Anda di halaman 1dari 25

CLUTCH (KOPLING)

MAKALAH

disusun sebagai salah satu syarat Ujian Mata Kuliah Power Train Otomotif

dosen pengampu: Drs. H. Sulaeman. M.Pd.


Ibnu Mubarok, S.pd. M.Pd.

Disusun oleh :

Qori Zulia Rahma 1500465


Affan Maulana 1501163
M. Dimas Adhinegoro 1503853
Jajang Pujangga 1504491
Arry Abiyyu Ramadhan 1505568

PROGRAM KONSENTRASI OTOMOTIF


DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .............................................................................................. i


UCAPAN TERIMAKASIH ..................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ..................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah................................................................................ 1
1.3. Tujuan .................................................................................................. 1
1.4. Manfaat ................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................... 2
2.1. Bagian-Bagian Utama Sistem Pemindah Tenaga ................................ 3
2.2. Sistem Kopling .................................................................................... 3
2.3. Jenis-Jenis Kopling .............................................................................. 4
2.4. Konstruksi Kopling.............................................................................. 9
2.5. Mekanisme penggerak ........................................................................ 13
2.6. Release Bearing (Bantalan Pembebas) .............................................. 17
2.7. Analisis Perhitungan Kopling ............................................................ 18
BAB III PENUTUP ................................................................................ 19
3.1. Kesimpulan ........................................................................................ 19
3.2. Saran .................................................................................................. 19
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 20
LAMPIRAN ............................................................................................ 21

i
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 bagian utama sistem pemindah tenaga................................................. 3


Gambar 2 konstruksi unit kopling plat tunggal .................................................... 3
Gambar 3 konstruksi unit kopling plat ganda ....................................................... 4
Gambar 4 konstruksi unit kopling plat banyak ..................................................... 5
Gambar 5 kopling magnet .................................................................................... 5
Gambar 6 kopling satu arah tipe sprang dan roller .............................................. 7
Gambar 7 konstruksi unit kopling fluida .............................................................. 7
Gambar 8 kopling sentrifugal ............................................................................... 9
Gambar 9 clutch cover ........................................................................................ 10
Gambar 10 clutch cover tipe coil spring ............................................................. 10
Gambar 11 clutch cover tipe diapraghma .......................................................... 13
Gambar 12 plat kopling ...................................................................................... 13
Gambar 13 kopling mekanis ............................................................................... 13
Gambar 14 kopling hidrolis ................................................................................ 13
Gambar 15 master silinder kopling saat di tekan................................................ 13
Gambar 16 master silender kopling saat di lepas ............................................... 13
Gambar 17 silinder kopling sistem hidrolis ........................................................ 13
Gambar 18 booster kopling hidrolis ................................................................... 13
Gambar 19 release bearing ................................................................................. 13

ii
UCAPAN TERIMAKASIH

Segala Puji hanya bagi Allah SWT yang telah menganugerahkan Rahmat dan
Hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah Clutch (Kopling)
tepat pada waktunya.

Sholawat dan Salam semoga tetap tercurahkan kepada teladan kita Nabi
Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat dan semoga kita tetap menjadi
pengikutnya hingga akhir zaman. Dalam kesempatan ini tak lupa penyusun
mengucapkan terima kasih kepada:

1. Drs. H. Sulaeman, M.Pd., dan Ibnu Mubarok, S.Pd., M.Pd., selaku dosen
pengampu Mata Kuliah Power Train Otomotif
2. Kedua orang tua penyusun, serta seluruh pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan makalah ini

Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maka dari
itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif demi perbaikan
penulisan selanjutnya.

Akhirya penyusun berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi


penyusun khususnya dan umumnya para pembaca.

