Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Globalisasi adalah suatu kata yang gampang kita dengar bahkan kita ucapkan. Semua
perubahan yang terjadi saat ini seolah-olah adalah dampak dari globalisasi. Meskipun terkadang
ada sebagian orang yang merasa kurang sepaham akan hal tersebut. Namun hal tersebut tidak
dapat dihindari tergantung pada diri kita dalam menyikapinya.
Globalisasi merupakan suatu istilah yang menghubungkan peningkatan ketergantungan
dan keterkaitan antar manusia bahkan antar bangsa di seluruh dunia yang meliputi bidang
ekonomi, hukum dan sosial budaya, bahkan di bidang politik sekalipun. Hal tersebut tidak hanya
menimbulkan dampak positif namun juga dampak negatif yang mengakibatkan masalah.
Masalah-masalah global yang terjadi saat ini tidak lepas dari keempat bidang tersebut, salah
satunya adalah masalah global di bidang politik, hal ini secara langsung mempengaruhi tatanan
kehidupan politik di dunia termasuk politik di Indonesia. Dengan adanya globalisasi
perkembangan tatanan politik semakin maju, mulai dari negara maju, negara berkembang,
bahkan negara-negara yang terbelakang.
Di Indonesia sendiri karena pengaruh dan perkembangan globalisasi dalam bidang
politik ditandai dengan banyaknya masyarakat yang mulai mengerti dan menuntut pemerintahan
untuk mewujudkan sebuah negara yang terbuka, bebas, dan berdemokrasi. Globalisasi juga yang
mendorong sebuah pemerintahan yang demokratis, bebas, terbuka dan bijaksana. Dengan
adanya hal tersebut rakyat Indonesia memiliki kebebasan untuk menyampaikan aspirasi dan
tuntutan-tuntutannya kepada pemerintah.
Pada era globalisai juga mendukung perhatian pemerintah tentang penegakan HAM yang
semakin meningkat, karenanya HAM merupakan isu Internasioanal yang menjadi sorotan mata
dunia. Tenaga kerja dibawah umur, kekerasan dalam rumah tangga, pembunuhan, dan anak-anak
yang tidak dapat mengeyam pendidikan merupakan contoh permasalahan di bidang HAM yang
harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai
berikut :
1. Apakah yang dimaksud dengan globalisasi politik?
2. Bagaimanakah perkembangan politik di Indonesia?
3. Apakah dampak globalisasi politik di Indonesia?
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Globalisasi
Kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi
belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition),
sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu
proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan
negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau
kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya
masyarakat.
Globalisasi merupakan suatu proses tatanan masyarakat dunia yang tidak mengenal batas
wilayah dan menghubungkan antara masyarakat di suatu negara dengan masyarakat di negara
lain di seluruh dunia. Globalisasi berangkat dari suatu gagasan untuk menyatukan tatanan antar
bangsa yang diharapkan menjadi sebuah kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama
bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. Sebagai proses yang berkesinambungan, globalisasi
mampu mengurangi kendala dimensi ruang dan waktu sehingga interaksi dan komunikasi antar
bangsa bisa dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. Dengan dukungan teknologi informasi
dan komunikasi, globalisasi merambah semua sektor kehidupan dan memberi pengaruh yang
signifikan pada tatanan masyarakat dunia.
Indonesia sebagai salah satu negara berkembang di dunia juga mengalami dampak dari
pesatnya pengaruh globalisasi.Sebagaimana yang terjadi di negara lain, globalisasi memberi
pengaruh yang positif dan negatif terhadap tatanan kehidupan masyarakat Indonesia. Pengaruh
globalisasi terhadap budaya nasional meliputi berbagai sektor kehidupan seperti budaya dalam
bidang politik, ekonomi, ideologi, sosial dan lain-lain secara cepat maupun lambat
mempengaruhi prinsip dan identitas kebudayaan nasional Indonesia.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh
negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga
terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuknya
yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi
dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab,
globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh
terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama.
Pengertian politik sendiri adalah, politik berasal dari bahasa yunani yaitu “polis” yang
artinya Negara kota. Pada awalnya politik berhubungan dengan berbagai macam kegiatan dalam
Negara/kehidupan Negara. Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara
pemerintahan ,dasar dasar pemerintahan, ataupun dalam hal kekuasaan Negara. Politik pada
dasarnya menyangkut tujuan-tujuan masyarakat, bukan tujuan pribadi. Politik biasanya
menyangkut kegiatan partai politik, tentara dan organisasi kemasyarakatan.
Dapat disimpulkan bahwa politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat
dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikattentang kebaikan
bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.

