Anda di halaman 1dari 247

DAFTAR ISI

Hal
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Daftar Grafik v
Gambar x
Daftar Tabel xi
BAB I PENDAHULUAN 1
BAB II GAMBARAN UMUM 7
2.1. Keadaan Penduduk 7
2.2. Letak Geografis dan Luas Wilayah 9
2.3. Keadaan Pemerintahan 11
2.4. Pendidikan 12
2.5. Ekonomi 12
BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 14
3.1. ANGKA KEMATIAN 14
3.1.1. Angka Kematian Bayi (AKB) 14
3.1.2. Angka Kematian Ibu (AKI) 16
3.1.3. Angka Kematian Neonatal 19
3.1.4. Angka Kematian Balita (AKABA) 20
3.2. ANGKA KESAKITAN 22
3.2.1. Penyakit Menular 22
3.2.1.1. Malaria 22
3.2.1.2. Tuberculosis (TBC) 26
3.2.1.3. Pneumonia 29
3.2.1.4. Penyakit HIV/AIDS 35
3.2.1.5 Kusta 41
3.2.2. Penyakit Potensial KLB/Wabah 45
[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 ii
3.2.2.1. Demam Berdarah Dengue (DBD) 52
3.2.2.2. Penyakit Diare 56
3.2.3. Penyakit Menular yang dapat dicegah dengan Imunisasi 59
3.2.4. AFP Rate (Non Polio) < 15 Tahun 59
3.2.5. Campak 62
3.2.6. Surveilans Tetanus Neonatorum 67
3.2.7. Surveilans Difteri 69
3.2.8. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular 69
3.3. STATUS GIZI MASYARAKAT 71
3.3.1. Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) 73
BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 74
4.1. PELAYANAN KESEHATAN DASAR 74
4.1.1 Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi 74
4.1.1.1. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) 75
4.1.1.2. Pertolongan Persalinan oleh Nakes dengan Kompetensi
Kebidanan 77
4.1.1.3 Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas 78
4.1.1.4. Persentase Pelayanan Komplikasi 79
4.1.1.5. Cakupan Pelayan Pertama Neonatus (KN1) 80
4.1.1.6. Cakupan Penanganan Komplikasi Neonatal (PKn) 81
4.1.1.7. Cakupan Pelayanan Bayi (KBy) 82
4.1.1.9. Cakupan Pelayanan Anak Balita 82
4.1.1.10.Pelayanan Keluarga Berencana 83
4.1.2. Pelayanan Imunisasi 84
4.1.2.1 Pencapaian Uci Desa (Universal Child Immunization) 88
4.1.2.2. Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 90
4.2. PEMBINAAN KESEHATAN LINGKUNGAN
DAN SANITASI DASAR 94

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 iii


4.3. PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT 104
4.3.1. Bayi mendapat ASI Eksklusif 104
4.3.2. Balita 6-59 bulan mendapat kapsul Vitamin A 105
4.3.3. Cakupan balita ditimbang (D/S) 107
4.3.4. Balita gizi buruk mendapat perawatan 109
4.4. AKSES DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN 109
BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 111
5.1. SARANA KESEHATAN 111
5.1.1. Puskesmas 111
5.1.2. Rumah Sakit 113
5.1.3. Sarana Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat 117
5.2. TENAGA KESEHATAN 122
5.3. SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 128
BAB VI KESIMPULAN 130
6.1. KESIMPULAN 130
6.2. SARAN 135
LAMPIRAN

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 iv


DAFTAR GRAFIK

Grafik 2.1. Piramida Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok
UmurProvinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 7
Grafik 2.2. Sex Ratio Penduduk Sumatera Selatan Tahun 2015 9
Grafik 2.3. Jumlah Penduduk Usia Produktif (15 – 64 Tahun) Menurut Jenis
Kelamin Per Kabupaten Kota se-Sumatera Selatan 9
Grafik 2.4. Rata-rata Kelembaban Udara Provinsi Sumatera Selatan Yang
Tercacat pada Stasiun Klimatologi Kenten Palembang 10
Grafik 3.1. Jumlah Kasus Kematian Bayi Per Kab/Kota di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2013 – 2015 15
Grafik 3.2. Jumlah Kasus Kematian Ibu di Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2006 – 2015 17
Grafik 3.3. Faktor Dominan Penyebab Kematian Ibu 18
Grafik 3.4. Jumlah Angka Kematian Neonatal di Sumatera SelatanTahun 20014 20
Grafik 3.5. Jumlah Kasus Kematian Balita Per Kabupaten/Kota di Provinsi
Sumatera Selatan Pada Tahun 2015 21
Grafik 3.6. Jumlah Kasus Kematian Balita Provinsi Sumatera Selatan pada
Tahun 2010-2015 21
Grafik 3.7. Jumlah Kasus Malaria Klinis, Pemeriksaan Malaria Positif
Provinsi Sumatera Selatan 2013-2015 24
Grafik 3.8. Distribusi Kasus Malaria Positif Berdasarkan Umur Provinsi
Sumatera Selatan 2014-2015 26
Grafik 3.9. CDR Tuberkulosis Paru BTA Positif Provinsi Sumatera Selatan 27
Grafik 3.10. CDR Per Kab/Kota Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 28
Grafik 3.11. Angka Keberhasilan Pengobatan Provinsi Sumatera Selatan 2010-2014 28
Grafik 3.12 Penemuan Pneumonia Secara Kumulatif Berdasarkan Kab/Kota
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014-2015 32
Grafik 3.13. Persentase Cakupan Penemuan Pneumonia Balita Secara Kumulatif
Berdasarkan Kab/Kota di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014-2015 33
Grafik 3.14. Jumlah Kasus ISPA Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2014-2015 33

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 v


Grafik 3.15. Jumlah Kasus ISPA Per Bulan Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2014-2015 34
Grafik 3.16. Jumlah Kasus ISPA Berdasarkan Klasifikasi Kelompok dan Umur
Di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014-2015 34
Grafik 3.17. Jumlah Kasus HIV AIDS Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2005-2015 39
Grafik 3.18. Jumlah Pengidap HIV Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi
Sumatera Selatan Tahun 2015 39
Grafik 3.19. Jumlah Pengidap HIV Menurut jenis kelamin di Sumsel Tahun 2015 40
Grafik 3.20. Kumulatif Pengidap HIV Menurut Kelompok Umur di Provinsi
Sumatera Selatan Tahun 2015 40
Grafik 3.21. Distribusi Penderita AIDS Menurut Kondisi Saat Dilaporkan di Provinsi
Sumatera Selatan Tahun 2015 41
Grafik 3.22. Case Detaction Rate (CDR) Provinsi Sumatera Selatan Tahun
2005 – 2015 43
Grafik 3.23. Cacat Tingkat 2 dan Proporsi Kasus Baru Pada Anak Provinsi
Sumatera Selatan Tahun 2005 – 2015 43
Grafik 3.24. Proporsi Penderita Kusta Anak (≤5%) Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2015 44
Grafik 3.25. Proporsi Cacat Tingkat II Penderita Kusta Per Kabupaten/Kota
Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 44
Grafik 3.26. Kelengkapan Laporan SKDR Kabupaten/Kota di Provinsi 46
Sumatera Selatan Tahun 2015
Grafik 3.27. Perbandingan Frekuensi dan Penderita KLB Penyakit di Provinsi
Sumtera Selatan Tahun 2003 – 2015 50
Grafik 3.28. Jumlah Desa KLB Per Penyakit di Provinsi Sumtera Selatan
Tahun 2015 51
Grafik 3.29. Perbandingan CFR dan AR Kasus KLB di Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2000 – 2015 52
Grafik 3.30. Jumlah Kasus DBD Per Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera
Tahun 2015 54
Grafik 3.31. Jumlah Kasus DBD Kelompok Umur Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2015 56
Grafik 3.32. Distribusi Jenis Kelamin Kasus DBD Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2015 56

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 vi


Grafik 3.33. Distribusi Kasus Diare Per Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2013 – 2015 58
Grafik 3.34. Trend Kejadian Diare Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013-2015 58
Grafik 3.35. Cakupan Pelayanan Diare Per Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 59
Grafik 3.36. Penemuan Kasus campak rutin di Provinsi Sumatera Selatan Tahun
2011 sampai dengan 2015 63
Grafik 3.37. Penemuan Kasus campak Rutin Menurut Kelompok Umur di Provinsi
Sumatera Selatan Tahun 2014-2015 64
Grafik 3.38. Status Imunisasi Penderita Klinis Campak Pada Semua Kelompok
Umur di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 65
Grafik 3.39. Kasus Campak (CBMS) Menurut Kelompok Umur dengan Konfirmasi
LaboratoriumDi Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 66
Grafik 3.40. Jumlah KLB dan Hasil Konfirmasi laboratorium di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2009-2015 66
Grafik 3.41. Penemuan Kasus Tetanus Neonatorum Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2015 68
Grafik 3.42. Penemuan Kasus Tetanus Neonatorum Yang Meninggal Per Kab/Kota
di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2015 68
Grafik 3.43. Penemuan Kasus Difteri Per Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 69
Grafik 3.44. Kasus Penyakit Tidak Menular di Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2015 71
Grafik 3.45. Angka Kejadian Penyakit Tidak Menular Khususnya Kanker
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 71
Grafik 3.46. Jumlah Kasus Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Per Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan Tahun 2015 73
Grafik 4.1. Cakupan Pelayanan K1 di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 76
Grafik 4.2. Cakupan Pelayanan K4 di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 76
Grafik 4.3. Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 78
Grafik 4.4. Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 79
Grafik 4.5. Cakupan Pelayanan Penanganan Komplikasi di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 80

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 vii


Grafik 4.6. Cakupan Pelayanan Pertama Neonatus (KN1) di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 81
Grafik 4.7. Cakupan Penanganan Komplikasi Neonatal di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 81
Grafik 4.8. Cakupan Pelayanan Bayi di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 82
Grafik 4.9. Cakupan Pelayanan Anak Balita di Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2015 83
Grafik 4.10. Jumlah Peserta KB Aktif Per Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 84
Grafik 4.11. Proporsi Peserta KB Menurut Jenis Kontrasepsi di Provinsi Provinsi
Sumatera Selatan Tahun 2015 84
Grafik 4.12. Cakupan Imunisasi Rutin Provinsi Sumatera Selatan Tahun
2010 - 2015 86
Grafik 4.13. Angka Drop Out (D.O.) Imunisasi Rutin Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2015 87
Grafik 4.14. Cakupan UCI Desa Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 88
Grafik 4.15. Pencapaian UCI Desa Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2011-2015 89
Grafik 4.16. Hasil Cakupan BIAS DT Murid SD/MI Kelas IProvinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 90
Grafik 4.17. Hasil Cakupan BIAS Td Murid SD/MI Kelas II dan III di Provinsi
Sumatera Selatan Tahun 2015 91
Grafik 4.18. Hasil Cakupan BIAS Campak Murid SD/MI Kelas I Tahun 2015 92
Grafik 4.19. Rumah Sehat Menurut Kabupaten/Kota dan Puskesmas di Provinsi
Sumatera Selatan Tahun 2015 95
Grafik 4.20. TTU Memenuhi Syarat Menurut Kabupaten/Kota dan Puskesmas
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 96
Grafik 4.21. Penduduk Dengan Akses Berkelanjutan Terhadap Air Bersih Menurut
Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 97
Grafik 4.22. Penduduk Dengan Akses Berkelanjutan Terhadap Air Minum (Layak)
Menurut Kabupaten/Kota dan Puskesmas di Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2015 98
Grafik 4.23. TPM Memenuhi Syarat Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota dan
Puskesmas di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 99
Grafik 4.24. Capaian Tempat – Tempat Pengolahan Makanan dan Minuman Sehat
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2010 – 2015 100
[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 viii
Grafik 4.26. Cakupan Pemberian ASI di Provinsi Sumatera Selatan
Periode Tahun 2015 105
Grafik 4.27. Cakupan Pemberian Vitamin A Bayi di Provinsi Sumatera Selatan
Periode Tahun 2015 107
Grafik 4.28. Cakupan Pemberian Vitamin A Baita di Provinsi Sumatera Selatan
Periode Tahun 2015 107
Grafik 4.29. Presentase Capaian D/S Kelompok Umur 0-23 Bulan Menurut
Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 108
Grafik 4.30. Cakupan Masyarakat Miskin yang Mendapatkan Jaminan Pelayanan
Kesehatan Komprehensif di Provinsi Sumatera Selatan Selama
Tahun 2010-2015 110
Grafik 5.1. Jumlah Puskesmas di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2010 -2015 112
Grafik 5.2. Jumlah Rumah Sakit Menurut Kepemilikan di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 116
Grafik 5.3. Persentase Capaian Posyandu Purnama di Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2013 – 2015 120
Grafik 5.4. Jumlah Posyandu dan Posyandu Aktif di Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2012-2015 120
Grafik 5.5. Persentase Capaian Desa Siaga Aktif di Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2010- 2015 121
Grafik 5.6. Jumlah Desa Siaga di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013-2015 121
Grafik 5.7. Jumlah Poskesdes, Polindes dan Posbindu di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 121
Grafik 5.8. Jumlah Desa Siaga Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 122
Grafik 5.9. Jumlah Tenaga Kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 123
Grafik 5.10. Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Jenis Ketenagaan di Provinsi
Sumatera Selatan Tahun 2015 123

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 ix


DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Peta Provinsi Sumatera Selatan 11


Gambar 3.1. Peta Endemis Malaria Sumsel Tahunn 2015 24

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 x


DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Jumlah Penduduk, Luas Wilayah dan Tingkat Kepadatan Penduduk
Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015. 8
Tabel 3.1. Jumlah Kasus Malaria dalam Lima Terakhir Provinsi Sumatera Selatan 17
Tabel 3.2. Data Pemeriksaan Malaria Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 18
Tabel 3.3. Jumlah Kasus Malaria Dalam 5 Tahun Terakhir Provinsi Sumatera
Selatan 25
Tabel 3.4. Data Pemeriksaan Malaria Kab/Kota Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2015 25
Tabel 3.5 Distribusi Penemuan Kasus Kusta Baru Perkabupaten /Kota
Tahun 2015 42
Tabel 3.6 Laporan W1 KLB Per Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2015 47
Tabel 3.7. Ketepatan W1 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2015 48
Tabel 3.8. Distribusi KLB Penyakit Menular dan Keracunan Per Kabupaten
/Kota di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 49
Tabel 3.9. Distribusi KLB Penyakit Menular dan Keracunan Berdasarkan jenis
Penyakit di Provinsi Sumatera Selatan Selama Tahun 2015 51
Tabel 3.10. Distribusi Penemuan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)
Perkabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 55
Tabel 3.11. Kinerja Surveilans AFP Januari-Desember Tahun 2015 61
Tabel 3.12. Kinerja Surveilans Campak Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2007 sampai dengan Tahun 2015 63
Tabel 3.13. Hasil Case Base Measles Surveillance di Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 67
Tabel 4.1. Hasil Cakupan Imunisasi Rutin Provinsi Sumatera Selatan Tahun
2015 85
Tabel 4.2. Pemakaian Vaksin Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 93
Tabel 4.3. Indeks Pemakaian (IP) Vaksin Imunisasi Rutin Dinas Kesehatan
Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 93
[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 xi
Tabel 4.4. Data Target Desa Dan Realisasi SBS Kabupaten Provinsi Sumatera
Selatan Tahun 2015 101
Tabel 4.5. Akses Jamban Menurut 10 Kabupaten/Kota PAMSIMAS
Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 102
Tabel 4.6. Cakupan Klinik Sanitasi Aktif Menurut Kabupaten
Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 103

Tabel 5.1. Anggaran Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 129

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 xii


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa


Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang
produktif secara sosial dan ekonomi. Pembangunan nasional harus berwawasan
kesehatan yaitu setiap kebijakan publik selalu memperhatikan dampak pada
kesehatan.

Pembangunan kesehatan dilaksanakan secara sistematis, berdayaguna,


berhasilguna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan
nepotisme sehingga tercipta Good Governance sesuai Undang-Undang Nomor 28
tahun 2009 serta Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan sebagai
salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan memiliki tugas dan fungsi untuk meingkatkan derajat kesehatan
masyarakat di provinsi Sumatera Selatan yang setinggi-tingginya yang dalam
pelaksanaannya berlandaskan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) provinsi Sumatera Selatan.

Pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat


kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya yang ditandai dengan meningkatnya
umur harapan hidup, menurunnya angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan status
gizi, dan menurunnya angka kesakitan serta angka kematian yang disebabkan oleh
berbagai penyakit, yaitu baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular.
Untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 1


orang agar dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
dapat terwujud, hal tersebut selaras dengan komitmen internasional yang dituangkan
dalam Millenium Development Goals (MDGs) dan Sustainable Development Goals
(SDGs).

Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pembangunan


kesehatan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagaimana ditetapkan
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 741/Menkes/Per/VII/2008: (1) Indikator
Derajat Kesehatan yang terdiri atas indikator-indikator untuk Mortalitas, Morbiditas,
dan Status Gizi; (2) Indikator-indikator untuk Keadaan Lingkungan, Perilaku Hidup,
Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan; serta (3) Indikator-indikator untuk Pelayanan
Kesehatan, Sumber Daya Kesehatan, Manajemen Kesehatan, dan Kontribusi Sektor
Terkait. Visi Provinsi Sumatera Selatan tahun 2013 sampai dengan 2018 yaitu
Sumatera Selatan sejahtera, lebih maju dan berdaya saing internasional. Untuk
mewujudkan Visi diatas maka Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mempunyai
Misi yaitu: Menjamin pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi
seluruh masyarakat Sumatera Selatan; meningkatkan kemandirian masyarakat untuk
hidup sehat melalui pendidikan kesehatan kepada masyarakat dan pemberdayaan
masyarakat; meningkatkan profesionalitas Sumber Daya Manusia Kesehatan yang
berdaya saing global; mengutamakan upaya peningkatan dan pencegahan dengan tidak
mengabaikan upaya pengobatan dan pemulihan kesehatan. Hal tersebut selaras dengan
Tujuan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu Meningkatnya status
kesehatan masyarakat dan meningkatnya daya tanggap (responsiveness) dan
perlindungan masyarakat terhadap resiko sosial dan finansial di bidang kesehatan.

Pembangunan kesehatan dilaksanakan melalui peningkatan upaya kesehatan,


peningkatan pembiayaan kesehatan, peningkatan sumber daya kesehatan, peningkatan
sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan serta peningkatan manajemen dan
informasi kesehatan. Tantangan pembangunan kesehatan menuntut adanya dukungan
sumber daya yang cukup serta arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 2


yang tepat. Sering kali para pembuat kebijakan di bidang kesehatan mengalami
kesulitan dalam pengambilan keputusan yang tepat karena keterbatasan atau tidak
tersedianya data dan informasi yang akurat, tepat dan cepat. Kebutuhan terhadap data
dan informasi yang akurat makin meningkat, namun berbagai masalah masih dihadapi
dalam penyelenggaraan sistem informasi kesehatan. Untuk mendukung keberhasilan
pembangunan tersebut dibutuhkan adanya ketersediaan data dan informasi yang
akurat bagi proses pengambilan keputusan dan perencanaan program. Sistem
Informasi Kesehatan (SIK) yang evidence based diarahkan untuk penyediaan data
dan informasi yang akurat, lengkap, dan tepat waktu.

Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun


2015 tentang Sistem Informasi Kesehatan, serta Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 92 tahun 2015 tentang penyelenggaraan komunikasi data
dalam sistem informasi kesehatan terintegrasi, seyogyanya pelaksanaan sistem
informasi kesehatan yang selama ini dilaksanakan secara terfragmentasi sudah harus
dilakukan secara terintegrasi.
Pembangunan kesehatan yang berhasilguna dan berdayaguna dapat dicapai
melalui pembinaan, pengembangan, dan pelaksanaan, serta pemantapan fungsi-fungsi
administrasi kesehatan yang didukung oleh Sistem Informasi Kesehatan (SIK), ilmu
pengetahuan dan teknologi kesehatan, serta hukum kesehatan. SIK di setiap institusi
pelayanan kesehatan mulai dari tingkat Puskesmas, Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi sampai tingkat Pusat, harus terus
dikembangkan sehingga diharapkan dapat memberikan dukungan dalam rangka
pelaksanaan fungsi manajemen kesehatan.
SIK yang baik mampu memberikan informasi yang akurat (evidance based)
dan up to date untuk proses pengambilan keputusan di semua tingkat administrasi
pelayanan kesehatan. Salah satu bentuk output dari SIK adalah penerbitan buku profil
kesehatan yang dilakukan setiap tahun anggaran. Tujuan penyusunan Profil
Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan adalah memberikan informasi tentang hasil

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 3


pencapaian program pembangunan kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan
umumnya, termasuk pencapaian indikator-indikator pembangunan kesehatan di
Provinsi Sumatera Selatan.
Sistematika penyajian Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan adalah
sebagai berikut :

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Adapun maksud dan tujuan penyusunan dari Profil Kesehatan Provinsi
Sumatera Selatan adalah memberikan gambaran dan situasi tentang kesehatan
secara menyeluruh di Provinsi Sumatera Selatan serta untuk meningkatkan
kemampuan manajemen dalam pengelolaan operasional di lapangan terhadap
pelayanan prima dibidang kesehatan bagi masyarakat serta mengembangkan
informasi sebagai bahan evaluasi untuk memberikan petunjuk dalam
pembuatan rencana strategis (Renstra) pembangunan di Provinsi Sumatera
Selatan.
2. Tujuan Khusus
Sedangkan tujuan khusus dalam penyusunan profil kesehatan ini adalah
sebagai berikut :
a. Tersedianya data dan informasi yang akurat (evidance based).
b. Tersedianya Grafikan situasi kesehatan secara menyeluruh dan merata
pada setiap kecamatan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
c. Tersedianya bahan acuan untuk mengevaluasi sampai sejauh mana hasil
program/kegiatan yang telah dilaksanakan.
d. Tersedianya konsep yang jelas tentang keberadaan status kesehatan saat
ini dan seberapa jauh tujuan yang akan dicapai kedepan.
e. Sebagai sarana untuk memantau keberhasilan tingkat kesehatan kota
Palembang untuk acuan evaluasi tahunan terhadap kinerja kegiatan.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 4


f. Adanya sarana informasi dan komunikasi tentang peta data, keadaan
pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan.
g. Sebagai acuan pemantauan evaluasi program tahunan dan sebagai wadah
yang strategis serta integral dari berbagai data yang dikumpulkan dalam
sistim pencatatan pelaporan yang ada di puskesmas, rumah sakit, maupun
di unit-unit kesehatan lainnya.

B. Sistematika Penulisan

Sistematika penyajian Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan adalah


sebagai berikut :

Bab-1 : Pendahuluan

Bab ini menyajikan tentang latar belakang dan tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan
Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 serta sistematika penyajiannya.

Bab-2 : Gambaran Umum

Bab ini menyajikan tentang Gambaran umum Provinsi Sumatera Selatan. Selain
uraian tentang letak geografis, administratif dan informasi umum lainnya, disini juga
mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor
lainnya misalnya kependudukan, ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan
lingkungan.

Bab - 3 : Situasi Derajat Kesehatan

Bab ini menguraikan indikator mengenai angka kematian, angka kesakitan, dan angka
status gizi masyarakat.

Bab - 4 : Situasi Upaya Kesehatan

Bab ini menguraikan tentang bagaimana gambaran situasi pelayanan kesehatan dasar,
pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang, pemberantasan penyakit menular,
pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar, perbaikan gizi masyarakat,

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 5


pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan, pelayanan kesehatan dalam situasi
bencana. Upaya pelayanan kesehatan yang diuraikan dalam bab ini juga
mengakomodir indikator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang
Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh
Kabupaten/Kota.

Bab-5 : Situasi Sumber Daya Kesehatan

Bab ini menguraikan tentang bagaimana sarana, tenaga, pembiayaan dan sumber daya
kesehatan lainnya.

Bab-6 : Kesimpulan

Bab ini menjelaskan tentang hal-hal penting yang perlu ditelaah lebih lanjut dari
Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan di tahun yang bersangkutan. Selain
keberhasilan-keberhasilan yang perlu dicatat, bab ini juga mengemukakan hal-hal
yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan
kesehatan.
Lampiran. Pada lampiran ini berisi resume/angka pencapaian Puskesmas dan
Kecamatan dalam Provinsi Sumatera Selatan dan 81 tabel data yang merupakan
gabungan Tabel Indikator Kabupaten Sehat dan Indikator pencapaian kinerja
Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan. Tabel lampiran Profil Kesehatan
tersebut sesuai dengan Petunjuk Teknis Penyusunan Kesehatan Kabupaten/Kota,
Edisi Terpilah menurut jenis kelamin, yang dikeluarkan oleh Pusat Data dan
Informasi Kementerian Kesehatan RI 2015.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 6


BAB II
GAMBARAN UMUM

2.1. KEPENDUDUKAN
Berdasarkan perhitungan dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan,
Jumlah penduduk Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2015 berjumlah 8.052.300
jiwa (BPS 2015). Dengan komposisi 4.092.200 penduduk laki-laki dan 3.960.100
penduduk perempuan. Sedangkan jumlah Rumah Tangga tahun 2015 yaitu
2.151.633 Rumah Tangga. Dari 17 (tujuh belas) kabupaten yang ada, jumlah
penduduk terbesar terdapat di Kota Palembang sebanyak 1.580.517 jiwa dengan luas
wilayah hanya 363,68 km², sedangkan jumlah penduduk terkecil terdapat di wilayah
Kota Pagaralam sebanyak 133,862 jiwa dengan luas wilayah 632,80 km². Hal ini
menunjukkan persebaran penduduk di Provinsi Sumatera Selatan tidak merata dilihat
dari perbandingan antara luas wilayah dengan jumlah penduduk. Rata-rata kepadatan
penduduk di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2015 adalah 92,11 jiwa/km².
Jumlah penduduk Provinsi Sumatera Selatan menurut jenis kelamin dan
berdasarkan kelompok umur yaitu sebagaimana ditunjukkan pada Piramida
Penduduk di bawah ini:
Grafik 2.1. Piramida Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin
dan Kelompok UmurProvinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
Pag ar Ala m
Prabum ulih
PALI
Murat ara
Lubuk Ling gau
Empa t Law ang
OKU
OKU Sela tan
Mus i Raw as
Lahat
Ogan Ilir
Mua ra Enim Per empu an
Muba Laki-Laki
OKU T im ur
OKI
Ba nyuasin
Palem bang

- 100. 000 200. 000 300. 000 400. 000 500. 000 600. 000 700. 000 800. 000
Empa
Mua r Mus i OKU Lubuk
Palem Ba nyu OKU Ogan t Murat Prabu Pag ar
OKI Muba a Lahat Ra wa Selat a OKU Lingg PALI
bang as in T imur Ilir Law a ara m ulih Alam
E nim s n au
ng
Perempua n 788. 397. 384. 317. 298. 295. 204. 192. 187. 163. 170. 116. 109. 90.7 89.3 87.9 65.2
Laki-Laki 791. 414. 402. 331. 313. 305. 204. 200. 196. 180. 178. 121. 109. 92.1 90.2 89.1 68.5

Sumber : Badan Pusat Statistik Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 7


Tabel 2.1.
Jumlah Penduduk, Luas Wilayah dan Tingkat Kepadatan Penduduk
Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

JUMLAH KEPADATA
LUAS JUMLAH RATA-RATA
KABUPATEN/KOT DESA + JUMLAH N
NO WILAYAH RUMAH JIWA/RUMAH
A DESA KELURAHAN KELURAHA PENDUDUK PENDUDUK
(km2) TANGGA TANGGA 2
N per km
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Ogan Komering Ulu 3.747,77 143 14 157 349787 82,087 4.20 93,33
2 Ogan Komering Ilir 17,086,39 314 13 327 7875 164,705 4.71 46,09
3 Muara Enim 6.901,36 245 10 255 600398 143,923 4.11 87,0
4 Lahat 4,297,12 359 17 376 393235 97,250 4.00 91,51
5 Musi Rawas 6,330,53 186 14 199 384333 94,750 4.00 60,71
6 Musi Banyuasin 14,530,36 227 14 240 611506 146,891 4.10 42,08
7 Banyuasin 12,361,43 288 16 304 811501 212,260 3.77 65,65
8 OKU Selatan 4.544,18 252 7 259 344074 115,428 2.94 75,72
9 OKU Timur 3,397,10 305 7 312 649394 349,195 1.84 191,16
10 Ogan Ilir 2,411,24 227 14 241 409171 85,602 4.72 169,69
11 Empat Lawang 2,312,20 147 9 156 238.118 54,934 4.28 102,98
12 PALI 1,844,71 65 6 71 179.529 51,949 3.41 97,32
13 Muratara 5.836,70 82 7 89 182.828 43,557 4.14 31,32
4.345,9
14 Kota Palembang 363,68 0 107 107 1,580.517 350,996 4.44
0
15 Kota Prabumulih 458,11 12 25 37 177.078 64,724 2.70 386,54
16 Kota Pagar Alam 632,80 0 35 35 133.862 33,308 3.98 211,5
17 Kota Lubuk Linggau 365,49 0 72 72 219.471 60,074 3.60 600,48

JUMLAH (KAB/KOTA) 87,421,17 2852 387 3237 8.052.315 2,151,633 3.69 92,11
Sumber : Badan Pusat Statistik Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 8


Grafik 2.2. Sex Ratio Penduduk Sumatera Selatan Tahun 2015
Sex Ratio
Lubuk Linggau 1,00
1,00
Ogan Ilir 1,00
1,01
PALI 1,01
1,02
Muara Enim 1,03
1,04 Sex Ratio
OKU Timur 1,04
1,04
Lahat 1,04
1,05
Muba 1,05
1,05
OKI 1,05
1,05
OKU Selatan 1,10
- 0,50 1,00 1,50

Sumber : Badan Pusat Statistik Prov.Sumsel

Grafik 2.3. Jumlah Penduduk Usia Produktif (15 – 64 Tahun)


Menurut Jenis Kelamin Per Kabupaten Kota se-Sumatera Selatan Tahun2015

Sumber : Badan Pusat Statistik Prov.Sumsel

2.2. LETAK GEOGRAFIS DAN LUAS WILAYAH


Secara geografi Provinsi Sumatera Selatan terletak antara 1o sampai 4o
Lintang Selatan dan 102o sampai 106o Bujur Timur, dengan luas wilayah 87.421,17
km2 yang terdiri dari pegunungan dan pesisir pantai dan dilintasi oleh banyak sungai.
Sebagian besar lahan terdiri dari hutan produksi, lahan pertanian, eksplorasi dan

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 9


ekploitasi gas bumi dan bahan galian lainnya seperti minyak bumi dan batubara.
Provinsi Sumatera Selatan berbatasan dengan di sebelah utara dengan Provinsi Jambi,
di sebelah Selatan dengan Provinsi Lampung, di sebelah Timur dengan Provinsi
Bangka Belitung. Di daerah bagian Pantai Timur tanahnya terdiri dari rawa-rawa dan
berair payau yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Untuk vegetasinya berupa
tumbuhan palmase dan kayurawa (bakau), semakin ke barat terhampar daerah dataran
tinggi dan terdapat daerah Bukit Barisan.

Grafik 2.3. Rata-rata Kelembaban Udara Provinsi Sumatera


Selatan Yang Tercacat pada Stasiun Klimatologi Kenten
Palembang Tahun 2015

Sumber: Badan Pusat Statistik Prov.Sumsel

Musim yang terdapat di Sumatera Selatan sama seperti umumnya yang terjadi
di bagian lain dari Indonesia. Di indonesia, hanya di kenal dua musim, yaitu musim
kemarau dan musim penghujan. Pada umumnya sekitar bulan Juni sampai dengan
bulan September arus angin berasal dari Australia, dimana Angin ini tidak banyak
mengandung uap air sehingga mengakibatkan terjadinya musim kemarau. Sebaliknya
pada bulan Desember sampai bulan Maret arus angin banyak mengandung uap air
yang berasal dari Asia dan Samudra pasifik mengakibatkan terjadinya musim
penghujan. Keadaan seperti ini terjadi hampir setiap setengah tahun setelah melewati
masa peralihan pada bulan April - Mei dan Oktober - November.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 10


2.3. KEADAAN PEMERINTAHAN
Provinsi Sumatera Selatan dikenal juga sebagai Bumi Sriwijaya, karena pada
abad ke-7 hingga ke-12 masehi sumatera Selatan merupakan pusat kerajaan Sriwijaya
yang terkenal dengan kerajaan maritim terbesar. Provinsi Sumatera Selatan berdiri
pada tanggal 12 September 1950. Sama halnya dengan provinsi lain di Indonesia,
provinsi Sumatera Selatan juga dibagi menjadi beberapa Kabupaten/Kota, selanjutnya
Kabupaten/Kota dibagi lagi menjadi Kecamatan, dan kemudian Kecamatan dibagi
menjadi kelurahan dan desa.
Pada tahun 2013, Provinsi Sumatera Selatan kembali mengalami pemekaran
daerah yng terdiri dari 15 kabupaten/kota menjadi 17 kabupaten/kota. Kabupaten
yang mengalami pemekaran yaitu kabupaten Musi Rawas menjadi kabupaten Musi
Rawas dan kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dan kabupaten Muara Enim
menjadi kabupaten Muara Enim dan kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
sehingga jumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan sampai akhir tahun
2015 bertambah menjadi 17 kabupaten/kota dengan jumlah desa dan kelurahan
sebanyak 3.237 Desa dan Kelurahan. Letak geografis Provinsi Sumatera Selatan
berdasarkan Kabupaten/Kota sebagaimana peta di bawah ini :
Gambar 2.1. Peta Provinsi Sumatera Selatan

Sumber : Badan Pusat Statistik Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 11


2.4. PENDIDIKAN

Pendidikam merupakan proses pemberdayaan peserta didik sebagai subjek


sekaligus objek dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Pendidikan sangat
berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan
pendidikan meliputi pembanguan pendidikan secara formal maupun non formal.
Keberhasilan pembangunan di bidang pendidikan antara lain ditandai dengan
meningkatnya angka partisipasi bersekolah, dan meningkatnya persentase penduduk
yang menyelesaikan program wajib belajar 9 tahun dan meningkatnya angka melek
huruf usia 15 tahun keatas.
Dalam bidang pendidikan, variabel - variabel seperti jumlah gedung sekolah,
jumlah murid dan jumlah guru sering kali ditampilkan untuk menggambarkan situasi
pendidikan. Misalnya dua variabel terakhir diatas dapat digunakan untuk menghitung
rasio murid-guru. Pada tahun ajaran 2014/2015, Sumatera Selatan memiliki gedung
sekolah sebanyak 6.095 sekolah yang terdiri atas 4.605 Sekolah Dasar (SD),
1.233 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan 257 Sekolah Menengah Atas
(SMA). Selama tahun ajaran 2014/2015, jumlah murid SD sebanyak 944.121 orang,
SLTP sebanyak 342.149 orang, dan SMA sebanyak 86.391 orang. Jumlah guru yang
mengajar di masing- masing sekolah pada tahun 2014/2015 ini terdiri atas 60.661
guru Sekolah Dasar, 28.385 orang guru SLTP, serta 8.138 orang guru SMA. Jika
kita amati pada tahun 2015, jumlah guru yang ada cenderung mengalami
peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.(BPS)

2.5. EKONOMI
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah indikator utama untuk
mengukur perkembangan perekonomian di suatu wilayah. Selama empat tahun
terakhir, PDRB Sumsel atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan.
Pada tahun 2012 nilai yang terbentuk sebesar 253,3 trilyun rupiah dan terus
tumbuh hingga pada tahun 2015, nilainya menjadi sebesar 332,7 trilyun rupiah.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 12


Berdasarkan harga berlaku, terdapat tiga lapangan usaha yang memberikan
peranan cukup besar terhadap PDRB. Pada tahun 2015, tiga lapangan usaha yang
memberikan peranan terbesar adalah pertambangan diikuti oleh industri pengolahan,
serta pertanian, perkebunan, dan perikanan. Pada tahun 2015 peranan masing-masing
lapangan usaha di atas secara berurutan adalah 21,9 persen, 18,3 persen, dan 16,6
persen. Dibanding kondisi tahun sebelumnya, peran industri pengolahan meningkat
sebesar 5,2 persen. Sedangkan pertambangan dan penggalian dan pertanian menurun
masing-masing sebesar 8,4 persen dan 6,7 persen.
Secara umum, laju perekonomian Sumatera Selatan pada tahun
2015 mengalami perlambatan, yaitu dari 4,7 persen pada tahun 2014 menjadi 4,5
persen pada tahun 2015. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya industri yang mengalami
perlambatan pertumbuhan, antara lain pertanian, pengadaan listrik dan gas, pengadaan
air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang, konstruksi, perdagangan, real
estate, jasa pendidikan, jasa perusahaan, serta jasa kesehatan dan kegiatan
sosial.(BPS)

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 13


BAB III
SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Grafikan derajat kesehatan dapat dilihat dari beberapa indikator seperti


mortalitas, morbiditas dan angka status gizi masyarakat. Berikut ini diuraikan tentang
indikator-indikator tersebut.

3.1. ANGKA KEMATIAN


Angka kematian (Mortalitas) merupakan salah satu ukuran untuk melihat
Grafikan perkembangan derajat kesehatan masyarakat dan dijadikan acuan untuk
menilai keberhasilan pembangunan kesehatan. Angka kematian dapat dilihat dari
kejadian kematian dalam masyarakat dari waktu ke waktu dan pada umumnya dapat
dihitung dengan melakukan Survey dan penelitian. Angka kematian bayi (AKB),
kematian ibu akibat melahirkan (AKI) dan kematian balita (AKA Balita) merupakan
indikator utama dalam menilai pencapaian derajat kesehatan masyarakat. Pada tahun
2002 Pemimpin dunia telah menyepakati pencapaian Millenium Development Goals
yang selanjutnya disingkat MDGs bahwa selain Memberantas kemiskinan dan
kelaparan serta Mewujudkan pendidikan dasar, maka Peningkatan Kesehatan Ibu
merupakan indikator utama yang harus dicapai sampai tahun 2015.
Oleh karena angka kematian ini diperoleh melalui survey misalnya SDKI atau
survey bidang kesehatan lainnya maka informasi tentang data kematian yg disajikan
dalam profil ini adalah data absolut (jumlah kematian) yang diperoleh dari laporan
rutin kab/kota.

3.1.1. Angka Kematian Bayi (AKB)


Menurunnya angka kematian bayi dan meningkatnya angka harapan hidup
mengindikasikan meningkatnya derajat kesehatan penduduk. Angka kematian bayi
atau Infant Mortality Rate (IMR) merupakan indikator utama dalam mengukur derajat
kesehatan masyarakat. Angka kematian bayi di Indonesia dalam beberapa tahun

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 14


terakhir telah banyak mengalami penurunan dan penyakit-penyakit penyebab utama
kematian sudah dapat dieliminasi.

Berdasarkan laporan program kesehatan keluarga jumlah kematian bayi


periode tahun 2015 terlaporkan 776 kasus. Jumlah kasus kematian bayi dapat
dihitung dengan penjumlahan dari jumlah kematian neonatal yaitu kematian bayi
umur 0 – 28 hari ditambah dengan jumlah kematian post Neonatal yaitu kematian
bayi umur 29 hari sampai dengan satu tahun.

Grafik 3.1 Jumlah Kematian Bayi per Kabupaten/Kota


di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber : Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Dari Grafik diatas dapat dilihat bahwa Jumlah kasus kematian bayi per
Kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan sampai dengan bulan Desember 2015
mencapai 776 kasus, dimana jumlah kematian bayi tertinggi terjadi di Kabupaten
Musi Rawas yaitu (118 kasus) dan diikuti Kabupaten Banyuasin yaitu (110 kasus).
Sedangkan jumlah kematian bayi terendah terjadi di Kabupaten Pali yaitu (3 orang).

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 15


Maka hal tersebut perlu mendapatkan perhatian bagi pelaksana program baik di
Tingkat Provinsi maupun Kabupaten Kota.

3.1.2. Angka Kematian Ibu (AKI)

Upaya menurunkan angka kematian ibu juga masih merupakan salah satu
prioritas utama pembangunan nasional bidang kesehatan sebagaimana tercantum
dalam dokumen Rencana Pembangunan Kesehatan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) tahun 2010 – 2015. Untuk menurunkan angka kematian ibu/jumlah kasus
kematian ibu maternal, ada beberapa indikator yang akan menjadi prioritas utama
kegiatan di Provinsi Sumatera Selatan antara lain: Seluruh Ibu hamil harus
mendapatkan pelayanan ANC terpadu sesuai standar; Seluruh Ibu hamil dengan
deteksi faktor resiko sudah mendapat pelayanan/teratasi secara adekuat; Seluruh Ibu
Bersalin harus ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten dengan melakukan
persalinan di fasilitas kesehatan; Seluruh ibu bersalin dengan komplikasi harus
tertangani dan apabila tidak sesuai prosedur maka dirujuk ke fasilitas kesehatan yang
lebih memadai dan terjangkau; Seluruh ibu hamil, bersalin dan nifas harus mendapat
akses pelayanan yang aman, bersih dan berkualitas sesuai standar.

Angka kematian ibu (AKI) adalah kematian perempuan pada saat hamil atau
kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang
lamanya kehamilan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau
penanganannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan dan terjatuh.
Sesuai indicator MDGS 4 dan 5 yaitu menurunkan angka kematian ibu dan
menurunkan angka kematian bayi dan balita.

Indikator ini secara langsung digunakan untuk memonitor kematian terkait


dengan kehamilan. AKI dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk status kesehatan
secara umum, `pendidikan dan pelayanan selama kehamilan dan melahirkan.
Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Sumatera Selatan masih sulit diukur
karena jumlah penduduk yang masih sangat sedikit, laporan yang tidak akurat serta

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 16


dipengaruhi oleh kesalahan sampling yang tinggi dan selang kepercayaan yang besar,
maka tidak mungkin menyimpulkan pencapaian angka kematian ibu (AKI) tanpa
melalui Survey Khusus, SENSUS dan SUPAS atau survey khusus lainnya.

Jumlah kematian ibu bersalin (AKI) di Provinsi Sumatera Selatan dapat kita
lihat pada grafik berikut :
Grafik 3.2. Jumlah Kasus Kematian Ibu
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2011 – 2015

200

155 165
150 148 146
131
100

50

2011 2012 2013 2014 2015

Sumber : Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Tabel 3.1. Jumlah Kasus Kematian Ibu Per Kabupaten/Kota


di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
Jumlah Kematian
No Kab./Kota
2012 2013 2014 2015
1 OKU 14 14 12 8
2 OKI 17 16 11 18
3 Muara Enim 19 20 14 12
4 Lahat 13 7 6 13
5 Musi Rawas 11 17 7 13
6 Musi Banyuasin 7 9 8 11
7 Banyuasin 12 10 11 20
8 OKU Selatan 5 5 5 5
9 OKU Timur 8 14 16 11
10 Ogan Ilir 11 10 7 7
11 Empat Lawang 9 3 16 9
12 PALI 3 6
13 Muratara 10 10
14 Palembang 13 13 12 13
15 Prabumulih 4 2 2 3
16 Pagar Alam 2 2 4 1
17 Lubuk Linggau 4 2 11 10
Prov. Sumatera Selatan 149 144 155 165
Sumber : Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 17


Grafik 3.3. Faktor Dominan Penyebab Kematian Ibu
Tahun 2015

30 4
55

55
34
0 6
Perdarahan HDK Infeksi Abortus Partus Lama Lain GSPD Gangguan Metabolik

Sumber : Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Tabel 3.2.Penyebab Kematian Ibu Tahun 2012 s.d 2015


TAHUN
No Penyebab Kematian
2012 2013 2014 2015
1 Perdarahan 38 54 54 55
2 Hipertensi dalam kehamilan 41 54 38 34
3 Infeksi 3 0 6 6
4 Abortus 0 0 1 0
5 Partus Lama 1 1 3 0
6 Lain-lain 66 35 53 55
7 Gangguan Sistem Peredaran Darah 30
8 Gangguan Metabolik 4
J u m l a h 133 149 155 165
Sumber : Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 18


Target pencapaian Angka Kematian Ibu menurut MDGs tahun 2015 yaitu
102/100.000 KH. Angka kematian ibu yang dilaporkan di Provinsi Sumatera Selatan
berdasarkan data Profil Kesehatan Tahun 2015 yaitu 165/100.000 KH, Kabupaten
Musi Banyuasin berjumlah dua puluh (20) kasus. Namun bila dibandingkan dengan
tahun sebelumnya lebih tinggi yaitu 155/100.000 KH. Jumlah kematian ibu di
Provinsi Sumatera Selatan yang masih tinggi disebabkan oleh faktor perdarahan
dalam persalinan berjumlah lima puluh lima (55) kasus , hipertensi dalam kehamilan
berjumlah tiga puluh empat (34) kasus, disebabkan oleh penyakit infeksi berjumlah
enam (6) kasus, faktor lain-lain berjumlah lima puluh lima (55) kasus, oleh gangguan
system peredaran darah berjumlah tiga puluh (30) kasus, dan faktor gangguan
metabolik berjumlah empat (4) kasus.

Terjadinya kasus ini dimungkinkan karena terlambatnya deteksi dini faktor


resiko oleh tenaga kesehatan, penanganan persalinan yang kurang adekuat serta
system rujukan tidak sesuai dengan prosedur jejaring manual rujukan. Walaupun
demikian hal ini dapat juga terjadi oleh system manajemen yang sudah terlaksana
dengan baik, diantaranya: pelaksanaan Audit Maternal Perinatal yang melibatkan Tim
Teknis dan Tim Managemen sehingga seluruh kematian ibu maternal dapat terlacak
serta system pencatatan dan pelaporan yang sudah berjalan dengan baik.

3.1.3 KEMATIAN NEONATAL


Jumlah Kematian Neonatal di Provinsi Sumatera Selatan sampai dengan bulan
Desember 2015 mencapai 579 kasus, menurun jika dibandingkan tahun 2014
sebanyak 626 kasus. Pada Grafik disamping terlihat bahwa : Kasus kematian neonatal
tertinggi ada di Kobupaten Musirawas (92 kasus). Sedangkan kasus kematian
neonatal terendah terjadi di Kabupaten PALI (2 kasus).

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 19


Grafik 3.4. Jumlah Angka Kematian Neonatal
di Sumatera SelatanTahun 20015

600
Kematian Neonatal (0-28 hr) 579

500

400

300

200

76 92
100 41 42 44 54 56
26 37 43
2 8 11 11 17 19
0
0

MUARA ENIM
PAGARALAM

MURATARA

MUBA

MURA
PALEMBANG

EMPAT LAWANG
PRABUMULIH

BANYUASIN
LUBUK LINGGAU

OKU
OKUS

LAHAT

OKUT
OGAN ILIR
PALI

OKI

PROVINSI
Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes. Prov. Sumsel.

3.1.4. Angka Kematian Balita (AKABA)

Berdasarkan hasil pengumpulan data profil kesehatan Provinsi Sumatera


Selatan, jumlah kematian balita tahun 2015 berjumlah 55 Kasus dari 165.399
kelahiran hidup, terbanyak kasus terjadi di kabupaten Musi Rawas (12 kasus),
kemudian diikuti oleh kabupaten OKU (8 kasus) dan Kota Palembang (7 kasus).
Sedangkan kasus kematian balita terendah terjadi di Kota Pagar Alam, Ogan Ilir, dan
OKU Selatan (1 kasus) kemudian , Kota Lubuk Linggau, Prabumulih, Pali dan Muara
Enim tidak ada kasus.

Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan data tahun
2014 sebanyak 65 kasus kematian balita dari 169.939 kelahiran hidup di Provinsi
Sumatera Selatan.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 20


Grafik 3.5. Jumlah Kasus Kematian Balita Per Kabupaten/Kota
di Provinsi Sumatera Selatan Pada Tahun 2015

AKABA (12-59 bln)

60 55
50

40

30

20
12
10 6 6 7 8
1 2 2 2 3 4
0 0 0 0 1 1
0
LAHAT

OKUT

OKU
MURATARA

LAWANG

PALEMBANG
OKUS

MUBA

MURA
PAGARALAM
PALI

OKI

BANYUASIN
LINGGAU
MUARA ENIM

PRABUMULIH

OGAN ILIR

PROVINSI
EMPAT
LUBUK

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes. Prov. Sumsel.

Grafik 3.6. Jumlah Kasus Kematian Balita


Provinsi Sumatera Selatan Pada Tahun 2010-2015

140

120 117

100 98

80 81

65 Kematian Balita
60
55
40

20

0
2011 2012 2013 2014 2015

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes. Prov. Sumsel.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 21


Namun angka ini juga tidak dapat dijadikan suatu ukuran pasti karena hanya
berdasarkan hasil laporan dari puskesmas, dan diperlukan adanya survey khusus
untuk mengetahui kematian balita dan diperkirakan masih banyak kasus–kasus
kematian anak balita yang tidak terlaporkan.

3.2. ANGKA KESAKITAN


Data angka kesakitan penduduk yang berasal dari masyarakat (community
based data) yang diperoleh melalui study morbiditas dan hasil pengumpulan data dari
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta dari sarana pelayanan kesehatan (facility
based data) yang diperoleh melalui sistem pencatatan dan pelaporan.

3.2.1. Penyakit Menular


Penyakit menular yang disajikan dalam bagian ini diantaranya Penyakit
Malaria, TB Paru, HIV/AIDS, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Kusta,
Penyakit Menular yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

3.2.1.1. Malaria
Malaria klinis adalah kasus dengan gejala malaria klinis (demam, menggigil
dan berkeringat dan dapat disertai sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot
atau pegal–pegal). Malaria positif adalah kasus malaria yang di diagnosis
(pemeriksaan specimen/sediaan darahnya) secara mikroskopist atau rapid diagnosis
test hasil positif mengandung plasmodium. Prevalensi malaria atau angka kesakitan
malaria adalah banyaknya kasus ( kasus baru maupun lama) malaria per 100.000
penduduk yang diukur dengan Annual Parasite Incidence ( API ) dan Annual Malaria
Incidence (AMI). Digunakan untuk memonitor daerah yang mengalami endemi tinggi
malaria yang disinyalir meningkat pada dua dekade terakhir karena sistem kesehatan
yang buruk, meningkatnya resistensi terhadap pemakaian obat dan insektisida, pola
perubahan iklim, gaya hidup, migrasi dan perpindahan penduduk.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 22


Di Indonesia terdapat dua puluh empat (24) Kabupaten/kota yang endemis
malaria, dan diperkirakan sekitar 45% penduduk Indonesia beresiko tertular malaria.
Pada Provinsi Sumatera Selatan terdapat 8 Kabupaten endemis malaria dari 17
Kabupaten/Kota yang ada, serta diperkirakan 8 per 1.000 penduduk Sumatera Selatan
beresiko tertular malaria. Tujuan program pemberantasan malaria di Provinsi
Sumatera Selatan adalah terwujudnya masyarakat yang hidup sehat dalam lingkungan
yang terbebas dari penularan malaria tahun 2020. Sedangkan tujuang khususnya
diantaranya:
- Tercapinya eliminasi malaria di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2020.
- Pada tahun 2020 seluruh Kabupaten/Kota mampu melakukan pemeriksaan
sediaan darah malaria dan memberikan pengobatan tepat dan terjangkau.
- Pada tahun 2020 seluruh wilayah Provinsi Sumatera Selatan sudah
melaksanakan intensifikasi dan integrasi dalam pengendalian malaria dan
tahun 2030 untuk seluruh Indonesia.

Pokok kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai eliminasi malaria


antara lain:
- Pencegahan dan penanggulangan faktor resiko.
- Penemuan penderita dan tatalaksana kasus.
- Peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan wabah.
- Peningkatan KIE pencegahan dan pemberantasan penyakit.

Jumlah kasus klinis malaria Prov. Sumsel tahun 2015 sebanyak 36.201 kasus.
Dari kasus klinis tersebut yang dikonfirmasi laboratorium sebanyak 28.491
kasus dan jumlah positif menderita malaria sebanyak 2.055 kasus dengan nilai
API sebesar 0,26 per 1000 penduduk, nilai ini termasuk dalam kategori kasus
malaria rendah (low case incidence). Kasus positif malaria yang tertinggi
terdapat di Kabupaten Lahat dengan API 2,57 per 1000 penduduk dan Kota
Lubuk Linggau dengan API 2,28 per 1000 penduduk.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 23


Hingga saat ini terdapat 7 Kabupaten/ Kota yang mendapatkan sertifikat
eliminasi malaria yaitu Kota Palembang, Kab.Banyuasin, Kab.Ogan Ilir,
Kab.OKI, Kota Prabumulih, Kab.Empat Lawang dan Kota Pagaralam.
Sedangkan Kab/Kota yang lain merupakan endemis malaria yang digolongkan
pada daerah sedang dan rendah. Penanganan kasus yang diberikan pada
umumnya melalui pengobatan radikal dengan konfirmasi laboratorium di
Puskesmas atau Rumah Sakit.

Gambar 3.1. Peta Endemis Malaria Sumsel Tahunn 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes. Prov. Sumsel.

Berdasarkan peta di atas dapat diketahui, Kab/Kota yang mempunyai API>1-5


per 1000 penduduk (berwarna kuning) adalah Kab.Lahat dan Kota Lubuk Linggau.
Wilayah tersebut merupakan wilayah endemis malaria, dimana sebagian besar
penduduk mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian/perkebunan dan
pertambangan sehingga kemungkinan kontak terhadap vektor lebih besar.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 24


Grafik
Grafik3.9. Jumlah
3.7. Kasus
Jumlah KasusMalaria Klinis,
Malaria Pemeriksaan
Klinis, Pemeriksaan
Malaria
MalariaPositif
PositifProv.Sumsel 2013-2014
Prov. Sumsel 2014-2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes. Prov. Sumsel.

TABEL 3.3. JUMLAH KASUS MALARIA DALAM 5 TAHUN


TERAKHIR PROVINSI SUMATERA SELATAN

KETERANGAN 2015 2014 2013 2012 2011


MALARIA KLINIS 36,201 42,062 53,144 47109 41384
MALARIA KLINIS
DIPERIKSA 28,491 27,616 31,824 27841 22079
MALARIA POSITIF 2,055 2,842 3,616 4297 3912
Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes. Prov. Sumsel.

TABEL 3.4 DATA PEMERIKSAAN MALARIA


KAB/KOTA PPROV.SUMSEL TAHUN 2015
Malaria
No Kab/Kota Diperiksa Positif Pf Pv Mix ACT
Klinis
1 OKU 2.863 3.011 40 39 1 0 40
2 OKI 94 0 0 0 0 0 0
3 MUBA 3.982 3.841 53 49 2 2 51
4 MURA 3.127 2.268 101 49 35 17 101
5 M.ENIM 8.063 8.061 137 77 60 0 128
6 LAHAT 9.549 7.301 990 625 0 0 625
7 Palembang 0 0 0 0 0 0 0
8 P.Alam 0 0 0 0 0 0 0
9 Prabumulih 18 17 0 0 0 0 0
10 L.Linggau 2.123 1.112 520 120 400 0 467
11 Banyuasin 284 101 48 5 22 21 38
12 OKU Timur 1.368 421 50 47 0 0 47
13 OKU Selatan 1.885 192 17 14 3 0 17
14 Ogan Ilir 0 0 0 0 0 0 0
15 Empat Lawang 314 287 16 16 0 0 16
16 PALI 1.641 1.606 19 20 0 0 16
17 Muratara 890 273 64 62 0 2 34
SUMSEL 36.201 28.491 2.055 1.123 523 42 1.580
Rumah Sakit 7087 6856 696 599 95 0 596
Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes. Prov. Sumsel.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 25


Grafik 3.8. Distribusi Kasus Malaria Positif Berdasarkan Umur
Prov.Sumsel 2014-2015

Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

3.2.1.2. Tuberkulosis (TBC)


Penanggulangan dan pengendalian Penyakit TB Paru di Sumatera Selatan
dengan melaksanakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course),
TB Paru merupakan masalah kesehatan, berdasarkan hasil survey prevalensi TB di
Indonesia tahun 2004 menunjukkan bahwa angka prevalensi TB BTA positif secara
regional untuk wilayah Sumatera adalah 160 per 100.000 penduduk.

