Anda di halaman 1dari 9

JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)

Volume 4, Nomor 4, Oktober 2016 (ISSN: 2356-3346)


http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

ANALISIS PERBEDAAN PERSEPSI PASIEN PESERTA


BPJS TERHADAP PENILAIAN MUTU PELAYANAN
DI PUSKESMAS KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG
TAHUN 2016
Clara Sylvia Pardede, Chriswardani S, Putri Aswita Wigati
Bagian Administrasi Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Diponegoro
Email: clarasylvia@gmail.com

Abstract : BPJS Health in collaboration with the health facilities facilities such as
health centers, neighborhood health center and the hospital to open the doors of
public health services. Puskesmas as FKTP need to see how the analysis of
satisfaction felt by participants BPJS. Every person has the same right to gain
access to resources in the health sector. This study aimed to analyze the
differences in the perception of patients BPJS using service quality dimensions.
This study uses descriptive quantitative research subjects were taken by using
purposive sampling. As for the study is based on the quality dimension, namely
the quality of tangibles, reliability, responsiveness, assurance, emphaty. The
patients studied were BPJS PBI and Non PBI get service in Puskesmas
Kedungmundu Semarang with sample sizes of 50 BPJSPBI and 50 BPJS Non
PBI. The result of this research is that the quality of tangible (p = 0.03), reliability
(p = 0.10), responsiveness (p = 0.10), assurance (p = 0.55), empathy (p =
0.8).The conclusion of this study is the discrepancy between the patient's
perception BPJS PBI dan Non PBI BPJS seen from the dimensions of quality of
tangibles ( p <0.05 ) and no differences were seen from the perception of quality
dimensions of reliability , responsiveness, assurance and assurance( p > 0.05 ) ,
Suggestions for workers to always be friendly , patient , polite and cautious in
serving patients and always keeping the environment clean.

PENDAHULUAN kepada masyarakat dapat tercermin


dari banyaknya tanggapan dan
Pemerintah sebagai institusi keluhan masyarakat maupun
tertinggi yang bertanggungjawab pengguna pelayanan publik yang
atas pemeliharaan kesehatan untuk banyak dijumpai dan disampaikan
memenuhi kewajiban dalam melalui media massa seperti radio,
penyediaan sarana pelayanan televisi dan koran atas pelayanan
kesehatan.1 Mengingat fungsi utama yang diberikan kepada masyarakat.
pemerintah adalah melayani Dari keluhan-keluhan masyarakat
masyarakat maka pemerintah tersebut seharusnya pemerintah
dimana perlu terus berupaya semakin meningkatkan
meningkatkan kualitas pelayanan pelayanannya mengingat pula
terutama pelayanan pelayanan kesehatan publik
kesehatan.Penilaian dari kualitas merupakan hak asasi manusia yang
pelayanan yang diberikan pmerintah
23
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 4, Nomor 4, Oktober 2016 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

