Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN

LABORATORIUM ELEKTRONIKA ANALOG II

NAMA : SARI KARTINI


NIM : 061640341869
KELAS : 4 ELA
JUDUL : KAREKTERISTIK TRANSISTOR EMITOR
BERSAMA

KELOMPOK : 3

DOSEN PEMBIMBING :
EVELINA, ST.,M.Kom.
NIDN : 0013116402

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO KONSENTRASI MEKATRONIKA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
2017/2018
Karakteristik Transistor Emitor Bersama

Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan ini, anda diharapkan dapat :

1. Menggambarkan macam-macam karakteristik transistor emitor bersama;


2. Menentukan resistansi masukan, resistansi keluaran dan penguatan arus dari kurva
karakteristik transistor emitor bersama.

Dasar Teori
Karakteristik arus/tegangan sangat berguna untuk mempelajari kerja transistor
pada suatu rangkaian. Untuk mendapatkan karakteristik ini, transistor harus diberi
bias yang benar.

Gambar 1.1 rangkaian untuk mendapatkan karakteristik transistor emior bersama

Dalam percobaan ini akan dilakukan pengukuran untuk mendapatkan karakteristik


transistor emitor bersama.
Ada tiga jenis karakteristik transistor CE yaitu :
1. Karakteristik input masukan
2. Karakteristik transfer (pindahan)
3. Karakteristik output (keluaran).

Karakteristik Masukan Transistor Emitor Bersama


Dalam karakteristik masukan menunjukkan hubungan perubahan arus masukan
terhadap perubahan tegangan masukan ( dalam hal ini lb dan Vbe) dengan menjaga tegangan
keluaran konstan (Vce). Masukan dalam hal ini basis, akan mendapat forward bias Vbb
sehingga kurva yang terjadi akan mirip dengan karakteristik dioda.
Kurva ini akan menentukan besarnya resistansi masukan transistor yang besarnya
adalah perbandingan perubahan tegangan masukan terhadap arus masukan, seperti dalam
contoh berikut:

𝑉𝑏𝑒
Rin = 𝐼𝑏
Karakteristik Transfer Transistor Emitor Bersama
Karakteristik pindahan transistor menunjukkan hubungan perubahan arus keluaran
(Ic) terhadap perubahan arus masukan (Ib) dengan tegangan keluaran dijaga konstan (Vce).
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang karakteristik pindahan ini
dapat dibuat lebih dari satu kurva yaitu dengan membuat kurva untuk beberapa nilai Vce
sehingga diperoleh gambar sebagai berikut.
Dari kurva pindahan ini menunjukkan penguatan arus transistor emitor bersama
(hfe),yaitu perbandingan antara perubahan arus keluaran terhadap arus masukan.

𝐼𝑐
hfe= 𝐼𝑏

Karakteristik Keluaran Transistor Emitor Bersama


Karakteristik keluaran transistor dalam konfigurasi transistor emitor bersama
menunjukkan hubungan perubahan arus keluaran (Ic) terhadap perubahan tegangan keluaran
(Vce) dengan menjaga arus masukan konstan (Ib).

Karakteristik keluaran merupakan sekelompok kurva yang dihasilkan dari beberapa


nilai Ib, sehingga dari kurva ini dapat ditentukan resistansi keluaran transistor emitor
bersama. Bahkan dengan menentukan nilai tertentu Vce dalam kurva, dapat pula ditentukan
nilai penguatan arusnya.
Alat dan Bahan
1. DC catu daya 0-30 volt 1 buah
2. Multimeter 1 buah
3. Osiloskop 1 buah
4. Transistor BD 130 1 buah
5. Potensiometer 1 K ohm 1 buah
6. Potensiometer 220 ohm 1 buah
7. Resistor 47K 1 buah
8. Resistor 1 K 1 buah
9. Resistor 1K5 1 buah
10. Proto Board 1 buah
11. Kabel penghubung secukupnya

