuk memahami perbedaan individu dalam hal
intelegensi, perkembangan kognitif, afek, motivasi, regulasi diri, konsep diri, serta
peranannya dalam proses belajar.
2. Alasnnya adalah Bidang dalam psikologi pendidikan meliputi studi tentang memori,
proses konseptual, dan perbedaan individu (melalui psikologi kognitif) dalam
mengonseptualisasikan strategi baru mengenai proses belajar pada manusia.
3. Bidang psikologi pendidikan didirikan oleh beberapa perintis bidang psikologi
sebelum abad ke-20
- William James
- John Dewey
Tokoh kedua yang berperan besar dalam membentuk psikologi pendidikan
adalah John Dewey (1859-1952)
- E. L. Thorndike
Perintis ketiga adalah E. L. Thorndike (1874-1949)
TUGAS

1. Psikologi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia belajar


dalam pendidikan pengaturan, efektivitas intervensi pendidikan, psikologi
pengajaran, dan psikologi sosial dari sekolah sebagai organisasi.
2. Lima manfaat menerapkan psikologi pendidikan .
- mempelajari situasi dalam proses pembelajaran
- memahami bentuk- bentuk gejala psikologis siswa secara umum dalam bentuk
sikap dan tingkah laku selama mengikuti proses pembelajaran
- memahami kemampuan- kemampuan dan potensi siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran
- membantu siswa mengembangkan berbagai jenis kemampuan dan potensi yang
dimiliki dalam bentuk proses- proses pembelajaran yang berbasis pengembangan
siswa
- membantu siswa menyelasaikan program pembelajaran sehingga dengan
pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat memberikan bantuan pada
siswa dalam menyelesaikan program- program pembelajaran sampai tuntas.
3. Lima hambatan tanpa psikologi pendidikan
- kondisi psikologis ketika belajr, sebelum belajar sebaiknya seorang pendidik
terlebih dahulu,ketika sedang mengajar kondisi pendidik dalam keadaan rileks
dan siap untuk memberikan pelajaran.
- tidak mengetahui apa manfaat yang diajarkan, sebagai seorang pendidik kita
harus mengetahui apa manfaat yang kita ajarkan tersebut
- sulit mengendalikan kelas, sehingga pembelajaran tidak efektif karena tidak
dapat mengendalikan siswa ataupun kelas dengan baik
- tidak dapat memahami kemampuan- kemampuan dan potensi siswa dalam
proses pembeajaran
- tidak dapatmembantu siswa menyelesaikan program pembelajaran
BAB 3

TUJUAN

1. menjelaskan pengertian belajar

Jawaban :

Belajar adalah mendapatkan sesuatu yang baru dan menghasilkan perubahan


tangkah laku, perubahan tersebut dapat berupa pengetahuan yang baru, sebelum
belajar seseorang mungkin tidak memiliki pengetahuan tertentu akan tetapi setelah
belajar memilikinya.

2. mendeskripsikan proses berlangsunya belajar

Jawaban :

- Proses belajar berlangsung secara internal, dimana proses ini diibaratkan seperti
menyebrangi jurang dari tebing yang satu ketebing yang lain. Seseorang
memerlukan jembatan untuk menyebranginya, seseorang yang belajar berarti
sedang membangun jembatan, selama proses tersebut berlangsung, berbagai
persoalan dapat menghambat pekerjaan tersebut, namun dengan usaha dan
tekad yang kuat untuk menyelesaikan pekerjaan, pada akhirnya jembatan dapat
diselesaikan.
- pemebelajaran diibaratkan sebagai bantuan yang diberikan dalam rangka
memfasilitasi proses belajar, jika ingin membuat peserta didik belajar untuk
menguasai keterampilan tertantu maka guru dapat memfasilitasinya dengan
strategi modeling.
- strategi belajar observasi tepat digunakan untuk membantu siswa belajar hal-
hal tertentu dari orang lain melalui pengamatan yang serius.
4. menguraikan beberapa dimensi perubahan kognitif dan perilaku sebagai hasil belajar

Jawaban :

Ciri- ciri perubahan perilaku yaitu:


 perubahan yang disadari dan disengaja
 perubahan yang berkesinambungan
 perubahan yang fungsional
 perubahan yang bersifat positif
 perubahan yang bersifat aktif
 perubahan yang bertujuan dan terarah

adapun hasil belajar akan tampak dalam kebiasaan, keterampilan, pengamatan,


berpikir asosiatif, berpikir rasional dan kritis, inhibisi (menghindari hal yang mubazir),
apresiasi (menghargai karya- karya yang bermutu), dan perilaku afektif.

