Anda di halaman 1dari 5

MEMPERKUAT DAN MEMPERTAHANKAN BAHAN PANGAN DI

INDONESIA

(Azizul Hakim)

Indonseia adalah Negara agraris terbesar di dunia dan merupakan terbesar ke-2
pengekspor bahan pangan.di Indonesia,sektor pertanian merupakan sektor yang
mempuyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian
nasional.Namun,sektor ini merupakan sektor yang kurang mendapatkan perhatian secara
serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa.Mulai dari proteksi, kelembaggan
permodalan, hingga kebijakan lain yang belum terpenuhi menguntungkan bagi sektor
ini.Program-program pertanian yang belum terarah tujuan nya bahkan justru semakin
menjeremuskan sektor ini pada keterpurukan. Meski demikian sektor ini merupakan
sektor yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja dan sebagian besar
penduduk kita tegantung pada nya.
Kondisi ketahanan pangan nasional pada saat ini semakin memburuk,di
karenakan beralih fungsi nya lahan pertanian menjadi lahan perindustrian dan
perumahan di Indonesia.Bukan hanya permasalahan lahan saja, tetapi ada beberapa
faktor lain yang dapat mengganggu kestabilan ketahanan pangan nasional, yaitu:
 .Kerusakan lingkungan,konversi lahan,tingginya harga bahan bakar fosil.
 .Global warming (pemansan global).
 .Pertumbuhan manusia yang tidak stabil sehingga permintaan akan bahan
pangan terus meningkat, padahal jumlah bahan pangan tidak sebanding
dengan jumlah populasi manusia nya.
 .Tidak ada nya pembatasan keran impor terhadap produk-produk pangan
luar negeri.
 .Pemerintah kurang memperhatikan kesejahteraan para petani, sehingga
banyak petani yang beralih profesi dan meninggalkan pekerjaannya
sebagai petani.
 .Masih banyak lahan-lahan yang berpotensi untuk pertanian yang tidak di
manfaatkan secara optimal
 .Populasi hama yang terus berkembang pesat ,baik itu hama
gudang(tikus,dsb), maupun hama pertanian(belalang,ulat,dsb).
Jika kita mengintip kembali kepada kebijakan pangan pemerintah sebagai pelaksanaan
undang-undang nomor 7 tahun 1996 di tuangkan dalam peraturan pemerintah nomor 68
tahun 2002 mengenai ketahanan pangan,yang secara garis besar mengatur:

 Ketersediaan pangan
 Cadangan pangan nasional
 Penganekaragaman pangan
 Pencegahan dan penanggulangan masalah pangan
 Peran pemerintah dan masyarakat
 Pengembangan sumber daya manusia dan kerja sama internasional

Fakta permasalahan ketahanan pangan di Indonesia

Ribuan hektar sawah,gagal panen Akibat Petani gagal panen,akibat


banjir (google). kekeringan(google).

Peningkatan populasi manusia di I

Jadi,bila kita memahami beberapa gambar beserta undang-undang di atas,timbul lah


ndonesia mulai tahun 1930-2010(google)
SATU PERTANYAAN: APAKAH KETAHANAN PANGAN NASIONAL
TELAH SAMPAI PADA YANG DI INGINKAN?

