Anda di halaman 1dari 4

Nama : Ihsan Nur Hilmi

NIM : 1501035142
Kelas : 6A Etika Bisnis
Budaya dan Etika Bisnis Walmart
A. Profil Walmart
Sejarah bisnis Wal-Mart Inc tidak lepas dari kejeniusan Sam Walton. Sebab, di tangan alumnus
Universitas Missouri, Columbia, inilah gurita ritel global betul-betul meraksasa. Bermula dari
pengalamannya bekerja bertahun-tahun pada perusahaan ritel Sears Robuck dan JC Penney, Walton
memulai langkah bisnisnya. Dia membeli sebuah waralaba dan penyewaan di kawasan Pelabuhan Ben
Franklin, Arkansas, yakni jaringan penjualan dari peritel lokal Butler Brother pada 1945.
Sam mendirikan Wal-Mart, filosofinya adalah menghormati setiap individu, melayani konsumen
dengan baik, dan striving for excellence. Setiap toko Wal-Mart mempunyai program yang dipimpin
oleh para pegawai lokal, yang tumbuh dan mengerti kebutuhan disana. Wal-Mart menguasai dunia
ritel di Amerika Serikat, bergerilya dengan toko-toko kecil di pinggiran kota, dan kemudian masuk ke
giant retail dengan konsep “ Everyday Low Price”.
Walmart adalah perusahaan retail terbesar di dunia yang melayani bukan saja pasar lokal tetapi telah
terjun dalam pasar global, hal ini terbukti bahwa Walmart telah memiliki lebih dari 3.700 toko di
Amerika Serikat dan telah beroperasi di 144 negara. Salah satu keberhasilan Walmart menjadi
perusahaan global adalah dengan penerapan sistem supply chain yang efektif dan efisien yang
didukung oleh infrastruktur dan teknologi informasi yang canggih, sehingga penerapan strategi dalam
menjual produk bermerek dengan harga rendah dapat tercapai. Salah satu kunci utama efisiensi
distribusi adalah informasi.
Walmart merupakan salah satu pengecer pertama yang melakukan investasi besar dalam tekhnologi
informasi. Wal-Mart melengkapi toko-tokonya dengan peralatan scanning terkomputerisasi untuk
cash register, dimana sistem ini memungkinkan Walmart untuk mengetahui apa yang dibeli pelanggan
dan memberitahukan produsen arus produksi dan kemana harus mengirimkan barang.
B. Visi dan Misi Walmart
VISI Sam Walton bagi Walmart adalah memberi nilai bagi pelanggan dengan menerapkan strategi
EDLP (Every Day Low Price) memberikan produk yang berkualitas tinggi dengan brand terkenal namun
dengan harga termurah, dan tetap bertahan dalam perusahaan global yang mengarahkan
perkembangannya kepada dunia.
MISI Walmart lebih mengarah pada para pelanggan dimana, meskipun walmart ada di berbagai bagian
negara, namun walmart tetap memberlakukan standar dan penghormatan yang sama pada setiap
pelanggan.
C. Budaya dan Etika Bisnis Walmart
Sejak didirikan oleh Sam Walton, perusahaan kita telah menjadi organisasi yang berlandaskan nilai-
nilai dan etika. Keyakinan kita adalah nilai yang memandu keputusan dan kepemimpinan kita. Sam
Walton menerapkan beberapa budaya dan etika bisnis yaitu sebagai berikut :
 Saling Menghormati
Kita menghargai setiap rekan, berdedikasi terhadap pekerjaan yang kita lakukan, serta berkomunikasi
dengan mendengarkan dan berbagi gagasan. Para karyawan Walmart saling menghormati dalam
menjalankan pekerjaannya masing-masing.
 Layanan kepada Pelanggan
Kita hadir untuk melayani pelanggan, saling mendukung, dan berbakti kepada masyarakat sekitar.
Para karyawan Walmart lebih memfokuskan diri untuk melayani pelanggan serta membantu
masyarakat sekitar.

 Berusaha Keras Mencapai yang Terbaik


Kita bekerja sebagai tim dan menjadi teladan saat kita berinovasi dan meningkatkan diri setiap hari.
Para karyawan Walmart bekerja sama untuk menciptakan sesuatu untuk meningkatkan kepuasan para
pelanggannya.

 Bertindak dengan Integritas


Kita bertindak dengan integritas tertinggi dengan bersikap jujur, adil, dan objektif, saat bekerja sesuai
dengan semua undang-undang dan kebijakan kita. Para karyawan Walmart diwajibkan untuk bersikap
jujur, adil dan objektif dimana para karyawan tidak memilih-milih untuk melayani pelanggan.