B. Pengertian Globalisasi Politik


Menurut Roger F. Soltau dalam Introduction to politics ( Miriam Budiarjo: 1991:9 ) “
ilmu politik mempelajari negara, tujuan – tujuan Negara dan lembaga – lembaga yang akan
melaksanakan tujuan- tujuan itu, hubungan antaranegara dengan warga negaranya serta dengan
negara -negara lain.
Menurut konsep ini, ilmu politik mengadakan studi mengenai Negara dengan tujuannya,
lembaga – lembaga yang melaksanakan tujuan, hubungan dengan warga negaranya, serta
hubungan Negara - Negara yang lain. Dalam sorotan perspektif global, aspek hubungan dengan
Negara lain merupakan hal yang pokok. Hubungan dengan Negara lain, khususnya Negara
Kesatuan Republik Indonesia dengan Negara tetangga yang kita sebut hubungan regional,
dengan Negara – Negara lain pada umumnya kita sebut hubungan antarnegara atau antarbangsa
atau hubungan Internasional, dan akhirnya dengan semua Negara di dunia ini, yang kita sebut
hubungan global. Namun, konotasi hubungan global sesungguhnya lebih menyeluruh dan tidak
terlalu formal. Hal ini beda dengan hubungan bilateral dan hubungan multiteral.
Globalisasi politik adalah proses masuknya suatu pola atau nilai-nilai yang diterima
secara menyeluruh karena membawa pembaharuan dan menguntungkan di bidang politik,
seperti kerja sama-kerja sama politik antar Negara dengan membentuk suatu organisasi
internasional multilateral. Globalisasi politik disebut juga global governance.