Peningkatan pelaksanaan program TB akan meningkatkan beban kerja


program yang dengan sendirinya harus ditunjang dengan peningkatan upaya dan
peningkatan sumber daya termasuk dana. Semua sumber daya yang tersedia baik
APBN, dana kerjasama pemerintah RI dengan organisasi internasional maupun
sumber dana lainnya seperti APBD provinsi, APBD kab/kota harus kerjasama lintas
program dan lintas sektoral serta peran serta masyarakat terus ditingkatkan untuk
mencapai program.

Angka kesembuhan (Cure Rate) merupakan angka pasien baru TB BTA


positif yang sembuh selama masa pengobatan. Angka kesuksesan (Succes Rate)
merupakan angka kesembuhan yang disertai dengan cakupan pengobatan lengkap.
Angka keberhasilan pengobatan (Succes Rate) adalah jumlah pasien baru TB BTA
Positif yang sembuh dan mendapat pengobatan lengkap dibagi dengan jumlah pasien

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 26


baru TB BTA Positif yang diobati. Angka Notifikasi Kasus TB (Case Notification
Rate) adalah angka yang menunjukkan jumlah pasien TB semua tipe yang ditemukan
dan dicatat diantara 100.000 penduduk pada satu periode disuatu wilayah tertentu.
Program Pengendalian Penyakit TB Paru di Sumatera Selatan telah melaksanakan
dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course), TB Paru
merupakan masalah kesehatan, Berdasarkan hasil survey prevalensi TB di Indonesia
tahun 2004 menunjukkan bahwa angka prevalensi TB BTA positif secara regional
untuk wilayah Sumatera adalah 160 per 100.000 penduduk sampai dengan tahun
2015 program penanggulangan TB dengan strategi DOTS di Sumatera Selatan
menjangkau 100% Puskesmas, sementara untuk Rumah Sakit baru mencapai 80%.
Program dan kegiatan yang dilakukan pada tahun 2015 dalam upaya
penanggulangan Tuberkulosis pada tahun 2015 antara lain: Bimbingan Teknis Program
TB ke 4 kab/ kota di Prov. Sumsel. Angka Default (pasien mangkir) banyak terdapat di
RS; Sistem Jejaring Eksternal di beberapa kab/kota belum maksimal; turn over
petugas tinggi (terutama dokter). Angka penemuan pasien baru TB BTA Positif (Case
Detection Rate) di Provinsi Sumatera Selatan dari tahun 2001 sampai dengan tahun
2015 berfluktuasi, sedangkan target yang dimulai tahun 2005 sebesar 70% dapat
dilihat seperti Grafik berikut:

CDR 3.9.
Grafik TB PARU
CDRBTA
TB POSITIF
Paru BTA Positif
TAHUN 2002 S/D 2015
Tahun 2002 s.d 2015

Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 27


Grafik 3.10.
CDRCDR Per Kab/Kota
PER KAB./KOTA Provinsi Sumsel
PROV. SUMSEL
Tahun
TAHUN2015
2015

TARGET 70 %

Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes

Grafik 3.11
ANGKA KEBERHASILAN PENGOBATAN
(SUCCES RATE)
PROV. SUMSEL TAHUN 2010 – 2014

Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 28


3.2.1.3. Pneumonia

Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih merupakan masalah


bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini sering terjadi pada anak.
Berdasarkan Survei Kematian Balita tahun 2005, kematian pada Balita sebagian besar
disebabkan karena pneumonia, yaitu sebesar 23,6 %. Episode penyakit batuk-pilek
pada Balita di Indonesia diperkirakan terjadi 3-6 kali per tahun. ISPA juga merupakan
salah satu penyebab utama kunjungan pasien di sarana kesehatan. Sebanyak 40-60%
kunjungan berobat di puskesmas dan 15-30% kunjungan berobat di bagian rawat
jalan dan rawat inap di rumah sakit disebabkan oleh penyakit ISPA.

Pelaksanaan program pemberantasan penyakit ISPA (Infeksi Saluran


Pernapasan Akut) adalah bagian dari pembangunan kesehatan dan merupakan upaya
yang mendukung peningkatan sumber daya manusia serta bagian dari upaya
pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. Program ISPA menitikberatkan
pelaksanaan kegiatan penanggulangan pneumonia pada balita. Hal ini sesuai dengan
tekad masyarakat dunia untuk menurunkan kesakitan dan kematian bayi dan balita
karena pneumonia. Sekurang-kurangnya 1/3 (tahun 2000-2009) untuk mencapai
penurunan 2/3 pada tahun 2015, karena dalam kenyataannya kematian ISPA pada
balita memang disebabkan oleh pneumonia atau penyakit yang berkomplikasi
pneumonia.

Pneumonia adalah pembunuh utama Balita di dunia, lebih banyak


dibandingkan dengan penyakit lain seperti AIDS, Malaria, dan Campak. Di dunia
setiap tahun diperkirakan lebih dari 2 juta balita meninggal karena Pneumonia (1
balita/ 15 detik) dari 9 juta total kematian balita. Diantara 5 kematian balita, 1
diantaranya disebabkan oleh Pneumonia. Bahkan karena besarnya kematian ISPA ini,
ISPA/ Pneumonia disebut sebagai pandemi yang terlupakan, atau The Forgotten
pandemic. Namun tidak banyaknya perhatian terhadap penyakit ini sehingga
Pneumonia disebut juga pembunuh balita yang terlupakan atau The Forgotten Killer
of Children (UNICEF, 2006).

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 29


Penyakit ISPA banyak faktor yang menyebabkannya, baik dari agent infeksi
(virus atau kuman bakteri), kondisi klinis secara umum (malnutrisi, anemia,
kelelahan), gangguan pernapasan (alergi, asma, kongesti paru) dan juga perubahan
musim ataupun pencemaran udara (asap rokok, kebakaran hutan dan lahan, gas
buangan sarana transportasi dan industri. Selama terjadinya kabut asap akibat
kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 terjadi peningkatan kasus ISPA sebesar
10-20 %.

Pelaksanaan program pemberantasan penyakit ISPA (Infeksi Saluran


Pernapasan Akut) adalah bagian dari pembangunan kesehatan dan merupakan upaya
yang mendukung peningkatan sumber daya manusia serta bagian dari upaya
pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. Program ISPA menitikberatkan
pelaksanaan kegiatan penanggulangan pneumonia pada balita. Hal ini sesuai dengan
tekad masyarakat dunia untuk menurunkan kesakitan dan kematian bayi dan balita
karena pneumonia. Sekurang-kurangnya 1/3 (tahun 2000-2009) untuk mencapai
penurunan 2/3 pada tahun 2015, karena dalam kenyataannya kematian ISPA pada
balita memang disebabkan oleh pneumonia atau penyakit yang berkomplikasi
pneumonia.

Peningkatan pelaksanaan program ISPA akan meningkatkan beban kerja


program yang dengan sendirinya harus ditunjang dengan peningkatan upaya dan
peningkatan sumber daya termasuk dana. Semua sumber daya yang tersedia baik
APBN, dana kerjasama pemerintah RI dengan organisasi internasional maupun
sumber dana lainnya seperti APBD provinsi, APBD kab/kota harus kerjasama lintas
program dan lintas sektoral serta peran serta masyarakat terus ditingkatkan untuk
mencapai program.

Laporan tahunan merupakan salah satu alat untuk mengevaluasi kegiatan yang
telah dilaksanakan selama satu tahun (2015) untuk mendapatkan gambaran
pelaksanaan program ISPA di 17 Kabupaten/ Kota di Sumatera Selatan pada
umumnya dan di tingkat provinsi pada khususnya, apakah sudah berjalan sesuai

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 30


dengan yang direncanakan dan apakah sesuai dengan yang telah digariskan oleh
kebijakan program. Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan cakupan dan
mutu pelayanan program ISPA di provinsi Sumatera Selatan. Berbagai kegiatan yang
telah dilaksanakan oleh Kabupaten/ Kota di Sumatera Selatan baik berasal dari dana
APBN maupun APBD perlu dievaluasi sehingga diharapkan dapat meningkatkan
kinerja pengelola program P2 ISPA.

Pada tahun 2015 jumlah penemuan kasus Pneumonia Balita pada Program
P2 ISPA Provinsi Sumatera Selatan adalah 17.254 kasus atau sebesar 59,4 % dari
target dimana target penemuan penderita sebanyak 29.047 balita. Pada kasus
pneumonia golongan umur <1 tahun sebanyak 5.821 kasus (34,71%) dan untuk
golongan umur 1-5 tahun sebanyak 10.949 kasus (65,29 %) dari seluruh kasus
pneumonia. Pada Pneumonia berat untuk golongan umur <1 tahun sebanyak 209
kasus (43,18%) dan pada golongan umur 1-5 tahun sebanyak 275 kasus (56,82%)
dari seluruh kasus Pneumonia Berat. Hasil kegiatan penemuan kasus dapat dilihat
pada tabel terlampir. Dilihat dari realisasi cakupan penderita berdasarkan target
penemuan yang ada persentase tertinggi dicapai oleh kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir (177,75 %) sedangkan kabupaten terendah yaitu Kota Pagaralam
sebesar 0 (0%). Belum dapat disimpulkan bahwa rendahnya penemuan ini didasari
oleh memang tidak terdapatnya penderita atau kurang aktifnya petugas dalam
melakukan penemuan kasus.

Pada tahun 2015, situasi terkini Penyakit ISPA memang terdapat peningkatan
kasus ISPA sebesar 10%-20 % selama terjadi kabut asap akibat kebakaran hutan dan
lahan pada puncak musim kemarau di Provinsi Sumatera Selatan yaitu sekitar bulan
September - November. Dan juga adanya kenaikan kunjungan pasien di fasilitas
pelayanan kesehatan khususnya di puskesmas dengan keluhan ISPA. Di provinsi
Sumatera Selatan terdapat beberapa kab/kota yang rawan terhadap kabut asap
sehingga penanggulangannya lebih difokuskan disana dikarenakan merupakan
sumber kebakaran hutan dan lahan dan terdapat titik api (hotspot) yang lebih banyak

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 31


dibandingkan dengan daerah lainnya, diantaranya Kab Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir,
Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Kota Palembang yang mendapatkan kiriman asap
dari daerah tersebut.

Oleh karena itu perlu diupayakan penanggulangan penyakit ISPA akibat kabut asap,
misalnya : Koordinasi dengan lintas program (promosi kesehatan, kesehatan lingkungan dan
seksi farmakmin dan alat kesehatan) dan lintas sector terkait (BPBD, BNPB, dan BLH) serta
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota sebagai kesiapsiagaan penanggulangan dampak
kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, Membuat surat edaran ke Dinas Kesehatan
kabupaten/ kota tentang kesiapsiagaan penanggulangan penyakit ISPA akibat kabut asap
atau pencemaran udara, Menghimbau kepada masyarakat melalui media massa dan kepala
Dinas Kesehatan kabupaten/ kota mengenai dampak negative maupun upaya antisipasinya,
agar masyarakat lebih waspada dan memahami situasinya, Pendistribusian masker pada
kelompok yang rentan dan beresiko terkena penyakit ISPA, Pengaktifan puskesmas keliling
dan ambulans untuk antisipasi penanggulangan korban akibat terpapar kabut asap terus
menerus, dan juga mendirikan beberapa rumah singgah untuk pemulihan bagi masyarakat
yang terpapar kabut asap terus menerus, khususnya bagi kelompok rentan (orang tua, anak-
anak dan ibu hamil).
Grafik 3.12
PENEMUAN KASUS PNEUMONIA SECARA KUMULATIF
BERDASARKAN KAB/ KOTA DI PROVINSI SUMATERA
SELATAN TAHUN 2014 – 2015

20000
18000
16000
14000
12000
10000
8000
6000
4000
2000
0
OKU OKI ME LHT MURA MUBA BA OKUS OKUT OI 4L PLG PRB PGA LLG PALI M.UTR PROV
TH 2014 833 1152 2816 61 283 118 1409 978 75 1186 538 6664 58 0 1 1212 0 17384
TH 2015 907 1485 2295 45 363 14 1664 1296 1197 503 379 5724 187 0 9 1152 34 17254
Kasus Pneumonia terbanyak di kota Palembang, karena di kota Palembang merupakan kota besar dengan
jumlah penduduk yang lebih banyak dan juga sering mendapatkan asap kiriman dari kab/kota lainnya yang
bersebelahan dengan kota Palembang. Tetapi hal ini masih wajar dan sesuai dengan kondisi di kota
Palembang.

Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 32


Grafik 3.13
% CAKUPAN PENEMUAN PNEUMONIA BALITA
SECARA KUMULATIF BERDASARKAN KAB/ KOTA

DI PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2014 – 2015

200
150
100
50
0
OKU OKI ME LHT MURA MUBA BA OKUS OKUT OI 4L PLG PRB PGA LLG PALI M.UTR PROV
TH 2014 25.71 14.98 39.29 1.65 5.39 2.09 18.25 30.72 1.23 28.22 24.38 44.15 3.58 0 0.05 69.03 0 22.33
TH 2015 71.5 57.5 113.41 2.98 26.42 0.65 57.8 88.49 53.22 32.54 33.59 102.42 27.54 0 1.2 177.75 5.15 59.4

Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Berdasarkan grafik diatas urutan cakupan pneumonia yang tertinggi terjadi di


Kabupaten PALI sebesar 177,75 % dengan jumlah kasus 1.152 kasus dari target
sasaran Pneumonia balita sebesar 648 kasus, Kabupaten Muara Enim sebesar 113,41
% dengan jumlah kasus 2.295 kasus dan Kota Palembang sebesar 102,42 % dengan
jumlah kasus 5.724 kasus.

PENEMUAN
Grafik KASUSKASUS
3.14 JUMLAH ISPA SECARA KUMULATIF
ISPA KABUPATEN/KOTA
BERDASARKAN KAB/ KOTA DI PROVINSI SUMATERA
PROVINSI SUMATERA SELATAN
SELATAN TAHUN 2014 – 2015
TAHUN 2014-2015
800000
700000
600000
500000
400000
300000
200000
100000
0
OKU OKI ME LHT MURA MUBA BA OKUS OKUT OI 4L PLG PRB PGA LLG PALI M.UTR PROV
TH 2014 15440 46350 54286 22912 21675 45634 70569 15569 30399 25179 7180 234885 13175 4172 12603 16923 0 636951
TH 2015 19894 58567 57275 27396 30127 51843 92454 15144 45660 21734 7444 213499 16958 4344 16938 21046 10665 710988

Kasus ISPA terbanyak di kota Palembang, karena di kota Palembang merupakan kota besar dengan jumlah
penduduk yang lebih banyak dan juga sering mendapatkan asap kiriman dari kab/kota lainnya yang
bersebelahan dengan kota Palembang. Tetapi hal ini masih wajar dan sesuai dengan kondisi di kota
Palembang.
29 Januari 2016
Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 33


Grafik 3.15 Jumlah Kasus Ispa per Bulan
Provinsi Sumatera
PENEMUAN Selatan
KASUS ISPA PER BULAN
Tahun 2014-2015
PROV. SUMSEL TAHUN 2014 – 2015
80000
70000
60000 Th 2015
50000
40000 Th 2014
30000
20000
10000
0
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nov Des
Th 2014 55667 47087 47627 48690 25578 48530 37021 36771 56467 59263 46864 43532
Th 2015 56952 60877 54069 56592 60099 59669 50812 61354 65818 72529 60653 51564

Kasus ISPA dari terbanyak pada bulan Oktober pada periode Januari sampai dengan Desember 2015, hal ini
disebabkan adanya faktor resiko asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Selama musim kabut asap akibat
kebakaran hutan dan lahan, kasus ISPA terjadi peningkatan sekitar 10-20% tetapi sudah diinformasikan
untuk semua kab/kota agar siap siaga memantau dan melaporkan kasus ISPA.

Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Berdasarkan grafik diatas kasus ISPA tertinggi terjadi di kota Palembang


dengan jumlah kasus 213.499 kasus, kabupaten Banyuasin sebesar 92.454 kasus dan
kabupaten Ogan Komering Ilir sebesar 58.567 kasus. Sedangkan berdasarkan waktu,
penyakit ISPA tertinggi pada bulan Oktober 2015 sebanyak 72.529 kasus. Dan untuk
perbandingan data pneumonia, pneumonia berat dan batuk bukan pneumonia dapat
dilihat dari grafik di bawah ini , dimana dari data tersebut mayoritas dari kasus ispa
adalah batuk bukan pneumonia (94,64 % ) dengan jumlah kasus 304.486.
Berdasarkan kelompok umur, kasus Pneumonia banyak diderita pada usia Balita
sebanyak 11.661 penderita ( 52 % )
Grafik 3.16
Kasus ISPA berdasarkan klasifikasi kasus Kasus ISPA berdasarkan klasifikasi
kelompok Pneumonia umur

Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 34


Berdasarkan Grafik diatas urutan cakupan pneumonia yang tertinggi terjadi di
Kabupaten PALI sebesar 69,03 % dengan jumlah kasus 1.212 kasus dari target
sasaran Pneumonia balita sebesar 1.756 kasus, Kota Palembang sebesar 44,15 %
dengan jumlah kasus 6.664 kasus dan Kabupaten Muara Enim sebesar 39,29 %
dengan jumlah kasus 2.816 kasus. Sehingga untuk mengatasi masalah-masalah
kedepan, langkah yang dapat dilakukan antara lain: Perencanaan Pelatihan
Manajemen P2 ISPA bagi petugas pengelola program ISPA kabupaten/Kota;
Pengadaan dan pendistribusian logistik program ISPA; Mengintensifkan sistem
pelaporan; Sosialisasi penyakit ISPA di masyarakat; serta Membangun dan
meningkatkan jejaring dengan sarana kesehatan di wilayah kerja Dinas Kesehatan
provinsi/kab/kota/puskesmas untuk pengumpulan data kasus pneumonia.

3.2.1.4. Penyakit HIV/AIDS


Kasus HIV/AIDS yang merupakan penyakit yang paling ditakuti terus
mengalami peningkatan di berbagai daerah. Makin tingginya kasus HIV/AIDS di
Indonesia mengharuskan penanganan serta penanggulangan penyakit mematikan ini
lebih serius dari berbagai pihak. Lebih dari 20 ribu kasus AIDS terjadi di seluruh kota
di Indonesia.

Pada akhir tahun 2013 secara global ada sekitar 35 juta orang yang hidup
dengan HIV dan diantaranya ada 2,1 juta orang baru terinfeksi HIV. Antara tahun
2001 dan 2013, hasil dari upaya peningkatan layanan pencegahan HIV di dunia
menunjukkan adanya penurunan jumlah infeksi baru HIV pada anak-anak sebanyak
58%. Meskipun demikian, jumlah anak yang terinfeksi HIV (kasus baru) tetap tinggi.
Sekitar 240.000 anak-anak terinfeksi HIV pada tahun 2013 di negara-negara dengan
pendapatan rendah dan menengah.

Di tahun 2013 secara global, sebanyak 12,9 juta orang yang hidup dengan
HIV yang menerima terapi antiretroviral (ART), dimana 11,7 juta orang yang
menerima ART di negara berpenghasilan rendah dan menengah. 11,7 juta orang yang

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 35


mendapatkan ART tersebut merupakan 36% dari 32,6 juta orang yang hidup dengan
HIV di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Cakupan pada anak-anak masih
rendah, pada tahun yang sama, kurang dari 1 dalam 4 anak yang hidup dengan HIV
memiliki akses ke ART, dimana 1 dari 3 orang dewasa sudah mendapatkan ART.

Resiko seorang ibu yang hidup dengan HIV menularkan virus kepada anaknya
berkurang menjadi 5% atau lebih kecil lagi bila ia mendapatkan terapi ARV yang
efektif selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui. Pada tahun 2013, sebesar
67% dari ibu hamil yang hidup dengan HIV memiliki akses terapi ARV yang
menyelamatkan jiwanya. (UNAIDS 2013). Namun dari laporan WHO tahun 2014,
cakupan HIV pada anak masih tertinggal. Pada tahun 2013 kurang dari 1 di antara 4
anak yang hidup dengan HIV memiliki akses ke ART. Situasi ini masih di bawah
dewasa, dimana 1 dari 3 orang dewasa yang hidup dengan HIV dapat mengakses
ART.
Untuk mempercepat tujuan tercapainya getting 3 zeroes (zero infeksi baru,
zero kematian terkait AIDS, zero stigma dan diskriminasi) dalam upaya kesehatan
masyarakat, maka dikembangkan Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB)
dengan melibatkan peran aktif komunitas secara berjenjang kohesif dengan
mengedepankan efektifitas dan efisiensi.

Pendekatan strategis pemberian obat ARV secara tepat yang dikenal sebagai
Strategic Use of ARV (SUFA) di maksudkan untuk mempercepat penemuan dan
penanganan bagi orang yang terinfeksi HIV untuk mencapai tujuan pencegahan
booster dual protection sekaligus meningkatkan kualitas hidup dengan pengobatan
infeksi HIV. Dan dalam rangka pemantauan dan evaluasi upaya program yang telah
dilakukan, pencatatan dan pelaporan program terhadap berbagai upaya pelayanan
yang telah dilakukan sangatlah penting. Pencatatan dan pelaporan yang akurat, valid,
dan tepat waktu tentunya akan dapat menjawab berbagai indikator yang telah
ditetapkan baik global maupun nasional.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 36


Kementerian Kesehatan RI telah melaksanakan pencatatan dan pelaporan
program HIV-AIDS dan IMS dengan menggunakan SIHA (Sistem Informasi HIV
dan AIDS) sehingga data yang akurat akan menghasilkan informasi yang sangat
berguna dalam penyusunan perencanaan dalam upaya pengendalian HIV-AIDS dan
IMS di Indonesia.

Untuk mempercepat tercapainya tujuan tersebut diatas Provinsi Sumatera


Selatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera selatan pada Program HIV-AIDS
dan IMS telah melakukan berbagai upaya di tahun 2015 ini baik dukungan APBD,
APBN dan juga dari Global Fund Komponen AIDS Sumatera Selatan dengan
bekerjasama dengan lintas sektor dan lintas program terkait. Kegiatan tersebut di
uraikan melalui laporan tahunan program HIV-AIDS dan IMS dengan berbagai
kegiatan tahun 2015.

Dari 17 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan hingga saat ini ada 11


kabupaten/kota (Palembang, Prabumulih, Banyuasin, OKI, OKU, MURA, MUBA,
Pagaralam, Muara Enim, Lubuk Linggau, Ogan Ilir, yang ada layanan program HIV-
AIDS dan IMS baik di tingkat Puskesmas maupun RS baik di dukung oleh Global
Fund AIDS maupun dari APBD Kabupaten/Kota. Dan untuk kabupaten/kota lainnya
sudah dilakukan advokasi agar dalam waktu dekat dapat membentuk layanan HIV-
AIDS dan IMS dukungan dari APBD II.

Berdasarkan data terakhir dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera selatan


dari 1995 sampai dengan Desember 2015 secara kumulatif Orang Dengan HIV AIDS
(ODHA) di Sumatera Selatan berjumlah 2.183 kasus, yang terdiri dari Pengidap HIV
berjumlah 1.155 jiwa dan Penderita AIDS berjumlah 1.028 jiwa. Sedangkan
penemuan kasus HIV/ AIDS pada tahun 2015, pengidap HIV berjumlah 70 orang dan
penderita AIDS berjumlah 176 orang.

Kasus dalam 10 tahun terakhir semakin nyata menjadi masalah kesehatan


masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan, dimana terus meningkat penemuan kasus

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 37


melalui VCT dan laporan surveilans AIDS dari Rumah Sakit. Infeksi HIV dan AIDS
sudah menyebar hampir diseluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan dan di
Indonesia sendiri telah mengalami perubahan dari epidemiologi rendah menjadi
epidemiologi terkonsentrasi. Sebelumnya upaya penanggulangan HIV dan AIDS
diprioritaskan pada upaya pencegahan. Dengan semakin meningkatnya pengidap HIV
dan kasus AIDS yang memerlukan terapi antiretroviral (ARV), maka strategi
penanggulangan harus dengan memadukan upaya pencegahan dengan upaya
perawatan, dukungan dan pengobatan. Dalam rangka mendukung target pada MDGs
maka peran klinik VCT dalam upaya untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus
baru serta penanganan 100% harus dimaksimalkan.

Peningkatan jumlah pengidap HIV selain dikarenakan meningkatnya kasus itu


sendiri, juga didukung dengan meningkatnya kunjungan klien ke klinik Voluntary
Counseling and Testing (VCT) untuk mengetahui status HIV nya secara sukarela baik
datang ke layanan VCT statis maupun layanan Mobile Clinik VCT. Klien disini
merupakan kelompok resiko tinggi tertular HIV yaitu, Waria, Wanita Penjaja Seks,
Laki-laki Seks dengan Laki-laki, Pengguna Narkoba Suntik (Penasun) serta Pelanggan
Seks.

Dengan bertambahnya Klinik Layanan Infeksi Menular Seksual (IMS) di


beberapa Puskesmas yang ada di Kabupaten/Kota maka semakin memudahkan klien
tersebut mendapat layanan yang komprehensif (IMS-VCT) sehingga seorang klien
dapat lebih dini diketahui untuk dilakukan tatalaksana selanjutnya dapatmencegah
infeksi penyerta lainnya serta meningkatkan kualitas hidup klien serta dapat
mengendalikan epidemi HIV dan AIDS di Provinsi Sumatera Selatan.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 38


Berikut Grafikan HIV-AIDS di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2015 adalah
sebagai berikut:

Grafik
Jumlah kasus 3.17.
HIV danJumlah
AIDSKasus HIV/AIDS
menurut tahun 2005
Provinsi Sumatera Selatan Tahun
sd 2015 di Sumatera Selatan 2005-2015

HIV AIDS

176
160
147 147 150

114 119
105 106
98
87 85 83
67 70 65 70
49 45
37 41
18

2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Prov.Sumsel.

Grafik Pengidap
3.18. Jumlah HIV menurut
Pengidap Kab/Kota
HIV Menurut Kabupaten
1995 sd 2015 di Sumatera Selatan
/Kota di Prov. Sumsel Tahun 2015

1000
825
800

600

400

200 72 58
36 30 28
0 22 21 21
11 9 9 7
PLG

1
PBM
OKI

1
LLG

2
BA

2
MBA
OKU
MRA
ME
LHT
PGA
OI
OKT
OKS
4L
BNK
LAM

HIV

Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Prov.Sumsel.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 39


GrafikPe
3.19.
n gidJumlah Pengidap
a p H IV m e n u HIV Menurut
ru t je Jenis
n is ke la m inKelamin
d i S u m di
seProv.
l Ja n uSumsel
a ri s /dTahun
D e se m2015
ber 2015

PEREM PUAN, 30
Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Prov.Sumsel.
LA K I-LA K I, 4 0

Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Prov.Sumsel.

Grafik 3.20. Jumlah Kumulatif Pengidap HIV Menurut Kelompok


Kumulatif Umur di Prov. Sumsel
Pengidap Tahun 2015Kel.umur
HIV menurut
1995 sd 2015 di Sumatera Selatan

700 602
600
500
360
400
300
200
95
100 42 34 21 1
0
0 - 14 15 - 19 20 - 29 30 - 39 40 - 49 > 50 NN

0 - 14 15 - 19 20 - 29 30 - 39 40 - 49 > 50 NN

Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Prov.Sumsel.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 40


Grafik 3.21. Distribusi
DISTRIBUSIPenderita AIDS Menurut
PENDERITA AIDSKondisi Saat di
MENURUT KONDISI SAAT DILAPORKAN DI PROV.SUMSEL
laporkan Di Prov. Sumsel
(1995 s/d DESEMBER 2015)
Tahun 2015

MENINGGAL
125

HIDUP 903

Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Prov.Sumsel.

3.2.1.5. Kusta

Provinsi Sumatera Selatan adalah daerah low endemic kusta dengan CDR
<5/100.000 penduduk. Dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2012 terjadi statis
dalam penemuan kasus baru kusta (CDR), ada fluktuasi penemuan kasus baru, tetapi
tidak berselisih jauh tiap tahun, dan belum ada tanda-tanda ke arah penurunan kasus.
Cacat tingkat II juga masih tinggi sejak 10 tahun terakhir (2005 s.d 2015) masih di
atas 5 %. Hal ini di sebabkan deteksi dini yang masih kurang sehingga terjadi angka
kecacatan yang masih tinggi yaitu di atas 5%. Selain itu hal ini disebabkan karena
kurangnya kesadaran masyarakat utk memeriksakan diri ke Puskesmas dan juga
stigma yang masih tinggi di masyarakat dan petugas kesehatan akan penyakit kusta
sehingga penderita ditemukan dalam keadaan sudah cacat.

Kesenjangan antara target dan capaian indikator program yang ada antara lain:
High turn-over of staff ; Tingginya perpindahan staff; In low burden districts most of
the TBL staff are having lack of KAP due lack of cases; Rendahnya beban kusta di
beberapa kabupaten, membuat staff kurang pengalaman dalam penatalaksanaan
kasus; Puskesmas mengalami kesulitan/ hambatan utk merujuk penderita ke Rumah

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 41


Sakit; Terdapat derah kantong-kantong kusta di daerah yg sulit utk di jangkau (
remote area); Jaringan atau kerja sama dengan Rumah Sakit Kusta tidak stabil karena
rotasi staff yg tinggi di Rumah Sakit.

Tabel 3.5. Distribusi penemuan kasus kusta baru


Perkabupaten / kota tahun 2015
Jlh Pend
MB % Jlh Propors Jlh
Populasi CDR / Kasus Proporsi
No Kab/Kota Cacat Cacat i Anak Kasus
Penduduk 100.000 baru MB
Tk.2 Tk.2 Anak

7
1 OKU 1.460.664
2,04 7 100 14 1 0 0
2 OKI 184.400 2,05 16 93,75 15 13 2 3 3
3 M,Enim 588.999 9,36 52 96,15 50 31 16 4 4
4 Lht 781.168 0,76 3 66,66 2 0 0 0 0
5 Mura 342.376 1,04 4 100 4 0 0 0 0
6 Muba 555.699 2,72 16 87,5 14 0 0 2 2
7 Banyu Asin 392.286 6,80 55 94,54 52 20 11 3 3
8 OKUS 386.395 1,03 5 100 5 0 0 0 0
9 OKUT 205651 2,17 16 75 12 12 2 2 2
10 Ogan Ilir 214.298 0,25 1 100 1 0 0 0 0
11 E. Lawang 808.249 3,07 8 100 8 0 0 1 1
12 Palembang 392.989 3,90 57 87,71 50 0 0 1 1
13 P.Mulih 738.779 3,80 7 85,71 6 0 0 0 0
14 P.Alam 484.344 0,97 2 0 0 0 0 0 0
15 L.Linggau 214.392 0 0 0 0 0 0 0 0
16 Pali 175.269 46,21 81 72,83 59 16 13 9 9
17 Muratara 176.140 0 0 0 0 0 0 0 0
Total Propinsi 8.102.098 4,07 330 86,36 285 14,00 45 8,00 25
Sumber : Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 42


Grafik 3.22. Case Detaction Rate (CDR) Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2005 s.d 2015
CDR/100.000 penduduk

4,5
4
3,5
3
Axis Title

2,5
2
1,5
1
0,5
0
2005 2006 2007 2008 2009 20010 2011 2012 2013 2014 2015
CDR 3,7 2,7 3,06 3,9 3,05 3 3,7 4 2,63 4,03 4,07

Sumber : Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Grafik 3.23. Cacat Tingkat 2 dan Proporsi Kasus Baru Pada Anak
Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2005 – 2015

Cacat Tk.2 & Proporsi Anak (<5 )


40
35
30
25
20
15
10
5
0
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 1212 2013 2014 2015
Column1
Cacat Tk.2 5,57 17,84 26,07 14,24 21,36 28,44 35,02 37,37 33,07 10 14
Proporsi Anakj 9,43 4,48 9 10,58 4,09 4 7,67 5,05 3,57 4,65 8

Sumber : Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 43


Grafik 3.24. Proporsi Penderita Kusta Anak (≤5%)
Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
50

40

30

20

10

0
OKU OKU Mur
OKU OKI ME LHT MR MB BA OI 4L PLG PRB PA LL Pali Prov
S T atar

Anak 0 19 8 0 0 13 5 0 13 0 13 2 0 0 0 11 0 8
ABSOLUT 0 3 4 0 0 2 3 0 2 0 1 1 0 0 0 9 0 25
Sumber : Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Grafik 3.25. Proporsi Cacat Tingkat II Penderita Kusta Per Kab/Kota


Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
50

40

30

20

10

0
OKU OKU Mur
OKU OKI ME LHT MR MB BA OI 4L PLG PRB PA LL Pali Prov
S T atar

Cacat Tk 2 14 13 31 0 0 0 20 0 12 0 0 0 0 0 0 16 0 14
ABSOLUT 1 2 16 0 0 0 11 0 2 0 0 0 0 0 0 13 0 45

Sumber : Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 44


3.2.2. Penyakit Potensial KLB/Wabah

Berdasarkan hasil rekapan program surveilans KLB selama tahun 2015,


bahwa kejadian KLB di kabupaten/kota frekuensi KLB 26 kali menyerang 26 desa
dengan 334 penderita dan kematian 9 orang (CFR 2.7%), frekuensi dan penderita
KLB menurun jika dibandingkan dengan tahun 2014. Pada tahun 2014 frekuensi
KLB 40 kali menyerang 40 desa dengan 1395 penderita dan kematian 3 orang (CFR
0,22%), namun jika dilihat dari kematian karena KLB pada tahun 2015 mengalami
peningkatan sebesar 123% dibandingkan tahun 2014.

Pada tahun anggaran 2015, Program KLB telah melaksanakan beberapa


kegiatan Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan KLB Penyakit menular dan
Keracunan Makanan di kabupaten/kota. Penyakit yang menjadi penyebab KLB yaitu
Keracunan makanan,DBD, Rabies, Rubella, Campak, Hepatitis, Pertusis.

Mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI (Kepmenkes) nomor 1091/2004


tentang SPM-KLB, maka ditetapkan bahwa setiap terjadi KLB harus ditangani dan
ditanggulangi dalam waktu kurang dari 24 jam. Pada tahun 2015 ditargetkan minimal 95 %
desa/kelurahan sudah dilaksanakan penanggulangan KLB dalam waktu kurang dari 24 jam
oleh Tim Gerak Cepat Kab/kota masing-masing. maka hal tersebut sudah dapat terlaksana
dengan baik, pada tahun 2015 ketepatan penanggulangan KLB <24 jam yaitu 100%.

Mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI (Kepmenkes) nomor


1091/2004 tentang SPM-KLB, maka ditetapkan bahwa setiap terjadi KLB harus
ditangani dan ditanggulangi dalam waktu kurang dari 24 jam. Pada tahun 2015
ditargetkan minimal 95 % desa/kelurahan sudah dilaksanakan penanggulangan KLB
dalam waktu kurang dari 24 jam oleh Tim Gerak Cepat Kab/kota masing-masing.
maka hal tersebut sudah dapat terlaksana dengan baik, pada tahun 2015 ketepatan
penanggulangan KLB <24 jam yaitu 100%.

Mulai tahun 2013 Provinsi Sumatera Selatan sudah melaksanakan laporan


mingguan penyakit potensial KLB berbasis windows Acces dan Internet. Data
Penyakit dilaporkan dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kota melalui

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 45


SMS dan kemudian oleh petugas Kabupaten data dientry kedalam Software dan
dilakukan pengolahan data untuk melihat signal kemungkinan adanya KLB penyakit
menular yang diamati. Setelah itu petugas Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
mengirim data ke Provinsi melalui email untuk dilakukan analisa data dan kemudian
data oleh Dinas Kesehatan Provinsi di Kirim ke Pusat. Pengumpulan dan pengolahan
data penyakit yang berpotensi KLB selama tahun 2015 adalah sebagai berikut :

a. Kelengkapan Laporan SKDR Kabupaten/Kota


Grafik 3.26. Kelengkapan Laporan SKDR Kabupaten/Kota
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
100
80
60 KELENGK
40 APAN
20 RESPON
0 ALERT

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Tabel diatas terlihat bahwa terdapat 12 Kab/Kota yang telah mencapai target (>
80%) kelengkapan laporan mingguan dari Puskesmas penyakit potensial KLB
yang tercatat dalam Sistem SKDR berbasis Web SMS gateway yaitu Muara
Enim, OKUT, OKU, Pagaralam, Prabumulih, Banyuasin, Ogan Ilir, Lahat,
Palembang, Musi Rawas, Lubuk Linggau dan Pali. Sedangkan yang belum
mencapai target yaitu Empat Lawang, Musi Rawas, Musi Banyuasin, OKUS, dan
OKI. Kabupaten yang lain tidak mencapai target hal ini dikarenakan kurangnya
pembinaan Kabupaten/Kota ke Puskesmas. Beberapa penyebab pembinaan yang
kurang yaitu dana pendukung kegiatan surveilan dari APBD kab/kota belum
optimal atau masih rendah, pengetahuan tentang surveilans baik pengelola
maupun meneger di tingkat Puskesmas dan Kabupaten masih kurang serta
tingginya beban kerja dan mutasi pengelola program.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 46


b. Kelengkapan Laporan W1 dari Kab/Kota
Tabel 3.6 Laporan W1 KLB Per Kabupaten/Kota
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Bila terjadi KLB pada suatu daerah, maka harus ditindaklanjuti dengan
pengiriman laporan KLB <24 jam (Laporan W1) secara berjenjang dari
puskesmas ke kab/kota lalu ke provinsi dan disertai dengan penanggulangan
KLB, dimana sudah mencapai 100 %.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 47


c. Ketepatan Laporan W1 dari Kab/Kota
Tabel 3.7. Ketepatan W1 Kabupaten/Kota
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
NO KAB/KOTA Jumlah KLB Ketepatan Terkirim Ket
1 OKU 1 1 1 100,00
2 OKI 1 1 1 100,00
3 M. Enim 6 6 3 100,00
4 Lahat Tidak ada KLB
5 MURA 3 3 3 100,00
6 MUBA Tidak ada KLB
7 Banyuasin 6 6 6 100,00
8 OKU Selatan Tidak ada KLB
9 OKU Timur 1 1 1 100,00
10 Ogan Ilir 4 4 4 100,00
11 Empat Lawang Tidak ada KLB
12 Palembang 1 1 1 100,00
13 Prabumulih Tidak ada KLB
14 Pagaralam Tidak ada KLB
15 Lubuk Linggau Tidak ada KLB
16 PALI 1 1 1 100,00
17 Muratara 2 2 2 100,00
Jumlah 26 26 26 100,00
Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

d. Jumlah Desa Terjadi Kejadian Luar Biasa di Provinsi Sumatera Selatan


Pada tahun 2015, di Sumatera Selatan terjadi KLB sebanyak 26 desa di 10
Kabupaten/Kota, sedangkan Kab/kota yang tidak mengalami KLB yaitu Kabupaten
Kota Pagaralam, Kota Lubuk Linggau, Kota Prabumulih, Kabupaten Empat Lawang,
Kabupaten Lahat, Kabupaten MUBA dan Kab. OKUS. Adapun rincian per
kabupaten/kota adalah sebagai berikut:

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 48


Tabel 3.8. Distribusi KLB Penyakit Menular dan Keracunan
Per Kabupaten/Kota di Prov. Sumsel. Tahun 2015
Desa Beresiko Jumlah
No Kabupaten KLB Tertular Penderita MGL AR CFR
1 OKU 1 504 5 0 0,9 0
2 OKI 1 1796 19 2 10,5 1.1
3 MUARA ENIM 6 10.920 81 1 0,07 1,2
4 LAHAT 0 0 0 0 0 0
5 MURA 3 4.832 81 0 1 0
6 MUBA 0 0 0 0 0 0
7 BANYUASIN 6 11.833 20 4 0,001 25
8 OKUS 0 0 0 0 0 0
9 OKUT 1 44 44 0 100 0
10 OGAN ILIR 6 3751 69 1 1,8 1.4
11 EMPAT LAWANG 0 0 0 0 0 0
12 PALEMBANG 1 1 1 1 100 100
13 PRABUMULIH 0 0 0 0 0 0
14 PAGAR ALAM 0 0 0 0 0 0
15 LUBUK LINGGAU 0 0 0 0 0 0
16 PALI 1 8 8 0 100 0
17 Muratara 2 271 25 0 9,2 0
Jumlah 26 33.739 349 9 1.0 2.7
Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Dari tabel di atas menunjukan Jumlah Desa KLB tahun 2015 sebanyak 26
Desa dengan Jumlah KLB sebanyak 26 kejadian dengan jumlah penderita 334 orang
dan meninggal 9 orang (CFR 2.7) Desa terbanyak terjadi KLB di Kabupaten
Banyuasin (6 desa) dan Kabupaten Muara Enim (6 Desa). , adapun CFR yang tinggi
(100%) disebabkan oleh penyakit Rabies.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 49


Perbandingan antara jumlah penderita dan jumlah desa yang terjadi KLB tahun 2003
s.d 2015 terlihat pada grafik dibawah ini :

Grafik
Grafik 3.27. Perbandingan Frekuensi dan Penderita KLB
Perbandingan Frekuensi dan Penderita KLB Penyakit & Ker-Mak
Penyakit didi Provinsi
Provinsi Sumatera Selatan dari Tahun Tahun
Sumtera Selatan 2003 - 2015
2003 - 2014
8000 120
7000
100
6000

5000
80

4000 60
3000
40
2000
20
1000

0 0
2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Penderita 1900 513 1305 2417 2791 799 7828 1173 649 792 659 1395 349
Desa 20 34 31 70 41 35 107 42 30 26 23 47 26
Meninggal 18 6 2 15 26 9 0 3 5 10 6 3 9
CFR 0,94 1,12 0,15 0,62 0,93 1,25 0 0,26 0,77 1,3 0,91 0.22 2.7

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Dari grafik diatas terlihat terjadi peningkatan CFR KLB pada tahun 2015 jika
dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 123%, namum jumlah penderita dan
frekuensi KLB menurun. Penurunan Frekuensi KLB dikarenakan pada tahun 2015
KLB di dominasi oleh penyakit rabies dan DBD yang jumlah penderitanya sedikit,
sedangkan pada tahun 2014 KLB yang terbanyak yaitu penyakit campak dimana
penderitanya lebih banyak.
e. Distribusi KLB Penyakit Menular dan Keracunan Per Penyakit saat
dilakukan penanggulangan.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 50


Tabel 3.9. Distribusi KLB Penyakit Menular dan Keracunan
Berdasarkan jenis Penyakit di Prov. Sumsel, Selama Tahun 2015
Penyakit Jml Desa Kasus Meninggal Rentan AR (%) CFR (%)
Campak 3 19 0 2625 0.7 0.
Kermak 6 144 0 861 16.7 0
6 34 6 16.982 0.2 17.6
DBD
Rubella 5 130 0 13.261 0.98 0
Pertusis 1 1 0 2938 5.9 0
Rabies 4 7 3 9 77.7 50
Hepatitis 1 14 0 221 6.3 0
Jumlah 26 349 9 33.739 1.0 2.6
Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Terlihat dari table diatas penyakit yang terbanyak penyebab terjadi KLB adalah
Penyakit keracunan makanan dan DBD, selama tahun 2015 frekuensi KLB sebanyak
26 kali KLB di 26 desa dan 10 Kab/Kota.

Grafik 3.28. Jumlah Desa KLB Per Penyakit di Provinsi


Grafik
Jumlah DesaSumtera Selatan
KLB Per Penyakit Tahun
di Prov. Sumsel 2015
Tahun 2015

12

10

0
Campak Kermak DBD Rubella Rabies Campak Hepatitis Pertusis

Desa 30 6 6 5 5 3 1 1

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 51


f. Perbandingan CFR & AR
Grafik
Grafik 3.29. Perbandingan
Perbandingan CFR & AR KLB CFR danSumsel
di Prov. AR Kasus KLB
dari Tahun 2000
di Provinsi Sumatera - 2015 Tahun 2000 - 2015
Selatan
30

25

20

15

10

0
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

CFR 2.02 1.97 1.85 0.94 1.12 0.15 0.62 0.93 1.25 0 0.26 0.77 1.3 0.9 0.22 2.7
AR 5.8 6.57 7.89 9.01 8.22 1.99 9.02 5.34 17.8 8.2 5.34 6.96 5.4 24.1 1.2 1
Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Pada tahun 2015 Attack Rate (AR) sebesar 1 % menurun jika dibandingkan
dengan tahun 2014 yaitu sebesar 1,2%. Sedangkan Case Fatality Rate (CFR) sebesar
2.7 % meningkat 123% jika dibandingkan dengan tahun 2014 yaitu sebesar 0.22%.
Pada tahun 2015 kasus KLB yang terjadi terbanyak adalah penyakit keracunan
Makanan dan DBD. Dimana DBD kasus yang terjadi sedikit sedangkan
denominatornya adalah jumlah penduduk di Desa dimana KLB terjadi.

3.2.2.1. Demam Berdarah Dengue (DBD)


Situasi Demam Berdarah di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2015
terjadi peningkatan kasus dibandingkan tahun 2014. Pada tahun 2015 jumlah kasus
mencapai 3.401 kasus (IR sebesar 42,6/100.000 penduduk) dengan jumlah kematian
sebanyak 16 kematian (CFR 0,47%). Sementara Pada tahun 2014 jumlah kasus
mencapai 1.506 kasus (IR sebesar 19/100.000 penduduk) dengan jumlah kematian
sebanyak 4 kematian (CFR 0,27%).

Dari tabel diatas penemuan kasus DBD terbanyak untuk tahun 2015 yaitu di
kota Palembang sebanyak 979 kasus , banyuasin 431 kasus, Prabumulih 330 kasus,.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 52


Transportasi yang lancar,kota yang sangat berkembang serta pemukiman penduduk
yang padat menyebabkan kota Palembang selama bertahun-tahun menjadi peringkat
teratas dalam jumlah kasus Demam Berdarah Dengue.
Jumlah kasus yang tinggi ditahun 2015 juga merupakan karena pengaruh
pecahnya kabupaten yang semula berjumlah 15 kab/kota menjadi 17 kab/kota di
Sumatera Selatan. Tujuan dari program kegiatan antara lain: Meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat agar terhindar
dari Penyakit Demam Berdarah Dengue; terselenggaranya kegiatan
PemberantasanSarang Nyamuk (PSN) terutama 3 M plus secara berkesinambungan;
Menurunkan angka kesakitan kurang dari 51/100.000; dan angka kematian CFR <
1% , Membatasi wilayah penyebaran penyakit dan mengurangi wilayah endemis
DBD, Angka bebas jentik (ABJ) ≥ 95 %.
Sedangkan kegiatan yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera
Selatan pada tahun 2015 diantaranya: Penyemprotan Sarang nyamuk pada 135 Fokus;
Pengadaan Uji Dengue IGg/Igm sebanyak 272 box. Kesenjangan antara target dan
capaian indicator program DBD (P2B2) yang ada diantaranya: PSN 3M plus di
masyarakat belum optimal; Pokjanal DBD belum optimal; Cuaca yang tak menentu
serta tingginya curah hujan sehingga meningkatnya populasi nyamuk aedes; Laporan
angka bebas jentik (ABJ) tidak semua kab/kota melaporkan ke provinsi; Perilaku
hidup bersih dalam pengendalian nyamuk DBD yang masih kurang; Terlambatnya
membawa pasien DBD ke pelayanan kesehatan yang ada karena alasan fasilitas yang
jauh; Menganggap enteng demam biasa yang menjadi gejala klinis DBD; Kurangnya
pengetahuan dan perilaku masyarajkat terhadap pengendalian DBD; dan Terbatasnya
dana APBD provinsi untuk medukung kinerja program dalam pengendalian demam
berdarah dengue (DBD).
Tabel dibawah ini menunjukkan penemuan kasus DBD terbanyak untuk tahun
2015 yaitu di kota Palembang sebanyak 979 kasus , banyuasin 431 kasus,
Prabumulih 330 kasus,. Transportasi yang lancar, kota yang sangat berkembang serta

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 53


pemukiman penduduk yang padat menyebabkan kota Palembang selama bertahun-
tahun menjadi peringkat teratas dalam jumlah kasus Demam Berdarah Dengue.

Grafik.3.30. Jumlah Kasus DBD per Kabupaten/Kota


Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Transportasi yang lancar,kota yang sangat berkembang serta pemukiman


penduduk yang padat menyebabkan kota Palembang selama bertahun-tahun menjadi
peringkat teratas dalam jumlah kasus Demam Berdarah Dengue. Situasi Demam
Berdarah di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2015 terjadi peningkatan kasus
dibandingkan tahun 2014. Pada tahun 2015 jumlah kasus mencapai 3.401 kasus (IR
sebesar 42,6/100.000 penduduk) dengan jumlah kematian sebanyak 16 kematian
(CFR 0,47%). Sementara Pada tahun 2014 jumlah kasus mencapai 1.506 kasus (IR
sebesar 19/100.000 penduduk) dengan jumlah kematian sebanyak 4 kematian (CFR
0,27%). Hal ini menunjukkan masih tingginya kasus DBD dibeberapa kab/kota
provinsi Sumatera Selatan.
Dapat dilihat bahwa pada tahun 2015 ini distribusi kelompok umur untuk
penderita Demam Berdarah Dengue, yaitu kelompok umur 5-14 tahun dengan
proporsi 43 % lebih banyak jumlahnya sama dengan tahun 2014 (42%). Perlunya
promosi mengenai Penyakit Demam Berdarah serta pemberantasan nyamuk Demam
Berdarah Dengue kepada seluruh aspek masyarakat terutama kelompok umur sekolah

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 54


dan pekerja, sehingga bisa diharapkan menurunnya jumlah kasus Demam Berdarah
Dengue yang dimaksud. Proporsi yang tinggi pada laki-laki untuk terkena Demam
Berdarah Dengue dibandingkan perempuan karena laki-laki mempunyai intensitas
pekerjaan yang tinggi dan kurang perduli akan lingkungan sekitar terutama rumah
tangga dalam pencegahan penyakit DBD dan PSN aktif dibandingkan perempuan
terutama ibu rumah tangga.

Tabel 3.10. Distribusi Penemuan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)


Perkabupaten / Kota di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
TOTAL
KABUPATEN
No I.R. CFR
/KOTA P M
1 OKU 80 0 24 0.00
2 OKI 283 1 37 0.35
3 Muara Enim 257 0 35 0.00
4 LAHAT 49 1 13 2.04
5 Musi Rawas 90 1 17 1.11
6 Musi Banyuasin 233 0 40 0.00
7 Banyuasin 431 3 57 0.70
8 OKUS 32 2 9 6.25
9 OKUT 150 1 24 0.67
10 Ogan ilir 171 2 44 1.17
11 Empat Lawang 34 0 15 0.00
12 Palembang 979 2 66 0.20
13 Prabumulih 330 0 198 0.00
14 PagarAlam 72 3 56 4.17
15 Lubuk Linggau 124 0 60 0.00
16 PALI 66 0 39 0.00
17 MURATARA 20 0 12 0.00
Propinsi 3,401 16 42.6 0.47
Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 55


Grafik 3.31. Jumlah Kasus DBD Kelompok Umur
di Provinsi Sumatera Selatan Tahn 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Grafik 3.32. Distribusi Jenis Kelamin Kasus DBD


Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

3.2.2.2 Penyakit Diare


Penyebab diare secara klinis dapat dikelompokkan kedalam 6 (enam)
golongan besar adalah infeksi, malabsorpsi, alergi, keracunan, imunodefisiensi, dan
sebab-sebab lain. Paling sering ditemukan dilapangan ataupun klinis adalah diare
yang disebabkan infeksi dan keracunan. Tujuan umum program pemberantasan diare
yaitu menyelanggarakan kegiatan pengendalian penyakit diare dan ISP dalam rangka

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 56


menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit diare dan ISP di
Sumatera Selatan bersama lintas program dan lintas sector terkait.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan diantaranya Sosialisasi dan advokasi
LROA di kabupaten Ogan Ilir di 24 Puskesmas, Peningkatan Kapasitas petugas
pelaksana LROA di Kabupaten Muara Enim di 26 Puskesmas.

Namun dalam pelaksanaan program ada beberapa kesenjangan antara target


dan capaian indikator program diare diantaranya belum semua kabupaten/kota
menyediakan anggaran khusus untuk pengendalian penyakit diare; sistem pelaporan
belum optimal, sering terlambat; belum semua pengelola program/tenaga kesehatan
mendapat pelatihan tentang manajemen dan penanganan diare standar, sedangkan
petugas yang sudah terlatih sering pindah (berganti-ganti); KIE belum aktif, yang
salah satunya dikarenakan media KIE yang kurang; usulan permintaan logistic diare
yang tidak sesuai kebutuhan serta distribusi dari gudang provinsi dan kabupaten/kota
ke fasilitas pelayanan kesehatan sering kurang baik; sarana LROA di fasilitas
pelayanan kesehatan banyak yang sudah lama tidak aktif; CFR jika terjadi KLB diare
masih tinggi, dikarenakan penanganan diare yg kurang cepat dan tata laksana diare di
rumah tangga khususnya pada balita yang belum standar; Advokasi dan sosialisasi
program Diare dan ISP masih kurang di semua jenjang; Penemuan kasus belum
optimal (kendala penunjang diagnosis); Reagen, bahan dan alat periksa laboratorium
untuk hepatitis dan tifoid belum tersedia di puskesmas; Pelayanan medis, biaya
pengadaan penunjang medis sangat minim, belum tersedia standar pencatatan dan
pelaporan, serta pencatatan dan pelaporan hepatitis dan tifoid di setiap jenjang belum
baik.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 57


Grafik 3.33.
DISTRIBUSI KASUS DIARE PER KAB / KOTA
PROV. SUMSEL TAHUN 2014 - 2015

Ket:
Berdasarkan data laporan yg masuk, kab/kota yang tinggi kasus diarenya adalah
Palembang, Banyuasin, OKI dan Muara Enim (dikarenakan jmlh penduduknya yg
memang besar, rata-rata penduduknya yang bertempat tinggal di daerah aliran
sungai serta sistem pencatatan dan pelaporan yang sudah baik)

Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

TREND KEJADIAN DIARE PROV SUMSEL


Grafik 3.34. Trend Kejadian Diare
TAHUN 2015
Prov. Sumsel Tahun 2015

Ket :
Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa trend kasus diare di
Sumatera Selatan untuk tahun 2015 mengalami peningkatan kasus pada bulan
Oktober karena sudah memasuki musim kemarau, namun dapat ditanggulangi
sehingga kasus mengalami penurunan pada bulan november dan desember

Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 58


Grafik 3.35
CAKUPAN PELAYANAN DIARE PER KAB / KOTA
PROV. SUMSEL TAHUN 2015

Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

3.2.3. Penyakit Menular Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)


Dalam pemberantasan penyakit melalui program surveilans, salah satu yang
menjadi tanggungjawab untuk dilakukan pengamatan adalah Penyakit Yang Dapat
Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Adapun penyakit-Penyakit yang diamati adalah
Penyakit Polio, Campak, Tetanus Neonatorum dan Difteri. Tahapan pemberantasan
penyakit meliputi tahap Reduksi (menurunkan angka kesakitan serendah-rendahnya),
tahap Eliminasi (menekan sampai sekecil-kecilnya) dan terakhir tahap eradikasi
(membebaskan dunia dari suatu Penyakit). Walaupun tidak semua penyakit dapat
dibebaskan. Hal ini terkait dengan beberapa factor diantaranya host penyebab
penyakit, tersedianya vaksin (pencegahan), sifat virus/bakteri, dan lain sebagainya.

