Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa ata segala
perkenaanNya sehingga kami berhasil menghadirkan Makalah yang berjudul
“Mengidentifikasi Sumber Daya Usaha 6M 1I pada Perusahaan Jasa Konstruksi”
karena Makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya.

Adapun Makalah ini memberikan pesan tentang bagaimana kita mengidentifikasi


sumber daya yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan sumber daya perusahaan
jasa konstruksi kepada pembaca.

Meskipun kami telah memberikan upaya yang maksimal untuk menghadirkan karya
yang terbaik, namun kami juga menyadari akan adanya keterbatasan serta makalah
yang jauh dari kata sempurna. Untuk itu segala kritik dan saran sangat kami
harapkan demi perbaikan dan peningkatan kualitas Makalah penunjang Materi
Belajar berikutnya.

Surabaya, 3 Nopember 2017

Penulis,

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ II


DAFTAR ISI ...................................................................................................................... III
BAB I ................................................................................................................................ 1
1.1 PENDAHULUAN ................................................................................................................ 1
1.2 LATAR BELAKANG MASALAH ............................................................................................... 1
BAB II ............................................................................................................................... 2
2.1 PEMBAHASAN .................................................................................................................. 2
BAB III .............................................................................................................................. 7
3.1 KESIMPULAN ................................................................................................................... 7
3.2 SARAN............................................................................................................................ 7

iii
BAB I

1.1 Pendahuluan
Perusahaan konstruksi adalah salah satu usaha dalam sektor ekonomi yang
berhubungan dengan suatu perencanaan atau pelaksanaan dan pengawasan suatu
kegiatan konstruksi untuk membentuk suatu bangunan atau bentuk fisik lain yang
dalam pelaksanaan penggunaan dan pemanfaatan bangunan tersebut menyangkut
kepentingan dan keselamatan masyarakat pengguna bangunan tersebut.

Jasa pekerjaan konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan


perencanaan atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan
arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan masing-masing beserta
kelengkapannya, untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain (Undang-
Undang No.18 tahun 1999).

Menurut Ervianto (2002) definisi perusahaan kontraktor adalah orang atau badan
usaha yang menerima pekerjaan dan menyelenggarakan pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan biaya yang ditetapkan berdasarkan gambar rencana dan peraturan
dan syarat-syarat yang ditetapkan.

1.2 Latar Belakang Masalah


Sampai saat ini bangsa Indonesia masih berada pada tahap pemulihan ekonomi
dari krisis ekonomi yang telah sekian lama menghimpit. Hal ini menyebabkan para
perusahaan kontraktor harus dapat menjalankan usahanya secara cermat dan
terkoordinasi agar pengeluaran perusahaan seimbang dengan hasil kerja dari
berbagai kontrak kerja yang diperolehnya dan dapat menjamin kelangsungan hidup
perusahaan, meskipun jaminan pekerjaan secara terus menerus tidak ada.

Salah satu aspek yang mempengaruhi pengeluaran biaya adalah pengaturan


dan penggunaan sumber daya manusia maupun bukan sumber daya manusia,
seperti material, peralatan dan sumber daya lainnya yang akan dibahas dalam
makalah ini.
BAB II

2.1 Pembahasan
Tekstil dapat membuka peluang usaha yang cukup besar bagi kita. Apabila kita
memperhatikan sumber daya usaha yang dibutuhkan dalam memulai usaha
kerajinan tekstil maka usaha kerajinan tekstil akan berlangsung dengan lancar. Hal
tersebut juga dipengaruhi oleh sumber daya usaha ada pada keadaan yang optimal
atau terkendali. Terdapat 6 sumber daya usaha dalam kerajinan tekstil yang sering
disebut 6M meliputi hal-hal sebagai berikut.

1) Man (Manusia)

Manusia merupakan unsur manajemen yang penting dalam mencapai tujuan


perusahaan. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan,
manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk
mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya
manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya
orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.

Berikut struktur organisasi pada PT Waskita Karya (Persero) :

2
2) Money (Uang)

Money atau uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang
merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat
diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan/industri. Oleh karena itu,
uang merupakan unsur yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu
harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa
uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang
dibutuhkan dan yang harus dibeli, serta berapa hasil yang akan dicapai dari sesuatu
organisasi.