C. Perkembangan Sistem Politik di Indonesia


Perkembangan sistem politik di Indonesia merupakan sebuah sistem negara yang selalu
mengalami perubahan karena dipengaruhi oleh Globalisasi dunia yang membawa paham asing
dari suatu negara ke negara yang lainnya. Keadaan tersebut tambah diperkuaat dengan
penerimaan atau dengan cara sengaja memasukannya ke dalam tatanan sebuah negara untuk
memperoleh tujuan tertentu dari pihak yang terkait yang di inginkan oleh sebuah negara. Sejak
kemerdekaan, perkembangan sistem politik di Indonesia selalu mengalami perubahan
diantaranya :
1) Perkembangan politik dan sistem politik yang dianut dalam sebuah negara
Dapat kita simpulkan, terlihat dari perkembangan partai-partai politik yang ada dalam
negara tersebut. Di Indonesia sendiri perkembangan partai-partai politik dimulai sejak zaman
penjajahan Hindia Belanda. Hal ini menjadi pembakar semangat kesadaran bangsa Indonesia
dalam kebangkitan nasional. Dari sekian banyak partai yang didirikan pada waktu itu, sekian
banyak pula pola kepartaian yang menunjukkan keberagaman politik, dan dengan tujuan yang
beragam pula. Seperti tujuan sosial pada partai Budi Utomo dan Muhammaddiyah, ada pula
partai yang menganut asas politik berdasarkan agama, seperti Masyumi, Partai Serikat Islam
Indonesia ( PSSI), Partai Katholik Kristen Indonesia ( Parkindo ), dan masih bnayak partai-
partai yang berdiri berdasarkan diri pada ideologi tertentu, seperti Partai Nasional Indonesia (
PNI ) yang menganut asas nasionalisme dan Partai Komunis Indonesia ( PKI ) yang menganut
asas Komunisme/Sedangkan pada masa penjajahan Jepang kegiatan yang berbau politik tidak
diperbolehkan, kecuali partai pembentuk golongan Islam ( Masyumi). Hukum dan Pilar-pilar
Demokrasi perkembangan politik di Indonesia pasca kemerdekaan dibedakan menjadi tiga
kelompok berdasarkan periode yang berbeda, antara lain:
a. Periode Demokrasi Liberal (1945-1959)
Masa ini ditandai dengan adanya kebebasan untuk mendirikan partai politik. Peranan
partai politik sangat dominan dalam menentukan arah dan tujuan negara melalui
perwakilan. Masa ini berakhir dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
b. Periode Demokrasai Terpimpin (1959-1966)
Ditandai dengan adanya persaingan tiga kubu, yaitu antara Ir.Soekarno yang didukung
oleh partai berhaluan nasional, PKI yang didukung oleh partai-partai sosialis, dan pihak
militer yang dimotori oleh TNI AD. Saat itu kondisi politik Indonesia sedang tidak stabil
(Bargaining position) yang lemah sehingga menunjukkan aset yang tidak berarti dalam
percaturan politik di Indonesia. Puncak periode ini terjadi setelah Pemberontakan G-30-
S/PKI tanggal 30 September 1965
c. Periode Orde Baru (1966-1998)
Inilah masa pemerintahan Soeharto (Presiden RI yang kedua) yang melakukan
“pembenahan” dalam sistem politik, antara lain, mengenai jumlah partai politik, yaitu
melalui penyederhanaan partai politik (fusi). Terlepas dari pasang surutnya peran partai
politik dalam menentukan perkembangan sistem politik Indonesia, Sistem Politik
Demokrasi Pancasila yang dikehendaki UUD 1945 sebelum terjadi amendemen.

2) Sistem politik Indonesia setelah Amandemen UUD 1945.


