Anda di halaman 1dari 14

BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Keluarga
1. Pengertian Keluarga
Keluarga merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh
perkawinan, adopsi dan kelahiran yang bertujuan menciptakan dan
mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik,
mental, emosional, dan sosial dari individu-individu yang ada di dalamnya
terlihat dari pola interaksi yang saling ketergantungan untuk mencapai tujuan
bersama (Friedman M.M, 1998).
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan dan
kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan
budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental emosional serta sosial
dari tiap anggota keluarga (Duvall & Logan, 1986 dalam Friedman, 1998).
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala
keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di
bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Depkes RI, 2008).
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah
kumpulan dua orang atau lebih yang mempunyai hubungan darah, perkawinan,
kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan
budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, mental emosional serta sosial
dari tiap anggota keluarga.

2. Struktur Keluarga
Menurut Friedman (1998) struktur keluarga terdiri atas :
a. Pola dan proses komunikasi
Pola interaksi keluarga yang berfungsi :
1) Bersifat terbuka dan jujur
2) Selalu menyelesaikan konflik keluarga
3) Berpikiran positif
4) Tidak mengulang-ulang isu dan pendapat sendiri.

3
Karakteristik komunikasi keluarga berfungsi untuk :
1) Karakteristik pengirim : yakin dalam mengemukakan sesuatu atau
pendapat, apa yang disampaikan jelas dan berkualitas, selalu meminta
dan menerima umpan balik.
2) Karakteristik penerima : siap mendengarkan, memberi umpan balik,
melakukan validasi.
b. Struktur peran
Peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai dengan
posisi sosial yang diberikan. Yang dimaksud dengan posisi atau status
adalah posisi individu dalam masyarakat misalnya sebagai suami, istri,
anak, dan sebagainya. Tetapi kadang peran ini tidak dapat dijalankan oleh
masing-masing individu dengan baik.
Ada beberapa anak yang terpaksa mencari nafkah untuk memenuhi
kebutuhan anggota keluarga yang lain sedangkan orang tua mereka entah
kemana atau malah berdiam diri di rumah.
c. Struktur kekuatan
Kekuatan merupakan kemampuan (potensial dan aktual) dari individu
untuk mengendalikan atau mempengaruhi untuk merubah perilaku orang
lain ke arah positif.
d. Nilai-nilai keluarga
Nilai merupakan suatu sistem, sikap dan kepercayaan yang secara
sadar atau tidak, mempersatukan anggota keluarga dalam satu budaya.
Nilai keluarga juga merupakan suatu pedoman bagi perkembangan norma
dan peraturan. Norma adalah pola perilaku yang baik, berdasarkan sistem
nilai dalam keluarga.

3. Tipe Keluarga
Tipe keluarga menurut Friedman (1998) :
a. Keluarga inti (nuclear family) adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah,
ibu dan anak yang diperoleh dari keturunan atau adopsi ata keduanya.
b. Keluarga orientasi (keluarga asal) adalah unit keluarga yang didalamnya
seseorang dilahirkan.

4
c. Keluarga besar (extended family) adalah keluarga inti ditambah anggota
keluarga yang lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek, nenek,
paman, bibi).

4. Tugas Kesehatan Keluarga


Tugas kesehatan keluarga menurut Friedman (1998) adalah sebagai berikut :
a. Mengenal masalah kesehatan
b. Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat
c. Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit
d. Memodifikasi lingkungan
e. Mempertahankan hubungan dengan menggunakan fasilitas kesehatan
masyarakat.

5. Fungsi Keluarga
Friedman (1998) membedakan fungsi keluarga menjadi lima yaitu :
a. Fungsi Afektif (The affective function) : fungsi keluarga yang utama untuk
mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga
berhubungan dengan orang lain, fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan
individu dan psikososial keluarga.
b. Fungsi Sosialisasi dan penempatan sosial (socialisation and social
placement function) : fungsi pengembangan dan temapt melatih anak untuk
berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berhubungan
dengan orang lain diluar rumah.
c. Fungsi Reproduksi (reproductive function) : fungsi untuk mempertahankan
generasi menjadi kelangsungan keluarga.
d. Fungsi Ekonomi (the economic function) : keluarga berfungsi untuk
memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk
mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk
memenuhi kebutuhan keluarga.
e. Fungsi Perawatan atau pemeliharaan kesehatan (the healthy care function) :
fungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar
tetap memiliki produktivitas tinggi. Fungsi ini dikembangkan menjadi tugas
keluarga di bidang kesehatan.