Langkah Percobaan

A. Karakteristik Masukan Transistor CE


1. Menyusun rangkaian percobaan seperti pada gambar di bawah ini.

2. Memastikan posisi multimeter pada posisi yang tepat (A meter atau V meter) dengan
range yang telah disesuaikan dengan potensiometer pada posisi minimum.
3. Mengatur tegangan catu daya pada 6 volt dan hubungkan dengan rangkaian
4. Memperhatikan tabel pengukuran aturlah P1 sehingga Vbe menunjukkan nilai 0,1.
Baca petunjuk ampere meter dan catat dalam tabel
5. Menaikkan Vbe dengan memutar potensiometer P1 untuk harga 0,2 V , 0,3 V, sampai
0,7 V (sesuai tabe), catat penunjukkan Ib dan isikan dalam tabel.
6. Mengembalikan potensiometer pada posisi semula (minimum)
7. Mengaturtegangan catu daya untuk tegangan 9V
8. Mengulangi langkah 4,5, dan 6
9. Setelah selesai matikan semua peralatan
B. Karakteristik Transfer Transistor Emitor Bersama
1. Menyusun rangkaian seperti pada gambar di bawah ini.

2. Memastikan kedua multimeter pada posisi ampere meter, potensiometer pada posisi
minimum.
3. Atur catu daya pada tegangan 6V dan hubungkan ke rangkaian.
4. Memperhatikan tabel pengukuran di bawah ini! Atur potensiometer P1, sehingga arus
basis (Ib) menunjukkan 0,2 mA, baca penunjukan arus kolektor (Ic) catat dalam tabel.
5. Menaikkan harga Ib dengan mengatur P1 sesuai dengan setahap demi setahap. Catat
penunjukan arus kolektor untuk setiap langkah dan masukkan dalam tabel.
6. Mengembalikan potensiometer pada posisi semula (minimum)
7. Atur tegangan catu daya untuk teganan 9V
8. Mengulangi langkah 4,5 dan 6
9. Setelah selesai matikan semua peralatan

C.Karakteristik Keluaran Transistor Emitor Bersama


1. Menyusun rangkaian seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 1.5

2. Memastikan kedua multimeter pada posisi ampere meter untuk mengukur arus basis
(Ib) dan arus kolektor (Ic), Vce diukur dengan osiloskop P1 dan P2 pada posisi
minimum
3. Atur tegangan catu daya pada tegangan 9V dan hubungkan kerangkaian
4. Pelajari dan perhatikan tabel pegukuran
5. Atur potensiometer P1 sehingga arus basis (Ib) menunjukkan 10A, 12A
6. Atur P2 sehingga Vce menunjuk 0,25 V,catat penunjukkan arus kolektor dan isikan
dalam tabel
7. Putar lagi P2 sehingga Vce akan bertambah untuk harga 0,5V, 0,75V dan seterusnya
sesuai dengan tabel dan catat penunjukan arus kolektor untuk setiap langkah (jaga
penunjukkan Ib sesuai tetap, jika berubah dikembalikan ke harga semula dengan
mengatur P1). Isikan pada tabel
8. Mengembalikan P2 ke posisi minimum
9. Atur P1 sehingga arus dasar menunjuk 20mA
10. Mengulangi langkah 6,7 dan 8
11. Mengulangi langkah 9 dan 10 untuk Ib = 30mA dan Ib = 40mA
12. Mengembalikan posisi P1, P2 dan juga catu daya pada posisi minimum
13. Mematikan semua peralatan

Data Percobaan

Tabel 1.1
Vbe 0,1 0,2 0,3 0,4 0,45 0,5 0,55 0,6

Vce = 6V Ib = (mA) 0 0 0 0 0 0.122 0.844 5.87


Vce = 9 V Ib = (mA) 0 0 0 0 0 0.122 0.844 5.87

Tabel 1.2
Ib 0,2 0,4 0,6 0,8 1,0 1,4 1,8 2,2

Vce = 6V Ic = (mA) 24.81 48.88 72.54 95.31 118.74 121.54 201.56 241.22
Vce = 9 V Ic = (mA) 25.09 49.51 73.09 96.53 119.14 162.18 204.40 246.35

