Anda di halaman 1dari 5

PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN

BERACUN (B3) FARMASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


…/FAR/IV/2018 00 1/5

RS. WILUJENG
KABUPATEN KEDIRI

STANDAR PROSEDUR Tanggal Terbit Ditetapkan oleh,


OPERASIONAL 12 April 2018 Direktur RS Wilujeng Kediri

Dr. Rhama Kurniawan, MMRS


NIK:01 24 07 1981081001
PENGERTIAN 1. B3 adalah zat, bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk
tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan
kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak
langsung dan mempunyai sifat racun (toksik), karsinogenik,
teratogenik, mutagenik, korosif dan iritatif.
2. Pengelolaan B3 farmasi merupakan kegiatan perencanan,
pengadaan, penerimaan, penyimpanan, penanganan dan
pembuangan B3 / limbah B3.
TUJUAN 1. Pengelolaan B3 dan limbah B3 aman untuk pasien,keluarga
pasien, pengunjung dan petugas.
2. Mencegah kecelakaan akibat kerja (KAK) dan penyakit akibat
kerja (PAK) karena pengelolaan B3 bagi pasien, keluarga
pasien, pengunjung dan petugas.
3. Melaksanakan pemantauan lingkungan dan kondisi tempat
kerja yang aman dari B3 dan limbah B3.
4. Memastikan penerapan pengelolaan B3 dan limbah B3 sesuai
prosedur serta penatalaksanaan/ penanganan apabila terjadi
kontaminasi/paparan B3 dan limbah B3 sesuai MSDS.
KEBIJAKAN Kebijakan Direktur Rumah Sakit Wilujeng Nomor :
1067/01/SK.DIR/RS.WIL/VIII/2017 tentang Kebijakan
Pengelolaan Perbekalan Farmasi dan Pelayanan Kefarmasian
dalam Penggunaan Obat dan Alat Kesehatan
PROSEDUR A. Perencanaan dan Pengadaan B3 Farmasi
1. Perencanaan kebutuhan pengadaan B3 farmasi dibuat oleh Unit
Farmasi, Unit radiologi, Unit Laboratorium dan atau unit lain
yang membutuhkan B3 Farmasi dengan mengajukan data
kebutuhan B3 untuk 1 th dari masing masing unit pelayanan.
2. Rencana kebutuhan tersebut diusulkan kepada Kepala Seksi
Penunjang Medis untuk dengan tembusan kepada Kepala
Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan dan Direktur.
3. Setelah mendapat persetujuan Direktur, Kepala Seksi
Penunjang Medis menyerahkan rencana kebutuhan B3 kepada
Kepala Unit Kerja Farmasi.
4. Kepala Unit Kerja Farmasi menyerahkan data rencana
kebutuhan B3 kepada Kepala Ruang Pengelolaan Perbekalan
Farmasi untuk dilakukan pengadaan.
5. Petugas pengadaan membuat surat pesanan perbekalan farmasi
dengan menggunakan form surat pesanan yang dibutuhkan
kepada rekanan / PBF atau ke apotik rekanan
PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
(B3) FARMASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


…/FAR/IV/2018 00 2/5

RS. WILUJENG
KABUPATEN KEDIR
PROSEDUR 6. Surat pesanan tersebut ditanda-tangani oleh Apoteker Pengelolaan
Perbekalan Farmasi.
7. B3 farmasi terdiri dari bahan kimia/bahan baku obat, obat sitostatik,
reagensia, antiseptik dan desinfektan, bahan radioaktif, gas medis:
a. Antiseptik dan desinfektan terdiri dari alkohol, H2O2,
microshield, Natrium hipochlorid, povidon iodine, cidex/presept
tablet/phisohex, wash bensin, lysol, karbol.
b. Bahan kimia atau bahan baku obat adalah semua obat/bahan
baku obat yang diperoleh dari farmasi.
c. Obat sitostatik terdiri dari semua obat kanker dalam semua bentuk
sediaan
d. Reagensia terdiri dari reagensia untuk laboratorium dan farmasi,
aceton/larutan amonia, dietileter, HCl pekat 35%, NaOH crystal,
H2SO4, phenol crystal, Asam asetat, Asam format, Asam sitrat,
Methanol, Xylol.
e. Gas medis terdiri dari O2, N2, Acetylen, N2O.
8. Surat pesanan dikirim ke rekanan/PBF atau apotik rekanan untuk
minta disediakan dan dikirim.

