PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG

, BEKASI, PUNCAK, CIANJUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur (Jabodetabekpunjur) ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional yang memerlukan perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang secara terpadu; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu menetapkan Peraturan Presiden; Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Propinsi Jawa Barat; 3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419); 4. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3888); 5. Undang…

-25. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4010); 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 7. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 8. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4739); 9. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4744); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934); 11. Peraturan...

-311. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4761); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG, BEKASI, PUNCAK, CIANJUR. BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Pertama Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan:
1. Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan

ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya. 2. Rencana...

mengendalikan erosi. sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat. Penataan ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang. Kawasan hutan lindung adalah wilayah hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air. 8. yang selanjutnya disebut sebagai Kawasan Jabodetabekpunjur. adalah kawasan strategis nasional yang meliputi seluruh wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.-42. Depok. sosial. Puncak.. yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. budaya. 6. ekonomi. dan sebagian wilayah Provinsi Banten. Bekasi.. 4. Kawasan Jakarta. dan/atau lingkungan. Rencana tata ruang adalah hasil perencanaan tata ruang. dan pengendalian pemanfaatan ruang. termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. mencegah instrusi air laut. 5. 10. pemanfaatan ruang. 7. . Sempadan. Tangerang. dan memelihara kesuburan tanah. termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer. Bogor. Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. 9. Kawasan Strategis Nasional adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara. pertahanan dan keamanan negara. Cianjur. Sempadan sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan sungai. Kawasan resapan air adalah wilayah yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air hujan sehingga merupakan tempat pengisian air bumi yang berguna sebagai sumber air dan sebagai pengontrol tata air permukaan. mencegah banjir. 3.

satwa. 17. dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.-510. Kawasan sekitar mata air adalah wilayah di sekeliling mata air yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi mata air. 13. 15. Kawasan pelestarian alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu. Kawasan pantai hutan bakau adalah wilayah pesisir laut yang merupakan habitat alami hutan bakau (mangrove) yang berfungsi memberi perlindungan kepada perikehidupan pantai dan lautan.. Situ adalah suatu wadah genangan air di atas permukaan tanah yang terbentuk secara alami maupun buatan yang airnya berasal dari tanah atau air permukaan sebagai siklus hidrologis yang merupakan salah satu bentuk kawasan lindung. dan taman wisata alam. baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan.. 14. 12. . taman hutan raya. Cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. Sempadan pantai adalah kawasan sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan fungsi pantai. serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang berupa taman nasional. Rawa adalah lahan genangan air secara alamiah yang terjadi terusmenerus atau musiman akibat drainase alamiah yang terhambat serta mempunyai ciri-ciri yang khusus secara fisik. kimiawi. 11. Suaka. 16. dan biologi.

23. yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian. 18. musiman. menunjang budi daya.. pendidikan. 19.. ilmu pengetahuan. 21. 22. Kawasan. Kawasan pertanian lahan basah adalah kawasan budi daya pertanian yang memiliki sistem pengairan tetap yang memberikan air secara terus-menerus sepanjang tahun. atau bergilir dengan tanaman utama padi. dan rekreasi. Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam baik daratan maupun perairan yang mempunyai ekosistem asli. sumber daya manusia. pariwisata. dan sumber daya buatan. dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian. dan rekreasi. Kawasan budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam. budaya. budaya. pariwisata. 24. Taman wisata alam adalah kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. Taman hutan raya adalah kawasan alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau bukan alami. menunjang budi daya. ilmu pengetahuan. pendidikan. 20. Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan/atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. jenis asli atau bukan asli. Kawasan cagar budaya adalah kawasan yang merupakan lokasi bangunan hasil budaya manusia yang bernilai tinggi maupun bentukan geologi alami yang khas yang dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan. .-617.

baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Pemerintah. selanjutnya disebut Zona B. 30. 25.-724. Kawasan rawan bencana alam geologi adalah kawasan yang potensial mengalami bencana alam geologi. 27. yang penggunaannya lebih bersifat terbuka. adalah zona pada kawasan budi daya di perairan laut yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan untuk melindungi kawasan budi daya dan/atau kawasan lindung yang berada di daratan dari kerawanan terhadap abrasi pantai dan instrusi air laut. 32. adalah zona yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan berdasarkan dominasi fungsi kegiatan masing-masing zona pada kawasan lindung. selanjutnya disebut Zona N. Zona Non-Budi Daya. tempat tumbuh tanaman. Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok. . 31. 28. Prasarana dan sarana wilayah adalah kelengkapan dasar fisik yang memungkinkan wilayah dapat berfungsi sebagaimana mestinya. 29. Zona adalah kawasan dengan peruntukan khusus yang memiliki batasan ukuran atau standar tertentu. 26.. adalah zona yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan berdasarkan dominasi fungsi kegiatan masing-masing zona pada kawasan budi daya. selanjutnya disebut Zona P. Zona Budi Daya.. Reklamasi adalah kegiatan penimbunan dan pengeringan wilayah perairan. Zona Penyangga.

Gubernur adalah Gubernur Jawa Barat. Kabupaten Bekasi. Walikota Bekasi. Walikota Tangerang. Bupati Bekasi. Bupati/Walikota adalah Bupati Bogor. Walikota Tangerang. untuk berminat dan bergerak dalam menyelenggarakan penataan ruang. Pemerintah daerah adalah Gubernur. 37. Walikota Bogor. Provinsi Banten. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam bidang penataan ruang.. Bupati Bekasi. Kota Bekasi. Pemerintah pusat. Walikota Bekasi. Bupati Tangerang. Kota Tangerang. Gubernur Banten. Daerah adalah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 36. Bupati Cianjur. Bupati. Kabupaten Cianjur. Bupati Cianjur.. dan Kota Depok. 35. Walikota Bogor. Bupati Bogor. Kabupaten Bogor. 40. Kepala daerah adalah Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Peran masyarakat adalah berbagai kegiatan masyarakat yang timbul atas kehendak dan keinginan sendiri di tengah masyarakat. selanjutnya disebut Pemerintah. dan Walikota Depok. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Gubernur Banten. Gubernur Jawa Barat. 38.-8- 32. Koefisien. . 34. Kota Bogor. atau Walikota. adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bupati Tangerang. 39. Kabupaten Tangerang. 33. Provinsi Jawa Barat. dan Walikota Depok.

dan guna lahan. izin perubahan penggunaan tanah.-9- 40. peningkatan hak. dan guna lahan. Administrasi pertanahan adalah pemberian hak. Indeks konservasi aktual adalah parameter yang menunjukkan kondisi hidrologis yang ada untuk konservasi yang dihitung berdasarkan variabel curah hujan. adalah perbandingan antara luas dasar bangunan dan luas persil. 42. Koefisien dasar bangunan. penggabungan hak. jenis batuan. 45. kemiringan. 46. serta izin penunjukan dan penggunaan tanah. 41. selanjutnya disebut KLB. ketinggian. pemecahan hak. Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. perpanjangan hak. 44. selanjutnya disebut KDB. jenis batuan. pembaruan hak. Koefisien zona terbangun adalah angka perbandingan antara luas total tapak bangunan dan luas zona. pembebanan hak. 43. Bagian . pemisahan hak. kemiringan.. ketinggian. Koefisien lantai bangunan. peralihan hak. Indeks konservasi alami adalah parameter yang menunjukkan kondisi hidrologis ideal untuk konservasi yang dihitung berdasarkan variabel curah hujan.. izin lokasi. . adalah perbandingan antara luas lantai bangunan dan luas persil.

b. mewujudkan keterpaduan penyelenggaraan penataan ruang antardaerah sebagai satu kesatuan wilayah perencanaan dengan memperhatikan keseimbangan kesejahteraan dan ketahanan. dan untuk air menjamin permukaan. efektif. mengembangkan perekonomian wilayah yang produktif.10 Bagian Kedua Tujuan dan Sasaran Pasal 2 (1) Tujuan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur adalah untuk: a. 2) sinkronisasi pengembangan prasarana dan sarana wilayah secara terpadu. tetap serta berlangsungnya tersedianya konservasi air dan tanah. mewujudkan daya dukung lingkungan yang berkelanjutan dalam pengelolaan air kawasan. menjamin tanah menanggulangi banjir. dan 3) kesepakatan. . dan efisien berdasarkan karakteristik wilayah bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan pembangunan yang berkelanjutan.. (2) Sasaran penyelenggaraan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur adalah: a. dan c.. terwujudnya kerja sama penataan ruang antarpemerintah daerah melalui: 1) sinkronisasi pemanfaatan kawasan lindung dan budi daya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup penduduk..

. 3) kualitas air menjamin kesehatan lingkungan. 4) situ berfungsi sebagai daerah tangkapan air. sumber air baku. terwujudnya peningkatan fungsi lindung terhadap tanah. 2) tingkat peresapan air hujan dan tingkat pengaliran air permukaan menjamin tercegahnya bencana banjir dan ketersediaan air sepanjang tahun bagi kepentingan umum. dan fauna dengan ketentuan: 1) tingkat erosi tidak mengganggu... b. . 4) pengembangan. 3) daya tampung yang bagi penduduk dan selaras dan serta dengan sarana dapat kemampuan lingkungan penyediaan bersih prasarana sehat mewujudkan jasa pelayanan yang optimal. tercapainya optimalisasi fungsi budi daya dengan ketentuan: 1) kegiatan budi daya tidak melampaui daya dukung dan ketersediaan sumber daya alam dan energi. air.11 - 3) kesepakatan antardaerah untuk mengembangkan sektor prioritas dan kawasan prioritas menurut tingkat kepentingan bersama. udara. 2) kegiatan usaha pertanian berskala besar dan kecil menerapkan teknologi pertanian yang memperhatikan konservasi air dan tanah. dan sistem irigasi. dan 6) tingkat perubahan suhu dan kualitas udara tetap menjamin kenyamanan kehidupan lingkungan. c. flora. 5) pelestarian flora dan fauna menjamin pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.

serasi dengan lingkungan. . pemanfaatan ruang. dan pengendalian pemanfaatan ruang. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk. tercapainya keseimbangan antara fungsi lindung dan fungsi budi daya. melalui kegiatan perencanaan tata ruang. Pasal 4 Penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur memiliki fungsi sebagai pedoman bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam penyelenggaraan penataan ruang secara terpadu di Kawasan Jabodetabekpunjur. d.. dan pengembangan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. upaya menjamin tersedianya air tanah dan air permukaan. industri. serta membuka kesempatan kerja dan berusaha yang optimal bagi penduduk setempat dalam kegiatan pariwisata. permukiman penerapan lingkungan hidup. 5) kegiatan pariwisata tetap menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat..12 4) pengembangan kegiatan industri menunjang pengembangan kegiatan ekonomi lainnya. dan 6) tingkat dan gangguan pencemaran melalui lingkungan baku yang mutu serendah-rendahnya dari kegiatan transportasi.. Bagian. penanggulangan banjir. Bagian Ketiga Peran dan Fungsi Pasal 3 Penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur memiliki peran sebagai acuan bagi penyelenggaraan pembangunan yang berkaitan dengan upaya konservasi air dan tanah.

dan Kecamatan Cipanas. BAB II. (2) Sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. kelembagaan. dan sebagian wilayah Kabupaten Cianjur yang meliputi Kecamatan Cugenang. seluruh wilayah Kota Bekasi. Paragraf 2 Lingkup Pengaturan Pasal 6 Peraturan Presiden ini meliputi kebijakan dan strategi penataan ruang. Kecamatan Sukaresmi. seluruh wilayah Kota Bogor. dan sebagian wilayah Provinsi Banten. Kecamatan Pacet. seluruh wilayah Kabupaten Bogor. seluruh wilayah Kota Depok.13 Bagian Keempat Ruang Lingkup Paragraf 1 Cakupan Kawasan Pasal 5 (1) Kawasan Jabodetabekpunjur meliputi seluruh wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (3) Sebagian wilayah Provinsi Banten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup seluruh wilayah Kabupaten Tangerang dan seluruh wilayah Kota Tangerang... sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat. arahan pemanfaatan ruang. arahan pengendalian pemanfaatan ruang. pengawasan pemanfaatan ruang.. dan pembinaan. . peran masyarakat. rencana tata ruang Kawasan Jabodetabekpunjur.

serta menanggulangi banjir dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan yang berkelanjutan dalam pengelolaan kawasan. dan efisien berdasarkan karakteristik wilayah bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan. Bagian Kedua Strategi Penataan Ruang Pasal 8 Strategi penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur merupakan pelaksanaan dari kebijakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 yang meliputi: a. b. BAB III. mendorong terselenggaranya pengembangan kawasan yang berdasar atas keterpaduan antardaerah sebagai satu kesatuan wilayah perencanaan. mendorong pengembangan perekonomian wilayah yang produktif. efektif. c.. mendorong terselenggaranya pembangunan kawasan yang dapat menjamin tetap berlangsungnya konservasi air dan tanah..14 BAB II KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENATAAN RUANG Bagian Pertama Kebijakan Penataan Ruang Pasal 7 Kebijakan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 adalah ruang mewujudkan kawasan keterpaduan rangka penyelenggaraan lingkungan hidup. penataan dalam keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian . menjamin tersedianya air tanah dan air permukaan..

(2) Sistem… .. rencana struktur ruang. (2) Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur merupakan alat untuk keterpaduan dan sinkronisasi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota yang berada di Kawasan Jabodetabekpunjur.15 BAB III RENCANA TATA RUANG KAWASAN JABODETABEKPUNJUR Bagian Pertama Umum Pasal 9 (1) Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur berisi: a. rencana pola ruang. (3) Rencana struktur ruang merupakan rencana pengembangan susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat yang secara hierarki memiliki hubungan fungsional. (4) Rencana pola ruang merupakan rencana distribusi peruntukan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya. dan b. Bagian Kedua Rencana Struktur Ruang Pasal 10 (1) Rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (3) terdiri atas sistem pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana.

sistem transportasi laut. sistem jaringan telekomunikasi. sistem jaringan tenaga listrik. d.. sistem drainase dan pengendalian banjir. i. (4) Sistem jaringan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) direncanakan secara terpadu antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. sistem pengelolaan persampahan. f. sistem pengelolaan air limbah. serta memperhatikan fungsi dan arah pengembangan pusat-pusat permukiman. (3) Sistem jaringan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. (2) Ruang.. sistem transportasi udara. sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. Bagian Ketiga Rencana Pola Ruang Pasal 11 (1) Rencana pola ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (4) terdiri atas rencana distribusi ruang untuk kawasan lindung dan kawasan budi daya.16 (2) Sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan hierarki pusat permukiman sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. g. sistem transportasi darat. . h. e. sistem penyediaan air baku. dan j. b. c..

b. Zona Budi Daya 5 yang selanjutnya disebut Zona B5. Zona Budi Daya 1 yang selanjutnya disebut Zona B1. Zona Penyangga 3 yang selanjutnya disebut Zona P3. d. (5) Zona Penyangga sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikelompokkan sebagai berikut: a. c. Zona Budi Daya 6 yang selanjutnya disebut Zona B6. (4) Zona Budi Daya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikelompokkan sebagai berikut: a. Zona Budi Daya 4 yang selanjutnya disebut Zona B4. Zona Budi Daya 3 yang selanjutnya disebut Zona B3. . Zona Budi Daya 7 yang selanjutnya disebut Zona B7. Zona Penyangga 4 yang selanjutnya disebut Zona P4. Zona Non-Budi Daya 1 yang selanjutnya disebut Zona N1. c. dan b.. Zona Budi Daya 2 yang selanjutnya disebut Zona B2. dan e. Zona Penyangga 5 yang selanjutnya disebut Zona P5. Zona Penyangga 1 yang selanjutnya disebut Zona P1. dan g.. Zona Non-Budi Daya 2 yang selanjutnya disebut Zona N2. e. BAB IV. f..17 (2) Ruang untuk kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam Zona Non-Budi Daya sebagai berikut: a. (3) Ruang untuk kawasan budi daya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam Zona Budi Daya dan Zona Penyangga. d. Zona Penyangga 2 yang selanjutnya disebut Zona P2. b.

dan kota lainnya. Cinere. . Setu.. dengan kota inti adalah Jakarta dan kota satelit adalah Bogor. (2) Pengembangan sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi upaya untuk mendorong pengembangan Pusat Kegiatan Nasional Kawasan Perkotaan Jakarta. Bagian Pertama Arahan Pengembangan Sistem Pusat Permukiman Pasal 13 (1) Pengembangan sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 diarahkan pada terbentuknya fungsi dan hierarki pusat permukiman sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.. Depok. Cileungsi. dan Tambun/Cikarang.18 BAB IV ARAHAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 12 Untuk mewujudkan rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ditetapkan arahan pengembangan sistem pusat permukiman dan arahan pengembangan sistem jaringan prasarana. Bekasi.. Cimanggis. (4) Arahan . Tangerang. (3) Dalam arahan struktur ruang dikembangkan Jalan Lingkar Luar Jakarta Kedua (Jakarta Outer Ring Road 2) dan jalan radialnya sebagai pembentuk struktur ruang Jabodetabekpunjur dan untuk memberikan pelayanan pengembangan sub pusat perkotaan antara lain Serpong/Kota Mandiri Bumi Serpong Damai.

b. pemisahan. dan Depok ke Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan sebaliknya... laut. Bagian Kedua Arahan Pengembangan Sistem Jaringan Prasarana Pasal 14 Pengembangan sistem transportasi diarahkan pada keterpaduan dan saling mendukung intra moda dan inter moda. jaringan jalur kereta api. Bekasi. (2) Penataan dan pengembangan sistem transportasi darat di Kawasan Jabodetabekpunjur diarahkan pada: a. danau. penataan angkutan masal jalan rel dengan angkutan jalan..19 (4) Arahan pengembangan sistem pusat permukiman digambarkan dalam Peta Struktur dan Pola Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. dan udara dengan mempertimbangkan kemudahan dan efisiensi pengguna jasa transportasi yang berdasarkan analisis bangkitan dan tarikan lalu lintas antarpusat kegiatan. Pasal 15 (1) Sistem transportasi darat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf a terdiri atas jaringan transportasi jalan. peningkatan pemanfaatan jaringan jalur kereta api pada ruas-ruas tertentu sebagai prasarana pergerakan komuter dari wilayah Bogor. Tangerang. yang meliputi moda transportasi darat. dan penyeberangan. c.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. . dan jaringan transportasi sungai.

industri. pemisahan penggunaan prasarana antara jaringan jalur kereta api yang bersifat komuter dan jaringan jalur kereta api yang bersifat regional dan jarak jauh. dan j. pertanian. f. pengembangan jalan tol dalam kota di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang terintegrasi dengan jalan tol antarkota sesuai dengan kebutuhan nyata. jasa dan simpul-simpul transportasi serta pengembangan jalan penghubung antara jalan selain jalan tol dengan jalan tol. h. dan moda transportasi lainnya. pembangunan jalan rel yang menghubungkan Cikarang di Kabupaten Bekasi ke pelabuhan Tanjung Priok di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pembangunan jalan setingkat jalan arteri primer atau kolektor primer yang menghubungkan Cikarang di Kabupaten Bekasi ke pelabuhan Tanjung Priok di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Citayam di Kota Depok ke jalan lingkar luar di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. e. pengembangan jalan yang menghubungkan antarwilayah dan antarpusat permukiman... i. d. pengembangan sistem transportasi sungai yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. pengembangan sistem jaringan transportasi masal yang menghubungkan Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan pusat-pusat kegiatan di sekitarnya. perkeretaapian monorel. pengembangan sistem transportasi masal cepat yang terintegrasi dengan bus yang diprioritaskan.. . perdagangan.20 - c. (3) Untuk. g.

. yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. (4) Untuk menjamin keselamatan perkeretaapian dan keberlanjutan pengoperasian fasilitas keselamatan perkeretaapian. termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api..21 - (3) Untuk menjamin keselamatan transportasi jalan dan keberlanjutan pengoperasian fasilitas keselamatan transportasi jalan.. (2) Untuk. ruang milik jalur kereta api. dan ruang pengawasan jalur kereta api. . (5) Arahan sistem transportasi darat digambarkan dalam Peta Arahan Sistem Transportasi Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. penataan ruang di sekitar dan di kawasan terminal dan sepanjang jalan harus memperhatikan rencana pengembangan transportasi jalan dan ketentuan keselamatan transportasi jalan. Pasal 16 (1) Penataan dan pengembangan sistem transportasi laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf b diarahkan untuk mendukung kelancaran keluar masuk arus barang dan penumpang dari dan ke luar kawasan tersebut. penataan ruang di sekitar dan di kawasan stasiun dan sepanjang jaringan jalur kereta api harus memperhatikan rencana pengembangan perkeretaapian dan ketentuan keselamatan perkeretaapian pada jaringan jalur kereta api.

. dan pemeliharaan sungai. pertanian. industri. . (2) Untuk menjamin keselamatan operasi penerbangan dan keberlanjutan pengoperasian bandar udara. (2) Pengelolaan sistem air baku harus memperhatikan keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air untuk kegiatan rumah tangga.. penataan ruang di sekitar dan di kawasan bandar udara harus memperhatikan kegiatan kebandarudaraan sesuai dengan rencana induk bandar udara dan ketentuan kawasan keselamatan operasi penerbangan serta Tatanan Kebandarudaraan Nasional. (3) Pengembangan. penataan ruang di sekitar dan di kawasan pelabuhan harus memperhatikan kegiatan kepelabuhanan sesuai dengan rencana induk pelabuhan dan ketentuan keselamatan pelayaran pada Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) serta Tatanan Kepelabuhanan Nasional. perkotaan. Pasal 17 (1) Penataan dan pengembangan sistem transportasi udara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf c diarahkan untuk mendukung kelancaran keluar masuk arus barang dan penumpang dari dan ke luar kawasan tersebut. Pasal 18 (1) Penyediaan air baku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf d dilakukan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada dan pengembangan prasarananya.22 (2) Untuk menjamin keselamatan pelayaran dan keberlanjutan pengoperasian pelabuhan.. serta keseimbangan lingkungan secara terpadu.

(5) Arahan pengelolaan sistem air baku digambarkan dalam Peta Arahan Sistem Air Baku dan Pengendalian Banjir Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. (5) Ketentuan. (4) Strategi pengelolaan sistem penyediaan air baku adalah dengan menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan serta kelestarian daerah aliran sungai. (4) Sistem pengelolaan air limbah dilaksanakan secara terpusat terutama pada kawasan perumahan padat. (3) Sistem pengelolaan air limbah bagi kegiatan domestik/rumah tangga merupakan sistem yang terpisah dari pengelolaan air limbah industri. dan penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan air limbah bagi kegiatan permukiman dan industri dengan memperhatikan baku mutu limbah cair.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. dan sentra industri. . dan sumber-sumber air lainnya. pusat bisnis.. dan pemeliharaan sungai. pengelolaan situ. Pasal 19 (1) Penataan sistem pengelolaan air limbah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf e harus memperhatikan kualitas sanitasi lingkungan dan meminimalkan pencemaran air tanah dan air permukaan. (2) Strategi pengelolaan air limbah diarahkan untuk pengurangan.23 (3) Pengembangan prasarana air baku dapat dilakukan dengan pembangunan dan pengelolaan waduk multiguna. yang pengelolaannya dilakukan dengan kerja sama antardaerah.. pemanfaatan kembali.. saluran pembawa.

tanah. dan sumber daya air serta meningkatkan kualitas lingkungan. (4) Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat.24 (5) Ketentuan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan air limbah diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. perdagangan. perkantoran. Pasal 21 (1) Sistem drainase dan pengendalian banjir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf g diarahkan untuk mengurangi bahaya banjir dan genangan air bagi kawasan permukiman. Pasal 20 (1) Penataan sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf f diarahkan untuk meminimalkan pencemaran udara. (2) Strategi… . (3) Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dilakukan berdasarkan kriteria teknis sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. industri. dan persawahan.. (5) Ketentuan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Penataan sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun harus memperhatikan tersedianya prasarana dan sarana pengolahan limbah yang telah terpasang. serta jalan.

drainase dan pengendalian banjir di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan melalui upaya: rehabilitasi hutan dan lahan serta penghijauan kawasan tangkapan air. b.. pembangunan prasarana dan pengendali banjir. e. pembuatan sudetan sungai. pengendalian debit air sungai dan peningkatan kapasitas sungai. penataan sungainya. waduk-waduk pengendali banjir dan pelestarian situ-situ serta daerah retensi air. dan pengendalian pembangunan di sempadan sungai. c. sungai-sungai prioritas untuk penataan dan d. . normalisasi sungai-sungai dan anak-anak sungainya.. pengembangan kawasan sempadan sungai dan anak-anak (4) Penetapan normalisasi sungai dan anak-anak sungainya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b dan huruf c diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Arahan a. dan pembangunan prasarana drainase. pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan lindung dan kawasan budi daya yang dilaksanakan dengan ketat di kawasan hulu hingga sepanjang daerah aliran sungai. peningkatan fungsi situ-situ dan waduk sebagai daerah penampungan air dengan sistem polder.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. f. (5) Arahan pengendalian banjir digambarkan pada Peta Arahan Sistem Air Baku dan Pengendalian Banjir dengan skala 1:50.25 (2) Strategi drainase dan pengendalian banjir dilaksanakan dengan pengelolaan sungai terpadu dengan sistem drainase wilayah.. Pasal 22.

meningkatkan pelayanan jaringan tenaga listrik dalam pengembangan Kawasan Jabodetabekpunjur. (2) Pengembangan. Bekasi. mendukung pengembangan jaringan transmisi tenaga listrik terinterkoneksi. b. dan Cianjur serta berada pada jarak aman yang tidak mencemari lingkungan di sekitarnya.. dan pengolahan sampah dengan memperhatikan kriteria teknis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. meningkatkan pelayanan jaringan tenaga listrik terisolasi di Kepulauan Seribu.. Pasal 23 (1) Sistem jaringan tenaga listrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf i diarahkan untuk: a. (4) Penentuan lokasi tempat pembuangan akhir di Kawasan Jabodetabekpunjur harus memperhatikan daya tampung dan volume sampah domestik dan nondomestik dari Jakarta. (2) Strategi pengelolaan persampahan Kawasan Jabodetabekpunjur diselenggarakan dengan pemanfaatan kembali. Bogor. Depok. . (3) Arahan pengelolaan persampahan terpadu pada Kawasan Jabodetabekpunjur harus memperhatikan penentuan lokasi tempat pembuangan akhir dan pengolahan sampah terutama incinerator yang tidak mencemari lingkungan.26 Pasal 22 (1) Sistem pengelolaan persampahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf h dikembangkan secara terpadu di Kawasan Jabodetabekpunjur melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat.. dan c. daur ulang. Tangerang.

. kriteria teknis lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. meningkatkan penyediaan dan akses informasi dari dan ke seluruh pelosok Kawasan Jabodetabekpunjur. b. meningkatkan penyediaan informasi yang handal dan cepat di seluruh Kawasan Jabodetabekpunjur dalam rangka perwujudan struktur ruang Kawasan Jabodetabekpunjur.. Pasal 24 (1) Sistem jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf j diarahkan untuk: a. mendukung pengembangan sistem jaringan telekomunikasi nasional. dan d. mendukung perwujudan struktur ruang kawasan. c. dan c... meningkatkan penyediaan dan akses informasi dari dan ke Kawasan Jabodetabekpunjur. (3) Pengembangan a. sistem jaringan tenaga listrik dilakukan sistem jaringan tenaga listrik harus memperhatikan kapasitas yang telah terpasang dan kebutuhan berdasarkan kriteria teknis sebagai berikut: meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. b. (5) Ketentuan lainnya berkaitan dengan pengembangan sistem jaringan tenaga listrik diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.27 (2) Pengembangan jangka panjang. (4) Pengembangan sistem jaringan tenaga listrik dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (2) Pengembangan.

. kawasan hutan lindung. sempadan pantai. .. kawasan dengan kemiringan di atas 40% (empat puluh persen). mendukung perwujudan struktur ruang kawasan. (4) Pengembangan sistem jaringan telekomunikasi dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. kawasan resapan air. Bagian Ketiga Pengelolaan Kawasan Lindung Pasal 25 (1) Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf a terdiri atas: a. c. kawasan . d. (3) Pengembangan a. (5) Ketentuan lainnya berkaitan dengan pengembangan sistem jaringan telekomunikasi diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. f. sistem jaringan telekomunikasi dilakukan sistem jaringan telekomunikasi harus memperhatikan kapasitas yang telah terpasang dan kebutuhan berdasarkan kriteria teknis sebagai berikut: meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat serta keselamatan penerbangan. sempadan sungai. b. dan c.. b.28 (2) Pengembangan jangka panjang. e. kriteria teknis lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

dan c. suaka margasatwa. dan c.. Pasal 26 (1) Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf b terdiri atas: a. serta . perlindungan keanekaragaman biota. kawasan sekitar mata air. dan sedimentasi. air tanah. i. dan kawasan rawan bencana alam geologi. erosi. mencegah dan/atau mengurangi dampak akibat bencana alam geologi. e. kawasan pantai berhutan bakau. bencana banjir. b. pengembangan… b. mencegah abrasi. kawasan sekitar danau. rawa. (2) Pemanfaatan ruang Zona N1 diarahkan untuk konservasi air dan tanah dalam rangka: a. waduk. amblesan. dan kawasan cagar budaya. j. f. h. dan situ. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. b. c. tipe ekosistem.29 f. gejala dan keunikan alam untuk kepentingan perlindungan plasma nutfah. dan air permukaan. taman hutan raya. g. cagar alam. penelitian. taman wisata alam. (2) Pemanfaatan ruang Zona N2 diarahkan untuk: a. d. menjaga fungsi hidrologi tanah untuk menjamin ketersediaan unsur hara tanah. taman nasional. konservasi budaya.

. . Pasal 29 Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya melakukan rehabilitasi hutan dan lahan serta penghijauan di kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) dengan tutupan tumbuhan tetap. Pasal 30. dan perlindungan dari pencemaran.. pengembangan kegiatan pendidikan dan penelitian. (2) Jenis kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundang-undangan.. (2) Pemanfaatan ruang Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dilaksanakan dengan cara mempertahankan dan mengembalikan fungsi Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). rekreasi dan pariwisata ekologis bagi peningkatan kualitas lingkungan sekitarnya. (3) Pemanfaatan ruang Zona N2 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c harus dapat menjaga fungsi lindung. Pasal 27 (1) Pemanfaatan ruang Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) dilaksanakan dengan cara mempertahankan dan mengembalikan fungsi Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1). Pasal 28 (1) Pemanfaatan ruang di kawasan lindung dibatasi pada kegiatan yang menjamin tidak terganggunya fungsi lindung.30 c.

pemanfaatan… . b. (3) Di kawasan dengan kemiringan di atas 40% (empat puluh persen) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf c dilarang menyelenggarakan: a. kelestarian flora dan fauna. fungsi hidrologi dan hidraulis. b. kecuali bangunan yang dimaksudkan bagi upaya peningkatan fungsi lindung. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. dan/atau b. dan perburuan satwa yang dilindungi. kegiatan sehingga yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi dan dan luas perusakan terhadap keutuhan kawasan dan ekosistemnya mengurangi/menghilangkan kawasan seperti perambahan hutan. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. kelestarian flora dan fauna. pembukaan lahan. (2) Di kawasan resapan air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf b dilarang menyelenggarakan kegiatan yang mengurangi daya serap tanah terhadap air. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. penebangan tanaman. penebangan pohon. (4) Di sempadan sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf d dilarang menyelenggarakan: a. kegiatan penggalian yang berakibat terganggunya fungsi lindung kawasan. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. dan/atau c.31 Pasal 30 (1) Di kawasan hutan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf a dilarang menyelenggarakan: a. fungsi hidrologi. kegiatan mendirikan bangunan. mengganggu kesuburan serta keawetan tanah.. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah.

. serta mengganggu debit air. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. dan/atau c. dan/atau c. kecuali yang dimaksudkan bagi kepentingan umum yang terkait langsung dengan ekosistem laut. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. dan/atau c. waduk. pemanfaatan. . menyebabkan penurunan kondisi fisik kawasan sekitar danau. kelestarian flora dan fauna. pemanfaatan hasil tegakan. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. kondisi fisik tepi sungai dan dasar sungai. dan situ. serta mengganggu aliran air. fungsi hidrologi. pemanfaatan ruang yang mengganggu kelestarian fungsi pantai. waduk.32 b. dan situ... (7) Di kawasan sekitar mata air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf g dilarang menyelenggarakan: a. (6) Di kawasan sekitar danau. pemanfaatan ruang yang mengganggu akses terhadap kawasan sempadan pantai. b. dan situ sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf f dilarang menyelenggarakan: a. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. kelestarian flora dan fauna. waduk. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. kegiatan yang merusak kualitas air sungai. kegiatan yang menyebabkan penurunan kualitas air danau. b. pemanfaatan hasil tegakan. (5) Di sempadan pantai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf e dilarang menyelenggarakan: a. fungsi hidrologi dan hidraulis. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. b.

dan/atau kegiatan yang merusak kualitas air. b... mengganggu kelestarian flora. c.. dan/atau hayati. kondisi fisik kawasan sekitarnya. (2) Di kawasan. mengubah bentang alam dan tipe ekosistem. (8) Di rawa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf h dilarang menyelenggarakan reklamasi dan/atau pemanfaatan ruang lainnya tanpa disertai rekayasa teknis untuk mempertahankan fungsi rawa sebagai sumber air dan daerah retensi air. (9) Di kawasan pantai hutan bakau sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf i dilarang melakukan perusakan hutan bakau dan/atau menyelenggarakan pemanfaatan ruang yang mengganggu fungsi hutan bakau sebagai pembentuk ekosistem hutan bakau dan/atau tempat berkembangbiaknya berbagai biota laut di samping sebagai pelindung pantai dari pengikisan air laut serta pelindung usaha budi daya di sekitarnya. dan keanekaragaman . (10) Di kawasan rawan bencana alam geologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf j dilarang menyelenggarakan pembangunan dan/atau pemanfaatan ruang lainnya tanpa mempertimbangkan aspek bencana geologi untuk kelestarian fungsi lingkungan hidup. dan daerah tangkapan air kawasan yang bersangkutan. fauna. pemanfaatan hasil tegakan.33 b. Pasal 31 (1) Di kawasan cagar alam dan kawasan suaka margasatwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf a dan huruf b dilarang menyelenggarakan pemanfaatan ruang dan kegiatan yang: a.

. dan/atau b. dan pendidikan. maupun menambah jenis tumbuhan dan satwa lain yang tidak asli. kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional. (3) Di kawasan taman hutan raya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf d dilarang menyelenggarakan pemanfaatan ruang dan/atau kegiatan yang: a. (4) Di kawasan taman wisata alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf e dilarang menyelenggarakan: a. fungsi hidrologi. b. kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional.. kelestarian flora dan fauna. fungsi dan luas zona inti. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. pengembangan ilmu pengetahuan. kelestarian flora dan fauna. baik mengurangi. dan/atau b. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. budaya. menghilangkan dan/atau c. kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman wisata alam.. kesuburan dan keawetan tanah. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. dapat merusak atau mengganggu koleksi tumbuhan dan satwa baik yang bersifat alami maupun buatan. . yang asli dan bukan asli. (5) Di kawasan. fungsi hidrologi.34 (2) Di kawasan taman nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf c dilarang menyelenggarakan: a. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. mengganggu arsitektur bentang alam untuk keperluan pariwisata. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam.

rawa. dan (3) Penetapan… . b. kawasan konservasi. bangunan arkeologi. pemanfaatan ruang dan kegiatan yang mengubah bentukan geologi tertentu yang mempunyai manfaat tinggi untuk pengembangan ilmu pengetahuan. dan/atau d. b. pemanfaatan ruang yang mengganggu upaya pelestarian budaya masyarakat setempat. c. d. Pasal 32 (1) Dalam perencanaan kawasan lindung ditetapkan kawasan lindung prioritas dengan kriteria sebagai ruang terbuka hijau regional.35 (5) Di kawasan cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf f dilarang menyelenggarakan: a. dan/atau daerah resapan air. bangunan arkeologi. kawasan hutan lindung.. kegiatan yang merusak kekayaan budaya bangsa yang berupa peninggalan sejarah. e. pemanfaatan ruang yang mengganggu kelestarian lingkungan di sekitar peninggalan sejarah. monumen nasional. dan f. situ. kawasan pantai hutan bakau dan rawa di pantai utara. waduk. c. (2) Kawasan lindung prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. kawasan resapan air dan/atau retensi air. dan monumen nasional serta wilayah dengan bentukan geologi tertentu.

. dan bangunan gedung dengan intensitas tinggi. (2) Zona B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf b merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan sedang dan tingkat pelayanan prasarana dan sarana sedang. (3) Zona B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf c merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah. baik vertikal maupun horizontal.36 (3) Penetapan lokasi kawasan lindung prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mencakup 2 (dua) daerah atau lebih ditetapkan dengan keputusan bersama antardaerah. tingkat pelayanan prasarana dan sarana tinggi. tingkat pelayanan prasarana dan sarana rendah. (4) Proporsi ruang terbuka hijau publik kota/perkotaan di Kawasan Jabodetabekpunjur paling rendah 20% (dua puluh persen) dari luas wilayah masing-masing kota/perkotaan. (4) Zona… . Bagian Keempat Pengelolaan Kawasan Budi Daya Pasal 33 (1) Zona B1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf a merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan tinggi. dan merupakan kawasan resapan air.

rawan abrasi. ..37 (4) Zona B4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf d merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah tetapi subur dan merupakan kawasan resapan air. (5) Zona B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf e merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai kesesuaian lingkungan untuk budi daya pertanian dan mempunyai jaringan irigasi teknis. dengan kesesuaian untuk budi daya dan KLB yang disesuaikan dengan aturan daerah. Pasal 34 (1) Zona P1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf a merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona N1 pantai. (2) Zona. (7) Zona B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf g merupakan zona yang berdekatan dengan Zona N1 pantai dengan karakteristik memiliki daya dukung lingkungan rendah.. (6) Zona B6 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf f merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah dengan kesesuaian untuk budi daya dan KLB yang disesuaikan dengan aturan daerah.. rawan intrusi air laut. serta merupakan areal pertanian lahan basah bukan irigasi teknis dan pertanian lahan kering.

.. Pasal 35 (1) Pemanfaatan ruang Zona B1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) diarahkan untuk perumahan hunian padat. (4) Zona P4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf d merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B2 pantai. dan difungsikan sebagai pusat pengembangan kegiatan ekonomi unggulan. perdagangan dan jasa. (3) Pemanfaatan ruang pada Zona B1 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang berada di pantai utara Jakarta dapat dilakukan melalui rehabilitasi dan/atau revitalisasi kawasan. (5) Zona P5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf e merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B6 dan/atau B7. (3) Zona P3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf c merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B1 pantai. serta industri ringan nonpolutan dan berorientasi pasar. .. Pasal 36. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B1 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui penerapan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dalam aturan daerah.38 (2) Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf b merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona N1 pantai yang mempunyai potensi untuk reklamasi.