Bandung, 06 Februari 2018

Penyusun

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seluruh kendaraan dituntut bisa dioperasikan atau dijalankan pada berbagai
kondisi jalan. Namun demikian, enjin yang berfungsi sebagai penggerak utama
pada suatu kendaraan tidak bisa melakukan dengan baik apa yang menjadi
kebutuhan atau tuntutan kondisi jalan tersebut. Misalnya, pada saat jalan
mendaki, kendaraan membutuhkan momen punter (torsi) yang besar, namun
kecepatan atau laju kendaraan yang dibutuhkan rendah.

Pada saat ini walaupun putaran enjin tinggi karena katup trotel atau katup
gas dibuka penuh namun putaran enjin tersebut harus dirubah menjadi kecepatan
atau laju yang rendah. Sedangkan pada saat sepeda motor berjalan pada jalan
yang rata, kecepatan diperlukan tapi tidak diperlukan torsi yang besar.

Kopling adalah bagian yang diperlukan pada kendaraan yang penggerak


utamanya diperoleh dari hasil pembakaran di dalam silinder enjin. Pada tahap
pertama enjin dihidupkan tanpa digunakan tenaganya. Oleh karena itu, pada tahap
pertama enjin harus dapat berputar dahulu dan kemudian memindahkan
tenaganya perlahan-lahan pada roda belakang sehingga kendaraan akan bergerak
perlahan-lahan. Selain itu, enjin juga harus bebas bila mengganti gigi transmisi.
Maka diperlukan pemasangan kopling yang letaknya diantara mesin dan
transmisi yang berfungsi untuk menghubungkan dan membebaskan putaran
mesin.

1
2

Ada berbagai jenis kopling berdasarkan bentuk meliputi kopling piringan


(disk clutch), kopling sepatu sentrifugal. Berdasarkan kondisi kerja meliputi
kopling plat basah dan kopling plat kering. Dan makalah ini akan menjelaskan
bagaimana prinsip kerja kopling. Ada berbagai macam komponen mesin yang
terdiri dari driven plate (piringan kopling), pressure plate, clutch release, clutch
release fork. Perbedaan kopling manual dengan kopling otomatis. Dan
permasalahan yang sering terjadi pada kopling.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang akan di bahas dalam
makalah ini yaitu :
1. Apa bagian-bagian utama sistem pemindah tenaga?
2. Apa sistem kopling?
3. Apa saja jenis-jenis kopling?
4. Bagaimana konstruksi kopling?
5. Bagaimana mekanisme penggerak?
6. Apa yang dimaksud release bearing (bantalan pembebas) pada kopling?
7. Bagaimana analisis perhitungan kopling?

1.3 Tujuan Penulisan


Berdasarkan rumusan masalah yang tersebut di atas, maka tujuan penulisan
makalah ini yaitu:
1. Mengetahui bagian-bagian utama sistem pemindah tenaga
2. Mengetahui sistem kopling
3. Mengetahui jenis-jenis kopling
4. Mengetahui konstruksi kopling
5. Mengetahui mekanisme penggerak
6. Mengetahui release bearing (bantalan pembebas) pada kopling
7. Mengetahui analisis perhitungan kopling

1.4.Manfaat
Dengan pemilihan tema dan penyusunan makalah ini para pembaca umumnya
dan penyusun khususnya mengetahui tentang clutch (kopling) sehingga dapat
mengaplikasikan dengan baik.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Bagian – bagian utama system pemindah tenaga

Pemindah tenaga (Power Train) adalah sejumlah mekanisme yang


memindahkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk menggerakkan roda-roda
kendaraan.

Gambar 1. Bagian – bagian utama sistem pemindah tenaga (sumber:Toyota


New Step 1)

1. Kopling (Clutch) berfungsi untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari


mesin ke transmisi melalui kerja pedal selama perkaitan roda gigi.
2. Transmisi berfungsi mengatur perbandingan putaran motor dengan poros
penggerak aksel sehingga menghasilkan momen puntir yang diinginkan.
3. Poros Propeller (Propeller Shaft) berfungsi meneruskan putaran/tenaga dari
transmisi ke penggerak aksel dengan sudut yang bervariasi.
4. Differential (Gardan) berfungsi untuk memindahkan arah putaran poros
penggerak kearah poros aksel dan menyeimbangkan putaran kedua roda pada
saat membelok.
5. Poros Roda berfungsi untuk meneruskan putaran dari differential ke roda.