3.2.4. AFP Rate (Non Polio) < 15 Tahun


Pada pemberantasan penyakit Polio, saat ini sudah memasuki tahap eradikasi.
Agenda WHO, pada tahun 2016 dunia diperkirakan dapat mencapai bebas Polio.
Negara Indonesia baru akan melaksanakan pada tahun 2016. Dalam hal pencatatan
dan pelaporan surveilans AFP diintegrasikan dengan pencatatan dan pelaporan kasus
Campak, Tetanus Neonatorum dan Difteri. Hal ini untuk lebih efektifnya pelaksanaan

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 59


kegiatan surveilans AFP terutama di unit pelayanan kesehatan (puskesmas dan rumah
sakit).

Untuk pemberantasan/pencegahan kasus Folio, selain kegiatan imunisasi, juga


dilaksanakan surveillance AFP (Accute Flaccid Paralysis) untuk menemukan kasus
polio liar (AFP). Pada tahun 2015 tidak ditemukan kasus AFP (Accute Flaccid
Paralysis).

Penemuan kasus pada tahun 2015 mencapai target yang ditetapkan dalam 1
tahun yaitu 54 kasus dengan AFP non Polio rate sebesar 2.3 per 100.000 anak usia <
15 tahun. Pencapaian kinerja Surveilans AFP pada tahun 2015 mengalami
peningkatan penemuan kasus (AFP non Polio rate) namun pencapaian specimen
adekuat mengalami penurunan sebesar 7.4% jika dibanding tahun 2014 (2014: 94.4%,
2015 : 87%). Demikian pula untuk pencapaian kelengkapan laporan tahun 2015
mengalami peningkatan yaitu dari 69% pada tahun 2014 menjadi 84.3% pada tahun
2015.

Penemuan kasus AFP pada tahun 2015 mencapai 54 kasus (target : 47 kasus)
dengan AFP rate 2.3 per 100.000 anak usia < 15 tahun. Pencapaian spesimen adekuat
sebesar 87%. Pencapaian Kinerja Surveilans AFP dapat dilihat pada grafik dibawah
ini :

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 60


Tabel 3.11. Kinerja Surveilans AFP Januari-Desember Tahun 2015
TAHUN 2015
KELENG
INDIKATOR KLASIFIKASI KAPAN

MINIMAL KASUS AFP SATU


LAPO

VACCINE DERIVED POLIO


RAN (%)

JUMLAH KASUS AFP

VIRUS POLIO LIAR


NonPolio AFP Rate

Spesimen Adekuat

BUKAN POLIO
KOMPATIBEL
TAHUN

PUSKESMAS
PENDING
No. KAB./KOTA

VIRUS
01 Palembang 9 10 2,22 100 0 0 10 0 0 90
02 Prabumulih 1 2 4,00 100 0 0 2 0 0 98
03 Muba 4 3 1,50 100 0 0 3 0 0 60
04 OKI 4 1 0,50 0 0 0 1 0 0 55
05 OKU 2 4 4,00 75 0 0 4 0 0 99.8
06 Muara Enim 3 6 4,00 83 0 0 6 0 0 100
07 Lahat 2 2 2,00 100 0 0 2 0 0 91
08 Musi Rawas 3 3 2,00 100 0 0 3 0 0 90
09 Pagar Alam 1 0 0,00 0 0 0 0 0 0 99
10 L. Linggau 1 2 4,00 100 0 0 2 0 0 86
11 Banyuasin 5 5 2,00 100 0 0 5 0 0 96
12 Ogan Ilir 3 12 8,00 83,3 0 0 12 0 0 96
13 OKU Timur 4 2 1,00 100 0 0 2 0 0 99.6
14 OKU Selatan 2 0 0,00 0 0 0 0 0 0 58
15 4 Lawang 1 0 0,00 0 0 0 0 0 0 75
16 Penukal Abab Lematang Ilir 1 0 0,00 0 0 0 0 0 0 84
17 Musi Rawas Utara 1 2 4,00 0 0 0 2 0 0 69
SUMSEL 47 54 2,30 87,0 0 0 54 0 0 84.4
Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

: NP AFP Rate <1 atau Spec.adek<60% : Kelengkapan Laporan PKM & RS 1%- <60%
: NP AFP Rate 1-1,9 atau Spec.adek60-79% : Kelengkapan Laporan PKM & RS 60% - 90%
: NP AFP Rate >=2 atau spec.ade >= 80% : Kelengkapan Laporan PKM & RS 90%-100%

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa dalam hal penemuan kasus pada tahun 2015
mencapai target yang ditetapkan dalam 1 tahun yaitu 54 kasus dengan AFP non Polio rate
sebesar 2.3 per 100.000 anak usia < 15 tahun.

Pencapaian kinerja Surveilans AFP pada tahun 2015 mengalami peningkatan penemuan
kasus (AFP non Polio rate) namun pencapaian specimen adekuat mengalami penurunan
sebesar 7.4% jika dibanding tahun 2014 (2014: 94.4%, 2015 : 87%). Demikian pula

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 61


untuk pencapaian kelengkapan laporan tahun 2015 mengalami peningkatan yaitu dari
69% pada tahun 2014 menjadi 84.3% pada tahun 2015.

3.2.5. Campak
Indonesia sudah melaksanakan penguatan surveilans campak sejak tahun
2006, dan pada tahun 2009 mulai melaksanakan konfirmasi laboratorium terhadap
20% klinis campak dan saat ini berlaku 50% bagi provinsi dengan klinis yang masih
cukup tinggi (termasuk Provinsi Sumatera Selatan) dan 100% pada provinsi dengan
klinis yang sudah mulai sedikit.

Terjadi fluktuasi kasus klinis campak setiap tahunnya,dimana pada tahun


2014 klinis campak yang terlaporkan meningkat menjadi 802 kasus dengan
kelengkapan laporan surveilans campak (C-1) hanya sebesar 77%. Sementara pada
tahun 2015 kasus yang terlaporkan sebanyak 536 kasus dengan kelengkapan laporan
(C-1) hanya sebesar 71.5%. Dengan asumsi jumlah kasus klinis campak tahun 2015
belum menggambarkan kondisi yang sebenarnya dimasyarakat.
Pelaksanaan surveilans campak meliputi pengumpulan data rutin dan KLB
menggunakan formulir C1 yang terintegrasi dengan kasus AFP dan Tetanus
Neonatorum. Selain itu kasus campak mulai bulan Juli 2009 dilaksanakan Cases
Based Méaslles Surveilance (CBMS) dengan konfirmasi laboratorium sebanyak 20%
total kasus rutin dalam 1 tahun. Namun karena negara kita akan menuju Eliminasi
Campak pada tahun 2020, maka mulai tahun 2013 persentase klinis Campak yang
dilakukan konfirmasi laboratorium menjadi sebesar 50%. Adapun pencapaian kinerja
surveilans campak dapat dilihat pada grafik dan tabel dibawah ini.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 62


Tabel 3.12. Kinerja Surveilans Campak Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2015
Kinerja Surveilans Campak Target Realisasi
Kasus campak dengan hasil laboratorium negatif IgM ≥ 2 / 100.000 0.55 per
a.
(Campak & Rubella) populasi 100.000
b. Kasus Campak dilakukan pemeriksaan spesimen 50 % 27.9%
Spesimen tiba di laboratorium dalam 5 hari setelah diambil &
c. 80%
hasil laboratorium diterima dalam 4 hari setelah diperiksa lab
KLB Campak dilakukan Penyelidikan Epidemiologi dan
d. 100% 100%
Pemeriksaan
e. KLB Campak diperiksa virologi 80% 37.5%
f. Kelengkapan laporan mingguan dan bulanan 90% 84.3%, 77.9%
Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Grafik 3.36 . Penemuan Kasus campak rutin di Provinsi Sumatera Selatan


tahun 2011 sampai dengan 2015

Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Dari grafik diatas terlihat adanya penurunan angka klinis campak dari tahun
2011 ke tahun 2013 namun pada tahun 2015 mengalami peningkatan yang sangat
signifikan yaitu 337,6% dari 317 kasus meningkat menjadi 536 kasus pada tahun
2015. Dan hal ini juga ditunjukkan dengan adanya peningkatan kelengkapan laporan
C-1 (kasus campak rutin) dari puskesmas jika dibandingkan sebelum adanya
penguatan surveilans campak (penguatan surveilans campak dimulai sejak tahun
2006).Pada tahun 2013 terjadi penurunan kasus yang diikuti dengan penurunan
kelengkapan laporan C1, sehingga belum dapat dipastikan rendahnya jumlah kasus

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 63


adalah yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Demikian juga pada tahun 2015 ada
sedikit peningkatan sebesar 7% pada kelengkapan laporan C1 namun peningkatan
jumlah klinis campaknya sangat tinggi sebesar 337,6%. Peningkatan kilinis campak
belum tentu adalah Campak yang sebenarnya oleh karena itu perlu dilakukan
konfirmasi laboratorium untuk pemastian.

Dari grafik dibawah dapat dilihat bahwa kasus terbanyak setiap tahunnya terjadi pada
kelompok umur > 5 tahun yaitu sebesar >51% (data tahun 2014), jika dibanding pada
kelompok umur < 4 tahun (49%). Pencapaian tahun 2015 mengalami peningkatan
persentase dengan komposisi yang sama yaitu kelompok umur > 5 tahun menjadi
59.5% dan kelompok umur < 4 tahun yaitu sebesar 40.5%.

Grafik 3.37. Penemuan Kasus campak Rutin Menurut Kelompok Umur


di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014-2015

Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Pada grafik dibawah terlihat bahwa >50% kasus sudah pernah mendapat imunisasi
campak, sisanya belum mendapat imunisasi (tidak imunisasi maupun tidak tahu).
Dari > 50% yang sudah
mendapat imunisasi, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak tetap terkena
campak diantaranya rantai dingin vaksin, dan faktor evikasi vaksin (evikasi vaksin
campak 85%) dimana vaksin yng disuntikkan tidak 100% memberikan kekebalan
pada anak. Dan terlihat bahwa kelompok kasus yang belum mendapat imunisasi

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 64


semakin kecil setiap tahunnya. Dan harus tetap ditingkatkan kualitas pemberian
imunisasi baik cakupan maupun vaksin.

Grafik 3.38. Status Imunisasi Penderita Klinis Campak Pada Semua Kelompok
Umur di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Dari grafik dibawah terlihat bahwa komposisi kelompok umur pada hasil yang
positif campak adalah terbesar pada usia > 5 tahun yaitu sebesar 62,5% sementara
usia < 5 tahun hanya sebesar 37.5%. Demikian pula untuk yang positif Rubella
kelompok usia > 5 tahun sebesar 84% lebih besar jika dibandingkan dengan
kelompok umur < 5 tahun (16%). Dapat disimpulkan bahwa anak-anak yang terkena
campak sudah bergeser pola epidemiologinya pada kelompok usia > 5 tahun dan
sebagiannya bukan lagi campak namun Rubella yang mempunyai gejala yang mirip
dengan campak.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 65


Grafik 3.39. Kasus Campak (CBMS) Menurut Kelompok Umur dengan
Konfirmasi Laboratorium di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Dari grafik dibawah menunjukkan bahwa pada tahun 2015 penurunan frekuensi
KLB yang dilaporkan dibanding pada tahun 2014 dimana dari 8 frekuensi yang
dilaporkan menunjukkan hasil positif campak sebesar 12.5%, positif Rubella 62.5%.
Hal ini menunjukkan bahwa kasus Rubella sudah mulai meningkat di masyarakat.
Dan harus diwaspadai apabila virus Rubella menginfeksi wanita yang sedang
mengalami kehamilan terutama trisemester pertama karena dapat menyebabkan
Congenital Rubella Syndrome.
Grafik 3.40. Jumlah KLB dan Hasil Konfirmasi laboratorium
Di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2009-2015

Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 66


Tabel 3.13. Hasil Case Base Measles Surveillance, Di Sumatera Selatan , 2015
Hasil Laboratorium
Jml Spes yg
Bulan Rubella Campak & Campak &
diterima lab Campak(+) Equivocal Pending
(+) Rubella (+) Rubella (-)
Januari 11 4 3 0 3 1 0
Febrfuari 10 0 2 0 6 2 0
Maret 32 9 5 0 10 5 3
April 13 3 3 0 6 0 1
Mei 8 1 0 0 3 0 4
Juni 21 4 2 0 11 3 1
Juli 1 0 0 0 0 0 1
Agustus 0 0 0 0 0 0 0
September 9 0 1 0 6 2 0
Oktober 23 1 8 0 10 4 0
November 21 2 7 0 11 1 0
Desember 1 0 0 0 0 0 1
Total 150 24 31 0 66 18 11
Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Dari tabel diatas, bahwa hasil serologis pada 150 kasus klinis campak yang dilakukan
konfirmasi laboratorium di Sumsel ternyata 24 kasus IgM (+) campak (16%), IgM(+)
Rubella sebesar 31 kasus (21%), Campak & Rubella (-) sebesar 66 kasus (44%),
Equivocal campak dan rubella 18 kasus (12%) dan masih ada 7% yang belum ada
hasilnya.

3.2.6. Surveilans Tetanus Neonatorum


Pelaksanaan surveilans Tetanus Neonatorum melalui formulir T2 yang
dikompilasikan ke dalam laporan integrasi menunjukkan adanya peningkatan jumlah
kasus jika dibandingkan dengan penemuan kasus pada tahun sebelumnya ( Th.2011 :
8 Kasus, 4 kematian; Th. 2012 : 6 kasus, 4 kematian; Th. 2013 2 kasus, 1 kematian
dan tahun 2014 1 kasus dengan 1 kematian ). Penemuan kasus Tetanus Neonatorum
tahun 2015 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 67


Grafik 3.41. Penemuan Kasus Tetanus Neonatorum Menurut
Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2015

Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Grafik 3.42. Penemuan kasus Tetanus Neonatorum yang meninggal Per


Kab/Kota Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Dari grafik diatas terlihat bahwa masih ada beberapa kab/kota yang
melaporkan adanya kejadian Tetanus Neonatorum yaitu Kab. Muara Enim, dan Kab.
Banyuasin dengan total kasus sebanyak 5 kasus dengan 1 kematian (CFR : 20%).
Dari 5 kasus Tetanus Neonatorum yang terlaporkan, dilakukan penyelidikan
epidemiologi dengan hasil bahwa 100% ibu tidak mendapat imunisasi TT saat hamil
100% penolong persalinan adalah dukun, 100% pemotongan tali pusat menggunakan
bambu dengan perawatan tali pusat menggunakan ramuan.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 68


3.2.7. Surveilans Difteri
Kasus Difteri yang terdiagnosa di rumah sakit pada tahun 2014 sebanyak 3
kasus dengan 1 kematian (CFR : 33.3%). Dan untuk tahun 2015 penemuan kasus
dapat dilihat pada grafik dibawah ini :
Grafik 3.43. Penemuan Kasus Difteri Per Kabupaten/Kota
Di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber : Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Dari grafik diatas terlihat bahwa terdapat 3 kabupaten/kota yang melaporkan adanya
kasus Difteri yaitu Kota Palembang, kab. Ogan Komering Ilir dan Kab. Ogan Ilir
dengan total kasus sebanyak 5kasus dan 0 kematian (CFR: 0%).

3.2.8. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular


Indonesia mengalami transisi epidemiologi penyakit dan kematian yang
disebabkan oleh gaya hidup, meningkatnya sosial ekonomi dan bertambahnya
harapan hidup. Pada awalnya, penyakit didominasi oleh penyakit menular namun saat
ini penyakit tidak menular (PTM) terus mengalami peningkatan dan melebihi
penyakit menular.

Tingginya permasalahan PTM di indonesia memerlukan upaya pengendalian


yang memadai dan komprehensif melalui promosi, deteksi dini, pengobatan, dan
rehabilitasi. Upaya tersebut perlu didukung oleh penyediaan data dan informasi yang
tepat dan akurat secara sistemtis dan terus menerus melalui sistem surveilans yang
baik, Hal ini sesuai dengan amanat UU no 36 tahun 2009 pasal 158 tentang

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 69


Pengendalian Penyakit Tidak menular. Dengan surveilans PTM yang baik makan
program pencegahan dan pengendalian PTM berlangsung lebih efektif baik dalam hal
perencanaan, pengendalian, monitoring, dan evaluasi program serta sebagai ide awal
penelitian.

Kasus penyakit PTM terbanyak adalah hipertensi dengan jumlah kasus 47.090
kasus, kedua tertinggi adalah cedera akibat kecelakaan lalu lintas yaitu 9.777 kasus.
Ketiga tertinggi adalah penyakit asma bronkiale dengan 8.671 kasus, disusul oleh
Diabetes Mellitus dnegan 4.386 kasus, dan osteoporosis sebanyak 2.665 kasus.
Angka kejadian penyakit tidak menular khususnya kanker pada wilayah provinsi
Sumatera Selatan tahun 2015. Lima penyakit kanker terbanyak yaitu kanker serviks,
kanker payudara, kanker hati, leukimia, dan kanker kolorektal.

Program pengendalian Penyakit Tidak Menular di Sumatera Selatan pada


tahun 2015 masih memiliki banyak kendala terutama mengenai pelaporan rutin setiap
bulan. Perlu dilakukan sosialisasi mengenai format baru pelaporan PTM untuk tingkat
puskesmas dan rumah sakit. Program PPTM yang melibatkan banyak lintas program
dan lintas sektor perlu mendapatkan perhatian dari banyak pihak sehingga jejaring
kemitraan PPTM dan KTR dapat terbentuk, dan program PPTM dapat berjalan
dengan lancar. Peraturan daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) masih
memiliki banyak kendala terutama dalam hal penerbitan peraturan daerah. Perlu
diusulkan pertemuan advokasi untuk kawasan tanpa rokok untuk kabupaten/kota
lainnya, yang pada tahun 2015 telah dilaksanakan di 2 kabupaten/kota terpilih yaitu:
kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 70


Grafik 3.44. Kasus Penyakit Tidak Menular
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel


Grafik 3.45. Angka Kejadian Penyakit Tidak Menular Khususnya Kanker
Di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov. Sumsel

3.3. STATUS GIZI MASYARAKAT


Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator, antara lain
bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Status Gizi Balita, Status Gizi
Wanita Usia Subur, Kurang Energi Kronik (KEK), dan Gangguan Akibat
Kekurangan Yodium (GAKY).
Upaya perbaikan gizi masyarakat sebagaimana tercantum di dalam UU
Kesehatan No. 36 tahun 2009 bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan
dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan
perilaku sadar gizi dan peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi dan kesehatan
sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Visi pembangunan gizi sendiri adalah

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 71


mewujudkan keluarga mandiri sadar gizi untuk mencapai status gizi keluarga yang
optimal.

Keadaan gizi dapat dipengaruhi oleh keadaan fisiologis, dan juga oleh
keadaan ekonomi, sosial, politik dan budaya. Pada saat ini, selain dampak dari krisis
ekonomi yang masih terasa, juga keadaan dampak dari bencana nasional
mempengaruhi status kesehatan pada umumnya dan status gizi khususnya.

Keadaan gizi meliputi proses penyediaan dan penggunaan gizi untuk


pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan dan aktifitas. Kurang gizi dapat terjadi
dari beberapa akibat, yaitu ketidakseimbangan asupan zat-zat gizi, faktor penyakit
pencernaan, absorpsi dan penyakit infeksi.

Masalah gizi terjadi disebabkan oleh banyak faktor yang saling berkaitan satu
sama lain. Faktor penyebab ini dikelompokkan Penyebab langsung yaitu intake
konsumsi bahan makanan dan infeksi. Namun secara umum sebelum terjadi masalah
gizi selalu didahului oleh situasi tertentu seperti gagal panen, dan peningkatan harga
pangan.

Saat ini pola konsumsi makanan beragam, bergizi seimbang dan aman telah
bergeser menjadi pola konsumsi makanan cepat saji yang tinggi kadar lemak jenuh,
tinggi garam dan gula serta miskin serat makanan. Peningkatan pendapatan keluarga
membawa perubahan gaya hidup baik pola konsumsi juga aktivitas fisik karena
didukung kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Masalah gizi dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat apabila


besarannya diatas ambang batas yang telah ditetapkan. Secara universal ambang batas
masalah kesehatan masyarakat untuk setiap masalah gizi seperti pada tabel berikut.
Batas masalah kesehatan masyarakat tersebut dipakai untuk menentukan arah dan
pentahapan pembinaan gizi jangka panjang.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 72


3.3.1. Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Pencapaian dari indikator status gizi masyarakat tahun 2015 dilihat dari kasus
bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yaitu kurang dari 2.500 gram yang
merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan
neonatal. BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu : BBLR karena prematur (usia
kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena intrauterine growth retardation
(IUGR), yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetap berat badannya kurang. Dinegara
berkembang banyak BBLR dengan IUGR karena ibu berstatus gizi buruk, Anemia,
Malaria dan menderita Penyakit Menular Seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada
saat hamil.
Grafik 3.46. Jumlah Kasus Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Per Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov. Sumsel

Kasus bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Provinsi Sumatera Selatan
banyak terjadi di Kota Palembang. Jumlah kasus yang dilaporkan di Kota Palembang
sebanyak 319 kasus, sementara beberapa kabupaten kota tidak melaporkan kasus
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Hal tersebut dapat dikarenakan Kota Palembang
system pencatatan dan pelaporan sudah lebih baik dibandingkan dengan
kabupaten/kota lainnya, karena mudahnya akses informasi di Ibukota Provinsi
Sumatera Selatan tersebut.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 73


BAB IV
SITUASI UPAYA KESEHATAN

Sesuai dengan tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan yaitu


untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mencapai
tujuan pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan berbagi upaya kesehatan
secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Berikut ini akan diuraikan beberapa
upaya pelayanan kesehatan selama tahun 2015.

4.1. PELAYANAN KESEHATAN


Pelayanan kesehatan masyarakat pada prinsipnya mengutamakan pelayanan
kesehatan promotif dan preventif. Pelayanan promotif adalah upaya meningkatkan
kesehatan masyarakat ke arah yang lebih baik lagi dan yang preventif mencegah agar
masyarakat tidak jatuh sakit dan terhindar dari penyakit.

Upaya - upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dilihat


melalui indikator angka kematian ibu, angka kematian anak dan balita, serta usia
harapan hidup. Beberapa upaya pelayanan kesehatan yang dilaksanakan untuk
mencapai indikator tersebut seperti pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan
ibu dan bayi, pelayanan kesehatan anak sekolah dan remaja serta pelayanan keluarga
berencana.

4.1.1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi


Pelayanan kesehatan ibu meliputi pelayanan antenatal, pertolongan
persalinan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan, pelayanan terhadap
ibu hamil risiko tinggi dirujuk, kunjungan neonatus dan kunjungan bayi. Berikut
sasaran program Ibu dan Anak yang dijalankan yaitu Meningkatnya pelayanan
antenatal terpadu berkualitas; Meningkatnya persalinan ditolong oleh tenaga

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 74


kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama; Penanganan komplikasi kehamilan,
persalinan dan nifas di tingkat pertama dalam mendukung rujukan ke tingkat lanjutan;
Meningkatnya Pelayanan KB berkualitas, terutama KB pasca persalinan;
Meningkatnya pelayanan kesehatan reproduksi terpadu yang responsif gender;
Penguatan manajemen program kesehatan ibu dan reproduksi. Dengan sasaran
pelayanan adalah sebagai berikut : Ibu Hamil, bersalin dan nifas; Wanita Usia Subur;
Pasangan Usia Subur; Pengelola program kesehatan ibu dan reproduksi; Lintas
program dan lintas sektor terkait serta Unsur organisasi profesi.

Sedangkan Sasaran Program anak diantaranya Meningkatnya Kualitas


Pelayanan Kesehatan Bayi; Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Anak Balita Dan
Pra Sekolah; Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Bagi Anak Usia Sekolah Dan
Remaja; Meningkatnya Yan Kes Bagi Anak Yang Membutuhkan Perlindungan
Khusus. Dengan Sasaran Pelayanan : Bayi baru lahir /Neonatal ( 0-28 hari); Bayi (
usia 29 hari – 11 bulan ); Anak balita (usia 12- 59 tahun); Anak prasekolah (usia 60 –
72 bulan); Anak usia sekolah ( usia 6 – 18 tahun); Anak Remaja (usia 10 – 19 tahun);
Anak yang membutuhkan perlindungan khusus (0-18 tahun).

4.1.1.1. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4)


Pelayanan kesehatan antenatal merupakan pelayanan kesehatan yang
dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional (dokter spesialis kandungan dan
kebidanan, dokter umum, bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa
kehamilannya sesuai dengan pedoman pelayanan antenatal yang ada dengan titik
berat kegiatan promotif dan preventif. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari
cakupan pelayanan K1 dan K4.

Pada gambar di bawah ini terlihat bahwa Cakupan K1 di Provinsi Sumatera Selatan
sampai dengan bulan Desember 2015 mencapai 98,08%. Cakupan K1 tertinggi
dicapai kabupaten Lahat (100,%), dan Kota Lubuk Linggau (100%), diikuti oleh Kota
Palembang (99,92%) dan Kab. OKI (99,85%). Sedangkan cakupan terendah dicapai

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 75


oleh kabupaten Empat Lawang (96,0%), kemudian diikuti oleh Kab. Ogan Ilir
(95,8%) dan Kabupaten Banyuasin (95,7%).

Grafik 4.1. Cakupan Pelayanan K1 di Provinsi Sumatera Selatan


Tahun 2015
102,13
a
ar

100,46
at
ur

ku
M

gO

99,85
u an

99,74
ga b
ng m
Li ale

99,74
k P

ki
O
bu

99,26
ur
Lu

98,09
Ti
KU

at
m lih sinLah
O

97,81
ua

96,94
um ny
ga ab Ba
u

96,88
la
A

96,28
Pa Pr
r

I
r AL

96,27
Ili P

95,54
nn
sgia
yuO
a

94,58
g an
an
M M pa OK i B

t
an la

91,86
e
us

aw S
M

tL U

91,38
s
im aw
En a

82,18
R
Em

ra si
ua u

-10 10 30 50 70 90 110

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Cakupan K4 sampai dengan bulan Desember 2015 di Provinsi Sumatera Selatan


dapat dilihat pada Pada gambar di samping. terlihat bahwa Cakupan K4 di Provinsi
Sumatera Selatan sampai dengan bulan Desember 2015 mencapai 93,86%. Cakupan
tertinggi dicapai oleh Kab. Lahat 98 % diikuti Kota Palembang (97,46%), kemudian
diikuti oleh kota Lubuk Linggau (95,66%) dan Kota Prabumulih (95,40%).
Sedangkan cakupan terendah ada di kabupaten Muara Enim (90,82%), kemudian
diikuti kabupaten Musi Rawas (90,25%) dan Kab. Musi Rawas Utara (86,07%).
Grafik 4.2. Cakupan Pelayanan K4 di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
MURATARA 86.07
Musi Rawas 90.25
Muara Enim 90.82
Empat Lawang 90.87
Pagar Alam 91.13
OKU 92.45
Musi Banyuasin 92.55
PALI 92.55
Ogan Ilir 92.96
OKI 93.22
OKU Timur 93.84
Provinsi 93.86
Banyuasin 94.92
OKU Selatan 95.21
Prabumulih 95.40
Lubuk Linggau 95.66
Palembang 97.46
Lahat 98.00
80.0 0 82.0 0 84.0 0 86.0 0 88.0 0 90.0 0 92.0 0 94.0 0 96.0 0 98.0 0 100. 00

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 76


Pada gambar di atas terlihat bahwa masih terjadi gap/selisih antara K1 dan K4
di Provinsi Sumatera Selatan berkisar antara 0,9% - 6,34%. Walaupun selisih K1
dengan K4 masih dibawah 10%, namun tetap harus menjadi perhatian bahwa masih
ada ibu hamil yang pemeriksaan kehamilannya belum mencapai 4 kali selama
kehamilannya.
Kunjungan 4 x (K4) selama kehamilan ditargetkan 95% pada tahun 2015,
namun pencapaian K4 pada 2015 93,86 % dikarenakan sasaran Bumil pada tahun
yang sama memang belum mendapatkan pelayanan sebanyak 4 x dan akan di
akumulasikan pada tahun berikutnya (pada dasarnya kesenjangan 1,14 % hanya
validasi data belum aktual. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus kematian, ada
beberapa kabupaten kota yang cakupan K1 dan K4 sudah mencapai target bahkan
melebihi namun jumlah kasus kematiannya juga masih cukup tinggi, hal inilah yang
menjadi perhatian khsusus program kesehatan ibu sebagai acuan untuk melaksanakan
berbagai upaya kegiatan yang mempunyai daya ungkit menurunkan jumlah kasus
kematian tersebut.

4.1.1.2. Pertolongan Persalinan oleh Nakes dengan Kompetensi Kebidanan

Indikator ini merupakan pelayanan pertolongan persalinan yang bersih dan


aman oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan meng-Grafik-kan kemampuan
Manajemen program KIA dalam pertolongan persalinan sesuai standar.

Pada gambar di bawah ini terlihat bahwa cakupan pertolongan persalinan


oleh tenaga kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan sampai dengan bulan Desember
2015 mencapai 92.8%. Capaian cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga
kesehatan di Kabupaten/Kota berkisar antara 88.9% - 96,4 %, dimana capaian
tertinggi ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (96,4%), kemudian diikuti
oleh Kota Palembang (95,3%) dan Kabupaten Lahat (95,0%). Sementara capaian
terendah terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (90%) dan Musi Rawas (88,9%).

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 77


Grafik 4.3. Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
88,9
ir s
n wa

90,0
gs Ra

90,3
Il
si
in
t a Mu

as ng a

90,4
yu wa ua
an La nyO

91,8
pa si B

rK in

91,9
Em u
M

92,1
uO
B

92,1
Ti

KI

92,6
U

A s hO
K
O

im ulam Rvin uli

92,8
En ggraA TPAro m

i
bu

93,2
ua k L a U Pra

93,2
ra in a RA

93,7
M bu P M

94,6
g

94,8
I
at L

95,0
gh PA
Lu

95,3
n a
ta an
L

96,4
la b
Se em
al

84,0 86,0 88,0 90,0 92,0 94,0 96,0 98,0


KU P
O

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov. Sumsel

4.1.1.3. Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas


Indikator yang digunakan dalam capaian ini adalah cakupan pelayanan pasca
persalinan dan kelahiran yang di tangani oleh tenaga kesehatan, tingkat perlindungan
ibu nifas dan menggambarkan kemajuan manajemen atau kelangsungan program
KIA.

Cakupan Pelayanan Nifas di Provinsi Sumatera Selatan sampai dengan Bulan


Desember 2015 mencapai 91,04%. Cakupan Pelayanan Nifas di Kabupaten/Kota
berkisar antara 85,0% - 95,3%. Pada gambar dibawah ini dapat dilihat bahwa Capaian
KF tertinggi tedapat di Kota Palembang (95,3%), kemudian diikuti oleh kab. OKU
Selatan (95,3%) dan Kabupaten Muara Enim (94,4%). Sedangkan cakupan terendah
terjadi di Kota Lubuk Linggau (85,9%), dan Kabupaten Musi Banyuasin (85%).

Cakupan Kunjungan Nifas tahun 2015 mengalami sedikit peningkatan


dibandingkan dengan cakupan kunjungan nifas di tahun 2014, hal ini disebabkan oleh
akses terhadap pelayanan sudah terpenuhi dan kedua tenaga kesehatan yang bertugas
dilapangan/Bidan sudah melakukan pelayanan nifas berkualitas dengan melakukan
kunjungan ke rumah sekaligus melakukan pelayanan/kunjungan neonatus.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 78


Grafik 4.4. Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
85,0
n
ga asi
ng yu

85,9
an

u
bu si B
u

87,9
M

Li

r
RA as mu
k

i
Lu

AT i Ra UT

88,2
UR us OK
w

88,5
A
M M

88,9
r
Ili
an

89,9
g
O

t
O aha

90,2
L
KI

90,2
ang
aw

91,0
tL

n si U
pa

m ulih asi vin OK


Em

91,0
91,7
u o
r A um ny Pr

92,6
ga rab Ba

92,7
la
Pa P

93,6
LI
A
ng an im P

94,4
ba lat En

95,3
Se ara
Pa KU u
M

95,3
O

75,0 80,0 85,0 90,0 95,0 100,0


le

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov. Sumsel

4.1.1.4. Persentase Penanganan Komplikasi

Indikator ini merupakan capaian komplikasi yang mendapatkan penanganan


definitif sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih pada tingkat pelayanan
emergency kebidanan dan neonatal dasar (PONED) dan komprehensif (PONEK)
yang dapat dijangkau serta mengukur kemampuan manajemen program KIA dalam
menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara profesional kepada ibu (hamil,
bersalin, nifas) dengan komplikasi.

Cakupan pelayanan penanganan komplikasi di provinsi sumatera selatan pada


akhir desember 2015 mencapai 55,94% bila dibandingkan dengan tahun 2014
mengalami penurunan yaitu : 65,95%. Capaian tertinggi di kota Pagar Alam yaitu
96,48% dan terendah di kabupaten Lahat yaitu sebesar 7,94%. Disparitas antara
penanganan komplikasi ini disebabkan karena sasaran yang ditangani tidak terakses
oleh tenaga kesehatan. Penanganan Komplikasi (PK) yang ditargetkan 70% pada
tahun 2015, namun pencapaian PK hanya 55,94 % (kesenjangan 14.06 %) ini

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 79


dikarenakan kompetensi Nakes dalam pengenalan kegawatdaruratan serta
penanganannya belum maksimal serta sistem rujukan tingkat lanjut yang belum
terlaksana dengan baik.

Grafik 4.5. Cakupan Pelayanan Penanganan Komplikasi


Di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
7,94
t
ha
g an RALa

9,85
an lat TA
aw Se RA

14,53
U
M

20,70
t L KU
pa O

21,19
LI
r PA
Em

25,50
u
in im
as T

46,22
yu KU
an O

55,10
lir
iB

si in nI
us

ua ov ga
M

55,94
O

si

58,07
ny Pr

59,81
Ba

KU
O

64,10
KI
O

68,21
as
au w
gg i Ra

70,68
Lin s
k Mu

81,38
ng nim
bu

E
Lu

85,37
ar
Pa Pra Pa Mu

ba
r A um m

93,11
le

m lih
u

96,48
b
la
ga

-3,00 7,00 17,00 27,00 37,00 47,00 57,00 67,00 77,00 87,00 97,00

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel


4.1.1.5. Cakupan Pelayan Pertama Neonatus (KN1)
Neonatus adalah bayi berumur 0-28 hari. Indikator KN1 adalah cakupan
neonatus yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada 6 - 48 jam setelah lahir di
suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Indikator ini dapat diukur melalui
akses / jangkauan pelayanan kesehatan Neonatal.

Cakupan pelayanan pertama Neonatus (KN1) di Provinsi Sumatera selatan


sampai dengan bulan desember tahun 2015 adalah 94,0%. Pada gambar dibawah
terlihat capaian pelayanan pertama Neonatus (KN1) terdapat di Kabupaten Pali
98,9% kemudian diikuti oleh selatan 98,3% dan Kota Lubuk Linggau sebesar 97,3%.
Sedangkan capaian terendah terdapat di Kabupaten Musi Banyuasin (87,0), Kab.
OKU Timur (86,8) dan Kab. Musi Rawas Utara (86,1%).

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 80


Grafik 4.6. Cakupan Pelayanan Pertama Neonatus (KN1)
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
KN 1
100,0 98,9
98,3
98,0 97,0 97,1 97,2 97,3
96,6 96,7 97,0
96,0 94,5
95,2
94,0 94,4
94,0 93,0

92,0
89,8
90,0
88,0 86,8 87,0
86,1
86,0
84,0
82,0
80,0
M

78,0

IM
U
SIN

U
A

LIH
T

ILIR

S
K
U

U
I

LI
A
SI

N
R

A
K

A
IN

O
LA

H
U

U
N
A

O
K

K
G
A

A
U

P
M

M
A

W
O

O
LA

N
V
T

G
AE

B
U

M
A

A
R

KLIN
Y

TLA
R

G
A
N

R
U

LE
G

O
A
M

P
A

A
U

A
A
B

A
M

U
R
P
P

P
P

B
LU
E
Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

4.1.1.6. Cakupan Penanganan Komplikasi Neonatal (PKn)


Indikator ini menunjukkan kemampuan Sarana pelayanan kesehatan dalam
menangani kasus kegawat daruratan Neonatal, yang kemudian ditindak lanjuti sesuai
dengan kewenangannya atau di rujuk Ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi.Cakupan
PKn Adalah cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani oleh tenaga
kesehatan yang terlatih sesuai standar di suatu wilayah kerja pada kurun waktu
tertentu. Berdasarkan laporan yang diterima dari pengelola data Dinas kesehatan
Kabupaten/Kota, Cakupan Penanganan Komplikasi Neonatal (PKn) untuk Provinsi
Sumatera Selatan sampai dengan bulan desember 2015 adalah 52,8%, capaian ini
cukup bervariasi antara kabupaten / kota, terlihat pada grafik berikut :
Grafik 4.7. Cakupan Penanganan Komplikasi Neonatal
Di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
Neo Komplikasi
100 99,5

90
85,5
80 80,4
75,978,5
72,7
70
60 59,361,2
52,855,1
50
40 40,9
33,434,4
30
21,8
20
12,814,8
10
1,7 3
IM

0
M
G

LIH
SIN

U
KU
RA

BA

RA

NILIR
S
T

T
LI

SI

KI
KU

KU
N

N
A

VIN

A
PA

O
LA

RAEN
U

U
H

TA

U
A

BA
A

M
O

M
LA

G
RA
YU

PRO

LEM
RA

KLIN
TLA

BU
G
N

A
U

A
O
BA

PRA

U
PA

PA
PA

BU

M
EM

LU

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 81


4.1.1.7. Cakupan Pelayanan Bayi (KBy)
Indikator ini mengukur kemampuan manajemen program KIA dalam
melindungi bayi sehingga kesehatannya terjamin melalui penyediaan pelayanan
kesehatan. Cakupan kunjungan bayi ini Adalah cakupan bayi yang mendapatkan
pelayanan paripurna minimal 4 kali yaitu 1 kali pada umur 29 hari – 2 bulan, 1 kali
pada umur 3 – 5 bulan, dan satu kali pada umur 6 – 8 bulan dan 1 kali pada umur 9 –
11 bulan sesuai standar di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Cakupan kunjungan Bayi untuk Provinsi Sumatera Selatan sampai dengan
bulan desember tahun 2015 adalah 92,9 %. Capaian kunjungan bayi untuk
kabupaten/kota pada tahun 2015 sebagian besar masih dibawah target, hal ini bias di
lihat pada Grafik di bawah.
Grafik 4.8. Cakupan Pelayanan Bayi
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

4.1.1.8 Cakupan Pelayanan Anak Balita


Cakupan Pelayanan Anak Balita Adalah anak balita (12 – 59 bulan) yang
memperoleh pelayanan sesuai standar, meliputi pemantauan pertumbuhan minimal 8
x setahun, pemantauan perkembangan minimal 2 x setahun, pemberian vitamin A 2 x
setahun. Cakupan pelayanan anak balita Provinsi Sumatera Selatan sampai dengan
bulan desember tahun 2015 adalah : 83,03%, bila dibandingkan dengan target thn
2015 maka capain pelayanan anak balita sudah memenuhi target namun jika dilihat

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 82


dari capaian kabupaten/kota terdapat gap yang cukup jauh. Untuk lebih jelasnya bisa
dilihat pada table dibawah.

Capaian tertinggi dicapai oleh kabupaten Lahat (98,99%) kemudian diikuti


kabupaten Banyuasin (96,60%) dan Kota Palembang (91,16%), capaian terendah
terdapat di kabupaten Musi Rawas (56,01%) dan disusul kota lubuk linggau
(64,14%).
Grafik 4.9. Cakupan Pelayanan Anak Balita
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
56,01
S
U U A

64,14
M A W
TI GG RA

69,53
I
KU IN S

KI RA G H L I KU R
O KL U

77,57
M

79,19
BU

O
LU

80,06
A
LA YUA BA LAT A E UAAN AL LAT A T WAMU P
I

80,08
N L

81,14
N EM SE R NY G AR SE UR LA BU
M AT RA

81,32
A
P P

83,03
H SI N A NIM SINIL AM AN O
EM

83,91
84,38
BA AL U UA A O AG RA

IR
P E

84,70
AT
M

85,62
SU

90,16
AT N G N
B

91,16
O M SI
U
M

96,60
98,99
P K

0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00 90,00 100,00

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Prov.Sumsel.

4.1.1.9 Pelayanan Keluarga Berencana


Kegiatan pelayanan keluarga berencana yang bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan ibu dan anak harus terus dilaksanakan oleh pemerintah ataupun swasta
dan bekerjasama dengan lintas sektor. Peran serta masyarakat juga sangat penting
dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak ini. Untuk itu kegiatan
pelayanan keluarga berencana harus dilaksanakan secara terpadu dan merata sampai
ke pelosok pedesaan. Pencapaian kegiatan ini dapat dilihat dari beberapa indikator
antara lain Jumlah peserta KB baru dan peserta KB Aktif. Selengkapnya Grafikan
peserta KB baru dan peserta KB Aktif tahun 2015 sebanyak 1.205.207 atau 74,67%
peserta aktif serta dapat dilihat dari grafik di bawah ini :

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 83


Grafik 4.10. Jumlah Peserta KB Aktif Per Kabupaten/Kota
di Provinsi Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel


Grafik 4.11. Proporsi Peserta KB Menurut Jenis Kontrasepsi
di Provinsi Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
776175
800000
700000
600000
500000
400000 Peserta Aktif
300000 243104 Peserta Baru
201509
200000
100000 53331
0
MKJP Non MKJP

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

4.1.2. Pelayanan Imunisasi

Program imunisasi sampai saat ini masih merupakan salah satu program
prioritas, terutama dalam upaya penanggulangan Penyakit-penyakit yang Dapat
Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Indikator yang ditetapkan dalam Standar
Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2011 adalah tercapainya Universal Child
Immunization (UCI) di semua desa di Indonesia (UCI 100%). Namun, secara
nasional, berdasarkan pengamatan selama tiga tahun terakhir ternyata cakupan
imunisasi rutin cenderung menurun, walaupun angkanya tidak cukup besar/tidak
signifikan.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 84


Pada tahun 2010 Kementerian Kesehatan RI menerbitkan Kepmenkes RI
nomor 482/Menkes/SK/IV/2010 tentang “Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional
Universal Child Immunization 2010 – 2014 (GAIN UCI 2010 – 2014)”. Dalam
Kepmenkes tersebut disampaikan revisi pencapaian pentahapan target UCI Desa,
yaitu 80 % tahun 2010 hingga 100 % tahun 2014. Sementara itu, dalam rangka
pencapaian target nasional maupun global seperti yang dicantumkan dalam Millenium
Development Goals (MDGs), cakupan imunisasi rutin yang tinggi, merata dan
berkesinambungan tetap merupakan faktor yang penting. Untuk Provinsi Sumatera
Selatan sendiri, cakupan imunisasi rutin terlihat meningkat dari tahun ke tahun.
Tabel 4.1. Hasil Cakupan Imunisasi Rutin Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2015
Kabupaten / Sasaaran HASIL CAKUPAN ( % )
No Kota Bayi HB0 BCG DPT/HB/Hib3 Polio4 Campak
1 O.K.U 8.246 97.1 101.3 103.8 98.5 102.2
2 O.K.I 17.441 83.8 94.1 94.9 94.5 92.0
3 Muara Enim 13.196 73.3 93.4 96.7 96.2 93.4
4 Lahat 9.372 97.2 104.7 112.3 111.2 111.2
5 Musi Rawas 8.298 88.3 92.5 96.6 96.5 96.8
6 Musi Banyuasin 14.674 88.8 100.1 104.1 104.7 104.2
7 Banyuasin 16.345 87.2 94.2 96.4 97.3 96.6
8 OKU Selatan 7.538 71.8 77.6 89.9 77.5 91.8
9 OKU Timur 16.372 80.3 87.3 92.1 91.6 91.2
10 Ogan Ilir 12.431 73.8 81.9 81.9 81.6 79.6
11 Empat Lawang 5.110 75.6 89.7 91.0 91.6 86.6
12 Pali 4.382 77.7 93.9 97.3 96.0 91.1
13 Muratara 4.125 92.9 99.5 99.6 96.9 90.4
14 Palembang 29.090 85.6 89.1 90.5 91.9 92.2
15 Prabumulih 4.008 81.2 97.3 98.3 97.6 97.7
16 Pagar Alam 3.217 85.8 85.7 91.4 86.8 86.7
17 Lubuk Linggau 4.081 82.4 93.0 98.0 97.6 97.4
Provinsi 177.926 83.8 92.2 95.4 94.3 94.3

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 85


Pada tabel di atas terlihat untuk imunisasi BCG sebagai indikator aksesibilitas
program, dari target >95 %, terdapat 12 (dua belas) kabupaten/kota yang belum
mencapai hasil yang diharapkan, yaitu Kabupaten OKI (94.1%), kabupaten Muara
Enim (93.4%), kabupaten Musi Rawas (92.5%), kabupaten Banyuasin (94.2%),
kabupaten OKU Selatan (77.6%), OKU Timur (87.3%), Ogan Ilir (81.9%), Empat
Lawang (89.7%), Pali (93.9%), Palembang (89.1%), Pagar Alam (85.7%) dan Lubuk
Linggau (93%). Untuk cakupan DPT/HB 3 dari target >90%, sudah 15
kabupaten/kota yang mencapai target, sedangkan 2 (dua) kabupaten/kota yang belum
mencapai hasil yang diharapkan, yaitu Kabupaten OKU Selatan (89.9%) dan
Kabupaten Ogan Ilir (81.9%). Untuk cakupan imunisasi campak sebagai indikator
tingkat perlindungan program targetnya adalah >90 %, 14 kabupaten/kota telah
mencapai target tersebut, Sedangkan 3 (tiga) Kabupaten/Kota belum mencapai target
yaitu Kabupaten Ogan Ilir (79.6%), Kabupaten Empat Lawang (86.6%) dan Kota
Pagar Alam (86.7%). Sebagai perbandingan data cakupan imunisasi rutin di Sumatera
Selatan dalam 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat pada grafik sebagai berikut:

Grafik 4.12.
Cakupan Imunisasi Rutin Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2010 - 2015
100

75

50

25

0
2011 2012 2013 2014 2015
BCG 99.5 99 99.6 94.4 92.2
HEP B 0-7 78.2 83 88.1 85.8 83.8
DPT/HB3 99.5 98.3 101.7 94 95.4
POL4 97.7 98.1 101.8 96.4 94.6
CAMPAK 99 97.9 100.8 96.8 94.3

Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 86


Berdasarkan data tersebut, ternyata tahun 2015 secara umum cakupan
imunisasi mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya seperti cakupan
imunisasi BCG dari target yang harus dicapai 95% tetapi hasil cakupan hanya
mencapai 92.2%, sedangkan untuk imunisasi HB0, DPT/HB/Hib, Polio4 dan Campak
sudah mencapai target cakupan. Namun demikian angka tersebut harus tetap
ditingkatkan sehingga semua sasaran bayi mendapat imunisasi secara lengkap.

Seorang anak dikatakan mendapat imunisasi lengkap bila telah menerima


imunisasi Hb-0, BCG, DPT/HB1-2-3, Polio1-2-3-4 dan Campak. Angka drop out
(DO) dinilai dari selisih anak yang mendapat imunisasi DPT/HB1 dan imunisasi
Campak sebagai imunisasi terakhir. Angka yang ditolerir pada indikator DO ini
adalah < 5 %. Artinya makin tinggi angka DO artinya makin banyak anak yang tidak
mendapat imunisasi lengkap. Adapun data DO per kabupaten/kota adalah sebagai
berikut:

Grafik 4.13. Angka Drop Out (D.O.) Imunisasi Rutin


Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Grafik di atas menunjukkan angka Drop Out Provinsi Sumatera Selatan


sudah melebihi target toleransi yaitu 5.6% yang seharusnya tidak boleh melebihi dari
5% sedangkan jika dilihat dari Kabupaten Kota ada 6 (enam) Kabupaten/Kota yang

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 87


angka Drop Out lebih dari 5% yang artinya masih banyak anak yang belum imunisasi
dasar lengkap, yaitu Kabupaten OKI (10.3%), Kabupaten Lahat (8.9%), Kabupaten
Musi rawas (9.0%), Kabupaten OKU Selatan (5.4%), Kota Prabumulih (6.1%) dan
yang paling tinggi yaitu Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (13.9%), hal ini
menunjukkan bahwa ada tiga belas koma sembilan persen atau sebanyak 609 bayi di
daerah tersebut belum mendapat imunisasi lengkap, sehingga memungkinkan
terjadinya wabah dan/atau KLB terhadap Penyakit-penyakit yang dapat dicegah
dengan imunisasi (PD3I).

4.1.2.1 Pencapaian Uci Desa (Universal Child Immunization)


UCI Desa merupakan indikator penting dalam program imunisasi. Sesuai
KEPMENKES RI nomor 482 tahun 2010, target UCI Desa tahun 2015 adalah > 85
%. Artinya target UCI tercapai bila minimal 85% desa/kelurahan di kabupaten/kota
bayi-bayinya telah mendapat imunisasi lengkap, mulai dari HbO pada usia < 7 hari
hingga imunisasi campak pada usia 9 bulan sebagai imunisasi rutin terakhir. Cakupan
UCI Desa tahun 2015 Provinsi Sumatera Selatan adalah 92.1 %, artinya masih berada
di atas target rata-rata nasional (80 %) dan target Provinsi Sumatera Selatan (91%).
Adapun cakupan UCI Desa tahun 2015 dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 4.14.
Cakupan UCI Desa Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

CAPAIAN CAKUPAN UCI DESA


KAB-KOTA TAHUN 2011 - 2015
120.0

100.0

80.0

60.0

40.0

20.0

0.0
M.ENI BANYU Murata
OKU OKI LAHAT MURA MUBA OKUS OKUT OI 4L PLG PBM PA LL PALI
M ASIN ra
2011 83.4 89.0 95.1 86.7 94.9 86.0 100.0 63.7 84.5 82.6 95.5 95.3 86.5 91.4 91.7
2012 89.4 100.0 91.7 86.7 94.1 91.5 96.1 74.4 91.4 81.3 94.9 100.0 94.6 100.0 88.9
2013 96.2 95.0 92.4 90.2 94.1 95.3 98.0 89.6 61.8 92.9 80.3 100.0 78.4 94.3 94.4
2014 95.5 90.7 89.1 95.5 97.0 96.2 96.7 92.7 73.9 90.5 84.2 95.3 97.3 100.0 95.8 100.0 100.0
2015 97.4 91.3 95.7 97.3 98.5 91.6 94.1 81.9 76.3 97.5 78.8 99.0 100.0 91.4 100.0 80.3 95.5

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 88


Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa pada tahun 2015 dari 17
kabupaten/kota, ada 4 (empat) kabupaten/kota yang tidak mencapai target UCI desa,
yaitu Kabupaten OKU Selatan (81.9%), Kabupaten OKU Timur (76.3%), Kabupaten
Empat Lawang (78.8%), dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (80.3%).
Sedangkan Kabupaten/Kota yang sudah mencapai cakupan 100% yaitu Kota
Prabumulih dan Kota Lubuk Linggau.

Pencapaian UCI Desa merupakan salah satu Indikator Penting pencapaian


Indonesia Sehat dan salah satu target penting dalam pencapaian MDGs. Sebagai
perbandingan, cakupan Desa UCI dalam 5 (lima) tahun terakhir, yaitu dari tahun
2011 hingga 2015 se-Provinsi Sumatera Selatan dapat dilihat pada grafik berikut:

Grafik 4.15
Pencapaian UCI Desa Provinsi Sumatera SelatanTahun 2011 – 2015
CAPAIAN UCI TAHUN 2011-2015 PROV.SUMSEL
94

93.5
93

92 92.1
91.7

91

90.2
90

CAPAIAN UCI
89

88 87.9

87

86

85
2011 2012 2013 2014 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Dari grafik di atas terlihat bahwa dari tahun ke tahun cakupan UCI Desa di Provinsi
Sumatera Selatan terjadi fluktuasi dan tidak stabil. Hal ini perlu mendapat perhatian
lebih lanjut, apalagi sebagian petugas imunisasi kabupaten/kota dan puskesmas baru
dimutasi dan belum dilatih mengenai program imunisasi, baik teknis program
maupun cold chain. Selain itu juga sarana dan prasarana sebagian sudah disediakan
dari provinsi.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 89


4.1.2.2 Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
Salah satu strategi yang tercantum dalam Global Immunization Vision and Strategy
(GIVS) 2006 – 2015 adalah “to protect more people in a changing world”. Untuk
mengimplementasikan visi tersebut, maka kegiatan yang dapat dilaksanakan adalah
melakukan pemberian imunisasi pada anak yang lebih tua, dalam hal ini adalah murid
sekolah dasar. Pemberian imunisasi pada murid sekolah yang disebut BIAS (Bulan
Imunisasi Anak Sekolah) telah dilaksanakan secara rutin sejak tahun 1984, dimana
saat ini murid kelas 1 SD/MI menerima imunisasi DT dan Campak, sedangkan murid
kelas 2 dan kelas 3 menerima imunisasi Td. Pelaksanaan BIAS ini merupakan salah
satu kegiatan rutin yang harus dilaksanakan bekerjasama dengan pihak sekolah
dasar/madrasah ibtidaiyah. Namun demikian masih ada kabupaten/kota yang tidak
melaksanakan BIAS tersebut dengan berbagai permasalahan. Adapun cakupan BIAS
DT dapat dilihat pada grafik berikut:

Grafik 4.16. Hasil Cakupan BIAS DT Murid SD/MI Kelas I


Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Hasil Cakupan BIAS DT Klas I


Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
110
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
OKUT OKUS Lahat Mura Muba M.Tara OKU Prabu Banyu L.LggM.Enim OKI Plg P.Alam OI PALI E.LwgSumse
HASIL 99.9 99.7 99.3 99.2 99.2 98.9 98.7 98.7 98.2 98.2 98 97.6 96.7 94.6 92.6 92.3 91.2 97.2
TARGET 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Dari grafik di atas menunjukkan bahwa tidak ada Kabupaten/Kota yang


mencapai cakupan BIAS DT l00% tetapi rata rata sudah mencapai diatas 90%.
Sedangkan cakupan yang paling rendah terdapat di Kabupaten Empat Lawang hanya

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 90


mencapai target 91.2% yang artinya masih banyak anak kelas 1 SD/MI yang tidak
disuntik DT. Untuk cakupan pelaksanaan BIAS Td dapat dilihat pada grafik berikut:

Grafik 4.17.
Hasil Cakupan BIAS Td Murid SD/MI Kelas II dan III
Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Hasil Cakupan BIAS Klas II & III


Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
110
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
OKUTM.EnimLahat OKUSM.TaraPrabu Mura Muba OKUS Banyu E.Lwg Plg L.Lgg OKI PALI OI P.AlamSumse
HASIL 100. 99.7 99.2 99.2 99.1 98.9 98.9 98.8 98.4 98.3 97.5 97.3 96.8 96.1 94.2 93.4 85.2 97.2
TARGET 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Grafik di atas menunjukan bahwa Cakupan BIAS Td dengan cakupan 100 %


hanya di Kabupaten OKU. Sedangkan cakupan yang terendah di Kota Pagar
Alam(85.2%). Sebagai tindak lanjut pelaksanaan Kampanye Imunisasi Campak tahun
2006 dan 2010 di Sumatera Selatan, serta sebagai upaya menuju tahapan Eliminasi
Campak di Indonesia, maka dilaksanakan BIAS Campak bagi murid SD/MI kelas 1.
Pemberian imunisasi campak dosis kedua pada murid sekolah ini dimaksudkan
sebagai booster, yang akan meningkatkan kekebalan terhadap penyakit campak
seumur hidup.

