Anda di halaman 1dari 20

Kasus:

Tn. AN berusia 45 tahun dirawat diruang flamboyan, pasien masuk RS dengan


keluhan pasien mengatakan merasa kesemutan pada kedua kakinya, pasien mengatakan
merasa gatal pada daerah kaki,pasien mengatakan kaki kanannya luka, kaki kanan pasien
tampak luka, kaki pasien tampak kotor, pasien mengatakan mudah merasa lelah, pasien
mengatakan badannya lemah, pasien mengatakan sering merasa haus, pasien mengatakan
mudah merasa lapar namun berat badannya menurun, pasien mengatakan sering kencing,
mukosa bibir pasien tampak kering, kulit pasien tampak kering, turgor kulit tidak cepat
kembali, pasien tampak pucat, pasien mengakatakan muntah 2x, pasien mengatakan sering
bak dimalam hari, BAK 8-10x sehari , makan 3x sehari , makan habis 1½ porsi, TD : 130/80
mmHg, suhu 37,5˚c, nadi : 88x/menit, pernapasan: 20x/menit, berat badan menurun 10 kg
dalam 1 bulan terakhir,BB sebelum sakit 68 kg dan BB saat sakit 58 kg, pasien tampak
muntah, pasien tidak sadarkan diri dan akhirnya di bawa ke RS, gula darah sewaktu saat
masuk RS 450mg/dl.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. AN
DENGAN DIAGNOSA MEDIS DIABETES MELITUS
DI RUANG FLAMBOYAN RUMAH SAKIT UMUM NEGARA
TANGGAL 1- 3 JUNI 2016

I. PENGKAJIAN
1. Identitas
a. Identitas Pasien
Nama : Tn. AN
Umur : 45 tahun
Agama : Hindu
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status : Menikah
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Petani
Suku Bangsa : Indonesia
Alamat : Pekutatan
Tanggal Masuk : 1 Juni 2016
Tanggal Pengkajian : 1 Juni 2016
No. Register : 10201111
Diagnosa Medis : Diabetes Melitus

b. Identitas Penanggung Jawab


Nama : Ny. DA
Umur : 40 tahun
Hub. Dengan Pasien : Istri
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Pekutatan
2. Status Kesehatan
a. Status Kesehatan Saat Ini
1) Keluhan Utama (Saat MRS dan saat ini)
Pasien mengatakan badannya lemah dan mengalami penurunan berat badan 10kg 1
bulan terakhir.

2) Alasan masuk rumah sakit dan perjalanan penyakit saat ini


Pasien mengatakan merasa tubuhnya lemah dan mudah lelah sejak sebulan yang lalu,
pasien tidak memeriksakannya ke dokter karena merasa hanya kelelahan akibat terlalu
banyak bekerja, namun setelah berisirahat selama seminggu dirumah, Tn.AD tetap merasa
lemah, selain itu pasien merasa mudah lapar dan haus, sering kencing bahkan pada malam
hari. Kemudian pada tanggal 30 mei 2016 pasien datang melalui IGD RSU negara, setelah
dilakukan pemeriksaan gula darah pada pasien didapat hasil GDS= 450mg/dl, oleh dokter
yang memeriksa pasien dianjurkan untuk dirawat. Kemudian klien dipindahkan keruang
Flamboyan.

3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya


Pasien mengatakan hanya beristirahat dirumanya.

b. Satus Kesehatan Masa Lalu


1) Penyakit yang pernah dialami
Pasien mengatakan pernah mengalami penyakit ringan seperti batuk dan demam.
2) Pernah dirawat
Pasien mengatakan tidak pernah dirawat di rumah sakit.
3) Alergi
Pasien mengatakan tidak memiliki alergi makanan dan obat.
4) Kebiasaan (merokok/kopi/alkohol dll)
Pasien mengatakan merokok 3 batang sehari dan minum kopi 2 gelas sehari.

c. Riwayat Penyakit Keluarga


Pasien menatakan keluarganya tidak memiliki riwayat penyakit apapun.
d. Diagnosa Medis dan therapy
Diagnosa medis : Diabetes Melitus
Terapi : 1. IVFD RL 20 tetes/menit
2. Glibenklamid 2x5mg
3. Antasida syrup 3x1 cth

