Anda di halaman 1dari 2

PRAKTIK KERJA LAPANGAN

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peneliti merupakan salah satu sumber sumber daya nasional yang mempunyai andil
dan peran penting dalam pertumbuhan bangsa. Peneliti mengemban peranan penting dalam
meningkatkan dalam bidang teknologi dan keilmuan, dimana dalam menjaga dan
meningkatkan teknologi dan keilmuan diperlukan sinergisme antara bidang keilmuan dan
profesi. Menjadi seorang peneliti yang baik, perlu pengalaman praktis dan penguasaan ilmu.
Mahasiswa biologi tidak hanya memperoleh ilmu dari kegiatan perkuliahan di kampus.
Namun, mahasiswa juga ditntut untuk mampu mengaplikasikan materi perkuliahan di dunia
kerja. Dalam hal ini berbentuik kegiatan Praktik Kerja Lapangan.
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan adalah kegiatan integral proses kegiatan belajar
mengajar yang mempunyai ciri khusus yaitu adanya ketrpaaduan pelaksanaan Tri Dharma
Perguruan Tinggi. Magang merupakan kegiatan integral dari sistem perguruan tinggi yang
tidak dapt dipisahkan dari kurikulum jenjang Srata 1 (S1) yang berarti kegiatan magang sebagai
pengikut dan perangkum semua ilmu yang terdapat dalam kurikulum serta memberikan
pengalaman belajar yang menghubungkan konsep akademis dengan realita.

Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogyakarta adalah laboratorium pengujian yang
merupakan Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jendral Peternakan Departemen Pertanian
yang bertanggungjawab melaksanakan pengamatan penyakit hewan untuk wilayah Jawa dan
Madura. Balai ini berkedudukan di tepi jalan raya yang merupakan jalur selatan Pulau Jawa,
tepatnya di Jalan Raya Yogyakarta Wates KM 27 telp. (0274) 773168 fax. (0274) 773354, e-
mail BPPV4@yahoo.com dan secara administratif kantor ini berada di wilayah Kecamatan
Wates Kabupaten Kulonprogo. Lokasi ini strategis mengingat wilayah kerja balai yang
meliputi wilayah Jawa Madura atau sejumlah 6 propinsi 171 kota/kabupaten 25.000 desa (
sepertiga dari jumlah desa di Indonesia 7 5.000 desa).

Dalam perjalanan sejarahnya, BBVet Wates telah mengalami perubahan nama, fungsi,
dan pindah letak/lokasi kantor. Institusi ini berdiri tahun 1978 bernama Balai Penyidikan
Penyakit Hewan (BPPH) Wilayah IV Yogyakarta, pada tahun 2001 menjadi Balai Penyidikan
dan Pengujian Veteriner (BPPV) Regional IV Yogyakarta, dan pada tahun 2003 ada perubahan
struktur menjadi Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogyakarta. Perubahan pada tahun
2001 dari BPPH dengan tugas sebagai laboratorium diagnostik menjadi laboratorium veteriner
(saat BPPV maupun BBVet), BBVet mempunyai tiga aspek utama karena veteriner mencakup

1
PRAKTIK KERJA LAPANGAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

kedokteran kehewanan yaitu, a). Kesehatan hewan, b). Kesmavet (kesehatan masyarakat
veteriner), dane). Karantina.

BBVet mempunyai tugas melaksanakan penyidikan, pengujian veteriner dan


pengembangan teknik, dan metode penyidikan dan penguj ian veteriner. BBVet mempunyai
visi terwujudnya pelayanan prima melalui pengembangan penyidikan dan pengujian veteriner
serta sistem informasi penyakit hewan berbasis laboratorium yang terakreditasi. Sedangkan
misi yang dibawa BBVet:

a. Melaksanakan akreditasi terhadap seluruh ruang lingkup pengujian agar mendapat


pengakuan secara intemasional
b. Memberdayakan sumberdaya manusia yang ada agar dapat menghasilkan keluaran
yang diinginkan oleh stakeholders
c. Meningkatkan kemandirian dan profesionalisme di bidang penyidikan, pengujian dan
sistem informasi penyakit hewan
d. Menyediakan laporan basil penyidikan dan pengujian tepat waktu

Bidang pelayanan meliputi : epidemiologi, parasitologi, patologi, virologi/serologi,


bakteriologi, KESMAVET (Kesehatan masyarakat Veteriner), dan biologi molekuler. Diantara
pelayanan tersebut, bidang virologi/serologi dan biomolekuler yang paling banyak pekerjaan.