harus tetap diselenggarakan oleh pelayanan kesehatan dasar sebagai


pemerintah.2 kontak pertama pada pelayanan
Pada dasarnya prinsip kesehatan yang memiliki peran
pelayanan kesehatan mencakup besar dan strategis.
keadilan, responsivitas dan efisiensi Puskesmas sebagai Fasilitas
pelayanan. Untuk mencapai harapan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
tersebut diselenggarakan diharapkan dapat memperbaiki dan
pembangunan kesehatan secara meningkatkan pelayanan kesehatan
menyeluruh dan berkesinambungan bagi masyarakat. Pemberi
kepada masyarakat. Hal ini pelayanan kesehatan yang bermutu
dilakukan untuk meningkatkan baik dari dokter maupun tenaga
derajat kesehatan masyarakat baik medis lainnya akan memberikan
masyarakat kurang mampu maupun kepuasan bagi diri pasien yang
masyarakat mampu dengan berefek pada keinginan pasien untuk
didukung munculnya era jaminan kembali kepada institusi yang
kesehatan dari tahun ketahun.3Hal memberikan pelayanan yang efektif.
yang dilakukan adalah dengan Pasien PBI atau non PBI yang
munculnya kebijakan pemerintah mendapatkan pelayanan di
mengenai Sistem Jaminan Sosial Puskesmas perlu diperhatikan
Nasional bagi perseorangan.Pada apakah terjadi kesenjangan
Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 pelayanan antara pasien PBI atau
Pemerintah menetapkan, Jaminan Penerima Bantuan Iuran dan pasien
Sosial Nasional akan non PBI yang membayar iuran
diselenggarakan oleh BPJS, yang sendiri karena dalam Undang-
salah satunya adalah BPJS undang Nomor 36 Tahun 2009
Kesehatan.4 tentang Kesehatan pada pasal 4
BPJS Kesehatan adalah badan disebutkan bahwa setiap orang
hukum yang dibentuk untuk mempunyai hak yang sama dalam
menyelenggarakan program jaminan memperoleh akses atas sumber
sosial yang juga sebagai upaya daya dibidang kesehatan.6 Adanya
kendali mutu dan biaya terhadap prinsip mutu pelayanan di
pelayanan kesehatan di Indonesia. Puskesmas sebagai FKTP perlu
Pesera BPJS terbagi menjadi dua untuk dilihat bagaimana analisis
golongan, yaitu Penerima Bantuan kepuasan yang dirasakan oleh
Iuran (PBI) dan non- PBI.5 peserta BPJS.
Dalam menjalankan program Penelitian yang dilakukan oleh
layanan kesehatan, BPJS Retno Eka pada tahun 2013
Kesehatan bekerjasama dengan mengenai kualitas Pelayanan
berbagai fasilitas kesehatan seperti Peserta Jaminan Kesehatan
puskesmas, posyandu dan rumah Masyarakat di Puskesmas
sakit untuk membuka pintu Sumbersari Jember membuktikan
pelayanan kesehatan masyarakat. bahwa mutu atau kualitas pelayanan
Puskesmas merupakan layanan yang diberikan oleh Puskesmas
kesehatan tingkat pertama yang tersebut belum memberikan
sangat penting dalam memberikan kepuasan dalam diri pasien karena
pelayanan kesehatan kepada harapan pasien lebih tinggi dari
masyarakat. Dalam pelaksanaan persepsi tentang mutu pelayanan
BPJS, fungsi Puskesmas akan kesehatan yang dirasakan oleh
dimaksimalkan Puskesmas menjadi pasien di Puskesmas.7
gatekeeper yaitu penyelenggara
24
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 4, Nomor 4, Oktober 2016 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