3. Pola Kebutuhan Dasar ( Data Bio-psiko-sosio-kultural-spiritual)


a. Pola Persepsi dan Manajemen Kesehatan
Pasien mengatakan kesehatan sangat penting, karena jika sehat dia dapat melakukan
berbagai aktivitas yang ingin dilakukannya. Bila pasien sakit, dia tidak memeriksakannya ke
dokter tapi hanya istirahat dirumahnya.

b. Pola Nutrisi-Metabolik
· Sebelum sakit : Pasien makan 3x sehari, makan habis 1 porsi dengan nasi, lauk, dan
sayur. Minum air sekitar 7 gelas sehari.
· Saat sakit : Pasien makan 3x sehari, makan habis 1½ porsi dengan nasi, lauk, dan
sayur. Minum air sekitar 10 gelas sehari.

c. Pola Eliminasi
1) BAB
· Sebelum sakit : pasien mengatakan BAB 1x sehari.
· Saat sakit : pasien mengatakan BAB 1x sehari.

2) BAK
· Sebelum sakit : pasien mengatakan BAK 5x sehari warna kekuningan berbau pesing.
· Saat sakit : pasien mengatakan BAK 8-10x sehari warna kekuningan berbau pesing,
pasien megatakan sering BAK dimalam hari.
d. Pola aktivitas dan latihan
1) Aktivitas
Kemampuan 0 1 2 3 4
Perawatan Diri
Makan dan minum √
Mandi √
Toileting √
Berpakaian √
Berpindah √
0: mandiri, 1: Alat bantu, 2: dibantu orang lain, 3: dibantu orang lain dan alat, 4: tergantung
total

2) Latihan
Sebelum sakit : pasien mengatakan dapat beraktivitas mandiri tanpa bantuan orang
lain. Pasien mengatakan jarang berolahraga.
Saat sakit : Pasien mengatakan dapat beraktivitas tanpa bantuan meski sedikit
kesulitan. Pasien mengatakan jarang berolahraga.
.

e. Pola kognitif dan Persepsi


Pasien mengatakan lulusan terakhirnya adalah tingkat SMA, dan sering membaca
koran, berita dll,
f. Pola Persepsi-Konsep diri
Pasien mengatakan sudah mengenal dirinya.
g. Pola Tidur dan Istirahat
· Sebelum sakit : Pasien mengatakan tidur selama 6 jam.
· Saat sakit : Pasien mengatakan tidur selama 4 jam, terbangun akibat ingin BAK.

h. Pola Peran-Hubungan
Pasien mengatakan perannya dalam keluarga sebagai suami dan ayah, ia telah
melakukannya dengan baik.
i. Pola Seksual-Reproduksi
Sebelum sakit : Pasien mengatakan berhubungan dengan baik.
Saat sakit : Pasien mengatakan pola seksual saat sakit kurang baik karena sering
merasa lemas.

j. Pola Toleransi Stress-Koping


Pasien mengatakan setiap ada masalah langsung dibicarakan dengan keluargannya.
Pasien terihat cemas karena biaya pengobatan yang harus ditanggung oleh anak-
anaknya, pasien berharap cepat sembuh sehingga bisa meringankan beban
keluarganya.

k. Pola Nilai-Kepercayaan
Sebelum sakit : pasien mengatakan sembahyang 3x sehari di rumah tanpa bantuan
orang lain.
Saat sakit : pasien mengatakan sembahyang 3x sehari di atas tempat tidur.