Adapun hasil pelaksanaan BIAS Campak tahun 2015 adalah sebagai


berikut:

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 91


Grafik 4.18.
Hasil Cakupan BIAS Campak Murid SD/MI Kelas I Tahun 2015
110

100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
P.Alam OKUT OKUS M.Enim Pali Lahat L.Lgg B.Asin OKU Mura OKI Muba Prabu Plg E.Lwg OI M.Tara Sumsel
Cak.2014 101.1 100 99.9 99.8 99.5 99 98.7 98.6 98.5 98.2 97.9 97.8 97.1 96.3 94.9 94.7 88.8 97.7
TARGET 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Dari grafik di atas terlihat bahwa semua kabupaten/kota telah melaksanakan


BIAS Campak pada murid kelas 1 SD/MI, dengan hasil cakupan rata-rata lebih dari
95%, sedangkan cakupan yang terendah terdapat di Kabupaten Ogan Ilir (92.0%)
yang artinya masih ada 8% anak sekolah kelas 1 SD yang tidak di imunisasi BIAS
Campak.

Jika dilihat secara keseluruhan, pelaksanaan BIAS di Provinsi Sumatera


Selatan belum mencapai target 100%, masih banyak Kabupaten/Kota yang tidak
mencapai target terutama Kabupaten Ogan Ilir, hal ini disebabkan masih ada
penolakan kerjasama dari pihak sekolah terutama sekolah MI, dan orang tua murid
tidak mengizinkan anaknya di imunisasi.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 92


Tabel 4.2.
Pemakaian Vaksin Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
STOK STOK
N0 JENIS VAKSIN PENERIMAAN PEMAKAIAN
AWAL AKHIR
1 BCG (20 ds/Ampul) 600 83.870 76.370 8.100
2 DPT/HB (5 ds/Vial) 21.130. 44,000 65.130 0
3 TT (10 dsVial) 0 58.140 50.140 8.000
4 POLIO (10 ds/Vial) 700 123.310 118.310 5.700
5 CAMPAK (10 ds/Vial) 5.950 112.730 115.680 3.000
6 HB PID (1ds/Buah) 61.000 128.100 186.400 2.700
7 DT (10 ds/Vial) 0 23.720 24.020 0
8 Td (10 ds/Vial) 0 43.890 43.890 0
DPT/HB-hib
9 0 107.295 104.315 2.980
(5 ds/Vial)
Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Tabel 4.3. Indeks Pemakaian (IP) Vaksin Imunisasi Rutin


Dinas Kesehatan Prov. Sumsel Tahun 2015
NO JENIS VAKSIN JUMLAH DOSIS/VIAL IP
1 Hepatitis B 1 1
2 Polio 10 6.3
3 Campak 10 3
4 BCG 20 3
5 DPT/HB 5 3.5
6 DPT/HB-Hib 5 3.5
7 IPV 10 8
8 DT 10 8
9 Td BIAS 10 8
10 Td Rutin 10 6.8
Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Setiap jenis vaksin mempunyai IP standar tersendiri, yang menunjukkan


berapa dosis atau berapa banyak bayi seharusnya menerima vaksin dari setiap
vial/ampulnya. Dari tabel di atas terlihat IP vaksin per antigen. Hai ini diharapkan
pemakaian vaksin di pelayanan berdasarkan IP vaksin sesuai dengan antigen sehingga

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 93


pemakaian vaksin sesuai dengan jumlah cakupan bayi dan tidak akan terjadi
kekurangan ataupun kelebihan vaksin.
Selain itu untuk menjaga agar vaksin tetap bermutu baik, maka semua
vaksin harus disimpan dalam lemari es khusus vaksin yang sesuai standar
Internasional WHO, agar rantai dingin (cold chain) nya tetap terjaga. Berdasarkan
hasil pemantauan kegiatan selama tahun 2015.

Pencapaian UCI Desa masih dibawah target yaitu sebesar 91.6% dari target 91
%, hal ini disebabkan karena masih ada orang tua anak yang menolak jika anaknya di
imunisasi, dan juga akses menuju pelayanan kesehatan yang jauh. Pencapaian
Cakupan BIAS masih dibawah target yaitu DT (97.2%), Td (97.2%) dan Campak
(97.8%) dari target 100%, hal ini disebabkan karena masih ada di kabupaten/kota
dimana pihak sekolah terutama MI belum bisa kerjasama dalam hal pelaksanaan
BIAS. Masih ada puskesmas menggunakan lemari es rumah tangga (34 bh), artinya
kualitas vaksin tidak memenuhi standar WHO yaitu suhu 2 - 80C , sehingga
dibutuhkan adanya pengantian lemari es yang berstandar WHO (RCW 42 EK/RCW
50). Petugas cold chain yang sudah dilatih pindah ke tempat lain sehingga
pengelolaan vaksin kurang diperhatikan, SOP pengelolaan vaksin kurang berjalan
dengan baik.

4.2. PEMBINAAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN SANITASI DASAR


Indeks penyakit yang ada di masyarakat khususnya penyakit yang berbasis
lingkungan di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2015 seperti kasus diare yang masih
cukup tinggi. Penyebab itu semua adalah dilihat dari Kesehatan Lingkungan yang
kurang memenuhi syarat terutama bagi sebagian penduduk yang tinggal di
pedesaan, dan daerah perkotaan (urban area/bantaran sungai). Mereka belum bisa
memenuhi standar hidup bersih dan sehat, yang terlihat dari rendahnya cakupan
penduduk yang menggunakan dan memanfaatkan akses sarana kesehatan
lingkungan yang layak.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 94


Cakupan Rumah Sehat yaitu sebesar 72,94%. Cakupan tertinggi di
Kabupaten Banyuasin dengan persentase 97,2% dan persentase terendah di Kota
Pagar Alam dengan Persentase 45,1 %.

Grafik 4.19. Rumah Sehat Menurut Kabupaten/Kota dan Puskesmas


di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

Dilihat dari grafik diatas pada tahun 2015 rata-rata tiap kabupaten/Kota
menunjukkan terjadi perbaikan dalam hal rumah sehat terkecuali pada kabupaten
Musi Rawas Utara dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang tidak tersedia
Data tersebut. Hal ini dikarenakan adanya kontribusi dari PAMSIMAS, PPSP
(Program Percepatan Sanitasi Perkotaan) dan EHRA (Enviroment Health Rish
Assement/ Study Kelayakan Kesehatan Lingkungan), meningkatnya kesadaran
masyarakat akan kondisi rumah yang memenuhi persyaratan kesehatan ( seperti
dalam suatu rumah sudah ada air bersih, jamban, tempat sampah, limbah rumah
tangga dan pengelolaan makanan dan minuman), pembinaan dan pengawasan
program penyuluhan rumah sehat.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 95


Grafik 4.20. TTU Memenuhi Syarat Menurut Kabupaten/Kota dan
Puskesmas di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Dari tabel dan grafik diatas terlihat bahwa TTU yang memenuhi syarat
kesehatan menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 yaitu
84,6 % dengan rincian sebagai berikut :

- Persentase Tempat-tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan tertinggi


untuk terdapat pada Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Pagar Alam dengan
masing-masing 100 %, sedangkan untuk Kabupaten Banyuasin, OKU Selatan,
- Persentase Tempat-tempat umum untuk Kabupaten Banyuasin, OKUS, Muratara
dan Palembang masih kosong karena belum ada laporannya.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 96


Grafik 4.21. Penduduk Dengan Akses Berkelanjutan Terhadap Air Bersih
Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.


Berdasarkan grafik di atas rata-rata cakupan penduduk dengan akses
berkelanjutan terhadap air bersih di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2015 yaitu
sebesar 67,92%. Dari 17 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan akses tertinggi Kota
palembang dengan akses 90,38 % dan Kabupaten Lubuk Linggau dengan akses
89,95 %. Sedangkan akses terendah Kabupaten OKU Timur 12,57 %.

Peningkatan tersebut disamping karena adanya program Pamsimas di


Provinsi Sumatera Selatan juga karena semakin meningkatnya kesadaran masyarakat
akan pentingnya akses terhadap sarana air bersih. Dengan kata lain peningkatan
tersebut tidak terlepas dari kesadaran masyarakat akan penggunaan sarana air bersih
baik yang dibangun secara mandiri maupun oleh pemerintah. Disamping itu peran
tenaga kesehatan yang memberikan bimbingan kepada masyarakat tentang
pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Disadari juga bahwa penyakit yang
timbul melalui media air ini cukup banyak. Untuk itu perlu terus disosialisasikan
tentang pentingnya arti penggunaan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan baik
dari segi sarana maupun kualitas air yang digunakan.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 97


Grafik 4.22. Penduduk Dengan Akses Berkelanjutan Terhadap Air
Minum (Layak) Menurut Kabupaten/Kota dan Puskesmas
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Berdasarkan tabel dan grafik di atas rata-rata cakupan penduduk dengan


akses berkelanjutan terhadap air minum (layak) di Provinsi Sumatera Selatan pada
tahun 2015 yaitu sebesar 62,54%. Dari 17 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan.
Akses tertinggi Kota Palembang dengan akses 90,38, sedangkan akses terendah Kota
Pagar Alam (13.17%).

Peningkatan tersebut disamping karena adanya program Pamsimas di


Provinsi Sumatera Selatan juga karena semakin meningkatnya kesadaran masyarakat
akan pentingnya akses terhadap sarana air bersih. Dengan kata lain peningkatan
tersebut tidak terlepas dari kesadaran masyarakat akan penggunaan sarana air bersih
baik yang dibangun secara mandiri maupun oleh pemerintah.

Disamping itu peran tenaga kesatan yang memberikan bimbingan kepada


masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Disadari juga bahwa
penyakit yang timbul melalui media air ini cukup banyak. Untuk itu perlu terus
disosialisasikan tentang pentingnya arti penggunaan air minum yang layak atau yang
memenuhi syarat kesehatan baik dari segi sarana maupun kualitas air yang
digunakan.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 98


Grafik 4.23. TPM Memenuhi Syarat Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota dan
Puskesmas di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Dari grafik di atas persentase Tempat Pengolahan Makanan (TPM) Sehat


yang diperiksa menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
yaitu sebesar 30,17 % dengan rincian sebagai berikut :

Persentase TPM yang memenuhi Hygiene Sanitasi tertinggi yang diperiksa


terdapat pada Kabupaten Oku Timur (100%). Sedangkan terdapat Kabupaten yang
belum ada laporannya yaitu Kabupaten Muaratara.

Persentase TPM yang tidak memenuhi Hygiene Sanitasi tertinggi yang


diperiksa terdapat pada Kota Prabumulih (0,00). Sedangkan terdapat Kabupaten yang
belum ada laporannya yaitu Kabupaten Muratara.

Dari uraian diatas terlihat bahwa Kota Prabumulih masih belum mengirimkan
data, sehingga mempengaruhi cakupan tingkat provinsi.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 99


Grafik 4.24. Capaian Tempat – Tempat Pengolahan Makanan dan
Minuman Sehat di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2010 - 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Grafik 4.25. Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2010 - 2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Grafik di atas menunjukkan bahwa persentase Tempat Pengolahan Makanan


(TPM) Sehat yang diperiksa menurut Kab/Kota di Provinsi Sumatera Selatan Tahun
2015 yaitu sebesar 30,17 % dengan rincian sebagai berikut :
- Persentase TPM yang memenuhi Hygiene Sanitasi tertinggi yang diperiksa
terdapat pada Kota Oku Timur (100%). Sedangkan terdapat Kabupaten yang
belum ada laporannya yaitu Kabupaten Muaratara.
- Persentase TPM yang tidak memenuhi Hygiene Sanitasi tertinggi yang diperiksa
terdapat pada Kota Prabumulih (0,00). Sedangkan terdapat Kabupaten yang
belum ada laporannya yaitu Kabupaten Muaratara.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 100


Dari uraian diatas terlihat bahwa Kota Prabumulih masih belum mengirimkan
data, sehingga mempengaruhi cakupan tingkat provinsi.

Tabel 4.4.
Data Target Desa PAMSIMAS dan Realisasi SBS Kabupaten
Di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2008-2015

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Berdasarkan tabel di atas rata-rata Dusun SBS dari 10 kabupaten terdapat 845
Desa yaitu sebesar 118 (13,84%) Desa SBS terbanyak yaitu Kabupaten Lahat
Sebanyak 28 Desa. Sedangkan Desa SBS yang sedikit yaitu Kabupaten Empat
Lawang dan OKU sebanyak 2 Desa.

Dusun SBS dikabupaten terdapat 845 Desa. Kabupaten yang melaksanakan


verifikasi Program Pamsimas di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2015 yaitu
(62,96%).

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 101


Table 4.5.
Akses Jamban Menurut 10 Kabupaten/Kota PAMSIMAS
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Akses Jamban

Sumber: Bidang Bina Pemberantasan Masalah Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Berdasarkan dari tabel dan grafik di atas persentase akses jamban Daerah
Sasaran Pamsimas dengan Jumlah Penduduk Sebanyak 650,383 (Jiwa) maka
persentase rata rata di dapat (63,382%).

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 102


Tabel 4.6.
Cakupan Klinik Sanitasi Aktif
Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
No KABUPATEN Jumlah Aktif Tidak Ak tif % Ak tif
Pus k esmas
1 OGAN KOMERING ULU 17 4 13 23,53
2 OGAN KOMERING ILIR 26 5 21 19,23
3 MUARA ENIM 22 11 11 50,00
4 LAHAT 30 10 20 33,33
5 MUSI RAWAS 19 2 17 10,53
6 MUSI BANYUASIN 26 11 20 42,31
7 BANYUASIN 29 7 22 24,14
8 OKU SELATAN 13 0 13 0,00
9 OKU TIMUR 22 4 18 18,18
10 OGAN ILIR 25 24 1 96,00
11 EMPAT LAW ANG 9 0 9 0,00
12 PALEMBANG 39 39 0 100,00
13 PRABUMULIH 7 0 7 0,00
14 PAGAR ALAM 6 0 6 0,00
15 LUBUK LINGGAU 8 3 5 37,50
16 MURATARA 8 0 8 0,00
17 PALI 7 0 7 0,00
JUMLAH 313 120 198 38,34

Keterangan :
Is i dan beri tanda ( √ ) pada kolom yang s es uai :
1. Ada petugas Klinik Sanitas i khus us
2. Ada data lingkungan dan perilaku has il kons eling di Klinik Sanitas i
3. Dilakukan kompilas i data kunjungan Klinik Sanitasi (ada data) di Pus kes mas
4. Ada data kunjungan lapangan
5. Ada tindak lanjut lingkungan dan perilaku

Dari tabel di atas secara umum ternyata dari 313 Puskesmas yang ada di
Provinsi Sumatera Selatan, dengan cakupan Klinik Sanitasi aktif yaitu sebanyak 120
Puskesmas (38,34 %). Cakupan tertinggi Kota Palembang yaitu 100 %. Tetapi
masih terdapat beberapa Kabupaten/Kota yang Klinik Sanitasinya belum aktif (0%)
yaitu Kab OKU Selatan, Empat Lawang, Muratara dan Pali, serta Kota Prabumulih
dan Pagar Alam.
Masalah dan hambatan yang sangat mempengaruhi hasil akhir (output) dari
seluruh kegiatan oleh Seksi Kesehatan Lingkungan di Dinas Kesehatan Provinsi
Sumatera Selatan. Karena capaian kinerja di Seksi Kesehatan Lingkunagn Dinas
Kesehatan Provinsi Sumatera ditentukan oleh capaian kinerja dari Seksi Kesehatan
Lingkungan Kab/Kota, sedangkan capaian kinerja Kab/Kota ditentukan oleh capaian
kinerja petugas puskesmas. Adapun masalah dan hambatan tersebut antara lain :
1. Belum semua indikator kinerja didukung oleh ketersediaan dana baik yang
berasal APBN maupun APBD.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 103


2. Adanya perubahan format laporan yang berasal dari pusdatin dari tahun
sebelumnya sehingga belum semua Kab/Kota menggunakan format laporan
yang terbaru.
3. Dukungan dana tidak memadai pada Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas
Kesehatan Kab/Kota di Provinsi Sumatera Selatan, sehingga menyulitkan
kegiatan yang dilaksanakan tenaga Sanitarian Puskesmas di setiap Kab/Kota.
Tidak tersedianya alat penunjang Kesling seperti Sanitarian Kit, Food Kit dan
water Test kit yang dapat membantu tenaga sanitarian dalam melaksanakan
tugasnya di lapangan.
4. Untuk Klinik Sanitasi masih terkedala dengan ruang yang tidak ada untuk
kegiatan tersebut, disamping alat penunjang seperti alat peraga dan dana
operasional untuk klinik sanitasi.

4.3. PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT


Upaya perbaikan gizi masyarakat pada hakikatnya dimaksudkan untuk
menangani permasalahan gizi yang dihadapi masyarakat.

4.3.1. Bayi mendapat ASI Eksklusif

Pemberian ASI oleh ibu pada bayi sedini mungkin setelah melahirkan dapat
menghindarkan bayi dari penyakit infeksi dan alergi. Pemberian ASI tanpa makanan
dan minuman lain dianjurkan minimal 6 bulan, hal ini yang disebut sebagai
pemberian ASI secara eksklusif. Pemberian ASI dapat diteruskan sampai bayi
berusia 2 tahun.

Berdasarkan pada hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013


cakupan pemberian ASI eksklusif pada seluruh bayi dibawah 6 bulan (0–6 bulan)
hanya 30,2%. Cakupan pemberian ASI Eksklusif yang terhimpun menurut laporan
ASIE di di Dinkes Provinsi Sumatera Selatan tahun 2015 mengalami penurunan
2,44% menjadi 61% dibandingkan tahun 2014 sebesar 63,44%, namun demikian

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 104


telah mencapai target RPJMN 2015 sebesar 39%. Secara provinsi, terdapat 8 (47%)
kab./kota yang cakupan ASI Eksklusifnya diatas rata-rata provinsi yaitu Kab./Kota
Muara Enim, Lahat, Musi Rawas, OKU Selatan, Empat Lawang, Palembang, Pagar
Alam, dan Prabumulih. Rincian dapat dilihat pada lampiran. Rendahnya cakupan
pemberian ASI Eksklusif 0-6 bulan dapat disebabkan masih kurangnya pemahaman
masyarakat bahkan petugas kesehatan tentang manfaat dan pentingnya pemberian
ASI Eksklusif kepada bayi usia 0-6 bulan, adanya promosi yang intensif susu
formula, pemantauan sulit dilakukan, pencatatan dan pelaporan yang kurang tepat,
masih kurangnya tenaga konselor ASI di lapangan, RS, Klinik Bersalin belum sayang
bayi, belum adanya sanksi tegas bagi RS/Klinik Bersalin/Bidan Praktek Swasta yang
belum sayang bayi, dan masih banyak RS yang belum melakukan rawat gabung
antara ibu dan bayinya, serta masih rendahnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

Grafik 4.26. Cakupan Pemberian ASI


CAKUPAN PEMBERIAN ASIE
Di Provinsi Sumatera
TAHUN 2015 (Target 39%)
Selatan Tahun 2015
90

80

70

60

50

40

30

20

10

0 4 MURA
OKU OKI ENIM LHT MURA MUBA BA OKUS OKUT OI PLG PBM LLG PA PALI PROV
LWG TARA
FEB 43,19 55,75 64,36 57,91 56,01 54,78 52,24 61,52 53,37 47,9 54,81 79,44 85,25 56,15 24,5 61,88 54,3 59,45
AGT 48,29 54,29 71,35 76,91 80,28 54,78 50,91 62,63 48,05 44,16 62,3 78,85 76,92 58,33 65,11 44 37,8 61

Sumber: Bidang BinaPelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

4.3.2. Balita 6-59 bulan mendapat kapsul Vitamin A


Pencegahan kebutaan akibat kekurangan vitamin A pada anak dapat
dilaksanakan dengan memberi kapsul vitamin A dosis tinggi (100.000–200.000 RE)
pada ibu menyusui, bayi dan balita. Frekuensi pemberian kapsul vitamin A pada ibu

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 105


menyusui satu kali pada masa nifas, Ibu dalam masa nifas perlu mendapatkan dua
kapsul vitamin A berwarna merah dengan dosis 200.000 IU.

Pemberian kapsul pertama diberikan segera setelah melahirkan (Bulin), dan


kapsul kedua dengan selang waktu minimal 24 jam, tidak lebih dari 6 minggu setelah
melahirkan. Kapsul Vitamin A tidak boleh diberikan kepada ibu hamil karena
dosisnya terlalu tinggi untuk janin, pada bayi usia 6–11 bulan satu kali dan anak usia
12–60 bulan dua kali setahun. Kapsul vitamin A dosis tinggi aman diberikan dengan
jarak minimal satu bulan. Walaupun demikian, bila ternyata anak mengkonsumsi
kapsul vitamin A dengan selang waktu kurang dari satu bulan, biasanya tidak akan
terjadi keracunan pada anak. Jika ditemukan anak mengkonsumsi lebih dari satu
kapsul dalam kurun waktu satu bulan, segera laporkan pada petugas kesehatan.

Data Riskesdas 2013 menunjukkan cakupan suplementasi vitamin A secara


nasional pada anak umur 6-59 bulan adalah 75,5%. Akan tetapi disparitas antar
propinsi masih tinggi, yaitu masih ada 2 propinsi dengan cakupan dibawah 60%, 12
propinsi dibawah 70% dan hanya 8 propinsi dapat mencapai 80%. Target cakupan
Vitamin A tahun 2015 sebesar 85%. Cakupan distribusi kapsul vitamin A balita (6-59
bulan) sebanyak 2 kali pada tahun 2015 mencapai target yaitu 87,08%. Jika
dibandingkan cakupan tahun 2014 sebesar 87,93% maka cakupan vitamin A balita
tahun 2015 ini mengalami penurunan sebesar 0,85%.

Cakupan vitamin A telah mencapai target karena stock vitamin A yang


mencukupi dari dropping pusat, pengadaan APBD Provinsi (APBD I) dan dari
pengadaan APBD II, adanya koordinasi bulan Vitamin A dengan Imunisasi, serta
adanya sweeping dari petugas puskesmas serta kader. Untuk cakupan vitamin A pada
ibu nifas juga telah mencapai target. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 106


Grafik 4.27. Cakupan Pemberian Vitamin A Balita
CAKUPAN PEMBERIAN
VITAMIN A BAYI TAHUN 2015
Di Provinsi Sumatera Selatan Periode Tahun 2015
120

100

80

60

40

20

0 MUR
MUR MUB OKU OKU 4 PRO
OKU OKI ENIM LHT BA OI PLG PBM LLG PA ATA PALI
A A S T LWG V
RA
VIT A FEB 94,57 90,06 89,91 93,44 78,79 89,91 84,89 92,8 76,18 61,8 78,82 94,43 94,42 81,9 89,71 86,87 99,06 86,26
VIT A AGT 95,19 93,07 83,93 94,55 89,76 89,62 86,16 92,07 75,11 91,49 75,92 95,44 97,84 87,96 84,47 76,99 99,02 88,79

Sumber: Bidang BinaPelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Grafik 4.28. Cakupan Pemberian Vitamin A Balita


Di Provinsi Sumatera Selatan Periode Tahun 2014
CAKUPAN PEMBERIAN
VITAMIN A BALITA TAHUN 2015
120

100

80

60

40

20

0 MUR
MUR MUB OKU OKU 4 PRO
OKU OKI ENIM LHT BA OI PLG PBM LLG PA ATA PALI
A A S T LWG V
RA
VIT A FEB 95,01 87,85 85,67 92,87 74,15 85,11 87,58 83,55 81,56 85,57 78,91 95 86,97 84,81 90 84,14 98,33 87,27
VIT A AGT 95,13 91,58 83,42 95,66 81,36 84,94 89,13 81,84 86,02 92,84 75,25 95,1 90,01 84,03 93,67 79,14 98,9 88,7

Sumber: Bidang BinaPelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

4.3.3. Cakupan balita ditimbang (D/S)

Kegiatan program gizi yang dilaksanakan di Posyandu yaitu Pemantauan


Pertumbuhan, Penyuluhan Gizi, Pemberian Obat Gizi, Pemberian MP-ASI dan
Pemanfaatan Pekarangan. Di samping itu para kader posyandu dapat melaksanakan
pelacakan kelainan gizi (misalnya gizi buruk) dan pendampingan kasus gizi buruk.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 107


Cakupan penimbangan (D/S) balita di posyandu merupakan indikator yang berkaitan
dengan cakupan pelayanan gizi pada balita, cakupan pelayanan kesehatan dasar
khususnya imunisasi serta prevalensi gizi kurang. Semakin tinggi cakupan D/S maka
akan semakin tinggi pula cakupan vitamin A, cakupan imunisasi dan semakin
rendahnya prevalensi gizi kurang.
Cakupan D/S tahun 2015 belum mencapai target 85%, yaitu baru mencapai
73,45% dengan rincian 77,65% pada balita usia 0-23 bulan dan 69,62% pada balita
usia 24-59 bulan. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2014
(70,39%) sebesar 3,06%. Cakupan D/S yang belum mencapai target antara lain
disebabkan efektifitas kegiatan posyandu dan kegiatan luar gedung puskesmas belum
optimal.
Kabupaten dengan cakupan D/S rendah adalah Kab. OKI (60,85%), sedangkan
kabupaten dengan cakupan tertinggi adalah Kota Palembang (87,04%).
Masalah yang berkaitan dengan kujungan posyandu antara lain : posyandu
kurang menarik, ibu balita tidak lagi membawa balita ke Posyandu setelah imunisasi
lengkap, posyandu tidak ada tenaga kesehatan, akses ke posyandu sulit/waktu buka
posyandu tidak tepat, kurangnya dukungan komitmen dan peran aktif para pemangku
kepentingan dan organisasi kemasyarakatan, serta jumlah posyandu kurang.
Grafik 4.29. Presentase Capaian D/S Kelompok Umur 0-23 Bulan
Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan 2015
Persentase Capaian D/S Menurut Kab./Kota
di Prov. Sumsel Tahun 2015
Kelompok Umur 0-23 Bln
83,08
83,08
83,14
83,23
84,82
87,77
79,96
78,10
77,71

77,65
76,90

100
75,61
73,67
72,70
71,77
71,12
70,13

90
65,56

80
70
60
50
40
30
20
10
0

Hijau : ≥ 75%
Kuning : 65% - 74,9%
Merah : < 65% Sumber: Laporan Kab./Kota 2015

Sumber: Bidang BinaPelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 108


4.3.4. Balita gizi buruk mendapat perawatan

Balita gizi buruk yang mendapat perawatan sudah mencapai target 100%
karena semakin membaiknya surveilans gizi aktif, adanya Jamkesmas dan Jamsoskes
Sumsel Semesta. Kenyataan di lapangan, kasus gizi buruk sering ditemukan terlambat
dan atau ditangani tidak tepat. Hal ini terjadi karena belum semua puskesmas terlatih
tata laksana gizi buruk. Selain itu, kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana untuk
menyiapkan formula khusus untuk balita gizi buruk, serta kurangnya tindak lanjut
pemantauan setelah balita pulang ke rumah.
Pada tahun 2015, kasus gizi buruk yang terhimpun berdasarkan laporan
surveilans gizi buruk dari kab./kota berjumlah 367 kasus dengan rincian 172 kasus
pada anak laki-laki dan 195 kasus pada anak perempuan. Bila dibandingkan dengan
tahun 2014 (276 kasus) ada peningkatan jumlah kasus yang ditemukan sebanyak 91
kasus. Semua kasus balita gizi telah ditangani di RS, puskesmas dan pusat pemulihan
gizi (Therapeutic Feeding Center = TFC) baik rawat inap maupun rawat jalan. Jumlah
TFC di Sumatera Selatan berjumlah 18 unit yang tersebar di beberapa kab./kota yang
dapat dilihat pada lampiran.
Kabupaten dengan jumlah kasus gizi buruk tertinggi yaitu Kab. Muara Enim
sebanyak 88 kasus.

4.4. AKSES DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN


Cakupan masyarakat miskin yang mendapatkan Jaminan Pelayanan Kesehatan
Komprehensif pada tahun 2015 ditargetkan 100 persen dan terealisasi 100 persen
atau sebesar 100 persen. Jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan pada tahun
2015, maka hasil capaian sudah mencapai target akhir Renstra 2015.
Dengan demikian target kinerja cakupan pelayanan kesehatan dasar
masyarakat miskin telah mencapai target Renstra 2015. Jika dilihat dari hasil capaian
selama 5 tahun maka cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin sudah
mencapai 100 persen sejak tahun 2010, seperti terlihat pada grafik dibawah ini :

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 109


Grafik 4.30. Cakupan Masyarakat Miskin yang Mendapatkan Jaminan
Pelayanan Kesehatan Komprehensif di Prov. Sumatera Selatan
Tahun 2010-2015

Sumber: Bidang Bina Jaminan Sarana Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel.

Pencapaian terhadap target yang ditetapkan dapat terjadi karena adanya


program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang diselenggarakan oleh
Kementrian Kesehatan untuk penduduk miskin sesuai dengan kuota yang diperoleh
oleh setiap daerah (Kabupaten/Kota) serta sudah berjalannya program berobat gratis
atau Jamsoskes Sumsel Semesta. Selama ini untuk program Jamkesmas tidak semua
penduduk miskin ditanggung oleh Pemerintah Pusat. Jumlah masyarakat miskin yang
ditanggung sesuai dengan kuota yang ada sehingga masih terdapat masyarakat miskin
yang tidak mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan yang kemudian menjadi
kewajiban pemerintah daerah untuk menanggungnya. Untuk masyarakat miskin yang
tidak ditanggung oleh program Jamkesmas, maka di Provinsi Sumatera Selatan
mereka ditanggung melalui Program Jamsoskes Sumsel Semesta. Dengan demikian
sudah seluruh masyarakat miskin memiliki jaminan pemeliharaan kesehatan. Dengan
demikian akses mereka terhadap pelayanan kesehatan, baik pelayanan kesehatan
dasar dan rujukan tidak lagi menemui kendala karena permasalahan ketiadaan dana.
Untuk pelayanan kesehatan rujukan, standar yang digunakan pada program
Jamsoskes Sumsel Semesta sama dengan Jamkesmas, yaitu rawat inap di kelas III.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 110


BAB V
SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

Grafikan situasi sumber daya kesehatan dikelompokkan menjadi sarana


kesehatan, tenaga kesehatan dan pembiayaan kesehatan dapat dilihat pada bab lima
ini yaitu sebagai berikut:

5.1. SARANA KESEHATAN


Kegiatan pembangunan atau peningkatan dan perbaikan sarana dan
prasarana kesehatan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan. Selain itu juga untuk
peningkatan keterjangkauan dan akses masyarakat terhadap sarana pelayanan yang
berkualitas. Pelaksanaan kegiatan ini harus memperhatikan jumlah penduduk, kondisi
geografis daerah seperti luas wilayah jangkauan puskesmas, pustu dan polindes, serta
besarnya anggaran yang disediakan untuk pembangunan fisik kesehatan.
Dilihat dari jumlah anggaran yang disediakan pemerintah untuk
pembangunan fisik sarana dan prasarana kesehatan terus mengalami peningkatan
dalam beberapa tahun terakhir, sehingga jumlah sarana dan prasarana kesehatan yang
berkualitas semakin meningkat.

5.1.1. Puskesmas
Persentase Puskesmas PONED pada tahun 2015 berjumlah ( 46 Puskesmas
PONED dari 333 Puskesmas yang ada di Sumatera Selatan) atau sebesar 13,8
persen. Jika dibandingkan dengan jumlah puskesmas yang ada maka jumlah
puskesmas PONED masih sangat kurang, capaian tersebut belum mencapai target
akhir Renstra sekitar 50 persen dari jumlah puskesmas yang ada di Sumatera Selatan.
Pelaksanaan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan ini bermaksud untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan tentang kesehatan

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 111


reproduksi terpadu sesuai standar melalui pengisian form pelaporan kespro terpadu.
Tenaga kesehatan yang sudah dilatih dapat melaksanakan tugasnya melayani
masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan kespro terpadu, agar masyarakat
dapat melanjutkan kehidupan kesehatan reproduksi kedepannya, tenaga kesehatan
mampu memberikan KIE tentang kespro disetiap jenjang umur kehidupan manusia,
sehingga mereka tahu dan mau peduli akan kesehatan perorangan ataupun
komunitasnya, Serta Puskesmas mewajibkan SDM nya dalam pelayanan kesehatan
reproduksi secara terpadu.
Pada periode tahun 2009-2015 jumlah puskesmas terus meningkat dari 291
unit pada tahun 2009 menjadi 333 pada tahun 2015. Dari jumlah tersebut masih
sedikit yang sudah memenuhi standar sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 75 tahun 2015 tentang pusat kesehatan masyarakat, dan saat ini
diharapkan dari 30% Puskesmas yang ada telah melakukan pengajuan untuk
Akreditasi dapat mendapatkan memenuhi syarat dan lulus Akreditasi.

Grafik 5.1. Jumlah Puskesmas di Provinsi Sumatera Selatan


Tahun 2010 -2015

340
333
330
323
320 319
310 312 Jumlah Puskesmas
305
300 301

290

280
2010 2011 2012 2013 2014 2015

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 112


5.1.2. Rumah Sakit
Indikator yang dipakai guna menilai / mengukur perkembangan sarana Rumah
Sakit diantaranya dengan melihat perkembangan/peningkatan jenis pelayanan ditiap-
tiap Rumah Sakit, apakah ada perkembangan/peningkatan atau tetap/sama jenis
pelayanan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Dapat dilihat melalui Laporan RL3.1 Rawat Inap, contoh jika pada pelayanan
tahun sebelumnya tidak terdapat Pelayanan Mata tahun ini terdapat Pelayanan Mata,
maka dipastikan Rumah Sakit telah Memiliki dokter spesialis mata dan mempunyai
peralatan kesehatan mata. Sedangkan untuk mengukur tingkat efektifitas pelayanan
Rumah Sakit diperlukan pengolahan data yang diambil dari laporan RL3.1. Rawat
Inap, untuk tahun laporan 2015 kami mendapatkan data dari Sistem Informasi Rumah
Sakit (SIRS) tahun 2015 Bed Occupation Rate (BOR) efektif antara 60 % - 85 %,
Rumah Sakit yang BOR nya Efektif diantara 60% - 85% ada 14 Rumah Sakit yaitu
RSUD dr.Ibnu Sutowo Baturaja,RSUP dr.Moh Hoesin Palembang,RSUD Palembang
Bari,RS. AK. Gani Palembang,RS PT. Graha Pusri Medika,RS. Islam Siti
Khadijah,RS. RK Charitas,RS. Myria,RS. Siloam Sriwijaya,RSIA YK Madira,RSUD
Prabumulih,RSUD Besemah Pagar Alam,RSUD Dr. Sobirin, RSUD Siti Aisyah
Lubuk Linggau.
Untuk Rumah Sakit yang BOR nya diatas 85 % ada 7 Rumah Sakit yaitu
RSUD Kayu Agung, RSUD Dr.h.M.Rabain Muara Enim, RSUD Lahat, RSUD
Sekayu, RSUD Oku Timur, RS. Pertamina Plaju, RS Hermina. Sedangkan untuk
Rumah Sakit yang BOR nya di bawah 60 % ada 16 Rumah Sakit Yaitu RS.TK IV Dr.
Noesmir Baturaja, RS Santo Antonio Baturaja, RS Bukit Asam, RSUD Sungai Lilin,
RSUD Banyuasin, RSK Kusta Dr. Rivai Abdullah, RS Panti Bhakti Ningsih Belitang,
RSUD Martapura, RSUD Tebing Tinggi, RSK Paru, RS Pelabuhan, RS Bhayangkara,
RS Bunda, RSIA Tiara Fatrin, RS Pertamina Prabumulih, RS Ar. Bunda Prabumulih.
Keadaan Rumah Sakit yang menunjukkan Lenght Of Stay (LOS) efektif antara 5 hari
sampai dengan 7 hari terdiri dari RSUD Lahat, RSK Kusta Dr. Rivai Abdullah,
RSUD Martapura, RSMH Palembang, RSK Paru, RS AK. Gani Palembang, RSUD

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 113


Siti Aisyah Lubuk linggau. Sedangkan untuk Rumah Sakit yang LOS nya diatas 7
Hari ada 1 Rumah Sakit yaitu RSK. Dr. Ernaldi Bahar Palembang, untuk Rumah
Sakit yang LOS nya di bawah 5 Hari ada 28 Rumah Sakit Yaitu RSUD Dr. Ibnu
Sutowo, RS TK. IV Dr. Noesmir Baturaja, RS Santo Antonio Baturaja, RSUD Kayu
Agung, RSUD DR.H.M.Rabain Muara Enim, RS Bukit Asam, RSUD Sekayu, RSUD
Sungai Lilin, RSUD Banyuasin, RSUD OKU Timur, RS Panti Bhakti Ningsih,
RSUD Tebing Tinggi, RSUD Palembang Bari, RS Pertamina Plaju, RS Bhayangkara,
RS PT Graha Pusri Medika, RS Islam Siti Khadijah, RS.RK Charitas, RS Myria
Palembang, RS Bunda Palembang, RS Hermina Palembang, RS Siloam Palembang,
RSAB Tiara Fatrin Palembang, RSIA YK. Madira Palembang, RSUD Prabumulih,
RS Pertamina Prabumulih, RSUD Besemah Kota Pagar Alam, RSUD Dr. Sobirin.
Rumah Sakit yang Bed Term Over (BTO) efektif antara 40 Kali – 50 Kali
yaitu RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang dan RSUD Palembang Bari,
sedangkan untuk Rumah Sakit yang BTO nya diatas 50 Kali ada 24 Rumah Sakit
yaitu RSUD Dr. Ibnu Sutowo, RS TK IV Dr. Noermir Baturaja, RS Santo Antonio
Baturaja, RSUD Kayu Agung, RSUD Dr.H.M.Rabain Muara Enim, RSUD Lahat,
RSUD Sekayu, RSUD Oku Timur, RS Panti Bhakti Ningsih, RS Pertamina Plaju, RS
PT Graha Pusri Medika, RS RK Charitas, RS Myria, RS Bunda Palembang, RS
Hermina, RS Siloam Sriwijaya, RSAB Tiara Fatrin, RSIA YK Madira, RSUD
Prabumulih, RS Pertamina Prabumulih, RS AR Bunda Prabumulih, RSUD Besemah
Pagar Alam, RSUD Dr. Sobirin, RSUD Siti Aisyah Lubuk linggau. Rumah Sakit
yang BTO nya di bawah 40 Kali ada 10 Rumah Sakit Yaitu RS Bukit Asam Tanjung
Enim, RSUD Sungai Lilin, RSUD Banyuasin, RSK Kusta dr. Rivai Abdullah, RSUD
Martapura, RS MH Palembang, RSK Paru, RS Ak. Gani, RS Bhayangkara, RS Islam
Siti Khadijah.
Untuk Term Of Interval (TOI) yang efektif antara 1 Hari – 3 Hari, dari hasil
laporan didapat sebagai berikut yaitu RSUD Dr. Ibnu Sutowo, RS Tk. Iv Dr. Noesmir
Batu Raja, RS Santo Antonio Batu Raja, RS Panti Bhakti Ningsih, RSMH
Palembang, RSUD Palembang Bari, RS Islam Siti Khadijah Palembang, RS RK

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 114


Charitas, RS Bunda Palembang, RS Siloam Sriwijaya Palembang, RSAB Tiara
Fatrin, RSIA YK Madira, RSUD Prabumulih, RS Pertamina Prabumulih, RS AR
Bunda Prabumulih, RSUD Besemah Pagar Alam, RSUD Dr. Sobirin, RSUD Siti
Aisyah Lubuk Linggau.
Sedangkan untuk Rumah Sakit yang TOI nya diatas 3 Hari ada 9 Rumah Sakit
yaitu Rs Bukit Asam, RSUD Sungai Lilin, RSUD Banyuasin, RSK Kusta Rivai Dr.
Abdullah, RSUD Martapura, RSUD Tebing Tinggi, RSk Paru, RS AK. Gani, RS
Bhayangkara.
Rumah Sakit yang TOI nya di bawah 1 Hari ada 7 Rumah Sakit Yaitu RSUD
Kayu Agung, RSUD Dr.H.M.Rabain Muara Enim, RSUD Lahat, RSUD Sekayu,
RSUD OKU Timur, RS Pertamina Plaju, RS Hermina.Gross Death Rate (GDR) )
efektif antara < 40/1000, dari laporan didapat hasil bahwa Rumah Sakit yang GRD
nya Efektif diantara <40/1000 orang ada 22 Rumah Sakit yaitu RS TK IV Dr.
Noesmir Baturaja, RS Santo Antonio, RSUD Dr.H.M.Rabain Muara Enim, RS Bukit
Asam, RSUD Lahat, RSUD Sungai Lilin, RSUD Banyuasin, RSK. Kusta Dr. Rivai
Abdullah, RS Panti Bhakti Ningsih, RSUD Martapura, RSUD Tebing Tinggi, RSUD
Palembang Bari, RS Bhayangkara Polri, RS PT Graha Pusri Medika, RS Islam Siti
Khadijah, RS RK Charitas, RS Myria Palembang, RS Bunda Palembang, RS Siloam
Sriwijaya, RS Pertamina Prabumulih, RS Ar Bunda Prabumulih, RSUD Siti Aisyah
Lubuk linggau.
Adapun Rumah Sakit yang GDR nya diatas >40/1000 orang ada 12 Rumah
Sakit antara lain RSUD Dr. Ibnu Sutowo, RSUD Kayu Agung, RSUD Sekayu, RSUD
OKU Timur, RSMH Palembang, RSk. Paru, RS AK. Gani, RS Hermina, RSUD
Prabumulih, RSUD Besemah Pagar Alam, RSUD Dr. Sobirin, RSUD Siti Aisyah
Lubuk linggau.
Netto Death Rate (NDR) efektif antara < 40/1000, didapat hasil sebagai
berikut RSUD Dr. Ibnu Sutowo, RS TK IV Dr. Noesmir Baturaja, RS Santo Antonio,
RSUD Kayu Agung, RSUD Dr.H.Rabain Muara Enim, RS Bukit Asam, RSUD
Lahat, RSUD Sekayu, RSUD Sungai Lilin, RSK Kusta Dr. Rivai Abdullah, RS Panti

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 115


Bhakti Ningsih, RSUD Martapura, RSUD Tebing Tinggi, RS Bhayangkara Polri, RS
PT Graha Pusri Medika, RS Islam Siti Khadijah, RS RK Charitas, RS Myria, RS
Bunda Palembang, RS Siloam Sriwijaya, RSUD Prabumulih, RS Pertamina
Prabumulih, RS Ar Bunda Prabumulih, RSUD Dr. Sobirin, RSUD Siti Aisyah Lubuk
Linggau. Untuk Rumah Sakit yang NDR nya diatas >25/1000 orang yaitu RSUD
Banyuasin, RSMH Palembang, RSK Paru, RSUD Palembang Bari, RS Ak. Gani, RS
Hermina, RSUD Besemah Pagar Alam.
Jumlah Rumah Sakit yang menerapkan pelayanan keperawatan dan kebidanan
sesuai standard dan pedoman ada 16 RSUD dari 21 RSUD. RSUD tersebut adalah
sebagai berikut: RSU Dr. Moh Hoesin Palembang, RSUD Siti Aisyah Lubuk
Linggau, RSUD Sekayu, RSUD Bari Palembang, RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja,
RSUD OKU Timur, RSUD Kayu Agung, RSUD Prabumulih, RSUD Dr. Rabain
Muara Enim, RSUD Talang Ubi PALI, RSUD Lahat, RSUD Basemah Pagar Alam,
RSUD Dr. Sobirin Musi Rawas, RSUD Sungai Lilin MUBA, RSUD Bayung Lencir
MUBA dan RSUD Banyuasin. Jumlah pengunjung yang memanfaatkan Rumah sakit
sebesar 336.950 orang pada tahun 2015.

Grafik 5.2. Jumlah Rumah Sakit Menurut Kepemilikan


Di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015
25 21

14
20 RS Khusus

15 RS Umum
8
10
5
4 4
5
1
1 0 0 0 0
0

Sumber: Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 116


5.1.3. Sarana Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat.
Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
membutuhkan berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumber
daya yang ada di lingkungan masyarakat. Upaya kesehatan bersumber daya
masyarakat (UKBM) ada beberapa bentuk antara lain Pos Pelayanan Terpadu
(Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos Obat Desa (POD), Tanaman Obat
Keluarga (Toga) dan sebagainya.
Posyandu merupakan salah bentuk UKBM yang paling dikenal dimasyarakat.
Posyandu menyelanggarakan minimal 5 program prioritas, yaitu kesehatan ibu dan
anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi,dan penanggulan diare. Untuk
memantau perkembangannya, posyandu dikelompokan ke dalam 4 strata, yaitu
posyandu pratama, posyandu madya, posyandu purnama, dan posyandu mandiri.
Jumlah Posyandu terbanyak di Kota Palembang dengan Jumlah sebanyak 1026
Posyandu dengan Posyandu aktif sebanyak 670 Posyandu atau sekitar 65,30% dan
Kabupaten Penukal Abad Lematanga Ilir (PALI) merupakan kabupaten yang
mempunyai Jumlah Posyandu aktif paling sedikit yaitu hanya 18 dari 121 posyandu
yang ada di Kabupaten tersebut atau hanya 14%, hal ini kemungkinan disebabkan
karena kabuapaten tersebut merupakan DOB. Jika dibanding dalam 4 (empat) tahun
terakhir posyandu aktif mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Desa siaga adalah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan
untuk mencegah dan mengatasi masalah/ancaman kesehatan (termasuk bencana dan
kegawat-darurat kesehatan) secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat.
Tujuan desa siaga adalah untuk mewujudkan masyarakat desa yang sehat, peduli, dan
tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya. Salah satu kriteria desa
siaga adalah minimal memiliki 1 (satu) poskesdes (pos kesehatan desa).
Capaian Desa Siaga aktif mandiri dan purnama masih rendah dikarenakan
belum dibentuknya kelompok kerja operasional (pokjanal) Desa Siaga tingkat
Kabupaten/Kota. Ogan Ilir dan Muara Enim adalah 2 dari 17 Kabupaten di Provinsi
Sumatera Selatan yang telah memiliki Pokjanal Desa Siaga Aktif. Rendahnya

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 117


cakupan desa siaga aktif juga dikarenakan belum berjalannnya Forum Masyarakat
Desa/Kelurahan secara maksimal, penggunaan dana desa untuk upaya kesehatan
masih minim, serta belum maksimalnya peran aktif ormas, dunia usaha dan lain-lain.
Banyaknya Desa/Kelurahan yang belum merealisasikan peraturan yang telah ada
khusunya dibidang kesehatan.
Cakupan rumah tangga ber-PHBS meningkat setiap tahun, pada tahun 2014
dari 1.130.909 rumah tangga yang didata sebanyak 727.649 atau 64,3% yang ber-
PHBS dan pada tahun 2015 terjadi peningkatan yaitu menjadi 66,75% rumah tangga
yang ber-PHBS atau meningkat sebanyak 2,45%. Keberhasilan PHBS di tatanan
rumah tangga tidak bisa berdiri sendiri karena sangat dipengaruhi oleh penerapan
PHBS di tatanan-tananan lainnya (tatanan institusi pendidikan, tatanan tempat kerja,
tatanan tempat umum, dan tatanan sarana kesehatan), serta peran serta dan
keterlibatan kelompok sasaran pembinaan PHBS di semua tatanan, seperti individu
anggota masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi agama, tokoh masyarakat,
tokoh agama, dunia usaha, dan sebagainya.
Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seorang individu, terutama faktor
tingkat pengetahuan dan sikap individu. Perilaku juga menyangkut dimensi kultural
yang berupa sistem nilai dan norma, serta berkaitan dengan dimensi ekonomi dan
hal-hal lain yang merupakan pendukung suatu perilaku, sehingga upaya peningkatan
capaian PHBS terutama di tatanan rumah tangga tidak bisa dilakukan oleh segelintir
orang, melainkan harus didukung oleh suasana kondusif, lingkungan sosial yang
mendorong (social pressure), dukungan baik material maupun non material dari stake
holders, lintas sektor terkait dan pihak - pihak lain.
Dukungan tersebut antara lain dalam bentuk menetapkan dan memberlakukan
kebijakan atau peraturan sebagai acuan dan rambu-rambu bagi pembinaan PHBS di
tatanan, dan juga menyediakan sarana-sarana sebagai faktor pemudah (enabling
factors) seperti misalnya tempat sampah, air bersih, jamban sehat, kantin sehat,
perlengkapan kesehatan kerja, dan lain-lain. Keterbatasan tenaga promosi kesehatan
yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam bidang promosi kesehatan dan

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 118


pemberdayaan masyarakat, baik di puskesmas maupun dinas kesehatan
kab/kota/provinsi menjadi salah satu faktor penghambat keberhasilan program PHBS
dilapangan dengan mengedepankan strategi promosi kesehatan, yaitu advokasi, bina
suasana, gerakan pemberdayaan serta kemitraan.
Cakupan posyandu pada tahun 2015 dari jumlah posyandu yang ada
berjumlah 6699, posyandu yang aktif baru mencapai 4177 posyandu, hal ini
dikarenakan masih kurangnya pengetahuan dan ketrampilan kader tentang posyandu
yang terintegrasi yaitu suatu upaya mensinergiskan beberapa layanan yang
dibutuhkan oleh masyarakat, contohnya Posbindu PTM, BKB, PAUD dan lain-
lainnya sehingga posyandu itu sendiri lebih diminati dan terus berkembang sesuai
dengan perkembangan yang ada dimasyarakat dan juga perlu adanya peningkatan
peran Pokjanal baik tingkat kecamatan, kabupaten maupun provinsi selaku
pembimbing dan pembina posyandu diwilayahnya.
Pembangunan Kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan
oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, untuk terwujudnya hal tersebut
perlu adanya kerjasama lintas sektoral maupun lintas program. Namun saat ini
kerjasama lintas sektor belum maksimal, pemanfaatan dana desa untuk kesehatan
masih sangat minim, komitmen dunia usaha dan elemen lain di masyarakat perlu
ditingkatkan. Sehingga kedepan perlu ditingkatkan baik jumlah maupun kompetensi
tenaga kesehatan di bidang promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat baik
provinsi, kabupaten/kota terlebih lagi di Puskesmas, sehingga upaya promotif
preventif dan pemberdayaan dapat dilaksanakan secara maksimal sehingga terjalin
komitmen bersama, kerjasama dan gotong royong untuk mencapai Indonesia sehat
masyarakat kuat.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 119


Grafik 5.3. Persentase Capaian Posyandu Pratama Madya Purnama
Mandiri di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013 - 2015

Sumber: Bidang Bina Program dan Pendayagunaan SDM Dinkes

Grafik 5.4. Jumlah Posyandu dan Posyandu Aktif


Di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2012-2015

Sumber: Bidang Bina Program dan Pendayagunaan SDM Dinkes

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 120


Grafik 5.5. Persentase Capaian Desa Siaga Aktif
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2010- 2015

Sumber: Bidang Bina Program dan Pendayagunaan SDM Dinkes

Grafik 5.6. Jumlah Desa Siaga


Di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013 - 2015

Sumber: Bidang Bina Program dan Pendayagunaan SDM Dinkes Prov.Sumsel

Grafik 5.7. Jumlah Poskesdes, Polindes dan Posbindu


di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Program dan Pendayagunaan SDM Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 121


Grafik 5.8. Jumlah Desa Siaga Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

Sumber: Bidang Bina Program dan Pendayagunaan SDM Dinkes Prov.Sumsel

5.1.2. TENAGA KESEHATAN


Menurut Undang–Undang Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan,
yang dimaksud dengan tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri
dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui
pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertenu memerlukan kewenangan
untuk melakukan upaya kesehatan.
Data mengenai tenaga kesehatan di provinsi sumatera selatan baik yang
bekerja disektor pemerintahan maupun swasta masih sulit diperoleh. Pada tabel
berikut disajikan jumlah tenaga kesehatan menurut kesehatan medis, paramedis dan
tenaga kesehatan lainnya.
Jika ditinjau dari jumlah seluruh tenaga Kesehatan baik di Puskesmas ataupun
rumah sakit serta sarana kesehatan lainnya menurut Jenis ketenagaan atau jenis
pendidikan adalah sebagaimana grafik di bawah ini.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 122


Grafik 5.9. Jumlah Tenaga Kesehatan
di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

8000
7000 6651 7073
6000
5000
4000
3000
2000
1000 595 387
0 148 141

um

n
i

at

gi
..

ig

da

Gi
i.

w
G
Um
es

Bi
ra

at
er
Sp

Pe
kt

w
er
er

ra
Do
kt
kt

Pe
Do
Do

Sumber: Bidang Bina Program dan Pendayagunaan SDM Dinkes Prov.Sumsel

Grafik 5.10. Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Jenis Ketenagaan


di Provinsi Sumatera Selatan Tahun
2015
3000
2500 2539

2000
1500
1095
1000 852
728
556
500 365
82 146
0
Kefarmasian

Kesling

Keterapian

Keteknisian

Penunjang
Tenaga Gizi
Kesmas

Tenaga Kes.

