Anda di halaman 1dari 12

BERILIUM HIDRIDA DAN SINTESIS

(Tugas Makalah Mata Kuliah Kimia Material Anorganik)

Disusun oleh :

Eva Liyana 24030113120045

Sri Wahyuni 24010114120047

Dewi Zuliana Octavianti 24030114120053

FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA

DEPARTEMEN KIMIA

UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Penemuan berilium terjadi pada tahun 1798 secara tidak sengaja oleh seorang
mineralogy. Mineralogy bernama R.J. Hauy meneliti kemiripan sifat pada struktur luar
kristalin, kekerasan, dan massa jenis (kerapatan) beril dari Limoges dan Emerald dari Peru.
L.-N. Vauquelin menyarankan kepada R.J. Hauy bahwa seharusnya R.J. Hauy menganalisa
batuan tersebut secara kimia. Hasilnya, Vauquelin menunjukkan bahwa kedua mineral
tersebut tidak hanya mengandung alumina dan silica yang sebelumnya sudah diketahui, tetapi
juga mengandung logam alkali tanah baru yaitu berilia. Berilia tersebut menyerupai alumina
tetapi tidak mengandung aluminium, namun tidak larut dalam KOH berlebih (Greenwood
N.N and Earnshaw A , 1997).
Logam berilium pertama kali diisolasi oleh F. Wohler pada tahun 1828, dia mengusulkan
member nama mineral tersebut dengan nama beryllus (Latin). Pada tahun yang sama logam
ini juga diisolasi oleh A.-B. Bussy menggunakan metode yang sama yakni reduksi BeCl2
menggunakan logam K. Preparasi elektrolitik pertama kali ditemukan oleh P. Lebeau pada
tahun 1898 dan pertama kali proses ini diperkenalkan pada elektrolisis campuran BeF2 and
BaF2 oleh A. Stock dan H. Goldschmidt pada tahun 1932(Greenwood N.N and Earnshaw A ,
1997).
Berilium hidrida adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia (BeH)2) n (juga ditulis
([BeH2]) n atau BeH2). Hidrida alkali tanah ini adalah padatan tak berwarna yang tidak larut
dalam pelarut yang tidak menguraikannya. [3] Berbeda dengan hidrida terikat ionik dari
unsur Golongan 2 yang lebih berat, berilium hidrida secara kovalen terikat(ikatan tiga-pusat
dua-elektron).

I.2 Rumusan Masalah


1. Apakah yang disebut dengan berilium dan berilium hidrida?
2. Bagaimana kelimpahan berilium di alam?
3. Bagaimana sifat berilium?
4. Bagaimana cara preparasi berilium hidrida?
5. Bagaimana cara sintesis berilium hidrida?
6. Bagaimana manfaat berilium

I.3 Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah
1. Mengetahui definisi berilium dan berilium hidrida
2. Mengetahui kelimpahan berilium di alam
3. Mengetahui sifat-sifat berilium
4. Mengetahui cara preparasi berilium hidrida sintesis berilium
5. Mengetahui cara sintesis berilium hidrida
6. Mengetahui manfaat berilium
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Berilium dan Berilium Hidrida
Berilium (Be) merupakan unsur yang cukup reaktif sehingga memudahkan Be
untuk berikatan dengan unsur lain membentuk suatu senyawa. Oleh karena itu
keberadaan unsur berilium murni tidak dapat ditemukan, namun berilium ditemukan
bersenyawa membentuk suatu beril (Be3Al2Si6O18) dan emerald. Perbedaan antara
beril dan emerald hanya terletak pada kandungan krom (Cr). Beril tidak mengandung
Cr sedangkan emerald mengandung Cr sebanyak 2%. Keberadaan berilium dialam
hanya sekitar 2ppm, meskipun berilium reaktif tetapi berilium memiliki waktu paruh
yang relatif panjang yaitu sekitar 1,5 juta tahun sehingga memungkinkan untuk
mengisolasi berilium yang ada di alam (Saito, Taro, 1996).