Sistem politik hasil amandemen UUD 1945 tidak mengenal adanya lembaga tertinggi
negara. Semua lembaga berada pada posisi yang sebanding. Selain itu, ada lembaga negara yang
dihapuskan, yaitu DPA (Dewan Pertimbangan Agung), dan ada pula beberapa lembaga negara
yang baru, yaitu DPD (Dewan Perwakilan Daerah), MK (Mahkamah Konstitusi), dan KY
(Komisi Yudisial). Sistem politik setelah Amendemen UUD 1945 sebagai berikut :
a. Bentuk negara adalah kesatuan dan bentuk pemerintah adalah republik yang terdiri dari 33
provinsi dengan asas desentralisasi sehingga terdapat pemerintahan daerah dan
pemerintahan pusat.
b. Parlemen terdiri dari dua kamar (sistem bikameral), yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan
Dewan Perwakilan Daerah. Anggota DPR dipilih oleh rakyat melalui pemilu dan
merupakan perwakilan dari rakyat,sedangkan anggota DPD adalah perwakilan provinsi
yang anggotanya dipilih oleh rakyat di daerah yang bersangkutan melalui pemilu. Masa
jabatannya adalah lima tahun. DPR memiliki kekuasaan membuat undang-undang,
menetapkan APBN, dan mengawasi jalannya pemerintahan.
c. Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah lembaga negara yang berwenang melantik
Presiden dan Wakil Presiden, memberhentikan presiden dan wakil presiden, serta
mengubah dan menetapkan UUD. Anggota MPR adalah anggota DPR dan anggota DPD
yang memiliki masa jabatan lima tahun.
d. Eksekutif dipegang dan dijalankan oleh Presiden yang berkedudukan sebagai kepala
negara dan kepala pemerintahan. Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh
rakyat melalui pemilu untuk masa jabatan lima tahun dan dapat dipilih kembali satu kali
dalam jabatan yang sama. Presiden sebagai kepala pemerintahan membentuk kabinet yang
terdiri dari menteri-menteri. Menteri-menteri bertanggung jawab kepada presiden.
Presiden tidak dapat membubarkan parlemen dan tidak bertanggung jawab kepada
parlemen.
e. Kekuasaan yudikatif dipegang dan dijalankan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan
di bawahnya bersama Mahkamah Konstitusi. Adapun Komisi Yudisial berwenang
memberikan usulan mengenai pengangkatan Hakim Agung.
f. Pemilu diselenggarakan untuk memilih anggota DPR dan DPD, juga memilih Presiden
dan Wakil Presiden dalam satu paket.
g. Sistem kepartaian adalah multipartai. Jumlah partai yang mengikuti Pemilu pada tahun
2004 adalah 24 partai dan pada tahun 2009 adalah 34 partai politik.
h. BPK merupakan badan yang memiliki kekuasaan untuk memeriksa pengelolaan dan
tanggung jawab tentang keuangan negara. Hasil pemeriksaan diserahkan kepada DPR.
Anggota BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dipilih oleh DPR dengan memerhatikan
pertimbangan dari DPD dan selanjutnya diresmikan oleh Presiden.
i. Pada pemerintahan daerah, yaitu provinsi dan kabupaten/kota dibentuk pula
badan/lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
 Kekuasaan legislatif dijalankan oleh DPRD Provinsi di wilayah
provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota di wilayah kabupaten/kota.
Anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilu.
 Kekuasaan eksekutif pada provinsi dipegang oleh gubernur, sedang pada daerah
kabupaten/kota dipegang oleh bupati/wali kota yang semuanya dipilih langsung oleh
rakyat di daerah masing-masing melalui Pemilu.
 Kekuasaan yudikatif pada provinsi dijalankan oleh pengadilan tinggi dan untuk
kabupaten/kota dijalankan oleh pengadilan negeri.

D. Dampak Globalisasi Politik di Indonesia


1. Dampak Positif Globalisasi politik
Pengaruh globalisasi tidak hanya dalam bidang ekonomi, globalisasi juga memberikan
dampak yang positif terhadap bidang politik. Meskipun politik dan pemerintahan merupakan
hak kedaulatan setiap negara, akan tetapi dalam penyelenggaraan pemerintahan di era global ini,
negara- negara lain menuntut adanya sikap keterbukaan, demokratis dan menghormati hak-hak
asasi manusia. Tuntutan ini telah menjadi kesepakatan antar negara di dunia.Dengan demikian
mau tidak mau setiap negara harus mempraktekkan pemerintahan sesuai dengan tuntutan
globalisasi. Hal ini tentu berdampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita juga
merasakan dampak dari sistem pemerintahan yang terbuka, demokratis dan menghargai hak
asasi manusia. Jika kita mengamati dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi perubahan yang
luar biasa di negara kita. Setiap warga negara mempunyai hak untuk dilibatkan secara langsung
dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta melakukan pengawasan jalannya
pemerintahan.
Sebagai contoh dalam menentukan wakil rakyat di DPR dan DPRD, setiap warga negara
yang telah memenuhi syarat berhak memilih langsung dalam pemilu yang demokratis. Selain itu
pemerintahan juga dijalankan dengan transparan dan akuntabel. Masyarakat juga semakin aktif
terlibat dalam berbagai organisasi yang menyuarakan demokratisasi di negara kita dan
melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Dampak Positif :
a. Kerjasama dalam bidang politik seperti studi banding dengan negara luar lebih mudah.
b. Kebijakan politik yang sukses akan diapresiasi oleh negara lain.
c. Berita-berita politik negara lain lebih mudah diakses melalui media asing.
d. Pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis.
e. Terjadinya pasar bebas disebabkan karena keputusan politik yang dibuat oleh
pemerintah.
2. Dampak Negatif Globalisasi Politik