Kesehatan
Medik
Fisik

Lain

Sumber: Bidang Bina Program dan Pendayagunaan SDM Dinkes Prov.Sumsel

Berdasarkan grafik tersebut di atas bahwa jumlah tenaga kesehatan menurut


jenis ketenagaan yang paling banyak adalah perawat dan bidan, sedangkan Jumlah
tenaga kesehatan yang paling kecil adalah perawat gigi dan gizi.
Berdasarkan sumber daya kesehatan, kondisi tenaga kesehatan tahun 2015
adalah sebagai berikut :
1. Ratio Dokter per 100.000 penduduk

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 123


Ketersediaan Tenaga Medis yang ada di Kabupaten/Kota pada tahun 2015
Jumlah Dokter Umum yang paling besar ( 67 orang), 11,26 % ada di
Kabupaten MUBA dan yang terkecil ada di Kabupaten Empat Lawang (12
orang) 2,02% . Jumlah Dokter Gigi yang terbesar ada di Kota Palembang (32
orang ) 22,70 % dan yang terkecil ada di Kabupaten Martapura (1 orang)
0,71%.
Rasio Dokter Umum terhadap jumlah Penduduk di Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2015 baru mencapai 7 per 100.000 penduduk ( 1 Dokter berbanding
14.286 jiwa pendudk) penduduk masih jauh dibawah target Indonesia Sehat
yaitu 40 per 100.000 penduduk ( 1 berbanding 2500 penduduk). Dengan
demikian terlihat masih banyak kekurangan Dokter Umum di Sumatera
Selatan. Rasio Dokter gigi 2 per 100.000 penduduk ( 1 Dokter Gigi
berbanding 50.000 penduduk) dan menurut Indonesia Sehat Rasio Dokter Gigi
11 per 100.000 penduduk ( 1 berbaning 9.091 penduduk) , dengan demikian
juga terlihat masih banyaknnya kekurangan Dokter Gigi di Sumatera Selatan.
Rasio Dokter Spesialis terhadap Jumlah Pendududuk sebesar 2 per
100.000 (2 Dokter Spesialis per 100.000 penduduk). Target Indonesia Sehat
untuk Dokter Spesialis 6 per 100.000 penduduk. Terlihat kekurangan 4 per
100.000 penduduk. Ada Kabupaten/ Kota yang tidak ada data sama sekali
karena Kabupaten/Kota tersebut tidak mengirimkan Data SDM dari Rumah
Sakit Umum Daerah nya seperti Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang.
Sementara ada beberapa Kabupaten/Kota yang tidak memiliki Dokter
Spesialis yaitu Kabupaten Penukal Abad Ilir (PALI) 0 orang , Kabupaten
Musi Rawas Utara (MURATARA) 0 orang. Kedua Kabupaten ini adalah
Kabupaten Baru Pemekaran. Kabupaten PALI Pemekaran dari Kabupaten
Muara Enim dan Kabupaten MURATARA Pemekaran dari Kabupaten Musi
Rawas .Kota Palembang dan Banuasin kosong karena RSUD dari Kabupaten
tersebut tdk mengirimkan data.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 124


Penyebaran Dokter Spesialis yang ada sangat tidak merata dari satu
Kabupaten/Kota dengan Kabupaten Kota lain. Proporsi yang paling besar ada
di Kabupaten Muara Enim 22 orang (14,96%) dan proporsi terkecil ada di
Kabupaten Empat Lawang 1 orang (0,68%) dan Provinsi Sumatera Selatan 27
orang (18,37%).

2. Ratio Tenaga Kefarmasian/Apoteker dan Tenaga Gizi


Jumlah tenaga Kefarmsian/Apoteker Sumatera Selatan sebesar 728 orang,
Proporsi Tenaga Kefarmasian terbesar ada di Kota Prabumulih 12,77% (93
orang), terkecil ada di Kota Lubuk Linggau 0,55% (4 orang), Kabupaten
Muara Enim 11,26% (82 orang), Musi Banyuasin 10,58% (77orang), Kota
Palembang 9,20% (67 orang), OKU Timur 7,97% (58 orang), OKI 7,83% (57
orang), Pagar Alam 6,46% (47 orang), OKU dan Ogan Ilir, masing-masing
5,08% (37 orang). Musi Rawas 4,53% (33 orang), Empat Lawang 4,26% (31
orang), Lahat 3,71 % (27 orang), PALI 2,88% (21 orang), OKU Selatan 2,47%
(18 orang), Muratara dan Sumatera Selatan masing masing 2,06% (15 orang),
Banyuasin 1,24% (9 orang) dan Kota Lubuk Linggau 0,56% (4 orang).
Terlihat bahwa keadaan tenaga kefarmasian yang ada di Provinsi Sumatera
Selatan tenaga Asisten Apoteker memilki Proporsi yang paling besar 62,91%
(458 orang), Apoteker 21,84% (159 orang), Analis Farmasi 8,93% (65 orang),
Sarjana Farmasi 6,32% (46 orang).
Indonesia Sehat 2010 Rasio Apoteker 10 per 100.000 penduduk ( 1 Apoteker
untuk 10.000 penduduk), kondisi yang ada 1,98 (2) per 100.000 penduduk (1
Apoteker untuk 50.000 penduduk). Masih banyaknya kekurangan tenaga
Apoteker yang dibutuhkan di Sumatera Selatan.
Tenaga Gizi masih di bawah target Indonesia Sehat yaitu 22/100.000 penduduk,
Jumlah Tenaga Gizi yang ada di Provinsi Sumatera Selatan 365 orang dengan
rasio terhadap jumlah penduduk 4,5 per 100.000 penduduk. Target Rasio untuk
tenaga Gizi 22 per 100.000 penduduk. Terlihat masih banyaknya kekurangan

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 125


tenaga gizi di Sumatera Selatan. Proporsi terbesar ada di Kabupaten Muara
Enim 12,9% (47 orang). Kabupaten Muara Enim selain mendata dari Rumah
Sakit Umum Daerah sudah mendata SDM dari Rumah Sakit PTBA,
Laboratorium Kesehatan Daerah dan Instalasi Farmasi Kabupaten Muara Enim.
Dibandingkan dengan Kabupaten OKU yang juga sudah mendata SDM dari
Laboratorium Daerah dan Instalasi Farmasi masih jauh sangat sedikit tenaga
gizi yang proporsinya hanya 4,93 % (18 orang). Proporsi yang terendah ada di
Kabupaten PALI 1,37% (5 orang), Proporsi di Muratara dan Lubuk Lingguau
masing-masing 1,64 % (6 orang), OKU Selatan 1,92% (7 orang) dan
Banyuasin 2,19 % (8 orang). Kabupaten PALI dan Muratara adalah Kabupaten
pemekaran yang baru sehingga terlihat adanya jumlah SDM yang masih rendah.
Kota Lubuk Linggau data SDM hanya data SDM Rumah Sakit Siti Aisyah.

3. Ratio Tenaga Bidan per-100.000 Penduduk


Jumlah Tenaga Bidan di Provinsi Sumatera Sealatan sebesar 7073 orang,
Rasio Bidan terhadap jumlah penduduk sebesar 88 per 100.000 penduduk. (1
bidan berbanding 1136 penduduk). Target Indonesia Sehat 2010 Rasio bidan
100 per 100.000 penduduk, di Sumatera Selatan. Kekurangan berkisar 12 per
100. 000 penduduk. Di Lingkungan Provinsi Sumatera Selatan jumlah tenaga
bidan terlihat kecil karena tenaga yang ada bekerja di bidang program sebagai
tenaga penunjang bukan pelayanan sehingga tidak terlihat jenis SDMK tenaga
bidan tersebut.

4. Ratio Tenaga Perawat per-100.000 penduduk


Jumlah tenaga keperawatan pada tahun 2015 yang terbesar ada di Kabupaten
OKU Timur 846 orang (12,72%) dengan tenaga Ners 40 orang (0,60 %) dan
Non Ners 806 ( 12,12%), Tenaga keperawatan terendah ada di Kota Lubuk
Linggau 68 orang ( 1,02%) dengan tenaga Ners 4 orang (0,06%) dan Non Ners
((0,96%). Rasio Tenaga Perawat terhadap jumlah penduduk di Kabupaten Oku

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 126


Timur 130 per 100. 000 penduduk dan Rasio Tenaga perawat di Kota Lubuk
Linggau 31 per 100.000 penduduk. Kota Lubuk terlihat sangat minim tenaga
perawat di karenakan data SDM dari Puskesmas Kota Lubuk Linggau tidak di
terima pada tahun 2015. Target rasio perawat 117,5 , di Sumatera Selatan rasio
perawat 82,5 per 100.000 penduduk. Jadi Sumatera Selatan masih kekurangan
tenaga 35 per 100.000 penduduk.

5. Ratio Tenaga Sanitasi per-100.000 penduduk


Tenaga Kesehatan Lingkungan di Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 556
orang dengan proporsi terbesar ada di Kabupaten OKU Timur 74 orang
(13,31%), di Kota Prabumulih 73 orang (13,13%), di kabupaten Muara Enim 58
orang (10,43%) dan Proporsi terendah di Kota Lubuk Linggau 4 orang (0,72%)
, ini disebabkan karena data yang ada di Lubuk Linggau hanya data Rumha
Sakit . Wilayah Provinsi Sumatera Selatan 3 orang (0,54%) , ini desebabkan
karena data yang dimasukkan tenaga ke pengelola program bukan fungsinya
sebagai Tenaga Sanitarian.
Target Rasio Tenaga Kesehatan Lingkungan 40 per 100.000 penduduk, Rasio di
Sumatera Selatan 7 per 100. 000 penduduk. Adanya kekurangan yang masih
cukup besar 33 per 100.000 penduduk.

6. Ratio Tenaga Ahli Kesehatan Masyarakat per-100.000 penduduk


Target Rasio Kesehatan Masyarakat 40 per 100. 000 penduduk, di Sumatera
Selatan Rasio Kesehatan Masyarakat 14 per 100.000 penduduk, sehingga
kekurangan 26 per 100.000 penduduk.Tenaga Kesehatan Masyarakat yang ada
di Provinsi Sumatera Selatan tersebar di semua Kabupaten/Kota dengan
distribusi yang berbeda, mulai dari Tenaga Promkes, Epidemiologi, Kesehatan
Masyarakat, Kesehatan Kerja, Entomologi dan Perilaku. Proporsi tenaga
Promkes 13,33%, Proporsi Epidemiologi 2,37%, Proporsi Kesehatan

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 127


Masyarakat 81,74%, Proposi Kesehatan Kerja 1,55%, Proporsi Entomologi
1,28% dan proporsi Perilaku 0,73%.
Proporsi tenaga Kesehatan Masyarakat terbesar ada di Kabupaten OKI 212
orang (19,36%), di Kota Prabumulih 195 orang (17,81%), Kabupaten OKU 126
orang (11,51%). Erlihat dari tabel di atas bahwa di lingkungan Provinsi
Sumatera Selatan hanya ada 1 (satu) tenaga Kesehatan Masyarakat disebablan
karena jenis SDM yang ada terdata sebagai pengelola program , atau pada
bidang/pelayanan lain yang bukan fungsinya sebagai tenaga Kesehatan
Masyarakat.
Selain dilihat dari jumlah tenaga kesehatan di sarana pelayanan kesehatan juga
kualitas tenaga kesehatan sangat penting untuk ditingkatkan. Peningkatan
kualitas SDM tenaga kesehatan dilaksanakan melalui Pendidikan dan Pelatihan
yang terdiri dari pendidikan formal seperti pengiriman tenaga kesehatan untuk
tugas belajar di berbagai perguruan tinggi negeri baik jenjang Diploma 3, Strata
1 ataupun Strata 2. Selain pendidikan formal juga dilaksanakan pendidikan
penjenjangan baik fungsional ataupun struktural seperti Diklat Prajabatan,
Diklat PIM dan pendidikan lainnya.

5.3. SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN


Untuk meningkatkan derajat kesehatan secara optimal, maka berbagai
program dan kegiatan akan dilaksanakan dan didukung anggaran kesehatan yang
memadai. Penggunaan anggaran secara efektif dan efisien akan sangat menentukan
percepatan pembangunan kesehatan serta peningkatan kerjasama dengan berbagai
pihak dalam pembangunan kesehatan. Anggaran Kesehatan terhadap APBD Provinsi
Sumatera Selatan tahun 2015 yaitu Rp. 301.739,673.837;

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 128


Tabel 5.1 Anggaran Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015

. ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN


NO SUMBER BIAYA
Rupiah %
1 2 3 4
ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:
1 APBD KAB/KOTA 1.042.344.832.350 13,777
a. Belanja Langsung 634.339.304.478
b. Belanja Tidak Langsung 408.005.527.872

2 APBD PROVINSI SUMATERA SELATAN 301.739.673.837 3,99


a. Belanja Langsung 257.313.066.837 3,40
b. Belanja Tidak Langsung 44.426.607.000 0,59
3 APBN : 6.227.681.172.000 82,25
- Dana Alokasi Umum (DAU) 6.200.000.000.000 81,88
- Dana Alokasi Khusus (DAK) - 0
- Dana Dekonsentrasi 27.681.172.000 0,37
- Dana Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota - 0,00
- Lain-lain (sebutkan) - 0,00
3 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) 0,00
(sebutkan project dan sumber dananya) -
4 SUMBER PEMERINTAH LAIN - 0,00
TOTAL ANGGARAN KESEHATAN 7.571.765.678.187
TOTAL APBD KAB/KOTA 19.305.503.052.644

% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 6,98

ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 950.354

Sumber : Bidang Bina Program Dan Pengembangan SDM Dinkes Prov.Sumsel

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 129


BAB VI
KESIMPULAN

6.1 KESIMPULAN
Pembangunan bidang kesehatan Provinsi Sumatera Selatan yang dilaksanakan
secara berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga tercapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya disertai oleh usia harapan hidup yang terus
meningkat, menunjukkan hasil pembangunan kesehatan yang optimal. Beberapa
indikator derajat kesehatan dan pelayanan telah tercapai sesuai dengan target yang
ditetapkan. Pencapaian beberapa indikator sesuai dengan target program, target SPM
Kesehatan dan target Indonesia Sehat, walaupun masih ada beberapa indikator yang
pencapaiannya masih rendah, dan masih dibawah target yang ditetapkan dan bahkan
menurun dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.
Untuk menunjang pembangunan kesehatan yang telah menunjukkan
keberhasilan harus diikuti dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia
diantaranya melalui pendidikan dan sosial ekonomi masyarakat sehingga akan
mempermudah dalam perubahan sikap dan perilaku masyarakat kearah perilaku hidup
sehat.
Pencapaian pembangunan kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2015
dapat disimpulkan sebagai berikut :
a. Gambaran situasi kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan
1. Derajat kesehatan masyarakat yang diukur dengan indicator
mortalitas/kematian (kematian ibu, bayi dan balita), usia harapan hidup dan
angka kesehatan dipengaruhi oleh indikator-indikator pelayanan kesehatan,
indikator status gizi, kesehatan lingkungan dan sarana prasarana kesehatan,
secara umum mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 130


2. Jumlah kasus kematian bayi berdasarkan laporan kabupaten/kota pada tahun
2015 yaitu sebesar 776 kasus jadi sekitar 81/100.000 KH. Hal ini dapat terjadi
oleh karena system manajemen yang sudah terlaksana dengan baik,
diantaranya: pelaksanaan Audit Maternal Perinatal yang melibatkan Tim
Teknis dan Tim Managemen sehingga seluruh kematian ibu maternal dapat
terlacak serta system pencatatan dan pelaporan yang sudah berjalan dengan
baik.

3. Angka kesakitan berbagai kasus penyakit menular seperti TB Paru dengan


program penanggulangan TB dengan strategi DOTS di Sumatera Selatan
menjangkau 100% Puskesmas. Sementara untuk Rumah Sakit baru mencapai
75% dikarenakan semua RS di Sumsel melaksanakan strategi DOTS dan
Angka Default (pasien mangkir) banyak terdapat di RS.

b. Hasil Program/Kegiatan di Bidang Kesehatan:


1. Insiden Rate Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) untuk Provinsi
Sumatera Selatan ditahun 2015 sebesar 42,6/100.000 penduduk sama dengan
tahun sebelumnya, tapi masih dibawah standar nasional yaitu 51/100.000
penduduk. Dimana Kota Palembang menempati peringkat teratas jumlah
kasus Demam Berdarah Dengue di Provinsi Sumatera Selatan.
2. Penemuan kasus AFP pada tahun 2015 mencapai 37 kasus dengan AFP rate
1.5 per 100.000 anak usia < 15 tahun yang belum mencapai target yang
ditetapkan sehingga pencapaian kinerja Surveilans AFP pada tahun 2015
mengalami penurunan baik penemuan kasus (AFP non Polio rate) maupun
pencapaian spesimen adekuat. Selain itu pencapaian kelengkapan laporan
sangat jauh menurun jika dibandingkan dengan tahun 2012, dimana
kelengkapan laporan nihil puskesmas mencapai 86,7% pada tahun 2012
menurun menjadi 68% pada tahun 2015.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 131


3. Beberapa indikator kesehatan lingkungan mengalami perbaikan dari tahun
sebelumnya, rata-rata cakupan penduduk dengan akses berkelanjutan
terhadap air bersih di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2015 yaitu
sebesar 67,92%. Dari 17 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan akses tertinggi
Kota palembang dengan akses 90,38 % dan Kabupaten Lubuk Linggau
dengan akses 89,95 %. Sedangkan akses terendah Kabupaten OKU Timur
12,57 %, bahwa TTU yang memenuhi syarat kesehatan menurut di Provinsi
Sumatera Selatan Tahun 2015 yaitu 84,6 %.
4. Jumlah posyandu aktif tahun 2015 sebesar 62,35% lebih tinggi dibanding
tahun 2014 sebesar 60,38%, Jumlah Poskesdes sebanyak 2773, Polindes 347
dan Posbindu sebanyak 355, sedangkan jumlah desa siaga Purnama
mengalami penurunan, pada tahun 2014 sebesar 2.832 atau 88% sedangkan
Desa/Kelurahan Siaga tahun 2015 sebanyak 2.578 atau 80,09%.

5. Rumah Sakit yang ada di Provinsi Sumatera Selatan yang Gross Death Rate
(GDR) nya diatas >40/1000 orang ada 12 Rumah Sakit antara lain RSUD Dr.
Ibnu Sutowo, RSUD Kayu Agung, RSUD Sekayu, RSUD OKU Timur,
RSMH Palembang, RSk. Paru, RS AK. Gani, RS Hermina, RSUD
Prabumulih, RSUD Besemah Pagar Alam, RSUD Dr. Sobirin, RSUD Siti
Aisyah Lubuk linggau.
Netto Death Rate (NDR) efektif antara < 40/1000, didapat hasil sebagai
berikut RSUD Dr. Ibnu Sutowo, RS TK IV Dr. Noesmir Baturaja, RS Santo
Antonio, RSUD Kayu Agung, RSUD Dr.H.Rabain Muara Enim, RS Bukit
Asam, RSUD Lahat, RSUD Sekayu, RSUD Sungai Lilin, RSK Kusta Dr.
Rivai Abdullah, RS Panti Bhakti Ningsih, RSUD Martapura, RSUD Tebing
Tinggi, RS Bhayangkara Polri, RS PT Graha Pusri Medika, RS Islam Siti
Khadijah, RS RK Charitas, RS Myria, RS Bunda Palembang, RS Siloam
Sriwijaya, RSUD Prabumulih, RS Pertamina Prabumulih, RS Ar Bunda
Prabumulih, RSUD Dr. Sobirin, RSUD Siti Aisyah Lubuk Linggau. Untuk

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 132


Rumah Sakit yang NDR nya diatas >25/1000 orang yaitu RSUD Banyuasin,
RSMH Palembang, RSK Paru, RSUD Palembang Bari, RS Ak. Gani, RS
Hermina, RSUD Besemah Pagar Alam.
Jumlah Rumah Sakit yang menerapkan pelayanan keperawatan dan kebidanan
sesuai standard dan pedoman ada 16 RSUD dari 21 RSUD. RSUD tersebut
adalah sebagai berikut: RSU Dr. Moh Hoesin Palembang, RSUD Siti Aisyah
Lubuk Linggau, RSUD Sekayu, RSUD Bari Palembang, RSUD Dr. Ibnu
Sutowo Baturaja, RSUD OKU Timur, RSUD Kayu Agung, RSUD
Prabumulih, RSUD Dr. Rabain Muara Enim, RSUD Talang Ubi PALI, RSUD
Lahat, RSUD Basemah Pagar Alam, RSUD Dr. Sobirin Musi Rawas, RSUD
Sungai Lilin MUBA, RSUD Bayung Lencir Musi Banyuasin dan RSUD
Banyuasin. Jumlah pengunjung yang memanfaatkan Rumah sakit sebesar
336.950 orang pada tahun 2015.

6. Pada tahun 2015 jumlah penemuan kasus Pneumonia Balita pada Program P2
ISPA Provinsi Sumatera Selatan adalah 17.254 kasus atau sebesar 59,4 % dari
target dimana target penemuan penderita sebanyak 29.047 balita. Pada kasus
pneumonia golongan umur <1 tahun sebanyak 5.821 kasus (34,71%) dan
untuk golongan umur 1-5 tahun sebanyak 10.949 kasus (65,29 %) dari
seluruh kasus pneumonia. Pada Pneumonia berat untuk golongan umur <1
tahun sebanyak 209 kasus (43,18%) dan pada golongan umur 1-5 tahun
sebanyak 275 kasus (56,82%) dari seluruh kasus Pneumonia Berat. Hasil
kegiatan penemuan kasus dapat dilihat pada tabel terlampir. Dilihat dari
realisasi cakupan penderita berdasarkan target penemuan yang ada persentase
tertinggi dicapai oleh kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (177,75 %)
sedangkan kabupaten terendah yaitu Kota Pagaralam sebesar 0 (0%). Belum
dapat disimpulkan bahwa rendahnya penemuan ini didasari oleh memang
tidak terdapatnya penderita atau kurang aktifnya petugas dalam melakukan
penemuan kasus. Pada tahun 2015, situasi terkini Penyakit ISPA memang

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 133


terdapat peningkatan kasus ISPA sebesar 10%-20 % selama terjadi kabut
asap akibat kebakaran hutan dan lahan pada puncak musim kemarau di
Provinsi Sumatera Selatan yaitu sekitar bulan September - November. Dan
juga adanya kenaikan kunjungan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan
khususnya di puskesmas dengan keluhan ISPA. Di provinsi Sumatera Selatan
terdapat beberapa kab/kota yang rawan terhadap kabut asap sehingga
penanggulangannya lebih difokuskan disana dikarenakan merupakan sumber
kebakaran hutan dan lahan dan terdapat titik api (hotspot) yang lebih banyak
dibandingkan dengan daerah lainnya, diantaranya Kab Ogan Komering Ilir,
Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Kota Palembang yang
mendapatkan kiriman asap dari daerah tersebut.
7. Persentase bayi yang mendapat ASI Eksklusif mengalami penurunan dari
63,77% (Lap ASI 2013) menjadi 63,44% (Lap ASI 2015). Hasil belum
mencapai target yang ditetapkan untuk tahun 2015 yaitu sebesar 80 %.
Persentase Cakupan Vitamin A Balita usia 6-59 bulan 2 kali per tahun
(Februari dan Agustus) mengalami peningkatan dari 86,23% (lap. Vit A 2013)
menjadi sebesar 87,93% (Lap. Vit A 2015). Hasil ini sudah mencapai target
tahun 2015 yaitu sebesar 85%.
8. Persentase balita ditimbang (D/S) mengalami peningkatan dari 70,07% (LKP
Gizi 2013) menjadi 76,3% (LKP Gizi 2015). Namun demikian, hasil ini
belum mencapai target tahun 2015 yaitu sebesar 85%. Persentase balita di
bawah garis merah tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya dari 0,62%
(LKP Gizi 2013) menjadi 0,6% (LKP Gizi 2015). Persentase balita gizi buruk
yang mendapat perawatan sesuai standar tata laksana gizi buruk tahun 2015
sebesar 100%, hal ini dilihat dari 276 kasus gizi buruk ditemukan di tahun
2015 yang dirawat juga sebanyak 276 kasus (100%), hasil ini sudah sesuai
target 2015 sebesar 100%.
9. Cakupan masyarakat miskin yang mendapatkan Jaminan Pelayanan Kesehatan
Komprehensif pada tahun 2015 ditargetkan 100 persen dan terealisasi 100

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 134


persen atau sebesar 100 persen. Jika dibandingkan dengan target yang
ditetapkan pada tahun 2015, maka hasil capaian sudah mencapai target akhir
Renstra 2015.
10. Pencapaian terhadap target yang ditetapkan dapat terjadi karena adanya
program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang diselenggarakan
oleh Kementrian Kesehatan untuk penduduk miskin sesuai dengan kuota yang
diperoleh oleh setiap daerah (Kabupaten/Kota) serta sudah berjalannya
program berobat gratis atau Jamsoskes Sumsel Semesta. Selama ini untuk
program Jamkesmas tidak semua penduduk miskin ditanggung oleh
Pemerintah Pusat. Jumlah masyarakat miskin yang ditanggung sesuai dengan
kuota yang ada sehingga masih terdapat masyarakat miskin yang tidak
mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan yang kemudian menjadi
kewajiban pemerintah daerah untuk menanggungnya. Untuk masyarakat
miskin yang tidak ditanggung oleh program Jamkesmas, maka di Provinsi
Sumatera Selatan mereka ditanggung melalui Program Jamsoskes Sumsel
Semesta. Dengan demikian sudah seluruh masyarakat miskin memiliki
jaminan pemeliharaan kesehatan.
11. Sumber daya tenaga kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan secara umum
masih kurang memadai baik dari segi jumlah maupun kompetensinya, dan
penempatan tenaga kesehatan yang belum merata difasilitas kesehatan yang
ada sehingga kedepan tenaga kesehatan perlu penataan yang lebih serius lagi.

6.2 Saran-saran
Untuk mencapai program dan kegiatan dalam upaya peningkatan derajat
kesehatan melalui pembangunan kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan maka perlu
dilakukan peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia atau tenaga
kesehatan khususnya bagi mereka yang melaksanakan kegiatan yang langsung
memberikan pelayanan kepada masyarakat, bimbingan dan pengawasan terhadap
petugas pelaksana program dan petugas lapangan, serta peningkatan kerjasama lintas

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 135


sektor dan instansi terkait sehingga peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat
tercapai sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab segenap potensi bangsa
(Pemerintah, Masyarakat dan Swasta), sehingga semua pihak di lingkungan
pemerintahan secara lintas sektor, legislatif, organisasi kemasyarakatan, lembaga
swadaya masyarakat, organisasi profesi dan institusi lainnya di bidang kesehatan
diharapkan turut mendukung dan melaksanakan semua kegiatan pembangunan
kesehatan demi tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang optimal sehingga
tercipta masyarakat yang sejahtera.
Selain keberhasilan yang telah dicapai dalam pembangunan kesehatan, masih
ada permasalahan dan hambatan yang harus menjadi prioritas utama dalam
pembangunan kesehatan pada masa yang akan datang. Didasari dengan adanya
beberapa indikator yang capaiannya belum maksimal seperti yang diharapkan atau
masih di bawah target yang ditetapkan, untuk segera melaksanakan upaya perbaikan
dan percepatan dalam membuat terobosan agar dapat mewujudkan derajat kesehatan
masyarkat yang lebih baik.
Alokasi dana bidang kesehatan walaupun cukup besar namun masih perlu
ditingkatkan karena masih di bawah target Indonesia Sehat yaitu 15 %. Namun
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen dan secara bertahap untuk
meningkatkan belanja dibidang kesehatan. Selain itu masih banyak masyarakat
daerah terpencil yang belum mendapat pelayanan kesehatan secara optimal dan perlu
adanya pemerataan pembangunan sarana dan penempatan tenaga kesehatan sampai ke
pelosok desa. Selain itu masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan
kesehatan lingkungan serta perilaku masyarakat hidup bersih dan sehat yang masih
rendah dan belum sesuai dengan target yang ditetapkan.
Pencapaian kegiatan selama satu tahun yang telah di Grafikkan di dalam profil
kesehatan ini, hendaknya dijadikan ukuran dan dimanfaatkan sebagai bahan untuk
mengevaluasi/memantau keberhasilan program kesehatan secara menyeluruh,

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 136


kemudian hendaknya dijadikan bahan dalam perencanaan pembangunan kesehatan
selanjutnya.
Mengingat proses pengumpulan data profil ini sangat sulit dan membutuhkan
waktu yang cukup lama serta melibatkan berbagai unsur dan sektor terkait,
hendaknya kelemahan dan keterlambatan dalam penyusunan profil ini dapat diterima
dan dijadikan masukan dalam pelaksanaan penyusunan profil yang akan datang,
sehinggga Profil Kesehatan akan lebih baik dan dapat diselesaikan tepat waktu.

[Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan]| Profil Tahun 2015 137


TABEL 1

LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA,


DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

LUAS JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN


WILAYAH JUMLAH RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK
NO KABUPATEN DESA +
2 DESA KELURAHAN PENDUDUK
(km ) KELURAHAN TANGGA TANGGA per km 2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Ogan Komering Ulu 3.633,5 143 14 157 345.986 82.087 4 95,22

2 Ogan Komering Ilir 19.023,0 314 13 327 787.513 196.267 4 41,40

3 Muara Enim 7.483,1 245 10 255 561.223 156.307 4 75,00

4 Lahat 4.361,8 359 17 376 393.235 98.309 4 90,15

5 Musi Rawas 627.483,0 185 14 199 384.302 91.096 4 0,61

6 Musi Banyuasin 14.266,0 228 14 242 308.314 293.713 1 21,61

7 Banyuasin 11.833,0 288 16 304 811.501 239.882 3 68,58

8 OKU Selatan 549.394,0 252 7 259 468.000 124.374 4 0,85

9 OKU Timur 3.370,0 301 7 308 705.227 171.892 4 209,27

10 Ogan Ilir 2.666,1 227 14 241 409.200 87.083 5 153,48

11 Empat Lawang 2.256,4 147 9 156 234.880 54.934 4 104,09

12 PALI 1.840,0 65 6 71 203.319 51.723 4 110,50

13 Muratara 609.099,0 82 7 89 177.800 43.557 4 0,29

14 Kota Palembang 400,6 0 107 107 1.580.517 387.578 4 3945,28

15 Kota Prabumulih 434,5 12 25 37 242.478 70.614 3 558,11

16 Kota Pagar Alam 633,7 0 35 35 134.341 33.308 4 212,01

17 Kota Lubuk Linggau 401,5 0 72 72 219.471 60.074 4 546,63

JUMLAH (KAB/KOTA) 1.858.579,1 2848 387 3.235 7.967.307 2.242.798 3,55 4,29

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi SumselTahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 2

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH PENDUDUK
NO KELOMPOK UMUR (TAHUN)
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN
1 2 3 4 5 6

1 0-4 376.887 365.456 742.343 103,13


2 5-9 410.723 385.529 796.251 106,53
3 10 - 14 388.468 377.132 765.601 103,01
4 15 - 19 378.860 384.269 763.129 98,59
5 20 - 24 418.743 381.358 800.101 109,80
6 25 - 29 418.932 407.115 826.048 102,90
7 30 - 34 337.757 357.896 695.653 94,37
8 35 - 39 285.546 279.469 565.015 102,17
9 40 - 44 241.995 240.461 482.456 100,64
10 45 - 49 196.483 216.527 413.010 90,74
11 50 - 54 175.315 171.908 347.223 101,98
12 55 - 59 136.217 130.979 267.196 104,00
13 60 - 64 96.285 91.085 187.370 105,71
14 65 - 69 61.217 66.951 128.169 91,44
15 70 - 74 41.245 48.644 89.889 84,79
16 75+ 41.112 56.740 97.853 72,46

JUMLAH 4.005.786 3.961.522 7.967.307 101,12


ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 49

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 3

PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF


DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH PERSENTASE
NO VARIABEL LAKI-LAKI+ LAKI-LAKI+
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 2.422.883 2.472.647 4.895.530
PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS
2 906.387 932.512 2.465.274 37,41 37,71 50,36
YANG MELEK HURUF
PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG
3
DITAMATKAN:
a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 548.970 566.357 1.322.187 22,66 22,90 27,01
b. SD/MI 437.039 670.533 1.188.254 18,04 27,12 24,27
c. SMP/ MTs 347.799 401.212 749.011 14,35 16,23 15,30
d. SMA/ MA 265.323 354.488 649.145 10,95 14,34 13,26
e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 31.785 25.550 57.335 1,31 1,03 1,17
f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 12.538 13.401 25.939 0,52 0,54 0,53
g. AKADEMI/DIPLOMA III 11.573 22.858 34.431 0,48 0,92 0,70
h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 33.799 37.336 93.688 1,39 1,51 1,91
i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR) 2.608 1.731 4.339 0,11 0,07 0,09

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 4

JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH KELAHIRAN
JUMLAH LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN
NO KABUPATEN
PUSKESMAS
HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Ogan Komering Ulu 16 7.908 56 7.964
2 Ogan Komering Ilir 29 8.357 30 8.387 8.535 27 8.562 16.892 57 16.949
3 Muara Enim 22 6.205 27 6.232 6.397 27 6.424 12.602 54 12.656
4 Lahat 33 4.354 0 4.354 5.018 0 5.018 9.372 0 9.372
5 Musi Rawas 19 3.964 40 4.004 3.716 31 3.747 7.680 71 7.751
6 Musi Banyuasin 28 10.614 42 10.656
7 Banyuasin 31 16.549 45 16.594
8 OKU Selatan 19 7.619 12 7.631
9 OKU Timur 22 6.610 41 6.651 6.844 35 6.879 13.454 76 13.139
10 Ogan Ilir 25 9.525 25 9.550
11 Empat Lawang 9 4.990 25 5.015
12 PALI 7 2.168 4 2.172 1.462 5 1.467 3.630 9 3.639
13 Muratara 8 1.994 4.034 2.042 0 2.042 4.036 0 4.036
14 Kota Palembang 39 13.962 6 13.968 15.049 11 15.060 29.011 17 29.028
15 Kota Prabumulih 9 1.997 6 2.003 2.414 8 2.422 4.411 14 4.425
16 Kota Pagar Alam 7 1.544 0 1.544 1.571 1.571 3.115 7 3.122
17 Kota Lubuk Linggau 9 2.062 14 2.076 1.929 10 1.939 3.991 24 4.015
0
JUMLAH (KAB/KOTA) 332 53.217 168 55.425 54.977 154 55.131 165.399 534 165.542
ANGKA LAHIR MATI PER 1.000 KELAHIRAN (DILAPORKAN) 3,0 2,8 3,2

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 5

JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI, DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH KEMATIAN
JUMLAH LAKI - LAKI PEREMPUAN LAKI - LAKI + PEREMPUAN
NO KABUPATEN
PUSKESMAS ANAK ANAK ANAK
NEONATAL BAYIa BALITA NEONATAL BAYIa BALITA NEONATAL BAYIa BALITA
BALITA BALITA BALITA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Ogan Komering Ulu 16 34 14 4 18 18 11 4 15 52 25 8 33
2 Ogan Komering Ilir 29 28 31 1 32 14 18 0 18 42 49 1 50
3 Muara Enim 22 34 41 2 43 22 29 3 32 56 70 5 75
4 Lahat 33 6 9 0 9 5 6 2 8 11 15 2 17
5 Musi Rawas 19 47 13 4 17 45 13 8 21 92 26 12 38
6 Musi Banyuasin 28 55 8 3 0
7 Banyuasin 31 54 56 6 62
8 OKU Selatan 19 0 0 1 1
9 OKU Timur 22 35 13 5 18 32 13 7 20 67 26 12 38
10 Ogan Ilir 25 26 29 1 30
11 Empat Lawang 9 27 4 1 32 14 1 3 18 41 46 4 50
12 PALI 7 12 6 0 3 7 4 0 5 19 10 0 8
13 Muratara 8 19 28 2 0
14 Kota Palembang 39 6 2 0 8 11 6 2 19 17 8 2 27
15 Kota Prabumulih 9 5 1 0 1 6 0 0 0 11 1 0 1
16 Kota Pagar Alam 7 8 3 1 0
17 Kota Lubuk Linggau 9 22 3 1 5 12 6 2 9 34 9 3 14

JUMLAH (KAB/KOTA) 256 137 18 186 186 107 31 165 604 409 63 444
ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) 5 3 0 3 3 2 1 3 4 2 0 3

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Keterangan : - Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan AKN/AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi
- a : kematian bayi termasuk kematian pada neonatal

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 6
JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

KEMATIAN IBU
JUMLAH JUMLAH LAHIR JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL JUMLAH KEMATIAN IBU BERSALIN JUMLAH KEMATIAN IBU NIFAS JUMLAH KEMATIAN IBU
NO KABUPATEN
PUSKESMAS HIDUP < 20 20-34 ≥35 < 20 20-34 ≥35 < 20 20-34 ≥35 < 20 20-34 ≥35
JUMLAH JUMLAH JUMLAH JUMLAH
tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

1 Ogan Komering Ulu 16 7.908 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8

2 Ogan Komering Ilir 29 16.892 0 0 0 0 0 11 5 16 0 2 0 2 0 13 5 18

3 Muara Enim 22 12.602 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12

4 Lahat 33 9.372 0 3 1 4 0 1 1 2 0 1 0 1 0 5 2 7

5 Musi Rawas 19 7.680 0 2 2 4 0 2 1 3 0 5 1 6 0 9 4 13

6 Musi Banyuasin 28 14.742 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11

7 Banyuasin 31 16.549 1 3 3 7 1 10 4 15 0 6 1 7 2 19 8 29

8 OKU Selatan 19 7.619 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4

9 OKU Timur 22 13.454 0 0 0 0 0 3 1 4 0 4 0 4 0 7 1 8

10 Ogan Ilir 25 9.525 1 0 0 0 6 0 0 0 0 7

11 Empat Lawang 9 4.990 0 0 0 0 0 0 0 9 0 0 0 0 9

12 PALI 7 3.630 1 1 0 2 1 0 1 2 0 1 0 1 2 2 1 5

13 Muratara 8 3.170 8 3 0 10

14 Kota Palembang 39 29.011 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 2 12

15 Kota Prabumulih 9 4.411 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 2 2 0 1 2 3

16 Kota Pagar Alam 7 3.115 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1

17 Kota Lubuk Linggau 9 4.017 0 2 0 2 0 2 1 3 0 3 1 4 0 7 2 9

JUMLAH (KAB/KOTA) 168.687 2 12 6 29 2 29 14 63 0 23 5 28 4 74 27 166


ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 98

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Keterangan:
- Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas
- Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 7

KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS TB PADA ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK
MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH SELURUH
JUMLAH KASUS BARU TB BTA+ KASUS TB ANAK 0-
JUMLAH PENDUDUK KASUS TB
JUMLAH 14 TAHUN
NO KABUPATEN L P L P
PUSKESMAS
L+P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Ogan Komering Ulu 16 176.550 169.436 345.986 130 50,98 79 30,98 255 189 55,59 107 31,47 340 10 2,94
2 Ogan Komering Ilir 29 399.998 387.515 787.513 456 62,47 274 37,53 730 489 62,06 299 37,94 788 7 0,89
3 Muara Enim 22 285.459 275.080 561.223 235 57,88 171 42,12 406 522 57,68 383 42,32 905 217 23,98
4 Lahat 33 0 0 393.235 162 58,48 115 41,52 277 405 60,90 260 39,10 665 3 0,45
5 Musi Rawas 19 196.701 187.601 384.302 143 66,20 73 33,80 216 225 65,79 117 34,21 342 8 2,34
6 Musi Banyuasin 28 0 0 308.314 224 68,92 101 31,08 325 248 69,66 108 30,34 356 4 1,12
7 Banyuasin 31 414.161 397.340 811.501 376 48,08 406 51,92 782 461 49,95 462 50,05 923 15 1,63
8 OKU Selatan 19 242.313 225.687 468.000 0 0,00 0 0,00 139 0 0,00 0 0,00 1.035 5 0,48
9 OKU Timur 22 310.749 394.478 705.227 128 57,14 100 44,64 224 152 61,79 92 37,40 246 3 1,22
10 Ogan Ilir 25 217.563 212.475 409.200 204 60,71 132 39,29 336 325 60,86 209 39,14 534 0,00
11 Empat Lawang 9 119.903 114.977 234.880 101 59,41 69 40,59 170 179 61,09 114 38,91 293 3 1,02
12 PALI 7 90.200 89.329 203.319 108 64,67 59 35,33 167 110 63,58 63 36,42 173 15 8,67
13 Muratara 8 0 0 177.800 229 70,68 95 29,32 324 234 70,48 98 29,52 332 0,00
14 Kota Palembang 39 791.943 788.574 1.580.517 843 63,67 481 36,33 1.324 1.436 60,59 934 39,41 2.370 178 7,51
15 Kota Prabumulih 9 122.413 120.065 242.478 41 54,67 34 45,33 75 82 51,57 77 48,43 159 11 6,92
16 Kota Pagar Alam 7 68.730 65.132 134.341 81 68,64 37 31,36 118 149 59,60 101 40,40 250 33 13,20
17 Kota Lubuk Linggau 9 109.987 109.484 219.471 158 55,63 126 44,37 284 197 57,10 148 42,90 345 6 1,74

JUMLAH (KAB/KOTA) 3.546.670 3.537.173 7.967.307 3.619 58,83 2.352 38,23 6.152 5.403 53,73 3.572 35,52 10.056 518 5,15
CNR KASUS BARU TB BTA+ PER 100.000 PENDUDUK 102,04 66,49 77,22
CNR SELURUH KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK 152,34 100,98 126,22

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
Catatan : Jumlah kolom 6 = jumlah kolom 7 pada Tabel 1, yaitu sebesar: 7.967.307

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 8

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

TB PARU
SUSPEK % BTA (+)
NO KABUPATEN JUMLAH PUSKESMAS BTA (+)
TERHADAP SUSPEK
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Ogan Komering Ulu 16 1.372 719 2.091 159 96 255 11,59 13,35 12,20

2 Ogan Komering Ilir 29 3.106 3.106 6.211 456 274 730 14,68 8,82 11,75

3 Muara Enim 22 3.391 235 171 406 #DIV/0! #DIV/0! 11,97

4 Lahat 33 2.145 162 115 277 #DIV/0! #DIV/0! 12,91

5 Musi Rawas 19 992 952 1.944 225 117 342 22,68 12,29 17,59

6 Musi Banyuasin 28 751 384 #DIV/0! #DIV/0! 51,13

7 Banyuasin 31 3.768 3.777 7.545 376 399 775 9,98 10,56 10,27

8 OKU Selatan 19 1.035 139 #DIV/0! #DIV/0! 13,43

9 OKU Timur 22 734 665 1.399 128 100 228 17,44 15,04 16,30

10 Ogan Ilir 25 1.140 1.113 2.253 204 132 336 17,89 11,86 14,91

11 Empat Lawang 9 518 509 1.027 101 69 170 19,50 13,56 16,55

12 PALI 7 315 273 588 112 62 174 35,56 22,71 29,59

13 Muratara 8 2.545 231 98 329 #DIV/0! #DIV/0! 12,93

14 Kota Palembang 39 11.167 839 478 1.317 #DIV/0! #DIV/0! 11,79

15 Kota Prabumulih 9 828 41 34 75 #DIV/0! #DIV/0! 9,06

16 Kota Pagar Alam 7 256 167 423 80 38 118 31,25 22,75 27,90

17 Kota Lubuk Linggau 9 993 929 1.892 152 123 275 15,31 13,24 14,53

JUMLAH (KAB/KOTA) 13.194 12.210 47.235 3.501 2.306 6.330 26,54 18,89 13,40

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 9

ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

ANGKA PENGOBATAN LENGKAP ANGKA KEBERHASILAN


ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE) JUMLAH KEMATIAN
(COMPLETE RATE)
JUMLAH BTA (+) DIOBATI PENGOBATAN
NO KABUPATEN SELAMA PENGOBATAN
PUSKESMAS L P L+P L P L+P (SUCCESS RATE/SR)

L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P L P L+P


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

1 Ogan Komering Ulu 16 179 104 283 163 91,06 101 97,12 264 93,29 42 23,46 29 27,88 71 25,09 114,53 125,00 118,37 9 1 10
2 Ogan Komering Ilir 29 434 271 705 354 81,57 232 85,61 586 83,12 17 3,92 10 3,69 27 3,83 85,48 89,30 86,95 17 5 22
3 Muara Enim 22 237 151 388 217 91,56 139 92,05 356 91,75 2 0,84 0,00 2 0,52 92,41 92,05 92,27 10 2 12

4 Lahat 33 0 0 0 133 #DIV/0! 117 #DIV/0! 250 #DIV/0! 162 #DIV/0! 138 #DIV/0! 300 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 2 2
5 Musi Rawas 19 146 81 227 133 91,10 74 91,36 207 91,19 7 4,79 1 1,23 8 3,52 95,89 92,59 94,71 2 2 4

6 Musi Banyuasin 28 224 139 363 138 61,61 96 69,06 234 64,46 86 38,39 47 33,81 133 36,64 100,00 102,88 101,10 2 0 2
7 Banyuasin 31 375 380 755 345 92,00 350 92,11 695 92,05 15 4,00 13 3,42 28 3,71 96,00 95,53 95,76 8 3 11

8 OKU Selatan 19 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 122,00 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 1
9 OKU Timur 22 128 100 228 109 85,16 77 77,00 184 80,70 86 67,19 61 61,00 147 64,47 152,34 138,00 145,18 21 10 31
10 Ogan Ilir 25 204 132 336 52 25,49 41 31,06 93 27,68 2 0,98 0,00 2 0,60 26,47 31,06 28,27 0
11 Empat Lawang 9 46 31 77 12 26,09 6 19,35 18 23,38 74 160,87 42 135,48 116 150,65 186,96 154,84 174,03 0
12 PALI 7 75 39 114 55 73,33 28 71,79 83 72,81 14 18,67 10 25,64 24 21,05 92,00 97,44 93,86 2 1 3

13 Muratara 8 125 84 209 111 88,80 75 89,29 186 89,00 2 1,60 11 13,10 13 6,22 90,40 102,38 95,22 0

14 Kota Palembang 39 809 496 1.305 706 87,27 446 89,92 1.152 88,28 80 9,89 26 5,24 106 8,12 97,16 95,16 96,40 21 2 23
15 Kota Prabumulih 9 27 21 48 25 92,59 20 95,24 45 93,75 1 3,70 0 0,00 1 2,08 96,30 95,24 95,83 1 1 2
16 Kota Pagar Alam 7 80 38 118 35 43,75 41 107,89 76 64,41 39 48,75 40 105,26 79 66,95 92,50 213,16 131,36 0

17 Kota Lubuk Linggau 9 152 123 275 122 80,26 82 66,67 204 74,18 42 27,63 30 24,39 72 26,18 107,89 91,06 100,36 5 5 10

JUMLAH (KAB/KOTA) 3.241 2.190 5.431 2.710 83,62 1.925 87,90 4.633 85,31 671 20,70 458 20,91 1.129 20,79 104,32 108,81 106,09 98 34 133
ANGKA KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN PER 100.000 PENDUDUK 3 1 2

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 10

PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

PNEUMONIA PADA BALITA


JUMLAH JUMLAH BALITA JUMLAH PERKIRAAN PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI
NO KABUPATEN
PUSKESMAS PENDERITA L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Ogan Komering Ulu 16 18.111 16.984 35.095 1.811 1.698 3.510 4.936 272,54 4.939 290,80 9.875 281,38
2 Ogan Komering Ilir 29 41.861 40.539 82.400 2.093 2.027 4.120 0 0,00 0 0,00 1.685 40,90
3 Muara Enim 22 28.446 27.124 55.570 1.422 1.356 2.778 1.242 87,32 999 73,66 2.241 80,66
4 Lahat 33 13.469 13.768 27.237 1.347 1.377 2.724 19 1,41 26 1,89 45 1,65
5 Musi Rawas 19 32.415 22.821 55.236 3.242 2.282 5.524 182 5,61 186 8,15 368 6,66
6 Musi Banyuasin 28 26.463 26.952 53.415 1.178 1.199 2.377 205 17,41 174 14,51 379 15,94
7 Banyuasin 31 34.040 32.974 67.014 3.404 3.297 6.701 844 24,79 824 24,99 1.668 24,89
8 OKU Selatan 19 19.114 17.276 36.390 1.911 1.728 3.639 136 7,12 201 11,63 337 9,26
9 OKU Timur 22 22.484 26.719 49.203 3.862 4.543 8.257 269 6,96 268 5,90 537 6,50
10 Ogan Ilir 25 20.585 20.587 41.172 2.059 2.059 4.117 174 8,45 183 8,89 357 8,67
11 Empat Lawang 9 14.170 9.650 23.810 1.417 965 2.381 187 13,20 183 18,96 370 15,54
12 PALI 7 2.680 2.736 5.416 119 122 241 849 711,89 753 618,47 1.602 664,70
13 Muratara 8 - - - - #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
14 Kota Palembang 39 71.858 75.801 147.659 2.594 2.736 5.330 3.096 119,35 2.628 96,04 5.724 107,38
15 Kota Prabumulih 9 5.069 6.172 11.241 482 586 1.124 54 11,20 52 8,87 106 9,43
16 Kota Pagar Alam 7 0 - 19.323 - - 1.930 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 81 4,20
17 Kota Lubuk Linggau 9 11.070 11.297 22.367 493 503 995 6 1,22 3 0,60 9 0,90

JUMLAH (KAB/KOTA) 361.835 351.400 732.548 27.434 26.478 55.749 12.199 44,47 11.419 43,13 25.384 45,53

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 11

JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

HIV AIDS JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS SYPHILIS


NO KELOMPOK UMUR PROPORSI PROPORSI PROPORSI
L P L+P KELOMPOK L P L+P KELOMPOK L P L+P L P L+P KELOMPOK
UMUR UMUR UMUR
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 ≤ 4 TAHUN 0 0 0 0,00 0 1 1 3,85 0 0 0 0 0 0 0,00


2 5 - 14 TAHUN 1 1 2 9,52 0 0 0 0,00 0 0 0 0 0 0 0,00

3 15 - 19 TAHUN 0 0 0 0,00 0 0 0 0,00 0 0 0 4 0 4 15,38

4 20 - 24 TAHUN 1 5 6 28,57 3 2 5 19,23 1 0 1 7 1 8 30,77


5 25 - 49 TAHUN 5 5 10 47,62 13 5 18 69,23 8 1 9 11 3 14 53,85
6 ≥ 50 TAHUN 1 2 3 14,29 2 0 2 7,69 1 0 1 0 0 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 8 13 21 18 8 26 10 1 11 22 4 26

PROPORSI JENIS KELAMIN 38,10 61,90 69,23 30,77 90,91 9,09 84,62 15,38

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus baru yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 12

PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

DONOR DARAH
SAMPEL DARAH DIPERIKSA/DISKRINING
NO UNIT TRANSFUSI DARAH POSITIF HIV
JUMLAH PENDONOR TERHADAP HIV
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 RSUD PRABUMULIH 1.981 37 2.018 1.981 100,00 37 100,00 2.018 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00

2 RS Islam At Taqwa Gumawang 712 16 728 712 100,00 16 100,00 728 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00

Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia


3 2.452 418 2.870 2.452 100,00 418 100,00 2.870 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00
Kabupaten Muara Enim

4 RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo 3.000 777 3.777 3.000 100,00 777 100,00 3.777 100,00 12 0,40 0,00 12 0,32

5 Unit Transfusi Darah Kabupaten Lahat 2.251 280 2.531 0,00 0,00 0 0,00 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!