Kereaktifan berilium terjadi karena berilium memiliki subkulit yang relatif


banyak akibatnya tarikan inti terhadap elekron valensi akan semakin kecil. Kecilnya
tarikan inti terhadap elektron valensi menyebabkan berelium lebih mudah untuk
melepaskan elektronnya sehingga electron tersebut akan diterima oleh unsur lain
yang lebih elektronegatif membentuk suatu senyawa.
Berilium hidrida adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia (BeH)2)
n(juga ditulis ([BeH2]) n atau BeH2). Hidrida alkali tanah ini adalah padatan tak
berwarna yang tidak larut dalam pelarut yang tidak menguraikannya. [3] Berbeda
dengan hidrida terikat ionik dari unsur Golongan 2 yang lebih berat, berilium hidrida
secara kovalen terikat(ikatan tiga-pusat dua-elektron).

2.2. Kelimpahan di Alam

Berilium tidak seperti tetangganya yaitu Li dan B. Berilium relatif kurang


melimpah di kulit bumi, hanya sekitar 2 ppm dan mirip dengan kelimpahan Sn yang
hanya sekitar 2,1 ppm, Eu yang hanya sekitar 2,1 ppm dan As yang hanya 1,8 ppm.
Akan tetapi, keberadaannya dipermukaan ada sebagai beril dalam batuan sehingga
mudah diperoleh. Jumlah Be yang terkandung dibumi sekitar 4 juta ton. Produksi
tambang pada tahun 1985-1986 di amerika adalah 223 ton dan di Brazil adalah 37
ton. Harga logam Be adalah $690/kg pada tahun 1987 (Greenwood N.N and
Earnshaw A , 1997).

Berilium ditemukan di dalam 30 jenis mineral, yang paling penting di


antaranya adalah bertandite, beryl, chrysoberyl, dan phenacite. Beryl dan bertrandite
merupakan sumber komersil yang penting untuk unsur berilium dan senyawa-
senyawanya. Kebanyakan metal ini sekarang dipersiapkan dengan cara mereduksi
berilium florida oleh logam magnesium. Logam berilium baru tersedia untuk industri
pada tahun 1957. (Mohsin, Yulianto. 2006).

Berilium (Be) merupakan unsur yang cukup reaktif sehingga memudahkan Be


untuk berikatan dengan unsur lain membentuk suatu senyawa. Oleh karena itu
keberadaan unsur berelium murni tidak dapat ditemukan, namun berelium ditemukan
bersenyawa membentuk suatu beril (Be3Al2Si6O18) dan emerald. Perbedaan antara
beril dan emerald hanya terletak pada kandungan krom (Cr). Beril tidak mengandung
Cr sedangkan emerald mengandung Cr sebanyak 2%. Keberadaan berilium dialam
hanya sekitar 2ppm, meskipun berelium reaktif tetapi berelium memiliki waktu
paruh yang relatif panjang yaitu sekitar 1,5 juta tahun sehingga memungkinkkan
untuk mengisolasi berelium yang ada di alam (Saito, Taro, 1996).

Kereaktifan berelium terjadi karena berelium memiliki subkulit yang relatif


banyak akibatnya tarikan inti terhadap elekron valensi akan semakin kecil. Kecilnya
tarikan inti terhadap elektron valensi menyebabkan berelium lebih mudah untuk
melepaskan elektronnya sehingga electron tersebut akan diterima oleh unsur lain
yang lebih elektronegatif membentuk suatu senyawa.

2.3 Sifat Berilium

Logam ini berwarna seperti baja, keabu-abuan. Berilium memiliki sifat yang
sangat menarik. Sebagai salah satu logam yang sangat ringan, unsur ini memiliki
salah satu titik cair yang tinggi di antara logam-logam ringan. Modulus elastisitasnya
sekitar sepertiga lebih besar dibanding baja. Berilium memiliki konduktivitas kalor
yang sangat bagus, non-magnetik, dan tahan serangan konsentrasi asam nitrat. Unsur
ini juga memiliki sifat transparan (permeability) terhadap sinar X dan jika diberi
tembakan oleh partikel-partikel alpha (Mohsin, Yulianto, 2006).