4. Pengkajian Fisik
a. Keadaan umum : Composmetis
GCS : Mata : 4 verbal: 5 Psikomotor: 5
b. Tanda-tanda Vital : Nadi = 88x/menit
Suhu = 37,5˚C
TD =130/80mmHg
RR =20x/menit
c. Keadaan fisik
a. Kepala dan leher :
-Inspeksi : warna rambut hitam, kuantitas rambut lebat , distribusi rambut merata, kulit
kepala tidak ada lesi, tidak ada ketombe, tidak ada benjolan, bentuk kepala mesocephalus,
posisi mata sejajar, aurikula tidak ada lesi, liang telinga tidak ada serumen, tidak ada
kemerahan pada hidung, bibir kering, leher tidak ada jaringan parut, tidak ada masa.
-Palpasi : tekstur rambut kasar, kulit kepala tidak ada nyeri tekan dan benjolan, kelopak
mata tidak ada benjolan dan nyeri tekan, pada telinga tidak ada benjolan dan nyeri tekan,
pada hidung tidak ada nyeri tekan, pembengkakan dan benjolan, pada leher denyut karotis
teraba.
-Auskultasi : pada arteri tidak terdengar bruit, pada kelenjar tiroid tidak terdengar bruit.
b. Dada :
· -Paru
Inspeksi : bentuk dada normochest.
Palpasi : pada dada tidak ada nyeri tekan, tidak ada fraktur iga, tidak ada massa.
Perkusi : pada dada suara yang dihasilkan sonor.
Auskultasi : frekuensi dada 24x/menit, bunyi napas vesikular, tidak ada bunyi napas
tambahan.
· -Jantung
Inspeksi : tidak ada thrill, tidak ada lesi, tidak ada pembengkakan.
Palpasi : letak jantung bagian atas RIC 2, bawah RIC5, kiri RIC V kiri 1 jari media
dari garis midclavicularis, bagian kanan parasternum kanan.
Perkusi : pada jantung suara yang dihasilkan redup
Auskultasi : bunyi jantung S1 dan S2, tidak ada bunyi tambahan.

c. Payudara dan ketiak :


inspeksi : payudara simetris, tidak ada edema, pada axila tidak ada ruam dan infeksi.
palpasi : payudara tidak ada nyeri tekan dan benjolan, pada axila tidak ada nyeri
tekan.

d. abdomen :
inspeksi : tidak ada jaringan parut, tidak ada inflamasi, bentuk simetris.
Auskultasi : ada bising usus, tidak terdengar bruit.
Perkusi : pada abdomen dihasilakan bunyi timpani ( nyaring)
Palpasi : tidak ada nyeri lepas, nyeri tekan dan tidak ada massa.

e. Genetalia :
inspeksi : tidak ada ruam, tidak ada parut, tidak ada kutil, skrotum ada 2
palpasi : tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan.

f. Integumen :
inspeksi : warna kulit sawo matang, tidak ada kemerahan, lesi, tidak ada parut.
Palpasi : turgor kulit kurang elastis, kulit teraba kasar,kulit teraba kering, tidak ada
nyeri tekan.
g. Ekstremitas :
Atas
Inspeksi : bahu rentang gerak bebas, tidak ada atrofi dan dislokasi, siku tidak ada
dislokasi, rentang gerak terbatas, pergelangan tangan rentang gerak normal,
tidak deformitas, tidak ada atrofi, tidak ada pembengkakan.
Palpasi : pada bahu, siku dan pergelangan tangan tidak ada benjolan, nyeri tekan,
peradangan, parut dan krepitasi.
Bawah
Inspeksi : rentang gerak pinggul terbatas, tidak ada dislokasi, cara berjalan sedikit
membungkuk dan gaya berjalan lambat, lutut sejajar, tidak ada pembengkakan
patela, pergelangan kaki rentang gerak terbatas, tidak ada deformitas dan
atrofi, pada punggung kaki kanan terdapat luka.
Palpasi : pada pinggul, lutut dan pergelangan kaki tidak ada benjolan, tidak ada
nyeri tekan, tidak ada peradangan, tidak ada paarut dan tidak ada krepitasi.
h. Neurologis :
-Status mental dan emosi :
Tidak ada gangguan mental.

-Pengkajian saraf kranial :


Dapat membedakan bau, ketajaman mata 20/25, bola mata dapat bergerak ke segala arah,
tidak ada nyeri, ada kontraksi otot temporalis, ada refleks kornea, dapat mengangkat kedua
alis, dapat menutup mata dengan rapat, dapat memperlihatkan gigi dan dapat tersenyum,
dapat mendengar dengan baik, dapat menelan, dapat mengeluarkan suara, tidak dapat
mengangkat bahu, lidah dapat bergerak kesegala arah.