2.2 Sistem Kopling


Kopling (clutch) terletak diantara mesin dan transmisi, dan berfungsi
untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari mesin ke transmisi melalui
kerja pedal selama perkaitan roda gigi.

3
4

Syarat – syarat yang harus dimiliki oleh kopling adalah :

-Harus dapat menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan lembut.


-Harus dapat memindahkan tenaga mesin ke transmisi tanpa slip.
-Harus dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat.

2.3 Jenis – jenis kopling


Berikut beberapa jenis kopling yang sering dipergunakan pada kendaraan :
1. Kopling Gesek
Dinamakan kopling gesek karena untuk melakukan pemindahan daya adalah
dengan memanfaatkan gaya gesek yang terjadi pada bidang gesek. Ditinjau dari
bentuk bidang geseknya kopling dibedakan menjadi 2 yaitu :
a) Kopling piringan (disc clutch) Kopling piringan adalah unit kopling dengan
bidang gesek berbentuk piringan atau disc.
b) Kopling konis (cone clutch) Kopling konis adalah unit kopling dengan bidang
gesek berbentuk konis.

Ditinjau dari jumlah piringan/ plat yang digunakan kopling dibedakan menjadi
2 yaitu :

a) Kopling plat tunggal adalah unit kopling dengan jumlah piringan


koplingnya hanya satu.

Gambar 2. Kontruksi unit kopling plat tunggal(sumber:Toyota New


Step 1)
5

b) Kopling plat ganda/ Kopling plat banyak adalah unit kopling dengan
jumlah piringan lebih dari satu.

Gambar 3. Kontruksi Unit kopling plat ganda(sumber:Toyota New Step 1)

Gambar 4. Kontruksi Unit kopling plat Banyak(sumber:Toyota New Step


1)

Gesekan antar bidang/ permukaan komponen tentu akan


menimbulkan panas, sehingga memerlukan media pendinginan. Ditinjau dari
lingkungan/media kerja, kopling dibedakan menjadi :
6

a) Kopling basah adalah unit kopling dengan bidang gesek (piringan


atau disc) terendam cairan/minyak. Aplikasi kopling basah umumnya pada
jenis atau tipe plat banyak, dimana kenyamanan berkendara yang diutamakan
dengan proses kerja kopling tahapannya panjang, sehingga banyak terjadi
gesekan/slip pada bidang gesek kopling dan perlu pendinginan.
b) Kopling kering adalah unit kopling dengan bidang gesek
(piringan atau disc) tidak terendam cairan/ minyak (dan bahkan tidak boleh ada
cairan/ minyak).

2. Kopling magnet

Gambar 5. Kopling Magnet (sumber:Toyota New Step 1)

Dinamakan kopling magnet karena untuk melakukan pemindahan


daya dengan memanfaatkan gaya magnet. Magnet yang digunakan adalah magnet
remanent yang dibangkitkan dengan mengalirkan arus istrik ke dalam sebuah
lilitan kawat pada sebuah inti besi. Listrik yang dibangkitkan atau tersedia
dikendaraan adalah listrik arus lemah sehingga magnet yang dibangkitkan
tidak cukup kuat untuk dijadikan sebagai kopling pemindah daya utama.
Kopling jenis ini kebanyakan hanya digunakan sebagai kopling pada kompresor
air conditioner (AC).
7

3. Kopling satu arah (one way clutch/ free wheeling clutch/ over runing
clutch)
Kopling satu arah merupakan kopling otomatis yang memutus dan
menghubungkan poros penggerak (driving shaft) dan yang digerakkan (driven
shaft) tergantung pada perbandingan kecepatan putaran
sudut dari poros-poros tersebut. Jika kecepatan driving lebih tinggi
dari driven, kopling bekerja menghubungkan driving dan driven. Jika kecepatan
driving lebih rendah dari driven, kopling bekerja memutuskan driving dan driven.
Ada dua jenis one way clutch yakni sprag type dan roller type.