B. Penerimaan B3
1. Petugas penerimaan melakukan penerimaan terhadap B3, kemudian
mengecek faktur dengan fisik B3 yang diterima dan sesuai dengan
MSDS B3.
2. Petugas penerimaan mengecek label B3 yang diterima dan tertempel
di kemasan B3 (tidak boleh lepas) dan pictogram/ simbol B3.
3. Petugas penerimaan mengecek tanggal kadaluwarsa B3
4. Apabila B3 yang diterima sudah sesuai maka petugas
menandatangani faktur yang ada dengan mencantumkan nama terang,
no SIK, tanggal terima barang, stempel.

C. Penyimpanan B3
1. Penyimpanan B3 dilakukan sesuai MSDS B3 yaitu di logistik farmasi
atau dilemari khusus B3.
2. Petugas memasukan data kedalam kartu stok dan billing sistem.
3. Tempat penyimpanan B3 diberi label / simbol B3, MSDS dan Spill
kit (perangkat untuk menangani tumpahan B3 dan limbah B3)
4. Penyimpanan berdasarkan sifat fisika dan kimia yang sama.
5. Pada area penyimpanan dilengkapi Alat pemadam api ringan (APAR)
dan terdapat kartu pemeriksaan serta dilarang merokok untuk B3
mudah terbakar dalam gudang tahan api.
6. Jangan menyimpan B3 melebihi pandangan mata.
7. Jangan menyimpan B3 dirak paling atas (ditempat yang tinggi),
dibawah bak cuci dan dekat kabel listrik.
8. Penyimpanan B3 di satuan kerja/ unit pelayanan lain dalam jumlah
kecil.
9. Penyimpanan B3 disesuaikam dengan MSDS B3.
PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
(B3) FARMASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


…/FAR/IV/2018 00 3/5

RS. WILUJENG

KABUPATEN KEDIR
PROSEDUR 10. Penyimpanan B3 dengan sistem FEFO dan FIFO
11. Suhu ruangan penyimpanan B3 disesuaikan dengan MSDS B3.

D. Spill Kit
1. Chemical Spill kit terdiri dari:
a. Gaun pelindung 1 buah
b. Sarung tangan / handscoond 2 pasang
c. Masker penutup wajah dan kacamata pelindung
d. Sepatu pelindung atau sepatu boot
e. Air bersih satu botol
f. Kantong plastik dua buah
g. Sekop dan pengikis
h. Tisue kertas absorben atau bahan katun bekas (minimal 3
potong)
i. Larutan detergen
j. Tanda bahaya dan isolasi (yellow tape) untuk mengakarantina
daerah berbahaya (dengan spill sock dan spill pilows)
2. Cytotoxic spill kit
a. Gaun pelindung 1 buah
b. Sarung tangan / handscoond 2 pasang
c. Masker penutup wajah dan kacamata pelindung
d. Sepatu pelindung atau sepatu boot
e. Air bersih satu botol
f. Kantong plastik dua buah warna ungu
g. Sekop dan pengikis
h. Wadah limbah benda tajam
i. Tisue kertas absorben atau bahan katun bekas (minimal 3
potong)
j. Larutan detergen
k. Tanda bahaya dan isolasi (yellow tape) untuk mengakarantina
daerah berbahaya (dengan spill sock dan spill pilows)
3. Infeksius spill kit
a. Gaun pelindung 1 buah
b. Sarung tangan / handscoond 2 pasang
c. Masker penutup wajah dan kacamata pelindung
d. Sepatu pelindung atau sepatu boot
e. Air bersih satu botol
f. Kantong plastik dua buah warna kuning
g. Sekop dan pengikis
h. Wadah limbah benda tajam
i. Tisue kertas absorben atau bahan katun bekas (minimal 3 potong)
j. Larutan detergen
k. Tanda bahaya dan isolasi (yellow tape) untuk mengakarantina daerah
berbahaya (dengan spill sock dan spill pilows)
PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
(B3) FARMASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
…/FAR/IV/2018 00 4/5