Tabel 1.3

Ib (𝝁𝑨) Vce (V) 0,25 0,5 0,75 1,0 1,5 2 3 4 6 8

10 Ic = (mA) 1.23 1.23 1.23 1.23 1.23 1.24 1.24 1.25 1.26 1.27
20 Ic = (mA) 2.54 2.55 2.55 2.55 2.56 2.56 2.58 2.59 2.61 2.63
30 Ic = (mA) 3.67 3.68 3.68 3.68 3.70 3.70 3.72 3.74 3.77 3.80
40 Ic = (mA) 4.90 4.91 4.91 4.91 4.93 4.94 4.96 4.98 5.03 5.07

Keselamatan Kerja

1. Yakinkan posisi alat ukur sesuai dengan pengukuran yang dilakukan!


2. Sebelum dihubungkan dengan sumber daya. Periksakan ke Instruktur.
3. Peukur disusun sehingga tidak mengganggu percobaan dan mudah dalam pembacaan
4. Komponen dan penghubung atau alat lain yang tidak dipergunakan dijauhkan dari
papan percobaan

. Tugas dan Pertanyaan


1. Gambarkan karakteristik masukan, karakteristik transfer dan karakteristik keluaran
dari transistor konfigurasi emitor bersama dengan skala yang benar!
2. Tentukan nilai resistansi masukan dari kurva karakteristik masukannya !
3. Tentukan nilai penguatan arus transistor dari kurva karakteristik transfer!
4. Tentukan resistansi keluaran transistor dari kurva karakteristik keluaran!
5. Bandingkan hasil yang diperoleh dengan nilai yang ada pada data book.
6. Bagaimana pendapat anda tentang konfigurasi transistor yang lain CB maupun CE!
7. Apa kesimpulan yang anda peroleh dari percobaan ini?

Jawab :

1. Gambar Karakteristik
a. Karakteristik Masukan

Karakteristik Masukan BD 139 VBE 6V


0.025

0.02 5.87

0.015

0.01 0 0 0 0 0 0.122 0.122

0.005

0
0.1 0.2 0.3 0.4 0.45 0.5 0.55 0.6 IC

karakteristik tabel 1.1 [6V]


Karakteristik Masukan BD 139 VBE 9V
0.025

0.02 5.78

0.015

0.01 0 0 0 0 0 0.122 0.844

0.005

0
0.1 0.2 0.3 0.4 0.45 0.5 0.55 0.6

Karakteristik tabel 1.1 [9V]

b. Karakteristik Transfer

Karakteritik Transfer BD 139 6V


25

20 241.22

15 201.56

121.54
10
118.74
95.31
5 72.54
48.88
24.81
0
0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 1.4 1.8 2.2

Karakteritik tabel 1.2 [6V]


Karakteritik Transfer BD 139 9V
300

250 243.86

200 204.67

163.08
150
119.27
100 96.45
73.32
50 49.57
25.25
0
0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 1.4 1.8 2.2

C. Karakteristik Keluaran

Ib Karakteristik Tabel 1.3A (10 μA)


1.28

1.27 1.27

1.26 1.26

1.25 1.25

1.24 1.24 1.24

1.23 1.23 1.23 1.23 1.23 1.23

1.22

1.21
0.25 0.5 0.75 1.0 1.5 2 3 4 6 8

Column1
Karakteristik Tabel 1.3B (20 μA)
2.64
2.63
2.62
2.61
2.6
2.59
2.58 2.58
2.56 2.56 2.56
2.55 2.55 2.55
2.54 2.54
2.52
2.5
2.48
0.25 0.5 0.75 1.0 1.5 2 3 4 6 8

karakteristik tabel 1.3

Karakteristik Tabel 1.3C (30 μA)


3.85

3.8 3.8
3.77
3.75
3.74
3.72
3.7 3.7 3.7
3.69
3.68 3.68
3.67
3.65

3.6
0.25 0.5 0.75 1 1.5 2 3 4 6 8

Karakteristik Tabel 1.3D (40 μA)