Pasal 38 (1) Pemanfaatan ruang Zona B4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (4) diarahkan untuk perumahan hunian rendah... industri padat tenaga kerja. dan diupayakan berfungsi sebagai kawasan resapan air. pertanian lahan basah. pertanian.39 Pasal 36 (1) Pemanfaatan ruang Zona B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (2) diarahkan untuk perumahan hunian sedang. (2) Pemanfaatan.. pertanian lahan kering. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B2 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pengendalian pembangunan perumahan baru dan pengendalian kawasan terbangun dengan menerapkan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah. dan hutan produksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pembangunan dengan intensitas lahan terbangun rendah dengan menerapkan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah. peternakan. agroindustri. perkebunan. perikanan. dan untuk mempertahankan fungsi kawasan resapan air. Pasal 37 (1) Pemanfaatan ruang Zona B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (3) diarahkan untuk perumahan hunian rendah. perdagangan dan jasa. .

peternakan.40 (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B4 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pembangunan dengan intensitas lahan terbangun rendah dengan menerapkan rekayasa teknis dan pelaksanaan kegiatan budi daya pertanian lahan basah. agroindustri. lahan kering. Pasal 40 (1) Pemanfaatan ruang Zona B6 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (6) diarahkan untuk permukiman dan fasilitasnya dan/atau penyangga fungsi Zona N1. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B6 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun paling tinggi 50% (lima puluh persen). Pasal 41… . Pasal 39 (1) Pemanfaatan ruang Zona B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (5) diarahkan untuk pertanian lahan basah beririgasi teknis. dan hutan produksi dengan teknologi tepat guna dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah.. perikanan. perkebunan. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B5 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara intensifikasi pertanian lahan basah dengan teknologi tepat guna.

intrusi air laut... serta berfungsi sebagai pengendali banjir terutama dengan penerapan sistem polder. dan kerusakan dari laut yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan dan/atau perubahan fungsi Zona N1. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B7 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun paling tinggi 40% (empat puluh persen). penyelenggaraan. pencemaran. Pasal 42 (1) Pemanfaatan ruang Zona P1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) dilaksanakan melalui upaya menjaga Zona N1 dari segala bentuk tekanan dan gangguan yang berasal dari luar dan/atau dari dalam zona. dan kerusakan dari laut yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan dan/atau perubahan fungsi Zona N1. .. khususnya dalam mencegah abrasi.41 Pasal 41 (1) Pemanfaatan ruang Zona B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (7) diarahkan untuk permukiman dan fasilitasnya. penjaga dan penyangga fungsi Zona N1. khususnya dalam mencegah abrasi. intrusi air laut. dan b. menjaga Zona N1 dari segala bentuk tekanan dan gangguan yang berasal dari luar dan/atau dari dalam zona. pencemaran. (2) Pemanfaatan ruang Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) dilaksanakan melalui upaya: a.

penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan tetap memperhatikan fungsinya. dan pelabuhan..42 b. . dan jalur lalu lintas laut dan pelayaran. dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter. dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 300 (tiga ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter. dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. jalur lalu lintas laut dan pelayaran. (4) Pemanfaatan ruang Zona P4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (4) dilaksanakan melalui upaya: a. usaha perikanan rakyat.. muara sungai. dan tidak mengganggu muara sungai. tidak mengganggu fungsi pembangkit tenaga listrik. penyelenggaraan. jalur lalu lintas laut dan pelayaran. kecuali pada lokasi yang secara rekayasa teknologi memungkinkan jarak dapat diminimalkan. dan b. menjaga fungsi Zona B1 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai dan tidak mengganggu fungsi pusat pembangkit tenaga listrik. dan b. penyelenggaraan reklamasi dengan koefisien zona terbangun paling tinggi 40% (empat puluh persen) dan/atau konstruksi bangunan di atas air secara bertahap dengan tetap memperhatikan fungsinya.. menjaga fungsi Zona B2 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai. (3) Pemanfaatan ruang Zona P3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) dilaksanakan melalui upaya: a.

penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan koefisien zona terbangun paling tinggi 45% (empat puluh lima persen) dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. dan b. (5) Pemanfaatan ruang Zona P5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (5) dilaksanakan melalui upaya: a. penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan... Pasal 44.. Pasal 43 Kawasan pertanian lahan basah beririgasi teknis dilarang dialihfungsikan untuk kegiatan lain.43 b. menjaga fungsi Zona B6 dan/atau Zona B7 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai dan tidak mengganggu muara sungai. . jalur lalu lintas laut dan pelayaran. usaha perikanan rakyat.

Pasal 45 Pemanfaatan ruang Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (2) untuk kegiatan budi daya dilaksanakan berdasarkan hasil kajian mendalam dari dan ketua komprehensif badan yang dan setelah dan mendapat fungsinya rekomendasi tugas mengkoordinasikan penataan ruang nasional.. bangunan gedung. perumahan dan permukiman. b. membangun industri yang mencemari lingkungan dan banyak menggunakan air tanah. mengurangi daya resap air. mengubah bentang alam. pariwisata. B4. (3) Di Zona B6 dan B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 dan Pasal 41 dilarang melakukan pembangunan yang dapat mengganggu atau merusak fungsi lingkungan hidup. Pasal 38.44 Pasal 44 (1) Di Zona B1 dan B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36 dilarang: a. dan Kecamatan Gunung Putri. mengurangi areal produktif pertanian dan wisata alam. dan/atau c. menambah dan/atau memperluas industri sebagaimana dimaksud pada huruf a di Kecamatan Cimanggis. Kecamatan Cibinong. sumber daya air. dan B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37. dan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. (4) Kegiatan pembangunan yang diperkenankan di Zona B6 dan B7 dilakukan berdasarkan hasil kajian mendalam dan komprehensif dan setelah mendapat rekomendasi dari ketua badan yang tugas dan fungsinya mengkoordinasikan penataan ruang nasional. dan Pasal 39 dilarang melakukan pembangunan yang: a. dan/atau b. Pasal 46… . (2) Di Zona B3.

d. (2) Kawasan budi daya prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. nasional. kawasan perbatasan antardaerah..000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. .45 Pasal 46 (1) Dalam perencanaan kawasan budi daya ditetapkan kawasan budi daya prioritas dengan kriteria sebagai berikut: a. Pasal 47 Pola ruang kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 digambarkan dalam Peta Struktur dan Pola Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. dan kawasan sekitar pelabuhan laut. Pasal 48. b. memiliki aksesibilitas tinggi yang didukung oleh prasarana transportasi yang memadai. berdampak luas terhadap pengembangan regional. daerah aliran sungai yang kritis. memiliki potensi strategis yang memberikan keuntungan dalam pengembangan sosial dan ekonomi. kawasan pertanian beririgasi teknis. f. kawasan sekitar bandar udara.. b. memiliki peluang investasi yang menghasilkan nilai tinggi. kawasan pusat kegiatan ekonomi yang mencakup pusat (3) Penetapan lokasi kawasan budi daya prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mencakup 2 (dua) daerah atau lebih ditetapkan dengan keputusan bersama antardaerah. e. c. c. dan d. dan internasional.. kegiatan perdagangan dan pusat kegiatan industri.

oleh Pemerintah dan pemerintah daerah b. dan Zona P5 diberikan kepada pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Zona P4.. peraturan zonasi. dan Zona P diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing dengan memperhatikan: a. (3) Hak pengelolaan dalam pemanfaatan ruang Zona P2. c. BAB V ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 49 (1) Rencana tata ruang wilayah provinsi/kabupaten/kota yang berada di Kawasan Jabodetabekpunjur harus disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur. rencana rinci tata ruang.46 Pasal 48 (1) Pemanfaatan ruang Zona N.. Zona B. persyaratan-persyaratan teknis. (4) Indeks. (3) Penyusunan rencana rinci dan peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didasarkan pada indeks konservasi alami dan indeks konservasi aktual.. dan (2) Pengaturan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan melalui koordinasi antarinstansi Pemerintah dan pemerintah daerah. Zona P3. (2) Rencana tata ruang wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dijabarkan lebih lanjut dalam rencana rinci yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah untuk mengimplementasikan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang dilengkapi dengan peraturan zonasi. .

dan pemerintah daerah kabupaten/kota memasyarakatkan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dan rencana rinci tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2) sesuai dengan kewenangannya masing-masing. (5) Penyusunan rencana rinci sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Penyelesaian. dan kegiatan pertanian. perizinan. KLB. amplop ruang yang meliputi koefisien dasar ruang hijau. . serta pengenaan sanksi. Pasal 51 Pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan sebagai upaya untuk mewujudkan tertib tata ruang melalui penetapan peraturan zonasi.. KDB.47 (4) Indeks konservasi alami dan indeks konservasi aktual digunakan untuk menentukan alokasi pemanfaatan ruang yang meliputi permukiman... ruang terbuka hijau. dan rekayasa teknologi yang diperlukan. dan garis sempadan bangunan. pemberian insentif dan disinsentif. Pasal 50 Pemerintah. Pasal 52 (1) Pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 diselenggarakan pula dalam rangka penyelesaian administrasi pertanahan. perkantoran. pemerintah daerah provinsi.

- 48 (2) Penyelesaian administrasi pertanahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan apabila pemohon atau pemegang hak atas tanah atau kuasanya memenuhi syarat-syarat menggunakan dan memanfaatkan tanah sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. (3) Syarat menggunakan dan memanfaatkan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan satu kesatuan proses dalam penyelenggaraan administrasi pertanahan.

Pasal 53 (1) Pengendalian pemanfaatan ruang dilaksanakan oleh

bupati/walikota berdasarkan arahan dan rekomendasi gubernur dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (2) Pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dilaksanakan oleh Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (3) Koordinasi pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan oleh gubernur masing-masing wilayah. (4) Dalam melaksanakan koordinasi pengendalian pemanfaatan ruang, gubernur berkonsultasi dengan Menteri. (5) Gubernur menyampaikan laporan pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang secara berkala kepada Presiden melalui Menteri. (6) Pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 54...

- 49 Pasal 54 Peraturan zonasi merupakan pedoman pengendalian pemanfaatan ruang yang disusun berdasarkan rencana rinci tata ruang untuk setiap zona pemanfaatan ruang. Pasal 55 (1) Setiap pemanfaatan ruang harus mendapatkan izin pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan. (2) Izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh Pemerintah dan pemerintah daerah menurut kewenangan masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 56 Dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang, agar pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang wilayah, insentif dan/atau disinsentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 diterapkan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 57 Pengenaan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51

dimaksudkan untuk: a. melakukan tindakan penertiban terhadap pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi; dan b. mengembalikan fungsi ruang melalui rehabilitasi dan revitalisasi kawasan. Pasal 58…

- 50 Pasal 58 (1) Rehabilitasi dan revitalisasi kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf b merupakan bagian dari tindakan mengatur atau menata kembali pemanfaatan tanah dan bangunan yang tidak sesuai dengan rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan. (2) Pelaksanaan rehabilitasi dan revitalisasi kawasan dilakukan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Rehabilitasi dan revitalisasi kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf b diprioritaskan pada kawasan lindung di Kecamatan Ciawi, Kecamatan Megamendung, dan Kecamatan Cisarua di Kabupaten Bogor dan di Kecamatan Pacet, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Cugenang, dan Kecamatan Cipanas di Kabupaten Cianjur, serta di lokasi-lokasi lain yang ditetapkan berdasarkan keputusan bersama antardaerah. BAB VI PENGAWASAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 59 (1) Pengawasan kegiatan pemanfaatan ruang diselenggarakan dan evaluasi melalui terhadap pemantauan, pelaporan,

pemanfaatan ruang. (2) Kegiatan pemantauan, pelaporan, dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan secara berkesinambungan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. (3) Dalam penyelenggaraan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah dan pemerintah daerah melibatkan partisipasi masyarakat. Pasal 60...

pelaporan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dengan ketentuan: laporan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilaksanakan berjenjang melalui dimulai pelaporan dari kepala secara periodik dan desa/lurah. pemantauan dilakukan oleh kepala desa/lurah.. 2) perkembangan pemberian. penggabungan. dan memeriksa dengan cermat perubahan kualitas tata ruang dan lingkungan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang. 3) perkembangan. gubernur sampai dengan Menteri. perpanjangan. dan d. b. c. peralihan. pencabutan. b. pemantauan terhadap kegiatan budi daya yang ada di kawasan lindung dan kawasan pertanian lahan basah dilakukan dengan memperhatikan tingkat ketergantungan terhadap fungsi yang sudah ditetapkan. Pasal 61 (1) Kegiatan a. bupati/walikota. camat. laporan tersebut dilengkapi dengan materi laporan yaitu: 1) perkembangan pembangunan fisik. dan pemisahan serta perubahan hak atas tanah lainnya. mengawasi. peningkatan. pengakuan. bupati/walikota. pembatalan.51 Pasal 60 Kegiatan pemantauan terhadap pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dengan ketentuan: a... gubernur. perpindahan. . dan Menteri. camat. pemantauan dilakukan baik terhadap kegiatan di kawasan lindung maupun di kawasan budi daya dengan memperhatikan kesesuaian dengan rencana tata ruang. pemantauan merupakan usaha atau perbuatan mengamati.

kepala desa/lurah.. camat terhadap laporan yang disampaikan oleh kepala desa/lurah dan/atau masyarakat. masyarakat. . b. laporan merupakan informasi secara obyektif yang sesuai maupun tidak sesuai dengan rencana tata ruang. (2) Ketentuan Menteri. bupati/walikota. dan e. c. masyarakat. Menteri terhadap laporan yang disampaikan oleh gubernur. bupati/walikota terhadap laporan yang disampaikan oleh camat. gubernur terhadap laporan yang disampaikan oleh bupati/walikota.. kepala desa/lurah dan/atau masyarakat. dan 5) masalah-masalah diantisipasi. c. Pasal 62 (1) Kegiatan evaluasi terhadap pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan oleh: a. dan/atau lebih lanjut mengenai tata cara pelaporan yang akan muncul dan perlu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan (2) Kegiatan. laporan dapat berupa masukan dari masyarakat.52 3) perkembangan perubahan fungsi dan pemanfaatan ruang dan izin mendirikan bangunan.. d. camat. dan d. 4) masalah-masalah yang perlu segera diatasi. kepala desa/lurah terhadap laporan yang disampaikan oleh masyarakat. dan/atau camat. kepala desa/lurah.

(3) Kegiatan evaluasi dilakukan untuk menilai kemajuan kegiatan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur. Bagian Kedua..53 (2) Kegiatan evaluasi dilakukan berdasarkan hasil kegiatan pemantauan dan pelaporan sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ditangani. Pasal 64 Koordinasi kelembagaan dan kebijakan kerja sama antardaerah di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dan/atau difasilitasi oleh badan kerja sama antardaerah. (4) Kegiatan evaluasi dilakukan agar pemanfaatan ruang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. PERAN MASYARAKAT. DAN PEMBINAAN Bagian Pertama Kelembagaan Pasal 63 Koordinasi teknis penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagai kawasan strategis nasional dilakukan oleh Menteri... . BAB VII KELEMBAGAAN.

dan Pasal 59 ayat (3) dilakukan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 24 ayat (4). Pasal 23 ayat (4). Pasal 53 ayat (1) dan ayat (2). daerah dilakukan kepada masyarakat di wilayahnya masing- (4) Pelaksanaan… . Pasal 22 ayat (1). (3) Pelaksanaan pembinaan yang penataan diselenggarakan ruang oleh Kawasan pemerintah Jabodetabekpunjur masing. Bagian Ketiga Pembinaan Pasal 66 (1) Pembinaan merupakan upaya meningkatkan kinerja penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. Pasal 20 ayat (4).54 Bagian Kedua Peran Masyarakat Pasal 65 Peran masyarakat melalui partisipasi dalam kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (4). (2) Pembinaan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan oleh Pemerintah kepada pemerintah daerah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan..

BAB VIII di Kawasan Jabodetabekpunjur diselenggarakan dan/atau difasilitasi oleh badan kerja sama KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 67 Penataan ruang kawasan yang berbatasan dengan Kawasan Jabodetabekpunjur dilaksanakan dengan memperhatikan tujuan dan sasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. BAB IX… .. Pasal 68 (1) Jangka waktu Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 adalah 20 (dua puluh) tahun dan ditinjau kembali 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dapat ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. (2) Dalam kondisi lingkungan strategis tertentu yang berkaitan dengan bencana alam skala besar yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan dan/atau perubahan batas administrasi wilayah provinsi dan/atau wilayah kabupaten/kota yang ditetapkan dengan Undang-Undang.55 (4) Pelaksanaan pembinaan yang terkait dengan kepentingan lintas provinsi/kabupaten/kota antardaerah.

2) untuk yang sudah dilaksanakan pembangunannya. atas izin yang telah diterbitkan dapat dibatalkan dan terhadap kerugian yang timbul sebagai akibat pembatalan izin tersebut dapat diberikan penggantian yang layak. maka: a. c. pemanfaatan ruang dilakukan sampai izin terkait habis masa berlakunya dan dilakukan penyesuaian dengan menerapkan rekayasa teknis sesuai dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini.. dan 3) untuk yang sudah dilaksanakan pembangunannya dan tidak memungkinkan untuk menerapkan rekayasa teknis sesuai dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. izin terkait disesuaikan dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. izin pemanfaatan ruang yang telah dikeluarkan tetapi tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini: 1) untuk yang belum dilaksanakan pembangunannya. izin pemanfaatan ruang pada masing-masing daerah yang telah dikeluarkan dan telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini tetap berlaku sesuai dengan masa berlakunya..56 BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. b.. pemanfaatan. .

. dipercepat untuk mendapatkan izin yang diperlukan.57 - c. d. e.. yang karena Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur ini pemanfaatannya tidak sesuai lagi. (2) Sepanjang.. 2) yang sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini. masyarakat yang menguasai tanahnya berdasarkan hak adat dan/atau hak-hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pemanfaatan ruang yang izinnya sudah habis dan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden ini dilakukan penyesuaian dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. pemanfaatan ruang yang bersangkutan ditertibkan dan disesuaikan dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini.. pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan tanpa izin ditentukan sebagai berikut: 1) yang bertentangan dengan ketentuan Peraturan Presiden ini. maka penyelesaiannya diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti dengan peraturan pelaksanaan baru sesuai dengan Peraturan Presiden ini... .. b. d. Pasal 71.58 - (2) Sepanjang rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi belum ditetapkan. Pasal 70 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Presiden ini. Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997 tentang Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol sebagai Kota Mandiri. semua peraturan pelaksanaan dari: a. c. dan Keputusan Presiden Nomor 73 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Kapuk Naga Tangerang. Keputusan Presiden Nomor 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur. digunakan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagai acuan pemberian izin pemanfaatan ruang. Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta.

Keputusan Presiden Nomor 73 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Kapuk Naga Tangerang. dan d. Keputusan Presiden Nomor 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur. sepanjang yang terkait dengan penataan ruang. . dinyatakan tidak berlaku. peraturan daerah tentang rencana tata tata ruang wilayah provinsi. c. Pasal 72 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini: a. b.. Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta.59 - Pasal 71 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini: a.. BAB X. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997 tentang Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol sebagai Kota Mandiri.. sepanjang yang terkait dengan penataan ruang. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. dan peraturan daerah tentang rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi yang telah ada dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini. dan peraturan daerah tentang rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada huruf a disesuaikan dan ditetapkan paling lambat 2 (dua) tahun terhitung sejak Peraturan Presiden ini diberlakukan. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah provinsi. dan b.

Iman Santoso .60 - BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 73 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Dr. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 12 Agustus 2008 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. DR.. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum. M. ttd. H.