-Pemeriksaan refleks :
Biceps : Fleksi pada perkusi 1
Triceps : Ekstensi pada perkusi 2
Achilles percussion reflex : plantar fleksi pada perkusi 2
Knee percussion reflex : ekstensi pada perkusi 2
Babinsky : kelima jari kaki plantar fleksi
Kaku kuduk : dagu tidak dapat menyentuh dada
Brudsinsky 1 : saat dagu akan ditekuk muncul terasa nyeri dan tungkai ikut fleksi.
Brudsinsky 2 : saat kaki kanan fleksi, kaki kiri ikut fleksi.

b. Pemeriksaan Penunjang
1. Data laboratorium yang berhubungan

Pemeriksaan Hasil Nilai Normal


Hb 12,5gr/dl L(13-16) P(12-15) gr/dl
Hematokrit 31,8% L(40-54) P(37-47) %
Leukosit 5.100 sel/mm3 5.000-10.000 sel/mm3
Trombosit 137.000/mm3 150.000-450.000/mm3
MCV 83 fL 81-99 fL
MCH 26,8 pg 27,0-31,0 pg
MPV 7,4 fL 7,4-10,4 fL
MCHC 32,3 g/dl 32-36 g/dl
Ureum 50 mg/dl 18-55 mg/dl

Creatinin 1,1 mg/dl 0,9-1,30 mg/dl

GDS 450 mg/dl 60-100 mg/dl


5. ANALISA DATA

A. Tabel Analisa Data


DATA Etiologi MASALAH
1. DS - Pasien mengatakan merasa haus. Diuresi osmotik Defisit volume cairan
- Pasien mengatakan BAK 8-10x
sehari.

DO - Mukosa bibir pasien tampak kering.


- Turgor kulit pasien tidak elastic.

2. DS - Pasien mengatakan mudah merasa Ketidakcukupan insulin Ketidakseimbangan nutrisi


lapar tapi berat badan menurun. kurang dari kubutuhan tubuh
- Pasien mengatakan mengalami
muntah 2x.
- Pasien mengatakan badannya lemah.

DO - BB sebelum sakit 68 kg, BB saat sakit


58 kg.
- Pasien tampak pucat.
- Pasien tampak muntah.

3. DS - Pasien mengatakan merasa gatal pada Nekrosis jaringan Kerusakan integritas kulit
kaki.
- Pasien mengatakan kaki kanannya
luka.
- Pasien mengatakan tubuhnya agak
panas

DO - Kaki pasien tampak luka.


- Kaki pasien tampak kotor.
- Suhu : 37,5 ˚ C
- GDS : 450 mg/dl
B. Tabel Daftar Diagnosa Keperawatan /Masalah Kolaboratif Berdasarkan Prioritas

NO TANGGAL/JAM DIAGNOSA KEPERAWATAN TANGGAL Ttd


DITEMUKAN TERATASI
1 1 Juni 2016 Defisit volume cairan berhubungan dengan diuresi 3 Juni 2016
Pukil 12.30 wita osmotic ditandai dengan pasien mengatakan merasa
haus, pasien mengatakan BAK 8-10x sehari, mukosa
bibir pasien tampak kering, turgor kulit pasien tidak
elastis,.

2 1 Juni 2016 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kubutuhan 3 Juni 2016


Pukul 12.30 wita tubuh berhubungan dengan ketidakcukupan insulin
ditandai dengan pasien mengatakan mudah merasa
lapar tapi berat badan menurun, pasien mengatakan
mengalami muntah 2x, pasien mengatakan badannya
lemah, BB sebelum sakit 68 kg, BB saat sakit 58 kg,
pasien tampak pucat, pasien tampak muntah.

3 1 Juni 2016 Resiko infeksi berhubungan dengan hyperglikemia 3 Juni 2016


Pukul 12.30 wita ditandai deengan pasien mengatakan merasa gatal pada
kaki, pasien mengatakan punggung kaki kanannya
luka, pasien mengatakan tubuhnya agak panas, kaki
pasien tampak luka, kaki pasien tampak kotor, suhu :
37,5˚C, GDS : 450 mg/dl.