5. mendeskripsikan hubungan antara perkembangan dengan belajar

Jawaban :

hubungan antara perkembangan dengan belajar ada lima yaitu: perkembangan


kognitif dan belajar, perkembangan belajar dan Bahasa, perkembangan social dan
belajar, perkembangan diri dan perkembangan moral. Perkembangan kognitif adalah
proses perubahan kemampuan individu dalam berpikir. Bahasa merupakan alat
komunikasi berupa lisan, tulisan, ataupun simbol- simbol. Perkembangan social
mengacu kepada perubahan jangka panjang didalam konteks membina hubungan,
interaksi pribadi, teman sebaya dan keluarga. Konsep diri secara umum diartikan
sebagai pengetahuan atau keyakinan individu tentang dirinya, tentang ide-ide,
perasaan, sikap dan harapannya. Penalaran moral yaitu pikiran tentang benar dan
salah serta konstruksi aktif pertimbangan moral. Jadi hubungan antara
perkembangan sangat erat kaitannya, belajar adalah proses untuk memperoleh hal
yang baru dan proses perubahan tingkah laku, sedangkan perkembangan adalah
proses belajar untuk memperoleh pengetahuan baru atau perubahan tingkah laku
karena proses kematangan.

TUGAS

1. identifikasikanlah tahap perkembangan perilaku psikososial siswa SMA disekolah


berdasarkan teori erikson. Apa kesimpulan anda terhadap perkembangan siswa
tersebut? Bagaimana penjelasan anda tentang kesiapan siswa tersebut untuk belajar
secara kelompok?
Jawaban :

Tahap perkembangan perilaku psikososial menurut teori erikson

 kepercayaan versus ketidakpercayaan


 otonomi versus malu dan ragu
 inisistif versus rasa bersalah
 identitas versus kebingungan

perkembangan siswa anak SMA memang masih labil tetapi berbeda dengan anak
SMP, anak SMA sudah mengubah sikap dan perilakunya, tetapi memang masih ada
rasa percaya dan tidak percaya, masih merasa malu dan ragu, sering merasa
bersalah dan juga merasa bingung. Maka dari penjelasan itu anak SMA kalau
berkelompok lebih memilih diam dan menerima keputusan dari kelompoknya.

2. menggunakan teori kognitif piaget, teori psikososial Ericson dan teori perkembangan
moral Kohlberg untuk menganalisis perkembangan seorang siswa di SMP yang anda
temukan sendiri. Ambil kesimpulan tentang kualitas perkembangannya apakah
terlambat, sesuai dan cepat. Beri penjelasan tentang acuan yang anda pakai untuk
mengambil kesimpulan tersebut.

Jawaban :

Kualitas siswa anak SMP yang saya temui perkembangannya sesuai dengan teori
piaget yang mencakup proses- proses yaitu skema, asimilasi, akomodasi, organisasi,
dan equiblibrasi. Skema adalah konsep kerangka kognitif yang ada didalam pikiran
seseorang yang dipakai untuk mengeorganisasikan dan menginterpretasikan
informasi. Ketika individu memasukkan pengetahuan yang baru kedalam
pengetahuan yang sudah ada didalam skema maka proses mental itu disebut
asimilasi. Pada umumnya kalau anak smp itu, keinginannya diperhatikan dan
memang dia butuh perhatian oleh sebab itu anak smp punya mental yang kuat.
3. kesiapaan saya berdasarkan perkembangan identitas gaya hidup, identitas prestasi,
dan identitas religius untuk menjadi seorang guru yaitu perkembangan identitas diri
ada dua makna yang berhubungan yaitu eksplorasi dan komitmen. Eksplorasi adalah
pencarian identitas dan komitmen adalah penerimaan personal terhadap satu
identitas dan menerima apapun implikasi identitas tersebut. Jadi kesiapan saya yaitu
dari makna eksplorasi yaitu saya ingin menjadi guru dan makna komitmennya yaitu
saya harus bekerja keras dan berusaha untuk mencapai eksplorasi tersebut menjadi
seorang guru yang professional, dengan segala rintangan yang saya hadapi saya
harus berjuang mendapatkannya.
4. perkembangan kognitif adalah proses perubahan kemampuan individu dalam
berpikir. Tahap perkembangan kognitif yaitu tahap sensori motoric, tahap
praoperasional, tahap operasional konkrit, dan tahap operasional formal.
Karakteristik perkembangan saya sebagai guru yaitu harus mempunyai moral, sikap,
pengetahuan, dan ahlak yang baik yang patut untuk dicontoh oleh siswa, menjadi
guru yang professional dalam arti mampu mengajarkan materi dengan baik,
menguasai kelas, peduli terhadap semua siswa dan memberi penilaian yang objektif.