Puskesmas Kedungmundu mengenai lamanya pelayanan


adalah unit pelaksana teknis Dinas petugas dalam menyiapkan obat dan
KesehatanKota Semarang yang kurangnya informasi yang diberikan
bertanggungjawab oleh petugas. Adanya karakteristik
menyelenggarakan pembangunan pasien yang berbeda dan kurangnya
kesehatan di wilayah kecamatan pelayanan tingkat primer
Tembalang.Puskesmas memperhatikan kualitas
Kedungmundu bergabung dengan pelayanan.10
BPJS pada awal 2014. Puskesmas Puskesmas Kedungmundu
Kedungmundu memiliki jumlah memiliki kontak saran sebagai
wilayah kerja 7 kelurahan dengan evaluasi dalam mengukur kepuasan
jumlah penduduknya sebesar pasien. Namun hasil dari pasien
110.112 jiwa dan memiliki luas tersebut tidak ditindaklanjuti setiap
wilayah kerja sebesar 1.138.393 m2. bulannya oleh pihak Puskesmas.
Puskesmas Kedungmundu memiliki Beberapa data yang ditemukan dari
4 Pustu yang berfungsi aktif bulan Januari sampai dengan Maret
melayani masyarakat. 8 2015 bahwa pasien khususnya
Dari hasil studi pendahuluan peserta BPJS kurang mendapatkan
melalui wawancara langsung kepada pelayanan rawat jalan yang
tenaga kesehatan pada 11 Maret diberikan oleh dokter dan adanya
2016 bahwa Puskesmas tenaga kesehatan yang kurang
Kendungmundu dari tahun 2015 ramah oleh pasien, kurangnya
memiliki jumlah kunjungan lebih pelayanan obat, sempitnya ruang
kurang 100 pasien setiap tunggu, dan sebagainya di
harinya.Dari data Dinas Kesehatan Puskesmas Kedungmundu. Dalam
Kota Semarang bahwa pada tahun melihat pelayanan yang bermutu
2015 Puskesmas Kedungmundu yang diberikan kepada pasien
memiliki jumlah kunjungan pasien Puskesmas kedungmundu mulai
sebanyak 44.708 pasien.9 Maret 2016 akan membuat
Dari penelitian Nida Hildani pada beberapa program sebagai evaluasi
tahun 2014 Puskesmas dalam melihat kualitas pelayanan
Kedungmundu tentang deskripsi alur yang diberikan. Adapun program
proses pelayanan dan waktu antrian tersebut ialah adanya kuesioner dan
pada pelayanan pendaftaran pembagian emoticonyang dibagikan
Puskesmas Kedungmundu memiliki disetiap bidang Puskesmas (BP,
jumlah kunjungan pasien yang KIA, Loket, dan sebagainya) dan
meningkat setiap tahunnya kotak saran.
dibandingan dengan 37 puskesmas
yang ada di Kota Semarang.Setiap METODE PENELITIAN
periode 6 bulan, Puskemas
Kedungmundu melakukan survei Penelitian menggunakan jenis
untuk mengevaluasi kepuasan penelitian cross sectional dengan
pasien. Data yang terhimpun bulan pendekatan kuantitatif. Populasi
Januari sampai Juni 2012 dengan subjek dalam penelitian ini adalah
responden 240 didapatkan hasil seluruh pasien peserta BPJS PBI
81% pasien merasa puas terhadap dan Non PBI di pelayanan rawat
pelayanan. Sedangkan berdasarkan jalan. Cara pengambilan sampel
penelitian yang dilakukann Abdul menggunkan cara random sampling.
Rozak kepada 10 responden masih Jumlah sampel subjek pasien
terdapat banyak keluhan pasien peserta BPJS PBI 50 responden dan
25
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 4, Nomor 4, Oktober 2016 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

Non PBI 50 responden di untuk BPJS PBI dan 28 responden


Puskesmas Kedungmundu (56%) untuk BPJS Non PBI. Dilihat
Semarang yang telah mendapatkan dari segi pendidikan, responden PBI
pelayanan rawat jalan. lebih banyak yang memiliki
Data primer dalam penelitian pendidikan terakhir SD yaitu
ini diperoleh dari hasil wawancara sebanyak 15 responden (30%) dan
pasien dengan menggunakan untuk karakteristik responden Non
kuesioner. Data sekunder berasal PBI lebih banyak yang memiliki
dari data yang diperoleh dari instansi pendidikan terakhir Perguruan tinggi
terkait dan jurnal-jurnal penelitian atau Akademik sebanyak 24
sebelumnya. Seperti data profil responden (48%). Dari segi
perusahaan, jurnal-jurnal, serta pekerjaan, responden BPJS PBI
referensi-referensi lain. Analisis lebih banyak yang bekerja sebagai
univariat dilakukan untuk buruh yaitu 20 responden (40%)dan
memperoleh gambaran dari masing- sebaliknya untuk responden BPJS
masing variabel, disajikan dalam Non PBI lebih banyak yang bekerja
bentuk deskriptif dalam bentuk tabel sebagai PNS atau ABRI atau POLRI
frekuensi dan persentase. Analisis atau BUMN yaitu sebanyak 20
bivariat dalam penelitian ini adalah responden (40%).
menguji apakah ada perbedan dari
dua populasi yang berbeda. Mann Perbedaan Pendapat Pasien PBI
Whitney U Test atau uji dua sampel Dan Non PBI BPJS Kesehatan
yang tidak berpasangan dari statistik pada Dimensi Mutu Bukti
non parametik. Dasar pengambilan Langsung (Tangibles)
keputusan dalam uji normalitas pada Tabel 4.1 Analisa Uji Perbedaan
Mann Whitney U Test adalah jika Rata-Rata Pendapat Terhadap
nilai p lebih besar dari 0,05 (p> 0,05) Dimensi Mutu Bukti Langsung
maka Ho diterima sedangkan jika (Tangibles)
nilai p lebih kecil dari 0,05 (p< 0,05) Kategori Mean (x) Mann Signifikan
maka Ho ditolak. Rank Whitney U (p)
HASIL DAN PEMBAHASAN
PBI 47,85 1117,500 0,035
Distribusi frekuensi Non PBI 53,15
responden berdasarkan jenis
kelamin, umur, pendidikan,
pekerjaan dan status responden. Pada tabel 4.1 tentang uji
Dari tabel tersebut dapat diketahui perbedaan rata-rata pendapat
bahwa responden BPJS PBI lebih terhadap dimensi mutu Bukti
banyak yang berjenis kelamin Langsung (Tangibles) dapat
perempuan yaitu sebanyak 40 diketahui rata-rata responden yang
responden (80%) dan untuk yang berpendapat terhadap mutu
berjenis kelamin laki-laki lebih pelayanan yang diberikan untuk
banyak di BPJS Non PBI sebesar 16 responden BPJS Non PBI lebih
responden (32%). tinggi dari pada rata-rata pendapat
dari responden BPJS PBI. Dari tabel
Jika dilihat dari segi usia, tersebut juga diketahui bahwa nilai
baik responden BPJS PBI maupun signifikan yang diperoleh adalah
Non PBI sama-sama lebih banyak 0.035 yang berarti H0 ditolak HI
yang memiliki usia 26-35 tahun diterima karena nilai signifikan yang
dengan jumlah 18 responden (36%) diperoleh lebih kecil atau sama
26
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 4, Nomor 4, Oktober 2016 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