C. Rencana Tindakan Keperawatan


Hari/tgl No Rencana Keperawatan Ttd
Dx Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Rasional

Rabu, 1 I Setelah dilakukan tindakan 1.Mengukur tanda-tanda - untuk mengetahui


juni 2016 keperawatan selama 2x24 vital setiap 8 jam. nilai tanda-tanda
jam diharapakan defisit 2.Anjurkan pasien untuk vital pasien.
volume cairan dapat minum air 1500ml. - untuk memenuhi
teratasi. 3.Monitor intake dan kebutuhan cairan
Kriteria hasil : output cairan. pasien.
1. Pasien tidak merasa haus 4.Monitor status - untuk mengetahui
berlebih. dehidrasi pasien. kebutuhan akan
2. Mukosa bibir pasien 5. Kolaborasi pemberian cairan pengganti,
tampak kering. cairan IV RL 20 fungsi ginjal dan
3. Tanda-tanda vital dalam tetes/menit. keefektifan terapi
keadaan normal. yang diberikan
4.Turgor kulit pasien baik. - untuk memenuhi
5. BAK 6x sehari. kebutuhan cairan
6. cairan masuk 1500ml. pasien

Rabu, 1 II Setelah dilakukan tindakan 1. Timbang BB setiap - untuk mengkaji


juni 2016 keperawatan selama 2x24 hari. masukan makanan
jam diharapkan 2. Auskultasi bising usus yang adekuat.
ketidakseimbangan nutrisi pasien, - untuk mengkaji
kurang dari kubutuhan 3. Berikan makanan nilai bising usus
tubuh dapat teratasi. lunak dalam kondisi pasien.
Kriteria hasil : hangat. - untuk mengetahui
1.Pasien mengatakan 4. Kolaborasi dengan ahli jumlah kalori dan
badannya segar. gizi mengenai diit yang tepat
2.BB bertambah menjadi 60 kebutuhan nutrisi untuk pasien.
kg.. pasien. - untuk menetralisir
3.Pasien tidak tambah pucat. 5. Kolaborasi pemberian asam lambung.
antasida syrup 3x1 cth
Rabu, 1 III Setelah dilakukan tindakan 1.Observasi tanda - pasien mungkin
juni 2016 keperawatan selama 2x24 infeksi. masuk dengan
jam diharapkan resiko 2.Anjurkan pasien untuk infeksi yang
infeksi dapat teratasi. mandi 3x sehari biasanya telah
Kriteria hasil : menggunakan sabun. mencetuskan
1. tidak terdapat tanda-tanda 3.Monitor suhu tubuh keadaan
infeksi. pasien. ketoasidosis.
2. personal hygine baik. 4. Kolaborasi pemberian - untuk meningkatkan
3. Pasien mengatakan Glibenklamid 2x5mg personal hygiene
tubuhnya tidak panas 5.Kolaborasi untuk pasien.
4. GDS = 350 ml/dl pemeriksaa kadar gula - suhu tubuh yang
darah tinggi merupakan
salah satu tanda
terjadinya infeksi.
- untuk mengontrol
kadar gula darah.
- untuk mengetahui
kadar gula darah
dan keefektifan
terapi.
D. Implementasi Keperawatan

Hari/Tgl/Jam No Tindakan Keperawatan Evaluasi proses Ttd


Dx
Rabu, 1 Juni I Mengukur tanda-tanda vital S : Pasien mengucapkan terima Anda
2016 setiap 8 jam. kasih setelah tindakan.
Pukul 13.00 O : TD : 130/80 mmHg
wita Suhu : 37,5 ˚ C
Nadi : 88x/menit
RR :22x/menit
I Memberian cairan IV RL 20 S : Pasien mengucapkan Anda
tetes/menit terimakasih setelah tindakan.
O : cairan infuse RL terpasang
20tetes/menit.

Anda
Pukul 13.30 II Menimbang BB setiap hari. S : Pasien mengatakan tubuhnya
WITA terasa lemah.
O : BB = 58 kg

I Menganjurkan pasien untuk S : pasien mengatakan sudah


Anda
minum air 1500ml. minum air 8 gelas.
O : pasien tampak minum air.

Pukul 14.00 I Memonitor intake dan output S : Pasien mengatakan sudah


Anda
WITA cairan. minum 10 gelas air dan BAK
6x.
O : Pasien tampak minum air.
III Menganjurkan pasien untuk S : Pasien mengatakan akan
Anda
mandi 3x sehari menggunakan mandi 3x sehari.
sabun. O : Pasien tampak mengerti.