5.1
5.07
5.05
5.03
5
4.98
4.95 4.96
4.94
4.93
4.92
4.9 4.91 4.91
4.9

4.85

4.8
0.25 0.5 0.75 1.0 1.5 2 3 4 6 8
2) .Hasil perhitungan nilai resistansi masukan dari kurva karakteristik masukannya BD 139
6 Volt 9 Volt

𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟏 𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟏


Rin= = =∞ Rin= = =∞
𝑰𝒃 𝟎 𝑰𝒃 𝟎
𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟐 𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟐
Rin= = =∞ Rin= = =∞
𝑰𝒃 𝟎 𝑰𝒃 𝟎.𝟎𝟏
𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟑 𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟑
Rin= = =∞ Rin= = =∞
𝑰𝒃 𝟎 𝑰𝒃 𝟎.𝟎𝟑
𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟒 𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟒
Rin = = =∞ Rin = = =∞
𝑰𝒃 𝟎 𝑰𝒃 𝟎.𝟎𝟓
𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟒 𝟓 𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟒 𝟓
Rin = = =∞ Rin = = =∞
𝑰𝒃 𝟎 𝑰𝒃 𝟎.𝟏𝟒
𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟓 𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟓
Rin = = = 4098,4 Ω Rin = = = 4098,4 Ω
𝑰𝒃 𝟎.𝟎𝟎𝟎𝟏𝟐𝟐 𝑰𝒃 𝟎.𝟎𝟎𝟎𝟏𝟐𝟐
𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟓𝟓 𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟓𝟓
Rin = = = 653,2 Ω Rin = = = 653,2 Ω
𝑰𝒃 𝟎.𝟎𝟎𝟎𝟖𝟒𝟐 𝑰𝒃 𝟎.𝟎𝟎𝟎𝟖𝟒𝟐
𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟔 𝑽𝒃𝒆 𝟎.𝟔
Rin = = = 102.2 Ω Rin = = = 102.2 Ω
𝑰𝒃 𝟎.𝟎𝟎𝟓𝟖𝟕 𝑰𝒃 𝟎.𝟎𝟎𝟓𝟖𝟕

3) Hasil perhitungan nilai penguatan arus transistor dari kurva karakteritik transfer BD 139
6 Volt 9 Volt
𝒊𝒄 𝟐𝟒.𝟖𝟏 𝒊𝒄 𝟐𝟓.𝟎𝟗
hfe = = = 0.12Ω hfe = = = 0.12Ω
𝑰𝒃 𝟎,𝟐 𝑰𝒃 𝟎,𝟐

𝒊𝒄 𝟒𝟖.𝟖𝟖 𝒊𝒄 𝟒𝟗.𝟓𝟏
hfe = = = 1.2Ω hfe = = = 0.123Ω
𝑰𝒃 𝟎,𝟒 𝑰𝒃 𝟎,𝟒

𝒊𝒄 𝟕𝟑.𝟎𝟗
𝒊𝒄 𝟕𝟐.𝟓𝟒 hfe = = = 0.12Ω
hfe = = =o.12 Ω 𝑰𝒃 𝟎,𝟔
𝑰𝒃 𝟎,𝟔

𝒊𝒄 𝟗𝟓.𝟑𝟏 𝒊𝒄 𝟗𝟔.𝟓𝟑
hfe = = = 0.12Ω hfe = = = 0.12Ω
𝑰𝒃 𝟎,𝟖 𝑰𝒃 𝟎,𝟖

𝒊𝒄 𝟏𝟏𝟖.𝟕𝟒 𝒊𝒄 𝟏𝟏𝟗.𝟏𝟒
hfe = = = 0.11Ω hfe = = = 0.11Ω
𝑰𝒃 𝟏,𝟎 𝑰𝒃 𝟏,𝟎

𝒊𝒄 𝟏𝟐𝟏.𝟓𝟒
hfe = = 𝒊𝒄 𝟏𝟔𝟐.𝟏𝟖
𝑰𝒃 𝟏,𝟒 hfe = = = 0.11Ω
𝑰𝒃 𝟏,𝟒
=0.086Ω
𝒊𝒄 𝟐𝟎𝟒.𝟒𝟎
𝒊𝒄 𝟐𝟎𝟏.𝟓𝟔 hfe = = = 2.89Ω
hfe = = = 0.11Ω 𝑰𝒃 𝟏,𝟖
𝑰𝒃 𝟏,𝟖