dengan 0.05. Dengan demikian pelayanan yang belum sesuai


dapat disimpulkan ada perbedaan dengan yang diharapkan pasien
rata-rata pendapat pasien PBI dan pengguna askes sosial dari segi
Non PBI BPJS Kesehatan yang keandalan (reliability) adalah
ditinjau dari segi bukti langsung prosedur pendaftran dan pelayanan
(tangibles). yang berbelit-belit dan jadwal
Perbedaan pendapat dari pelayanan dokter yang tidak teratur
kedua kelompok pasien tersebut (terburu-buru).10
dapat diketahui bahwa adanya Tidak adanya perbedaan
perbedaan pelayanan yang pendapat dari kedua kelompok
diberikan puskesmas kepada pasien pasien tersebut dapat diketahui
PBI dan Non PBI. bahwa tidak adanya perbedaan
Perbedaan Pendapat Pasien PBI pelayanan yang diberikan
Dan Non PBI BPJS Kesehatan puskesmas kepada pasien PBI dan
pada Dimensi Mutu Keandalan Non PBI.
(Reability) Perbedaan Pendapat Pasien PBI
Tabel 4.2 Analisa Uji Perbedaan Dan Non PBI BPJS Kesehatan
Rata-Rata Pendapat Terhadap pada Dimensi Mutu Ketanggapan
Dimensi Mutu Keandalan (Reability) (Responsiveness)
Kategori Mean (x) Mann Signifikan Tabel 4.3 Analisa Uji Perbedaan
Rank Whitney U (p) Rata-Rata Pendapat Terhadap
PBI 45,96 1023,000 0,10 Dimensi Mutu Ketanggapan
Non PBI 55,04 (Responsiveness)
Kategori Mean (x) Mann Signifikan
Berdasarkan tabel 4.12 Rank Whitney U (p)
tentang uji perbedaan rata-rata
pendapat terhadap dimensi mutu PBI 46,38 1044,000 0,10
keandalan (reability) dapat diketahui
rata-rata pendapat terhadap mutu Non PBI 54,62
pelayanan yang diberikan untuk
pasien dari kelompok responden Berdasarkan tabel 4.3 tentang
BPJS PBI lebih rendah uji perbedaan rata-rata pendapat
dibandingkan dengan rata-rata terhadap dimensi mutu ketanggapan
pendapat dari responden BPJS Non (responsiveness) diketahui bahwa
PBI. Dari tabel tersebut juga rata-rata pendapat terhadap mutu
diperoleh nilai signifikan adalah 0,10 pelayanan yang diberikan kepada
yang berati HI diterima H0 ditolak pasien dari kelompok responden
karena nilai signifikan yang diperoleh BPJS PBI lebih rendah
lebih besar dari 0.05. Dengan dibandingkan dengan rata-rata
demikian dapat disimpulkan bahwa pendapat responden BPJS Non PBI.
tidak ada perbedaan rata-rata Dari tabel tersebut juga diperoleh
pendapat pasien PBI dan Non PBI nilai signifikan adalah 0,10 yang
BPJS Kesehatan yang ditinjau dari berati HI diterima H0 ditolak karena
segi keandalan (reability). nilai signifikan yang diperoleh lebih
Menurut penelitian yang besar dari 0.05. Dengan demikian
dilakukan oleh Bata pada tahun dapat disimpulkan bahwa tidak ada
2013 keandalan (reliability) perbedaan rata-rata pendapat
mempunyai hubungan terhadap pasien PBI dan Non PBI BPJS
kepuasan pasien pengguna askes Kesehatan yang ditinjau dari segi
sosial. Dalam penelitian tersebut ketanggapan (responsiveness).
27
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 4, Nomor 4, Oktober 2016 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

