Anda di halaman 1dari 3

Afrika Selatan Terancam Penyakit Tidur

Penyakit tidur dapat mengancam puluhan juta orang lagi saat lalat tsetse, yang
menularkan penyakit itu, menyebar ke Afrika Selatan akibat pemanasan global.
Menurut hasil studi yang diterbitkan Rabu (9/11), hingga 2090, sebanyak 40 sampai 77
juta orang dapat menghadapi risiko terpajan penyakit tersebut. Saat ini 75 juta orang hidup di
dalam jarak tersebut.
Para ilmuwan melandasi perkiraan mengenai bagaimana lalat tsetse dan parasit
Trypanosoma yang dibawanya mungkin bereaksi terhadap temperatur yang meningkat dalam
beberapa dasawarsa mendatang.
Saat ini, 70.000 kasus penyakit tidur yang juga disebut Trypanosomiasis muncul setiap
tahun di bagian timur, tengah dan barat Afrika, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
sebagaimana dilaporkan AFP yang dipantau ANTARA di Jakarta.
Trypanosomiasis manusia Afrika, penyakit tidur, lethargy (kelesuan) Afrika, atau
Trypanosomiasis Kongo adalah penyakit parasit pada manusia dan hewan, yang disebabkan
oleh protozoa dari jenis Trypanosoma brucei dan ditularkan oleh lalat tsetse.
Parasit tersebut ditularkan dari hewan ke manusia melalui lalat tsetse ketika hewan itu
memakan makanan darah. Penyakit tersebut adalah wabah di beberapa wilayah sub-Sahara
Afrika, yang mencakup sebanyak 37 negara dan 60 juta orang.
Sebanyak 50.000 sampai 70.000 orang saat ini diperkirakan terserang penyakit itu.
Jumlah tersebut telah turun dalam beberapa tahun belakangan. Jumlah kasus yang dilaporkan
di bawah 10.000 pada 2009, untuk pertama kali dalam 50 tahun.
Namun banyak kasus diduga tak dilaporkan. Sebanyak 48.000 orang tewas akibat
penyakit tersebut pada 2008. Empat wabah utama telah terjadi dalam sejarah belakangan:
satu dari 1896-1906 terutama di Uganda dan Basin Kongo, wabah kedua terjadi pada 1920
dan 1970 di beberapa negara Afrika, dan wabah baru-baru ini pada 2008 menyerang Uganda.
Gejala Trypanosomiasis Afrika muncul dalam dua tahap. Tahap pertama dikenal sebagai
tahap haemolymphatic dan ditandai oleh demam, sakit kepala, nyeri sendi dan gatal-gatal.
Serbuan parasit terhadap sistem limpa dan peredaran darah berkaitan dengan pembengkakan
parah pada kelenjar getah bening, seringkali dengan ukuran sangat besar. Pembengkakan
kelenjar getah bening di sepanjang belakang leher juga bisa terjadi.
Tahap kedua, yang disebut tahap neurological, berawal ketika parasit menyerbu
sistem syaraf pusat dengan melewati penghalang darah otak. Istilah "penyakit tidur" muncul
dari gejala tahap neurological.
Gejala tersebut meliputi perasaan bingung, berkurangnya koordinasi dan gangguan
lingkaran tidur, dengan serangan kelelahan yang dipertegas oleh masa ekstrem yang
mengakibatkan tidur lelap pada siang hari dan tak bisa tidur pada malam hari.
Penyakit itu mematikan jika tak diobati, dan menyebabkan kejang dan gangguan tidur
serius yang membuat penderitanya jadi koma bahkan meninggal. Jika tak diobati, penyakit
tersebut akan mengalahkan sistem pertahanan penderita dan dapat mengakibatkan kerusakan
lebih parah, perluasan gejala hingga mencakup anemia, tak berfungsinya kelenjar endoktrin,
jantung dan ginjal.
Beberapa ilmuwan yang dipimpin oleh Sean Moore dari US Centers for Disease
Control and Prevention (CDC) melakukan simulasi komputer sejalan dengan dua skenario
yang diletakkan oleh ahli iklim PBB pada 2007. Mereka meramalkan pemanasan 1,1-5,4
derajat Celsius tergantung atas buangan karbon. Tim itu meneliti parasit yang setara dengan
yang ada di Afrika Timur dan dua spesies lalat tsetse yang mengantarnya.
Wabah penyakit tersebut dapat muncul ketika temperatur berkisar antara 29,7 Celsius
dan 26,1 derajat Celsius, kata mereka.
Sebagian wilayah Afrika timur akan jadi terlalu panas buat larva tsetse untuk bisa
bertahan hidup. Tapi daerah lain di wilayah tersebut, serta di Afrika selatan, yang sebelumnya
terlalu dingin akan menjadi tempat tinggal yang potensial buat hewan itu.
Studi tersebut, yang disiarkan di Journal of the Royal Society Interface,
menambahkan penelitian sebelumnya ke dalam hubungan antara penyakit itu dan perubahan
iklim. Pada 2008, US Wildlife Conservation Society mengidentifikasi "satu lusin penyakit
mematikan" yang dapat menyebar ke daerah dengan temperatur lebih tinggi melalui nyamuk,
parasit atau air yang dicemari patogen. Penyakit tersebut meliputi malaria, kolera dan demam
kuning serta penyakit tidur.