6 RSU Kayu Agung 1.450 343 1.793 1.450 100,00 343 100,00 1.793 100,00 10 0,69 1 0,29 11 0,61

7 RSUD MUARADUA 582 78 660 582 100,00 78 100,00 660 100,00 0,00 0,00 0 0,00

JUMLAH 12.428 1.949 14.377 10.177 81,89 1.669 85,63 11.846 82,40 22 0,22 1 0 23 0,19

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 13

KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

DIARE
JUMLAH JUMLAH PENDUDUK JUMLAH TARGET DIARE DITANGANI
NO KABUPATEN PENEMUAN L P L+P
PUSKESMAS
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Ogan Komering Ulu 16 176.550 169.436 345.986 3.778 3.626 7.404 4.321 114,37 4.011 110,62 8.332 112,53
2 Ogan Komering Ilir 29 399.998 387.515 787.513 8.560 8.293 16.853 7.539 88,07 7.528 90,78 15.067 89,40
3 Muara Enim 22 285.459 275.080 560.539 6.109 5.887 11.996 9.233 151,14 8.972 152,41 18.205 151,76
4 Lahat 33 0 0 393.235 0 0 8.415 3.655 #DIV/0! 3.257 #DIV/0! 6.912 82,14
5 Musi Rawas 19 196.701 187.601 384.302 4.209 4.015 8.224 5.143 122,18 4.171 103,89 9.314 113,25
6 Musi Banyuasin 28 0 0 0 7.611 8.047 15.658 7.611 100,00 7.240 89,97 14.851 94,85
7 Banyuasin 31 414.161 397.340 811.501 8.863 8.503 17.366 13.674 154,28 13.463 158,33 27.137 156,26
8 OKU Selatan 19 242.313 225.687 468.000 5.185 4.830 10.015 2.461 47,46 2.408 49,86 4.869 48,62
9 OKU Timur 22 310.749 394.478 706.789 8.662 9.578 18.738 6.077 70,16 6.209 64,82 12.286 65,57
10 Ogan Ilir 25 217.563 212.475 430.038 4.656 4.547 9.203 4.107 88,21 3.847 84,61 7.954 86,43
11 Empat Lawang 9 119.903 114.977 234.880 789 701 1.490 789 100,00 701 100,00 1.490 100,00
12 PALI 7 90.200 89.329 179.529 1.930 1.912 3.842 2.502 129,62 2.477 129,57 4.979 129,60
13 Muratara 8 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
14 Kota Palembang 39 791.943 788.574 1.580.517 16.948 16.875 33.823 18.758 110,68 19.963 118,30 38.721 114,48
15 Kota Prabumulih 9 122.413 120.065 242.478 2.620 2.569 5.189 1.692 64,59 1.669 64,96 3.361 64,77
16 Kota Pagar Alam 7 68.730 65.132 133.862 1.471 1.394 2.865 1.092 74,24 1.008 72,32 2.100 73,31
17 Kota Lubuk Linggau 9 109.987 109.484 219.500 2.338 2.284 4.652 1.429 61,12 1.459 63,88 2.888 62,08

JUMLAH (KAB/KOTA) 3.546.670 3.537.173 7.478.669 83.729 83.061 175.732 90.083 107,6 88.383 106,4 178.466 101,6
ANGKA KESAKITAN DIARE PER 1.000 PENDUDUK 214

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 14

KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

KASUS BARU
NO KABUPATEN JUMLAH PUSKESMAS Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah PB + MB
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Ogan Komering Ulu 16 0 5 3 8 5 3 8
2 Ogan Komering Ilir 29 0 0 0 15 2 17 15 2 17
3 Muara Enim 22 2 0 2 21 29 50 23 29 52
4 Lahat 33 1 1 2 5 1 6 6 2 8
5 Musi Rawas 19 0 0 0 2 3 5 2 3 5
6 Musi Banyuasin 28 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 Banyuasin 31 4 0 4 30 21 51 34 21 55
8 OKU Selatan 19 0 0 0 6 1 7 6 1 7
9 OKU Timur 22 4 0 4 0 0 0 4 0 4
10 Ogan Ilir 25 0 2 2 4 2 6 4 4 8
11 Empat Lawang 9 0 0 0 4 4 8 4 4 8
12 PALI 7 6 9 15 14 26 40 20 35 55
13 Muratara 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0
14 Kota Palembang 39 0 0 0 0 0 0 0 0 0
15 Kota Prabumulih 9 9 1 10 4 5 9 13 6 19
16 Kota Pagar Alam 7 0 0 0 2 0 2 2 0 2
17 Kota Lubuk Linggau 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 26 13 39 112 97 209 138 110 248


PROPORSI JENIS KELAMIN 66,67 33,33 53,59 46,41 55,65 44,35
ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE ) PER 100.000 PENDUDUK 3,45 2,78 3,11

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 15

KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

KASUS BARU
PENDERITA KUSTA
NO KABUPATEN JUMLAH PUSKESMAS PENDERITA CACAT TINGKAT 2
0-14 TAHUN
KUSTA
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Ogan Komering Ulu 16 8 0 0,00 1 12,50
2 Ogan Komering Ilir 29 17 3 17,65 2 11,76
3 Muara Enim 22 52 4 7,69 16 30,77
4 Lahat 33 8 1 12,50 0 0,00
5 Musi Rawas 19 5 0 0,00 3 60,00
6 Musi Banyuasin 28 0 0 0,00 0 0,00
7 Banyuasin 31 55 3 5,45 11 20,00
8 OKU Selatan 19 7 0 0,00 0 0,00
9 OKU Timur 22 15 1 6,67 0 0,00
10 Ogan Ilir 25 8 0 0,00 0 0,00
11 Empat Lawang 9 7 1 14,29 6 85,71
12 PALI 7 55 4 7,27 15 27,27
13 Muratara 8 0 0 0,00 0 0,00
14 Kota Palembang 39 0 0 0,00 0 0,00
15 Kota Prabumulih 9 19 0 0,00 0 0,00
16 Kota Pagar Alam 7 2 0 0,00 0 0,00
17 Kota Lubuk Linggau 9 0 0 0,00 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 258 17 6,59 54 20,93


ANGKA CACAT TINGKAT 2 PER 100.000 PENDUDUK 0,68

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 16

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

KASUS TERCATAT
JUMLAH Pausi Basiler/Kusta kering Multi Basiler/Kusta Basah JUMLAH
NO KABUPATEN
PUSKESMAS
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Ogan Komering Ulu 16 0 5 3 8 5 3 8
2 Ogan Komering Ilir 29 0 0 0 15 2 17 15 2 17
3 Muara Enim 22 0 2 2 0 0 52 0 2 2
4 Lahat 33 0 1 1 5 1 6 5 2 7
5 Musi Rawas 19 0 0 0 4 4 8 4 4 8
6 Musi Banyuasin 28 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 Banyuasin 31 5 0 5 96 45 141 101 45 146
8 OKU Selatan 19 0 0 0 9 2 11 9 2 11
9 OKU Timur 22 5 3 8 15 0 13 18 3 21
10 Ogan Ilir 25 0 2 2 7 2 9 7 4 11
11 Empat Lawang 9 0 0 0 4 4 8 4 4 8
12 PALI 7 6 9 15 14 26 40 20 35 55
13 Muratara 8 0 0 0 0 0
14 Kota Palembang 39 5 2 7 33 17 50 38 19 57
15 Kota Prabumulih 9 8 1 9 4 5 9 12 6 18
16 Kota Pagar Alam 7 0 0 0 1 0 1 1 0 1
17 Kota Lubuk Linggau 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 29 20 49 212 111 373 239 131 370


ANGKA PREVALENSI PER 10.000 PENDUDUK 0,59664 0,33068 0,4644

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 17

PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

KUSTA (PB) KUSTA (MB)


a RFT PB a RFT MB
JUMLAH PENDERITA PB PENDERITA MB
NO KABUPATEN L P L+P L P L+P
PUSKESMAS
JUMLA JUMLA JUMLA JUMLA JUMLA JUMLA
L P L+P % % % L P L+P % % %
H H H H H H
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
1 Ogan Komering Ulu 16 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 23 7 30 23 100,00 7 100 30 100,00
2 Ogan Komering Ilir 29 0 1 1 0 0,00 0 0,00 0 0,00 15 2 17 3 20,00 1 50 4 23,53
3 Muara Enim 22 7 5 12 0 0,00 0 0,00 0 0,00 12 8 20 12 100,00 5 63 17 85,00
4 Lahat 33 1 1 2 0 0,00 0 0,00 0 0,00 5 1 6 3 60,00 1 100 4 66,67
5 Musi Rawas 19 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 4 4 8 2 50,00 1 25 3 37,50
6 Musi Banyuasin 28 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0 0,00 0 0 0 0,00
7 Banyuasin 31 6 5 11 6 100,00 5 100,00 11 100,00 43 19 62 41 95,35 18 95 59 95,16
8 OKU Selatan 19 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 2 4 6 2 100,00 4 100 6 100,00
9 OKU Timur 22 3 2 5 2 66,67 2 100,00 4 80,00 11 0 11 2 18,18 0 0 2 18,18
10 Ogan Ilir 25 0 2 2 0 0,00 2 100,00 2 100,00 4 2 6 1 25,00 1 50 2 33,33
11 Empat Lawang 9 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
12 PALI 7 6 9 15 4 66,67 8 88,89 12 80,00 14 26 40 4 28,57 3 12 7 17,50
13 Muratara 8 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
14 Kota Palembang 39 5 2 7 3 60,00 0,00 3 42,86 19 19 38 18 94,74 17 89 35 92,11
15 Kota Prabumulih 9 1 1 2 0 0,00 1 100,00 1 50,00 4 5 9 2 50,00 3 60 5 55,56
16 Kota Pagar Alam 7 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 2 0 2 1 50,00 0 0 1 50,00
17 Kota Lubuk Linggau 9 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0 0,00 0 0 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 29 28 57 15 51,7 18 64,29 33 57,9 158 97 255 114 72 61 63 175 68,6

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Keterangan : a = Penderita kusta PB/MB merupakan penderita pada kohort yang sama

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 18

JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KASUS AFP


NO KABUPATEN JUMLAH PUSKESMAS
<15 TAHUN (NON POLIO)
1 2 3 4 5
1 Ogan Komering Ulu 16 4
2 Ogan Komering Ilir 29 232.500 1
3 Muara Enim 22 165.458 6
4 Lahat 33 114.451 2
5 Musi Rawas 19 3
6 Musi Banyuasin 28 185.713 3
7 Banyuasin 31 241.721 5
8 OKU Selatan 19 112.657 0
9 OKU Timur 22 41.838 0
10 Ogan Ilir 25 12
11 Empat Lawang 9 0
12 PALI 7 7.183 0
13 Muratara 8
14 Kota Palembang 39 410.934 10
15 Kota Prabumulih 9 62.459 2
16 Kota Pagar Alam 7 0
17 Kota Lubuk Linggau 9 55.886 2

JUMLAH (KAB/KOTA) 1.630.800 50


AFP RATE (NON POLIO) PER 100.000 PENDUDUK USIA < 15 TAHUN 3,07

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 19

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH KASUS PD3I


JUMLAH DIFTERI TETANUS (NON NEONATORUM) TETANUS NEONATORUM
NO KABUPATEN PERTUSIS
PUSKESMAS JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS
MENINGGAL MENINGGAL MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Ogan Komering Ulu 16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Ogan Komering Ilir 29 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Muara Enim 22 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 3 1 4 0
4 Lahat 33 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Musi Rawas 19 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 Musi Banyuasin 28 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 Banyuasin 31 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 OKU Selatan 19 0 0 0 0 0 0 111 0 0 2 0 0 0 0 0
9 OKU Timur 22 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
10 Ogan Ilir 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
11 Empat Lawang 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
12 PALI 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
13 Muratara 8 0 0 0 0 0
14 Kota Palembang 39 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
15 Kota Prabumulih 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
16 Kota Pagar Alam 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
17 Kota Lubuk Linggau 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 1 0 1 0 112 0 0 2 0 3 1 4 0


CASE FATALITY RATE (%) 0,00 0,00 0,00

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 20

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH KASUS PD3I


JUMLAH CAMPAK
NO KABUPATEN POLIO HEPATITIS B
PUSKESMAS JUMLAH KASUS
MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Ogan Komering Ulu 16 17 32 49 0 0 0 0 0 0 0
2 Ogan Komering Ilir 29 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Muara Enim 22 0 3 3 0 0 0 0 0 0 0
4 Lahat 33 0 0 10 0 0 0 0 0 0 0
5 Musi Rawas 19 3 8 11 0 1 2 3 0 0 0
6 Musi Banyuasin 28 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 Banyuasin 31 14 18 32 0 0 0 0 0 0 0
8 OKU Selatan 19 2 0 0 0 0 86
9 OKU Timur 22 6 3 9 1 0 0 0 0 1 1
10 Ogan Ilir 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
11 Empat Lawang 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
12 PALI 7 36 38 74 0 0 0 0 0 0 0
13 Muratara 8 0 0 0
14 Kota Palembang 39 121 159 280 0 0 0 0 0 0 0
15 Kota Prabumulih 9 25 22 47 0 0 0 0 0 0 0
16 Kota Pagar Alam 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
17 Kota Lubuk Linggau 9 10 10 20 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 232 293 537 1 1 2 3 0 1 87


CASE FATALITY RATE (%) 0,2

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 21

JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)


JUMLAH
NO KABUPATEN JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%)
PUSKESMAS
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Ogan Komering Ulu 16 40 40 80 0 0 0 0,0 0,0 0,0
2 Ogan Komering Ilir 29 140 143 283 0 0 0 0,0 0,0 0,0
3 Muara Enim 22 133 124 257 0 0 0 0,0 0,0 0,0
4 Lahat 33 24 25 49 1 0 1 4,2 0,0 2,0
5 Musi Rawas 19 49 41 90 0 1 1 0,0 2,4 1,1
6 Musi Banyuasin 28 134 152 286 0 0 0 0,0 0,0 0,0
7 Banyuasin 31 401 1 2 3 #DIV/0! #DIV/0! 0,7
8 OKU Selatan 19 17 17 34 1 1 5,9 0,0 2,9
9 OKU Timur 22 84 70 154 0 1 1 0,0 1,4 0,6
10 Ogan Ilir 25 167 2 #DIV/0! #DIV/0! 1,2
11 Empat Lawang 9 10 23 33 0 0 0 0,0 0,0 0,0
12 PALI 7 44 38 82 0 0 0 0,0 0,0 0,0
13 Muratara 8 7 5 12 0 0 0 0,0 0,0 0,0
14 Kota Palembang 39 479 500 979 1 1 2 0,2 0,2 0,2
15 Kota Prabumulih 9 226 196 422 0 0 0 0,0 0,0 0,0
16 Kota Pagar Alam 7 42 35 77 1 1 2 2,4 2,9 2,6
17 Kota Lubuk Linggau 9 58 56 114 1 1 2 1,7 1,8 1,8

JUMLAH (KAB/KOTA) 1.487 1.465 3.520 6 7 15 0,4 0,5 0,4


INCIDENCE RATE PER 100.000 PENDUDUK 37,1 37,0 44,2

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 22

KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

MALARIA
SEDIAAN DARAH DIPERIKSA
NO KABUPATEN JUMLAH PUSKESMAS SUSPEK MENINGGAL CFR
POSITIF
L P L+P
L P L+P L % P % L+P % L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
1 Ogan Komering Ulu 16 2.169 2.156 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Ogan Komering Ilir 29 333 0 333 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00
3 Muara Enim 22 14.833 5.451 75 0 68 0 143 2,62 0 0 0 0,00
4 Lahat 33 3.375 3.132 6.507 2.475 1.932 4.407 380 15,35 375 19 755 17,13 0 0 0 0,00
5 Musi Rawas 19 1.507 1.132 2.639 1.177 811 1.988 45 3,82 52 6 97 4,88 0 0 0 0 0 0,00
6 Musi Banyuasin 28 1.723 1.524 3.247 2.034 1.686 3.720 20 0,98 16 1 125 3,36 0 0 0 0,00
7 Banyuasin 31 0 0 0 580 1 0 0 0 1 0,17 0 0 0 0,00
8 OKU Selatan 19 3.418 273 74 0 81 0 155 56,78 0 0 0 0,00
9 OKU Timur 22 1.912 1.261 2.760 426 353 779 3 0,70 0 0 3 0,39 0 0 0 0,00
10 Ogan Ilir 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00
11 Empat Lawang 9 291 289 580 16 9 25 16 100,00 9 100 25 100,00 0 0 0 0,00
12 PALI 7 1.445 1.417 2.862 354 495 849 12 3,39 14 3 26 3,06 0 0 0 0,00
13 Muratara 8 1.211 249 229 478 139 55,82 89 39 156 32,67 0 0 0 0,00
14 Kota Palembang 39 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00
15 Kota Prabumulih 9 22 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00
16 Kota Pagar Alam 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00
17 Kota Lubuk Linggau 9 1.165 1.337 2.502 417 491 908 194 46,52 287 58 481 52,97 0 0 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 11.751 10.092 43.083 7.149 6.006 13.155 959 13,41 991 17 1.967 14,95 0 0 0 0 0 0
JUMLAH PENDUDUK BERISIKO 4.005.786 3.961.522 7.967.307
ANGKA KESAKITAN (ANNUAL PARASITE INCIDENCE ) PER 1.000 PENDUDUK BERISIKO 0,24 0,25 0,25

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 23

PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

PENDERITA FILARIASIS
NO KABUPATEN JUMLAH PUSKESMAS KASUS BARU DITEMUKAN JUMLAH SELURUH KASUS
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Ogan Komering Ulu 16 0 0
2 Ogan Komering Ilir 29 1 0 1 8 8 16
3 Muara Enim 22 0 1 1 1 3 4
4 Lahat 33 0 0 0 5 2 7
5 Musi Rawas 19 0 0 0 0 0 0
6 Musi Banyuasin 28 12 4 16 0 0 0
7 Banyuasin 31 0 0 0 54 35 89
8 OKU Selatan 19 0 0 0 0 0 0
9 OKU Timur 22 1 1 2 1 0 1
10 Ogan Ilir 25 1 0 1 1 0 1
11 Empat Lawang 9 1 1 2 0 0 0
12 PALI 7 0 3 3 3 4 7
13 Muratara 8 0 1 1 0 0 0
14 Kota Palembang 39 0 0 0 0 0 0
15 Kota Prabumulih 9 0 0 0 0 0 0
16 Kota Pagar Alam 7 0 0 0 0 0 0
17 Kota Lubuk Linggau 9 1 2 3 0 2 2

JUMLAH (KAB/KOTA) 17 13 30 73 54 127


ANGKA KESAKITAN PER 100.000 PENDUDUK (KAB/KOTA) 2 1 2

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 24

PENGUKURAN TEKANAN DARAH PENDUDUK ≥ 18 TAHUN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

DILAKUKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH HIPERTENSI/TEKANAN DARAH TINGGI


JUMLAH PENDUDUK ≥ 18 TAHUN LAKI-LAKI + LAKI-LAKI +
JUMLAH LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
NO KABUPATEN PEREMPUAN PEREMPUAN
PUSKESMAS
LAKI-LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Ogan Komering Ulu 16 33.793 32.728 66.521 11.514 34,07 13.330 40,73 24.844 37,35 852 7,40 968 7,26 1.820 7,33
2 Ogan Komering Ilir 29 262.899 251.588 514.487 0 0,00 0 0,00 273.165 53,09 0 0,00 0 0,00 27.892 10,21
3 Muara Enim 22 0 0 0 393 #DIV/0! 864 #DIV/0! 1.257 #DIV/0! 127 32,32 180 20,83 307 24,42
4 Lahat 33 140.900 135.700 276.600 2.796 1,98 4.313 3,18 7.109 2,57 2.796 100,00 4.313 100,00 7.109 100,00
5 Musi Rawas 19 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
6 Musi Banyuasin 28 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
7 Banyuasin 31 140.213 135.805 276.018 48.746 34,77 51.279 37,76 100.025 36,24 4.538 9,31 6.124 11,94 10.662 0
8 OKU Selatan 19 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0 0 0
9 OKU Timur 22 126.265 135.130 261.395 68.793 54,48 72.426 53,60 141.219 54,03 393 0,57 9.118 12,59 9.511 6,73
10 Ogan Ilir 25 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0 0 0
11 Empat Lawang 9 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0 0 0
12 PALI 7 36.252 38.350 74.602 12.627 34,83 16.414 42,80 29.041 38,93 1.019 8,07 973 5,93 1.992 6,86
13 Muratara 8 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0
14 Kota Palembang 39 0 0 0 3.528 0,00 4.468 0,00 7.996 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00
15 Kota Prabumulih 9 22.708 29.980 52.688 23.394 103,02 28.589 95,36 51.983 98,66 2.119 9,06 3.386 11,84 5.505 10,59
16 Kota Pagar Alam 7 0 0 0 2.024 0,00 1.849 0,00 3.873 0,00 749 37,01 968 52,35 1.717 44,33
17 Kota Lubuk Linggau 9 62.775 65.121 127.896 2.300 3,66 3.536 5,43 5.836 4,56 1.618 70,35 2.743 77,57 4.361 74,73

JUMLAH (KAB/KOTA) 825.805 824.402 1.650.207 176.115 21,33 197.068 23,90 646.348 39,17 14.211 8,07 28.773 14,60 70.876 10,97

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 25

PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH PENGUNJUNG PUSKESMAS DILAKUKAN PEMERIKSAAN OBESITAS OBESITAS


DAN JARINGANNYA BERUSIA ≥ 15
JUMLAH LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN
NO KABUPATEN TAHUN
PUSKESMAS
LAKI-LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Ogan Komering Ulu 16 30.554 31.875 62.429 11.551 37,81 11.687 36,67 23.238 37,22 35 0,30 76 0,65 111 0,48
2 Ogan Komering Ilir 29 136.574 136.591 273.165 10.581 7,75 9.639 7,06 20.220 7,40 28 0,26 404 4,19 432 2,14
3 Muara Enim 22 0 0 0 428 #DIV/0! 840 #DIV/0! 1.268 #DIV/0! 76 17,76 269 32,02 345 27,21
4 Lahat 33 5.597 7.126 12.723 16 0,29 22 0,31 38 0,30 16 100,00 22 100,00 38 100,00
5 Musi Rawas 19 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00
6 Musi Banyuasin 28 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00
7 Banyuasin 31 101.159 101.161 202.320 14.672 14,50 14.627 14,46 29.299 14,48 1113 7,59 1160 7,93 2273 7,76
8 OKU Selatan 19 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00
9 OKU Timur 22 38.668 46.546 85.214 113 0,29 211 0,45 324 0,38 0 0,00 0 0,00 0 0,00
10 Ogan Ilir 25 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00
11 Empat Lawang 9 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00
12 PALI 7 31.985 31.585 63.570 1.201 3,75 1.201 3,80 2.402 3,78 22 1,83 49 4,08 71 2,96
13 Muratara 8 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
14 Kota Palembang 39 3.528 4.468 7.996 146 4,14 352 7,88 498 6,23 0 0,00 0 0,00 0 0,00
15 Kota Prabumulih 9 2.281 3.239 5.520 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00
16 Kota Pagar Alam 7 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 2 0,00 2 0,00
17 Kota Lubuk Linggau 9 40.617 43.634 84.251 22 0,05 123 0,28 145 0,17 16 72,73 55 44,72 71 48,97

JUMLAH (KAB/KOTA) 390.963 406.225 797.188 38.730 9,91 38.702 9,53 77.432 9,71 1.306 3,37 2.037 5,26 3.343 4,32

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 26

CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE) MENURUT KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

PEMERIKSAAN LEHER RAHIM


PEREMPUAN IVA POSITIF TUMOR/BENJOLAN
NO KABUPATEN JUMLAH PUSKESMAS DAN PAYUDARA
USIA 30-50 TAHUN
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Ogan Komering Ulu 16 35.486 810 2,28 155 19,14 3 0,37
2 Ogan Komering Ilir 29 115.891 626 0,54 57 9,11 13 2,08
3 Muara Enim 22 101.859 170 0,17 4 2,35 21 12,35
4 Lahat 33 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
5 Musi Rawas 19 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
6 Musi Banyuasin 28 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
7 Banyuasin 31 47.661 174 0,37 13 7,47 0 0,00
8 OKU Selatan 19 844 0 0,00 2 0,00 0 0,00
9 OKU Timur 22 40.934 507 1,24 0 0,00 100 19,72
10 Ogan Ilir 25 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
11 Empat Lawang 9 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
12 PALI 7 10.788 87 0,81 0 0,00 0 0,00
13 Muratara 8 0,00 0,00 0,00
14 Kota Palembang 39 62.897 2.539 4,04 0 0,00 0 0,00
15 Kota Prabumulih 9 47.585 2.123 4,46 0 0,00 1 0,05
16 Kota Pagar Alam 7 0 177 0,00 0 0,00 5 2,82
17 Kota Lubuk Linggau 9 37.337 2 0,01 0 0,00 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 501.282 7.215 1,44 231 3,20 143 1,98

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Ket: IVA: Inspeksi Visual dengan Asam asetat
CBE: Clinical Breast Examination

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 27

JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

YANG TERSERANG
JUMLAH PENDUDUK
WAKTU KEJADIAN (TANGGAL) JUMLAH PENDERITA KELOMPOK UMUR PENDERITA JUMLAH KEMATIAN ATTACK RATE (%) CFR (%)
JENIS KEJADIAN LUAR TERANCAM
NO JUMLAH
BIASA JUMLAH KEC
DESA/KEL DITANGGU- 0-7 8-28 1-11 1-4 5-9 10-14 15-19 20-44 45-54 55-59 60-69 70+
DIKETAHUI
LANGI
AKHIR L P L+P HARI HARI BLN THN THN THN THN THN THN THN THN THN L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

I KLB di Kab. Musi Rawas 0 0 0 - - - - - -


1 Campak 1 1 23-6-15 26-6-15 28-6-15 3 6 9 2 6 1 0 0 0 0 - - - - - -
2 DBD 1 1 20-10-15 22-10-15 25-10-15 6 4 10 2 2 5 1 0 1 1 0 - - - - 25,00 10,00
3 Rubella 1 2 20-11-15 21-11-15 12/03/2015 24 39 63 3 3 12 20 24 1 0 0 0 0 - - - - - -
0 0 0 - - - - - -
II KLB di Kab. Banyuasin 0 0 0 - - - - - -
1 DBD 1 1 27/01/2015 27/01/2015 27/01/2015 0 1 1 1 0 1 1 0 - - - - 100,00 100,00
2 DBD 1 1 02/02/2015 02/02/2015 08/02/2015 1 0 1 1 1 0 1 0 - - - 100,00 - 100,00
3 DBD 1 1 15/02/2015 14/02/2015 18/02/2015 1 0 1 1 1 0 1 0 - - - 100,00 - 100,00
4 CAMPAK 1 1 21/06/2015 21/06/2015 21/06/2015 4 1 5 2 1 1 1 0 0 0 0 - - - - - -
5 CAMPAK 1 1 08/09/2015 08/09/2015 12/09/2015 3 6 9 1 8 0 0 0 0 - - - - - -
6 RABIES 1 1 08/10/2015 08/10/2015 10/10/2015 2 1 3 1 1 1 1 0 1 0 - - - 50,00 - 33,33
0 0 0 - - - - - -
III KLB di Kab. Lahat 0 0 0 - - - - - -
1 Keracunan Makanan 1 1 13-04-15 13-04-15 13-04-15 15 12 27 3 2 1 15 4 2 0 427 410 837 3,51 2,93 3,23 - - -
0 0 0 - - - - - -
IV KLB di Kota Palembang 0 0 0 - - - - - -
1 Rabies 1 1 09-07-2015 10-07-2015 12-07-2015 1 1 1 1 1 105 182 287 - 0,55 0,35 - 100,00 100,00
0 0 - - - - - -
V KLB di Kab. Ogan Ilir 0 0 0 - - - - - -
1 Keracunan makanan 1 1 42.220 13 12 25 0 0 0 0 0 0 21 4 0 0 0 0 0 0 - - - - - -
2 Keracunan makanan 1 1 42.358 14 27 41 0 0 0 1 8 7 2 17 1 0 4 1 0 0 - - - - - -
3 Rabies 1 1 42.156 4 3 7 0 0 0 0 1 2 0 3 0 0 0 1 0 0 - - - - - -
4 DBD 1 1 42.320 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 - - - - - -
5 Rabies 1 1 42.338 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 - - - - - -
0 0 0 - - - - - -

VI KLB di Kab. Muara Enim


1 keracunan pangan 1 1 5/3/2015 5/3/2015 5/3/2015 6 9 15 6 9 0 0 0 159 - - 9,43 - - -
2 Pertusis 1 1 6/7/2015 6/7/2015 5/9/2015 1 0 1 1 0 0 0 6.570 - - 0,02 - #DIV/0! -
3 Rabies 1 1 11/7/2015 11/7/2015 11/7/2015 0 2 2 1 1 0 1 1 1.487 - - 0,13 #DIV/0! 50,00 50,00
4 Rubella 1 1 1/10/2015 22/10/2015 18/11/2015 25 15 40 2 1 21 14 1 1 0 0 0 2.610 - - 1,53 - - -
5 Rubella 1 1 9/11/2015 9/11/2015 3 9 12 1 1 8 2 0 0 0 955 - - 1,26 - - -
6 Rubella 1 1 27/11/2015 27/11/2015 0 6 6 1 2 3 0 0 0 1.627 - - 0,37 #DIV/0! - -
0 0 0 - - - - - -
VII KLB. di Kab. OKU 0 0 0 - - - - - -
1 DBD 4 6 10 2 3 4 1 1 2 3 0 - - - 25,00 33,33 30,00
0 0 0 - - - - - -
VIII KLB di Kab Muratara 0 0 0 - - - - - -
1 Keracunan Makanan 1 1 11 0 0 - - - - - -
2 Hepatitis 1 1 0 0 0 - - - - - -

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 27

JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
PROVINSI SUMATERA SELATAN 0
TAHUN 2015 0

YANG TERSERANG
JUMLAH PENDUDUK
WAKTU KEJADIAN (TANGGAL) JUMLAH PENDERITA KELOMPOK UMUR PENDERITA JUMLAH KEMATIAN ATTACK RATE (%) CFR (%)
JENIS KEJADIAN TERANCAM
NO JUMLAH
LUAR BIASA JUMLAH KEC
DESA/KEL DITANGGU- 0-7 8-28 1-11 1-4 5-9 10-14 15-19 20-44 45-54 55-59 60-69 70+
DIKETAHUI
LANGI
AKHIR L P L+P HARI HARI BLN THN THN THN THN THN THN THN THN THN
L P L+P L P L+P L P L+P L P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
III KLB di Kab. 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
2 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
3 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
4 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
5 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
IV KLB di Kab 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
2 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
3 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
4 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
V KLB di 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
DBD 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
Campak 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi NTB 2014 116


L+P
34
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi NTB 2014 116


TABEL 28

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

KLB DI DESA/KELURAHAN
NO KABUPATEN JUMLAH PUSKESMAS
JUMLAH DITANGANI <24 JAM %
1 2 3 4 5 6
1 Ogan Komering Ulu 16 19 0 0,00
2 Ogan Komering Ilir 29 0 0 0,00
3 Muara Enim 22 6 6 100,00
4 Lahat 33 30 30 100,00
5 Musi Rawas 19 3 2 66,67
6 Musi Banyuasin 28 0 0 0,00
7 Banyuasin 31 6 6 100,00
8 OKU Selatan 19 0 0 0,00
9 OKU Timur 22 0 0 0,00
10 Ogan Ilir 25 5 5 100,00
11 Empat Lawang 9 0 0 0,00
12 PALI 7 6 6 100,00
13 Muratara 8 2 0 0,00
14 Kota Palembang 39 0 0 0,00
15 Kota Prabumulih 9 0 0 0,00
16 Kota Pagar Alam 7 0 0 0,00
17 Kota Lubuk Linggau 9 0 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 77 55 71,43

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 29

CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS MENURUT KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

IBU HAMIL IBU BERSALIN/NIFAS


JUMLAH PERSALINAN MENDAPAT IBU NIFAS
NO KABUPATEN K1 K4
PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH DITOLONG NAKES YANKES NIFAS MENDAPAT VIT A
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Ogan Komering Ulu 16 9.132 8.963 98,15 8.357 91,51 8.719 7.927 90,92 6.903 79,17 7.954 91,23
2 Ogan Komering Ilir 29 18.592 18.488 99,44 17.718 95,30 17.747 16.949 95,50 16.768 94,48 16.357 92,17
3 Muara Enim 22 13.985 13.821 98,83 12.880 92,10 13.302 12.563 94,44 11.981 90,07 11.973 90,01
4 Lahat 33 10.806 10.603 98,12 10.268 95,02 10.395 9.883 95,07 9.637 92,71 9.903 95,27
5 Musi Rawas 19 9.034 8.729 96,62 8.153 90,25 8.606 7.654 88,94 7.138 82,94 7.713 89,62
6 Musi Banyuasin 28 15.839 15.320 96,72 14.659 92,55 14.766 13.340 90,34 12.715 86,11 13.013 88,13
7 Banyuasin 31 18.809 18.009 95,75 17.854 94,92 17.954 16.498 91,89 16.441 91,57 16.498 91,89
8 OKU Selatan 19 8.288 8.135 98,15 7.832 94,50 7.912 7.631 96,45 2.548 32,20 6.887 87,04
9 OKU Timur 22 15.190 14.949 98,41 14.456 95,17 14.500 13.257 91,43 13.246 91,35 13.187 90,94
10 Ogan Ilir 25 11.435 11.024 96,41 10.648 93,12 10.527 9.470 89,96 9.359 88,90 9.476 90,02
11 Empat Lawang 9 5.870 5.636 96,01 5.334 90,87 5.604 5.065 90,38 5.056 90,22 5.056 90,22
12 PALI 7 4.820 4.111 85,29 3.813 79,11 4.784 3.544 74,08 4.563 95,38 16.756 350,25
13 Muratara 8 4.013 4.013 100,00 3.309 82,46 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
14 Kota Palembang 39 31.850 31.828 99,93 31.026 97,41 30.536 29.186 95,58 28.078 91,95 0 0,00
15 Kota Prabumulih 9 4.410 4.384 99,41 4.217 95,62 4.210 4.043 96,03 3.898 92,59 4.041 95,99
16 Kota Pagar Alam 7 3.482 3.396 97,53 3.173 91,13 3.348 3.121 93,22 3.015 90,05 3.121 93,22
17 Kota Lubuk Linggau 9 4.491 4.490 99,98 4.294 95,61 4.232 4.016 94,90 4.014 94,85 4.014 94,85

JUMLAH (KAB/KOTA) 190.046 185.899 97,8 177.991 93,7 177.142 164.147 92,7 155.360 87,7 145.949 82,39096

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 30

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN 0
TAHUN 2015 0

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL


JUMLAH JUMLAH IBU
NO KABUPATEN TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+
PUSKESMAS HAMIL
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1 Ogan Komering Ulu 16 9.132 623 6,8 1.543 16,9 2.442 26,7 1.999 21,9 1.890 20,7 7.874 86,2

2 Ogan Komering Ilir 29 18.592 13.233 71,2 12.605 67,8 475 2,6 485 2,6 337 1,8 13.902 74,8

3 Muara Enim 22 13.985 2.498 17,9 2.074 14,8 1.373 9,8 1.047 7,5 1.069 7,6 5.563 39,8

4 Lahat 33 10.806 0 - 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -

5 Musi Rawas 19 9.034 5.337 59,1 5.235 57,9 1.651 18,3 1.344 14,9 1.023 11,3 9.253 102,4

6 Musi Banyuasin 28 26.370 10.621 40,3 10.132 38,4 - - - 10.132 38,4

7 Banyuasin 31 18.809 7.750 41,2 10.446 55,5 1.710 9,1 1.879 10,0 1.671 8,9 15.706 83,5

8 OKU Selatan 19 8.288 3.347 40,4 2.544 30,7 1.111 13,4 680 8,2 453 5,5 4.788 57,8

9 OKU Timur 22 15.190 9.205 60,6 6.116 40,3 3.488 23,0 2.371 15,6 1.480 9,7 13.455 88,6

10 Ogan Ilir 25 11.435 10.855 94,9 6.266 54,8 1.409 12,3 1.255 11,0 710 6,2 9.640 84,3

11 Empat Lawang 9 5.870 5.505 93,8 5.112 87,1 379 6,5 265 4,5 167 2,8 530 9,0

12 PALI 7 4.820 2.631 54,6 2.326 48,3 562 11,7 584 12,1 583 12,1 4.055 84,1

13 Muratara 8 4.013 619 15,4 918 22,9 1.395 34,8 780 19,4 473 11,8 3.566 88,9

14 Kota Palembang 39 31.850 20.435 64,2 18.656 58,6 6.598 880,4 5.308 16,7 4.506 14,1 35.068 110,1

15 Kota Prabumulih 9 4.410 4.384 99,4 4.217 95,6 164 3,7 131 3,0 114 2,6 4.626 104,9

16 Kota Pagar Alam 7 3.482 2.802 80,5 2.789 80,1 0 - 0 - 0 - 2.789 80,1

17 Kota Lubuk Linggau 9 4.491 4.485 99,9 3.742 83,3 531 11,8 269 6,0 318 7,1 3.839 85,5

JUMLAH (KAB/KOTA) 200.577 104.330 52,0 94.721 47,2 23.288 11,6 18.397 9,2 14.794 7,4 144.786 72,2

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 31

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WUS


JUMLAH JUMLAH WUS
NO KABUPATEN TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5
PUSKESMAS (15-39 TAHUN)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

1 Ogan Komering Ulu 16 128.246 1.345 1,0 2.765 2,2 3.746 2,9 3.291 2,6 2.481 1,9

2 Ogan Komering Ilir 29 0 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -


3 Muara Enim 22 45.014 177 0,4 132 0,3 5 0,0 5 0,0 5 0,0

4 Lahat 33 90.364 3.743 4,1 3.435 3,8 0 - 0 - 0 -


5 Musi Rawas 19 96.299 92 0,1 0 - 0 - 0 - 0 -
6 Musi Banyuasin 28 0 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
7 Banyuasin 31 219.117 5.491 2,5 4.156 1,9 374 0,2 503 0,2 663 0,3

8 OKU Selatan 19 0 3.347 - 2.544 - 1.111 - 680 - 453 -


9 OKU Timur 22 131.819 5.544 4,2 4.391 3,3 1.374 1,0 1.295 1,0 1.119 0,8

10 Ogan Ilir 25 13.674 768 5,6 744 5,4 8 0,1 3 0,0 3 0,0
11 Empat Lawang 9 45.535 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -

12 PALI 7 36.788 17.923 48,7 18.960 51,5 4.027 10,9 1.183 3,2 1.265 3,4
13 Muratara 8 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
14 Kota Palembang 39 261.282 31 0,0 51 0,0 27 0,0 6 0,0 0 -

15 Kota Prabumulih 9 0 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
16 Kota Pagar Alam 7 0 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -

17 Kota Lubuk Linggau 9 54.074 3.721 6,9 3.608 6,7 150 0,3 88 0,2 394 0,7

JUMLAH (KAB/KOTA) 1.122.212 42.182 3,8 40.786 3,6 10.822 1,0 7.054 0,6 6.383 0,6

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 32

JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH JUMLAH FE1 (30 TABLET) FE3 (90 TABLET)


NO KABUPATEN
PUSKESMAS IBU HAMIL JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Ogan Komering Ulu 16 9.132 9.030 98,88 8.357 91,51
2 Ogan Komering Ilir 29 18.592 18.336 98,62 17.304 93,07
3 Muara Enim 22 13.985 13.095 93,64 12.045 86,13
4 Lahat 33 10.806 10.585 97,95 10.054 93,04
5 Musi Rawas 19 9.034 8.672 95,99 8.115 89,83
6 Musi Banyuasin 28 15.839 13.503 85,25 12.646 79,84
7 Banyuasin 31 18.809 17.854 94,92 17.770 94,48
8 OKU Selatan 19 8.288 8.135 98,15 8.135 98,15
9 OKU Timur 22 15.190 14.171 93,29 13.475 88,71
10 Ogan Ilir 25 11.435 10.952 95,78 10.565 92,39
11 Empat Lawang 9 5.870 5.636 96,01 5.306 90,39
12 PALI 7 4.820 4.720 97,93 4.461 92,55
13 Muratara 8 4.013 4.013 100,00 3.309 82,46
14 Kota Palembang 39 31.850 31.204 97,97 30.253 94,99
15 Kota Prabumulih 9 4.410 4.384 99,41 4.217 95,62
16 Kota Pagar Alam 7 3.482 3.392 97,42 3.173 91,13
17 Kota Lubuk Linggau 9 4.491 4.440 98,86 4.240 94,41

JUMLAH (KAB/KOTA) 190.046 182.122 96 173.425 91

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 33

JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL


MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

PERKIRAAN PENANGANAN
PERKIRAAN NEONATAL PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL
BUMIL KOMPLIKASI JUMLAH BAYI (0- <1th)
JUMLAH JUMLAH KOMPLIKASI
NO KABUPATEN DENGAN KEBIDANAN L P L+P
PUSKESMAS IBU HAMIL KOMPLIKASI
KEBIDANAN Σ % L P L+P L P L+P Σ % Σ % Σ %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

1 Ogan Komering Ulu 16 9.132 1.826 1.032 56,50 3.952 3.956 7.908 593 593 1.186 0,00 0,00 597 50,33

2 Ogan Komering Ilir 29 18.592 3.718 2.606 70,08 8.646 8.256 16.902 1.297 1.238 2.535 661 50,97 1.329 107,32 1.990 78,49

3 Muara Enim 22 13.985 2.797 2.162 77,30 6.205 6.397 12.602 931 960 1.890 933 100,24 1.011 105,36 1.944 102,84

4 Lahat 33 10.806 2.161 1.606 74,31 4.354 5.018 9.372 653 753 1.406 0 0,00 0 0,00 0 0,00

5 Musi Rawas 19 9.034 1.807 1.174 64,98 3.964 3.716 7.680 595 557 1.152 381 64,08 328 58,84 709 61,55

6 Musi Banyuasin 28 15.839 3.168 1.365 43,09 14.742 0 0 2.318 #DIV/0! #DIV/0! 842 36,33

7 Banyuasin 31 18.809 3.762 2.085 55,43 8.252 8.297 16.549 1.238 1.245 2.482 159 12,85 102 8,20 261 10,51

8 OKU Selatan 19 8.288 1.658 230 13,88 7.619 0 0 1.143 #DIV/0! #DIV/0! 381 33,34

9 OKU Timur 22 15.190 3.038 1.668 54,90 5.612 6.634 12.246 844 997 1.841 250 29,62 244 24,48 494 26,84

10 Ogan Ilir 25 11.435 2.287 1.976 86,40 9.525 0 0 1.429 #DIV/0! #DIV/0! 1.252 87,63

11 Empat Lawang 9 5.870 1.174 232 19,76 2.408 2.582 4.990 489 457 946 44 9,00 54 11,82 171 18,08

12 PALI 7 4.820 964 300 31,12 2.168 1.462 3.630 325 219 545 42 12,92 44 20,06 86 15,79

13 Muratara 8 4.013 803 0,00 3.170 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!

14 Kota Palembang 39 31.850 6.497 6.064 93,34 13.962 15.049 29.011 2.094 2.257 4.352 1.718 82,03 1.813 80,32 3.531 81,14

15 Kota Prabumulih 9 4.410 882 784 88,89 1.806 2.202 4.008 271 330 601 224 82,69 285 86,29 509 84,66

16 Kota Pagar Alam 7 3.482 696 646 92,76 1.544 1.571 3.115 232 236 467 0,00 0,00 365 78,12

17 Kota Lubuk Linggau 9 4.491 898 599 66,69 2.076 1.905 3.981 315 300 616 250 79,35 212 70,56 462 75,06

JUMLAH (KAB/KOTA) 190.046 38.009 24.529 64,53 64.949 67.045 167.050 9.876 10.143 24.908 4.662 47,21 5.422 53,46 13.594 54,58

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 34

PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

PESERTA KB AKTIF
JUMLAH MKJP NON MKJP
NO KABUPATEN MKJP + NON % MKJP +
PUSKESMAS OBAT LAIN
IUD % MOP % MOW % IM PLAN % JUMLAH % KON DOM % SUNTIK % PIL % % % JUMLAH % MKJP NON MKJP
VAGINA NYA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

1 Ogan Komering Ulu 16 1.646 3,42 82 0,17 468 0,97 4.922 10,22 7.118 14,77 2.014 4,18 27.233 56,52 11.817 24,53 0 0,00 0 0,00 41.064 85,23 48.182 100,00

2 Ogan Komering Ilir 29 2.983 2,13 131 0,09 972 0,70 11.481 8,21 15.567 11,13 15.070 10,78 70.714 50,58 38.468 27,51 0 0,00 0 0,00 124.252 88,87 139.819 100,00

3 Muara Enim 22 4.027 3,92 924 0,90 2.647 2,58 24.997 24,35 32.595 31,75 4.236 4,13 35.878 34,95 29.949 29,17 0 0,00 0 0,00 70.063 68,25 102.658 100,00

4 Lahat 33 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00

5 Musi Rawas 19 1.206 2,51 38 0,08 668 1,39 8.747 18,21 10.659 22,19 1.511 3,15 28.742 59,83 7.131 14,84 0 0,00 0 0,00 37.384 77,81 48.043 100,00

6 Musi Banyuasin 28 2.790 2,30 436 0,36 3.385 2,79 30.932 25,48 37.543 30,93 6.560 5,40 49.810 41,03 27.485 22,64 0 0,00 0 0,00 83.855 69,07 121.398 100,00

7 Banyuasin 31 153 0,16 54 0,06 122 0,13 1.262 1,32 1.591 1,66 4.061 4,24 47.627 49,76 42.433 44,33 0 0,00 0 0,00 94.121 98,34 95.712 100,00

8 OKU Selatan 19 5.199 9,97 143 0,27 1.973 3,78 7.902 15,16 15.217 29,19 4.359 8,36 16.796 32,22 15.756 30,23 0 0,00 0 0,00 36.911 70,81 52.128 100,00

9 OKU Timur 22 2.793 3,50 217 0,27 1.898 2,38 10.986 13,78 15.894 19,94 3.978 4,99 36.141 45,34 23.678 29,70 0 0,00 20 0,03 63.817 80,06 79.711 100,00

10 Ogan Ilir 25 1.421 3,25 390 0,89 821 1,88 8.754 20,04 11.386 26,06 3.098 7,09 17.223 39,42 11.984 27,43 0 0,00 0 0,00 32.305 73,94 43.691 100,00

11 Empat Lawang 9 757 2,08 396 1,09 289 0,79 11.430 31,35 12.872 35,30 1.811 4,97 17.810 48,84 3.972 10,89 0 0,00 0 0,00 23.593 64,70 36.465 100,00

12 PALI 7 373 4,21 0 0,00 0 0,00 1.338 15,11 1.711 19,32 833 9,41 3.027 34,18 3.276 36,99 0 0,00 9 0,10 7.145 80,68 8.856 100,00

13 Muratara 8 273 3,86 0 0,00 67 0,95 986 13,93 1.326 18,73 30 0,42 4.538 64,10 1.186 16,75 0 0,00 0 0,00 5.754 81,27 7.080 100,00

14 Kota Palembang 39 9.820 4,44 516 0,23 5.963 2,69 14.056 6,35 30.355 13,71 16.154 7,30 102.727 46,40 72.148 32,59 0 0,00 0 0,00 191.029 86,29 221.384 100,00

15 Kota Prabumulih 9 4.386 17,44 13 0,05 53 0,21 4.139 16,46 8.591 34,16 4.410 17,53 6.939 27,59 5.211 20,72 0 0,00 0 0,00 16.560 65,84 25.151 100,00

16 Kota Pagar Alam 7 1.449 7,67 0 0,00 70 0,37 1.095 5,80 2.614 13,83 1.196 6,33 11.030 58,38 4.055 21,46 0 0,00 0 0,00 16.281 86,17 18.895 100,00

17 Kota Lubuk Linggau 9 259 0,83 34 0,11 159 0,51 1.468 4,73 1.920 6,18 2.901 9,34 19.595 63,11 6.633 21,36 0 0,00 0 0,00 29.129 93,82 31.049 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 39.535 3,66 3.374 0,31 19.555 1,81 144.495 13,38 206.959 19,16 72.222 6,69 495.830 45,90 305.182 28,25 0 0,00 29 0,00 873.263 80,84 1.080.222 100,00

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 35

PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

PESERTA KB BARU
JUMLAH MKJP NON MKJP % MKJP
NO KABUPATEN MKJP +
PUSKESMAS OBAT LAIN + NON
IUD % MOP % MOW % IMPLAN % JUMLAH % KONDOM % SUNTIK % PIL % % % JUMLAH % NON MKJP
VAGINA NYA MKJP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

1 Ogan Komering Ulu 16 21 0,97 11 0,51 2 0,09 121 5,62 155 7,20 114 5,29 1.236 57,38 649 30,13 0,00 0,00 1.999 92,80 2.154 100,00

2 Ogan Komering Ilir 29 2.983 2,13 131 0,09 972 0,70 11.481 8,21 15.567 11,13 15.097 10,80 70.714 50,57 38.468 27,51 0 0,00 0 0,00 124.279 88,87 139.846 100,00

3 Muara Enim 22 4.027 3,92 924 0,90 2.647 2,58 24.997 24,35 32.595 31,75 4.236 4,13 35.878 34,95 29.949 29,17 0 0,00 0 0,00 70.063 68,25 102.658 100,00

4 Lahat 33 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00

5 Musi Rawas 19 8 0,42 0 0,00 5 0,26 135 7,06 148 7,74 111 5,81 1.348 70,54 304 15,91 0 0,00 0 0,00 1.763 92,26 1.911 100,00

6 Musi Banyuasin 28 109 0,41 5 0,02 301 1,14 3.265 12,34 3.680 13,91 2.140 8,09 10.036 37,94 10.593 40,05 0 0,00 0 0,00 22.769 86,09 26.449 100,00

7 Banyuasin 31 20 0,02 0 0,00 0 0,00 496 0,55 516 0,57 4.518 5,00 44.258 49,00 41.031 45,43 0 0,00 0 0,00 89.807 99,43 90.323 100,00

8 OKU Selatan 19 515 5,84 6 0,07 19 0,22 1.135 12,86 1.675 18,98 959 10,87 3.407 38,61 2.783 31,54 0 0,00 0 0,00 7.149 81,02 8.824 100,00

9 OKU Timur 22 2.784 3,89 229 0,32 1.962 2,74 11.604 16,22 16.579 23,17 4.114 5,75 28.881 40,36 21.964 30,70 0 0,00 15 0,02 54.974 76,83 71.553 100,00

10 Ogan Ilir 25 167 2,76 19 0,31 25 0,41 881 14,54 1.092 18,02 636 10,49 2.188 36,10 2.145 35,39 0 0,00 0 0,00 4.969 81,98 6.061 100,00

11 Empat Lawang 9 160 2,24 0 0,00 4 0,06 1.792 25,09 1.956 27,39 568 7,95 3.023 42,33 1.595 22,33 0 0,00 0 0,00 5.186 72,61 7.142 100,00

12 PALI 7 203 3,31 0 0,00 0 0,00 179 2,92 382 6,23 572 9,33 1.836 29,95 3.340 54,49 0 0,00 0 0,00 5.748 93,77 6.130 100,00

13 Muratara 8 0,00 0,00 0,00 0,00 0 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 2.268 0,00 2.268 0,00

14 Kota Palembang 39 51 2,19 48 2,07 7 0,30 76 3,27 182 7,83 112 4,82 1.238 53,27 792 34,08 0 0,00 0 0,00 2.142 92,17 2.324 100,00

15 Kota Prabumulih 9 395 5,40 14 0,19 71 0,97 691 9,44 1.171 16,00 746 10,19 3.019 41,25 2.302 31,46 0 0,00 80 1,09 6.147 84,00 7.318 100,00

16 Kota Pagar Alam 7 101 3,47 0,00 0,00 181 6,21 282 9,68 191 6,56 1.926 66,12 514 17,65 0,00 0 0,00 2.631 90,32 2.913 100,00

17 Kota Lubuk Linggau 9 71 1,81 1 0,03 31 0,79 283 7,22 386 9,84 320 8,16 2.303 58,72 913 23,28 0 0,00 0 0,00 3.536 90,16 3.922 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 11.615 2,42 1.388 0,29 6.046 1,26 57.317 11,95 76.366 15,93 34.434 7,18 211.291 44,06 157.342 32,81 0 0,00 95 0,02 403.162 84,07 479.528 100,00

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 36

JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

PESERTA KB BARU PESERTA KB AKTIF


NO KABUPATEN JUMLAH PUSKESMAS JUMLAH PUS
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Ogan Komering Ulu 16 59.651 11.650 19,53 48.182 80,77
2 Ogan Komering Ilir 29 160.057 15.156 9,47 139.819 87,36
3 Muara Enim 22 124.841 102.658 82,23 96.594 77,37
4 Lahat 33 69.894 0 0,00 60.440 86,47
5 Musi Rawas 19 76.098 1.911 2,51 48.043 63,13
6 Musi Banyuasin 28 157.628 22.117 14,03 109.243 69,30
7 Banyuasin 31 172.850 90.323 52,26 95.712 55,37
8 OKU Selatan 19 72.065 8.824 12,24 52.128 72,33
9 OKU Timur 22 129.195 48.374 37,44 129.435 100,19
10 Ogan Ilir 25 86.305 6.061 7,02 43.691 50,62
11 Empat Lawang 9 34.475 4.254 12,34 26.847 77,87
12 PALI 7 30.518 6.345 20,79 9.944 32,58
13 Muratara 8 36.300 2.268 6,25 7.080 19,50
14 Kota Palembang 39 281.482 2.324 0,83 221.384 78,65
15 Kota Prabumulih 9 34.041 7.318 21,50 25.151 73,88
16 Kota Pagar Alam 7 23.617 2.913 12,33 18.895 80,01
17 Kota Lubuk Linggau 9 38.514 3.934 10,21 31.049 80,62

JUMLAH (KAB/KOTA) 1.587.531 336.430 21,19 1.163.637 73,30

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 37

BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

BAYI BARU LAHIR DITIMBANG BBLR


JUMLAH JUMLAH LAHIR HIDUP
NO KABUPATEN L P L+P L P L+P
PUSKESMAS
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 Ogan Komering Ulu 16 3.952 3.956 7.908 3.964 100,30 3.963 100,18 7.927 100,24 39 0,98 45 1,14 84 1,06

2 Ogan Komering Ilir 29 8.357 8.535 16.892 8.357 100,00 8.535 100,00 16.892 100,00 41 0,49 48 0,56 89 0,53

3 Muara Enim 22 6.205 6.397 12.602 0,00 0,00 12.563 99,69 #DIV/0! #DIV/0! 21 0,17

4 Lahat 33 4.354 5.018 9.372 0 0,00 0 0,00 0 0,00 3 #DIV/0! 4 #DIV/0! 7 #DIV/0!

5 Musi Rawas 19 3.964 3.716 7.680 1.612 40,67 1.404 37,78 3.016 39,27 50 3,10 50 3,56 100 3,32

6 Musi Banyuasin 28 10.614 #DIV/0! #DIV/0! 10.614 100,00 #DIV/0! #DIV/0! 20 0,19

7 Banyuasin 31 8.252 8.297 16.549 6.453 78,20 6.745 81,29 13.198 79,75 50 0,77 41 0,61 91 0,69

8 OKU Selatan 19 7.619 - 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00

9 OKU Timur 22 5.536 6.332 11.868 5.397 97,49 5.784 91,35 11.198 94,35 21 0,39 20 0,35 41 0,37

10 Ogan Ilir 25 9.525 #DIV/0! #DIV/0! 9.424 98,94 29 #DIV/0! 25 #DIV/0! 54 0,57

11 Empat Lawang 9 2.408 2.582 4.990 2.408 100,00 2.582 100,00 4.990 100,00 0,00 0,00 14 0,28

12 PALI 7 2.479 2.445 4.924 2.041 82,33 2.066 84,50 4.107 83,41 15 0,73 15 0,73 30 0,73

13 Muratara 8 4.118 950 #DIV/0! 1.015 #DIV/0! 1.965 47,72 0,00 0,00 14 0,71

14 Kota Palembang 39 14.040 15.051 29.091 14.040 100,00 15.051 100,00 29.091 100,00 143 1,02 140 0,93 283 0,97

15 Kota Prabumulih 9 4.411 2.414 6.825 1.748 39,63 2.139 88,61 3.887 56,95 8 0,46 11 0,51 19 0,49

16 Kota Pagar Alam 7 1.544 1.571 3.115 1.544 100,00 1.571 100,00 3.115 100,00 7 0,45 6 0,38 13 0,42

17 Kota Lubuk Linggau 9 2.076 1.905 3.981 2.078 100,10 1.965 103,15 4.043 101,56 8 0,38 11 0,56 19 0,47

JUMLAH (KAB/KOTA) 67.578 68.219 167.673 50.592 74,86 52.820 77,43 136.030 81,13 414 0,82 416 0,79 899 0,66

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 38

CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

KUNJUNGAN NEONATAL 1 KALI (KN1) KUNJUNGAN NEONATAL 3 KALI (KN LENGKAP)


JUMLAH JUMLAH BAYI
NO KABUPATEN
PUSKESMAS L P L+P L P L+P
L P L +P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 Ogan Komering Ulu 16 4.178 4.127 8.305 3.923 93,90 3.912 94,79 11.407 137,35 3.718 88,99 3.800 92,08 7.518 90,52

2 Ogan Komering Ilir 29 8.646 8.256 16.902 0,00 0,00 16.436 97,24 0,00 0,00 15.681 92,78

3 Muara Enim 22 6.205 6.397 12.602 6.172 99,47 6.342 99,14 12.514 99,30 6.172 99,47 6.342 99,14 12.514 99,30

4 Lahat 33 4.354 5.018 9.372 5.065 116,33 4.677 93,20 9.742 103,95 5.065 116,33 4.636 92,39 9.701 103,51

5 Musi Rawas 19 3.964 3.716 7.680 3.902 98,44 3.677 98,95 7.579 98,68 3.291 83,02 3.018 81,22 6.309 82,15

6 Musi Banyuasin 28 0 0 14.040 #DIV/0! #DIV/0! 12.251 87,26 #DIV/0! #DIV/0! 11.631 82,84

7 Banyuasin 31 8.252 8.297 16.549 7.724 93,60 7.550 91,00 15.274 92,30 7.672 92,97 7.519 90,62 15.191 91,79

8 OKU Selatan 19 0 0 7.619 #DIV/0! #DIV/0! 7.464 97,97 #DIV/0! #DIV/0! 6.626 86,97

9 OKU Timur 22 5.775 6.484 12.259 5.262 91,12 5.775 89,07 11.037 90,03 5.336 92,40 5.672 87,48 11.008 89,80

10 Ogan Ilir 25 4.867 4.845 9.712 0,00 0,00 9.424 97,03 0,00 0,00 9.245 95,19

11 Empat Lawang 9 2.408 2.582 4.990 2.408 100,00 2.582 100,00 4.990 100,00 2.408 100,00 2.582 100,00 4.990 100,00

12 PALI 7 2.364 2.430 4.794 2.355 99,62 2.434 100,16 4.791 99,94 2.301 97,34 2.412 99,26 4.026 83,98

13 Muratara 8 0 0 4.118 #DIV/0! #DIV/0! 3.706 90,00 #DIV/0! #DIV/0! 3.698 89,80

14 Kota Palembang 39 14.211 15.084 29.295 13.640 95,98 14.576 96,63 28.216 96,32 13.660 96,12 14.414 95,56 28.074 95,83

15 Kota Prabumulih 9 1.806 2.202 4.008 1.769 97,95 2.199 99,86 3.968 99,00 1.721 95,29 2.177 98,86 3.898 97,26

16 Kota Pagar Alam 7 1.651 1.566 3.217 1.544 93,52 1.571 100,32 3.115 96,83 1.502 90,98 1.513 96,62 3.015 93,72

17 Kota Lubuk Linggau 9 2.077 2.005 4.082 2.063 99,33 1.903 94,91 3.966 97,16 1.959 94,32 1.819 90,72 3.778 92,55

JUMLAH (KAB/KOTA) 70.758 73.009 169.544 55.827 78,90 57.198 78,34 165.880 97,84 54.805 77,45 55.904 76,57 156.903 92,54

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 39

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF


JUMLAH JUMLAH BAYI (REAL) USIA 0-6 BULAN
NO KABUPATEN
PUSKESMAS L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Ogan Komering Ulu 16 4.178 4.127 8.305 0,00 0,00 - 0,00