BAB 4

TUJUAN

1. menjelaskan makna karakteristik belajar

Jawaban :

karakteristik belajar adalah ciri- ciri perseorangan yang bersumber dari latar
belakang pengalaman yang dimiliki peserta didik termasuk aspek lain yang terdapat
pada diri mereka seperti kemampuan yang umum, ciri fisik serta emosional yang
berpengaruh terhadap keefektifan pembelajaran.

2. mendeskripsikan karakteristik belajar dalam berbagai dimensi

Jawaban :

- inteligensi, kemampuan menunjukkan pikiran dengan jernih, pengetahuan


meganai masalah yang dihadapi, kemampuan mengambil keputusan yang
tepat, kemampuan menyelesaikan masalah secara optimal.
- gaya belajar, meliputi kecenderungan seseorang dalam memasukkan
informasi, gaya tersebut antara lain visual, audiotori, dan kinestetik.
- gaya berpikir, digolongkan atas gaya impulsive, reflektif, mendalam dan
dangkal, merupakan karakteristik individu yang mempengaruhi proses belajar
seseorang.
- gaya perilaku (tempramen), tempramen adalah gaya perilaku seseorang dan
cara khasnya memberi tanggapan.
3. menganalisis karakteristik belajar individu

Jawaban :

a. karakteristik individu yang digolongkan gifted secara akademis adalah kempuan


untuk belajar tinggi, kekuatan dan kepekaan pikiran, keinginan tahu dan dorongan.

b. karakteristik individu yang tergolong retardasi yaitu borderline (IQ 68-83),


retardasi mental ringan, retardasi mental menengah (IQ 36-51), retardasi mental
berat (IQ 20-35), retardasi mental parah (IQ dibawah 20).

BAB 5

TUJUAN

1. menjelaskan pendekatan belajar menurut para ahli

Jawaban :

 pendekatan behavior, belajar adalah perubahan pengetahuan, keterampilan


dan sikap yang relatif permanen didalam diri individu yang tampak dari
tampilan individu (overt behavior). Thorndike menyimpulkan bahwa belajar
adalah pembentukan hubungan atau koneksi antara stimulus dan respon dan
penyelesaian masalah yang dapat dilakukan dengan cara triall and error.
Pavlov menemukan bahwa dalam belajar terjadi proses pengkondisian
(conditioning).
 pendekatan kognitif, ahli- ahli kognitif berpendapat bahwa belajar adalah
hasil usaha individu untuk mengerti dunia, caranya adalah dengan
menggunakan semua alat mental yang dimiliki. Didalam pendekatan kognitif
reinforcement berfungsi sebagai umpan balik. Dalam pendekatan koignitif,
belajar dianggap sebagai sesuatu yang aktif.
2. menguraikan ciri- ciri pendekatan belajar

Jawaban :

 mengidentifikasi dan menentapkan sfesifikasi dan kualifikasi hasil dan


sasaran yang harus dicapai dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera
masyarakat yang memerlukan
 mempertimbangkan dan memilih jalan yang paling efektif mencapai sasaran
 mempertimbangkan dan menetapkan langkah- langkah yang akan ditempuh
sejak titik awal sampai mencapai sasaran
 mempertimbangkan dan menetapkan tolak ukur untuk mengukur dan
menilai taraf keberhasilan.

BAB 6

TUJUAN

1. menjelaskan karakteristik masing- masing model pembelajaran

Jawaban :

- model pengajaran langsung / aktif

pengajaran langsung merupakan model pembelajaran yang berpusat pada guru,


yang dirancang untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan
pengetahuan deklaratif (menghafal rumus, informasi factual), dan pengetahuan
procedural yang terstruktur dengan baik dan dapat diajarkan dengan pola kegiatan
bertahap.

- pembelajaran kooperatif

adalah pembelajaran yang dilaksanakan dengan membuat siswa bekerja sama dan
bertanggung jawab pada kemampuan belajar temannya atau pembelajaran yang
saling berinteraksi antara siswa dengan siswa dan guru sebagai pengarah atau
motivator.

- pengajaran berdasarkan masalah

pengajaran ini dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan


berpikir, pemecahan masalah, dan keterrampilan intelektual, belajar berbagai peran
orang dewasa melalui perlibatan mereka dalam pengalaman nyata atau stimulasi.

- pembelajaran kontekstual

pembelajaran ini adalah konsep yang menhubungkan antara materi pelajaran


dengan situasi siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang
dimilikinya dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual
yaitu konstruktivisme, bertanya, inquiri, masyarakat belajar, pemodelan dan
penilaian autentik.