Sumber: http://bandung.bisnis.com/read/20111109/3/108591/afrika-selatan-terancam-
penyakit-tidur
Pertanyaan Diskusi:

1. Penyakit tidur adalah penyakit yang menjadi head line dalam berita internasional setiap
tahunnya. Menurut literature dan artikel , penyebab penyakit tidur adalah anggota kingdom
Protista. Organisme apa yang dapat menimbulkan penyakit tidur tersebut?
2. Malaria seperti menjadi penyakit musiman di Indonesia. Hal itu terjadi karena penyebab
malaria membutuhkan vector yang jumlahnya melimpah saat musim tertentu. Siapa vector
dari penyebab malaria?
3. Apakah bentuk interaksi / hubungan antara vektor dengan penyebab malaria ?
4. Proses apa yang terjadi di dalam tubuh vektor sehingga penyebab malaria dapat bertahan
hidup di dalam tubuh vektor?
5. Seseorang yang baru saja melakukan kontak infeksi dengan vector malaria, tidak akan
menunjukkan gejala kritis pada hari itu juga, tetapi akan terlihat pada waktu 1-3 minggu.
Proses apakah yang terjadi di dalam tubuh orang tersebut sehingga penyebab malaria
membutuhkan waktu untuk menyebabkan gejala kritis?
6. Setelah melakukan pengobatan, orang tersebut kembali pulih namun dokter mengingatkan
untuk selalu menjaga kesehatan agar malaria tidak kambuh. Apa penyebab malaria dapat
kambuh meskipun seseorang telah melakukan pengobatan?
7. Munculnya malaria tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal seperti keadaan tubuh
seseorang, tetapi juga oleh faktor eksternal, seperti melimpahnya jumlah vektor. Bagaimana
pengaruh faktor eksternal tersebut terhadap peluang penularan malaria?
8. Jika jumlah vektor dari penyebab malaria melimpah jumlahnya pada musim tertentu, maka
ada faktor tertentu yang mempengaruhi peningkatan jumlah vektor tersebut. Apa saja
faktor tersebut?
9. Kamu sudah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah vector penyebab
malaria, buatlah usulan cara mencegah peningkatan jumlah vektor sehingga mampu
mencegah penyebaran malaria!
10. Selain peranan protozoa seperti pada artikel diatas, terdapat berbagai macam peranan
protozoa lainnya dalam kehidupan manusia. Identifikasikan kelompok protozoa dan peranan
protozoa sesuai dengan tabel berikut!

11.