5
B. Konsep Menyusui

1. Menyusui
a. Pengertian Menyusui
Menyusui adalah cara yang optimal dalam memberikan nutrisi dan
mengasuh bayi, dan dengan penambahan makanan pelengkap pada paruh
kedua tahun pertama, kebutuhan nutrisi, imunologi, dan psikososial dapat
terpenuhi hingga tahun kedua dan tahun-tahun berikutnya (Varney,
2004).

b. Keuntungan Menyusui
Menyusui pada wanita mempunyai beberapa kebaikan yaitu:
1) Air susu ibu adalah makanan yang paling ideal bagi bayi baru lahir.
2) Air susu ibu normalnya bebas dari ketidakmurnian.
3) Air susu ibu mengandung kalori yang lebih banyak dari susu formula.
4) Kurang terjadi infeksi pada bayi yang menyusu pada ibu karena ada
imunisasi pasif.
5) Menyusui anak mempercepat involusi rahim, dengan demikian alat
reproduksi ibu lebih cepat kembali normal.
6) Menyusui kadangkala lebih menyenangkan bagi ibu.
7) Menyusui lebih ekonomis, baik bagi ibu maupun bagi masyarakat.
8) IQ bayi prematur yang menyusu dilaporkan lebih tinggi dari pada
bayi serupa yang tidak menyusu (Kristiyanasari, 2008).

c. Cara Menyusui
Usahakan memberi minum dalam suasana yang santai bagi ibu dan
bayi. Buatlah kondisi ibu senyaman mungkin. Selama beberapa minggu
pertama, bayi perlu diberi ASI setiap 2,5-3 jam sekali. Menjelang akhir
minggu keenam, sebagian besar kebutuhan bayi akan ASI setiap 4 jam
sekali. Jadwal ini baik sampai bayi berumur antara 10-12 bulan. Pada
usia ini sebagian besar bayi tidur sepanjang malam sehingga tak perlu
lagi memberi makanan di malam hari (Kristiyanasari, 2008).

6
d. Langkah-Langkah Menyusui yang Benar
1) Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan
pada putting dan sekitar kelang payudara. Cara ini mempunyai
manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban putting susu.
2) Bayi diletakkan menghadap perut ibu atau payudara.
a) Ibu duduk atau berbaring dengan santai, bila duduk lebih baik
menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu tidak
menggantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi.
b) Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan,
kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu (kepala tidak boleh
menengadah,dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan).
c) Satu tangan bayi diletakkan dibelakang badan ibu, dan yang
satu didepan.
d) Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap
payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi).
e) Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
f) Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.
3) Payudara dipegang dengan ibu jari di atas dan jari yang lain
menipang dibawah, jangan menekan putting susu.
4) Bayi diberi rangsangan agar membuka mulut (rooting reflek)
dengan cara :
a) Menyentuh pipi dengan putting susu atau,
b) Menyentuh sisi mulut bayi.
5) Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi didekatkan
ke payudara ibu serta areola payudara dimasukkan ke mulut bayi
a) Usahakan sebagian besar kalang payudra dapat masuk ke
mulut bayi, sehingga putting susu berada di bawah langit-
langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat
penampungan ASI yang terletak di bawah kalang payudara.
Posisi salah, yaitu apabila bayi hanya menghisap pada putting
susu saja, akan mengakibatkan masukan ASI yang tidak adekuat
dan putting lecet.

7
b) Setelah bayi mulai menghisap payudara tak perlu dipegang atau
disangga (Kristiyanasari, 2008).
6) Melepas isapan bayi
Setelah menyusui pada satu payudara sampai terasa kosong,
sebaiknya diganti menyusui pada payudara yang lain.Cara melepas
isapan bayi :
a) Jari kelingking ibu dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut
mulut atau
b) Dagu bayi ditekan kebawah.
7) Menyusui berikutnya dimulai pada payudara yang belum
terkosongkan (yang dihisap terakhir).
8) Setelah selesai menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian
dioleskan pada putting susu dan areola sekitarnya. Biarkan kering
dengan sendirinya.
9) Menyendawakan bayi
Tujuan menyendawakan bayi adalah mengeluarkan udara dari
lambung supaya bayi tidak muntah (gumoh-jawa) setelah menyusu.
Cara menyendawakan bayi :
a) Bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu
kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan.
b) Dengan cara menelengkupkan bayi diatas pangkuan ibu, lalu
usap-usap punggung bayi sampai bayi bersendawa
(Kristiyanasari, 2008).

