Anda di halaman 1dari 6

Kelebihan dan Kekurangan Dari Bata Merah, Batako Press,

dan Bata Ringan


15 Agustus 2016 | Gaya Hidup | 13775 views
Saat ini, selain hunian dengan gaya simple dan minimalis, hunian bergaya pedesaan juga kembali diminati oleh
warga di perkotaan. Salah satu hal yang paling disorot adalah penggunaan batu bata sebagai bahan utama
dalam membangun sekaligus menjadi spotlight dalam menentukan interior bangunan. Dinding yang
menggunakan batu bata (bata ekspos) memberikan kesan alami dan klasik pedesaan sehingga menghadirkan
suasana baru bagi warga yang lama tinggal di perkotaan.
Namun, sebelum Sahabat Tiga Roda berniat membangun, merenovasi, atau mendekorasi ulang rumah
menggunakan berbagai jenis batu bata, ada baiknya Anda pelajari terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan 3
jenis batu bata yang paling umum digunakan saat ini yaitu; bata merah, batako press dan bata ringan. Setiap
bahan tersebut punya karakteristik tersendiri yang nantinya akan mempengaruhi proses pembangunan dan juga
biaya yang akan dibutuhkan.

1. Bata Merah

Bahan material ini terbuat dari tanah liat yang di cetak kemudian dibakar dengan suhu tinggi sehingga menjadi
kering dan berwarna kemerahan. Bata merah merupakan bahan material yang paling banyak digunakan karena
sangat mudah didapatkan dan sudah teruji ketahanannya. Untuk memasang bata merah dibutuhkan bahan
perekat berupa semen dan pasir ayakan.

Kelebihan bata merah:

 Mudah untuk di susun dan di pasang sehingga tidak memerlukan keahlian terntentu
 Mudah diangkut karena ukurannya yang kecil
 Harganya cukup murah
 Tidak memerlukan perekat khusus (cukup semen dan pasir)
 Tahan panas sehingga melindungi bangunan lebih lama dari api.
Kekurangan bata merah:

 Sulit membuat pasangan bata yang rapi


 Bahannya adalah bahan yang menyerap panas saat musim panas dan menyerap dingin saat musim dingin,
sehingga suhu ruangan di dalamnya tidak stabil
 Cenderung boros dalam menggunakan material perekat
 Bata merah adalah material yang cukup berat sehingga menimbulkan beban lebih pada struktur bangunan
2. Batako Press
Material dinding menggunakan batako press biasanya dibuat dari campuran semen dan pasir kasar yang di
cetak padat (di press). Selain itu, ada juga yang mencampurkan bahannya dengan batu tras, kapur, air, hingga
semen dan batu bara. Dengan bahan tersebut seringkali terdapat keretakan di dinding. Batako press dipilih
untuk memperingan beban struktur bangunan dan mengurangi adanya sisa material saat pembuatan dinding.
Kelebihan batako press:

 Ukurannya lebih besar daripada bata merah sehingga membutuhkan lebih sedikit batako dan material perekat
saat pembangunan
 Ukurannya cenderung sama dan cetakannya lebih rapi dibandingkan bata merah
 Dengan ukuran yang lebih besar, maka akan menghemat waktu dan tenaga saat melakukan pembangunan
 Lebih mudah dipotong dengan rapi
 Kedap air sehingga meminimalisir perembesan air hujan
 Lebih ringan dibandingan bata merah (karena ada rongga di bagian tengah/dalam)
Kekurangan batako press:

 Mudah terjadi retak


 Mudah dilubangi dan pecah karena terdapat rongga di bagian tengah/dalamnya
 Menyerap panas, sehingga membuat ruangan lebih panas saat musim panas
3. Bata Ringan (Celcon/Hebel)
Bata ringan adalah material bangunan yang dibuat memakai mesin di pabrik. Bata ini ringan, halus, dan tingkat
kerataannya baik (melebihi bata merah atau batako press). Sesuai namanya, bata ini diciptakan supaya
meringankan beban struktur bangunan. Bata ringan merupakan campuran dari pasir kwarsa, semen, kapur,
gypsum, air, dan aluminium pasta sebagai bahan pengembang. Pemasangan bata ringan ini cukup mudah,
selain bisa diplester memakai semen dan pasir seperti bata merah dan batako press, bisa juga langsung diberi
acian tanpa harus diplester terlebih dahulu.

Kelebihan bata ringan:

 Ukuran dan kualitasnya seragam jadi dinding yang dihasilkan lebih rapi
 Tidak memerlukan bahan perekat yang tebal, jadi lebih hemat
 Lebih ringan dibandingkan bata merah dan batako press
 Kedap air
 Kedap suara
 Kekuatan atau ketahanannya cukup baik
Kekurangan bata ringan:

 Ukurannya cukup besar, sehingga jika membuat dinding ukuran kecil akan membuang banyak sisa bahan
 Butuh keahlian dan ketelatenan khusus untuk memasangnya supaya rapi
 Tidak semua toko bangunan menjual bahan ini
 Harga relatif lebih mahal
 Dijual dalam paketan yang besar
Bagaimana? Sudah mengetahui kekurangan dan kelebihan dari masing-masing jenis bata di atas kan? Semoga
bisa membantu Sahabat Tiga Roda dalam memilih bahan material untuk dinding Anda!