D. Strategi Bisnis Walmart


1. Strategi Distribusi Walmart
Menurut Byrnes, (2003 : 1) Kunci untuk menyediakan barang bagus, pelayanan yang konsisten dan
harga yang terjangkau adalah diferensiasi. Diferensiasi disini merupakan proses dimana
perusahaan menetapkan kebijakan pelayanan yang berbeda, seperti pelayanan interval, waktu
pengiriman, untuk kelompok-kelompok yang berbeda. Perusahaan harus selalu dapat menepati
janji, tetapi setiap pelanggan mendapatkan kelompok janji yang berbeda-beda sesuai segmennya.
Diferensiasi pelayanan juga baik untuk pembeli. Dan dalam hal ini Walmart menempatkan
diferensiasi dalam saluran distribusi.
 Mendominasi pasar ritel di semua tempat. Walmart adalah ritel yang selalu menerapkan
diskon dan selalu berusaha menjual produknya dengan harga yang semurah mungkin. Sisi lain
dari strategi ini adalah menerapkan sistem kompensasi untuk masing-masing toko. Masing-
masing toko didorong untuk berkompetisi dengan toko lainnya dalam hal jumlah konsumen,
sampai akhirnya toko-toko Walmart meraih dominasi di pasar ritel lokal di daerah tersebut.
“Karakteristik promosi mereka adalah penggunaan toko-toko dan pegawainya sendiri dalam
iklan”.
 Bertumbuh dengan melakukan ekspansi baik di AS maupun internasional. Saat ini Walmart
mempekerjakan lebih dari 1.3 juta pekerja dan mempunyai lebih dari 4.000 toko diseluruh
dunia. Data ini dengan jelas memperlihatkan dominasi dan kekuatan Walmart dalam
melakukan ekspansi. Walmart memang sangat agresif melakukan ekspansi. Strategi ekspansi
yang terakhir adalah masuk ke suatu negara, mengambil alih atau membeli ritel-ritel nasional.
Setelah dibeli, Walmart mengubahnya menjadi toko-toko Walmart. Dengan pengambil alihan
perusahaan-perusahaan ritel lokal atau nasional, Walmart mendapatkan keuntungan berupa
hilangnya kompetitor besar, dan mendapatkan lokasi di tempat strategis sekaligus
karyawannya. Ini cara yang efisien dalam penggunaan dana.
 Menciptakan kesan baik dan kepuasan pelanggan akan brand Walmart. Ritel ini ingin
konsumen mendapatkan image bahwa yang terbaik (murah). Caranya dengan berkomunikasi
lewat televisi maupn media cetak. Karakteristik promosi mereka adalah penggunaan toko-
toko dan pegawainya sendiri dalam iklan.
 Strategi keempat adalah masuk ke sektor-setor ritel yang baru. Walmart melebarkan sayapnya
kesektor farmasi dan otomotif. Namun, setelah bertahun tahun dituduh sebagai penyebab
dari bergugurannya pedagang-pedagang kecil, belakangan Walmart menerapkan strategi
baru, yaitu membantu pedagang-pedagang lokal supaya mampu bersaing.
2. Strategi dalam Bidang Teknologi Informasi (IT)
 Strategi kepemimpianan biaya. Walmart membangun jaringan satelit yang canggih yang
menghubungkan point of sale di semua tokonya. Jaringan tersebut ditujukan untuk para
manajer dan bagian penjualan mengenai informasi status penjualan dan persediaan terbaru.
Walmart juga mengefisiensikan operasional sistem informasi tersebut untuk menawarkan
produk dan layanan berbiaya lebih rendah dan berkualitas lebih baik, hal tersebut dilakukan
untuk diferensiasi Walmart dari para pesaingnya. Walmart juga menggunakan sistem cross
clocking yang merupakan sistem pendistribusian barang dari supplier dikirim ke gudang
Walmart untuk proses seleksi, pengepakan ulang dan kemudian di salurkan langsung ke toko-
toko Walmart tanpa disimpan terlalu lama, sehingga biaya penyimpanan akan rendah.
 Strategi Inovasi dan Saturation. Walmart melakukan proses bisnis dengan IT dan mendukung
para pemasoknya untuk menggunakan IT pula. Hal ini akan memangkas biaya, meningkatkan
kualitas, efisiensi, layanan pelanggan dan memangkas waktu ke pasar atau ke tempat
pemasok. Walmart memiliki pusat distribusi dan jaraknya sekitar satu hari perjalanan (paling
jauh) dari toko-toko yang mereka layani, dan Walmart akan mengawasi setiap barang yang
dikirim dari gudang. Sistem IT Walmart juga berguna untuk mengubah data mentah menjadi
data bergunaWal-Mart juga mengembangkan sistem RFID (Radio Frequency Identify) pada
tahun 2005 yang dapat memberikan informasi kepada retailer maupun supplier.
 Strategi Pertumbuhan. Strategi pertumbuan yang digunakan Walmart adalah menggunakan
IT untuk mengelola perluasan bisnis secara regional dan global. Dengan IT, Walmart bisa