Ci Pan I Ci Bodas un Ci Guha Setu Batok I Ci I_ Situ Gedong tuj Pa I I_ Setu Pagam ah I Setu Silala a Ci Liwung I_ I Jasinga I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Ci Berang Situ Citatah _ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I KABUPATEN LEBAK I Situ Kibing I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Situ Kadongdong Situ Cikaret Nambo I I_ ian I Ci I_ I Cibinong I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Pan Ci Landak Ci Kar deu _ I ng Pina ang _I I I_ Dur I Ci Ci _ I Putatnutug I_ I Ci Kum Bog _ I I Iwul I I I_ Setu o I _ I I I_ I ur aha n _ I I_ gde Citayam I PA S I R K O P O s Ci Le u n g Jonggol Ci Cadas Ci Par anje I g K. JL. Bengkok I I_ 1511 Ci Mande Ci Mang I Ci Anten Ci Leungsir gan I_ G. Ge de I g ng e Jalan Lokal 24' Ci Beet an rah I Ci pa I I Ci uk I Jalan Lain Jalan Kereta Api 27' I Ci I_ I I_ I I ng Sud a I Ci Beu teu I I I a Ci I K. Semak Daun 44' P. Derowak DR. Sunter Jele g How e Ge lam Ci t am u Ci Le un g s ng Ci treng Ci Baren K. Enggr tat Du Ci Laja Ci Ci Keas i Ulu K. Gab Asin Sukadiri Mauk Ci Pasili ah Ci He ran K. Opak Ci Duria n Cilincing g K. Kayuangin Bira P. Kayuanginputri P. Tikus P. BUND KR. Pari P. Ciliwung HALTE OLIMO BAR nal jirka JL. Lay gr Ci gau r gau r pa et Stasiun Kereta Api Rencana Jalan Tol I Ci Be Ci Genti s I I I Ci Me rak I K. Opak Kecil Pulau Paniki 40' P. MH. Macan Gundul P. Wetan S. Baru Situ Pasirmaung Situ Manceuri Sad I_ Ci Situ Pulo lis ggi Tun I _ I TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Ci I I_ Man _ I I_ Ci Ci Mar agu Ci Durian Beu reum Situ Baru Ci How e Sun Ci Geuju K. Rambut Pulauuntungjawa 56' S. A. Kongsi Tengah P. Gaga Ci ere 1430 Ci Langg ar Ci Leungsir a Ci Pendaw Ci Nangsi Ci Gagak 1182 Ci Ga reh Ci Bogo 2044 Ci Kany Ci Tapen I Ci Maung I_ Ci Bant G. Kayuangin Melintang P. Gemb Sukatani ro an ng pisan K. K. LETJEN. Melintang Besar P. Talaga l Gu ndu Ci Ci Kalong I Her _ I I_ Ci Parak Ci Kereteg Ci ten Ku alih Kun I G. Cideng HALTE BI U I_ I BAR Kebonjeruk taris 12 Gondangdia HALTE SARINAH N JL. K. KP. STASIUN PEJOMPONGAN grahan JL. JL. Damar Besar P. Tahun 2000 4. IR. Kotok Besar P. DB. Ayer P. K. Sunter Tenjo I_ Ci Bunar Pamulang K. Bapak TE JL. Papatheo P. Angke SARTIK 15' 2 JL. Pin K. Pisang JL. Karang Congkak P. KH. Nawan S. PEMUDA K 5 STASIUN KEBON KACANG HALTE BUNDERAN HI UKA i ur nce 5 MEDAN MERDEKA BARAT Gambir HALTE ASMI AAN Babelan n STASIUN CIDENG HALTE PULOMAS IN I_ I i NE JAKARTA BARAT STASIUN TOMANG HALTE LIPPO LETJEN JL. RT A OU Rencana Terminal Rawa Buaya Grogol JL. Semut Besar P. Cil iwu RAYA ng I K. Cina P. Pancasila Situ Cileduk Ci Keas Ci Kadu Ci I_ g I_ kut i Kru Kal Setu Babakan Ci un Ci Duria Ci Lalay unge I_ Jant Ci aeu Ci Pay Cinere an I Setu Arman 4 Ci i ngs Leu Ci Lema I_ 21' n Ci Ci Am Mat uk WI TOL JAGORA haban n Bub Rawa Indah ur I_ e Parungpanjang e Ci Sadan Ci Kud a Jatisampurna Rawa Burangkeng lan uba K. Lancang Besar rian Mua ra Cidu 56' P. Be K. HAYAM A YOS KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Ci Sa MADA JL. Gaa 28' 28' P. Come A JAKA RT Ci Soge 15 G ng Ci Lowong RAYA 15 HALTE ian JL.I K. Tonjong K. Sekati P. Pad Muar a Mauk Muara Cislatip s eleu Cil b Rara ara Mu K. K. Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah JABOTABEK Dep. PINTU I_ I Ci Sada Ci Lon gok Benda Kalideres 2 JAKARTA UTARA Rawa Segaran K. Cili wung I II HALTE PASAR CEMPAKA KA Kemayoran 24 Senen Terminal Senen ER HALTE YARSI PTO . Pasir 52' P. Lipan P. Karangkeling S. Sunter kut Ci Ci Pegadunga Serpong JL. Jikin K.000 06' K. Terminal Kampung Melayu Sek ra JL. Kiam ang ning sar ng K. Angke Ci Laja _ I K. Kambang Ci Leungsi Ci I_ I Ked g Cisauk Setu Ka ran g I Suwuk Univ. YANI ang TUBUN KS. Pateloran Timur P. Sunter Barat Ci Tarum K.BKSP. Bagong K. PROK LAMAS K. Ci l i wu n g I OTISTA JL. SURYO K. Ulu MINGGU K. Ancol Tanjungpriok ng I_ I K. Pam Rawa Ciantra Jamb Ci Ci Pining K. Ci Ci Hauk Kronjo 03' an Terus an Apun g Keta Kra ma t 106°30' T 36' 42' pang Tg. BEKASI TIMUR JL. Pru Beji Gro gol Ci Sadang I_ Gunungsindur _ I Ci I Rawa Gede K. ANCOL KABUPATEN BEKASI Pebayuran Ci Ta rum on Baku k I_ I K. Sekre JAKARTA OUTER RING ROAD K. KARIAN\P (5. KYAI tI 20.A I_ I 1 K. Pa sa n I Dan i _ I _ I K. MAS MANSYUR MAS MANSUR K.Muarakarang D. Mandung MBA A RAY . Jagung P. Sa iluman K. MT. Daha Ci Ant 932 Ci Garu I ri CI LIWUNG\P3. Pembu K.Perumka 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU .Jeletreng Ci. Bokor P. Krukut ar _I I_ KOTA DEPOK Situ Peladen K. Kruku Ci Longo 09' G ROAD I_ I n Ind 11 RIN D. Baru I_ I uku K. CEMPAKA PUTIH HALTE HALTE GALUR RAWA SELATAN 12 HALTE GADING R RING ROAD gol ro K. Karang Bongkok P. JEN HALTE DUKUH ATAS JEND D. K. Sod 12 KYAI IN JL. Ceng Pasarkemis KE SERANG Ci Ma Batuceper K. Pantara Barat P. Angke Tambelang drain areng keng K. Karang P. Peta Jalan Wilayah Jabotabek . PRAM K. Teras Ma ti TIR TAY ASA Ci Durian S. Kiuntang K. Rasm ggong HALTE BUNDERAN SENAYAN m i Ta ur RAYA Kali Baru 1 iK Kali Mampang Cond eun Ci Cayu K. Jambu K. Jambe Ci Sada MANSYUR RIN . Kobakrante JL. DT.740 Lt/dt) eW et a n 625 Ke as Ci Ci I Setu Gede I _ I Jere u de K Ge Situ Cigudeg I_ I I_ I Bad Ci Taringul I_ ak Ci Ci Semplak Ci Miis Sur Ci gbu Sinda G. KABUPATEN TANGERANG K. Kotok Kecil P. S. RAYA SENTRA PRIMER K. Lara Teluk Cileleus K. K. Koba K. ne ur BR JL. Angke K. Sun ter _ I _ I K. MELAYU BESAR BARAT JL. CILEDUG RAYA 11 STASIUN GRAND MELIA ang lur I_ I el iga K. TOMAN KEME JL. Cipacet I _ I 1092 Danau Lido Ci Her ang I Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha r g Ci Gado r Leu Ci Anju tik ng I Ci Gadog Ci Serpo I_ I Ci Tamiang Ci Hera Ci I Ci Sun Ci Ci Anjur Bala gung lan Ci Heu g Ci Jurang undi ng 48' Cianjur Leutik I_ I I_ m en gar gu Ci Ci Beureu Soka KABUPATEN SUKABUMI Ci Ci Bala Emb I_ e n UMI KE SUKAB ng Beu beu G. Masigit an _ I I_ I I_ I Bogor Tengah I I_ I I_ I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I I_ I I_ I I_ I Ci ran g Han Ci Jurey I jaw gba eng Ci Ba I I_ len ung I_ rian Du Ci I Bogor Barat Ci Sin dan Sukamakmur ar g don Ci Hide I_ Sad I I _ I Beu an I I I_ _ I I _ I uang Leun I_ I _ I Bunar I Ci Temp Ci Saru a Rancabungur 734 I I_ _ I Ci Patujah I _ I I Jati Kar _ I_ K. g ban K. ABDUL JL. 21 Mala Pondokranji etari K. TENDEAN SUPOMO PROF DR. SA. Pramuka ong P. iwun BESAR K. S asak pap a STASIUN TAMAN ANGGREK JL. Ulu I_ I Ci I Be et Ci Pu tat I I I Jalan Kolektor Ci Paming kis Ci ria n aur Ka nda I I I I I_ mpu Ci Jantun Kar K. HARYONO Bekasi Timur ng Sa d Cawang K Durensawit Sa JL. Batu Ci Sada ne 1030 Ci Walen Ci Gun dul Ci Surian eteg Ker I I_ 2211 ana Ci Samp ay I I _I an G. Kelapa P. Laki P.CIKAMPEK Kru kut 7 ka si Ci Tar um K. Gegerbentang g _ I I nde 45' Ci tur Ci Gun Ci Gombong Ano m Ci Andam _ I Ci I Ci Bolang _ I G. Ba Ci Reundeu Ci Hoe Ci Pasanggra I I ru I _ I 4 I_ I 27' Setu Malangnengah I_ Citayam a I K. Sembi langan Cabangbungin Ci Hera ng 3 km 0 3 6 9 12 km Ci Leleus K. . Depok Baru Cileungsi I Pe sa Telaga Subur g Cimanggis Situ Rawakalong I_ 24' Pancoranmas Depok 1 Ci Palahl ar I a dan Cen Ci Kud _ I Ci Picung I I I_ Ca ri K. Genteng Kecil P.BAKOSURTANAL Tahun 2000 2. Tidung Besar S. Tua Terminal Kali Deres R Koja 09' uk Cis adn rat K. Kebayoran Lama JAKARTA SELATAN MAJA JL. Angke K. Karang Beras Ci Tarum Ci Tarum P. Cakung Ci Ci Her AT Beto k Sepatan Waduk Pluit K. Angke Ci I_ I eureum Ci B Ci Pining Situ Rawalo K. _ I I 30' I Ci Ka lon g Rencana Jalan Arteri Rencana Jalan Kereta Api KANAL TARUM BARAT\P (31. ja Ko Terminal Tanjung Priok S. Kaliage Kecil P. Perak P. onen g Kali G ro Kali ng kjara Cisoka Ci Payaeun Ci Rara b Curug Ci Sabik ng Sasa Pina JL. Ci Ma n ri ceu ang Situ Cekdam Ci I I_ K. Baru 3 I_ I _ I in ing Car _ Rumpin I I Situ Cilodong I_ I _ I ung I I_ P Ci Situ Citatah K. g Ci Keas I Ci Care h a n I_ Parung in Sukmajaya Situ Jatijajar _ I ng Ci Jelet r e I_ ng Ci I ane Ci Bera Ci Be Jeng ir Setu Tunggilis I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I Sad _ I Ci Ci Panyai I_ Ci Pi nan g K. S. Indonesia Serang _ I I Kali Baru 2 K.830 Lt/dt Ci Ci Karet Ciomas kgak _ I Ci Teureup ang I I Her Ci Herang Ci ng _ I Bogor Timur ngah Pene Ci ang Bada Gadu Ci Pinanggading Ci Ci Rejeg I Dul Liw Ci Keas CIBEET s Ci kis Ci _ I I Ci Letuh Ci Sero Ci Mang I Ci Ci Ci Berang Ci en Arut n inte ung Rawagede ah Pan Oma k Ci Ci Bung en bulan ian Ci CIBURIAL Ci Keas ng eng San Ci Hide Ci Bada I _ I Ear Ci Jambu Ci Letu h ung Ant Ci Dur Ci ang Ci Paming Ci Kaniki Ci Ci Letuh Kir Ci C Ci Patat s Ci Her Bogor Selatan Ci Ci Rangra I _ I Apu iK Ci eupa anc Gadog CIAWI g Ci Liwun Ci Letuh Ci Beureum Ci Sarua ing Pu Ci Esek kis ras I _ I ng wu eda I ulu _ I Hide ding Ci Kaniki ngga ung I Ci Game 937 Ciawi Ci _ I 39' Tamansari Pina Megamendung Ci Pam Ci B. Karya P. Bekasi Ci Taru gas Cikupa 24 K. PU. Ban tI K. P E NGGILI N G AN Cangkr O OT batu JATINEG Ci Du rian 22 Kebayoran 13 6 STASIUN AMBASADOR STASIUN TAMAN RASUNA STASIUN MADYA Manggarai DR. Poris K. DAAN MOGOT SATRIA Ci WURUK JL. Sad ang Batas Propinsi KE KAR AWA NG Raj 14 Kal TOL ng ara I an Ci M ce Sudimara BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA C et Pondokgede I_ I I_ BUMI SERPONG DAMAI 1 Ci eum Beur i Bar Lemahabang t Sa lur an I Iri gas I_ I I_ Ci tan Bee i Ta rum Uta ra Batas Kabupaten 18' Ci I I_ Ci Kal i Kru un I ran Salu Ci Be et g I Batas Kecamatan Kal len gka gol I Egram Da nas aun g Ci gse ng I Jalan Tol Saluran Irigasi Tar um Bar at uran Irigasi T Sal aru mB ara t Kali Reu I I I I nde u 21' KE CIKAMPE K Ci I_ I pea ng Jalan Arteri I I_ I I li Suwuk Ka K. GAJAH K. Blaca n Tg. Hambalang Ci ian Tanahsareal I euh Kup Ci Hoe ed Ci G Ciampea a _ I m A pea Ci Cigudeg e Ci Keun Ci Baya wak I _ I _ I Ci I Du Ci Kasu ngka pur I Ci Kiam Ci I Hi ngbarang Ci N e g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki Ka n I_ I I_ Cibungbulang Leuwiliang _ I Ci Ci Keu Asa han I_ I C ne ada iS reu m Ci Teure up Ci Herang Ci Baturuyuk I er Ci H ten Bogor Utara _ I Ci deu ng Ci Jurey An a Ci Omas Ci I I_ I Setu Leutik _ I kis Sa t u I_ I ro I_ I I_ I Dramaga I_ I I_ I I_ Ci H am bo I_ I I_ I I_ I I_ I_ I I_ I I Ci Keruh along I KOTA BOGOR Ci Keas Bad Bogor I I_ I _ I Nanggung n Ci Beber I I_ ak I I_ I Ci Rawak Ci I_ I_ Ci I Babakanmadang Ci Jayanti _ I Sukmajaya 36' Ci Sero Ci Sarante Ci Hideung Ci Kaniki Ci Apus I I_ I pea I Am CIDURIAN an I_ I I_ _ I I_ Sukaraja I I_ I I I Ci _ I en Ci Madang Ci Du Ci Berang gur k _ I G. SUTOM O JL. Panjang Besar P. Jeletren Ater Ang Saluran Irigasi Ca ab Ci ke Rar g Ci Karang I Bar at I_ I I_ Kali Sau Beu KE LEBAK Ci Mat Ci Conteng k reu m Situ Ci Putat WADUK LIMO PONDOK CABE Cipayung Lentengagung Kal Ci Kal i S a r ua ap ung Ci Jam bala I_ I K. Kongsi Timur P. Bekas K.HATTA S. DEPOK. Boj ongk K. Penjaliran Barat esar P. Pesang 12' JL. ah son er BP 5 JATINEG K. KAPT. 250. Teriti ga K. Cipu Ci Liw ung Baru 3 Rawa Sadang ang Ma hab Rawa Taman Ra Situ Sawangan Ci Ci Ci Pining _ I gkok _ Ci ng I i I_ ng K. HASYIM ASHARI HALTE HARMONI JL. Caku Ci Langk Ci Jantung ng Ci Ayan i Gon I_ uk Ci Manceuri K. Buntu Baru l