Pemberian pelayanan yang dapat disimpulkan bahwa tidak ada


cepat dan tepat sangat berpengaruh perbedaan rata-rata pendapat
terhadap kualitas pelayanan, karena pasien PBI dan Non PBI BPJS
ketika pasien berada dalam keadaan Kesehatan yang ditinjau dari segi
darurat, pasien akan cepat tertolong jaminan (assurance). layanan
dan hal tersebut dapat mencegah kesehatan yang bermutu harus
terjadinya hal yang tidak diinginkan memberikan informasi yang jelas
dan fatal bagi pasien. Pelayanan tentang apa, siapa, kapan, dan
yang tepat waktu juga merupakan dimana serta bagaimana layanan
salah satu hal yang penting dalam kesehatan tersebut dilaksanakan.
peningkatan kuliatas pelayanan Hal yang sangat penting untuk
kesehatan dan memberikan efek layanan kesehatan baik tingkat
positif bagi pengguna pelayanan rumah sakit maupun puskesmas
kesehatan. adalah penyampaian informasi yang
Walau demikian tiidak adanya jelas kepada pasien.11
perbedaan pendapat dari kedua Walaupun demikian tidak
kelompok pasien tersebut dapat adanya perbedaan pendapat dari
diketahui bahwa tidak adanya kedua kelompok pasien tersebut
perbedaan pelayanan yang dapat diketahui bahwa tidak adanya
diberikan puskesmas kepada pasien perbedaan pelayanan yang
PBI dan Non PBI. diberikan puskesmas kepada pasien
Perbedaan Pendapat Pasien PBI PBI dan Non PBI.
Dan Non PBI BPJS Kesehatan Perbedaan Pendapat Pasien PBI
pada Dimensi Mutu Jaminan Dan Non PBI BPJS Kesehatan
(Assurance) pada Dimensi Mutu Perhatian
Tabel 4.4 Analisa Uji Perbedaan (Emphaty)
Rata-Rata Pendapat Terhadap Tabel 4.5 Analisa Uji Perbedaan
Dimensi Mutu Jaminan (Assurance) Rata-Rata Pendapat Terhadap
Kategori Mean Mann Signifikan Dimensi Mutu Perhatian (Emphaty)
(x) Rank Whitney U (p) Kategori Mean Mann Signifikan
(x) Rank Whitney U (p)
PBI 52,09 1170,500 0,55
Non PBI 48,91 PBI 49,87 1218,500 0,80
Non PBI 51,13

Berdasarkan tabel 4.4 tentang Berdasarkan tabel 4.5 tentang


uji perbedaan rata-rata pendapat uji perbedaan rata-rata pendapat
terhadap dimensi mutu jaminan terhadap dimensi mutu perhatian
(assurance) diketahui bahwa rata- (emphaty) diketahui bahwa rata-rata
rata pendapat terhadap mutu pendapat terhadap mutu pelayanan
pelayanan yang diberikan kepada yang diberikan kepada pasien dari
pasien dari kelompok responden kelompok responden BPJS PBI lebih
BPJS PBI lebih besar dibandingkan rendah dibandingkan dengan rata-
dengan rata-rata pendapat dari rata pendapat dari kelompok
kelompok responden BPJS Non PBI. responden BPJS Non PBI. Dari tabel
Dari tabel tersebut juga diperoleh tersebut juga diperoleh nilai
nilai signifikan adalah 0,55 yang signifikan adalah 0,80 yang berati
berati HI diterima H0 ditolak karena HI diterima H0 ditolak karena nilai
nilai signifikan yang diperoleh lebih signifikan yang diperoleh lebih besar
besar dari 0.05. Dengan demikian
28
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 4, Nomor 4, Oktober 2016 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