Tidak seperti halnya logam alkali tanah yang lain, berilium cenderung untuk
membentuk ikatan kovalen dengan unsur yang lain karena keelektropositifan dari Be
yang lebih kecil dari pada unsur alkali tanah lainnya. Hal itu disebabkan oleh
kecilnya jari-jari Be jika dibandingkan dengan alkali tanah lainnya sehingga tarikan
inti terhadap elektron terluar masih cukup besar akibatnya elektron yang digunakan
untuk berikatan berikatan digunakan secara bersama-sama sehingga membentuk
ikatan kovalen. (Cotton F.A. and Wilkinson G, 1989)
BAB III

PEMBAHASAN

3.1Cara Preparasi Berilium Hidrida

Ke labu reaksi S-neck nitrogen-purged yang dilengkapi dengan pengaduk,


refluks kondensor vented melalui bubbler minyak, dan menjatuhkan corong
dibebankan 200 g dodekana. Dodekana dipanaskan sampai 200° C dan suhu
dipertahankan sepanjang percobaan. Kecepatan pengadukan dinaikkan menjadi tinggi
rate dan 50 g di-t-butylberyllium etherate ditambahkan ke dodecane pada waktu
sekitar 15 menit. Setelah penambahan selesai, evolusi gas melambat secara cepat dan
berhenti setelah 5-10 menit lagi. Kemudian pengadukan dihentikan 130 dan disaring
segera melalui frit kaca.

Filtrat dicuci dengan 200-300 ml petroleum eter kering dan dibebaskan dari
pelarut sisa dengan pemanasan pada 100° C dalam vakum. Hasil BeH, pada dasarnya
bersifat kuantitatif ketika kerugian transfer dipertimbangkan. Hal ini ditemukan
kembali sebagai butiran halus putih padat (d 0,63-0,66 g / cm3). Hasil analisa
didapatkan sebagai berikut: C, 3.23; H, 18.00; Jadilah, 77,60 (94,9% berat BeH2).
BeH2 calcd .: C, 0.00; H, 18.28; Sehingga dihasilkan sebanyak, 81,72%.

3.2 Cara Sintesis Berilium Hidrida

Berbeda dengan kelompok 2 logam lainnya, berilium tidak bereaksi dengan


hidrogen. Sebagai gantinya, BeH2 dibuat dari senyawa berilium (II) yang sudah
terbentuk sebelumnya. Ini pertama kali disintesis pada tahun 1951 dengan mengobati
dimethylberyllium, Be(CH3)2, dengan lithium aluminium hidrida, LiAlH4.

BeH2 murni terbentuk dari pirolisis di-tert-butylberyllium, Be (C(CH3)3)2 pada


210° C. Rute ke sampel yang sangat murni melibatkan reaksi triphenylphosphine,
PPh3, dengan berilium borohidrida, Be(BH4)2: Jadilah (BH4)2 + 2 PPh3 → 2 Ph3PBH3
+ BeH2
a. Struktur berilium

BeH2 biasanya terbentuk sebagai padatan putih amorf, tetapi bentuk kristal
heksagonal dengan kerapatan yang lebih tinggi (~ 0,78 g cm − 3) dilaporkan,
disiapkan dengan pemanasan amorf BeH2 di bawah tekanan, dengan 0,5-2,5% LiH
sebagai katalis .

Penyelidikan yang lebih baru menemukan bahwa kristal berilium hidrida


memiliki sel satuan ortorombik yang berpusat pada tubuh, yang mengandung jaringan
tetrahedra BeH4 berbagi sudut, berbeda dengan rantai datar, rantai-rantai hidrogen,
rantai tak terbatas yang sebelumnya dianggap ada dalam BeH2 kristalin.

Studi bentuk amorf juga menemukan bahwa itu terdiri dari jaringan tetrahedra sudut
bersama.

b. Reaksi dengan air dan asam

Berilium hidrida bereaksi lambat dengan air tetapi cepat dihidrolisis oleh asam seperti
hidrogen klorida untuk membentuk berilium klorida. [4]

c. Reaksi dengan basis Lewis

Berilium hidrida bereaksi dengan trimethylamine, N(CH3)3 untuk membentuk adisi


dimeric, dengan bridging hydrides. Namun, dengan dimethylamine, HN(CH3)2
membentuk berilium diamida trimerik, [Be(N(CH3)2)2]3 dan hidrogen. Reaksi dengan
lithium hidrida di mana ion hidrida adalah basa Lewis, membentuk secara berurutan
LiBeH3 dan Li2BeH4.
Dihydridoberyllium adalah senyawa yang terkait dengan rumus kimia BeH2 (juga
tertulis [BeH2]). Ini adalah gas yang tidak bisa bertahan murni. Unsur
dihydridoberyllium akan secara spontan autopolimerise ke oligomer. BeH2 molekul
bebas yang diproduksi oleh pelepasan listrik pada suhu tinggi telah dikonfirmasi
sebagai linier dengan panjang ikatan Be-H 133.376 pm. Hibridasinya adalah sp.