3
3) Material (Fisik)

Perusahaan umumnya tidak menghasilkan sendiri bahan mentah yang


dibutuhkan, melainkan membeli dari pihak lain. Untuk itu, manajer perusahaan
berusaha untuk memperoleh bahan mentah dengan harga yang paling murah,
dengan menggunakan cara pengangkutan yang murah dan aman. Di samping itu,
bahan mentah tersebut akan diproses sedemikian rupa sehingga dapat dicapai hasil
secara efisien.

Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam
dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam
bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu
sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan
tercapai hasil yang dikehendaki. Contohnya berupa kain yang belum doilah.

4) Machine (Teknologi)

Mesin memiliki peranan penting dalam proses produksi setelah terjadinya


revolusi industri dengan ditemukannya mesin sehingga banyak pekerjaan manusia
yang digantikan oleh mesin. Perkembangan teknologi yang begitu pesat
menyebabkan penggunaan mesin makin menonjol. Hal ini karena banyaknya mesin
baru yang ditemukan oleh para ahli sehingga memungkinkan peningkatan dalam
produksi guna mengefisiensikan waktu bekerja seseorang.

Machine atau mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan


keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.

5) Method (Metode)

VISI

Menjadi perusahaan Indonesia terkemuka di bidang industri konstruksi,


rekayasa, investasi, infrastruktur dan property/realty.

MISI

Meningkatkan nilai perusahaan yang berkelanjutan melalui :

SDM yang kompeten,

4
Sistem dan teknologi terintegrasi,

Sinergi dengan mitra usaha,

Inovasi,

Diversifikasi usaha.

BUDAYA PERUSAHAAN

IPTEx

Integrity,

Profesionalism,

Teamwork,

Excellence.

MOTTO

Maju dengan Karya Bermutu

Metode kerja sangat dibutuhkan agar mekanisme kerja berjalan efektif dan
efisien. Metode kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, baik yang
menyangkut proses produksi maupun administrasi tidak terjadi begitu saja
melainkan memerlukan waktu yang lama.

Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja
yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode daat dinyatakan
sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan
berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang
tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat
meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti
atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan
demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.

5
6) Market (Pasar)

Memasarkan produk memiliki peran yang sangat penting sebab jika barang yang
diproduksi tidak laku, proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja
tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan
hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat
dikuasai, kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan
daya beli konsumen.

Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang
diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses
kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti
menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar
pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera
konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

7) Information (Informasi)

Informasi sangat dibutuhkan agar hasil dari suatu hal dikerjakan dapat lebih
sempurna. Suatu proses pekerjaan tidak akan berkembang dengan baik jika tidak
bisa menerima dan menyaring informasi dari luar.

6
BAB III

3.1 Kesimpulan
Keberadaan kerajinan tekstil sangat erat kaitannya dengan seorang
wirausahawan. Diamana seorang wirausahawan harus memerhatikan beberapa
sumber daya usaha yang ada untuk menjalankan suatu usaha agar berjalan tetap
lancar, yang sering disebut dengan sumber daya 6M. Yang meliputi:

a) Man (Sumber Daya Manusia)


b) Money (Sumber Daya Keuangan)
c) Material (Sumber Daya Bahan Baku)
d) Machine (Sumber Daya Mesin)
e) Method (Sumber Daya Cara)
f) Market (Sumber Daya Pasar)
g) Information (Informasi)

3.2 Saran
Kerajinan tekstil dapat membuka suatu peluang yang besar dalam pembentukan
suatu usaha kerajinan tekstil. Dalam pembentukan ataupun untuk membuat
berjalannya suatu usaha tekstil tersebut maka kita harus memperhatikan sumber
daya usaha yang terdapat pada kerajinan tekstil itu sendiri. Sebaiknya kita harus
lebih kritis dalam pengolahan bahan tekstil, kritis yang dimaksud adalah dengan cara
megolah bahan yang sudah tak terpakai, mempergunakan bahan- bahan yang
mungkin kita pikir sudah tidak berguna. Dengan pengolahan dan metode yang baik
hal-hal sekecil itu dapat membuka jalan untuk memulai suatu usaha.