dari 0.05. Dengan demikian dapat masih kurang baik sedangkan


disimpulkan bahwa tidak ada pendapat pasien Non PBI bahwa
perbedaan rata-rata pendapat dimensi mutu bukti langsung
pasien PBI dan Non PBI BPJS yang diberikan kepada pasien
Kesehatan yang ditinjau dari segi sudah baik.
perhatian (emphaty). 3. Dimensi mutu Keandalan
Pemberian dorongan (Reability) :
dukungan maupun motivasi dan Tidak terdapat perbedaan
hiburan kepasien akan membuat pendapat pasien PBI dan Non
pasien merasa nyaman terhadap PBI BPJS Kesehatan yang
pelayanan yang diberikan karena ditinjau dari segi Keandalan
dorongan yang diberikan dapat (Reability) dengan nilai p = 0.10.
membuat pasien bersemangat Tidak adanya perbedaan
dalam pemulihan kesehatannya. pendapat antar kedua kelompok
Selain itu pemberian perhatian pasien dapat dilihat dari adanya
kepada pasien tanpa pilih-pilih akan pendapat PBI dan Non PBI
membuat pasien merasa nyaman menyatakan bahwa dimensi
dan adil sehingga aspek perhatian keandalan yang diberikan
(emphaty) petugas kesehatan kepada pasien sudah baik.
sangat perlu diperhatikan. 4. Dimensi mutu Ketanggapan
(Responsiveness) :
Tidak terdapat perbedaan
KESIMPULAN pendapat pasien PBI dan Non
PBI BPJS Kesehatan yang
1. Karakteristik Responden ditinjau dari segi Ketanggapan
Responden BPJS PBI lebih (Responsiveness) dengan nilai p
banyak yang berjenis kelamin = 0.10.
perempuan, berusia 26 – 35 Tidak adanya perbedaan
tahun, dengan pendidikan pendapat antar kedua kelompok
terakhir SD dan memiliki pasien dapat dilihat dari adanya
pekerjaan sebagai buruh. Untuk pendapat PBI dan Non PBI
responden BPJS Non PBI lebih menyatakan bahwa dimensi
banyak yang berjenis kelamin ketanggapan yang diberikan
perempuan, berusia 26- 35 kepada pasien sudah baik.
tahun, dengan pendidikan 5. Dimensi mutu Jaminan
terakhir Perguruan Tinggi atau (Assurance) :
Akademik dan bekerja sebagai Tidak terdapat perbedaan
PNS/ABRI/POLRI/BUMN. pendapat pasien PBI dan Non
2. Dimensi mutu bukti langsung PBI BPJS Kesehatan yang
(Tengible) : ditinjau dari segi Jaminan
Terdapat perbedaan pendapat (Assurance) dengan nilai p =
pasien PBI dan Non PBI BPJS 0.55.
Kesehatan yang ditinjau dari segi Tidak adanya perbedaan
bukti langsung (Tengible) pendapat antar kedua kelompok
dengan nilai p = 0.03. pasien dapat dilihat dari adanya
Adanya perbedaan pendapat pendapat PBI dan Non PBI
pasien dapat dilihat dari adanya menyatakan bahwa dimensi
pendapat pasien PBI bahwa jaminan yang diberikan kepada
dimensi mutu bukti langsung pasien sudah baik.
yang diberikan kepada pasien
29
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 4, Nomor 4, Oktober 2016 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