2 Ogan Komering Ilir 29 4.323 4.128 8.451 2.361 54,61 2.355 57,05 4.716 55,80

3 Muara Enim 22 5.327 - #DIV/0! - #DIV/0! 3.593 67,45

4 Lahat 33 4.354 5.018 9.372 3.479 79,90 3.653 72,80 7.132 76,10

5 Musi Rawas 19 4.231 4.067 8.298 1.006 23,78 1.092 26,85 2.098 25,28

6 Musi Banyuasin 28 10.313 - #DIV/0! - #DIV/0! 6.189 60,01

7 Banyuasin 31 4.184 3.974 8.158 1.897 45,34 1.791 45,07 3.688 45,21

8 OKU Selatan 19 - - 4.522 - #DIV/0! - #DIV/0! 2.832 62,63

9 OKU Timur 22 6.594 6.856 13.450 3.709 56,25 3.946 57,56 7.751 57,63

10 Ogan Ilir 25 4.867 4.845 9.712 2.240 46,02 2.259 46,63 4.499 46,32

11 Empat Lawang 9 2.408 2.582 4.990 814 33,80 1.101 42,64 1.915 38,38

12 PALI 7 2.044 2.009 4.053 1.328 64,97 1.307 65,06 2.635 65,01

13 Muratara 8 950 1.015 1.965 0,00 0,00 - 0,00

14 Kota Palembang 39 6.332 6.686 13.018 4.634 73,18 4.858 72,66 9.492 72,91

15 Kota Prabumulih 9 1.800 2.208 4.008 1.161 64,50 1.314 59,51 2.475 61,75

16 Kota Pagar Alam 7 903 862 1.765 - 0,00 - 0,00 1.295 73,37

17 Kota Lubuk Linggau 9 1.079 1.129 2.208 0,00 0,00 1.963 88,90

JUMLAH (KAB/KOTA) 48.247 49.506 117.915 22.629 46,90 23.676 47,82 62.273 52,81

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 40

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

PELAYANAN KESEHATAN BAYI


JUMLAH JUMLAH BAYI
NO KABUPATEN L P L+P
PUSKESMAS
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Ogan Komering Ulu 16 4.178 4.127 8.305 3.798 90,90 3.909 94,72 7.707 92,80

2 Ogan Komering Ilir 29 8.646 8.256 16.902 8.191 94,74 8.190 99,20 16.381 96,92

3 Muara Enim 22 6.340 6.610 12.950 6.156 97,10 5.994 90,68 12.150 93,82

4 Lahat 33 4.354 5.018 9.372 4.266 97,98 4.520 90,08 8.786 93,75

5 Musi Rawas 19 4.231 4.067 8.298 3.596 84,99 3.154 77,55 6.750 81,34

6 Musi Banyuasin 28 0 0 14.040 #DIV/0! #DIV/0! 13.143 93,61

7 Banyuasin 31 8.173 7.768 15.941 7.222 88,36 7.142 91,94 14.364 90,11

8 OKU Selatan 19 7.619 #DIV/0! #DIV/0! 7.379 96,85

9 OKU Timur 22 6.594 6.856 13.473 4.813 72,99 5.004 72,99 9.817 72,86

10 Ogan Ilir 25 4.867 4.845 9.712 0,00 0,00 9.245 95,19

11 Empat Lawang 9 2.408 2.582 4.990 2.408 100,00 2.582 100,00 4.990 100,00

12 PALI 7 1.387 710 2.097 470 33,89 479 67,46 949 45,26

13 Muratara 8 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!

14 Kota Palembang 39 14.211 15.084 29.295 13.368 94,07 14.317 94,92 27.685 94,50

15 Kota Prabumulih 9 1.806 2.202 4.008 1.750 96,90 2.140 97,18 3.890 97,06

16 Kota Pagar Alam 7 1.651 1.566 3.217 1.619 98,06 1.546 98,72 3.165 98,38

17 Kota Lubuk Linggau 9 2.077 2.005 4.082 1.688 81,27 1.618 80,70 3.306 80,99

JUMLAH (KAB/KOTA) 70.923 71.696 164.301 59.345 83,68 60.595 84,52 149.707 91,12

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 41

CAKUPAN DESA/KELURAHAN UNIVERSAL CHILD IMMUNIZATION (UCI) MENURUT KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH DESA/KELURAHAN % DESA/KELURAHAN


NO KABUPATEN JUMLAH PUSKESMAS
DESA/KELURAHAN UCI UCI

1 2 3 4 5 6
1 Ogan Komering Ulu 16 157 147 93,63
2 Ogan Komering Ilir 29 327 300 91,74
3 Muara Enim 22 255 244 95,69
4 Lahat 33 376 356 94,68
5 Musi Rawas 19 199 196 98,49
6 Musi Banyuasin 28 240 217 90,42
7 Banyuasin 31 304 286 94,08
8 OKU Selatan 19 259 203 78,38
9 OKU Timur 22 335 243 72,54
10 Ogan Ilir 25 241 235 97,51
11 Empat Lawang 9 156 135 86,54
12 PALI 7 57 51 89,47
13 Muratara 8 89 89 100,00
14 Kota Palembang 39 107 106 99,07
15 Kota Prabumulih 9 37 37 100,00
16 Kota Pagar Alam 7 35 35 100,00
17 Kota Lubuk Linggau 9 72 72 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 3.246 2.952 90,94

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 42

CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

BAYI DIIMUNISASI
JUMLAH JUMLAH LAHIR HIDUP Hb < 7 hari BCG
NO KABUPATEN
PUSKESMAS L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 Ogan Komering Ulu 16 3.952 3.956 7.908 3.477 87,98 3.569 90,22 7.046 89,10 3.790 95,90 3.850 97,32 7.640 96,61

2 Ogan Komering Ilir 29 8.063 8.242 16.305 7.380 91,53 7.243 87,88 14.623 89,68 8.226 102,02 8.370 101,55 16.596 101,78

3 Muara Enim 22 6.205 6.397 12.602 5.193 83,69 5.057 79,05 10.250 81,34 6.422 103,50 6.442 100,70 12.864 102,08

4 Lahat 33 4.354 5.018 9.372 4.602 105,70 4.538 90,43 9.140 97,52 4.878 112,03 4.986 99,36 9.864 105,25

5 Musi Rawas 19 3.964 3.716 7.680 3.803 95,94 3.621 97,44 7.424 96,67 3.949 99,62 3.801 102,29 7.750 100,91

6 Musi Banyuasin 28 7.196 7.478 14.674 6.448 89,61 6.324 84,57 12.772 87,04 7.196 100,00 7.284 97,41 14.480 98,68

7 Banyuasin 31 8.252 8.297 16.549 7.216 87,45 6.982 84,15 14.198 85,79 7.797 94,49 7.568 91,21 15.365 92,85

8 OKU Selatan 19 3.016 4.522 7.538 2.343 77,69 2.166 47,90 4.509 59,82 2.567 85,11 2.328 51,48 4.895 64,94

9 OKU Timur 22 5.725 6.475 12.129 5.418 94,64 5.531 85,42 11.463 94,51 6.109 106,71 6.533 100,90 12.642 104,23

10 Ogan Ilir 25 4.636 4.630 9.266 4.586 98,92 4.590 99,14 9.176 99,03 5.086 109,71 5.089 109,91 10.175 109,81

11 Empat Lawang 9 2.431 2.679 5.110 1.878 77,25 1.983 74,02 3.861 75,56 2.217 91,20 2.367 88,35 4.584 89,71

12 PALI 7 2.990 2.093 5.083 1.668 55,79 1.733 82,80 3.401 66,91 2.016 67,42 2.072 99,00 4.088 80,42

13 Muratara 8 4.118 138 #DIV/0! 147 #DIV/0! 285 6,92 353 #DIV/0! 150 #DIV/0! 503 12,21

14 Kota Palembang 39 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00

15 Kota Prabumulih 9 1.756 2.149 3.905 1.663 94,70 2.032 94,56 3.695 94,62 1.740 99,09 2.124 98,84 3.864 98,95

16 Kota Pagar Alam 7 1.651 1.566 3.217 1.401 84,86 1.359 86,78 2.760 85,79 1.442 87,34 1.316 84,04 2.758 85,73

17 Kota Lubuk Linggau 9 2.076 1.905 3.981 1.713 82,51 1.698 89,13 3.411 85,68 1.868 89,98 1.891 99,27 3.759 94,42

JUMLAH (KAB/KOTA) 66.267 69.123 139.437 58.927 88,92 58.573 84,74 118.014 84,64 65.656 99,08 66.171 95,73 131.827 94,54

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 43

CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

BAYI DIIMUNISASI
JUMLAH BAYI
JUMLAH DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 POLIO 4a CAMPAK IMUNISASI DASAR LENGKAP
NO KABUPATEN (SURVIVING INFANT)
PUSKESMAS L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

1 Ogan Komering Ulu 16 4.178 4.127 8.305 3.236 77,45 3.193 77,37 6.429 77,41 3.647 87,29 3.624 87,81 7.271 87,55 3.631 86,91 3.611 87,50 7.242 87,20 4.406 105,46 4.471 108,34 8.877 106,89

2 Ogan Komering Ilir 29 8.063 8.242 16.305 8.172 101,35 7.969 96,69 16.141 98,99 8.402 104,20 7.987 96,91 16.389 100,52 7.963 98,76 7.782 94,42 15.745 96,57 7.519 93,25 7.460 90,51 14.979 91,87

3 Muara Enim 22 6.340 6.610 12.950 3.223 50,84 3.284 49,68 6.507 50,25 6.443 101,62 6.478 98,00 12.921 99,78 6.303 99,42 6.201 93,81 12.504 96,56 6.144 96,91 6.056 91,62 12.200 94,21

4 Lahat 33 4.354 5.018 9.372 5.050 115,99 5.200 103,63 10.250 109,37 5.012 115,11 5.134 102,31 10.146 108,26 5.033 115,59 5.120 102,03 10.153 108,33 5.021 115,32 5.108 101,79 10.129 108,08

5 Musi Rawas 19 4.231 4.067 8.298 4.016 94,92 3.851 94,69 7.867 94,81 4.016 94,92 3.851 94,69 7.867 94,81 4.289 101,37 3.994 98,21 8.283 99,82 4.229 99,95 3.935 96,75 8.164 98,39

6 Musi Banyuasin 28 7.196 7.478 14.674 7.296 101,39 7.425 99,29 14.721 100,32 7.366 102,36 7.401 98,97 14.767 100,63 7.360 102,28 7.278 97,33 14.638 99,75 7.226 100,42 7.239 96,80 14.465 98,58

7 Banyuasin 31 8.173 7.768 15.941 7.717 94,42 7.646 98,43 15.363 96,37 7.812 95,58 7.752 99,79 15.564 97,64 7.720 94,46 7.676 98,82 15.396 96,58 7.551 92,39 7.493 96,46 15.044 94,37

8 OKU Selatan 19 2.944 4.418 7.362 2.758 93,68 2.684 60,75 5.442 73,92 0 0,00 0 0,00 5.306 72,07 2.790 94,77 2.464 55,77 5.254 71,37 1.814 61,62 2.463 55,75 4.277 58,10

9 OKU Timur 22 6.963 7.337 14.300 6.548 94,04 6.694 91,24 13.231 92,52 6.402 91,94 6.807 92,78 12.982 90,78 6.247 89,72 6.555 89,34 12.885 90,10 5.939 85,29 6.247 85,14 12.186 85,22

10 Ogan Ilir 25 0 0 0 4.965 #DIV/0! 4.963 #DIV/0! 9.928 #DIV/0! 4.936 #DIV/0! 4.951 #DIV/0! 9.887 #DIV/0! 4.822 #DIV/0! 4.826 #DIV/0! 9.648 #DIV/0! 0 0,00 0 0,00 0 0,00

11 Empat Lawang 9 2.431 2.679 5.110 2.269 93,34 2.398 89,51 4.667 91,33 2.183 89,80 2.381 88,88 4.564 89,32 2.114 86,96 2.206 82,34 4.320 84,54 2.079 85,52 2.354 87,87 4.433 86,75

12 PALI 7 1.387 710 2.097 2.066 148,95 2.019 284,37 4.085 194,80 2.051 147,87 2.052 289,01 4.103 195,66 1.940 139,87 1.872 263,66 3.812 181,78 2.072 149,39 2.113 297,61 4.185 199,57

13 Muratara 8 0 0 4.585 0 0,00 0 0,00 0 0,00 153 #DIV/0! 147 #DIV/0! 300 6,54 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00

14 Kota Palembang 39 13.962 15.049 29.011 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00

15 Kota Prabumulih 9 1.806 2.202 4.008 1.738 96,23 2.125 96,50 3.863 96,38 1.738 96,23 2.124 96,46 3.862 96,36 1.745 96,62 2.131 96,78 3.876 96,71 1.339 74,14 1.552 70,48 2.891 72,13

16 Kota Pagar Alam 7 1.608 1.527 3.135 1.450 90,17 1.416 92,73 2.866 91,42 1.390 86,44 1.333 87,30 2.723 86,86 1.381 85,88 1.339 87,69 2.720 86,76 1.522 94,65 1.536 100,59 3.058 97,54

17 Kota Lubuk Linggau 9 1.860 1.803 3.663 1.632 87,74 1.650 91,51 3.282 89,60 1.651 88,76 1.613 89,46 3.264 89,11 1.631 87,69 1.659 92,01 3.290 89,82 1.606 86,34 1.640 90,96 3.246 88,62

JUMLAH (KAB/KOTA) 75.496 79.035 159.116 62.136 82,30 62.517 79,10 124.642 78,33 63.202 83,72 63.635 80,51 131.916 82,91 64.969 86,06 64.714 81,88 129.766 81,55 58.467 77,44 59.667 75,49 ###### 74,24

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Keterangan: a = khusus provinsi yang menerapkan 3 dosis polio maka diisi dengan polio 3

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 44

CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI DAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

BAYI 6-11 BULAN ANAK BALITA (12-59 BULAN) BALITA (6-59 BULAN)
JUMLAH MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A
NO KABUPATEN JUMLAH BAYI JUMLAH JUMLAH
PUSKESMAS L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P ΣƷ % Σ % Σ % L P L+P Σ % Σ % Σ % L P L+P Σ % Σ % Σ %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

1 Ogan Komering Ulu 16 4.178 4.127 8.305 1.930 46,19 1.863 45,14 3.793 45,67 12.767 12.490 25.257 12.286 96,23 11.372 91,05 23.658 93,67 16.945 16.617 33.562 14.216 83,89 13.235 79,65 27.451 81,79

2 Ogan Komering Ilir 29 8.646 8.256 16.902 4.410 51,01 4.435 53,72 8.845 52,33 35.029 33.130 68.159 29.334 83,74 28.936 87,34 58.270 85,49 43.675 41.386 85.061 33.744 77,26 33.371 80,63 67.115 78,90

3 Muara Enim 22 6.340 6.610 12.950 3.291 51,91 3.354 50,74 6.645 51,31 26.264 26.253 52.517 22.038 83,91 22.360 85,17 44.398 84,54 32.604 32.863 65.467 25.329 77,69 25.714 78,25 51.043 77,97

4 Lahat 33 5.237 5.670 10.907 4.972 94,94 5.053 89,12 10.025 91,91 9.689 9.940 19.629 18.201 187,85 19.003 191,18 37.204 189,54 13.469 13.768 27.237 14.661 108,85 24.056 174,72 38.717 142,15

5 Musi Rawas 19 2.531 2.453 4.984 2.107 83,25 2.081 84,83 4.188 84,03 18.541 18.533 37.074 13.612 73,42 13.879 74,89 27.491 74,15 21.072 20.986 42.058 15.719 74,60 15.960 76,05 31.679 75,32

6 Musi Banyuasin 28 8.434 9.144 17.578 7.461 88,46 8.024 87,75 15.485 88,09 28.128 29.021 57.149 23.781 84,55 24.122 83,12 47.903 83,82 36.562 38.165 74.727 35.589 97,34 32.146 84,23 67.735 90,64

7 Banyuasin 31 8.173 7.768 15.941 3.709 45,38 3.591 46,23 7.300 45,79 34.925 33.940 68.865 31.116 89,09 30.361 89,45 61.477 89,27 43.098 41.708 84.806 34.825 80,80 33.952 81,40 68.777 81,10

8 OKU Selatan 19 1.581 1.432 3.013 1.444 91,33 1.330 92,88 2.774 92,07 17.533 15.844 33.377 14.233 81,18 13.804 87,12 28.037 84,00 19.114 17.276 36.390 18.977 99,28 15.134 87,60 34.111 93,74

9 OKU Timur 22 6.594 6.856 13.351 4.184 63,45 4.337 63,26 8.521 63,82 26.953 30.031 57.387 24.783 91,95 27.542 91,71 52.325 91,18 33.541 36.887 69.659 30.003 89,45 30.732 83,31 58.966 84,65

10 Ogan Ilir 25 4.698 5.050 9.748 4.339 92,36 4.569 90,48 8.908 91,38 15.325 16.888 32.213 13.181 86,01 14.151 83,79 27.332 84,85 20.023 21.938 41.961 17.520 87,50 18.720 85,33 36.240 86,37

11 Empat Lawang 9 3.877 4.820 8.697 3.837 98,97 4.430 91,91 8.267 95,06 12.916 14.978 25.502 20.300 157,17 21.399 142,87 41.699 163,51 17.693 18.894 36.587 17.693 100,00 18.894 100,00 36.587 100,00

12 PALI 7 1.307 1.309 2.616 1.180 90,28 1.147 87,62 2.327 88,95 8.950 9.744 18.694 7.909 88,37 8.088 83,00 15.997 85,57 10.257 11.053 21.310 10.130 98,76 9.232 83,52 19.362 90,86

13 Muratara 8 1.217 1.325 2.542 909 74,69 1.048 79,09 1.957 76,99 8.421 9.954 18.375 11.733 139,33 7.565 76,00 19.298 105,02 9.638 11.279 20.917 9.330 96,80 8.613 76,36 17.943 85,78

14 Kota Palembang 39 7.150 7.925 15.075 6.801 95,12 7.587 95,74 14.388 95,44 58.027 61.170 119.197 55.447 95,55 57.839 94,55 113.286 95,04 65.177 69.095 134.272 62.248 95,51 65.426 94,69 127.674 95,09

15 Kota Prabumulih 9 1.912 2.348 4.260 1.881 98,38 1.911 81,39 3.792 89,01 8.350 10.467 18.817 7.491 89,71 8.874 84,78 16.365 86,97 10.262 12.815 23.077 10.231 99,70 10.785 84,16 21.016 91,07

16 Kota Pagar Alam 7 862 868 1.730 774 89,79 780 89,86 1.554 89,83 10.769 8.612 19.381 9.712 90,18 7.668 89,04 17.380 89,68 11.631 9.480 21.111 11.543 99,24 8.448 89,11 19.991 94,69

17 Kota Lubuk Linggau 9 1.206 1.244 2.450 1.041 86,32 1.085 87,22 2.126 86,78 9.384 9.763 19.147 7.925 84,45 8.308 85,10 16.233 84,78 10.590 11.007 21.597 8.279 78,18 8.796 79,91 17.075 79,06

JUMLAH (KAB/KOTA) 73.943 77.205 151.049 54.270 73,39 56.625 73,34 110.895 73,42 341.971 350.758 690.740 323.082 94,48 325.271 92,73 648.353 93,86 415.351 425.217 839.799 370.037 89,09 373.214 87,77 741.482 88,29

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Keterangan: Pelaporan pemberian vitamin A dilakukan pada Februari dan Agustus, maka perhitungan bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A dalam setahun
dihitung dengan mengakumulasi bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A di bulan Februari dan yang mendapat vitamin A di bulan Agustus

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 45

JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

ANAK 0-23 BULAN (BADUTA)


JUMLAH JUMLAH BADUTA DITIMBANG BGM
NO KABUPATEN
PUSKESMAS DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 Ogan Komering Ulu 16 9.496 9.343 18.839 6.904 6.679 13.583 72,70 71,49 72,10 59 0,85 102 1,53 161 1,19
2 Ogan Komering Ilir 29 22.456 22.603 45.059 15.222 15.135 30.357 67,79 66,96 67,37 148 0,97 165 1,09 313 1,03

3 Muara Enim 22 15.551 15.966 31.517 12.886 12.998 25.884 82,86 81,41 82,13 125 0,97 133 1,02 258 1,00

4 Lahat 33 7.119 7.323 14.442 6.464 6.584 13.048 90,80 89,91 90,35 3 0,05 15 0,23 18 0,14

5 Musi Rawas 19 10.205 9.877 20.082 7.602 7.876 15.478 74,49 79,74 77,07 71 0,93 127 1,61 198 1,28

6 Musi Banyuasin 28 17.161 17.895 35.056 12.443 12.871 25.314 72,51 71,93 72,21 149 1,20 192 1,49 341 1,35
7 Banyuasin 31 16.722 15.990 32.712 13.192 15.168 28.360 78,89 94,86 86,70 13 0,10 16 0,11 29 0,10

8 OKU Selatan 19 10.967 9.918 20.885 9.340 8.700 18.040 85,16 87,72 86,38 1 0,01 3 0,03 4 0,02
9 OKU Timur 22 29.508 31.590 61.098 24.849 26.608 51.457 84,21 84,23 84,22 43 0,17 62 0,23 105 0,20
10 Ogan Ilir 25 10.175 10.603 20.778 6.386 7.222 13.608 62,76 68,11 65,49 59 0,92 87 1,20 146 1,07

11 Empat Lawang 9 8.283 8.527 16.810 5.171 9.217 14.388 62,43 108,09 85,59 14 0,27 12 0,13 26 0,18

12 PALI 7 3.177 3.423 6.600 8.374 3.482 11.856 263,58 101,72 179,64 55 0,66 66 1,90 121 1,02
13 Muratara 8 0 7.776 8.297 16.073 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 1 0,01 0 0,00 1 0,01

14 Kota Palembang 39 30.278 32.204 62.482 27.215 28.587 55.802 89,88 88,77 89,31 158 0,58 271 0,95 429 0,77
15 Kota Prabumulih 9 5.610 6.865 12.475 4.880 5.701 10.581 86,99 83,04 84,82 10 0,20 11 0,19 21 0,20

16 Kota Pagar Alam 7 6.945 5.240 12.185 5.991 4.620 10.611 86,26 88,17 87,08 23 0,38 23 0,50 46 0,43

17 Kota Lubuk Linggau 9 5.031 5.511 10.542 4.116 4.353 8.469 81,81 78,99 80,34 37 0,90 45 1,03 82 0,97

JUMLAH (KAB/KOTA) 208.684 212.878 421.562 178.811 184.098 362.909 85,69 86,48 86,09 969 0,54 1.330 0,72 2.299 0,63

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 46

CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

ANAK BALITA (12-59 BULAN)


JUMLAH MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI)
NO KABUPATEN JUMLAH
PUSKESMAS L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Ogan Komering Ulu 16 12.767 12.036 24.803 13.275 103,98 13.218 109,82 26.493 106,81

2 Ogan Komering Ilir 29 33.396 32.455 65.851 22.445 67,21 22.251 68,56 44.696 67,87

3 Muara Enim 22 32.492 33.617 66.109 30.235 93,05 30.137 89,65 60.372 91,32

4 Lahat 33 9.689 9.940 19.629 0 0,00 0 0,00 0 0,00

5 Musi Rawas 19 18.541 18.533 37.074 10.211 55,07 10.091 54,45 20.302 54,76

6 Musi Banyuasin 28 28.128 29.021 61.930 0,00 0,00 50.370 81,33

7 Banyuasin 31 35.081 34.041 69.122 30.680 87,45 30.024 88,20 60.704 87,82

8 OKU Selatan 19 17.533 15.844 33.377 12.210 69,64 11.825 74,63 24.035 72,01

9 OKU Timur 22 26.829 33.049 59.878 17.842 66,50 20.005 60,53 37.862 63,23

10 Ogan Ilir 25 15.325 16.888 32.213 13.180 86,00 13.688 81,05 26.868 83,41

11 Empat Lawang 9 12.633 13.242 25.875 6.984 55,28 6.942 52,42 13.926 53,82

12 PALI 7 8.950 9.744 18.694 7.767 86,78 7.898 81,06 15.665 83,80

13 Muratara 8 9.604 9.954 19.558 0 0,00 0 0,00 0 0,00

14 Kota Palembang 39 57.932 60.988 118.920 53.925 93,08 56.252 92,23 110.177 92,65

15 Kota Prabumulih 9 8.350 10.467 18.817 7.594 90,95 9.659 92,28 17.253 91,69

16 Kota Pagar Alam 7 10.769 8.612 19.381 7.709 71,59 7.612 88,39 15.321 79,05

17 Kota Lubuk Linggau 9 9.824 10.498 20.322 6.744 68,65 6.920 65,92 13.664 67,24

JUMLAH (KAB/KOTA) 347.843 358.929 711.553 240.801 69,23 246.522 68,68 537.708 75,57

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 47

JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

BALITA
JUMLAH JUMLAH BALITA DILAPORKAN DITIMBANG BGM
NO KABUPATEN
PUSKESMAS (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 Ogan Komering Ulu 16 16.945 16.617 33.562 15.058 14.683 29.741 88,86 88,36 88,62 154 1,02 203 1,38 357 1,20

2 Ogan Komering Ilir 29 43.597 43.475 87.072 26.576 26.197 52.773 60,96 60,26 60,61 259 0,97 306 1,17 565 1,07

3 Muara Enim 22 32.600 33.348 65.948 24.439 25.116 49.555 74,97 75,31 75,14 142 0,58 172 0,68 314 0,63

4 Lahat 33 13.469 13.768 27.237 11.261 11.484 22.745 83,61 83,41 83,51 11 0,10 19 0,17 30 0,13

5 Musi Rawas 19 23.504 23.101 46.605 15.263 15.746 31.009 64,94 68,16 66,54 118 0,77 154 0,98 272 0,88

6 Musi Banyuasin 28 34.908 36.194 71.102 22.507 23.107 45.614 64,47 63,84 64,15 149 0,66 192 0,83 341 0,75

7 Banyuasin 31 42.099 44.441 86.540 34.472 33.533 68.005 81,88 75,46 78,58 6 0,02 14 0,04 20 0,03

8 OKU Selatan 19 21.488 19.424 40.912 17.299 16.413 33.712 80,51 84,50 82,40 1 0,01 6 0,04 7 0,02

9 OKU Timur 22 54.896 61.548 116.444 46.208 51.956 98.164 84,17 84,42 84,30 64 0,14 117 0,23 181 0,18

10 Ogan Ilir 25 20.585 20.587 41.172 13.180 13.688 26.868 64,03 66,49 65,26 81 0,61 110 0,80 191 0,71

11 Empat Lawang 9 31.605 36.069 67.674 23.984 27.805 51.789 75,89 77,09 76,53 6 0,03 3 0,01 9 0,02

12 PALI 7 10.257 11.053 21.310 4.475 4.442 8.917 43,63 40,19 41,84 23 0,51 35 0,79 58 0,65

13 Muratara 8 9.604 9.604 7.776 8.297 16.073 80,97 #DIV/0! 167,36 0,00 0,00 127 0,79

14 Kota Palembang 39 71.858 75.801 147.659 64.115 66.870 130.985 89,22 88,22 88,71 264 0,41 346 0,52 610 0,47

15 Kota Prabumulih 9 10.458 12.768 23.226 8.717 10.155 18.872 83,35 79,53 81,25 19 0,22 30 0,30 49 0,26

16 Kota Pagar Alam 7 12.420 10.098 22.518 10.925 9.042 19.967 87,96 89,54 88,67 39 0,36 40 0,44 79 0,40

17 Kota Lubuk Linggau 9 11.637 11.047 22.684 8.751 8.135 16.886 75,20 73,64 74,44 33 0,38 32 0,39 65 0,38

JUMLAH (KAB/KOTA) 461.930 469.339 931.269 355.006 366.669 721.675 76,85 78,12 77,49 1.369 0,39 1.779 0,49 3.275 0,45

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 48

CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

KASUS BALITA GIZI BURUK


JUMLAH MENDAPAT PERAWATAN
NO KABUPATEN JUMLAH DITEMUKAN
PUSKESMAS L P L+P
L P L+P Σ % Σ % Σ %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Ogan Komering Ulu 16 7 8 15 7 100,0 8 100,0 15 100,0
2 Ogan Komering Ilir 29 5 4 9 5 100,0 4 100,0 9 100,0
3 Muara Enim 22 1 2 3 1 100,0 2 100,0 3 100,0
4 Lahat 33 3 7 10 0 0,0 0 0,0 0 0,0
5 Musi Rawas 19 28 15 43 28 100,0 15 100,0 43 100,0
6 Musi Banyuasin 28 3 3 6 3 100,0 3 100,0 6 100,0
7 Banyuasin 31 7 7 14 7 100,0 7 100,0 14 100,0
8 OKU Selatan 19 2 6 8 2 100,0 6 100,0 8 100,0
9 OKU Timur 22 21 47 68 21 100,0 45 95,7 66 97,1
10 Ogan Ilir 25 12 10 22 12 100,0 10 100,0 22 100,0
11 Empat Lawang 9 5 4 9 5 100,0 4 100,0 9 100,0
12 PALI 7 3 8 11 3 100,0 8 100,0 11 100,0
13 Muratara 8 38 #DIV/0! #DIV/0! 38 100,0
14 Kota Palembang 39 9 5 14 9 100,0 5 100,0 14 100,0
15 Kota Prabumulih 9 0 1 1 0 0,0 1 100,0 1 100,0
16 Kota Pagar Alam 7 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
17 Kota Lubuk Linggau 9 1 - 1 1 100,0 0 0,0 1 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 107 127 272 104 97,2 118 92,9 260 95,6

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 49

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT


SD DAN SETINGKAT
MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN)
JUMLAH JUMLAH
NO KABUPATEN L P L+P MENDAPAT
PUSKESMAS PELAYANAN
JUMLAH %
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % KESEHATAN
(PENJARINGAN)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Ogan Komering Ulu 16 17.321 #DIV/0! #DIV/0! 6.512 37,60 177 #DIV/0!
2 Ogan Komering Ilir 29 9.231 8.853 18.084 9.231 100,00 8.853 100,00 18.084 100,00 524 524 100,00
3 Muara Enim 22 6.119 5.994 12.113 6.061 99,05 5.930 98,93 11.991 98,99 405 371 91,60
4 Lahat 33 4.283 3.818 8.101 3.211 74,97 2.979 78,03 6.190 76,41 318 231 72,64
5 Musi Rawas 19 8.393 4.142 #DIV/0! 3.707 #DIV/0! 7.849 93,52 0 0 0,00
6 Musi Banyuasin 28 8.188 8.097 16.285 6.844 83,59 6.606 81,59 13.450 82,59 469 469 100,00
7 Banyuasin 31 9.600 8.664 18.264 9.192 95,75 8.285 95,63 17.477 95,69 18.264 17.477 95,69
8 OKU Selatan 19 0 0 6.926 0 0,00 0 0,00 0 0,00 8.350 2.594 31,07
9 OKU Timur 22 6.999 6.900 13.899 6.549 93,57 6.451 93,49 13.000 93,53 15.778 6.590 41,77
10 Ogan Ilir 25 8.809 #DIV/0! #DIV/0! 8.480 96,27 278 278 100,00
11 Empat Lawang 9 3.466 3.355 6.821 1.944 56,09 1.780 53,06 3.724 54,60 191 138 72,25
12 PALI 7 13.933 13.144 27.077 2.574 18,47 2.288 17,41 4.862 17,96 4.862 252 5,18
13 Muratara 8 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0!
14 Kota Palembang 39 16.708 15.453 32.161 16.708 100,00 15.453 100,00 32.161 100,00 32.161 32.161 100,00
15 Kota Prabumulih 9 2.509 2.181 4.690 1.931 76,96 1.954 89,59 3.885 82,84 105 105 100,00
16 Kota Pagar Alam 7 1.070 1.090 2.160 1.070 100,00 1.090 100,00 2.160 100,00 92 92 100,00
17 Kota Lubuk Linggau 9 2.375 2.216 4.591 2.255 94,95 2.153 97,16 4.408 96,01 102 101 99,02

JUMLAH (KAB/KOTA) 84.481 79.765 205.695 71.712 84,89 67.529 84,66 154.233 74,98 81.899 61.560 75,17
CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT 84,89 84,66 74,98

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 50

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT


JUMLAH
NO KABUPATEN PENCABUTAN GIGI RASIO TUMPATAN/
PUSKESMAS TUMPATAN GIGI TETAP
TETAP PENCABUTAN
1 2 3 4 5 6
1 Ogan Komering Ulu 16 65 1.417 0,05
2 Ogan Komering Ilir 29 2.308 6.903 0,33
3 Muara Enim 22 164 1.616 0,10
4 Lahat 33 54 111 0,49
5 Musi Rawas 19 402 428 0,94
6 Musi Banyuasin 28 24 2.019 0,01
7 Banyuasin 31 376 350 1,07
8 OKU Selatan 19 105 526 0,20
9 OKU Timur 22 140 1.610 0,09
10 Ogan Ilir 25 1.621 3.932 0,41
11 Empat Lawang 9 0 832 0,00
12 PALI 7 69 1.327 0,05
13 Muratara 8 #DIV/0!
14 Kota Palembang 39 15.178 16.118 0,94
15 Kota Prabumulih 9 120 578 0,21
16 Kota Pagar Alam 7 178 561 0,32
17 Kota Lubuk Linggau 9 63 2.106 0,03

JUMLAH (KAB/ KOTA) 20.867 40.434 0,52

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 51

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

UPAYA KESEHATAN GIGI SEKOLAH

JUMLAH JUMLAH JUMLAH JUMLAH MURID SD/MI MURID SD/MI DIPERIKSA PERLU PERAWATAN MENDAPAT PERAWATAN
NO KABUPATEN JUMLAH SD/MI DGN SD/MI
PUSKESMAS % %
SD/MI SIKAT GIGI MENDAPAT
MASSAL YAN. GIGI L P L+P L % P % L+P % L P L+P L % P % L+P %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

1 Ogan Komering Ulu 16 #DIV/0! 1.328 #DIV/0! - #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! 1.611 #DIV/0! #DIV/0! 1.865 115,8

2 Ogan Komering Ilir 29 524 303 57,8 524 100,0 46.716 44.770 94.390 19.023 40,7 18.405 41,1 37.428 39,7 7.661 7.041 14.702 7.424 96,9 6.757 96,0 14.181 96,5

3 Muara Enim 22 405 - 0,0 371 91,6 35.360 34.673 70.033 6.061 17,1 5.930 17,1 11.991 17,1 769 810 1.579 379 49,3 381 47,0 760 48,1

4 Lahat 33 20 - 0,0 - 0,0 974 1.012 1.986 - 0,0 - 0,0 - 0,0 - - - - 0,0 - 0,0 - 0,0

5 Musi Rawas 19 - - 0,0 - 0,0 - - - - 0,0 - 0,0 - 0,0 - - - - 0,0 - 0,0 - 0,0

6 Musi Banyuasin 28 469 108 23,0 182 38,8 8.186 8.095 16.281 6.845 83,6 6.600 81,5 13.445 82,6 3.115 3.347 6.462 2.608 83,7 2.915 87,1 5.523 85,5

7 Banyuasin 31 596 286 48,0 449 75,3 9.600 8.664 18.264 8.005 83,4 7.221 83,3 15.226 83,4 158 147 305 53 33,5 49 33,3 102 33,4

8 OKU Selatan 19 124 - 0,0 - 0,0 - - - - #DIV/0! #DIV/0! 1.287 #DIV/0! - - - - #DIV/0! - #DIV/0! 1.287 #DIV/0!

9 OKU Timur 22 510 197 38,6 4.216 826,7 19.924 18.461 38.385 13.089 65,7 11.997 65,0 25.086 65,4 4.984 3.734 8.718 3.038 61,0 2.949 79,0 5.987 68,7

10 Ogan Ilir 25 263 0 0,0 21 8,0 21.998 21.001 42.999 1.442 6,6 1.393 6,6 2.835 6,6 569 570 1.139 310 54,5 302 53,0 612 53,7

11 Empat Lawang 9 132 50 37,9 26 19,7 - - - - 0,0 - 0,0 - 0,0 - - - - 0,0 - 0,0 - 0,0

12 PALI 7 109 45 41,3 109 100,0 13.933 13.144 27.077 2.574 18,5 2.288 17,4 4.862 18,0 2.265 1.916 4.181 2.106 93,0 1.804 94,2 3.910 93,5

13 Muratara 8 73 0,0 0,0 - #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0!

14 Kota Palembang 39 450 379 84,2 390 86,7 77.361 73.180 150.541 28.334 36,6 26.544 36,3 54.878 36,5 15.188 18.129 33.317 9.457 62,3 9.948 54,9 19.405 58,2

15 Kota Prabumulih 9 105 38 36,2 87 82,9 8.120 7.408 15.528 2.153 26,5 1.862 25,1 4.015 25,9 8.282 385 9.397 186 2,2 170 44,2 356 3,8

16 Kota Pagar Alam 7 92 55 59,8 75 81,5 5.274 6.400 11.674 1.051 19,9 1.642 25,7 2.693 23,1 570 1.036 1.606 149 26,1 144 13,9 293 18,2

17 Kota Lubuk Linggau 9 101 83 82,2 92 91,1 11.348 10.920 22.268 5.977 52,7 5.597 51,3 11.574 52,0 2.291 2.154 4.445 1.284 56,0 1.153 53,5 2.437 54,8

JUMLAH (KAB/ KOTA) 3.973 1.544 38,9 7.870 198,1 258.794 247.728 509.426 94.554 36,5 89.479 36,1 185.320 36,4 45.852 39.269 87.462 26.994 58,9 26.572 67,7 56.718 64,8

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 52

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

USILA (60TAHUN+)
JUMLAH
NO KABUPATEN
PUSKESMAS JUMLAH MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN
L P L+P L % P % L+P %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Ogan Komering Ulu 16 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
2 Ogan Komering Ilir 29 23.839 24.615 48.454 19.565 82,07 19.854 80,66 39.420 81,35
3 Muara Enim 22 28.500 28.104 56.604 7.040 24,70 9.069 32,27 16.109 28,46
4 Lahat 33 2.897 2.931 8.176 0 - 0 - 2.506 30,65
5 Musi Rawas 19 41.274 40.701 81.975 2.744 6,65 3.519 8,65 6.263 7,64
6 Musi Banyuasin 28 26.094 26.072 52.166 16.287 62,42 15.799 60,60 32.086 61,51
7 Banyuasin 31 30.304 28.497 58.801 23.340 77,02 21.832 76,61 45.172 76,82
8 OKU Selatan 19 3.884 3.710 7.594 0 - 0 - 5.338 70,29
9 OKU Timur 22 31.913 33.055 64.968 17.636 55,26 17.100 51,73 35.016 53,90
10 Ogan Ilir 25 12.896 13.529 26.425 6.945 53,85 7.336 54,22 14.281 54,04
11 Empat Lawang 9 4.610 4.877 9.487 3.522 76,40 3.726 76,40 7.248 76,40
12 PALI 7 3.963 5.408 9.371 7.788 196,52 9.043 167,22 16.831 179,61
13 Muratara 8 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
14 Kota Palembang 39 62.311 66.686 128.997 41.360 66,38 50.541 75,79 91.901 71,24
15 Kota Prabumulih 9 4.847 5.932 10.779 4.656 96,06 5.691 95,94 10.347 95,99
16 Kota Pagar Alam 7 4.395 4.184 8.579 3.764 85,64 3.634 86,85 6.842 79,75
17 Kota Lubuk Linggau 9 8.715 10.054 18.769 3.869 44,39 4.549 45,25 8.418 44,85

JUMLAH (KAB/KOTA) 290.442 298.355 591.145 158.516 54,58 171.693 57,55 337.778 57,14

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 53

CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

PESERTA JAMINAN KESEHATAN


NO JENIS JAMINAN KESEHATAN JUMLAH %
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8

1 Jaminan Kesehatan Nasional 0 0 3.420.520 0,00 0,00 42,93

1.1 Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN 1.997.635 0,00 0,00 25,07

1.2 PBI APBD 287.105 0,00 0,00 3,60

1.3 Pekerja penerima upah (PPU) 587.432 0,00 0,00 7,37

1.4 Pekerja bukan penerima upah (PBPU)/mandiri 205.265 0,00 0,00 2,58

1.5 Bukan pekerja (BP) 147.032 0,00 0,00 1,85

2 Jamkesda 2.120.551 0,00 0,00 26,62

3 Asuransi Swasta 146.780 0,00 0,00 1,84

4 Asuransi Perusahaan 87.191 0,00 0,00 1,09

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 5.578.991 0,00 0,00 70,02

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 54

JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH KUNJUNGAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA


NO SARANA PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Ogan Komering Ulu 98.494 688 393 187 580
2 Ogan Komering Ilir 430.062 4.446 417 215 632
3 Muara Enim 103.220 126.979 230.199 396 591 987 4.154 1.841 5.995
4 Lahat 21.894 0 0 0 243 76 319
5 Musi Rawas 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 Musi Banyuasin 616 258 874 0 0 0 616 258 874
7 Banyuasin 118.993 134.684 284.877 581 667 1.370 462 299 761
8 OKU Selatan 0 0 21.653 0 0 347 0 0 0
9 OKU Timur 48.659 53.067 104.200 1.990 2.488 4.478 224 154 378
10 Ogan Ilir 0 0 0 0 0 0 1.352 703 2.055
11 Empat Lawang 67 34 101 0 0 0 0 0 0
12 PALI 89.326 151 188 339 1.288 761 2.049
13 Muratara 20.932 176 0 0 0
14 Kota Palembang 544.909 778.785 1.323.694 186 379 565 707 586 1.293
15 Kota Prabumulih 33.328 27.248 60.576 26 21 47 127 90 217
16 Kota Pagar Alam 3.955 4.255 32.597 37 25 2.224 247 81 328
17 Kota Lubuk Linggau 41.219 50.612 91.831 129 121 250 24 20 44
SUB JUMLAH I 894.966 1.175.922 2.811.310 3.496 4.480 15.917 10.254 5.271 15.525
1 RSUD K.AGUNG 0 7.714 7.714 0 6.047 6.047 0 0 0
2 RS Dr Sobirin 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 RS Muara Beliti 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 RS KUSTA SUNGAI KUNDUR 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 RSUD BANYUASIN 7.589 12.311 19.900 5.243 0 0 0
6 RSUD LAHAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 RS DKT 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 RS Siti Aisyah 6.159 7.832 13.991 4.505 5.724 10.229 0 0 0
9 RS. AR BUNDA 23.124 25.631 48.755 5.986 4.678 10.664 0 0 0
10 RS Tentara (DKT) 1.129 1.578 2.707 112 211 323 0 0 0
11 RS IBU & ANAK DWI SARI 0 300 300 0 356 356 0 0 0
12 RSD Besemah 48.836 10.735 0 0 0
13 RS Dr. Moehammad Hoesin 132.683 151.410 284.093 15.773 18.852 34.625 0 0 0
14 RS Ernaldi Bahar 0 0 0 0 0 0 0 0 0
15 RS Mata Prov. Sumsel 0 0 0 0 0 0 0 0 0
16 RS Paru Prov. Sumsel 0 0 0 0 0 0 0 0 0
17 RSUD BARI 19.688 25.519 45.207 4.713 7.431 12.144 227 108 335
18 RS Dr. A.K Gani 0 0 0 0 0 0 0 0 0
19 RS Bhayangkara 25.641 22.031 47.672 5.051 11.749 16.800 209 124 333
20 RS Pertamina 4.405 4.500 8.905 2.000 3.905 5.905 89 54 143
21 RS Pusri 36.053 71.495 107.548 5.893 10.322 16.215 0 0 0
22 RS Pelabuhan 24.306 27.096 51.402 4.166 6.973 11.139 0 0 0
23 RSI Siti Khadijah 58.499 58.482 116.981 5.835 11.676 17.511 396 385 781
24 RS Muhammadiyah 41.449 68.721 110.170 49.173 72.856 122.029 231 517 748
25 RS RK Charitas 0 0 0 0 0 0 0 0 0
26 RS Myria 0 0 0 0 9.979 9.979 0 0 0
27 RS Bunda 0 0 0 0 10.168 10.168 0 0 0
28 RS Siloam 0 0 0 4.108 7.831 11.939 0 0 0
29 RS Karya Asih 0 0 0 0 0 0 0 0 0
30 RSB Tiara Fatrin 1.031 12.954 13.985 1.734 1.737 3.471 0 0 0
31 RSAB YK Madira 0 0 0 0 0 0 0 0 0
32 RSB Rika Amelia 209 5.031 5.240 491 497 988 0 0 0
33 RSAB Widiyanti 0 0 0 298 780 1.078 0 0 0
34 RSB Azzahra 0 0 0 0 21 21 0 0 0
35 RS Sriwijaya Eye Center 0 0 0 0 1.090 1.090 0 0 0
36 RSIA Marisa 0 0 0 0 0 0 0 0 0
37 RSB Trinanda 4.002 7.013 11.015 219 225 444 0 0 0
38 RS Hermina 0 0 0 0 0 0 0 0 0
39 RSIA Graha Mandiri 204 388 592 72 102 174 0 0 0

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


JUMLAH KUNJUNGAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA
NO SARANA PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
40 RSK Gigi Mulut Pemprov Sumsel 0 0 0 0 0 0 0 0 0
41 RSK Bedah Medika Insani 0 0 0 0 101 101 0 0 0
42 RSIA Siti Mirza 0 0 0 0 4.091 4.091 0 0 0
43 RSIA Bunda Noni 298 1.584 1.882 100 124 224 0 0 0
44 RS Ar_Rasyid 71 158 229 26 32 58 0 0 0
45 RSUD SEKAYU 93.815 14.579 0 0 0
46 RS. BAYUNG LENCIR 0 0 0 0 0 0 0 0 0
47 RS. SUNGAI LILIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
48 RSUD PRABUMULIH 41.251 0 0 11.348 0 0 0
49 RS AR.BUNDA 0 0 0 0 0 0 0 0 0
50 RS PERTAMEDIKA 3.168 3.174 6.342 3.602 4.585 8.187 0 0 0
51 RS FADHILLAH 2.332 2.520 4.852 2.053 2.232 4.285 0 0 0
52 RSUD Tebing Tinggi 8.057 7.929 15.986 1.108 1.350 2.458 0 0 0
53 RSUD OKUT 10.367 9.350 19.717 2.713 933 3.646 113 100 213
54 RSUD Martapura 6.312 4.207 10.519 1.245 830 2.075 0 0 0
55 RS Bakti Panti Ningsih 9.500 14.620 24.120 2.639 3.607 6.246 20 35 55
56 RS Islam At Taqwa 0 0 0 0 0 0 0 0 0
57 RS Ibu dan Anak OKU Timur 0 0 0 0 0 0 0 0 0
58 RSUD OGAN ILIR 0 0 0 0 0 0 0 0 0
59 RS. MAHYU ZAHRA 0 0 0 0 0 0 0 0 0
60 RS TALANG UBI 648 648 1.296 154 167 321 0 0 0
61 RSUD HM Rabain 73.046 17.368 0 0 0
62 RS Bukit Asam 32.756 29.733 62.489 1.200 1.289 2.489 11 11 22
63 RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo 18.849 21.041 39.890 5.948 8.441 14.389 72 101 173
64 RS dr. Noesmir 4.795 6.784 11.579 844 2.422 3.266 0 0 0
65 RS ST Antonio 17.828 17.430 35.258 3.402 3.125 6.527 0 0 0
66 RSUD Rupit 20.932 0 0 176 0 0 0
67 RSUD MUARADUA 1.659 2.610 4.269 688 538 1.226 0 0 0
68 Rumkitban 02.09.01 TNI AD 972 828 1.800 0 0 0 0 0 0

SUB JUMLAH II 501.152 629.184 1.408.216 135.163 226.539 421.151 1.368 1.435 2.803
1 Klinik Enggal Saras 4.283 3.549 7.832 427 497 924 85 80 165
2 Poliklinik Polri 2.600 1.000 3.600 0 0 0 0 0 0
3 KLINIK PRATAMA AL LAIL 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 AKBID PEMKAB MUARA ENIM 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 DINAS KESEHATAN KAB. MUARA ENIM 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 Gudang Farmasi Kesehatan KAB.ME 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 Lab Kesehatan Daerah KAB. ME 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 UPT FARMASI Banyuasin 0 0 0 0 0 0 0 0 0
9 Dinas Kesehatan Kab OKU Selatan 0 0 0 0 0 0 0 0 0
10 Dinas Kesehatan Kab Musi Rawas 0 0 0 0 0 0 0 0 0

SUB JUMLAH III 6.883 4.549 11.432 427 497 924 85 80 165
JUMLAH (KAB/KOTA) 1.403.001 1.809.655 4.230.958 139.086 231.516 437.992 11.707 6.786 18.493
JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA 4.005.786 3.961.522 7.967.307 4.005.786 3.961.522 7.967.307
CAKUPAN KUNJUNGAN (%) 35,0 45,7 53,1 3,5 5,8 5,5

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Catatan: Puskesmas non rawat inap hanya melayani kunjungan rawat jalan

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 55

ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

PASIEN KELUAR (HIDUP + PASIEN KELUAR MATI


JUMLAH PASIEN KELUAR MATI GDR NDR
NO NAMA RUMAH SAKITa MATI) ≥ 48 JAM DIRAWAT
TEMPAT TIDUR
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 RSUD K.AGUNG 203 13.378 533 241 #DIV/0! #DIV/0! 39,84 #DIV/0! #DIV/0! 18,01
2 RS Dr Sobirin 158 12.041 631 210 #DIV/0! #DIV/0! 52,40 #DIV/0! #DIV/0! 17,44
3 RS Muara Beliti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 RS KUSTA SUNGAI KUNDUR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 RSUD BANYUASIN 98 5.444 201 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 36,92 #DIV/0! #DIV/0! -
6 RSUD LAHAT 182 4.807 6.526 11.333 158 207 365 56 73 129 32,87 31,72 32,21 11,65 11,19 11,38
7 RS DKT - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
8 RS Siti Aisyah 121 4.147 5.099 9.246 202 258 460 93 119 212 48,81 50,52 49,75 22,43 23,34 22,93
9 RS. AR BUNDA 168 3.928 5.216 9.144 106 95 201 56 43 99 26,99 18,21 21,98 14,26 8,24 10,83
10 RS Tentara (DKT) 14 112 211 323 3 2 5 0 1 1 0,30 0,20 0,50
11 RS IBU & ANAK DWI SARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
12 RSD Besemah 173 10.697 564 315 #DIV/0! #DIV/0! 52,73 #DIV/0! #DIV/0! 29,45
13 RS Dr. Moehammad Hoesin 969 15.381 18.628 34.009 1.372 1.142 2.514 707 569 1.276 89,20 61,31 73,92 45,97 30,55 37,52
14 RS Ernaldi Bahar 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
15 RS Mata Prov. Sumsel 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
16 RS Paru Prov. Sumsel 33 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
17 RSUD BARI 320 15.085 672 412 #DIV/0! #DIV/0! 44,55 #DIV/0! #DIV/0! 27,31
18 RS Dr. A.K Gani 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
19 RS Bhayangkara 146 6.698 5.051 11.749 13 18 31 9 8 17 1,94 3,56 2,64 1,34 1,58 1,45
20 RS Pertamina 50 2.768 63 74 137 17 45 62 #DIV/0! #DIV/0! 49,49 #DIV/0! #DIV/0! 22,40
21 RS Pusri 139 4.429 5.839 10.268 162 115 277 70 58 128 36,58 19,70 26,98 15,80 9,93 12,47
22 RS Pelabuhan 70 2.807 4.166 6.973 65 49 114 23 17 40 23,16 11,76 16,35 8,19 4,08 5,74
23 RSI Siti Khadijah 210 5.528 5.525 11.053 313 310 623 159 114 273 56,62 56,11 56,36 28,76 20,63 24,70
24 RS Muhammadiyah 215 7.841 10.373 18.214 206 228 434 92 117 209 26,27 21,98 23,83 11,73 11,28 11,47
25 RS RK Charitas 356 11.195 12.671 23.866 402 320 722 170 210 380 35,91 25,25 30,25 15,19 16,57 15,92
26 RS Myria 108 108 9.966 239 108 0 #DIV/0! 23,98 0 #DIV/0! 10,84
27 RS Bunda 131 10.082 6 2 #DIV/0! #DIV/0! 0,60 #DIV/0! #DIV/0! 0,20
28 RS Siloam 135 0 0 0 56 36 92 41 30 71 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
29 RS Karya Asih 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
30 RSB Tiara Fatrin 25 3 1.733 1.736 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
31 RSAB YK Madira 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
32 RSB Rika Amelia 25 6 491 497 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
33 RSAB Widiyanti 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
34 RSB Azzahra 36 21 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0
35 RS Sriwijaya Eye Center 25 1.108 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0
36 RSIA Marisa 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
37 RSB Trinanda 35 6 219 225 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
38 RS Hermina 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
39 RSIA Graha Mandiri 70 30 72 102 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
40 RSK Gigi Mulut Pemprov Sumsel 13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
41 RSK Bedah Medika Insani 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
42 RSIA Siti Mirza 21 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


PASIEN KELUAR (HIDUP + PASIEN KELUAR MATI
JUMLAH PASIEN KELUAR MATI GDR NDR
NO NAMA RUMAH SAKITa MATI) ≥ 48 JAM DIRAWAT
TEMPAT TIDUR
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
43 RSIA Bunda Noni 26 24 100 124 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
44 RS Ar_Rasyid 60 6 26 32 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
45 RSUD SEKAYU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
46 RS. BAYUNG LENCIR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
47 RS. SUNGAI LILIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
48 RSUD PRABUMULIH 175 11.348 462 174 #DIV/0! #DIV/0! 40,71 #DIV/0! #DIV/0! 15,33
49 RS AR.BUNDA 224 8.245 6.391 14.636 90 81 171 32 64 96 10,92 12,67 11,68 3,88 10,01 6,56
50 RS PERTAMEDIKA 96 3.602 4.585 8.187 43 44 87 22 20 42 11,94 9,60 10,63 6,11 4,36 5,13
51 RS FADHILLAH 75 1.924 2.354 4.278 16 30 46 2 5 7 8,32 12,74 10,75 1,04 2,12 1,64
52 RSUD Tebing Tinggi 53 767 1.014 1.781 17 8 25 5 4 9 22,16 7,89 14,04 6,52 3,94 5,05
53 RSUD OKUT 129 1.548 2.086 3.634 121 101 222 63 73 136 78,17 48,42 61,09 40,70 35,00 37,42
54 RSUD Martapura 50 1.245 830 2.075 0 1 1 0 0 0 0 1,20 0,48 0 0 0
55 RS Bakti Panti Ningsih 97 2.900 2.825 5.725 86 104 190 0 0 0 29,66 36,81 33,19 0 0 0
56 RS Islam At Taqwa 40 2.458 2.141 4.599 67 71 138 15 21 36 27,26 33,16 30,01 6,10 9,81 7,83
57 RS Ibu dan Anak OKU Timur 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
58 RSUD OGAN ILIR 50 1.017 39 14 #DIV/0! #DIV/0! 38,35 #DIV/0! #DIV/0! 13,77
59 RS. MAHYU ZAHRA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
60 RS TALANG UBI 63 162 127 289 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
61 RSUD HM Rabain 91 17.392 459 214 #DIV/0! #DIV/0! 26,39 #DIV/0! #DIV/0! 12,30
62 RS Bukit Asam 91 1.203 1.266 2.469 15 11 26 6 6 12 12,47 8,69 10,53 4,99 4,74 4,86
63 RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo 224 5.644 7.550 13.194 501 401 902 162 111 273 88,77 53,11 68,36 28,70 14,70 20,69
64 RS dr. Noesmir 73 797 2.380 3.177 39 29 68 8 13 21 48,93 12,18 21,40 10,04 5,46 6,61
65 RS ST Antonio 70 3.108 2.700 5.808 48 50 98 13 8 21 15,44 18,52 16,87 4,18 2,96 3,62
66 RSUD Rupit 49 2.178 8 6 #DIV/0! #DIV/0! 3,67 #DIV/0! #DIV/0! 2,75
67 RSUD MUARADUA 63 688 538 1.226 15 12 27 0 21,80 22,30 22,02 0 0 0
68 Rumkitban 02.09.01 TNI AD - 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
- 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