Kali go DEWI JL. MEDAN MERDEKA BARAT Ci Rarab SENTRA BARAT K. Sunter I_ I Ci Sada ngkalan K. Gemp ok HALTE GLODOK K. PS. Opak Besar P. Uluh anwir Ci GATO T SUBR OTO JL. Pa lian I_ I I_ I _ I I _ I Ci Tarum Bak ung ng K. Lemo dul I_ Ci Tung Ci G. P eng are K.000 S. Gelon d K. DA Ci Karang K. Betingcerme 32' 32' S. Brengk g II SEL. Pluit Ancol ukga Ci Gar K. MATRAM JL. HALTE PS. _ I I Ci Ka Ci Bentang au r Setu Lebakwangi Ci Bare I _ I I_ I K. Sekunder as Kosambi ci K. JATI JL. Cil JL.000 Lt/dt) I I Ci Ci Kaw ung KABUPATEN PURWAKARTA 33' Ci Ci tis Ci Ja Jalur Bus Prioritas R e n c a n a J a l u r A n g k u ta n M a s s a l Ci ng gel Ci nte ung lo Bun lang Be et Om as Ci Beu at u Ci Pam sal ing Ci Hil ir Waduk Jatiluhur Ci Gaha Waduk 36' Rencana Waduk Ci goro wek g Ci ay Ci Paku Seus Pak ilan n Sungai Ci Dadap CI a 39' Sa da ne Ci Lem a s eng ber Danau/Situ Ci Tateu n Lal ay Ci Awi Ci ump ang Ci Sar ua Ci An Na gar a Ci Sada ne g Ci Ci Jam be Ci Warin 42' gin Ci Nangsi Ci Kundul Ci Maleber birus eng Waduk Cirata na Ci Angsa Ci He ong Ci Ma 45' Nag ara Ci Balagung 48' Kuk ulu Ci g 51' D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Sok an Ci Lak u Ci Jat i Sumber: 1. Tahang Ci Karan g K. Konteng uk SKALA 1 : 150. THAMRIN 17 Karet Menteng al 10 Terminal Rawa Mangun STASIUN KARET INTERCHANGE A1 GELOR JL. Jamb 1 Bekasi Selatan K. Jukung P. Baku I_ I n Ci 12 BEKASI Bek Sadan e 1 Penjaringan Angke asi HALTE BUS K. IMAM I 1 JL. WALTER MONGINSIDI 2 JL. Pemagaran P. Genteng Besar P. JUANDA JL. Peta Jaringan Kereta Api Di Wilayah Jabotabek (Masa Depan) . Gosong Pandan P. Sadang B. Rengat P. Irigasi P. GENTENG a Ci Ci Jamb Ci Ampe Ci Ci Pur Mah Ci Katomas 840 Ci Na ung Ci I San Ci Megamen Ci Bunian Ci I_ I ea Ci ete Ker Ci Muhara Ci Gam I_ gku Ci Malang Ci Ci luw un g i Ci Palasar Pur Ci Sodong 1204 wab akti Ci Man I de Ci 42' G. KYAI TAPA Kru JL. K. Pond Kali Kedu kang an K. GATO I_ I Permatahijau STASIUN PALMERAH STASIUN MENARA BATAVIA JL. Peran cis TANJUNG PRIOK K. PEJOMP PEJOMP Palmerah JL. Kayuangin (Genteng) P. Cika PRAPATAN I_ I Duren Kalibata 3 21 Kali Malang TOL JAKARTA . Sekr ane JL. JL. Codet Ciledug STASIUN KUSUMA STASIUN CANDRA SCBD STASIUN STRIA MANDALA 5 Tebet 5 a 14 rum STASIUN CASABLANCA JL.TANGERANG. Kempul ran I Ci Sono G. Ka rat an _ I I I_ I I_ I KAN Muara Karang Tanjungpriuk I_ I I_ I K. CIANAM Kali Egram Ci Lejit aur DEPOK _ I Ci ng I mpu K. KABAU K. PASAR li JAGO Panongan CURUG Pagedangan u2 Pasarminggu BARAT Ka Terminal Pasar Minggu I_ RAW reu Ci Beu m I I_ I JATI Cilandak Ciater k Sau Pasarminggu NG WARU JL. B e k as i an Bug NA K. Nyamuk Te l u k N a g a Teluk Pulaucangkir S. Yu Timur S. METRO JL. Bekasi Sepa Kali ceu Ci Ci Ater eum ri Ci Beur Ci Bogo Ci Bitung a ng Terminal Lebak Bulus Rawabuntu Warung Jati OR Jatisari Ma Ci I_ I BOG K. Banjirkan JL. Bulanb KE r gki can lau Pu ara Mu ara Mu ntar Cilo S. TRUNOJOYO JL.8 KANAL TIMUR K. CIDENG 23 Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT JL. T SU 6 5 I_ I AD JL. Payung Kecil 48' P. JEND. SULTAN STASIUN AGUNG SETIA BUDI UTARA Tanahabang T SUBR OTO HALTE SETIA BUDI Terminal Manggarai RAYA 10 TO GA Klender JAKARTA TIMUR 16 Rencana Terminal Pulo Gebang TIMUR Bekasi Utara K. TANJUNG un unge Jant Ci Pang I I_ Univ.JL. Kapas P. Semut Kecil P. Semut P. Kaliage Besar 06°00' Tg. Tangsi JAK Cipondoh JL. Betingbesa P. Rangg K. Pelangi P. Salak Ci Badak gu _ Ci Anten Ci Apu Ci Ci Liw Ci Beet t Bee I leum Ci Pa Ci Beet I Ci Haneu las I_ ari i I ased _ I G. buk ng uni I ng K. Sab etan Terminal Grogol JL. PUNCAK DAN CIANJUR P. Jati _ I _ Baw ah I Ci Howe I_ Liw Ci Pandan I_ jang h Tata Reun I_ Ci Keas Ci Ci D. KH. Angk Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Man JL. Pulopi DR. I_ Gunungputri ter Situ Tlajung ang Kum K. Cikaran K. Taha K. Bulat P. MARGONO DJOJOHADI KUSUMO K. Mandalawangi _ I Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci Bin ong Ci Sarua Gede I_ I Tiri r La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n I_ I I_ Ci I Kam PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku Ci Peus Ci Laku ing Ci Sarandi 54' 54' Ci Kondang 106°18'00'' BT 643616 mT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' I lan I_ g Ci Balagung I ang a Ci I_ Ci Tami Ci Nagar Ci Wa len I _ Ci Durian 1891 I gul Ci anten Ci Man ra Pasirpogor Ci Pamijahan Ci Aru ten Kere Cisarua ng gira Lul ngn I ggu Ci Asma Ci Saat _ I teg dung Caringin KABUPATEN CIANJUR Ci Angs 1375 G. MAMPANG A rahan angg Terminal Blok M Kru rang K. Pantara Timur Ci Tarum S. Sunter Ci Binong Terminal Taman Mini Bata CiRara b I_ I K. Karang Ci Hieum _ I reum _ I Ci Tem ng Lutu Ci Ci Kani I_ I I_ I I_ I I_ anggel Ci Luar Ci Gen Ci Sadan Setu Burung Ci Apus _ I KE I Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN un Ci Arute Kedunghalang I ki _ I I n I_ Ci Ante n ng Ci J Ci Seyah I ria Ci I_ _ I Ci Asa h an 33' Ci Ma nge SODONG\P (7. SULTAN ISKANDARSYAH Ci I_ I Ci Liwung Jurangmangu 18 Terminal Cililitan 4 TOL JAKARTA . Krendang 24 Sal I krant olbay ura Ci Ran gon e ung Ci Kakalen JL.Glatik ane 48' 106°54' T K. TER 6 Matraman AN Kedung Waringin Ibukota Negara MAS JL. PARM AN JL. Bekasi Barat JL. Melintang Kecil P. ASIA AFRIKA ng TIMUR Ci Biuk SATRIO STASIUN GELORA Ci Kapek K.8 polb ayu K. Pateloran Barat Skala 1 . CASABLANCA STASIUN MENTENG DALAM Tebet STASIUN TEBET STASIUN KAMPUNG MELAYU i Uta STASIUN PALAZA SENAYAN SYAFI'E Kranji K. Bungin ar bahb Muara Bungin KABUPATEN BEKASI Ci 36' 57' S. KWITANG HALTE PULO GADUNG K. Tiram buku K. Sebaru Kecil P. Tahang K. Asin I Muara Angke S. SISINGAMANGARAJA Ci JL. I I I_ ng h ran g an g I rang ran k _ ngko t uj ah Ci Goo ng ingk Pam Ci isan I Cibarusah I Ci Anggon g s Ci Boda g juan Ci Han Ci Hau r Ci Ket ing Ci Tangkurak t Bee Ci Ci Hoe Cariu Ci Gentis Ci Sero han Cintarasa Ci Kemba r Bee t Ci Baregbeg Ci Gulinga n Gam bir KE CIANJUR I Be ureum Ci Ci Barebeg I_ I K. RASU K. S Iri Pondokbitung SAID Ciledug 22 . Gosong Keroya P. Samp KEPULAUAN SERIBU BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL Tg. Besar P. Jatiuwung WADUK CIPONDOH K. Ci Jantra Ci Kolear I_ I Pasarminggu Baru K.0 K. Bam Ci Gem AL BAR Pasi g K. Angke JA I_ I taris dan i K. Galiansiman Muara Wetan P. Macan Kecil P. Sentio SAHAR I_ I JL. Pesanggrah B. I_ I Kebayoran Baru K. Kemiri Ci Ma nci ri Ci Rumpak K.9348129 mU 21' 24' 27' 30' 33' 36' 05°54'00'' LS 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 643953 mT 106°18'00'' BT 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 107°18'00'' BT 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S Tg. I GUSTI Buaran NGURAH RAI Klender Baru Rawa Besar Cakung ing STASIUN DARMALA SAKTI STASIUN KUNINGAN SENTRAL MINANG G RO Jatinegara JL. KEBON Dur Ci KOTA TANGERANG An gke TIMUR Tanah Abang BARAT SIRIH JL. Putri Barat P.400 Lt/dt) reum Beu Ci Angk _ I K. Kelor Barat P.CIKAMPEK K. Lay KABUPATEN BOGOR Ci Bino ng Ci Karang Ci Bolang p _I I Irate I K. KALI MALANG KOTA BEKASI Tambun KABUPATEN BEKASI K. Canti JL.290 Lt/dt) C Citeureup isan I_ ad _ I Ci S I Ci Beuteung Setu Jampang Setu Sigagu I_ I 30' I _ I _ I I I_ ingk I ang Pam Ci _ I Ci Durian Ci Luar PROPINSI BANTEN Ci Barangba ng I_ as Ci p I Ci reu Ci B e ng uteu Ke _ I Ci Omas Kemang Ci Jere Teu I Ci Ci Angke _ I I I PARUNGBADAK ATANG SANJAYA Cilebut gs i G. Sepa Timur P. Cengk K. Kait 48' A R A H A N S I S T E M T R A N S P O R TA S I 06°00' K. Burung Tg. JEND HALTE GELORA 13 Ba pak ARA ARA JO K. Mala ng Cibitung Rawa Palalangan Cikarang I_ Ci Kampek 3 e K.Gembong nkon 52' gsi ian ne Tg. Ci 06' Lon Kresek Ci gok K. Pal S. CARING JL. Baru I ne K. BEKASI BARAT JL. kareng K. Payung Besar K.4 K. Kelor Timur P. Sasakpan I I_ Pondok Terong I_ Bojonggede K. MH. Ge mb S. Kelapa Dua PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. Lem Terminal Pulo Gadung SI BEKA JL. Tawar K. Lancang Kecil P. Macan Besar (Matahari) P. e PRANOTO kut II PERIN HALTE TIS PEDONGKELAN RDEK I_ I SENEN Rawa Pondok Tangerang 9 LETJ EN. Bun S. Peranci s I_ I I_ K. S. Bira Kecil P. Peu Pa yae teuy Bantargebang I_ Liw ung as i Tar um I I_ I Ci Ci i Gro Serpong I_ K. Panjang Kecil P. Tahun 1997 3. GUNUNG K. Sekunder A OU ART Cikini I M BONJOL A HALTE M B ONJ EGORO O LJL. Blen cong Tarumajaya K. KH. Wetan nggi a S. JL. und Ibukota Propinsi Ibukota Kabupaten/kota 15' JL. Kramatjati Kali Bar u TIGARAKSA i Ci Situ Cihuni r Ci Ate r TANGERANG gra h INDAH Kali Sarua I_ I Ci Apus Kebayoran Lama PONDOK 19 K. Sugu Ci Jantu Ci Pinan I_ tun Jan Ci _ I I e Dua Ci Pang gan Situ Rawabesar ng Ci Sada Rawa Leungsir Ci I B.Cengkaren I_ I S. PANGERAN TOSARI Dukuhatas DIPON JL STASIUN DUKUH ATAS JL. K. I_ I ONGAN ONGAN JL. STASIUN KOMDAK PROF JL. JELAM gol Gro K. SALE JL. Burung K. Mampang JL. Kongsi Barat P. Tongkeng P. Angsana ang I_ Ci Ci a Lan gka p _ I I Ci. Tengah P. Pecah gin 40' P. Swasembada ngke K. DAAN MOGOT Kalideres K. BOGOR. CBL S. Kali Baru Jambe Ci Ci Buluh Bata Terminal Kampung Rambutan Ci 1 Lem I_ I I_ g Ci Odeng Kali K. Panggang P. Peta Dasar Rupabumi . Sepa Barat P. Pes HALTE BLOK M JL. S u nter II Salura 2 1 K. Rawa Jemblung Ci nggis Ma o Rawa Sadang on ngg Kal Situ Rancayuda I Ci Penj Bun Ci Keas K. Caring P Ci Puti I_ K.Jela Bam ne K. KEBAYORAN BAR U K. CBL Waduk Sunter K. Sekre JL. Sunter K. PRAPATA JL. K. Srengseng K. DR. G 2 Senen JL. Tegalkap Ci Mau k Pakuhaji K. Demang Ci I I I_ Situ Kangin Situ Tonjong Bojonggede I I_ empuhan Ci T ane _ I Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang Ang ke r Lua Cibinong reu NAROGONG\P(1. Astana Ci iki Cijeruk Ci Badak ara Asm angg ede 1725 Kan I _ G. Galia Dur da Ci Ci Sa Ci Tarum Muaragembong ulan P. Kra Seg ok atel T E L U K ma J A K A R T A K. CIDENG JL. Ciher SUDA Balaraja PROVINSI DKI JAKARTA HALTE MANGGA BESAR IVE SAHARI RSO ang e Ba euh MAKAL I_ I K. JEND Kali Sodetan s JL. Mati Ta rum P. LAKS Duri AMAN 9 HALTE SAWAH BESAR JL. K. Banjirkanal KRAMA I_ I STASIUN TANAH ABANG Pulogadung Cakung T RAYA 12 KETERANGAN : 12' . Melinjo P. Cakung P e s ang JL. Kendeng Ci Pagedo Ci Suka Ci Surup G. JL. Cipi n Ciputat Ci 18' Legok Ci Sab ik Baru TAMAN MINI INDONESIAINDAH 4 Situ Cibeureum I Ci Durian RAYA 1 aha ban ang Sad I_ Tanjung Barat Ir i I_ I Ci Langkap Ci. Tengah Jayanti Situ Rawacipondoh Bunderan H. Pasir I_ I JL. Bag Ci Tuis Teluknaga Muara Cikarang S. Tua Rajeg BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO . Tidung Kecil P. K. D. KH. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r S. K. Sebaru Besar P. Harapan P. Bekasi Ci Taru Ci Slatip m Apung Kali S. Tengah JL. Ba les ngan P. KALI MALANG K. THAMRIN K. Nyamplung P. Pondokcina K. Bute Sunda Kelapa Lew ang . Bantar CB L K. Cant HALTE MASJID AGUNG JL. Penjaliran Timur P. SUPRA JL. Sempit P. BEKASI. Kelin K. Peru am K. Kuburan Cina P. Bira Besar P. Yu Barat P. JEN STASIUN SAHARJO 23 Jatinegara Klender Saluran KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay 6 HALTE BENHILL N HALTE NKARET MA RMA DIR HALTE POLDA SUDI SU . Rawak atka rya U KABUPATEN KARAWANG edo t idang 06°00' S 06°00' S Ci Sad K. Damar Kecil S. Betingti 57' S. Gosonglayar 44' P. Irig Ci 03' asi g K.