6. Dimensi mutu Perhatian e. Selalu memberikan motivasi


(Emphaty) : dan pengarahan kepada seluruh
Tidak terdapat perbedaan tenaga kesehatan untuk selalu
pendapat pasien PBI dan Non memberikan senyum dan
PBI BPJS Kesehatan yang dukungan kepada pasien yang
ditinjau dari segi Perhatian ingin memeriksakan
(Emphaty) dengan nilai p = 0.8. kesehatannya di pelayanan
Tidak adanya perbedaan rawat jalan.
pendapat antar kedua kelompok 2. Bagi Peneliti Lain
pasien dapat dilihat dari adanya a. Melakukan penelitian secara
pendapat PBI dan Non PBI mendalam untuk dapat menggali
menyatakan bahwa dimensi informasi lebih terkait pelayanan
mutu perhatian yang diberikan dan mutu pelayanan di
kepada pasien sudah baik. Puskesmas Kedungmundu
Semarang
B. Saran b. Meneliti perbedaan pendapat
1. Bagi Puskesmas dari paien BPJS dan pasien
Kedungmundu Semarang umum terhadap mutu pelayanan
a. Memberikan motivasi kepada sehingga dapat diketahui
seluruh pegawai puskesmas kepuasan pasien secara
untuk selalu bersikap ramah, keseluruhan terkait pelayanan
sabar, sopan dan hati-hati dalam yang diberikan Puskesmas
melayani pasien serta keluarga Kedungmundu Semarang
pasien dengan memberikan
reward bagi pegawai yang
menjalankan dengan baik dan DAFTAR PUSTAKA
punishment bagi pegawai yang
tidak menjalankan dengan baik. 1. Resky Permatasari. Kualitas
b. Meningkatkan kepuasan Pelayanan Kesehatan Dalam
pasien dengan melakukan Tinjauan Pengguna
evaluasi penilaian yang dilihat Jamkesmas. Skripsi.
dari kotak saran yang diberikan Universitas Sriwijaya:
pasien sebagai indikator Palembang; 2012
kepuasan masyarakat untuk 2. Pertimbangan Undang-
meningkatkan dan Undang Republik Indonesia
memperbaharui yang belum Nomor 25 Tahun 2009
memenuhi harapan pasien. tentang Pelayanan Publik.
c. Selalu membersihkan 3. Tahrim Latamu. Efektivitas
lingkungan disekitar puskesmas program Jamkesmas di
agar terlihat rapi, sehat dan Kabupaten Bolaang
nyaman bagi pasien serta Mongondow Utara. Skripsi.
membuat larangan kepada
pasien agar membuang sampah (Diakses pada Maret 2016
pada tempat yang disediakan http://ejournal.unsrat.ac.id/ind
oleh pihak puskesmas. ex.php/jurnaleksekutif/article/
d. Memberikan motivasi dan viewFile/5021/4539)
pengarahan kepada dokter untuk
selalu bersikap cermat, hati-hati 4. Kementrian Kesehatan
dan tidak terburu-buru dalam Republik Indonesia. Buku
memeriksakan pasien.
30
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 4, Nomor 4, Oktober 2016 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

Pegangan Sosilaisasi
Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN) dalam Sistem
Jaminan Sosial Nasional.
Jakarta: Kemenkes RI.
5. Undang-Undang nomor 40
tahun 2004 tentang Sistem
Jaminan Sosial Nasional
(SJSN). Kemenkes RI. 2004.
6. Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 36 Tahun
2009 Tentang Kesehatan.
Kemenkes RI. 2009.
7. Riyadi Rizky. Mutu
Pelayanan Kesehatan
Peserta Jaminan Kesehatan
Nasional Di Puskesmas
Kecamatan Kembangan
Jakarta Barat. Skripsi.
Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah: Jakarta;
2015.
8. Profil Puskesmas
Kedungmundu Semarang.
2014 .
9. Dinas Kesehatan Kota
Semarang. 2015.
10. Bata YW, Arifin MA.
Darmawansyah. Hubungan
Kualitas Pelayanan
Kesehatan dengan
Kepuasan Pasien Pengguna
Askes Sosial pada
Pelayanan Rawat Inap di
RSUD Lakipadan Kab. Tana
Toraja; 2013.
11. Kamaruzzaman. Pengaruh
Pelayanan Asuhan
Keperawatan Terhadap
Kepuasan Pasien Di Badan
Pelayanan Kesehatan
Rumah Sakit Umum Sigli
Tahun 2008. Tesis. Medan:
Universitas Sumatera Utara;
2009.

31