Gambar 6. Kopling satu arah tipe sprag dan tipe roller(sumber:Toyota New
Step 1)

4. Kopling Hidrolik

Gambar 7. Kontruksi unit kopling fluida (sumber:Toyota New Step 1)


8

Komponen utama pada unit kopling hidrolik adalah : pump impeller, turbin
runner dan stator. Pump impeller merupakan mekanisme pompa yang
membangkitkan tenaga hidrolis pada fluida. Turbin runner adalah mekanisme
penangkap tenaga hidrolis fluida yang dibangkitkan pump impeller. Stator adalah
mekanisme pengatur arah aliran fluida agar tidak terjadi aliran yang
merugikan tetapi justru aliran yang menguntungkan sehingga didapatkan
peningkatan momen/ torsi.

5. Kopling sentrifugal
Jika mesin berputar maka bandul sentrifugal akan terlempar keluar
oleh gaya sentrifugal, sehingga centrifugal plate akan tertarik sehingga menekan
plat kopling ke back plate/ fly wheel. Bila putaran mesin berkurang maka intensitas
tekanan centrifugal plate juga berkurang.

Gambar 8. Kopling Sentrifugal (sumber:Toyota New Step 1)


9

2.4 Kontruksi Kopling


1. Tutup Kopling (clutch cover)
Clutch cover terikat pada flywheel. Ini
berarti bahwa saat mesin berputar clutch cover juga
berputar. Syarat utama yang harus dimiliki oleh
clutch cover adalah balance dan mampu
memindahkan panas dengan baik.

Gambar 9. Clutch Cover (sumber:Toyota New


Step 1)

Tipe – tipe Tutup Kopling


a) Clutch cover tipe koil spring
Tipe ini mempunyai keuntungan :
 Penekanan terhadap plat kopling lebih kuat.
Kerugian :
 Membutuhkan tenaga yang besar untuk menekan pedal kopling.
 Kontruksi rumit sehingga harganya mahal.

Gambar 10. Clutch cover tipe koil spring (sumber:Toyota New Step 1)
10

Cara Kerja :

Saat pedal di tekan :

Release fork menekan release bearing, release bearing


menekan release lever sehingga release lever mengangkat
pressure plate melalui pivot ring melawan tekanan pressure
spring dan menyebabkan plat kopling terbebas (tidak lagi
terjepit diantara flywheel dan pressure plate) dan putaran
mesin tidak dapat diteruskan ke input shaft transmisi.

Release fork tidak menekan release bearing, release


bearing tidak menekan release lever sehingga pressure spring
menekan pressure plate dan pressure plate menekan clutch disc ke
flywheel. Terjadi perpindahan tenaga : Mesin (flywheel) →
Clutch cover → pivot ring → release lever → clutch disc →
spline → input shaft transmisi.

b) Clutch cover tipe Diaphragma


Tipe ini mempunyai keuntungan :
 Tenaga penekanan pedal kopling lebih ringan.
 Penekanan terhadap plat kopling lebih merata.
 Tenaga pegas tidak akan berkurang karena gaya sentrifugal saat
kecepatan tinggi.
11

Kerugian :
 Penekanan terhadap plat kopling lebih kecil.

Gambar 11. Clutch cover tipe Diaphragma (sumber:Toyota New Step 1)

Cara Kerja :

Saat pedal di tekan :

Release fork menekan release bearing, release


bearing menekan diaphragma spring sehingga diaphragma
spring mengangkat pressure plate melalui pivot ring dan
menyebabkan plat kopling terbebas (tidak lagi terjepit diantara
flywheel dan pressure plate) dan putaran mesin tidak dapat
diteruskan ke input shaft transmisi.