Pisang Ci Biuk i Uta Ci Kapek K. Gegerbentang g Waduk Cirata na Ci Angsa ang Sada ne ran ong Ci Ma nde Ci Her 45' Ci Bolang tur Ci Gun Ci Gombong Nag ara Ci Ano m Ci Andam Ci Nagar a Ci Wa len Ci Balagung Ci Balagung Ci Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha lan g 48' Kuk ulu Ci g 51' Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Sok an Ci Lak u Ci Ci Peus Ci Laku ing Jat i 54' 57' Sumber: 1. Lancang Besar S. Bapak K. Tahun 1997 4. Ca K. Mandalawangi r 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' K. Come Senen Babelan n ng JAKARTA BARAT KOTA TANGERANG K. Tengah K. Pad Muar a Mauk Muara Cislatip s eleu Cil Ra Rara rab b ara Mu K. Rawak atka rya U KABUPATEN KARAWANG edo t idang 06°00' S 06°00' S K. Angke K. Bute Ta ru m Ci Rumpak Sunda Kelapa Lew ang . Banjirkan Ci ing K. Cant K. Kongsi Tengah P. DB. Tengah Cikini K. Gelon K. Sa el iga ng I K. ning K. Galia K. Baw ah Situ Cilodong 27' eureum Ci B Ci Pining Ci Setu Malangnengah Citayam a Citayam Situ Rawalo aha n g K. S Iri Pondokbitung Bekasi Barat Bekasi gas Cikupa K. Kru kut Ci euh KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Poris Kalideres Grogol K. Sentio KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay Kebayoran K.BKSP JABOTABEK 6. Baru 3 Ci Pandan K. Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah JABOTABEK Dep.0 a ru m Mau k Cabangbungin Ci Hera ng Ci Ma 3 km Ci 0 3 6 9 12 km Ci Leleus K. Ang k Setu Jampang Setu Jampang Situ Gedong Setu Batok Ci Beuteung isan 30' Setu Sigagu K. an Bug Be kas i Ci K. S asak pap a rab Ci Ra n Jatiuwung Jayanti Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT K. Gro gol DASCISADANE ne da Kebonjeruk taris Ibukota Propinsi 12' K. CBL K. Proyek Pengelolaan Sumber Air dan Pengendalian Banjir Ci Liwung . Karang Beras P. Harapan P. B KA Bam Sadan e areng Penjaringan Angke K. Angke K. Sekunder al Mampang K. Macan Besar (Matahari) P. S. Pa sa n Dan gde ur ng Pina K. Kemiri K.Bakosurtanal Tahun 2000 2.HATTA S.000 S. Astana Ci iki Cijeruk Ci Badak ara Asm angg ede 1725 Kan G. Boj ongk onen g K. Rambut Pulauuntungjawa 56' ulan P.000 Lt/dt) 33' a KABUPATEN PURWAKARTA Ci Om Ci Ja Jere Ci ng gel lo Sungai Ci Jurey as lang Ci Pasanggra up Ci Herang SUBDAS CIBEET CIPAMINGKIS Ci Pam ing kis g Ba len don han Be et Ci Sa Ci Beu reu m Ci Baturuyuk Ci at u ne da Cintarasa Ci Hide sal Ci Haneu leum Sukamakmur jaw ar Ci Sad eng ung Danau/Situ Ci Kemba Ci Waduk Jatiluhur r DAS CIKEAS. Tidung Besar S. Jati P Ci Situ Citatah au r in ing Car Rumpin Setu Lebakwangi K. ce Ci Man Angk Ci Pang e Dua u Ci D ne Ci Ci Ci Bun K. PESANGGRAHAN Jurangmangu Kali e Ci Jantra Ci Kolear Pasarminggu Baru Ci Pina ng K. Damar Kecil S. Hasil Rapat Tim Teknis BKTRN Tahun 2002 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . Bokor P. Pasir Situ Rawacipondoh Situ Rawacipondoh K. Angke Ci Sad Pondokranji etari K. K. Yu Timur S. Damar Besar P. Panjang Besar P. Opak Besar P. Opak Kecil Pulau Paniki 40' P. Tua an K. Cil Gondangdia asi K ng iwu I K. Rasm ggong i Ta Kali G rogo l Baru b DAS CIANGKE. Nyamplung P. Pateloran Timur P. KABUPATEN TANGERANG K. Sasakpan Situ Kadongdong Situ Cikaret Pondok Terong KABUPATEN LEBAK Ci Berang Situ Kibing Situ Citatah ng D Ci Bino Ci Setu Silala Ci Liwung Jasinga Setu Pagam Ci Guha Bojonggede K. Koba K. KETERANGAN : 09' K. BOGOR. Sunter Ci Langk Suwuk Ci K. Angke Ci Ayan ung Ci Jam bala K. BEKASI. Betingcerme 32' 32' S. Derowak ian Cisoka Ci Payaeun Sek ra Ci Dur Ci un K. Melintang Besar P. Karang Ci Hieum Ci Sero Ci J Ci Seyah Ci Baya wak KANAL TARUM BARAT\P (31. P Permatahijau Tanahabang Klender JAKARTA TIMUR Rawa Besar Cakung Kranji Bekasi Utara K. Pelangi P. Sab kareng K. Sunt er Jamb Laja Kali Baru T Ci K. S. Panjang Kecil 36' S.Gembong 52' Tg. Tengah P. Irig Ci 03' asi S. Pemagaran P. Talaga Ci Warin l Ci Gu ndu Ci Kalong Ci Her Ci Sodong Ci Parak Ci alih Kun Ci G. Bekasi Kedu kang an Kra Ci Ci Slatip ma T Apung as Kosambi K. Kuburan Cina P. Bira Besar P. Kongsi Timur P. Pantara Timur Ci Tarum Ci Tarum nggi Muara Bungin a S. Kotok Besar P. Gosonglayar 44' P. Kiuntang Ket ing Nambo Ci Ci Genti s Bee Kanal Ci Cadas Ci tuj ah Ci Tangkurak Ci Beet a Ci Pa an C Ci Par anje Rencana Kanal Ci Hoe Ci Pan gau r Ci Kaw ung Citeureup Ci Me rak Ci Bee Ci Hoe t 30' Ci Patujah Cariu Ci Gentis Waduk Rencana Waduk tis Ci Leun 734 gs i G. DA Ci Karang K. Ge Cileungsi aur g de Ci Palahl ar ng Stasiun Kereta Api 24' an rah Ci Picung Ci Kud TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Situ Cipicung Ci Tun lis ggi pa Man Ci Keas Ci Geuju g Ci Mar agu ng Ci Sud a Setu Tunggilis Ci Panyai Batas DAS ran Ci Beu teu ran g an g Ci Bare ngko k t uj ah Ci Goo ng ingk Ci Pam isan a Ka Ci s Ci Boda Cibarusah Ci Howe Ci Anggon g Arah Pasokan g juan Ci Han K. PU. i. Ci l i wu Durensawit Bekasi Timur K. Cili wung I II II Kemayoran K. Kapas P. Demang Ci e Situ Kangin Situ Tonjong Bojonggede Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang r Lua Cibinong reu NAROGONG\P (1. Pam Ci K. Kali Baru Ci Odeng Kali kut Liw Ci Beu reu m Serpong K. Cil K. S u nter II ria n k Ci Du Ci Waduk Sunter k K. CIANAM Ci Lejit aur Situ Rancayuda ar Gunungsindur K. Pulopi tI K. Kayuangin Melintang P. Sekr K. Blaca n Tg. Macan Gundul P. Sembi langan S. Bira Kecil P. Pramuka ong Ci T ar um P. Payung Besar K. Kobakrante Jatinegara Manggarai ur Cangkr K. Lay gr Ci Reundeu 27' s Ci Le u n g i ngke K. Penjaliran Barat S. Tongkeng P. Cideng Senen Pulogadung K. Sunter Barat Rawa Segaran K. Penjaliran Timur P. DT. Jamb Bekasi Selatan K. Pesanggrah B. Melintang Kecil P. ut ruk Kal da KOTA DEPOK Situ Peladen Situ Rawabesar Ci am K. Saluran Irigasi rogol li G Ka PONDOK CABE Kali Kali Ci Putat Situ Cipayung Lentengagung Kal Sau KE LEBAK k Duri an Ci Kal i S a r ua Ci Leungsi Ci Ked K. Sunter K. Lara Ci Teluk Cileleus K. Sepa Barat P. Burung Tg. Lancang Kecil P. Sepa Timur P. Sekre Ci Du ri a K. Mala K.290 Lt/dt) Ci Bodas un empuhan Ci T u ri DAS CIANGKE. Mati P. Jambe ahan esanggr K. Tikus P. Betingbesa P. Putri Barat P. Kruku 09' K. Baku n Ci Salura K. CIKARANG K. Kelin ci K. Ci liwung I Kali Sarua Kali Baru 1 i Ci Cayu Kali Mampang Cond eur i Panongan Sudimara K. Tua Koja Cis adn e Ba rat ang eng are Man K. ANCOL K. Kebayoran Baru 15' KOTA BEKASI ng kjara KABUPATEN BEKASI K. Lay KABUPATEN BOGOR Ci Karang Ci Bolang p Irate K. Peranci s K. Sugu Ci Jantu Ci Pinan B. Baru K.Muarakarang ukga Gar Tambelang g Ci drain e kasi keng K. Angke l go Gro K. Ayer P. Baru Situ Pasirmaung Situ Pasirmaung Ci Sad C Gunungputri Situ Tlajung ang Ci Sunte r Situ Pulo Ci Beureum Situ Baru Ci How e K. Sekre Tangerang ne taris K. Sad ang Cikarang g r an Ka Ci Ci eum Beur Ta ru m KE Batas Kecamatan KAR AWA NG u BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA u2 C et Ci Rarab Ci Barebeg Pagedangan CURUG BUMI SERPONG DAMAI Pondokgede Kal i Bar Pasarminggu Lemahabang reu Ci Beu m Sa lur Cilandak Ciater an Iri Pasarminggu et gas Be i Ta rum Uta ra Ci tan Ci Jalan Tol 18' Situ Cibeureum er Kal Sab ran Salu Ir i g Bantargebang Jalan Arteri Da nas Ci len gka i Gon aun g Ci gse ng Setu Bee t Jalan Kolektor uran Irigasi T Sal aru mB ara t Kali Reu nde u Ci i ngs Leu Rawa Burangkeng Rawa Ciantra Saluran Irigasi Tar um Bar at Bub Rawa Indah ur Jatisampurna 21' KE CIKAMPE K Ci pea ng Jalan Lain Jalan Kereta Api Serang li Suwuk Ka K. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r KABUPATEN BEKASI 57' um Ci Tar P.Cengkaren Ci Ra rab Rajeg S. Ulu Ci Apus Kebayoran Lama ng Cibitung Rawa Palalangan Ci Kampek Ci Sabik Kru Rara K. Asin SKALA 1 : 150. Gosong Pandan P. Angke lan Ci Le ma ha ba ng Parungpanjang Univ. Peran cis TANJUNG PRIOK K. Codet Ciledug Tebet a rum Tebet DAS CIPINANG SUNTER DAS CIPATUJAH. Tiram buku Ci K. Kayuangin Bira P. Nyamuk Te l u k N a g a Teluk Pulaucangkir S. Peta Daerah Aliran Sungai/DAS Bopunjur 3. buk I ri ceu an M ng uni NA ng K.4 K. Bagong K. Gosong Keroya P. Melinjo P. Klender Baru batu Cika rang Buaran K. Ba les Dur ngan P. Payung Kecil 48' P. Kelapa Dua PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. Srengseng Kru K. Kiam ang ngke K. Pa KAN Muara Karang Tanjungpriuk Bak ng ung K. Rengat P. A gka K. Hasil deliniasi peta aliran sungai Jabotabek 5. Bekasi Sepa Sau Ci Ci Ater Kali eum CiRara b Ci Beur Ci Bogo Cipina ng Pa yae 1 ang Ci Langkap Tanjung Barat Sad Ci. Jati Ci Sad ane ingk Ci Luar PROPINSI BANTEN Ci Ka lon g Ci Barangba ng as Ci Ci reu Ci B e ng uteu Ke p Ci Omas Kemang g ran Ci Ka Ci Jere Pam Teu Ci Ci Angke Bunar reum Ci Temp Ci Saru a Rancabungur uang PARUNGBADAK ATANG SANJAYA Beu an Ci Kiam Ci ng Ci Tem Ci Kasu Lutu ngka pur Cilebut ng Ci anggel Ci Ci Luar KE e Sadan Ci Keun Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN Ci Kani Ci Ante ki n un Ci Arute Ci Gen Kedunghalang DAS CIDURIAN Ci Asa h an Ci Ma nge nte m A pea Ci Cigudeg euh 33' SODONG\P (7.Jela g II iwun K. Opak Cilincing K. Kaliage Besar 06°00' Tg. CBL S. Galiansiman Muara Wetan P. Tahang K. Kait 48' ARAHAN SISTEM AIR BAKU DAN PENGENDALIAN BANJIR 06°00' nkon gsi K. Pantara Barat P. Gemp ok DAS CIKEAS.8 CAKUNG DRAIN K.9348129 mU 21' 24' 27' 30' 33' 36' 05°54'00'' LS 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 643953 mT 106°18'00'' BT 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 107°18'00'' BT 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S Tg. Lemo dul Ci Tung 1891 gul Ci anten Ci Man Pasirpogor Pamijahan Ci Aru ten Ci Caringin Sada ne 1030 G. CILEUNGSI Babakanmadang Ci Sero et Ci Baregbeg Ci Gaha Ci Jayanti 36' ang Her Ci Gulinga kgak n CIBEET Ci Rejeg Ci Ci Gam bir goro wek Rawagede kis s Ci Oma Ci Bada k DASCITARUM et g Ci Paming Ci ay Ci Paku Seus Pak anc ilan eupa n Ci Dadap a Ci Jamb an KE CIANJUR Ci 39' Ci Ci Ampe a Mah Lem ber Ci Ci Anten i Ci Apu s Liw ung Ci Beet ay Ci Ci Be Cisarua ng et Ci Tateu n Awi Ci Lul gira ngn eng ump ang dung Ci Sar ua Ci An Ci Samp 42' gin KABUPATEN CIANJUR Ci Walen Ci Gun dul Ci eteg Ker Ci Jam be ay Ci Surian Ci Nangsi Ci Kundul Ci Mang gu Ci Maleber Ci Pagedo gan Ci Suka birus a Ci Pendaw Ci Nangsi Ci Gagak Na gar a eng Ci Maung Ci Tapen Ci Ci He G. Mandung ang Cakung Matraman Kedung Waringin Ibukota Kabupaten/kota ah son er BP 5 Ci Tarum Jatinegara Saluran K. Panggang P. Ciliw Ci Ran gon e ung uk Ci Kakalen K. J A K A R T A K. Pond Seg ok atel T E L U K K.Glatik 48' 106°54' T K. Tonjong K. Jambu K. Kelor Timur P.Ci Sadane 7. Bungin ar bahb esar P. Karang Congkak P. Tangsi Cipondoh ga K. Angsana Ci a Lan Kum K. Kayuanginputri P. Uluh anwir K. Pancasila Situ Cileduk Ci Keas kut i Kru Kal Setu Babakan Ci Ka rang Ci Kadu Ci Ci Lemahaban g da ap Ca ke Ci Ra ra b g un unge Ci Buluh Ci Ci Karang Bar at Ci WADUK LIMO un g as i Tar um Le ma ha ba ng Jambe Ci Bata kut Ci Ci Pegadunga i Jant 21' aeu Ci Ci Pining n Pay Ci Ci Am Mat uk Ci Cinere an DAS CILIWUNG Setu Arman r imu e K. Krendang krant olbay T RA RENCANA BANJIR KANAL TIMUR ol Grog ung I K. Salak Ci Anten Ci Badak Ci Leungsir G. Sunter DAS CIKUPA Ci Lon gok Sal ura K. Daha CI LIWUNG\P 3. Lipan P. Karangkeling S. 250. Semut Kecil P. Sun t Jatisari Ci Bitung Be ureum Ci K. Banjirkanal K. Kayuangin (Genteng) P. ik Serpong Peu i Kru Ci teuy i an Dur Ciputat Ci 18' Legok Ci Baru Rawabuntu TAMAN MINI INDONESIAINDAH K.400 Lt/dt) reum Beu Ci Baren Ci Jantun Ci K.A sar Ci Ta rum polb ayu ng K. Bengkok Ci Sono G. Pi na p K. Kongsi Barat P. Teriti K. Sunt er K. dan lian Bam AL BAR Pasi g K. Semut Besar P. Depok Baru Pe sa Telaga Subur g Cimanggis Situ Rawakalong Pancoranmas Depok 1 Ci ng Ca ri ngke K. Kelor Barat P. K. Rangg D. Buntu Timur rahan angg rang K. Ko ja unter ng u K. Indonesia un Kali Egram Kali Baru 2 K. Pari P. e ngkalan K. Kaliage Kecil P. Bar Kramatjati Kali TIGARAKSA Ci Raj eun Situ Cihuni Situ Cihuni r Ci Ate r K. Pecah gin 40' P. P es ng Sa iluman ang lur d K. PUNCAK DAN CIANJUR P. Canti 12' Karet Palmerah Menteng Dukuhatas Sa K. Gaga Ci ere 1430 Ci Langg ar Ci Leungsir 1182 Ci Ga reh Ci Bogo 2044 Ci Kany Ci Bant G. Cika K.TANGERANG. Karya P. Jagung P. Bag Ci Tuis Teluknaga Asin Ci S. Baru Situ Sawangan Ci How e Ci nda ng treng Peru tun Jan gan DAS CIKUPA a dan Ci Cen Situ Cekdam Situ Cekdam Ci Ma n u ri rcieu ang Ci Ci 24' Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Kotok Kecil P. Irigasi P. Jikin K.740 Lt/dt) Ci Bun Ci Apus eW et a n 625 Ke as Ci Ci Kup Ci Hoe ed Ci G Ciampea Setu Burung Setu Gede Ci u de K Ge Bad ak Ci Ci Ci Taringul Semplak Ci Miis Sur Situ Cigudeg ung Ci gbu Sinda G. CILEUNGSI K. Konteng uk Ci Muara Angke S. Ciher Balaraja PROVINSI DKI JAKARTA Duri K. Pluit K. Wetan S. Enggr tat Ci Laja Ci Pining Ci Pin ang an Sa Ci Ci Keas i Ulu gkok i ng Jele g t am u Ci K. Bantar CB L K. ng h ra Ci Bentang K. An gke Gambir K. Kendeng Ci Surup 1511 Ci Mande G. Pru Beji Ci. S. Yu Barat P. Teras Ma ti S. Besar P. Sun ter g ban K. Ci Kali Sodetan ka Sasa Kal i Pesang grahan Ci Manc K. Pasir 52' P. Cipu g K. Karang P. Cikaran K. Macan Kecil P. Pal S. Ga Muara Cikarang Ci Karan g K. Cipacet Ci Tami ang Ci Tamiang Ci Hera Ci Gado r Leu Ci Anju tik g Ci Gadog Ci Serpo ng Ci e Ci Beureu m en gar gu Ci Sun PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Ci Jurang Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci Bin ong Ci Sarua Gede Ci Ci Anjur gung Heu Tiri r La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n Kam Ci Bala lan g undi ng 48' Cianjur Leutik Ci Soka KABUPATEN SUKABUMI Ci Ci Bala Emb n Ci Sarandi 54' 54' 643616 mT 106°18'00'' BT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' Ci Kondang UMI KE SUKAB ng Beu beu G. Gemb Sukatani ro Sa da Ibukota Negara an ng pisan Ci i K. Tegalkap Pakuhaji K. Bulanb KE TIR TAY ASA r gki can lau Pu ara Mu ara Mu ntar Cilo ian Ci Sada S. Situ Manceuri uk Ci Care h a n Parung in Sukmajaya Situ Jatijajar ng Ci Jelet r e ng Ci Ci Bera Ci Be Jeng ir Ci Pi nan g K. Bek K. an e Kali kut si K. PESANGGRAHAN K. Burung Ci Tarum Muaragembong rian Mua ra Cidu ne 56' P. Semak Daun 44' P. Jukung P. Tawar K.Jeletreng unge Kali Kruk Jant Ci ng Ci mpu Pondokcina K. Blen cong Tarumajaya Cik Ci Gem K. Genteng Kecil P. Sempit P. Kambang Egram Ci Mat Ci Conteng Ci Man ceur uk g Cisauk K. Pembu WADUK CIPONDOH .8 ar Waduk Pluit g K. Ancol Tanjungpriok KABUPATEN BEKASI Pebayuran on Baku ng K. A Jonggol Ci Ci D Ci gau r Hau r pa t D. Cakung Tenjo Ci Lalay Ci Bunar Sa Univ. Ulu Kud a ut Pu tat Rawa Gede Rawa Jemblung Rawa Sadang on Ra ngg Rawa Sadang Rawa Sadang ang Ci Ma hab Ci Rawa Taman Be et ri Le un g s Ci Sada ng Ci Ge lam Ci Ka Rawa Leungsir Rawa Leungsir Ci Kar Ci Paming kis K. Kempul 1092 Danau Lido Danau Lido Ci 45' G. Bulat P. Bun S. KARIAN\P (5. Sadang L iw un K. mpu ng K. Masigit ased a Ci Pur Ci Ci Sa da ne Ci Pa las ari Ci Lal Ci Katomas 840 Ci Na ggu Ci Asma ra Ci Saat gku San Ci Ci Ci Megamen Ci Bunian ea Ci Muhara Ci Gam Ke reteg DAS CILIWUNG Ci Kereteg Ci Malang ten Ci Duri an Ku luw un g Ci Palasar i Ci Pur 1204 wab akti Ci Man de 42' G. Genteng Besar P. Taha K. Semut P. Cina P. Brengk L BA Benda Ci Longo n Ind Kalideres JAKARTA UTARA D. Cengk K. Peta Sungai dan Situ . Ge mb S.000 06' K. Hambalang Ci ian Tanahsareal Hi ngbarang Ci N Ci deu ng An a e er Ci H ten g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki Ci Ci Keu Asa han Bogor Utara Ci Teure Ka n Cibungbulang Leuwiliang ng Ci Omas Ci Bogor Barat Ci Sin dan gba Ci Sa t u Dramaga Hil ir ro Ci ran g Han Ci Jurey Ci H am bo along ak KOTA BOGOR Ci Keas n Ci Rawak Ci Bad n ur i a Ci D Liwu Setu Leutik Ci Keruh Ci Be Bogor Tengah Bogor Nanggung Ci Beber Ci Sarante Ci Hideung Ci Kaniki Ci Am CIDURIAN CIDURIAN pea 36' Ci Apus Sukmajaya Sukaraja n Ci Madang Ci Ant a en Ci 932 Ci Berang G.830 Lt/dt Bogor Timur ngah Pene Ci ang Ci Garu gur Ci Dur i Ci Herang Ci Bada ng Gadu Ci Pinanggading Ci Ci Dul Ci Letuh Ci Sero Ci Mang k Ci Karet Ci Teureup Ciomas Liw Ci Keas Ci Ci Berang Ci en Ear Ci Jambu Ci Letu h un g ah Pan Ci Keas ng Arut Ci n inte Ci Ci Bung en eng Be bulan Ci San Ci Hide ung CIBURIAL/SALAK Bogor Selatan Ci Dur ian Ant Ci Ci Kaniki Ci Ci Ci Letuh Kir Ci C Ci Patat Apu iK Ci ulu DASCISADANE CI Hide s Gadog Ci Letuh Ci Beureum ng wu Ci Sarua ing Ci Kaniki ding ngga Ci Game 39' 937 Tamansari ung Ciawi ung Megamendung Ci B. Batu Ci 2211 ana Ci Angs 1375 an G. Tidung Kecil P. Jeletren Ater Ang Ci Kru Ci Jantung ne Pamulang K. Sun ter Ci Penj o Ci Sadang K. Ci Ci Ci Hauk Kronjo 03' an Terus an Apun g Keta Kra ma t 106°30' T 36' 42' pang Tg. Karang Bongkok P. Gaa 28' 28' P. TANJUNG Ci uba K. Papatheo P. Caring P Ci Puti ng K. Ba ru 4 PA S I R K O P O Setu Ci Kum jang Ci Liwung h Ci Pan Tata Reun Ci Cibinong Ci Landak deu ur i a n Ka rang Putatnutug Iwul o Ci Bog Ci Ci Keas Ci K. Perak P. Pateloran Barat Skala 1 . Be kas i k K. DEPOK. K 3 nggis Ma Ci Keas Ci Pang B. Be K. Betingti 57' S. P K. Sebaru Kecil P. SA. Samp KEPULAUAN SERIBU BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL Tg. Laki P. Cak ung Ci Binong Bata K. Tahang Kali He ran g K. Sekati P. Nawan Sukadiri Mauk Ci Pasili bah K. Ba pak ng und Batas Propinsi Batas Kabupaten 15' s Curug Tambun nter Su K. Ka rat an 06' Lon Kresek Ci gok K. Baru Cawang tI uku K. S Ci Sa Ci Her AT Beto k Sepatan BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO . GENTENG Pina Ci Liw Pam Ci Pu Ci Esek kis ras eda Ci Her Ci Rangra ang G. Wetan S. Lem K. Peta Dasar Rupabumi . Swasembada K. JAKARTA SELATAN Duren Kalibata Mala K. Sebaru Besar P. Kelapa P. Sod etan K. Sekunder Ci Kali nciri K. Ceng Pasarkemis KE SERANG Rawa Pondok Ci Lowong Ci Soge Batuceper K.

