Anda di halaman 1dari 3

MENGENAL GERBANG LOGIKA DASAR

Tujuan

 Agar siswa dapat mengetahui konsep dasar rangkaian gerbang logika dasar
 Mampu membuktikan kebenaran dari masing-masing tabel kebenaran gerbang logika
dasar
 Mampu menjelaskan perbedaan atau cirikhas dari setiap gerbang logika dasar yang
ditinjau dari hasil pengamatan

Pengantar

Gerbang logika adalah rangkaian yang terdiri dari satu atau lebih masukan, akan tetapi hanya
akan menghasilkan satu keluaran berupa tegangan tinggi atau (1) dan tegangan rendah atau
(0). Analisis gerbang logika biasanya menggunakan Aljabar Boolean, itulah sebabnya gerbang
logika dasar sering disebut dengan rangkaian logika. Rangkaian logika sering ditemukan dalam
sirkuit digital yang di implementasikan secara elektronik menggunakan dioda dan transistor
yang difungsikan sebagai saklar.

Substansi :

1. Gerbang OR
2. Gerbang NOR
3. Gerbang AND
4. Gerbang NAND
5. Gerbang NOT
6. Gerbang EX-OR
7. Gerbang EX-NOR

Teori Dasar Gerbang Logika

1. Gerbang OR

Operasi OR :

 Jika input A OR B salah satu atau keduanya mempunyai input HIGH (1), maka output F
akan HIGH (1).
 Jika input A dan B keduanya LOW (0), maka output F akan LOW (0)

2. Gerbang NOR

Operasi NOR :
 Merupakan kebalikan dari gerbang OR
 Jika input A NOR B salah satu atau keduanya mempunyai input HIGH (1), maka output F
akan LOW (0).
 Jika input A dan B keduanya LOW (0), maka output F akan HIGH (1)

3. Gerbang AND

Operasi AND :

 Jika input A dan B keduanya HIGH (1), maka output F akan HIGH (1)
 Jika input A AND B salah satu atau keduanya mempunyai input LOW (0), maka output F
akan LOW (0).

4. Gerbang NAND

Operasi NAND :

 Merupakan kebalikan dari gerbang AND


 Jika input A dan B keduanya HIGH (1), maka output F akan LOW (0)
 Jika input A NAND B salah satu atau keduanya mempunyai input LOW (0), maka output F
akan HIGH (1).

5. Gerbang NOT

Operasi NOT :

 Hasilnya (F) merupakan invers dari input (A)


 Jika input A HIGH (1) maka output F LOW (0) dan jika input A LOW (0) maka output F
HIGH (1)

6. Gerbang EX-OR

Operasi Ex-OR :

 Merupakan kepanjangan dari Exclusive OR


 Jika input A dan B keduanya HIGH (1) atau keduanya LOW (0), maka output F akan LOW
(0)
 Jika input A Ex-OR B salah satu dari keduanya mempunyai input LOW (1), maka output F
akan HIGH (1).

7. Gerbang EX-NOR

Operasi Ex-NOR :

 Merupakan kebalikan dari gerbang Ex-NOR


 Merupakan kepanjangan dari Exclusive NOR
 Jika input A dan B keduanya HIGH (1) atau keduanya LOW (0), maka output F akan HIGH
(1)
 Jika input A Ex-OR B salah satu dari keduanya mempunyai input LOW (1), maka output F
akan LOW (0).