mendapatkan informasi secara cepat dan setiap waktu.
 Strategi Persekutuan. Perusahaan seperti Walmart memperluas jaringan mereka ke para
pelanggan dan pemasok agar sistem pengisian persediaan berlanjut dan akan mengamankan
bisnis Walmart. Dengan itu, akan muncul e-business untuk membagi informasi antar
perusahaan dengan pelanggan dan peamsok.
 Strategi Barriers to Entry. Walmart telah menginvestasikan cukup banyak pada bidang IT nya.
Karena IT inilah yang banyak membantu para manajer Walmart dalam melaukan
pekerjaannya, dan hal inilah yang menjadi penghalang bagi para kompetitor yang ingin masuk
ke industri ini, karena harus bersaing dengan Walmart.
3. Strategi untuk Pelanggan
 Memahami Pelanggan. Wal-Mart berusaha untuk menyediakan barang untuk para
pelanggannya dengan harga yang murah sesuai dengan taglinenya yaitu Save Money Live
Better yang berarti denga menghemat pengeluaran, keluarga dapat hidup lebih baik. Studi
yang dilakukan oleh Goldman Sachs yang dikutip dalam majalah Fortune, Walmart menjadi
price leader di berbagai kategori produk. Walmart memang dikenal dengan harga yang murah
dan diskonnya.
 Merchandising Focus. Walmart lebih fokus untuk menjual produk dengan harga murah dan
melakukan seleksi produk. Walmart juga berfokus pada barang-barang bermerk namun
dengan harga yang murah yang pasti diminati oleh konsumen/pelanggannya.
 Segmentasi Pasar. Walmart membagi segemen pasarnya menjadi 5, yaitu:
1) Walmart discount stores yang dibuka pertama kali pada tahun 1962. Sampai dengan
sekarang, sudah terdapat lebih dari 803 toko yang menawarkan kepuasan serta
kenyamanan pelanggannya di seluruh Amerika
2) Walmart supercenter yang dikembangkan pada tahun 1988 untuk meningkatkan
kenyamanan dan onestop family shopping yang sangat menggambarkan tagline Walmart
Every Day Low Price
3) Walmart neighborhood market merupakan pasar cepat dan nyaman
4) Marketside merupakan segmen Walmart yang menyediakan makanan segar dalam
beberapa menit. Marketside ini ditujukan bagi para pelangannya yang sibuk
5) Walmart.com adalah kenyamanan belanja bagi pelanggan melalui internet dengan harga
yang rendah dan dapat dikirim ke tempat pelanggan.
 Keramahan Pelayanan. Walmart memberikan keterampilan para karyawannya untuk
melayani pelanggan. Sam Walton selalu mengingatkan bahwa penghasilan mereka berasal
dari konsumen. Para karyawannya juga selalu menyambut pelanggan dengan senyuman di
pintu masuk.
4. Strategi Supply Chain Walmart selalu menekan biaya pembelian dan menawarkan harga terbaik
untuk para pelanggannya. Maka dari itu, barang/persediaan diperoleh langsung dari produsen
tanpa perantara.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan dari penjelasan di atas bahwa Walmart merupakan perusahaan retail terbesar di
dunia yang melayani bukan saja pasar lokal tetapi telah terjun dalam pasar global, hal ini terbukti
bahwa Walmart telah memiliki lebih dari 3.700 toko di Amerika Serikat dan telah beroperasi di 144
negara.
VISI Walmart adalah memberi nilai bagi pelanggan dengan menerapkan strategi EDLP (Every Day Low
Price) memberikan produk yang berkualitas tinggi dengan brand terkenal namun dengan harga
termurah, dan tetap bertahan dalam perusahaan global yang mengarahkan perkembangannya kepada
dunia.
MISI Walmart lebih mengarah pada para pelanggan dimana, meskipun walmart ada di berbagai bagian
negara, namun walmart tetap memberlakukan standar dan penghormatan yang sama pada setiap
pelanggan.
Kemudian, budaya dan etika bisnis yang dilakukan oleh walmart adalah memfokuskan diri terhadap
pelayanan karyawan kepada pelanggannya saling menghormati, bertindak dengan integritas,
melayani masyarakat dengan berusaha keras mencapai yang terbaik.
Ada beberapa strategi yang digunakan oleh walmart dalam berbisnis yaitu strategi untuk distribusi,
strategi dalam bidang teknologi informasi (IT), Strategi untuk Pelanggan, dan Strategi Supply Chain.
Referensi :
https://www.walmartethics.com/uploadedFiles/Content/Indonesian.pdf
https://zulfanny.wordpress.com/2014/01/22/null/
https://www.scribd.com/doc/269646852/Etika-Walmart
http://cahyo-welly.blogspot.co.id/2017/02/analisis-e-supply-chain-wal-mart.html
http://blogkelompoksimdp.blogspot.co.id/2013/10/sejarah-visi-misi-strategi-bisnis-serta.html