BAB 7

TUJUAN

1. menjelaskan makna motivasi belajar

Jawaban :

Motivasi belajar adalah keinginan, perhatian, kemauan siswa dalam belajar.


Wloodkowski (2007) menyebutkan bahwa motivasi belajar adalah arah dan ketahan
perilaku siswa dalam belajar. Motivasi belajar tercermin melalui ketekunan yang
tidak mudah goyah untuk mencapai sukses meskipun dihadang banyak kesulitan.
Komponen utama motivasi belajar adalah kebutuhan, dorongan dan tujuan belajar.

2. mendeskripsikan ciri- ciri motivasi belajar

Jawaban :

- attention (perhatian) siswa terhadap pelajaran disekolah munculmdidorong oleh


rasa ingin tahu.
- relevansi, menunjukkan adanya hubungan materi pelajaran dengan kondisi siswa.
- confidence (percaya diri), yaitu perasaan mampu dalam diri siswa yang merupakan
potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan.
- satisfaction (kepuasan), usaha belajar yang dilakukan siswa dipengaruhi
konsekuensi yang diterimanya.
3. menjelaskan faktor- faktor yang mempengaruhi motivasi

Jawaban :

 cita- cita siswa untuk menjadi seseorang (misalnya guru), maka akan
semangat belajar dan mengarahkan perilaku seperti layaknya seorang guru.
 kemampuan siswa, keinginan seorang siswa perlu dibarengi dengan
kecakapan atau kemampuan untuk mencapainya, misalnya keberhasilan
membaca sebuah buku akan menambah kekayaan pengalaman hidup,
keberhasilan itu akan memuaskan dan meyenangkan hati, sehingga akan
timbullah kegemaran membaca.
 kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi
motivasi belajar siswa, siswa yang sakit akan enggan belajar, siswa yang
marah akan sukar memuastkan perhatian pada pelajaran.
 kondisi lingkungan siswa seperti keadaan alam, tempat tinggal, pergaulan
sebaya dan kehidupan kemasyarakatan, organisasi intra sekolah serta
organisasi kemasyarakatan yag diikuti siswa juga mempengaruhi motivasi
balajar siswa.
 unsur- unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran Perasaan, perhatian,
kemauan, ingatan dan pikiran merupakan unsur-unsur dinamis didalam diri
siswa yang akan mengalami perubahan berkat dan pengalaman hidup.
 upaya guru dalam membelajarkan siswa disekolah maupun diluar sekolaah
memberi pengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Misalnya
penyelenggaraan tata tertib sekolah, membina disiplin belajar,
memanfaatkan waktu dan pemeliharaan fasilitas sekolah, membina tertib
pergaulan termasuk dalam pemberian reinforcement.

TUGAS

1. seorang siswa mengatakan pada anda bahwa dia kurang mampu untuk sukses
dikelas. Apa jawaban anda? Bagaimana anda mendeskripsikan gaya atribusi siswa
ini? Bagaimana memotivasi siswa ini menurut beberapa pendekatan teori?

Jawaban :

Jika seorang siswa mengatakan kepada saya bahwa dia kurang mampu untuk sukses
maka saya akan mengatakan kepada dia bahwa dia salah besar karena dia sudah
langsung menyerah sebelum berperang. Jadi saya mendeskripsikan gaya atribusi
siswa ini yaitu tidak mau berusaha, kalau sulit tidak dicoba untuk menaklukkan yang
sulit itu, kemudian siswa tersebut begitu karena kurang motivasi sehingga dia mudah
menyerah. Memotivasi siswa ini menurut teori behavioral yaitu memberi stimulan
kemudian siswa tersebut memberi respon, lalu diberikan reward maka akan
timbullah motivasi siswa tersebut. Pendekatan humanistis yaitu pendekatan yang
bersumber dari kebutuhan, setelah kebutuhan terpenuhi maka akan muncul
motivasi. Pendekatan kognitif yaitu pemahaman yang mendorong kita untuk berbuat
dan kemudian muncul motivasi.