Perkembangan globalisasi berpengaruh terhadap kedaulatan suatu negara dalam


menjalankan pemerintahan serta mengatur negaranya. Gejala ini terjadi hampir di setiap negara.
Hal ini, dikarenakan adanya aturan-aturan baru yang telah disepakati bersama dengan lembaga-
lembaga global misalnya PBB dan WTO.
Campur tangan masyarakat internasional dan masuknya nilai-nilai budaya yang baru dari dunia
luar memberikan perubahan bidang politik dalam suatu negara. Di Indonesia setelah nilai-nilai
politik luar masuk secara langsung atau tidak langsung membuat lunturnya nilai-nilai politik
yang berdasarkan semangat kekeluargaan, musyawarah mufakat dan gotong royong yang telah
lama kita miliki. Untuk itu kita sebagai bangsa harus mampu menyaring nilai-nilai atau
pengaruh dari luar agar sesuai dengan kepribadian bangsa.
Kita bersyukur, pendiri bangsa ini mewariskan Pancasila sebagai ideologi bangsa,
menjadi pedoman bagi generasi selanjutnya dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan
bernegara. Dengan demikian setiap pengaruh politik luar harus disaring dengan nilai-nilai
Pancasila.
Nilai-nilai Pancasila seperti kekeluargaan, musyawarah mufakat harus kita pegang teguh
dalam setiap aktivitas di bidang politik. Kita seringkali mencermati berkembangnya kebebasan
berpolitik terkadang justru menciptakan kebebasan yang kebablasan sehingga tidak
mempedulikan aturan. Selain itu kebebasan berpolitik telah meningkatkan nilai-nilai politik
individual dan melupakan kolektivitas kelompok masyarakat.
Dampak Negatif :
a. Campur tangan asing terhadap politik dalam negeri semakin mudah.
b. Politik dalam negeri selalu diawasi perjalanannya oleh luar.
c. Banyak tokoh-tokoh politik yang terkena kasus korupsi, bebas kabur keluar negeri.
d. Globalisasi politik selalu mewujudkan kepentingan para pelaku yang menjalankannya.
e. Kebijakan politik yang merugikan negara akan dimanfaatkan negara lain.
Meski begitu ada juga cara menanggulangi/ mengatasi dari dampak negatif globalisasi yaitu :
a. Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia.
Cara untuk menghadapi dampak negatif globalisasi yaitu dengan mempersiapkan diri
sebaik-baiknya melalui pendidikan. Melalui pendidikan yang optimal, bangsa Indonesia
dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga dapat bersaing di kancah
dunia Internasional.
b. Meningkatkan Kualitas Nilai Keimanan dan Moralitaas Masyarakat.
Dampak negatif globalisasi membuat budaya antar bangsa saling mempengaruhi.
Karenanya keberadaan nilai-nilai keimanan dan moralitas menjadi sangat penting.
Sebab nilai keimanan dan moralitas menjadi sangat penting. Sebab nilai-nilai keimanan
dan moralitas itulah yang mampu mengatasi dampak negatif dari globalisasi.
c. Mendorong dan Mendukung Upaya Memperjuangkan Keadilan Antar Bangsa. Salah
satu dampak negatif globalisasi adalah saling berkaitannya antara satu negara dengan
negara lainnya. Baik dalam bentuk kerjasama ataupun persaingan global.
d. Pemerintah Indonesia harus berupaya sekuat tenaga untuk memperjuangkan keadilan
dan keseimbangan antarbangsa. Upaya pemerintah tersebut harus selalu didorong dan
didukung oleh setiap warga negaranya. Sebagaimana yang kita ketahui, Indonesia
merupakan 1 diantara 2 negara yang memberikan permohonan agar Israel
menghentikan serangan ke Jalur Gaza. Ini membuktikan kepedulian bangsa kita
terhadap perdamaian dan peradilan antarbangsa. Maka sebagai warga negara,
hendaknya kita mendukung upaya pemerintah.
e. Meningkatkan Jiwa Semangat Persatuan, Kesatuan, Serta Nasionalisme.
Adanya dampak negatif globalisasi menjadi suatu tantangan yang berat bagi negara
berkembang yang belum maju dan kuat. Negara yang masyarakatnya tidak mempunyai jiwa dan
semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme yang kuat akan dengan mudah dipermainkan
oleh negara-negara maju. Oleh karena itu, semangat dan jiwa persatuan, kesatuan dan
nasionalisme harus terus ditingkatkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Bila jiwa dan semangat
persatuan, kesatuan, dan nasionalisme telah tertanam dengan kuat pada setiap warga negara
Indonesia tidak akan mudah dipermainkan oleh negara-negara yang kuat dan maju.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Globalisasi politik adalah proses masuknya suatu pola atau nilai-nilai yang diterima secara
menyeluruh karena membawa pembaharuan dan menguntungkan di bidang politik, seperti kerja
sama-kerja sama politik antar Negara dengan membentuk suatu organisasi internasional
multilateral. Gejolak politik yang terjadi di suatu negara akan mempengaruhi negara lain,
contohnya peristiwa krisis moneter. Dengan adanya globalisasi di bidang politik ini akan
menimbulkan dampak positif maupun negatif. Untuk menanggulangi atau mengurangi bahaya
dampak negatif globalisasi ini, maka perlu dilakukan beberapa cara agar tidak menimbulkan
dampak negatif yang terlalu besar.