Jikalau memang jawaban nya “YA”, mengapa masih ada daerah yang kekurangan bahan
pangan,bahkan mengalami gizi buruk ?
Dalam hal ini, tidak ada siapapun yang bisa menyalahkan siapapun, karena
semua itu tergantung akan kinerja masing-masing, bagaimana mereka menanggapi nya
dan bagaimana upaya mereka melakukannya agar ketahanan pangan nasional itu tetap
terjaga dan stabil.
Jika saya di berikan kesempatan untuk memberikan solusi dari masalah
kurangnya ketahanan pangan yang terjadi di Indonesia, saya akan memberikan solusi
kepada pemerintah, di mana solusi yang saya berikan yaitu :
 .Pengembangan dan pembelajaran teknologi dalam bidang pertanian (IPTEK)
kepada masyarakat khusus nya yang berstatuskan petani, karena mengingat
berkurang nya lahan pertanian pada tiap tahun nya sehingga pemerintah dapat
beralih ke penggunaan teknologi, seperti HIDROPOBIK yang bercocok tanam
tanpa menggunakan media tanah.
 Memotivasi dan memberi pengarahan kepada para petani dalam pertanian agar
dapat mengembangkan kreativitas dan potensi yang di miliki petani tersebut
dalam pertanian, sehingga dapat memajukan pertanian nya. Misal, petani padi
yang tinggal di pegunungan, dapat memperbanyak persawahannya dengan
membuat sistem terasering.
 Melakukan pembasmian terhadap hama-hama yang mengganggu baik dalam
pertanian (belalang,siput lawang sangit,dsb), maupun pada pergudangan
(tikus,curut,dsb).
 Mengahapuskan berbagai hambatan yang terjadi dalam proses pembuatan dan
aplikasi serta pengawasan kebijakan di bidang pangan, termasuk mengenali
butir-butir kebijakan pangan yang bersifat lintas sektoral, sehingga ke depan di
harapkan dapat mengetahui akar masalahnya baik dari tinjauan ekonomi, politik
dan hukum.
 Memahami potensi-potensi pertanian di setiap daerah dan melakukan
pencegahan sesuai dengan potensi pertaniannya,seperti :
a) Banten, dengan komoditas unggulan padi, palawija, sayuran dan
buah-buahan, berarti melakukan pencegahan nya dengan cara
memberikan pestisida untuk membasmi ulat-ulat yang mengancam gagal
panen dalam pertanian sayur dan buah.
b) Sumatera barat dan jawa barat dengan padi, bengkoang, hortikultura dan
teh nya,berarti dengan cara membasmi tikus-tikus tanah menggunakan
racun tikus, dan memberikan pestisida untuk membasmi ulat-ulat dan
serangga yang mengganggu pertumbuhan teh.
c) Dll.
 Memperhatikan kesejahteraan rakyat yang berstatuskan petani, sehingga tidak
ada lagi petani yang beralih profesi dan tidak meninggalkan lagi pekerjaan nya
sebagai petani, salah satu nya ialah dengan memberikan rumah bantuan bagi
petani yang perekonomian nya masih di garis miskin.
 Memaksimalkan pengggunaan lahan-lahan yang tidak dipakai lagi bahkan lahan
yang kosong, seperti tanah kosong bekas kebakaran hutan yang ada di riau agar
kiranya di Tanami berbagai macam bahan pangan seperti sawit dan padi.

 Membatasi jumlah impor terhadap produk-produk pangan luar negeri, dan


menciptakan tata kelola kebijakan perdagangan pangan yang jelas, sehingga
dapat melindungi produsen pangan dalam negeri, serta mencermati
perkembangan pangan global, sehingga Indonesia mampu melihat peluang untuk
memasarkan produknya di pasar global.
 Mengupayakan sarana produksi yang mencukupi setiap saat di perlukan dengan
tingkat harga yang terjangkau, serta mnyediakan infrastruktur, kartu kredit dan
institusi\kelembagaan yang dapat meningkatkan produksi pertanian nya.
 Membangun jalur transportasi dan memberikan bantuan transportasi seperti
mobil pengangkut barang, sehingga proses pengiriman bahan pangan yang
berada jauh dari kota lebih cepat dan efektif.
 Memperkerjakan masyarakat kota yang berstatus pengangguran ke dalam
pertanian, dengan cara,mentrasmigrasikan penduduk kota yang pengagguran
tersebut ke daerah yng penduduk nya belum padat, dan mengembangkan
pertanian di daerah tersebut sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.
 Membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan peningkatan kualitas
konsumsi melalui penganekaragaman dan diservisikasi konsumsi pangan,serta
meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan cadangan pangan
bagi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat tersebut.
Demikianlah solusi yang dapat saya berikan kepada pemerintah agar dapat
meningkatkan ketahanan pangan serta mewujudkan kesejahteraan dalam bidang
pertanian ini.