Pukul 15.00 II Melakukan kolaborasi dengan S:- Anda


WITA ahli gizi mengenai kebutuhan O : Berikan makanan yang rendah
nutrisi pasien. glukosa dalam bentuk lunak
dan dalam kondisi hangat.
Pukul 17.30 II Memberikan makanan lunak S : Pasien mengatakan telah Anda
WITA dalam kondisi hangat. memakan makanannya. Dan
tidak mengalami muntah
III Memonitor suhu tubuh pasien O : makanan habis ½ porsi.
Anda
S : Pasieng mengtakan tubuhnya
terasa agak panas.
O : suhu : 37,6˚ C
Anda
Pukul 18.00 III Memberikan obat
WITA Glibenklamid 1x5mg S : Pasien mengatakan sudah
minum obat.
O : Pasien tampak minum obat.
Anda
Memberikan obat antasida
syrup 1x1 cth S : Pasien mengatakan sudah
minum obat.
O :Pasien tampak minum obat.
Pukul 20.00 Mengukur tanda-tanda vital
Anda
WITA I setiap 8 jam. S : Pasien mengucapkan
terimakasih setelah tindakan.
O : TD : 130/80 mmHg
Suhu : 37,8 ˚ C
Nadi : 88x/menit
RR :22x/menit
Kamis 2 Juni I Mengukur tanda-tanda vital Anda
2016 setiap 8 jam. S : Pasien mengucapkan terima
Pukul 06.00 kasih setelah tindakan.
WITA O : TD : 130/80 mmHg
Suhu : 37,5 ˚ C
Nadi : 88x/menit
RR :22x/menit
Pukul 07.00 II Memberikan makanan lunak Anda
WITA dalam kondisi hangat. S : Pasien mengatakan telah
memakan makanannya.
Pukul 07.30 III Memberikan obat O : makanan habis ½ porsi.
Anda
WITA Glibenklamid 1x5mg S : Pasien mengatakan sudah
minum obat.
O : Pasien tampak minum obat.
Anda
II Memberikan obat antasida
syrup 1x1 cth S : Pasien mengatakan sudah
. minum obat.
O :Pasien tampak minum obat.
Pukul 08.00 I Menganjurkan pasien untuk
Anda
WITA minum air 1500ml. S : pasien mengatakan sudah
minum air 6 gelas.
O : pasien tampak minum air.
Pukul 10.00 III Memonitor suhu tubuh
Anda
WITA S : Pasieng mengtakan tubuhnya
terasa agak panas.
II Mengauskultasi bising usus O : suhu : 37,6˚ C Anda
pasien S : Pasien mengucapkan
terimakasih.
II Menimbang berat badan pasien O : bising usus : 30 x/mnt
Anda
S : pasien mengatakan tubuhnya
masuh terasa lemah
II Melakukan kolaborasi untuk O : BB = 59 kg Anda
pemeriksaa kadar gula darah S : pasien mengucapkan
terimakasih setelah tindakan
O : GDS : 400 ml/dl
Pukul 12.00 II Memberikan makanan lunak Anda
WITA dalam kondisi hangat. S : Pasien mengatakan telah
memakan makanannya.
II Memberikan obat antasida O : makanan habis 1 porsi.
Anda
syrup 1x1 cth S : Pasien mengatakan sudah
minum obat.
O :Pasien tampak minum obat.

Pukul 14.00 I Mengukur tanda-tanda vital S : Pasien mengucapkan terima


Anda
WITA setiap 8 jam. kasih setelah tindakan.
O : TD : 130/80 mmHg
Suhu : 37,5 ˚ C
Nadi : 88x/menit
RR :22x/menit

Pukul 17.00 I Monitor status dehidrasi S : pasien mengatakan merasa Anda


WITA haus berlebih.
O : mukosa bibir pasien tampak
kering, turgor kulit
pasientidak elastis.
III Mengboservasi tanda infeksi S : pasien mengatakan tubuhnya
Anda
terasa agak panas.
O : suhu pasien = 37,5˚C, tidak
tampak kemerahan, tidak
tampak peradangan.
I Memonitor intake dan output S : pasien mengatakan sudah Anda
cairan. minum air 10 gelas dan BAK
6x.
O : Pasien tampak minum air.