e. Lama Menyusui
Pada hari pertama, biasanya ASI belum keluar, bayi cukup
disusukan selama 4-5 menit, untuk merangsang produksi ASI dan
membiasakan putting susu dihisap oleh bayi. Setelah hari ke 4-5, boleh
disusukan selama 10 menit. Setelah produksi ASI cukup, bayi dapat
disusukan selama 15 menit (jangan lebih dari 20 menit). Menyusukan
selama 15 menit ini jika produksi ASI cukup dan ASI lancar keluarnya,
sudah cukup untuk bayi. Dikatakaan bahwa, jumlah ASI yang terisap

8
bayi pada 5 menit pertama adalah ±112 ml, 5 menit kedua ±64 ml, dan 5
menit terakhir hanya ±16 ml (Soetjiningsih, 1997).

2. ASI (Air Susu Ibu)


a. Pengertian ASI
ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan
garam-garam organik yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara
ibu, sebagai makanan utama bagi bayi (Soetjiningsih, 1997).

b. Komposisi ASI
ASI mengandung lebih dari 200 unsur-unsur pokok, antara lain zat
putih telur, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, faktor pertumbuhan,
hormon, enzim, zat kekebalan, dan sel darah putih. Semua zat ini terdapat
secara proporsional dan seimbang satu dengan yang lainya. Cairan hidup
yang mempunyai keseimbangan biokimia yang sangat tepat ini bagai
suatu “simfoni nutrisi bagi pertumbuhan bayi” sehingga tidak
mungkin ditiru oleh buatan manusia (Roesli, U, 2005).
Air susu ibu menurut stadium laktasi :
1) Kolostrum
Kolostrum mengandung sel darah putih dan antibodi yang
paling tinggi dari pada ASI sebenarnya, khususnya kandungan
immunoglobulin A (IgA), yang membantu melapisi usus bayi yang
masih rentan dan mencegah kuman memasuki bayi. IgA ini juga
membantu dalam mencegah bayi mengalami alergi makanan.
Kolostrum merupakan cairan yang pertama kali disekresi
oleh kelenjar payudara. Kolostrum mengandung jaringan debris dan
material residual yang terdapat dalam alveoli serta duktus dari
kelenjar payudara sebelum dan setelah masa puerperium.
2) Air susu masa peralihan
a) Ciri dari air susu pada masa peralihan adalah sebagai
berikut : merupakan ASI peralihan dari kolostrum sampai
menjadi ASI yang matur.

9
b) Disekresi dari hari ke-4 sampai hari ke-10 dari masa laktasi,
tetapi ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ASI matur
baru terjadi pada minggu ke-3 sampai minggu ke-5.
c) Kadar protein makin rendah, sedangkan kadar karbohidrat
dan lemak makin tinggi.
d) Volumenya juga akan makin meningkat.
3) Air susu matur
Adapun ciri dari susu matur adalah sebagai berikut :
a) Merupakan ASI yang disekresi pada hari ke-10 dan seterusnya,
komposisi relatif konstan (ada pula yang mengatakan bahwa
komposisi ASI relatif konstan baru dimulai pada minggu ke-3
sampai minggu ke-5).
b) Pada ibu yang sehat, maka produksi ASI untuk bayi akan
tercukupi, ASI ini merupakan makanan satu-satunya yang paling
baik dan cukup untuk bayi sampai usia 6 bulan.
c) Merupakan suatu cairan berwarna putih kekuning-kuningan
yang diakibatkan warna dari garam kalsium caseinat,
riboflavin, dan karoten yang terdapat di dalamnya.
d) Tidak menggumpal jika dipanaskan
e) Terdapat antimicrobial faktor, antara lain sebagai berikut :
 Antibodi terhadap bakteri dan virus
 Sel (fagosit, granulosit, makrofag, dan limfosit tipe T)
 Enzim (lizisim, laktoperoksidase, lipase, katalase,
fosfatase, amilase, fosfodiesterase, dan alkalin fosfatase)
 Protein (laktoferin, B12 binding protein)
 Resistance faktor terhadap stapilofilokokus
 Komplemen
 Interferon producing cell
 Sifat biokimia yang khas, kapasitas buffer yang rendah
dan adanya faktor bifidus
 Hormon – hormon (Saleha, 2009).