RS. WILUJENG
KABUPATEN KEDIR
PROSEDUR 4. Radioaktif spill Kit
a. Detektor radiasi (survey meter)
b. Gaun pelindung 2 buah
c. Sarung tangan / handscoond 4 pasang
d. Masker penutup wajah dan mata @ 2 buah
e. Sepatu pelindung atau sepatu boot
f. Air bersih satu botol
g. Radiac wash
h. Kantong plastik dua buah warna merah 2 buah
i. Wadah “radioactive waste bin”
j. Sekop dan pengikis
k. Wadah limbah benda tajam
l. Tisue kertas absorben lembab atau bahan katun bekas lembab
(minimal 3 potong)
m. Larutan detergen
n. Tanda bahaya radioaktif dan isolasi (yellow tape) untuk
mengakarantina daerah berbahaya (dengan spill sock dan spill
pilows)
E. Pemasangan Label B3
1. B3 diberi label simbol yang sesuai dengan karakteristik bahan yang
dikemas / sesuai MSDS.
2. Simbol tidak boleh terhalang oleh kemasan/ label lain dan mudah dilihat
dari jarak 20 M. Simbol tidak boleh terlepas sampai B3 sudah kosong dan
wadah sudah dibersihkan dari sisa B3. Wadah kosong yang akan diisi B3
diberi label “KOSONG”
3. Pewarnaan tabung gas medis yaitu:
a. Oksigen : Putih
b. N2O : Biru
c. CO2 : Abu abu
4. Tabung gas disimpan harus dirantai.
F. Penanganan/ Bekerja dengan B3
1. Penanganan sesuai dengan prosedur untuk masing-masing B3
2. Terdapat ventilasi dan exhaust fan di ruang tempat bekerja.
3. Menggunakan alat pelindung diri ( Personal Protective equipment) PPE
sesuai MSDS B3
4. B3 dalam wadah / volume kecil.
5. Terdapat emergency eye wash apabila mata terpercik atau emergency
safety shower
6. Membuat daftar B3 ditempat bekerja
7. Siapkan MSDS dan spill kit dari masing-masing B3 dan diletakkan dekat B3
sehingga mudah didapat.
8. Siapkan spill kit kimia dan mercuri, sitotoksik
G. Penanganan tumpahan B3 dan limbah B3 (orange code)
1. Siapkan spill kit dan MSDS spesifik untuk tiap B3
2. Gunakan APD
3. Pasang tanda bahaya dan isolasi untuk karantina daerah berbahaya dengan
police line
4. Letakkan tisue / kertas /majun pada tumpahan dan angkat dengan
penjepit, dibuang ke kantong plastik yang sesuai dengan jenis B3 nya
PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
(B3) FARMASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
…/FAR/IV/2018 00 5/5

RS. WILUJENG
KABUPATEN KEDIR
PROSEDUR 5. Ulangi sampai permukaan paparan dalam kondisi bersih.
6. Bersihkan permukaan bekas kontaminasi dengan detergent dna air.
7. Masukkan semua bahan/ alat yang sudah terkontaminasi kedalam kantong
plastik yang sesuai dan diberi label.
Dibawa dan dibuang ke TPS Rumah sakit.
H. Penanganan Dan Pembuangan B3 / Limbah B3.
1. B3 dan limbahnya tidak boleh dibuang semabarangan.
2. B3 dan limbahnya di tampung di tempat sebagai berikut:
a. Limbah bahan kimia : Kantong plastik warna coklat
b. Limbah obat sitostatik : Kantong plastik warna ungu
c. Limbah radioaktif : kantong plastik warna merah
d. Limbah infeksius : Kantong plastik warna kuning
e. Limbah benda tajam : safety box
3. Limbah tidak boleh di campur terutama limbah radioaktif.
4. Wadah limbah diberi label / simbol “ LIMBAH B3”
5. Limbah dikirim ke TPS rumah sakit

I. Penanganan limbah mercuri


1. Limbah mercuri dilihat dengan menggunakan senter
2. Limbah diambil dengan cara diserok kertas karton atau disedot dengan
disposibel spuit dan dibuang ke dalam botol / pot limbah mercuri.

UNIT TERKAIT 1. Unit Sanitasi


2. Unit Radiologi
3. Unit Rawat Inap
4. Unit Rawat Jalan
5. Unit Laboratorium