3.3 Manfaat Berilium Hidrida

Adapun manfaat dari berilium adalah sebagai berikut (Anonim, 2009):

• Berilium digunakan sebagai agen aloy di dalam pembuatan tembaga berilium. (Be
dapat menyerap panas yang banyak). Aloy tembaga-berilium digunakan dalam
berbagai kegunaan karena konduktivitas listrik dan konduktivitas panas, kekuatan
tinggi dan kekerasan, sifat yang nonmagnetik, dan juga tahan karat serta tahan fatig
(logam). Kegunaan-kegunaan ini termasuk pembuatan: mold, elektroda pengelasan
bintik, pegas, peralatan elektronik tanpa bunga api dan penyambung listrik.

• Karena ketegaran, ringan, dan kestabilan dimensi pada jangkauan suhu yang lebar,
alloy tembaga-berilium digunakan dalam industri angkasa-antariksa dan pertahanan
sebagai bahan penstrukturan ringan dalam pesawat berkecepatan tinggi, peluru
berpandu, kapal terbang dan satelit komunikasi.

• Kepingan tipis berilium digunakan bersama pemindaian sinar-X untuk menepis


cahaya tampak dan memperbolehkan hanya sinaran X yang terdeteksi.

• Dalam bidang litografi sinar X, berilium digunakan untuk pembuatan litar


bersepadu mikroskopik.

• Karena penyerapan panas neutron yang rendah, industri tenaga nuklir menggunakan
logam ini dalam reaktor nuklir sebagai pemantul neutron dan moderator.

• Berilium digunakan dalam pembuatan giroskop, berbagai alat komputer, pegas jam
tangan dan peralatan yang memerlukan keringanan, ketegaran dan kestabilan dimensi.
• Berilium oksida sangat berguna dalam berbagai kegunaan yang memerlukan
konduktor panas yang baik, dan kekuatan serta kekerasan yang tinggi, dan juga titik
lebur yang tinggi, seterusnya bertindak sebagai perintang listrik.

• Campuran berilium pernah pada satu ketika dahulu digunakan dalam lampu
floresens, tetapi penggunaan tersebut tak dilanjutkan lagi karena pekerja yang
terpapar terancam bahaya beriliosis.
BAB IV

KESIMPULAN

1. Berilium (Be) merupakan unsur yang cukup reaktif sehingga memudahkan Be


untuk berikatan dengan unsur lain membentuk suatu senyawa. Berilium
hidrida merupakan senyawa heteropolimer yang termasuk dalam golongan
hidrida peralihan.
2. Kelimpahan berilium relatif kurang melimpah di kulit bumi, hanya sekitar 2
ppm. Namun mudah didapatkan di alam karena ditemukan dalam bentuk
padatan/batuan.
3. Berilium memiliki sifat cenderung untuk membentuk ikatan kovalen dengan
unsur yang lain karena keelektropositifan dari Be yang lebih kecil dari pada
unsur alkali tanah lainnya.
4. Preparasi berilium dilakukan pada suhu 200o C dan hasil selanjutnya
digunakan untuk sintesis berilium hidrida.
5. Sintesis berilium hidrida didapatkan melalui metode pyrolisis.
6. Manfaat dari berilium hidrida antara lain adalah sebagai agen aloy di dalam
pembuatan tembaga berilium, bahan penstrukturan ringan dalam pesawat
berkecepatan tinggi, pemindai sinar X, pemantul neutron dan moderator, dan
konduktor panas yang baik.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2009. Berilium. http://korankimia.wordpress.com/2009/11/13/berilium/

Cotton F.A. and Wilkinson G, 1989. Kimia Anorganik Dasar. UI Press. Jakarta

Greenwood, N.N. and Earnshaw A, 1997. Chemistry of the Elements Second Edition.
School of Chemistry University of Leeds, Inggris

Indri M.N, 2009. Proses Ekstraksi Logam Alkali Tanah.


http://mychemische.blogspot.com/2009/11/proses-ekstraksi-logam-alkali-tanah.html

Muhsin, Yulianto, 2006. Berilium. http://www.chem-is-


try.org/tabel_periodik/berilium/

Saito, Taro, 1996. KimiaAnorganik. Iwanami Shoten Publishers. Tokyo