10
c. Manfaat ASI
1) Manfaat pemberian ASI bagi bayi
a. ASI sebagai nutrisi
b. ASI meningkatkan daya tahan tubuh
c. ASI meningkatkan kecerdasan
d. Menyusui meningkatkan jalinan kasih saying
e. Manfaat lain pemberian ASI bagi bayi adalah :
a) Sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua
kebutuhan pertumbuhan bayi sampai usia 6 bulan.
b) Meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung
berbagai zat anti – kekebalan sehingga akan lebih jarang
sakit. ASI juga akan mengurangi terjadinya mencret, sakit
telinga dan infeksi saluran pernapasan.
c) Melindungi anak dari serangan alergi.
d) Mengandung asam lemak yang diperlukan untuk
pertumbuhan otak sehingga bayi ASI eksklusif potensial
lebih pandai.
e) Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara.
f) Membantu pembentukan rahang yang bagus.
g) Mengurangi resiko terkena penyakit kencing manis,
kanker pada anak, dan diduga mengurangi kemungkinan
menderita penyakit jantung.
h) Menunjang perkembangan motorik sehingga bayi ASI
eksklusif akan lebih cepat bisa jalan.
i) Menunjang perkembangan kepribadian, kecerdasan
emosional, kematangan spiritual, dan hubungan sosial
yang baik (Roesli U, 2005).
2) Manfaat pemberian ASI bagi ibu
a) Aspek kontrasepsi
Hisapan mulut bayi pada putting susu merangsang ujung
syaraf sensorik sehingga post anterior hipofise mengeluarkan
prolaktin. Prolaktin masuk ke indung telur, menekan produksi

11
estrogen akibatnya tidak ada ovulasi. Menjarangkan kehamilan,
pemberian ASI memberikan 98% metode kontrasepsi yang
efisien selama 6 bulan pertama sesudah kelahiran bila diberikan
hanya ASI saja (eksklusif) dan belum terjadi menstruasi kembali.
b) Aspek kesehatan ibu
Isapan bayi pada payudara akan merangsang terbentuknya
oksitosin oleh kelenjar hipofisis. Oksitosin membantu involusi
uterus dan mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan.
Penundaan haid dan berkurangnya perdarahan pasca persalinan
mengurangi prevalensi anemia defisiensi besi. Kejadian
karsinoma mammae pada ibu yang menyusui lebih rendah
disbanding yang tidak menyusui. Mencegah kanker hanya dapat
diperoleh ibu yang menyusui anaknya secara eksklusif.
Penelitian membuktikan ibu yang memberikan ASI secara
eksklusif memiliki resiko terkena kanker payudara dan kanker
ovarium 25 % lebih kecil dibanding yang tidak menyusui secara
eksklusif.
c) Aspek penurunan berat badan
Ibu yang menyusui eksklusif ternyata lebih mudah dan
lebih cepat kembali ke berat badan semula seperti sebelum
hamil. Pada saat hamil, badan bertambah berat, selain karena
ada janin, juga karena penimbunan lemak pada tubuh, cadangan
lemak ini sebetulnya memang disiapkan sebagai sumber tenaga
dalam proses produksi ASI. Dengan menyusui, tubuh akan
menghasilkan ASI lebih banyak lagi sehingga timbunan lemak
yang berfungsi sebagai cadangan tenaga akan terpakai.
Logikanya, jika timbunan lemak menyusut, berat badan ibu akan
cepat kembali ke keadaan seperti sebelum hamil.
d) Aspek psikologis
Keuntungan menyusui bukan hanya bermanfaat untuk
bayi, tetapi juga untuk ibu. Ibu akan merasa bangga dan

12
diperlukan, rasa yang dibutuhkan oleh semua manusia.
(Ambarwati dan Wulandari, 2009)

d. Memerah dan Menyiapkan ASI


Setidaknya sebulan sebelum masuk kerja, mulailah memerah
ASI dengan tangan.
Cara memerah ASI adalah sebagai berikut :
1) Perah areola (bagian gelap sekitar puting) dengan ibu jari,
telunjuk dan jari tengah.
2) Selanjutnya tekan areola dengan ritme persis seperti ritme bayi
yang menghisap.
3) Arahkan aliran ASI ke gelas bersih.
4) Tuliskan tanggal pemerahan pada kantong plastik gula dengan
spidol permanen.
5) Masukkan ASI ke dalam kantong plastik, ikat, dan simpan dalam
freezer (Saleha, 2009).