𝒊𝒄 𝟐𝟒𝟏.𝟐𝟐 𝒊𝒄 𝟐𝟒𝟔.𝟑𝟓
hfe = = = 0.11Ω hfe = = = 2.9Ω
𝑰𝒃 𝟐,𝟐 𝑰𝒃 𝟐,𝟐

4). Hasil Perhitungan nilai penguatan arus transistor dari kurva karakteristik keluaran BD 139

𝑽𝒄𝒆 𝑽𝒄𝒆 𝑽𝒄𝒆 𝑽𝒄𝒆


Rout = (10) Rout = (20) Rout = (30) Rout = (40)
𝑰𝒄 𝑰𝒄 𝑰𝒄 𝑰𝒄

𝟎,𝟐𝟓 𝟎,𝟐𝟓 𝟎,𝟐𝟓 𝟎,𝟐𝟓


Rout = 𝟏,𝟐𝟑 = 0,2 Ω Rout=𝟐,𝟓𝟒= 0,1 Ω Rout = 𝟑,𝟔𝟕 = 0,07 Ω Rout= 𝟒,𝟗𝟎 = 0,05 Ω

𝟎,𝟓 𝟎,𝟓 𝟎,𝟓 𝟎,𝟓


Rout = 𝟏,𝟐𝟑 = 0,4 Ω Rout=𝟐,𝟓𝟓= 0,2 Ω Rout = 𝟑,𝟔𝟖 = 0,13 Ω Rout= 𝟒,𝟗𝟏= 0,1 Ω
𝟎,𝟕𝟓 𝟎,𝟕𝟓 𝟎,𝟕𝟓 𝟎,𝟕𝟓
Rout = 𝟏,𝟐𝟑 = 0,61 Ω Rout=𝟐,𝟓𝟓 = 0,4 Ω Rout = 𝟑,𝟔𝟖 = 0,21 Ω Rout=𝟒,𝟗𝟏 = 0,15 Ω
𝟏,𝟎 𝟏,𝟎 𝟏,𝟎 𝟏,𝟎
Rout = 𝟏,𝟐𝟑= 0,81 Ω Rout=𝟐,𝟓𝟓 = 0,94 Ω Rout = 𝟑,𝟔𝟗 = 0,27Ω Rout=𝟒,𝟗𝟐 = 0,2 Ω

𝟏,𝟓 𝟏,𝟓 𝟏,𝟓 𝟏,𝟓


Rout = 𝟏,𝟐𝟑= 1,22 Ω Rout= 𝟐,𝟓𝟔 = 0,58 Ω Rout = 𝟑,𝟕𝟎 = 0,40 Ω Rout= 𝟒,𝟗𝟐 = 0,3 Ω
𝟐 𝟐 𝟐 𝟐
Rout = = 1,61 Ω Rout= = 0,78 Ω Rout = = 0,54 Ω Rout= = 0,4 Ω
𝟏,𝟐𝟒 𝟐,𝟓𝟔 𝟑,𝟕𝟎 𝟒,𝟗𝟑

𝟑 𝟑 𝟑 𝟑
Rout = 𝟏,𝟐𝟒= 2,42 Ω Rout= 𝟐,𝟓𝟖 = 1,63 Ω Rout = 𝟑,𝟕𝟐 = 0,81 Ω Rout= 𝟒,𝟗𝟒 = 0,6 Ω
𝟒 𝟒 𝟒 𝟒
Rout =𝟏,𝟐𝟓 = 3,2 Ω Rout= 𝟐,𝟓𝟗 = 1,54 Ω Rout = = 1,07 Ω Rout=𝟒,𝟗𝟔 = 0,8 Ω
𝟑,𝟕𝟒