Release fork tidak menekan release bearing, release


bearing tidak menekan diaphragma spring sehingga
diaphragma spring menekan pressure plate dan pressure plate
menekan clutch disc ke flywheel. Terjadi perpindahan tenaga :
Mesin (flywheel) →

Clutch cover → pivot ring → diaphragma spring →


Presure plate → clutch disc → spline → input shaft transmisi.
12

2. Plat kopling
Plat kopling berfungsi untuk memindahkan tenaga dari mesin ke
transmisi dengan lembut tanpa terjadi slip.Plat kopling terdiri dari facing yang
berfungsi sebagai bidang gesek yang dikeling pada cushion plate yang
berfungsi untuk memperlembut saat kopling berhubungan dengan cushion plate
dikeling pada disc plate. Pada plat kopling juga terdapat torsion damper yang
berfungsi untuk meredam kejutan saat kopling berhubungan.

Gambar 11. Plat Kopling (sumber:Toyota New Step 1)

3. Driven plate
Driven Plat (juga dikenal sebagai piringan kopling, pelat kopling atau
friction disc/piringan gesek). Plat kopling bagian tengahnya berhubungan slip
dengan poros transmisi. Sementara ujung luarnya dilapisi kampas kopling yang
pemasangannya di keling.
4. Pressure plate
Pressure plate (plat penekan) dan rumahnya, unit ini yang berfungsi untuk
menekan/menjepit kampas kopling hingga terjadi perpindahan tenaga dari mesin
keporos transmisi. Untuk kemampuan menjepitnya, plat tekan didukung oleh pegas
kopling. Pegas kopling paling tidak ada dua macam, yaitu dalam bentuk pegas coil
dan diafragma atau orang umum menyebutnya sebagai matahari.
5. Pressure plate Lever
Pressure plate Lever berfungsi untuk mengungkit pressure plate dalam
upaya membebaskan/meng-hubungkan kampas kopling
13

6. Clutch release
Clutch release atau throwout bearing, unit ini berfungsi untuk memberikan
tekanan yang bersamaan pada pressure plate Lever dan menghindarkan terjadinya
gesekan antara pengungkit dengan pressure plate Lever.

2.5 Mekanisme Penggerak


Berdasarkan mekanisme penggeraknya dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
a. Kopling Mekanis (Mechanical Clutch)

Gambar 12. Kopling mekanis (sumber:Toyota New Step 1)

Seperti telah dijelaskan di atas kopling berfungsi untuk memutus


dan menghubungkan penyaluran tenaga mesin ke roda penggerak. Untuk
mengoperasikan fungsi tersebut, pada kendaraan ada dua macam yaitu sistem
mekanik dan sistem hidrolik. Sistem mekanik untuk memindahkan tenaga kaki
melalui pedal kopling disalurkan kabel baja ke pengungkit (Throwout lever).
b. Kopling Hidrolis (Hydraulic Clutch)

Gambar 13. Kopling Hidrolis (sumber:Toyota New Step 1)


14

Pada tipe ini gerakan pedal kopling diubah menjadi tekanan hidrolis
oleh master cylinder yang kemudian diteruskan ke release fork melalui release
cylinder. Berkurangnya minyak hidrolis dalam sistem operasional kopling hidrolis
akan menyebabkan langkah tekan pedal kopling berkurang, atau kemungkinan
gerakan pedal tidak tersalurkan hingga ke tuas pembebas kopling. Bila ini terjadi
maka fungsi kopling tidak dapat dilaksanakan, berarti proses pemutusan hubungan
tenaga dari mesin ke sistem pemindah tenaga tidak dapat dilaksanakan, dan tenaga
mesin akan selalu terhubung tidak dapat diputuskan oleh kopling.
Komponen kopling hidrolis, diantaranya :
 Master silinder kopling
Master silinder kopling berfungsi untuk menghasilkan tekanan hidrolis.
Cara kerja:
- Saat pedal kopling ditekan.