2. untuk memotivasi diri dalam belajar dapat digunakan kalimat afirmasi (pemberi
semangat). Tuliskanlah lima kalimat afirmasi/ slogan yang dapat membuat anda
termotivasi dalam belajar?
3. Jawaban :
 kegagalan adalah awal dari kesuksesan
 pantang menyerah, tetap maju dan jangan mundur
 saya harus berjuang demi masa depan saya
 hadapi segala sesuatu dengan iklas
 tekunlah dalam mengerjakan sesuatu hal

BAB 8

TUJUAN

1. mendeskripsikan desain pembelajaran

Jawaban :

Desain pembelajaran teori- teori pembelajaran ajaran adalah proses pengembangan


pengajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus untuk menjamin kualitas
pembelajaran, mengandung arti bahwa penyusunan perencanaan pembelajaran
harus sesuai dengan konsep pendidikan dan pembelajaran yang dianut dalam
kurikulum yang digunakan. Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut
pandang misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem dan sebagai proses.
Sebagai disiplin membahasa bebragai penelitian dan teori tentang strategi serta
proses pengembangan pembelajaran dan pelaksanaannya. Sebagai ilmu merupakan
ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta
pengelolaan. Sebagai sistem, merupakan sistem pengembangan pembelajaran dan
sistem pelaksanaannya termasuk saran serta prosedur untuk meningkatkan mutu
belajar.

 TUGAS

1. tuliskan dengan memberi contoh prinsip kounin dalam pengelolaan siswa yang
efektif Lima karakter kelas berdasarkan teori kounin

Jawaban :

- menghindari kebosanan siswa terhadap keseluruhan siswa


- transisi antara satu tugas dengan aktivitas yang lain berjalan halus
- semua siswa tetap focus (konsentrasi)
- guru mengetahui kejadian diseluruh kelas
- guru sadar bahwa interaksi dengan setiap siswa akan berpengaruh

contoh prinsip kounin dalam pengelolaan siswa yang efektif yaitu saat proses
pembelajaran dimulai seorang guru harus membuat kelas menjadi tidak bosan,
membuat kelas menjadi aktif, walaupun dikatakan aktif tetapi siswa harus tetap
konsentrasi dan juga seorang guru harus memperhatikan semua siswa dalam kelas
tidak focus pada satu orang saja, kemudian juga guru harus memberi motivasi
sebagai umpan balik, agar tidak siswa saja yang aktif.

2. apakah tindakan yang akan anda lakukan terhadap anak- anak yang ribut dikelas,
bolos, menghina teman dan berkelahi. Tuliskan jawaban berdasarkan perpektif
manajemen kelas. Pengelolaan kelas adalah berbagai jenis kegiatan yang dengan
sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi optimal bagi
terjadinya proses mengajar belajar. Tindakan yang saya lakukan pada anak- anak
yang rebut dikelas, bolos, menghina teman dan berkelahi yaitu yang pertama
memperingati supaya jangan ribut dan lainnya, kemudian kalau masih tetap
melakukan hal yang sama maka saya akan memberi hukuman, kalau memang terus
dilakukan hal yang sama maka saya akan memanggil anak tersebut dan menanyainya
mengapa dia melakukan hal yang sama terus- menerus walaupun sudah dihukum,
dan yang terakhir yaitu memanggil orangtuanya untuk berdiskusi mengapa anak
tersebut melakukan hal itu.

BAB 9

TUJUAN

1. menjelaskan makna penilaian

Jawaban :

Penilaian sebagai evaluasi menurut Ralph Tyler (1950) merupakan suatu proses
pengumpulan data untuk sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan
pendidikan sudah tercapai. Griffin dan Nix (1991) mengemukakan bahwa penilaian
adalah keinginan untuk menentukan suatu program termasuk program pendidikan.
Penilaian atau assaemen merupakan proses pengumpulan informasi yang
memungkinkan guru dapat mendeskripsikan perkembangan atau hasil belajar yang
dicapai siuswa secara menyeluruh dengan menggunakan berbagai cara seperti tes,
kuis, ujian dan lain sebagainya.
2. mendeskripsikan karakteristik penilaian

Jawaban :

- belajar tuntas, ketuntasan belajar merupakan tingkat minimal pencapaian


kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
- autentik, memandang penilaian dan pembelajaran sebagai dua hal yang saling
berkaitan. Penilaian autentik harus mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia
sekolah, sedangkan penilaian autentik tidak hanya mengukur apa yang diketahui
oleh peserta didik, tetapi lebih menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan
oleh peserta didik.
- berkesinambungan, penilaian berkesinambungan dimaksudkan sebagai penilaian
yang dilakukan secara terus- meneus dan berkelanjutan selama pembelajaran
berlangsung.
- menggunakan bentuk penilaian yang bervariasi, penilaian pada kompetensi sikap,
pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang
akan diukur atau dinilai.
- berdasarkan acuan kriteria, penilaian berdasarkan kompetensi sikap, pengetahuan
dan keterampilan menggunakan acuan kriteria, kemampuan peserta didik tidak
dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap ketuntasan yang
ditetapkan.

3. membuat contoh penilaian hasil belajar


1.