𝟔 𝟔 𝟔 𝟔
Rout =𝟏,𝟐𝟔= 4,77 Ω Rout= 𝟐,𝟔𝟏 = 2,30 Ω Rout = = 1,6 Ω Rout= = 1,2Ω
𝟑,𝟕𝟕 𝟓,𝟎𝟑

𝟖 𝟖 𝟖 𝟖
Rout =𝟏,𝟐𝟕= 6,3 Ω Rout= 𝟐,𝟔𝟑= 3,04 Ω Rout = 𝟑,𝟖𝟓 = 2,08 Ω Rout=𝟓,𝟎𝟕 = 1,6 Ω

5). Hasil percobaan dengan data pada data book nilainya tidak terlalu jauh berbeda setelah
dibandingkan.

6). Konfigurasi Common Base (CB) atau Basis Bersama adalah konfigurasi yang kaki Basis-
nya di-ground-kan dan digunakan bersama untuk INPUT maupun OUTPUT.
Konfigurasi Common Base menghasilkan penguatan tegangan antara sinyal input dan sinyal
output namun tidak menghasilkan pengaturan pada arus.
Namun, pada konfigurasi Comman Collector tegangan sinyal output pada emitor hampir
sama dengan tegangan input basis.

Analisa

Berdasarkan percobaan Karakteristik Transistor Emitor Bersama pada


rangkaian 1.1, dapat disimpulkan bahwa transistor BC 130 memiliki tegangan minimum
sebesar 0.5 V. Kita dapat mengetahuinya dengan cara mengatur potensiometer, dimana arus
dapat mengalir ketika potensiometer diatur dan berada pada posisi Vbe = 0.5.
Tegangan sumber (Vce) tidak akan mempengaruhi kenaikan dari arus pada kaki kolektor (Ic).
Tetapi yang mempengaruhi arus keluaran pada Ic adalah besar kecilnya resistansi pada kaki
basis. Semakin besar resistansi pada kaki basis maka semakin besar juga arus keluaran pada
kaki kolektor transistor. Itu artinya besar resistansi pada basis berbanding lurus dengan besar
arus Ic. Kita juga dapat menghitung perubahan tegangan masukan terhadap arus masukan
𝑽𝒃𝒆
(Rin) dengan rumus Rin = 𝑰𝒃

Untuk melihat penguatan antara arus Ib dan arus Ic, maka kita dapat menghitung
perbandingan antara perubahan arus keluaran terhadap arus masukan. Perbandingan ini
𝑰𝒄
disimbolkan dengan hfe. Rumus hfe adalah hfe= 𝑰𝒃.

7. Kesimpulan

1. Transistor rmempunyai tiga elektroda yaitu basis, emitor, dan kolektor lalu, memiliki
2 jenis yaitu NPN dan PNP.
2. Fungsi transistor adalah memperkuat sinyal, sebagai sinyal saklar elektronik
3. Ada tiga jenis karakteristik emiter:
a).Karakteristik input ; perubahan tegangan masukan terhadap arus masukan (Rin)
𝑽𝒃𝒆
dengan rumus Rin = 𝑰𝒃
𝑰𝒄
b).Karakteristik transfer ; Rumushfeadalahhfe =
𝑰𝒃

c).Karakteristik output untuk mencari resistansi yang diperlukan, maka kita dapat
𝑽𝒄𝒆
menghitung dengan rumus: Rout = 𝑰𝒄

4. Semakin besar resistansi pada kaki basis maka semakin besar juga arus keluaran pada
kaki kolektor transistor. Itu artinya besar resistansi pada basis berbanding lurus
dengan besar arus Ic.
5. Tegangan Sumber atau Vce tidak mempengaruhi kenaikan dari arus pada kaki
kolektor (Ic). Tetapi yang mempengaruhi arus keluaran pada Ic adalah besar kecilnya
resistansi pada kaki basis

Palembang, 21 Maret 2018


Dosen Pembimbing Praktikan

Evelina , S.T, Mkom. SARI KARTINI


NIDN : 0013116402 061640341869
LAMPIRAN