KABUPATEN/KOTA 6.123 101.347 118.733 332.497 4.179 3.797 11.790 1.821 1.729 5.246 41,24 31,98 35,46 17,97 14,56 15,78

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 56

INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

a JUMLAH PASIEN KELUAR JUMLAH HARI JUMLAH LAMA


NO NAMA RUMAH SAKIT BOR (%) BTO (KALI) TOI (HARI) ALOS (HARI)
TEMPAT TIDUR (HIDUP + MATI) PERAWATAN DIRAWAT

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 RSUD K.AGUNG 203 13.378 62.756 49.347 84,70 66 1 4
2 RS Dr Sobirin 158 12.041 37.387 40.549 64,83 76 2 3

3 RS Muara Beliti 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

4 RS KUSTA SUNGAI KUNDUR 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

5 RSUD BANYUASIN 98 5.444 15.481 21.688 43,28 56 4 4

6 RSUD LAHAT 182 11.333 53.921 0 81,17 62 1 0

7 RS DKT 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

8 RS Siti Aisyah 121 9.246 33.093 72.713 74,93 76 1 4

9 RS. AR BUNDA 168 9.144 69.978 34.982 114,12 54 -1 4

10 RS Tentara (DKT) 14 323 811 2 19,21 23 13 2

11 RS IBU & ANAK DWI SARI 26 356 917 4 9,66 14 24 4

12 RSD Besemah 173 10.697 43.277 32.153 68,54 62 2 3

13 RS Dr. Moehammad Hoesin 969 34.009 273.930 263.959 77,45 35 2 8

14 RS Ernaldi Bahar 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

15 RS Mata Prov. Sumsel 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

16 RS Paru Prov. Sumsel 33 0 1.512 12,55 0 #DIV/0! #DIV/0!

17 RSUD BARI 320 15.085 86.738 63.512 74,26 47 2 4

18 RS Dr. A.K Gani 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

19 RS Bhayangkara 146 11.749 26.346 26.346 49,44 80 2 2

20 RS Pertamina 50 2.768 9.625 9.625 52,74 55 3 3

21 RS Pusri 139 10.322 43.286 42.921 85,32 74 1 4

22 RS Pelabuhan 70 6.973 18.061 18.132 70,69 100 1 3

23 RSI Siti Khadijah 210 11.053 58.311 - 76,07 53 2 0

24 RS Muhammadiyah 215 18.214 58.784 69.142 74,91 85 1 4

25 RS RK Charitas 356 23.866 25.299 95 19,47 67 4 0

26 RS Myria 108 9.966 31.105 31.354 78,91 92 1 3

27 RS Bunda 131 10.082 34.114 36.146 71,35 77 1 4

28 RS Siloam 135 0 7.831 34.572 15,89 0 #DIV/0! #DIV/0!

29 RS Karya Asih 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

30 RSB Tiara Fatrin 25 1.736 3.930 3.930 43,07 69 3 2

31 RSAB YK Madira 0 400 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0

32 RSB Rika Amelia 25 497 365 1.610 4,00 20 18 3

33 RSAB Widiyanti 25 0 612.013 6.633 6706,99 0 #DIV/0! #DIV/0!

34 RSB Azzahra 36 21 52 49 0,40 1 623 2

35 RS Sriwijaya Eye Center 25 1.108 2.755 1.023 30,19 44 6 1

36 RSIA Marisa 25 400 1.686 0 18,48 16 19 0

37 RSB Trinanda 35 225 499 634 3,91 6 55 3

38 RS Hermina 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

39 RSIA Graha Mandiri 70 102 365 245 1,43 1 247 2

40 RSK Gigi Mulut Pemprov Sumsel 13 0 0 0 0,00 0 #DIV/0! #DIV/0!

41 RSK Bedah Medika Insani 25 0 254 254 2,78 0 #DIV/0! #DIV/0!

42 RSIA Siti Mirza 21 0 0 0 0,00 0 #DIV/0! #DIV/0!

43 RSIA Bunda Noni 26 124 557 323 5,87 5 72 3

44 RS Ar_Rasyid 60 32 77 91 0,35 1 682 3

45 RSUD SEKAYU 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

46 RS. BAYUNG LENCIR 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


a JUMLAH PASIEN KELUAR JUMLAH HARI JUMLAH LAMA
NO NAMA RUMAH SAKIT BOR (%) BTO (KALI) TOI (HARI) ALOS (HARI)
TEMPAT TIDUR (HIDUP + MATI) PERAWATAN DIRAWAT

47 RS. SUNGAI LILIN 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

48 RSUD PRABUMULIH 175 11.348 42.861 42.028 67,10 65 2 4

49 RS AR.BUNDA 224 14.636 40.273 40.273 49,26 65 3 3

50 RS PERTAMEDIKA 96 8.187 26.452 26.452 75,49 85 1 3

51 RS FADHILLAH 75 4.278 10.817 11.301 39,51 57 4 3

52 RSUD Tebing Tinggi 53 1.781 4.367 22,57 34 11 2

53 RSUD OKUT 129 3.634 17.917 13.489 38,05 28 8 4

54 RSUD Martapura 50 2.075 365 10.405 2,00 42 9 5

55 RS Bakti Panti Ningsih 97 5.725 6.735 15.202 19,02 59 5 3

56 RS Islam At Taqwa 40 4.599 10.659 14.679 73,01 115 1 3

57 RS Ibu dan Anak OKU Timur 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

58 RSUD OGAN ILIR 50 1.017 2.738 2.878 15,00 20 15 3

59 RS. MAHYU ZAHRA 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

60 RS TALANG UBI 63 289 614 464 2,67 5 77 2

61 RSUD HM Rabain 217 17.392 459 214 0,58 80 5 0

62 RS Bukit Asam 91 2.469 8.170 7.790 24,60 27 10 3

63 RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo 224 13.194 65.426 47.478 80,02 59 1 4

64 RS dr. Noesmir 73 3.177 18.607 17.415 69,83 44 3 5

65 RS ST Antonio 70 5.808 15.395 14.568 60,25 83 2 3

66 RSUD Rupit 49 7.381 4.478 5.192 25,04 151 2 1

67 RSUD MUARADUA 63 1.226 4.509 19,61 19 15 0

68 Rumkitban 02.09.01 TNI AD 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

KABUPATEN/KOTA 6275 338910 1.891.591 1.136.229 82,59 54 1 3

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015


Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 57

PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (BER-PHBS) MENURUT KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

RUMAH TANGGA
NO KABUPATEN JUMLAH PUSKESMAS JUMLAH
JUMLAH % DIPANTAU % BER- PHBS
JUMLAH DIPANTAU BER- PHBS
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Ogan Komering Ulu 16 75.255 41.460 55,1 26.066 62,9

2 Ogan Komering Ilir 29 196.267 136.494 69,5 85.455 62,6

3 Muara Enim 22 198.123 24.124 12,2 13.163 54,6

4 Lahat 33 120.191 12.383 10,3 7.962 64,3

5 Musi Rawas 19 91.096 32.963 36,2 17.907 54,3

6 Musi Banyuasin 28 184.807 50.418 27,3 34.067 67,6

7 Banyuasin 31 239.882 175.380 73,1 125.141 71,4

8 OKU Selatan 19 85.727 85.727 100,0 67.084 78,3

9 OKU Timur 22 169.865 159.390 93,8 128.504 80,6

10 Ogan Ilir 25 87.083 84.887 97,5 49.224 58,0

11 Empat Lawang 9 47.501 16.963 35,7 8.637 50,9

12 PALI 7 37.556 10.576 28,2 8.004 75,7

13 Muratara 8 53.566 17.019 31,8 9.855 57,9

14 Kota Palembang 39 387.578 216.674 55,9 140.430 64,8

15 Kota Prabumulih 9 65.209 27.550 42,2 21.168 76,8

16 Kota Pagar Alam 7 31.257 1.119 3,6 784 70,1

17 Kota Lubuk Linggau 9 55.594 51.249 92,2 29.691 57,9

JUMLAH (KAB/KOTA) 2.126.557 1.144.376 53,8 773.142 67,6

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 58

PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

-1 0
RUMAH MEMENUHI SYARAT JUMLAH RUMAH DIBINA MEMENUHI RUMAH MEMENUHI SYARAT
JUMLAH RUMAH DIBINA
JUMLAH (RUMAH SEHAT) RUMAH SYARAT (RUMAH SEHAT)
NO KABUPATEN SELURUH
PUSKESMAS YANG BELUM
RUMAH
JUMLAH % MEMENUHI JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
SYARAT
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Ogan Komering Ulu 16 67.677 45.674 67,49 22.003 0,00 #DIV/0! 45.674 67,49
2 Ogan Komering Ilir 29 192.691 102.322 53,10 65.952 46.011 69,76 41.094 89,31 143.416 74,43
3 Muara Enim 22 120.695 74.777 61,96 25.551 5.975 23,38 3.887 65,05 78.664 65,18
4 Lahat 33 86.343 46.052 53,34 30.028 48.026 159,94 36.798 76,62 82.850 95,95
5 Musi Rawas 19 86.002 61.463 71,47 24.539 13.448 54,80 2.746 20,42 64.209 74,66
6 Musi Banyuasin 28 135.045 61.179 45,30 73.866 11.465 15,52 7.482 65,26 68.661 50,84
7 Banyuasin 31 201.603 105.057 52,11 98.472 68.246 69,30 43.843 64,24 148.900 73,86
8 OKU Selatan 19 99.717 28.781 28,86 21.667 23.449 108,22 22.203 94,69 50.984 51,13
9 OKU Timur 22 164.567 125.496 76,26 31.119 70.995 228,14 60.372 85,04 150.182 91,26
10 Ogan Ilir 25 84.329 48.673 57,72 35.656 11.433 32,06 2.372 20,75 51.045 60,53
11 Empat Lawang 9 50.481 24.615 48,76 25.866 780 3,02 95 12,18 24.710 48,95
12 PALI 7 37.663 25.605 67,98 12.058 16.791 139,25 11.666 69,48 37.271 98,96
13 Muratara 8 39.618 25.080 63,30 16.060 14.383 89,56 12.963 90,13 38.043 96,02
14 Kota Palembang 39 316.224 22.064 6,98 7.491 215.592 2.878,01 180.138 83,56 202.202 63,94
15 Kota Prabumulih 9 56.752 43.399 76,47 9.292 6.869 73,92 6.217 90,51 49.616 87,43
16 Kota Pagar Alam 7 35.969 16.565 46,05 11.606 11.883 102,39 8.903 74,92 18.755 52,14
17 Kota Lubuk Linggau 9 48.880 40.043 81,92 12.462 2.067 16,59 905 43,78 40.948 83,77

JUMLAH (KAB/KOTA)
1.824.256 896.845 49,16 523.688 567.413 108,35 441.684 77,84 1.296.130 71,05

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 59

PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

BUKAN JARINGAN PERPIPAAN


PENDUDUK DENGAN
AKSES
PERPIPAAN (PDAM,BPSPAM) BERKELANJUTAN
SUMUR GALI TERLINDUNG SUMUR GALI DENGAN POMPA SUMUR BOR DENGAN POMPA TERMINAL AIR MATA AIR TERLINDUNG PENAMPUNGAN AIR HUJAN TERHADAP AIR MINUM
LAYAK
JUMLAH
NO KABUPATEN PENDUDUK

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
PUSKESMAS MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

1 Ogan Komering Ulu 16 345.986 29.849 142.518 19.761 106.765 5.284 22.037 4.124 19.176 2.849 12.458 2.478 14.132 13 246 13 246 19 8.615 19 8.468 53 150 33 105 21.282 75.662 19.023 71.950 220.842 63,83

2 Ogan Komering Ilir 29 781.168 82.954 456.440 81.906 450.713 9.480 49.847 9.267 48.821 2.242 14.356 2.203 14.102 592 4.130 592 4.130 0 0 0 0 2.454 17.178 2.426 16.981 108 41.589 108 41.589 583.540 74,70

3 Muara Enim 22 561.223 60.598 306.735 60.598 306.735 0 0 0 0 9.100 51.392 9.100 51.392 0 0 0 0 141 7.988 141 7.988 152 1.994 152 1.994 21.955 108.543 21.955 108.543 476.652 84,93

4 Lahat 33 389.000 75.082 218.476 70.422 207.093 8.050 32.511 2.804 16.029 38 1.787 35 508 14 473 14 464 231 3.937 207 3.400 307 1.480 244 1.325 14.726 71.174 14.398 83.059 311.878 80,17

5 Musi Rawas 19 384.302 67.068 316.752 58.414 250.128 0 0 0 0 114 2.850 109 2.725 0 0 0 0 163 4.545 163 4.135 0 0 0 0 13 23.410 13 23.410 280.398 72,96

6 Musi Banyuasin 28 600.208 52.215 208.860 36.551 146.202 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5.903 23.612 2.952 11.806 22.206 88.824 22.159 88.636 246.644 41,09

7 Banyuasin 31 811.501 43.603 165.099 37.739 136.110 2.440 9.961 1.457 5.784 269 483 269 483 1 1.005 1 1.005 234 881 234 889 ##### ##### ##### ##### 24.554 91.748 20.788 72.525 439.460 54,15

8 OKU Selatan 19 468.000 26.088 78.262 16.522 69.810 4 18 4 18 546 1.305 24 100 64 4.369 58 4.369 1.394 ##### 1.392 ##### 415 826 88 826 9.394 33.241 12.413 31.141 124.136 26,52

9 OKU Timur 22 699.900 96.080 367.274 71.417 269.706 24.520 144.133 23.901 111.163 9.071 52.366 7.219 45.621 353 520 245 941 3.831 4.959 3.333 4.400 1.690 3.918 1.519 1.418 2.530 31.631 2.867 31.664 464.913 66,43

10 Ogan Ilir 25 409.200 35.757 167.452 30.797 150.249 1.063 10.410 919 8.794 6.009 44.372 5.623 31.732 0 0 0 0 0 0 0 0 781 4.085 703 3.776 8.538 36.812 8.176 34.037 228.588 55,86

11 Empat Lawang 9 247.254 25.863 137.240 21.372 113.145 1.184 5.312 839 3.724 351 2.772 351 2.772 1 50 1 50 990 3.286 990 3.286 282 455 282 455 1.121 6.868 1.121 6.868 130.300 52,70

12 PALI 7 184.655 21.737 115.783 15.385 58.153 1.474 1.474 1.462 1.462 1.288 17.569 9.154 8.909 0 0 0 0 0 0 0 0 1.633 8.045 538 3.036 3.853 15.237 3.412 5.986 77.546 42,00

13 Muratara 8 190.922 21.736 67.066 17.764 56.957 1.358 2.107 1.047 1.730 1.203 4.312 1.083 3.927 372 4.189 36 4.189 336 239 336 239 391 485 28 374 3.746 26.239 3.676 11.859 79.275 41,52

14 Kota Palembang 39 1.580.517 7.368 36.840 5.087 25.435 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 280.098 1.400.491 280.007 1.400.035 1.437.331 90,94

15 Kota Prabumulih 9 242.478 29.240 95.923 23.399 87.586 9.837 16.394 9.141 19.052 501 8.634 487 8.351 0 0 0 0 0 0 0 0 154 770 148 740 7.988 34.957 7.917 32.602 148.331 61,17

16 Kota Pagar Alam 7 133.862 23.368 25.771 27.952 20.368 9.341 15.538 7.135 13.177 133 775 133 775 0 0 0 0 1.332 5.779 1.328 1.368 0 0 0 0 7.868 23.003 7.868 23.003 58.691 43,84

17 Kota Lubuk Linggau 9 212.200 0 0 0 0 25.347 78.563 ##### 65.179 2.093 10.505 1.920 9.604 0 0 0 0 1 25 1 25 0 0 0 0 13.465 58.944 12.835 74.043 148.851 70,15

JUMLAH (KAB/KOTA) 8.242.376 698.606 2.906.491 595.086 2.455.155 99.382 388.305 ##### 314.109 35.807 225.936 40.188 ###### 1.410 14.982 960 15.394 8.672 ##### 8.144 ##### ##### ##### ##### ##### 443.445 2.168.373 438.736 2.140.950 5.457.376 66,21

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 60

PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH MEMENUHI SYARAT


JUMLAH SAMPEL (FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN KIMIA)
NO KABUPATEN JUMLAH PUSKESMAS PENYELENGGARA
DIPERIKSA
AIR MINUM
JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7
1 Ogan Komering Ulu 16 26 18 15 83,33
2 Ogan Komering Ilir 29 188 131 131 100,00
3 Muara Enim 22 11 12 12 100,00
4 Lahat 33 - 63 63 100,00
5 Musi Rawas 19 79 18 18 100,00
6 Musi Banyuasin 28 148 8 8 100,00
7 Banyuasin 31 234.312 13 6 46,15
8 OKU Selatan 19 38 32 32 100,00
9 OKU Timur 22 6.550 95 79 83,16
10 Ogan Ilir 25 323 11 6 54,55
11 Empat Lawang 9 49 40 34 85,00
12 PALI 7 78 65 61 93,85
13 Muratara 8 #DIV/0!
14 Kota Palembang 39 285 97 81 83,51
15 Kota Prabumulih 9 102 51 33 64,71
16 Kota Pagar Alam 7 51 21 19 90,48
17 Kota Lubuk Linggau 9 48 27 27 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 242288 702 625 89,03

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 61

PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN DAN KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JENIS SARANA JAMBAN PENDUDUK DENGAN


KOMUNAL LEHER ANGSA PLENGSENGAN CEMPLUNG AKSES SANITASI
LAYAK (JAMBAN

PENDUDUK
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT SEHAT)

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
JUMLAH
JUMLAH

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK
NO KABUPATEN

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
PUSKESMAS

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
SARANA

SARANA

SARANA

SARANA
JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

1 Ogan Komering Ulu 16 345.986 2.003 9.961 1.710 8.912 89,48 49.175 220.200 41.736 192.109 87,24 1.192 3.976 901 6.509 163,71 5.343 21.520 3.298 14.251 66,22 221.782 64,10

2 Ogan Komering Ilir 29 781.168 2.290 33.257 2.061 33.257 100,00 146.483 706.555 146.483 706.555 100,00 1.221 8.835 1.196 8.835 100,00 2.631 32.519 2.543 32.519 100,00 500.054 64,01

3 Muara Enim 22 561.223 0 0 0 0 0,00 90.078 351.318 90.078 351.318 100,00 16.590 71.925 16.590 71.925 100,00 12.969 51.746 12.969 51.746 100,00 474.989 84,63

4 Lahat 33 393.235 2.935 8.000 1.623 2.560 32,00 73.461 203.426 57.726 174.389 85,73 1.995 8.330 1.467 6.240 74,91 1.904 5.575 1.049 5.182 92,95 216.468 55,05

5 Musi Rawas 19 384.302 67.488 337.440 0 0 0,00 64.684 323.420 53.346 256.730 79,4 2.804 14.020 2.804 14.020 100,00 2.804 14.020 2.804 14.020 100,00 284.770 74,10

6 Musi Banyuasin 28 600.208 0 0 0 0 0,00 63.843 220.228 49.734 187.590 85,18 1.484 4.778 1.136 2.841 59,46 17.702 70.642 12.398 49.459 70,01 239.890 39,97

7 Banyuasin 31 811.501 5.050 17.880 3.676 13.407 74,98 93.403 348.009 70.040 262.063 75,30 27.782 102.384 17.706 53.720 52,47 70.244 265.024 34.209 115.290 43,50 464.826 57,28

8 OKU Selatan 19 468.000 11.984 12.930 13.113 16.049 124,12 36.537 87.789 22.962 66.106 75,30 322 3.905 0 0 0,00 11.332 16.646 10.470 14.988 90,04 97.143 20,76

9 OKU Timur 22 699.936 12.347 90.082 9.856 59.457 66,00 111.627 400.376 93.606 348.567 87,06 21.679 50.398 11.855 28.620 56,79 20.587 119.463 15.340 58.900 49,30 324.916 46,42

10 Ogan Ilir 25 409.200 5.510 6.973 2.013 5.478 78,56 53.974 182.328 44.465 149.877 82,20 1.214 4.340 792 2.718 62,63 5.123 14.438 2.750 9.553 66,17 167.626 40,96

11 Empat Lawang 9 247.254 76 724 47 503 69,48 24.621 116.236 21.703 102.360 88,06 12.927 57.658 11.057 44.346 76,91 0 0 0 0 0,00 147.209 59,54

12 PALI 7 184.655 1.984 14.104 1.526 10.013 70,99 25.766 96.577 18.517 94.158 97,50 839 3.141 644 2.273 72,37 2.621 11.683 1.448 6.680 57,18 113.124 61,26

13 Muratara 8 193.871 10.656 50.163 10.650 50.158 99,99 21.728 78.870 22.878 57.801 73,29 747 2.223 700 2.233 100,45 7.803 27.258 4.864 13.996 51,35 79.671 41,09

14 Kota Palembang 39 1.580.517 90.214 496.188 72.158 396.521 79,91 163.509 899.306 138.415 761.296 84,65 18.323 99.687 0 0 0,00 15.514 85.338 0 0 0,00 1.158.159 73,28

15 Kota Prabumulih 9 242.478 6.124 21.923 4.800 19.816 90,39 39.992 129.486 19.871 49.490 38,22 57 180 0 0 0,00 2.102 3.014 2.059 2.892 95,95 72.198 29,78

16 Kota Pagar Alam 7 134.341 9 1.800 9 9 0,50 2.382 45 1.545 36 78,42 2.792 370 2.792 370 100,00 1.471 68 0 0 0,00 49 0,04

10 Kota Lubuk Linggau 9 219.476 #DIV/0! 49.565 186.703 45.226 176.108 94,33 0 0 0 0 0,00 1 0 0 0 0,00 176.108 80,24

JUMLAH (KAB/KOTA) 8.257.351 218.670 1.101.425 123.242 616.140 55,94 1.110.828 4.550.872 938.331 3.936.552 86,50 111.968 436.150 69.640 244.650 56,09 ###### 738.954 ###### 389.476 52,71 4.738.981 57,39

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 62

DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)


JUMLAH
JUMLAH DESA MELAKSANAKAN DESA STOP BABS
NO KABUPATEN DESA/ DESA STBM
PUSKESMAS STBM (SBS)
KELURAHAN
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Ogan Komering Ulu 16 157 24 15 2 1,27 0,00
2 Ogan Komering Ilir 29 327 19 6 0 0,00 13 3,98
3 Muara Enim 22 255 92 36 48 18,82 0,00
4 Lahat 33 376 288 77 0,0 0,00 116 30,85
5 Musi Rawas 19 199 66 33 8 4,02 63 31,66
6 Musi Banyuasin 28 265 106 40 0,0 0,00 58 21,89
7 Banyuasin 31 304 169 56 29 9,54 - 0,00
8 OKU Selatan 19 259 50 19 7,0 2,70 30 11,58
9 OKU Timur 22 308 103 33 103 33,44 0,00
10 Ogan Ilir 25 241 10 4 0,00 0,00
11 Empat Lawang 9 156 25 16 1 0,64 0,00
12 PALI 7 48 32 67 0,0 0,00 21 43,75
13 Muratara 8 89 11 12 0,00 3 3,37
14 Kota Palembang 39 107 0 0 0 0,00 0 0,00
15 Kota Prabumulih 9 37 19 51 19 51,35 19 51,35
16 Kota Pagar Alam 7 35 35 100 35 100,00 26 74,29
17 Kota Lubuk Linggau 9 72 0 0 0 0,00 8 11,11

JUMLAH (KAB/KOTA) 3.235 19 0,6 252 7,79 13 0,40

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 63

PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

TEMPAT-TEMPAT UMUM
YANG ADA MEMENUHI SYARAT KESEHATAN

SARANA PENDIDIKAN SARANA KESEHATAN HOTEL


SARANA TEMPAT-TEMPAT
SARANA PENDIDIKAN HOTEL
KESEHATAN UMUM

JUMLAH TTU
JUMLAH RUMAH SAKIT
NO KABUPATEN SD SLTP SLTA PUSKESMAS BINTANG NON BINTANG
PUSKESMAS UMUM

SAKIT UMUM
PUSKESMAS

BINTANG

BINTANG

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
RUMAH
SLTP

SLTA

NON
SD

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

1 Ogan Komering Ulu 16 220 66 48 16 3 2 17 372 170 77,27 50 75,76 38 79,17 16 100,00 3 100,00 2 100,00 8 47,06 287 77,15

2 Ogan Komering Ilir 29 495 103 58 126 1 0 21 804 338 68,28 88 85,44 45 77,59 90 71,43 1 100,00 #DIV/0! 16 76,19 578 71,89

3 Muara Enim 22 411 103 52 19 2 2 7 596 379 92,21 89 86,41 50 96,15 19 100,00 2 100,00 2 100,00 7 100,00 548 91,95

4 Lahat 33 265 65 46 27 0 4 6 413 237 89,43 58 89,23 38 82,61 28 103,70 #DIV/0! 4 100,00 4 66,67 369 89,35

5 Musi Rawas 19 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00

6 Musi Banyuasin 28 416 65 30 27 3 1 19 561 359 86,30 59 90,77 27 90,00 27 100,00 3 100,00 1 100,00 19 100,00 495 88,24

7 Banyuasin 31 466 127 78 30 2 0 1 704 376 80,69 96 75,59 45 57,69 30 100,00 1 50,00 0 0,00 1 100,00 549 77,98

8 OKU Selatan 19 267 58 42 19 1 0 17 404 211 79,03 47 81,03 28 66,67 19 100,00 1 100,00 0 0,00 17 100,00 323 79,95

9 OKU Timur 22 438 121 65 24 4 0 9 661 347 79,22 80 66,12 51 78,46 25 104,17 4 100,00 0 0,00 9 100,00 516 78,06

10 Ogan Ilir 25 281 109 60 25 1 0 2 478 261 92,88 102 93,58 53 88,33 25 100,00 1 100,00 0 0,00 2 100,00 444 92,89

11 Empat Lawang 9 173 35 17 9 1 0 5 240 126 72,83 23 65,71 11 64,71 6 66,67 1 100,00 0 0,00 4 80,00 171 71,25

12 PALI 7 98 32 15 7 2 0 3 157 98 100,00 32 100,00 15 100,00 7 100,00 2 100,00 0 0,00 3 100,00 157 100,00

13 Muratara 8 111 37 17 7 1 0 0 173 111 100,00 37 100,00 7 41,18 7 100,00 1 100,00 0,00 0,00 163 94,22

14 Kota Palembang 39 440 190 156 39 41 29 80 975 395 89,77 184 96,84 156 100,00 39 100,00 41 100,00 21 72,41 77 96,25 913 93,64

15 Kota Prabumulih 9 103 26 24 9 4 4 10 180 95 92,23 23 88,46 19 79,17 8 88,89 0 0,00 4 100,00 10 100,00 159 88,33

16 Kota Pagar Alam 7 92 22 16 7 1 0 18 156 92 100,00 22 100,00 16 100,00 7 100,00 1 100,00 0 #DIV/0! 18 100,00 156 100,00

17 Kota Lubuk Linggau 9 106 33 35 68 4 9 14 269 98 92,45 28 84,85 31 88,57 68 100,00 3 75,00 14 155,56 3 21,43 245 91,08

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.382 1.192 759 459 71 51 229 7.143 3.523 80,40 968 81,21 592 78,00 405 88,24 62 87,32 46 90,20 190 82,97 5.786 81,00

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 64

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI
JUMLAH JUMLAH RUMAH DEPOT AIR RUMAH DEPOT AIR
NO KABUPATEN MAKANAN MAKANAN
PUSKESMAS TPM JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL % JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL %
JAJANAN JAJANAN
RESTORAN (DAM) RESTORAN (DAM)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1 Ogan Komering Ulu 16 272 0 2 5 0 7 2,57 10 100 66 96 272 100,00

2 Ogan Komering Ilir 29 865 6 316 131 140 593 68,55 0 166 114 49 329 38,03

3 Muara Enim 22 1288 22 138 165 100 425 33,00 2 30 32 16 80 6,21

4 Lahat 33 733 10 92 149 264 515 70,26 14 58 67 212 351 47,89

5 Musi Rawas 19 259 0 43 79 32 154 59,46 0 16 13 76 105 40,54

6 Musi Banyuasin 28 2656 163 326 273 1481 2243 84,45 54 52 176 125 407 15,32

7 Banyuasin 31 1727 22 261 201 582 1066 61,73 7 123 49 482 661 38,27

8 OKU Selatan 19 286 6 76 27 182 291 101,75 4 24 12 73 113 39,51

9 OKU Timur 22 1229 45 125 156 623 974 79,25 24 61 35 240 360 29,29

10 Ogan Ilir 25 751 1 101 179 264 545 72,57 0 36 57 113 206 27,43

11 Empat Lawang 9 221 0 41 34 49 124 56,11 0 10 15 72 97 43,89

12 PALI 7 285 3 46 61 58 168 58,95 0 13 23 34 70 24,56

13 Muratara 8 368 2 42 51 259 354 96,20 0 4 11 20 35 9,51

14 Kota Palembang 39 3584 110 528 243 791 1672 46,65 0 25 22 196 243 6,78

15 Kota Prabumulih 9 764 35 62 86 421 604 79,06 2 8 25 125 160 20,94

16 Kota Pagar Alam 7 569 1 75 28 275 379 66,61 0 0 10 169 179 31,46

17 Kota Lubuk Linggau 9 487 27 124 68 135 354 72,69 4 25 26 60 120 24,64

JUMLAH (KAB/KOTA) 16344 453 2398 1936 5656 10468 64,05 121 751 753 2158 3788 23,18

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 65

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH TPM DIBINA JUMLAH TPM DIUJI PETIK

PERSENTASE TPM

PERSENTASE TPM
MEMENUHI SYARAT

MEMENUHI SYARAT
JUMLAH TPM TIDAK

HIGIENE SANITASI
RUMAH MAKAN/

RUMAH MAKAN/
JUMLAH TPM

DIUJI PETIK
MINUM (DAM)

MINUM (DAM)
JASA BOGA

JASA BOGA
RESTORAN

RESTORAN
DEPOT AIR

DEPOT AIR
MAKANAN

MAKANAN
DIBINA
JAJANAN

JAJANAN
JUMLAH

TOTAL

TOTAL
NO KABUPATEN
PUSKESMAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 Ogan Komering Ulu 16 272 10 100 66 96 272 100,00 7 0 2 0 0 2 28,57


2 Ogan Komering Ilir 29 133 4 136 148 192 523 393,23 195 0 8 14 0 22 11,28
3 Muara Enim 22 80 0 0 0 0 0 0,00 425 0 0 0 0 0 0,00
4 Lahat 33 351 0 90 113 240 443 126,21 515 11 8 34 17 70 13,59
5 Musi Rawas 19 105 0 16 13 76 105 100,00 154 0 0 12 0 12 7,79
6 Musi Banyuasin 28 407 23 52 32 126 233 57,25 2243 23 52 32 123 230 10,25
7 Banyuasin 31 661 4 72 38 254 368 55,67 1066 0 15 89 0 104 9,76
8 OKU Selatan 19 113 0 16 11 28 55 48,67 291 0 8 0 11 19 6,53
9 OKU Timur 22 484 31 156 153 569 909 187,81 974 20 31 70 143 235 24,13
10 Ogan Ilir 25 206 0 33 21 52 106 51,46 545 0 17 35 0 52 9,54
11 Empat Lawang 9 97 0 9 11 28 48 49,48 124 0,00
12 PALI 7 70 0 38 18 39 95 135,71 168 0 38 18 39 95 56,55
13 Muratara 8 135 0 18 28 208 254 188,15 354 0 0 5 7 12 3,39
14 Kota Palembang 39 451 110 556 268 1007 1941 54,16 1672 29 77 82 226 414 24,76
15 Kota Prabumulih 9 160 16 20 45 62 143 89,38 604 29 19 45 137 230 38,08
16 Kota Pagar Alam 7 179 0 0 10 169 179 100,00 379 0 0 28 0 28 7,39
17 Kota Lubuk Linggau 9 118 4 29 20 52 105 88,98 354 7 71 39 53 170 48,02

JUMLAH (KAB/KOTA) 4022 202 1341 995 3198 5779 143,68 10070 119 346 503 756 1695 16,83

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 66

PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

PERSENTASE
SATUAN TOTAL JUMLAH
NO NAMA OBAT KEBUTUHAN SISA STOK KETERSEDIAAN
TERKECIL PENGGUNAAN OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
1 2 3 4 5 6 7 8
70 Klofazimin kapsul 100 mg microzine kapsul - - 220 220 #DIV/0!
71 Kloramfenikol kapsul 250 mg kapsul 3.281.542 1.011.164 569.900 1.581.064 48,18
72 Kloramfenikol tetes telinga 3 % botol 57.148 15.567 6.092 21.659 37,90
73 Kloraniramina mealeat (CTM) tablet 4 mg tablet 13.143.450 7.359.315 10.349.000 17.708.315 134,73
74 Klorpromazin injeksi i.m 5 mg/ml-2ml (HCL) ampul 45 840 - 840 1866,67
75 Klorpromazin injeksi i.m 25 mg/ml (HCL) ampul 345 - - 0 0,00
76 Klorpromazin tablet salut 25 mg (HCL) tablet 480.115 100.300 474.500 574.800 119,72
77 Klorpromazin HCl tablet salut 100 mg (HCL) tablet 594.273 308.900 801.920 1.110.820 186,92
78 Anti Malaria DOEN Kombinasi Pirimetamin 25 mg + tablet 353.350 73.000 170.600 243.600 68,94
Sulfadoxin 500 mg
79 Kotrimosazol Suspensi Kombinasi :Sulfametoksazol 200 mg botol 505.600 151.409 197.791 349.200 69,07
+ Trimetoprim 40 mg/ 5 ml
80 Kotrimosazol DOEN I (dewasa) Kombinasi : tablet 3.151.388 1.989.186 1.671.237 3.660.423 116,15
Sulfametoksazol 400 mg, Trimetoprim 80 mg
81 Kotrimosazol DOEN II (pediatrik) Kombinasi : tablet 412.742 180.009 19.000 199.009 48,22
Sulfametoksazol 100 mg, Trimetoprim 20 mg
82 Kuinin (kina) tablet 200 mg tablet 77.112 15.536 47.360 62.896 81,56
83 Kuinin Dihidrokklorida injeksi 25%-2 ml ampul 379 - - 0 0,00
84 Lidokain injeksi 2% (HCL) + Epinefrin 1 : 80.000-2 ml vial 256.086 112.765 128.980 241.745 94,40

85 Magnesium Sulfat inj (IV) 20%-25 ml vial 14.562 1.542 9.972 11.514 79,07
86 Magnesium Sulfat inj (IV) 40%-25 ml vial 24.806 4.295 15.264 19.559 78,85
87 Magnesium Sulfat serbuk 30 gram sach - - - 0 #DIV/0!
88 Mebendazol sirup 100 mg / 5 ml botol 5.541 3.694 - 3.694 66,67
89 Mebendazol tablet 100 mg tablet 36 24 - 24 66,67
90 Metilergometrin Maleat (Metilergometrin) tablet salut 0,125 tablet 504.723 207.121 278.214 485.335 96,16
mg
91 Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg -1 ml ampul 75.541 22.441 190.552 212.993 281,96

92 Metronidazol tablet 250 mg tablet 1.001.157 350.841 464.600 815.441 81,45


93 Natrium Bikarbonat tablet 500 mg tablet 1.608.616 159.560 131.933 291.493 18,12
94 Natrium Fluoresein tetes mata 2 % botol - - - 0 #DIV/0!
95 Natrium Klorida larutan infus 0,9 % botol 70.665 29.828 32.365 62.193 88,01
96 Natrium Thiosulfat injeksi I.v. 25 % ampul - - - 0 #DIV/0!
97 Nistatin tablet salut 500.000 IU/g tablet 233.640 124.204 150.880 275.084 117,74
98 Nistatin Vaginal tablet salut 100.000 IU/g tablet 220.004 133.923 102.990 236.913 107,69
99 Obat Batuk hitam ( O.B.H.) botol 202.467 74.043 40.232 114.275 56,44
100 Oksitetrasiklin HCL salep mata 1 % tube 73.430 31.245 36.276 67.521 91,95
101 Oksitetrasiklin injeksi I.m. 50 mg/ml-10 ml vial 140 - - 0 0,00
102 Oksitosin injeksi 10 UI/ml-1 ml ampul 114.881 70.992 35.590 106.582 92,78
103 Paracetamol sirup 120 mg / 5 ml botol 510.740 284.306 235.984 520.290 101,87
104 Paracetamol tablet 100 mg tablet 593.181 68.662 - 68.662 11,58
105 Paracetamol tablet 500 mg tablet 18.311.202 9.175.106 8.717.293 17.892.399 97,71
106 Pilokarpin tetes mata 2 % (HCL/Nitrat) botol 72 - - 0 0,00
107 Pirantel tab. Score (base) 125 mg tablet 512.457 316.219 695.448 1.011.667 197,41
108 Piridoksin (Vitamin B6) tablet 10 mg (HCL) tablet 5.393.605 2.261.216 1.312.900 3.574.116 66,27
109 Povidon Iodida larutan 10 % botol 37.263 21.013 35.332 56.345 151,21
110 Povidon Iodida larutan 10 % botol 18.325 26.431 5.064 31.495 171,87
111 Prednison tablet 5 mg tablet 4.684.552 2.688.509 3.332.080 6.020.589 128,52
112 Primakuin tablet 15 mg tablet 131.959 65.759 16.900 82.659 62,64
113 Propillitiourasil tablet 100 mg tablet 489.392 194.522 245.800 440.322 89,97
114 Propanol tablet 40 mg (HCL) tablet 390.732 247.543 331.400 578.943 148,17
115 Reserpin tablet 0,10 mg tablet 10.500 - - 0 0,00
116 Reserpin tablet 0,25 mg tablet 56.800 64.150 - 64.150 112,94
117 Ringer Laktat larutan infus botol 188.197 92.875 87.130 180.005 95,65
118 Salep 2-4, kombinasi: Asam Salisilat 2% + Belerang endap tube 59.731 19.845 32.079 51.924 86,93
4%
119 Salisil bedak 2% kotak 130.168 68.675 45.674 114.349 87,85
120 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 5 ml (ABU I) vial 1.837 864 477 1.341 72,99

121 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 50 ml (ABU II) vial - - - 0 #DIV/0!

122 Serum Anti Difteri Injeksi 20.000 IU/vial (A.D.S.) vial - - - 0 #DIV/0!

123 Serum Anti Tetanus Injeksi 1.500 IU/ampul (A.T.S.) ampul 9.402 4.356 2.569 6.925 73,65

124 Serum Anti Tetanus Injeksi 20.000 IU/vial (A.T.S.) vial 36 1 - 1 2,78

125 Sianokobalamin (Vitamin B12) injeksi 500 mcg ampul 329.733 144.518 204.800 349.318 105,94

126 Sulfasetamida Natrium tetes mata 15 % botol 9.944 3.360 600 3.960 39,82
127 Tetrakain HCL tetes mata 0,5% botol 288 - - 0 0,00
128 Tetrasiklin kapsul 250 mg kapsul 2.221.027 716.940 728.009 1.444.949 65,06
129 Tetrasiklin kapsul 500 mg kapsul 1.509.743 533.555 532.300 1.065.855 70,60
130 Tiamin (vitamin B1) injeksi 100 mg/ml ampul 71.755 26.006 12.440 38.446 53,58
131 Tiamin (vitamin B1) tablet 50 mg (HCL/Nitrat) tablet 4.111.387 1.459.006 365.636 1.824.642 44,38
132 Tiopental Natrium serbuk injeksi 1000 mg/amp ampul 239 - - 0 0,00

133 Triheksifenidil tablet 2 mg tablet 458.128 263.574 201.760 465.334 101,57


134 Vaksin Rabies Vero vial 5.454 2.373 626 2.999 54,99
135 Vitamin B Kompleks tablet tablet 6.060.600 3.002.460 3.923.200 6.925.660 114,27
VAKSIN - 125.300 74.700 200.000
136 BCG vial 59.069 51.200 5.526 56.726 96,03
137 T T vial 50.301 47.020 6.541 53.561 106,48
138 D T vial 16.919 13.908 2.627 16.535 97,73
139 CAMPAK 10 Dosis vial 72.617 62.444 9.039 71.483 98,44
140 POLIO 10 Dosis vial 159.718 149.762 6.803 156.565 98,03
141 DPT-HB vial 98.306 79.642 12.816 92.458 94,05
142 HEPATITIS B 0,5 ml ADS vial 138.646 109.970 14.111 124.081 89,49
143 POLIO 20 Dosis vial - 3.517 - 3.517 #DIV/0!
144 CAMPAK 20 Dosis vial 1.900 1.900 - 1.900 100,00

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 67

JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

PEMILIKAN/PENGELOLA
NO FASILITAS KESEHATAN
KEMENKES PEM.PROV PEM.KAB/KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9
RUMAH SAKIT
1 RUMAH SAKIT UMUM 1 3 21 5 3 15 48
2 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 5 1 0 0 14 20
PUSKESMAS DAN JARINGANNYA
1 PUSKESMAS RAWAT INAP 0 6 117 1 0 0 124
- JUMLAH TEMPAT TIDUR 0 0 565 17 0 0 582
2 PUSKESMAS NON RAWAT INAP 0 21 202 6 0 0 229
3 PUSKESMAS KELILING 0 31 240 5 0 0 276
4 PUSKESMAS PEMBANTU 0 115 885 25 0 0 1.025
SARANA PELAYANAN LAIN
1 RUMAH BERSALIN 0 28 74 0 0 85 187
2 BALAI PENGOBATAN/KLINIK 0 0 164 4 8 74 250
3 PRAKTIK DOKTER BERSAMA 0 0 15 0 0 7 22
4 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN 0 0 3584 0 0 545 4.129
5 PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL 0 0 5 0 0 215 220
6 BANK DARAH RUMAH SAKIT 0 0 2 1 0 0 3
7 UNIT TRANSFUSI DARAH 0 0 11 0 0 0 11
SARANA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN
1 INDUSTRI FARMASI 0 0 0 0 0 0 0
2 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL 0 0 39 0 0 0 39
3 USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 0 0
4 PRODUKSI ALAT KESEHATAN 0 0 0 0 0 0 0
5 PEDAGANG BESAR FARMASI 0 0 0 0 0 1 1
6 APOTEK 0 0 272 1 0 162 435
7 TOKO OBAT 0 0 71 0 0 75 146
8 PENYALUR ALAT KESEHATAN 0 0 0 0 0 1 1

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 68

PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR LEVEL I


NO SARANA KESEHATAN JUMLAH SARANA
JUMLAH %
1 2 3 4 5

1 RUMAH SAKIT UMUM 48 42 87,50

2 RUMAH SAKIT KHUSUS 20 16 80,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 68 58 85,29

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 69

JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA DAN KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

STRATA POSYANDU
JUMLAH POSYANDU AKTIF
NO KABUPATEN PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI
PUSKESMAS JUMLAH
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Ogan Komering Ulu 16 20 4,41 263 57,93 143 31,50 28 6,17 454 171 37,67
2 Ogan Komering Ilir 29 6 0,76 141 17,94 563 71,63 76 9,67 786 639 81,30
3 Muara Enim 22 48 10,55 40 8,79 334 73,41 33 7,25 455 367 80,66
4 Lahat 33 0 0,00 154 34,68 290 65,32 0 0,00 444 290 65,32
5 Musi Rawas 19 56 12,31 120 26,37 89 29,28 39 8,57 304 128 42,11
6 Musi Banyuasin 28 88 19,82 210 47,30 169 38,06 34 7,66 501 203 40,52
7 Banyuasin 31 28 6,15 218 47,91 357 117,43 80 17,58 683 437 63,98
8 OKU Selatan 19 0 0,00 65 14,64 256 57,66 1 0,23 322 257 79,81
9 OKU Timur 22 10 2,20 211 46,37 395 86,81 18 3,96 617 470 76,18
10 Ogan Ilir 25 144 32,43 98 22,07 75 16,89 2 0,45 319 77 24,14
11 Empat Lawang 9 79 17,36 100 21,98 0 0,00 0 0,00 179 179 100,00
12 PALI 7 39 32,23 64 52,89 14 11,57 4 3,31 121 18 14,88
13 Muratara 8 51 35,92 50 35,21 27 19,01 14 9,86 142 41 28,87
14 Kota Palembang 39 113 11,01 243 23,68 440 42,88 230 22,42 1026 670 65,30
15 Kota Prabumulih 9 10 8,13 57 46,34 48 39,02 8 6,50 123 56 45,53
16 Kota Pagar Alam 7 0 0,00 49 39,52 75 60,48 0 0,00 124 75 60,48
17 Kota Lubuk Linggau 9 0 0,00 15 15,15 72 72,73 12 12,12 99 99 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 692 10,33 2098 31,32 3347 49,96 579 8,64 6699 4177 62,35

RASIO POSYANDU PER 100 BALITA 1

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 70

JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

JUMLAH
NO KABUPATEN DESA/ UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)
PUSKESMAS
KELURAHAN POSKESDES POLINDES POSBINDU
1 2 3 4 5 6 7
1 Ogan Komering Ulu 16 157 171 0 34
2 Ogan Komering Ilir 29 327 262 0 0
3 Muara Enim 22 255 273 0 30
4 Lahat 33 376 376 219 0
5 Musi Rawas 19 199 115 76 0
6 Musi Banyuasin 28 240 269 0 0
7 Banyuasin 31 304 304 0 8
8 OKU Selatan 19 259 180 0 2
9 OKU Timur 22 329 290 8 3
10 Ogan Ilir 25 241 202 0 38
11 Empat Lawang 9 154 102 17 0
12 PALI 7 57 25 3 0
13 Muratara 8 98 4 14
14 Kota Palembang 39 107 72 0 0
15 Kota Prabumulih 9 37 32 9 9
16 Kota Pagar Alam 7 35 53 0 4
17 Kota Lubuk Linggau 9 72 43 0 9

JUMLAH (KAB/KOTA) 3.247 2.773 346 137

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 71

JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KABUPATEN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

DESA/KELURAHAN SIAGA
JUMLAH
JUMLAH
NO KABUPATEN DESA/
PUSKESMAS PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH %
KELURAHAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Ogan Komering Ulu 16 157 61 82 4 0 147 93,63
2 Ogan Komering Ilir 29 327 165 83 73 6 327 100,00
3 Muara Enim 22 255 125 83 15 5 228 89,41
4 Lahat 33 376 185 0 0 0 185 49,20
5 Musi Rawas 19 199 106 73 18 2 199 100,00
6 Musi Banyuasin 28 240 129 60 33 26 248 103,33
7 Banyuasin 31 304 25 23 29 227 304 100,00
8 OKU Selatan 19 259 35 6 76 2 119 45,95
9 OKU Timur 22 308 23 106 77 19 225 73,05
10 Ogan Ilir 25 241 150 43 1 0 194 80,50
11 Empat Lawang 9 156 101 0 0 0 101 64,74
12 PALI 7 57 17 18 5 0 40 70,18
13 Muratara 8 89 47 39 0 0 86 96,63
14 Kota Palembang 39 107 45 4 9 14 72 67,29
15 Kota Prabumulih 9 37 16 6 3 2 27 72,97
16 Kota Pagar Alam 7 35 16 13 0 0 29 82,86
17 Kota Lubuk Linggau 9 72 45 8,00 0 0 47 65,28

JUMLAH (KAB/KOTA) 3.219 1.291 647 343 303 2.578 80,09

Sumber: - Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2015

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


TABEL 72

JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2015

DOKTER
NO UNIT KERJA DR SPESIALIS a DOKTER UMUM TOTAL DOKTER GIGI TOTAL
GIGI SPESIALIS
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
1 Ogan Komering Ulu 0 0 0 6 20 26 6 20 26 2 2 4 0 0 0 2 2
2 Ogan Komering Ilir 0 0 0 16 18 34 16 18 34 2 3 5 0 0 0 2 3
3 Muara Enim 0 0 0 7 23 30 7 23 30 3 8 11 0 0 0 3 8
4 Lahat 0 0 0 6 16 22 6 16 22 1 1 2 0 0 0 1 1
5 Musi Rawas 0 0 0 14 19 33 14 19 33 4 3 7 0 0 0 4 3
6 Musi Banyuasin 0 0 0 17 27 44 17 27 44 0 4 4 0 0 0 0 4
7 Banyuasin 0 0 0 16 39 55 16 39 55 2 6 8 0 0 0 2 6
8 OKU Selatan 0 0 0 7 9 16 7 9 16 2 2 4 0 0 0 2 2
9 OKU Timur 0 0 0 15 14 29 15 14 29 0 4 4 0 0 0 2 4
10 Ogan Ilir 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1
11 Empat Lawang 0 0 0 3 8 11 3 8 11 0 0 0 0 0 0 0 0
12 PALI 0 0 0 3 7 10 3 7 10 1 2 3 0 0 0 1 2
13 Muratara 0 0 0 7 13 20 7 13 20 1 0 1 0 0 0 1 0
14 Kota Palembang 2 8 10 5 73 78 7 81 88 7 31 38 0 0 0 7 31
15 Kota Prabumulih 0 0 0 6 18 24 6 18 24 2 5 7 0 0 0 2 5
16 Kota Pagar Alam 0 0 0 8 0 0 0 6 0 0 0 0 0
17 Kota Lubuk Linggau 0 0 0 6 9 15 6 9 15 1 6 7 0 0 0 1 6
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 2 8 10 134 313 455 136 321 457 28 78 112 0 0 0 30 78
1 RSUD K.AGUNG 9 3 12 4 6 10 13 9 22 0 0 0 1 0 1 1 0
2 RS Dr Sobirin 8 3 11 3 8 11 11 11 22 0 2 2 0 0 0 0 2
3 RS Muara Beliti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 RS KUSTA SUNGAI KUNDUR 7 7 14 4 14 18 11 21 32 0 2 2 0 0 0 0 2
5 RSUD BANYUASIN 2 3 5 6 4 10 8 7 15 1 1 2 0 0 0 1 1
6 RSUD LAHAT 7 7 14 4 6 10 11 13 24 0 2 2 0 0 0 0 2
7 RS DKT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 RS Siti Aisyah 11 6 17 8 9 17 19 15 34 0 0 0 0 0 0 0 0
9 RS. AR BUNDA 4 0 4 0 3 3 4 3 7 0 1 1 0 0 0 0 1
10 RS Tentara (DKT) 9 5 14 4 5 9 13 10 23 1 1 2 0 0 0 1 1
11 RS IBU & ANAK DWI SARI 2 0 2 0 1 1 2 1 3 0 0 0 0 0 0 0 0
12 RSD Besemah 0 0 10 0 0 14 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0
13 RS Dr. Moehammad Hoesin 79 50 129 12 21 33 91 71 162 2 5 7 7 7 14 9 12
14 RS Ernaldi Bahar 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
15 RS Mata Prov. Sumsel 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
16 RS Paru Prov. Sumsel 1 4 5 0 4 4 1 8 9 0 1 1 0 0 0 0 1
17 RSUD BARI 16 15 31 10 18 28 26 33 59 0 4 4 0 0 0 0 4
18 RS Dr. A.K Gani 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
19 RS Bhayangkara 17 8 25 6 8 14 23 16 39 3 2 5 0 0 0 3 2
20 RS Pertamina 21 5 26 5 4 9 26 9 35 0 2 2 0 0 0 0 2
21 RS Pusri 2 1 3 4 14 18 6 15 21 1 1 2 0 0 0 1 1
22 RS Pelabuhan 17 11 28 3 7 10 20 18 38 1 4 5 0 0 0 1 4
23 RSI Siti Khadijah 27 22 49 4 15 19 31 37 68 1 2 3 0 0 0 1 2
24 RS Muhammadiyah 10 4 14 4 5 9 14 9 23 2 2 4 0 0 0 2 2
25 RS RK Charitas 56 30 86 11 29 40 67 59 126 2 5 7 0 0 0 2 5
26 RS Myria 3 2 5 7 7 14 10 9 19 1 1 2 0 0 0 1 1
27 RS Bunda 19 17 36 3 7 10 22 24 46 0 2 2 0 0 0 0 2
28 RS Siloam 8 7 15 7 8 15 15 15 30 1 0 1 0 0 0 1 0
29 RS Karya Asih 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
30 RSB Tiara Fatrin 6 10 16 0 6 6 6 16 22 0 0 0 0 0 0 0 0
31 RSAB YK Madira 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
32 RSB Rika Amelia 5 2 7 1 1 2 6 3 9 0 0 0 0 0 0 0 0
33 RSAB Widiyanti 7 7 14 3 2 5 10 9 19 0 0 0 0 0 0 0 0
34 RSB Azzahra 4 1 5 2 4 6 6 5 11 0 0 0 0 0 0 0 0
35 RS Sriwijaya Eye Center 4 6 10 0 0 0 4 6 10 0 0 0 0 0 0 0 0
36 RSIA Marisa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
37 RSB Trinanda 2 5 7 0 5 5 2 10 12 0 0 0 0 0 0 0 0
38 RS Hermina 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Lampiran Profil Kesehatan Provinsi Sumsel 2015


DOKTER
NO UNIT KERJA DR SPESIALIS a DOKTER UMUM TOTAL DOKTER GIGI TOTAL
GIGI SPESIALIS
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
39 RSIA Graha Mandiri 1 2 3 0 0 0 1 2 3 0 0 0 0 0 0 0 0
40 RSK Gigi Mulut Pemprov Sumsel 1 0 1 0 2 2 1 2 3 0 16 16 0 0 0 0 16
41 RSK Bedah Medika Insani 6 1 7 0 0 0 6 1 7 0 0 0 0 0 0 0 0
42 RSIA Siti Mirza 2 6 8 1 3 4 3 9 12 0 2 2 0 0 0 0 2
43 RSIA Bunda Noni 2 4 6 0 3 3 2 7 9 0 1 1 0 0 0 0 1
44 RS Ar_Rasyid 3 8 11 3 3 6 6 11 17 0 2 2 0 0 0 0 2
45 RSUD SEKAYU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
46 RS. BAYUNG LENCIR 1 1 2 4 1 5