Gambar 14. Master silinder kopling pada saat di tekan (sumber:Toyota New
Step 1)

Connecting rod bergerak ke kiri karena tenaga dari conical spring dan
mengakibatkan reservoir tertutup oleh inlet valve.Gambar A terpisah dari
gambar B, tekanan hidrolis pada gambar A naik, kemudian tekanan diteruskan
ke pipa dan release cylinder.
15

- Saat pedal kopling dilepas.

Gambar 15. Master silinder kopling pada saat di lepas (sumber:Toyota New
Step 1)

Piston akan kembali ke kanan oleh tekanan compression spring,


connecting rod tertarik ke kanan oleh spring retainer melawan tekanan conical
spring, sehingga inlet valve terbuka dan camber A berhubungan dengan camber
B.

 Silinder pembebas kopling


Silinder Pembebas kopling berfungsi untuk mendorong release fork
(meneruskan tekanan hidrolis dari master cylinder). Silinder Pembebas Kopling
dibagi dalam dua tipe, yaitu:

Gambar 16. Silinder Pembebas Kopling (sumber:Toyota New Step 1)


16

Pada silinder kopling dilengkapi dengan baut bleeding (bleeder plug) yang
berfungsi untuk mengeluarkan udara dari sistem hidrolis. Seperti diketahui bila
sistem hidrolis kemasukan udara, maka sistem akan terganggu kerjanya. Hal ini
karena saat terjadi penekanan, maka tekanan tersebut mengkompresikan udara
tersebut baru menekan minyak. Bila jumlah udaranya banyak maka terjadi
penekanan dari master silinder, namun piston silnder kopling tidak bergerak. Oleh
karena itu udara harus dikeluarkan dari sistem hidrolis.

Gambar 17. Silinder kopling sistem hidrolis. (sumber:Toyota New Step 1)

Pada silinder kopling juga dilengkapi dengan boot, yaitu karet penutup
yang elastis untuk mencegah kotoran masuk kesilinder kopling. Karet penutup ini
sangat penting mengingat posisi silinder kopling berada dibawah kendaraan, yang
tentunya sangat banyak berbagai kotoran dapat mengenainya. Kotoran tentu akan
menyebabkan kerusakan, bila sampai masuk kesilinder kopling.

Sistem pengoperasian kopling untuk kendaraan berat seperti Bus, Truk,


atau alat berat lainnya, sering dilengkapi dengan Boster. Boster adalah unit
perlengkapan yang dipergunakan untuk meringankan tenaga untuk mengoperasi-kan
kopling. Perlengkapan ini dioperasikan menggunakan kevacuman, pada mesin diesel
biasanya diambil dari pompa vacum yang dipasang pada sisi belakang alternator.
17

Konstruksi boster yang dipasang pada silinder kopling :

Gambar 18. Boster Kopling Hidrolis (sumber:Toyota New Step 1)

2.6 Release Bearing / Bantalan Pembebas


Bantalan tekan ini ada tiga macam. Seperti terlihat pada gambar berikut :

Gambar 19. Release Bearing (sumber:Toyota New Step 1)

Gambar 1 adalah bantalan tekan yang mampu menerima beban aksial dan
menyudut. Gambar 2 adalah bantalan tekan yang hanya mampu menerima beban
aksial. Keduanya memerlukan pelumasan, bila pelumasnya habis maka
keduanya akan mengalami kerusakan. Sedangkan gambar 3 adalah bantalan
tekan yang terbuat dari karbon yang tidak memerlukan pelumasan.
18