B. Saran
Saran dari penulis agar pembaca dapat memahami apa itu globalisasi politik dan apa saja
dampaknya. Selain itu, diharapkan pembaca dapat mengamalkan apa saja cara untuk
menanggulangi atau mengatasi dampak negatif dari globalisasi.
DAFTAR PUSTAKA

Prospek Aspek dan Dampak Globalisasi dalam Kehidupan Berbangsa dan


Bernegara.(Online).(https://saepudinonline.wordpress.com/2011/04/25/proses-aspek-dan-
dampak-globalisasi-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara/ );Tanggal 5 Maret 2O15; Jam
09.03
Pengaruh Globalisasi Dalam Kehidupan. (Online).
(http://keepcopying.blogspot.com/2013/11/pengaruh-globalisasi-dalam-kehidupan_26.html );
Tanggal 9 Maret 2015; Jam 15.53
Globalisasi di Bidang Politik.(Online).(http://didisuryadi94.blogspot.com/2015/01/makalah-
globalisasi-dibidang-politik.html ); Tanggal 5 Maret 2015; Jam 08.54
Pengaruh Globalisasi Terhadap Proses Politik.(Online).(http://dandaen.blogspot.com/2014/05/v-
behaviorurldefaultvmlo.html ); Tanggal 09 Maret 2015; Jam 09.21
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena kami dapat menyelesaikan
tugas ini dengan baik dan selesai pada waktu yang telah ditentukan. Makalah yang
berjudul “Globalisasi di Bidang Politik” ini, diharapkan dapat memberikan informasi
kepada kita semua tentang prespektif global dalam bidang politik dan dampaknya
terhadap kehidupan bernegara.
Kami sadar tugas makalah ini masih sangat jauh dari kesempuranaan. Maka dari
itu, kritik serta saran masih sangat kami butuhkan demi kesempurnaan makalah ini.

Jambi, Februari 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. i


DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .............................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Globalisasi .................................................................................... 2
B. Pengertian Globalisasi Politik ........................................................................ 3
C. Perkembangan Sistem Politik di Indonesia .................................................... 3
D. Dampak Globalisasi di Indonesia................................................................... 6

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan .................................................................................................. 9
B. Saran ............................................................................................................ 9

DAFTAR PUSTAKA
MAKALAH
Globalisasi Di Bidang Politik

Di Susun Oleh : Diel Viero


XII IPS 3

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 10 MUARO JAMBI


TAHUN AJARAN 2017/2018