e. Masalah dalam Menyusui


1) Masalah menyusui masa antenatal
a) Kurang atau salah informasi
b) Puting susu datar atau terbenam
2) Masalah menyusui pada masa nifas dini
a) Puting susu nyeri
b) Puting susu lecet
c) Payudara bengkak
d) Mastitis atau abses payudara
3) Masalah menyusui pada masa nifas lanjut
a) Sindrom ASI kurang
b) Ibu yang bekerja
4) Masalah menyusui pada keadaan khusus
a) Ibu melahirkan dengan bedah sesar
b) Ibu sakit
c) Ibu yang memerlukan pengobatan
d) Ibu hamil

13
5) Masalah menyusui pada bayi
a) Bayi sering menangis
b) Bayi bingung putting
c) Bayi prematur dan bayi kecil (BBLR)
d) Bayi kuning (ikterik)
e) Bayi kembar
f) Bayi sakit
g) Bayi sumbing
h) Bayi dengan lidah pendek
i) Bayi yang memerlukan perawatan
Ambarwati dan Wulandari (2009).

f. Hal-Hal yang Mempengaruhi Produksi ASI


Pada ibu yang normal dapat menghasilkan ASI kira-kira 550- 1000 ml
setiap hari, jumlah ASI tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor sebagai berikut :
1) Makanan
Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh makanan yang dimakan
ibu, apalagi makanan ibu secara teratur dan cukup mengandung gizi
yang diperlukan akan mempengaruhi produksi ASI, karena kelenjar
pembuat ASI tidak dapat bekerja dengan sempurna tanpa
makanan yang cukup. Untuk membentuk produksi ASI yang baik,
makanan ibu harus memenuhi jumlah kalori, protein, lemak, dan
vitamin serta mineral yang cukup selain itu ibu dianjurkan minum
lebih banyak kurang lebih 8-12 gelas/hari.
Bahan makanan yang dibatasi untuk ibu menyusui :
- Yang merangsang seperti : cabe, merica, jahe, kopi, alkohol.
- Yang membuat kembung, seperti : ubi, singkong, kool, sawi
dan daun bawang.
- Bahan makanan yang banyak mengandung gula dan lemak.
2) Ketenangan jiwa dan pikiran
Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh faktor kejiwaan, ibu yang
selalu dalam keadaan tertekan, sedih, kurang percaya diri dan

14
berbagai bentuk ketegangan emosional akan menurunkan volume
ASI bahkan tidak akan terjadi prduksi ASI. Untuk memproduksi ASI
yang baik harus dalam keadaan tenang.
3) Penggunaan alat kontrasepsi
Pada ibu yang menyusui bayinya penggunaan alat kontrasepsi
hendaknya diperhatikan karena pemakaian kontrasepsi yang tidak
tepat dapat mempengaruhi produksi ASI.
4) Perawatan payudara
Dengan merangsang buah dada akan mempengaruhi hypofise
untuk mengeluarkan hormon progesterone dan estrogen lebih banyak
lagi dan hormon oxytocin.
5) Anatomis buah dada
Bila jumlah lobus dalam buah dada berkurang, lobuluspun
berkurang. Dengan demikian produksi ASI juga berkurang
karena sel-sel acini yang menghisap zat-zat makan dari pembuluh
darah akan berkurang.
6) Fisiologi
Terbentuknya ASI dipengaruhi hormone terutama prolaktin ini
merupakan hormon laktogenik yang menentukan dalam hal
pengadaan dan mempertahankan sekresi air susu.
7) Faktor istirahat
Bila kurang istirahat akan mengalami kelemahan dalam
menjalankan fungsinya dengan demikian pembentukan dan
pengeluaran ASI berkurang.
8) Faktor isapan bayi
Bila ibu menyusui anak segara jarang dan berlangsung sebentar
maka hisapan anak berkurang dengan demikian pengeluaran ASI
berkurang.
9) Faktor obat-obatan
Diperkirakan obat-obatan yang mengandung hormon
mempengaruhi hormone prolaktin dan oxytocin yang berfungsi
dalam pembentukan dan pengeluaran ASI. Apabila hormon-hormon

15
ini terganggu dengan sendirinya akan mempengaruhi pembentukan
dan pengeluaran ASI (Ambarwati dan Wulandari, 2009).

16