Pukul 17.30 II Memberikan makanan lunak S : pasien mengatakan sudah


Anda
WITA dalam kondisi hangat. memakan makanannya.
O : pasien tampak makan habis 1
porsi.
III Memberikan obat S : Pasien mengatakan sudah
Anda
Glibenklamid 1x5mg minum obat.
O :Pasien tampak minum obat.
Pukul 19.00 II Memberikan obat antasida S : Pasien mengatakan sudah Anda
WITA syrup 1x1 cth minum obat.
O :Pasien tampak minum obat.

Jumat 3 Juni I Mengukur tanda-tanda vital S : Pasien mengucapkan terima


Anda
2016 setiap 8 jam. kasih setelah tindakan.
Pukul 07.30 O : TD : 130/80 mmHg
WITA Suhu : 37,5 ˚ C
Nadi : 88x/menit
RR :22x/menit
II Menimbang BB setiap hari. S : pasien mengatakan tubuhnya
Anda
terasa segar.
O : pasien tampak tidak pucat,
BB = 60 kg
II Mengauskultasi bising usus S : Pasien mengucapkan
Anda
pasien terimakasih.
O : bising usus : 15x/mnt
Pukul 08.00 I Menjurkan pasien untuk S : pasien mengatakan sudah
Anda
WITA minum air 1500ml. minum air 8 gelas.
O : pasien tampak segar.
III Menganjurkan pasien untuk S : Pasien mengatakan sudah
Anda
mandi 3x sehari menggunakan mandi 3x sehari.
sabun. O : Pasien tampak bersih.

Pukul 08.30 II Memerikan makanan lunak S : Pasien mengatakan telah Anda


WITA dalam kondisi hangat. memakan makanannya.
O : makanan habis 1 porsi
Anda
II Memberikan antasida syrup S : Pasien mengatakan sudah
1x1 cth minum obat.
O :Pasien tampak minum obat.
III Memberian Glibenklamid S : Pasien mengatakan sudah Anda
1x5mg minum obat.
. O :Pasien tampak minum obat.

S : pasien mengatakan tidak


Anda
Pukul 10.00 I Memonitor status dehidrasi merasa haus berlebih.
WITA pasien. O : mukosa bibir pasien tampak
lembab, turgor kulit pasien
elastis.
S : pasien mengatakan tubuhnya Anda
III Mengobservasi tanda infeksi. tidak terasa panas.
O : suhu pasien = 37,5˚C, tidak
tampak kemerahan, tidak
tampak peradangan.
S : Pasien mengucapkan
Anda
III Memonitor suhu tubuh pasien. terimakasih setelah tindakan.
O : suhu = 37,5 ˚C

S : pasien mengucapkan
Anda
Pukul 11.00 III Melakukan kolaborasi untuk terimakasih setelah tindakan
WITA pemeriksaa kadar gula darah O : GDS : 350 ml/dl
S : pasien mengatakan sudah Anda
Pukul 13.00 I Memonitor intake dan output minum air 8 gelas dan BAK
WITA Cairan 3x.
O : Pasien tampak minum air.
E. Evaluasi Keperawatan

No Hari/Tgl/Jam No Evaluasi Ttd


Dx
1 Jumat 3 Juni I DS : pasien mengatakan tidak merasa haus berlebih, Anda
2016 pasien mengatakan sudah minum air 8 gelas atau
Pukul 13.00 1500ml
wita DO : mukosa bibir pasien tampak lembab, turgor kulit
pasien elastis, pasien tampak segar.
A : Tujuan tercapai, masalah teratasi.
P : Pertahankan kondisi pasien.

2 Jumat 3 Juni II DS : pasien mengatakan tubuhnya terasa segar, pasien Anda


2016 mengatakan tidak muntah.
Pukul 13.00 DO : BB = 60 kg, pasien tampak tidak pucat.
wita A : Tujuan tercapai, masalah teratasi.
P : Pertahankan kondisi pasien.

3 Jumat 3Juni III DS : Pasien mengatakan tubuhnya tidak panas, pasien Anda
2016 mengatakan sudah mandi 3x sehari.
Pukul 13.00 DO : suhu pasien = 37,5˚C, tidak tampak kemerahan,
wita tidak tampak peradangan, pasien tampak bersih,
GDS = 350 ml/dl.
A : Tujuan tercapai, masalah teratasi.
P : Pertahankan kondisi pasien.