2.7 Analisis Perhitungan kopling


Gejala kerusakan sistem Perawatan sistem kopling
kopling 1. Stel kebebasan pedal kopling
1. Kopling selip 2. Bagian kait dilumasi grezee (
2. Kopling bergetar mekanik )
3. Kendaraan yang mengejut 3. Cek kondisi minyak rem (
seketika hidrolik )
4. Suara berisik
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari sini dapat disimpulkan bahwa kopling itu bagian dari kendaraan
bermotor yang berfungsi menghubungkan dan memisahkan antar dua poros roda
gigi. Adapun jenis-jenis kopling antara lainkopling gesek, kopling fluida,
kopling sentrifugal, dan kopling magnet, kopling piringan (disk clutch) dan
kopling sepatu sentrifugal.

Prinsip kerja kopling adalah handle kopling ditekan, tangkai pelepas


kopling (clutch release lever) tertarik oleh kabel kopling, nok pelepas (release
cam) pada poros tangkai pelepas kopling mendorong batang pengangkat (lifter
rod), batang pengangkat menekan pengangkat (lifter pin) dan plat pengangkat
(lifter plate) plat pengangkat menekan pegas-pegas kopling dan mendorong
piringan penekan (pressure plate) sehingga menjauhi susunan plat-plat gesek
kopling, terjadilah jarak renggang kecil diantara plat-plat gesek dan plat-plat
baja sehingga perputaran rumah kopling tidak diteruskan lagi ke pusat
kopling.Dengan melepaskan handle kopling secara perlahan-lahan maka gaya
tekan pegas sedikit demi sedikit diteruskan kembali pada susunan plat-plat gesek
kopling, dan pada akhirnya pelat-pelat baja beserta pusat kopling mulai
mengikuti perputaran rumah kopling secara merata.Ada beberapa komponen
utama pada kopling yaitu :Driven plate (juga dikenal sebagai piringan kopling,
pelat kopling atau friction disc/piringan gesek), Clutch pressure plate (plat
penekan) dan covernya, Clutch release atau throwout bearing, Clutch release
fork.Beberapa masalah yang sering terjadi pada kopling antara lain kopling
selip, kopling tidak bisa bebas, kopling bersuara berisik, suara mesin mendesing.

3.2 Saran

Selalu awali semua kegiatan yang kita lakukan dengan doa dan setelah itu baru
melakukan identifikasi terhadap sistem kopling, dalam powertrain otomotif.Selalu
berpikir positif terhadap segala hal dan selalu berbuat sesuatu yang tidak merugikan
orang lain dan diri sendiri.

19
DAFTAR PUSTAKA

Aryatno, A. 2011. Pengertian dan manfaat kopling, (online), (http://andiweb3


Kurniawan. 2012. Jenis Kopling Motor, (online),
(http://seogoestohell.com/motor/jenis-kopling/), diakses 06 Februari 2018.

Kurniawan. 2012. Kopling Motor, (online) (http://seogoestohell.com/motor/


kopling-motor/), diakses 06 Februari 2018.

Thoyib. 2012. Perbedaan Kopling Manual dan Kopling Otomatis, (online),


(http://www. laskar-suzuki.com/2012/07/perbedaan-kopling-manual-dan-
kopling.html), 06 Februari 2018.

wordpress.com/2011/11/25/pengertian-dan-manfaat-kopling/), diakses 06 Februari


2018.
Sutarno. 2011. Fungsi Kopling, (online), (http://www.otomotif.web.id/fungsi-
kopling-a6.html), diakses 06 Februari 2018.
Rezeki, S. 2011. Komponen Kopling dan Fungsinya, (online),
(http://sookurnia.blogspot.com/), diakses 06 Februari 2018.

Pejuangkerja. 2011. Masalah-Masalah Yang Sering Terjadi Pada Kopling, (online),


(http:// id.shvoong.com/products/auto/2128478-masalah-masalah-yang-terjadi-
pada/), 06 Februari 2018.

20
LAMPIRAN