Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PERCOBAAN

TEKNIK PENGUKURAN

HUKUM OHM
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknik Pengukuran

Dosen Pembimbing : M.Fahmi Hakim, ST. MT

Disusun Oleh :

Putri Ilma Elvira 1631120143


D3 TL 1F

JURUSAN ELEKTRO PRODI TEKNIK LISTRIK


POLITEKNIK NEGERI MALANG
2017
HUKUM OHM

A. Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan percobaan ini, anda dapat :
1. membuktikan hubungan matematis antara arus, tegangan, dan tahanan
menggunakan hukum Ohm,
2. menganalisis hubungan antara tegangan dan arus listrik pada suatu nilai
tahanan,
3. menganalisis hubungan antara arus dan tahanan pada tegangan tertentu,
4. menggambarkan grafik V-I pada nilai tahanan yang berbeda.

B. Dasar Teori
Tahanan adalah salah satu komponen yang banyak digunakan di dalam
rangkaian-rangkaian listrik. Satuan tahanan adalah ohm(Ω) dan simbol kelistrikannya
adalah R. Jenis tahanan yang digunakan pada percobaan ini adalah tahanan film karbon
dan wire wound.
Hukum Ohm menyatakan hubungan antara tegangan, arus dan tahanan didalam
rangkaian listrik yang dinyatakan dengan persamaan,

V=I.R atau R = V/I Ω

Dengan;
V = Tegangan yang diberikan pada tahanan (V)
I = Arus yang mengalir pada tahanan (A)
R = Besarnya nilai tahanan (Ω)

Besarnya daya suatu tahanan bergantung pada besarnya arus yang diberikan
melalui tahanan itu. Daya yang diberikan pada tahanan tidak boleh melebihi daya
tahanan tersebut. Tahanan mempunyai beberapa nilai daya, seperti 5W, 1W, 0,5W, dan
0,25W.

C. Alat dan bahan yang digunakan


1) Catu daya DC 1
2) Multimeter Elavi 15n 1
3) Tahanan (Ω)/5W 47,100,150, 1500 (2),
4) Proto board 1
5) Kabel penghubung (leads) Kabel Avo (2)
Japit Buaya (2)
D. Langkah percobaan
1) telitilah semua peralatan sebelum digunakan
2)

3) Hidupkan sumber tegangan, atur secara bertahap sesuai dengan permintaan


data
4) Amati dan catat semua alat ukur setiap kali perubahan tegangan sumber dan
beban
5) Setiap penggantian tahanan R, saklar S harus dimatikan
6) Kembalikan alat-alat yang digunakan

E. Data Percobaan
Data 2.1 Tegangan arus
I (Ampere)
V (volt)
R = 147 Ω R = 1500 Ω R = 1650 Ω
4 0,035 0,00257 0,002635
8 0,075 0,00525 0,00475
12 0,1175 0,00825 0,0075
16 0,16 0,01075 0,00975
20 0,01875 0,01675 0,01225
24 0,1675 0,01625 0,01475

F. Tugas dan pertanyaan


1) Buatkan grafik antara tegangan dan arus sesuai percobaan!
2) Bagaimana hubungan antara arus dan tahanan pada kondisi tegangan konstan.
Jelaskan dengan grafik !
3) Buat kesimpulan tentang percobaan ini !
4) Apa maksudnya nilai suatu tahanan 1Ω ?
5) Berapa besarnya arus yang mengalir pada suatu tahanan 100Ω jika diberikan
tegangan 20 volt?
6) Bagaimana hubungan antara arus dan tegangan pada suatu tahanan dengan
nilai tetap ?
G. Jawaban atas pertanyaan
1) Grafik

2) Grafik
3) Dari percobaan di atas dapat disimpulkan, arus yang mengalir akan semakin
kecil jika tahanannya semakin besar. Arus akan semakin besar jika besar
tegangannya ditambah.
4) Suatu resistor dikatakan memiliki tahanan sebesar 1 Ω yaitu apabila resistor
tersebut menjembatani beda tegangan 1 volt dan arus listrik yang timbul akibat
tegangan tersebut adalah 1 ampere.
𝑉 20
5) I =𝑅 , 1000 = 0,002 A
Jadi besarnya arus adalah 0,002 A/2mA
6) Hubungan antara arus dan tegangan pada suatu tahanan dengan nilai tetap
adalah apabila arus semakin besar, maka tegangan akan semakin besar pula.
Sesuai dengan hokum Ohm V=I.R

H. Analisis
Berdasarkan data percobaan analisisnya adalah
Saat R=147 Saat R=1500 Saat R=1650
0,3 0,3 0,3
- 30
x 3,5 = 0,035 - 30
x 2,57 = 0,00257 - 30
x 2,65 = 0,00265
0,3 0,3 0,3
- 30
x 7,5 = 0,075 - 30
x 5,25 = 0,00525 - 30
x 4,75 = 0,00475
0,3 0,3 0,3
- 30
x 11,75 = 0,1175 - 30
x 8,25 = 0,00825 - 30
x 7,5 = 0,0075
0,3 0,3 0,3
- x 1,6 = 0,016 - x 10,75 = 0,01075 - x 9,75 = 0,00975
30 30 30
0,3 0,3 0,3
- 30
x 1,875 = 0,01875 - 30
x 16,75 = 0,01675 - 30
x 12,25 = 0,01275
0,3 0,3 0,3
- 30
x 16,75 = 0,1675 - 30
x 16,25 = 0,01625 - 30
x 14,75 = 0,01475

I. Kesimpulan
1. Dari percobaan diatas dapat dibuktikan hubungan antara tahanan, arus, dan
tegangan berhubungan dengan Hukum Ohm
2. Nilai pengukuran tegangan dan arus pada suatu tahanan yaitu nilai dari besar
tahanan yang diukur dan tegangan yang diberikan akan menentukan besar nilai
arusnya.
3. Nilai arus dan tahanan jika pada tegangan konstan akan berubah jika tahanan
yang diukur nilainya semakin besar maka arusnya akan semakin kecil.
4.