KALI MALANG KOTA BEKASI B1 KABUPATEN BEKASI K.I JL. Sekati P. Angk Situ Cekdam B4/HP a dan Cen Ci Ci Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Bulat P. Ma ti Muaragembong S. Hambalang Ci ian Tanahsareal I m A pea Ci e I _ I _ I Ci I Ci Kasu ngka B4/HP Ci Kaw ung B4 B4 Ci J Ci Seyah I Ci Kiam B4 Ci Ja Ci I Hi ngbarang Ci N e g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki _ I Ci Ci Keu Asa han I_ I B3 reu m C ne ada iS Ci Teure up Ci Herang Ka n I_ I I_ Cibungbulang Leuwiliang Ci Baturuyuk I er Ci H ten B2 Bogor Utara B4 Ci Ci Omas _ I Ci deu ng An a B1 at u Ci Jurey Ci I I_ I Setu Leutik _ I kis rian Du Ci B4 I Bogor Barat Ci Sin dan gba Sukamakmur jaw Ci Han ar g Ba len don Ci Hide ung Sa t u I_ I ro I_ I I_ I Dramaga I_ I I_ I I_ Ci Jurey I Ci H am bo I_ I I_ I I_ I I_ I_ I I_ I I Ci Keruh along B2 B4/HP 36' I KOTA BOGOR Ci Keas B4 B4 Ci Sero Bad Bogor I I_ I _ I Nanggung n Ci Beber ak I I_ I TWA I I_ B4 Ci Rawak Ci I_ I_ Ci Sarante Ci Hideung Ci Apus Ci Kaniki I B2 I_ pea I Am CIDURIAN I_ I I_ _ I I_ Sukaraja I I_ I I Ci Jayanti B4 B4/HP ang Her B4 Ci Karet kgak I I B4 B3 Babakanmadang _ I Sukmajaya Ci I B4/HP an Ci _ I I en Ci Madang Ci Berang k B4/HP B4 gur _ I B4 B4 N2 Ci Berang Ci Du G. grahan Palmerah JL. Cakung an Ci M ce Sudimara BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA C Ci Kampek 3 e K. Penjaliran Timur P. Samp KEPULAUAN SERIBU 28' P. Ulu Ci K. Pad atka rya P5 P5 Teluk Pulaucangkir P2 Te l u k N a g a P2 B6 N1 P5 B6 06°00' S P. Kelapa P. Perdagangan dan Jasa c.Bakosurtanal tahun 2000 Hasil Rapat Tim Sektoral. Taha ne K. DEPOK. Jati Pam _ I Ci Durian PROPINSI BANTEN B4/HP Ci Barangba ng I B4 B4 as p I Ci reu Ci B e ng uteu Ke _ I Ci Omas B4/HP Ci Kemang Ci Jere I_ Teu B4 Ci Temp Ci Saru a I Ci Ci Angke _ I _ I I I PARUNGBADAK B4 ATANG SANJAYA Cilebut _ I reum _ I Beu Ci pur ng ng Lutu Ci B4/HP Cigudeg Ci Kani anggel Ci Luar Ci Gen Ci Sadan Setu Burung Ci Apus _ I KE I I_ I I_ I I_ I B2 Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN un Ci Arute B4/HP Ciampea Kedunghalang B4 Ci Baya wak Kup I ki _ I I n I_ Ci Ante n B4 I ria Ci I_ _ I Du Tem Ci Hoe ed Ci G a _ I Ci Asa h an 33' Ci Ma nge SODONG\P (7. RT A OU Rencana Terminal Rawa Buaya Grogol JL. Terminal Kampung Melayu Sek ra 23 Jatinegara Klender Saluran KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay 6 B4 und HALTE GELORA 13 Ba pak ARA ARA JO K. PEJOMP JL.0 Apung B5 Ci Slatip B2 Kali S. intrusiair laut. Galia gsi Tg. Pateloran Barat Skala 1 . KP. Peternakan Agroindustri. WALTER MONGINSIDI 2 JL. Codet Ciledug STASIUN KUSUMA STASIUN CANDRA SCBD STASIUN STRIA MANDALA 5 Tebet 5 a 14 rum STASIUN CASABLANCA JL. Bag edo t K. Sekr ane JL. Talaga l Gu ndu 1725 Ci Kalong I ten Ku luw un alih B2 Ci Kereteg Ci Parak B1 B3 G. HAYAM A YOS KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Ci Sa MADA JL. K.000 B2 Kemiri Ci Ma nci ri P4 N1 K. CB L Ci Rumpak Gunung Kaler Kresek 06' B5 B6 P2 P5 TANJUNG PRIOK Sunda Kelapa P3 B2 I I_ S. Kiuntang K. K. Perikanan. Perumahan Hunian Rendah b. Betingcerme 32' 32' S. Pari P. 6 5 HALTE BENHILL RMA . Wetan S. JATI JL. Peu B4 B2 B4 Kal ban I_ I I_ g 1 aha kut Ci B3 Ci Pegadunga B2 ang Sad Ci. Kempul ran I Ci Sono G. Cina P. Pemagaran P. KARIAN\P (5. Baplan Kehutanan tahun 2007 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . Karya P. Tidak diperkenankan bagi kegiatan budidaya b. A JAKA RT Ci Soge Ci Lowong B2 Ci Rarab Tangerang 15 G RAYA 15 HALTE ian JL. CILEDUG RAYA 11 STASIUN GRAND MELIA ang B2 lur I_ I el iga K. Uluh anwir Ci GATO T SUBR OTO JL. Teriti K. SURYO K. Tengah P. Cil iwu Terminal Pulo Gadung Batas Kawasan Jalan Tol B5 12' ng SI BEKA JL. Angke B4 B2 Ci Langk Suwuk B4 Situ Cileduk Univ. Rasm ggong HALTE BUNDERAN SENAYAN m i Ta K. Man JL. laut dan lereng terjal f. Demang Ci I I_ Situ Kangin Situ Tonjong I I_ B1 Bojonggede empuhan Ci T ane _ I Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang r Lua NAROGONG\P(1. Sentio SAHAR I_ I STASIUN SAHARJO JL. Sekunder JAK WADUK CIPONDOH Cipondoh ga PRAM K. CIANAM Ci Lejit aur I DEPOK B1 _ I Ci ng mpu K. Bekas K. G 2 Senen JL. Cika PRAPATAN Pondokranji Duren Kalibata 3 K. Gunungputri Situ Tlajung K. B4 Gro gol I B4 K. ANCOL B1 Tanjungpriok K. 06°00' S La B4 r n an g a pang Tg. MARGONO DJOJOHADI KUSUMO K. p Pin gka K. Perumahan Hunian padat (Perkotaan) b. Banjirkan STASIUN PEJOMPONGAN 6 al Mampang JL. Pembu UKA JL. Perumahan Hunian Rendah dengan KZB maksimum 40 persen b. Angke taris etan Terminal Grogol JL. Cipi n Ciputat Ci 18' Legok Ci Sab ik Baru B3 B4 B4 Rawabuntu a ng Terminal Lebak Bulus Warung Jati TAMAN MINI INDONESIAINDAH 4 Serpong B3 B1 Jatisari Situ Cibeureum I Ci Durian RAYA teuy JL. Bapak TE JL. SALE JAKARTA OUTER RING ROAD I_ I MANSYUR K. Industri ringan non polutan dan berorientasi pasar Ci Genti s I I rak I B-2 30' a. Tidung Besar 48' P. Rawa Gede Rawa Jemblung Ci nggis Ma Ci Penj o Bun B4 Ci Ci Keas ar B2 B1 Ci B2 Situ Sawangan B4 B3 _I I_ KOTA DEPOK Situ Peladen Situ Rawabesar Depok Baru am K. Ibukota Negara B5 K. Baru I_ I Muara Karang Tanjungpriuk B1 P3 Waduk Pluit B1 I_ I I I_ I I_ Ci Sada ngkalan K. Sebaru Besar P. Krukut B4 I Ci Sadang B2 Rawa Sadang on ngg Kal I_ Gunungsindur _ I Ci I I Situ Rancayuda B4 B4 K.000 Lt/dt) tis a. Buntu rahan angg Terminal Blok M Kru rang K. PARM AN JL. P eng are K. K. JL. Sunter K. Macan Gundul P. Come ng I_ I SENEN Rawa Pondok 9 LETJ EN. Kruku 24 Sal ura Cis adn rat krant olbay I e Koja B1 09' Batas Propinsi Batas Kabupaten K. I Ci Pang Ci Sada ng Ci Rawa Leungsir Ci I I_ B1 Pancoranmas Cileungsi I ang I_ K. Sunter I_ I I_ I _ I I _ I B1 K. flora dan fauna d. Koba K. Mati P. PS. PUNCAK DAN CIANJUR P. Pal Bute . Yu Timur S. Opak Besar P. 3. TRUNOJOYO JL. Karang P.Jeletreng B3 B4 K. KH. Riset g ng e I an rah B2 Ci Beet I pa I Ci Man uk I Ci I_ I ng Sud a I HUTAN KONSERVASI/ CAGAR ALAM/ TAMAN NASIONAL/ TAMAN WISATA ALAM/ SUAKAMARGASATWA /BUDAYA/ PENINGGALAN SEJARAH Ci Beu teu a I 27' KODE ZONA B-1 ARAHAN PEMANFAATAN gr Ci gau r pa I a. Teras P2 B4/HP les S. Pond P2 S. MT. kareng K. Konteng uk KETERANGAN : 06' K. Kelin K. Kongsi Timur P. Besar P. Cikaran Cilincing Angke Jalur Bus Prioritas Rencana Jalur Angkutan Massal buk ng uni I ng Benda Kalideres 2 JAKARTA UTARA Rawa Segaran K. Kendeng Ci Suka Ci Surup B4 B4 Ci Langg ar G. Melinjo P. DR. Pertanian / Ladang B-4 Be et Om as Ci Beu a. PINTU I_ I Ci Sada Ci Lon gok B2 2 1 K. Karang Beras Ci Tarum Ci Tarum P1 06°00' Tg. Perumahan Hunian Rendah (Intensitas Lahan Terbangun Rendah Dengan Rekayasa Teknis) Ci Keun euh KABUPATEN PURWAKARTA 33' Ci Ci Ci ng gel Ci nte ung lo Bun lang b. SULTAN ISKANDARSYAH Ci I_ I Ci Liwung Jurangmangu 18 Terminal Cililitan 4 TOL JAKARTA . Industri berorientasi tenaga kerja I Ci Ka lon g I I Ci B-3 KANAL TARUM BARAT\P (31. Angke SARTIK 15' 2 JL.HATTA K. Gosonglayar 44' P. Genteng Besar P. Hutan Bakau I_ I I li Suwuk Ka I_ I Ci I Be et Ci Pu tat I I Ci ria n aur Ka nda Ci I I I B2 Ci Paming kis I Peru mpu N-2 24' Ci Jantun ng Kar K. Pulopi DR. JA I_ I B5 i K. TUBUN KS. B1 B1 K. Karangkeling S. SULTAN STASIUN AGUNG SETIA BUDI UTARA HALTE SETIA BUDI Terminal Manggarai K. Putri Barat P. S asak pap a STASIUN TAMAN ANGGREK JL. Ci Jantra Ci Kolear I_ I B2 Pasarminggu Baru K. PERIN HALTE TIS PEDONGKELAN RDEK Kanal Babelan n K. Pemanfaatan ruangnya harus disetujui oleh Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional B-7 ten ua a. HALTE PS. HASYIM ASHARI HALTE HARMONI JL. BEKASI. Opak Ancol KABUPATEN BEKASI Pebayuran Ci Ta rum Ibukota Propinsi Ibukota Kabupaten/kota on Baku ng K. Nawan B4 S. Lancang Besar P1 56' P. SISINGAMANGARAJA Ci JL. Kobakrante JL. 4. RASU K. B4 I I_ ng h ran g an g I B4 B1 B1 I I I B4 I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I B1 B2 I I Setu Tunggilis I Ci Panyai rang ran k _ ngko t uj ah Ci Goo ng ingk Ci Pam isan I Cibarusah I Ci Anggon g s Ci Boda g juan Ci Han Ci Hau r B4 et Ci Be ing Ci Tangkurak B2 Ci Me t Bee Ci Ci Hoe Cariu Ci Gentis Ci Sero han Cintarasa Ci Kemba r B4 t Ci Baregbeg Bee Ci Gulinga n Gam bir KE CIANJUR I Be ureum Ci Ci Barebeg I_ I K. pencemaran dan kerusakan dari laut Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona N1 dan Zona P5 Zona P3 48' Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mendukung zona dengan intensitas penfaatan tinggi dan tingkat aksesibilitas tinggi Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona B1 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang menpunyai daya dukung lingkungan rendah Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona B2 dan B4 ulu Zona P4 Ci g 51' Zona P5 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk mencegah abrasi. S u nter II K. Rambut Pulauuntungjawa P.000 . CBL S. Daya dukung lingkungan rendah. PANGERAN DIPON EGORO Terminal Rawa Mangun I 1 JL. Jagung P. Cant HALTE MASJID AGUNG JL. Pondokcina _ I _ I Pru Beji K. Tonjong K. Damar Besar P.Jela B5 n Ci Salura Bam ne K. Bun S. Cil JL. 5. Caring P Ci Puti I_ K. Jukung P. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r 57' B4 Ci 36' S. Lay _ I B4 I_ I I Baw ah I B4 Ci ung I in ing Car _ Rumpin Situ Cilodong B3 B4 I_ P Ci Situ Citatah B4 K. Pisang STASIUN KOMDAK PROF JL. Kiam sar Rencana Jalan Kereta Api Rencana Jalan Arteri Bam Ci Gem B1 ngke K.830 Lt/dt Ci _ I Ci Teureup I Ci ng _ I Bogor Timur ngah Pene Ci ang B4/HP Dul Bada Gadu Ci Pinanggading Liw Ci Keas I Ci Ci en Arut n inte ung Rawagede ah Pan Ci Keas ng Ci Rangra Ci Ci Bung en bulan Ant Ci Dur ang Ci B4 B4 39' B1 Ci Ci Paming B4 B4 B4 B4 Ci Kaniki Ci Her Bogor Selatan s Apu B4 I _ I B4 Ci Patat ian Ci CIBURIAL eng San Ci Hide B4 Ci B4 B4 B4 Ci Bada kis B4 I Ci Oma B4 k _ I Ear Ci Jambu B4/HP Ci Letu h ung B4 CIBEET Ci _ I Ci B4/HP s Ci Ci Rejeg I Ci Letuh Ci Sero Ci Mang I B4 Ci Letuh iK Ci eupa anc Gadog Ci Liwun g Ci Letuh Ci Beureum Ci Sarua ing Pu Ci Esek kis ras I _ I B4 Ci B4 B4 Hide ding Ci Kaniki ngga ung I Ci Game 937 Ciawi Ci _ I Tamansari Pina Megamendung Ci Pam ng wu eda B3 B. Derowak DR. Sepa Timur P. N1 Ci Ci Tuis Asin Ci Ci Hauk B6 Keta Kra ma t B5 Ci 106°30' T 36' 42' 48' 106°54' T K. Daya dukung lingkungan rendah Sa da ne Ci Lem a s eng Ci ump ang Ci Tateu n c. Angke B4 K. Baru I_ I uku K. JL. Sad ang Kru kut 7 ka si B1 Ci Tar um I KE et Pondokgede I_ I B2 I_ BUMI SERPONG DAMAI 1 Ci eum Beur KAR AWA NG i Bar Lemahabang t Sa lur an I Iri gas B4 tan Ci Bee i Ta rum Uta ra Ci ARAHAN PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG I_ I KODE ZONA 18' NAMA ZONNING I_ Kal i Kru un I N-1 LINDUNG Ci Be et a.4 K. Melintang Besar P. K. retensi air intrusiair laut. Burung Tg. Bira Kecil P. SUPRA JL. DAAN MOGOT SATRIA Ci B1 dan e Batuceper WURUK JL. Astana iki Kan Ci Badak B4 I _ Cijeruk Caringin ne Sada C A G. Ci Liw ung Baru 3 Rawa Sadang ang Ma hab Rawa Taman Ra Ci Pining _ I gkok _ Ci ng I i I_ ng K. Sunter Ci Bunar Setu Ci Ka ran g I I_ B3 K.TANGERANG. Wisata Alam c. Sembi K. Kayuangin (Genteng) P. Nyamuk B6 N1 TIR TAY ASA Ci Durian r gki can lau Pu ara Mu P2 Mu P5 ntar Cilo ara S. Mandalawangi _ I I_ I I_ Ci I Kam PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci B4 Bin ong I_ I B3 Kuk Ci Sarua Gede Tiri r Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku Ci Peus Ci Laku ing Ci Sarandi Ci Kondang 54' 54' 643616 mT 106°18'00'' BT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' I lan I_ g Ci Balagung I ang a Ci I_ Ci Nagar Ci Wa len Ci Gombong Ci Andam I T N Ci Ano m _ I N2 T N tur Gun B4/HP Ci I Ci Bolang _ I G. Tikus P. DAAN MOGOT Kalideres IVE PROVINSI DKI JAKARTA HALTE MANGGA BESAR RSO K. Boj ongk K. Bengkok B3 I I B3 HL 45' N2 B4 Ci Tami Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha r I_ I Ci Tamiang Ci Hera Ci Ci Gado r Leu Ci Anju tik ng I I Ci Sun B1 Ci Anjur Ci Bala gung lan Ci Heu g Ci Jurang undi ng 48' Cianjur Leutik I_ I I_ m en gar gu Ci Ci Beureu Soka KABUPATEN SUKABUMI N1 Ci Bala Ci Emb I_ e n UMI KE SUKAB ng Beu B3 g Ci Gadog Ci Serpo beu G. GATO Permatahijau KABAU STASIUN PALMERAH Tanahabang T SUBR OTO STASIUN MENARA BATAVIA JL. Angke drain I_ I areng keng K. Bira Besar P. Ge mb S. Cipu B4 K. Sab K. Sunter I_ I Ci Ci ke i Gro Rar ab Serpong I_ K. Irigasi S. Sunter Barat Ci Tarum K. Kelor Timur P. BOGOR. Jamb 1 Bekasi Selatan K. K. Perumahan Hunian Rendah dengan KZB maksimum 50 persen b. T E L U K Kra ma J A K A R T A N1 ok B7 K. K. Peta Dasar Rupabumi Skala 1 :25.Cengkaren I_ I S. Pertanian lahan basah (Irigasi Teknis) Ci Dadap Ci C Seus Pak Paku ilan CI a 39' B-6 a. JL. Cipacet I _ I 1092 Danau Lido Ci I B3 N2 B2 _ Ci Durian I gul ete Ker 1891 N2 B4 B4 B4 Ci KABUPATEN CIANJUR N1 B4 Ci Angs ana B4 1375 G. An gke TIMUR Tanah Abang BARAT SIRIH JL. Hutan sepadan sungai.400 Lt/dt) reum Beu Ci B2 _ I Ci Ma n ri ceu e Dua Angk K. GENTENG I ulu _ I B4 n Ci B4 an _ I G. JUANDA JL. KALI MALANG Sa JL. Kayuanginputri P. Pateloran Timur P. Sunter Jele g t am u B2 tun Jan Ci gan How e Ge lam Ci Ci B3 B4 Le un g s treng Ci Baren Ci Pinan K. Kotok Besar P. JEND JL. Masigit B4 a ased Ci Pur Ci Ci Jamb Ci Ampe Ci Ci Katomas B4 B4 840 Ci Na Ci Asma ra B4 Ci Saat I ung Ci B3 B4 San Ci Megamen I_ gku Ci B4 B4 B4 Ci Malang B4/HP N1 N1 B4 B3 dul Ci Kun Ci Muhara Ci anten B4 B4 B4 B4 Ci Man Pasirpogor Ci Pamijahan Ci Aru Kere teg B3 B4 B3 B4 Ci Sar Cisarua dung gira Lul ngn I ggu _ I B1 ng B3 B4 B4 N1 B3 Ci Bunian Ci Gam ea I_ I B1 B4 Ci Ci Tung Ci Ci B4/HP B4 N1 B3 B3 B4 Pur g 1204 wab Ci Palasar B4 Ci Sodong i akti N2 Ci Asm ara Ci Man de B3 Ci Her angg ede I I_ 42' G. Kelor Barat P. Daha Ci Ant B4/HP B4/HP 932 B4 Ci Herang Ci Garu I ri Ciomas CI LIWUNG\P3. Angke Ci B4 I_ I eureum Ci B Ci Pining Situ Rawalo K. Tua Rajeg BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO . Gosong Keroya P.21' 24' 27' 30' 9348129 mU 05°54'00'' LS 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 643953 mT 106°18'00'' BT P1 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S 107°18'00'' BT Tg. Cideng HALTE BI U I_ I BAR Kebonjeruk taris 12 STASIUN TANAH ABANG N JL. IR. Genteng Kecil P. Jambu K. CEMPAKA PUTIH HALTE HALTE GALUR RAWA SELATAN Batas Kecamatan g ban K. Pecah PETA STRUKTUR DAN POLA RUANG 06°00' S. Poris K. PROK LAMAS T RAYA HALTE SARINAH Pulogadung Cakung Jalan Arteri Jalan Kolektor Rencana Kanal Waduk Rencana Waduk Sungai Danau/Situ Pusat Kegiatan Nasional MBA Matraman AN HALTE DUKUH ATAS Kedung Waringin MAS MATRAM JEND K. Jikin K. Batu TWA Ci Samp Ci B4 2211 Ci Ci Walen dul Ci Gun Ci Surian eteg Ker I I_ ay I I _I an G. Tegalkap Pakuhaji B6 P5 K. Tahang B4/HP Seg atel Ci 03' Irig asi He ran B4 g 3 km Ci Taru m 0 3 6 9 12 km KABUPATEN TANGERANG Kali Kedu kang K.7/HP Ci Nangsi Ci Kundul Ci Maleber Zona B7 yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Produksi Tetap atau Hutan Produksi Terbatas sesuai Peraturan Perundang-undangan birus eng Waduk Cirata na Ci Angsa Ci He Zona P1 45' Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk mencegah abrasi. K. KWITANG HALTE PULO GADUNG K. Blaca n P2 ne da Sa P5 Tg. Bulanb KE N1 B6 B6 56' ulan P5 S. Mandung ang B2 A OU ART TER I_ I JL. Karang Bongkok P. KH. Gaa 28' S. B3 Kebayoran Lama JAKARTA SELATAN MAJA JL. Sekre LAKS Duri AMAN 9 HALTE SAWAH BESAR JL. MAMPANG A JL. CBL Waduk Sunter K. Ayer P. K. Indonesia Bub Rawa Indah ur I_ e Parungpanjang _ I Ci Jatisampurna Rawa Burangkeng Rawa Ciantra Jamb Laja Ci Sadan Kud a uba K. CIDENG JL. Perumahan Hunian sedang (Perdesaan) b. Bantar K. RAYA I K. PEMUDA K 5 STASIUN KEBON KACANG MAS HALTE BUNDERAN HI SENTRA TIMUR i RING ROAD gol I_ I Gondangdia 12 B4 . K.8 ng K. S. Kayuangin Bira P. GAJAH K. Mala ng Kramatjati Kali TIGARAKSA i Ci Situ Cihuni r Ci Ate r TANGERANG B3 han INDAH Kali Sarua I_ I Ci Apus Kebayoran Lama PONDOK 19 B3 Bar u Cibitung Rawa Palalangan Cikarang I_ ur RAYA Kali Baru 1 iK Kali Mampang Cond eun Ci Cayu K. Sasakpan I_ I_ Bojonggede KABUPATEN BOGOR Ci Bino ng Ci Liwung B4 _I I I_ I B4 Setu Pagam Ci Guha Ci Karang Ci Bolang Setu Batok K. Panjang Kecil P1 40' Pulau Paniki B4 N1 Ta rum B7/HP gin PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. PRANOTO kut II JL. Rengat P. Tambelang g K. Gelon d K. Ge de a. Pertanian lahan basah/kering (Dengan Teknologi Tepat Guna) Pam sal ing Ci eng Hil ir ran g Waduk Jatiluhur c. Pa lian AL BAR Pasi g K. Sekre JL. Tongkeng P. Sekunder as an B7/HP Kosambi ci Ci Mau Cabangbungin Ci Hera ng Ci Leleus B5 cis SKALA 1 : 150. 12' JL. Pertanian / Ladang c. Ciliwung HALTE OLIMO BAR nal jirka JL. Canti 17 ONGAN JL. 2. Baku I_ I 12 BEKASI Bek Sadan e 1 Penjaringan asi HALTE BUS K. B e k as i an Bug NA K. Ancol Ci K. THAMRIN Karet 10 A RAY BONJOL K. KEBON Dur Ci KOTA TANGERANG Jatiuwung K. K. Semut Kecil P. Pemanfaatan ruangnya harus disetujui oleh Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional B . Pesang STASIUN KARET INTERCHANGE TOSARI Dukuhatas STASIUN DUKUH ATAS HALTE Menteng JL. K. Lem i 12 HALTE GADING B5 R ro K.CIKAMPEK Tambun K. Panjang Besar P. Galiansiman Muara Wetan P. Srengseng K. Krendang tI K. Gemp ok HALTE GLODOK K. Tawar K. onen g Kali ng kjara B2 Ci Payaeun Ci Rara b Kali G ro Cisoka Curug ng I_ I B2 Ci Sabik Kali go DEWI Sasa Pina JL. K. CIDENG 23 Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT JL. BEKASI BARAT JL. Semak Daun 44' P. Pantara Barat P. K. Ka rat an _ I B1 I Ci Tarum Bak ung K. Jalan Lain Jalan Kereta Api 15' JL. Kait P. ah son er BP 5 batu JATINEG HALTE POLDA 6 STASIUN AMBASADOR STASIUN TAMAN RASUNA JATINEG K. iwun BESAR K. dan konservasi hutan bakau dengan daya dukung lingkungan rendah Pemanfaatan diarahkan sebagai penyangga Zona N1 dengan Zona B1 D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Lak u Ci Jat i Ci Sok an Sumber: 1. DT. PASAR JAGO Ka li Panongan CURUG Pagedangan u2 Pasarminggu BARAT Terminal Pasar Minggu I_ RAW reu Ci Beu m B1 I I_ I I_ I JATI Cilandak Ciater k Sau Pasarminggu NG WARU JL. Gegerbentang g B1 B3 N1 Ci Her ang B3 _ I B4 ne Ci Ma nde B3 B4 B3 Ci Tapen I B1 Ci Maung I_ Ci Bant G. Hutan Produksi Ci An Na gar a Ci Sada g Ci Jam be _ I Ci Warin 42' gin c.Gembong 52' ian Dur Ci Tarum B7/HP Ci Ci P5 rian Mua ra Cidu U K. IMAM JL. Lancang Kecil P. Sunter Ci Binong Terminal Taman Mini Bata CiRara b I_ I K. Pramuka ong P. Macan Besar (Matahari) P. Baru 3 I_ I B4 K. HARYONO Bekasi Timur ng JL. Bekasi Ci Taru gas Cikupa 24 B2 K. Gosong Pandan P. Sepa Barat P. KYAI TAPA Kru JL. K. Ba I I_ B4 Ci Reundeu Ci Hoe Ci Pasanggra I ru I _ I 4 I_ B4 I 27' Setu Malangnengah I Citayam a B3 _ I B4 I K. PENGGILINGAN AD 22 Kebayoran 13 HALTE STASIUN MADYA Manggarai DR. Melintang Kecil P. Ci Sada MANSYUR RIN I_ I B2 B2 Ci Du rian . RAYA SENTRA PRIMER K. Perak P. Damar Kecil N1 B4/HP S. Pancasila kut i Kru Kal Ci Keas Ci Kadu Ci un Ci Duria Ci Lalay B2 unge Jant n aeu Ci Pay B2 B2 g I_ B4 Setu Babakan I_ Ci Setu Arman 4 B2 I I Ci i ngs Leu Ci Lema I_ 21' Ci Ci Am Mat uk WI TOL JAGORA haban n B3 B1 u B2 K. Caku Kali ap Ci Jantung ng Ci Ayan I_ uk Ci Manceuri K. Peranci s N1 B7 Muara Angke KAN K. S Iri Pondokbitung SAID Ciledug 22 . Panggang P. Kayuangin Melintang P. Tengah JL. Pesanggrah I_ Serang _ I Kali Baru 2 K. JEND. Hutan Lindung (HL) Reu nde I Saluran Irigasi Tar um Bar at uran Irigasi T Sal aru mB ara t d. I GUSTI Buaran NGURAH RAI Klender Baru Rawa Besar Cakung ing STASIUN DARMALA SAKTI STASIUN KUNINGAN SENTRAL MINANG G RO Jatinegara JL. Ban G ROAD Ci Longo RIN I_ I n Ind uk Ci Kakalen JL. MEDAN MERDEKA BARAT SENTRA BARAT K. PRAPATA JL. Gemb Sukatani ro ung an ng pisan K. Tua Terminal Kali Deres R B1 11 D. Enggr tat Du Ci Laja B4 Ci Keas Ci i Ulu K. Kaliage Besar P. . Tiram buku K.290 Lt/dt) C B4 B4 B4 B4 Ci Kar ang Citeureup I_ ad _ I Ci S I I_ I _ I I ingk I B4 Ci Luar isan 30' _ I I I_ B4 _ I I Ci Beuteung Setu Jampang Setu Sigagu B4 B4 K. DA B5 Ci Lew ang B5 Lon Ci gok K. ASIA AFRIKA ng TIMUR Ci Biuk SATRIO STASIUN GELORA Ci Kapek K. Ceng Pasarkemis KE SERANG Ci Ma K. Payung Kecil 48' P. Peran langan K. JL. B4 Ang ke p I Cibinong reu Irate I K. Pa sa n jang h Tata Reun I_ Ci Keas Ci Ci D. Kawasan preservasi dan konservasi budaya. Sa iluman K. KH. Harapan P. Pluit B1 K. Bokor P. KEBAYORAN BAR U K. Semut Besar P. Sempit P. B1 21 B1 Mala etari K. Lemo I I_ B4 Ci 1030 G. I_ Tanjung Barat Ir i I_ I Ci Langkap Ci 1 Lem ran Salu B1 Ci Odeng Kali B2 Ci Ci Buluh Kali Baru Jambe Ca Bata Terminal Kampung Rambutan Bantargebang I_ Liw ung B2 Cipayung as i Tar um I K. Sugu Ci Jantu B4/HP _ I I I_ B. Cakung Ci Ci Her AT Beto k Sepatan B2 B6 B1 S. Pantara Timur Ci Tarum nggi N1 Muara Bungin a S. I_ I Kebayoran Baru Baru l JL. Macan Kecil P. Ba B6 N1 Mekarbaru Kronjo 03' an Terus an Apun g P2 Teluk Cileleus Muara Cislatip B4 K. Blen cong Tarumajaya K. Semut P. Bekasi Sepa Kali ceu Ci Ci Ater eum ri Ci Beur Ci Bogo Ci Bitung Ma B3 Ci Pa yae Ci I_ I OR BOG K.740 Lt/dt) eW et a n 625 Ke as Ci Ci I I_ Setu Gede I _ I Jere u de K Ge Situ Cigudeg I_ I I_ I Bad Ci Taringul I_ ak Ci Ci Semplak Ci Miis Sur B2 gbu Ci Sinda G. Kapas P. JELAM gol Gro K. JEND Sa d Cawang K Durensawit Kali Sodetan s 21 Stasiun Kereta Api Rencana Jalan Tol Kali Malang TOL JAKARTA . KYAI tI B3 B3 20. SUTOM O JL. Gab ah KABUPATEN KARAWANG K. Rangg CAKUNG DRAIN K. METRO P esang gr a JL. Nyamplung P. Brengk B5 09' Ci Ran gon g II SEL. K. Pam Ci Ci Pining B.CIKAMPEK K. I_ I I_ I K. SA. Wetan S.000 S.Pemerintah Daerah dan BKSP Keppres nomor 114 tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur Peta Pola Pemanfaatan dan Struktur Ruang hasil konsultasi dengan Daerah Peta Kawasan Hutan dan Perairan Jabodetabek-Punjur. Laki P. YANI ur nce 5 MEDAN MERDEKA BARAT Gambir HALTE ASMI AAN STASIUN CIDENG HALTE PULOMAS IN NE I_ I JAKARTA BARAT STASIUN TOMANG HALTE LIPPO LETJEN JL. 250.4/HP Zona B4 yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Produksi Tetap atau Hutan Produksi Terbatas sesuai Peraturan Perundang-undangan B4/HP Ci goro wek B-5 g Ci Kir ay a. BUND KR. Bekasi B2 K. Ulu Raj 14 Kal TOL ng ara MINGGU K. Ciher SUDA Balaraja SAHARI ang e Ba euh MAKAL I_ I K. Swasembada B2 k ukga Gar B2 Ci Duria n B2 B2 K. Salak Ci Badak B4 gu _ Ci Anten Ci Apu B3 Ci Ci Liw B3 Ci Beet t Bee Ci Beet I leum Ci Pa B4 Lal ay Ci Awi I Ci Haneu B4 las I_ B4 ari B4 B4 ber Mah B4 i I B4 _ I I_ I I_ I Bogor Tengah I I_ I I_ I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I I_ I I_ I Ci I_ I I I_ I_ I_ Sad I I _ I B4/HP an I B4/HP I I_ _ I B4 gs i G. Pes HALTE BLOK M JL. Ci l i wu n g I OTISTA JL. Payung Besar B4 B7/HP K. CARING JL. Baru Situ Pasirmaung Situ Manceuri Sad Ci I_ Situ Pulo lis ggi Tun I _ I B3 B4 I TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Ci I I_ B2 _ I I_ Ci Ci Mar agu Ci Durian Beu reum Situ Baru B4 B4 Ci I Ci Keas B4 Ci Geuju g B4 Ci Care h a n N2 How e I_ Parung Sukmajaya Situ Jatijajar B4 _ I ng Ci Jelet r e I_ ng B4 I Ci I ane Ci Bera Ci Be Jeng ir B4 in B4 I_ Sad _ I Ci I_ Ci Pi nan g K. Karang Congkak P. Sod 12 KYAI IN JL. Angsana I_ Kud _ I 1 Ci. Rawak idang Muar a Mauk B6 s eleu Cil b Rara ara Mu K. Angke an Cinere B3 Univ. DB. danau. MELAYU BESAR BARAT JL. Opak Kecil P. Jeletren Ater Ang Ci B4 B4 Situ Ci Karang I Bar at Saluran Irigasi I_ I I_ Kali Sau Beu KE LEBAK Ci Mat Ci Conteng k reu m Ci Putat B4 Egram WADUK LIMO PONDOK CABE Lentengagung B1 Kal i Gon Ci Kal i S a r ua Ci Leungsi Ci B4 B4 Pamulang ung Ci Jam bala K. Sebaru Kecil P. Kaliage Kecil P.Muarakarang I_ I D. Pasir 52' P. _ I I Ci Ka Ci Bentang au r B3 Setu Lebakwangi Ci Bare I _ I I_ I K. Tahang B2 k B2 K. MH. Papatheo P. LETJEN. Lipan P. Burung B4 nkon K. Bagong B4 K. Be K. Karang B4 Ci Hieum I _ I uang Leun I_ Bunar I Rancabungur 734 I I_ _ I B3 B2 Ci Patujah I _ I I _ B4/HP Ci Pan gau r I Ci Bodas un I Ci I_ B1 Situ Gedong B2 tuj Pa I I_ B3 B4 K. Bungin ar bahb esar P. Cengk K. Asin P3 I Ci Karang K. Cili wung I II HALTE PASAR CEMPAKA KA Kemayoran 24 Terminal Senen Senen ER HALTE YARSI PTO . CASABLANCA STASIUN MENTENG DALAM Tebet STASIUN TEBET i Uta STASIUN PALAZA SENAYAN SYAFI'E Kranji STASIUN KAMPUNG MELAYU K. Kongsi Barat P. Yu Barat P. Perkebunan. Sad Sukadiri Mauk Ci Pasili B7/HP N1 K. Tangsi A1 GELOR JL. BEKASI TIMUR JL. Kambang I_ I B1 B3 Ked g B2 Tenjo Cisauk B4 B1 I I_ K. pencemaran dan kerusakan dari laut Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona N1 Nag ara Ci Balagung Zona P2 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk referensi banjir mencegah abrasi. Betingbesa P. KAPT. Kuburan Cina P. S. Sun ter Ci. ABDUL JL. intrusiair laut.A ja Ko Terminal Tanjung Priok S. TENDEAN SUPOMO PROF DR. Tidak diperkenankan bagi kegiatan budidaya b. S. GUNUNG K. Gaga Ci B4 ere Ci Nangsi Ci Gagak I_ 1511 Ci Leungsir Ci Mande B3 T N 2044 Ci Pagedo B3 a Ci Mang I B4 Ci Anten N2 Ci Leungsir gan I_ 1430 Ci Pendaw Ci Kany 1182 Ci Ga reh B4 ong Ci Bogo G. Tidung Kecil P. A. Kelapa Dua 40' P.8 polb B5 ayu ang ning ng I_ I 1 K. Kotok Kecil P. Tengah Cikini K. Jati _ I _ Ci Howe I_ Liw Ci Pandan I_ g K. Hutan Produksi Ci Gaha 36' B . Sadang B. Riset 21' I Ci I_ I pea ng I KE CIKAMPE K e. Depok Ci ang B4 Ci a B1 B2 Kum B2 ang Ci Picung I Lan B2 I I_ B3 ter Sun K. Lay a B1 B4 ah I Setu Silala I_ I Jasinga I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Ci Berang Situ Citatah B4/HP _ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I KABUPATEN LEBAK I I_ I B4 Pondok Terong B2 I Situ Kibing I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Situ Kadongdong B2 B4 Situ Cikaret Nambo I I_ ian I B4 I Ci I_ I Cibinong I_ I_ I I_ I I_ I I_ I Pan Ci Landak Ci Kar deu _ I ng Pina ang B2 Ci Cadas Ci Ket _I I I_ Dur I Ci Ci _ I Putatnutug I_ I Ci Kum B2 Bog _ I I Iwul B4 I I I_ Setu o _ I B4 I I I_ I ur aha n _ I I_ gde B4 B3 Citayam I PA S I R K O P O s Ci Le u n g Jonggol Ci Par anje I B4 I Dan i _ I _ I K. Penjaliran Barat BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL P1 Tg. Cimanggis Situ Rawakalong Pe sa Telaga Subur g B4 B4 Ci Palahl ar I I_ 24' B4 B4 I _ I B3 B4 B4 B4 I I_ Ca ri K. Pelangi P. Pasir Jayanti Situ Rawacipondoh Bunderan H. Hutan perlindungan badan air g. Banjirkanal KRAMA JL.Glatik ane Teluknaga P1 Muara Cikarang Ci Karan g K. Kongsi Tengah P. Bekasi Barat JL. TOMAN KEME JL. SUDI I_ I Cangkr NKARET JL. Betingti 57' S. Kegiatan budidaya yang telah terlanjur dalam jangka panjang harus dikeluarkan dari zona ini g I len gka gol g I Da nas aun g Ci B4 gse ng I_ I I I c. TANJUNG un unge Jant Ci Pang e B1 Kali Egram B3 lan B4 K. Jambe ne ur RAYA 10 Klender JAKARTA TIMUR 16 Rencana Terminal Pulo Gebang TIMUR Bekasi Utara JL.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful