Anda di halaman 1dari 21

CONTOH LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI TERBARU

LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI

Nama : ........................., S.Pd


NIP. ......................................
MAN KARANGANYAR KAB. KARANGANYAR
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN KARANGANYAR
MAN KARANGANYAR
JL. ........................................
2014
Lembar Identitas

IDENTITAS GURU

1. Nama Sekolah : MAN Karanganyar


2. Nama Guru : .........
3. NIP : .........
4. Jabatan / Golongan Guru :
5. Alamat Sekolah
- Jalan :
- Kabupaten : Karanganyar
- Provinsi : Jawa Tengah
6. Mengajar Mata Pelajaran : Fisika
7. SK Pengangkatan
a. Sebagai CPNS
- Pejabat yang mengangkat :
- Nomor SK :
- Tanggal SK :
b. Pangkat Terakhir
- Pejabat yang mengangkat :
- Nomor SK :
- Tanggal SK :
8. Alamat Rumah
- Jalan : ..................
- Kecamatan : ...................
- Provinsi :
- Telpon/Fax : ..................
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI

Nama Guru : .......................


NIP : ..........................
NUPTK : ..........................
Pangkat/Golongan : ..........................
Unit Kerja : ................................

............., 15 Desember 2014

Menyetujui:
Koordinator PKB, Guru Yang Bersangkutan,

.......................... ..........................
NIP...................... NIP......................

Mengetahui:
Kepala Sekolah:

..........................
NIP. ...................
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa , karena penulis telah
berhasil menyelesaikan tugas pengembangan diri. Dengan segala kerendahan hati, penulis
menyadari karena berbagai keterbatasan, belum sepenuhnya dapat meningkatkan kompetensi
peserta didik. Namun didorong oleh niat, komitmen serta kesungguhan untuk menyegarkan
wawasan dan semangat peserta didik.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan mutu
pendidikan di indonesia. Berkaitan dengan upaya tersebut, diantaranya adalah meningkatkan
potensi para pendidik sehingga dapat melakukan pembelajaran secara profesional, maka dari
itu dinas pendidikan kab/provinsi mengadakan pelatihan dan workshop bagi para pendidik.
Dengan diadakan pelatihan dan workshop tersebut diharapkan dapat memberikan
wawasan dan memperkaya khasanah tentang pembelajaran dan penilaian bagi guru bidang
study sehingga guru dapat melakukan pembelajaran yang bervariasi dan menyenangkan.

Penulis
DAFTAR ISI
LEMBAR SAMPUL
LEMBAR IDENTITAS
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
1. Latar Belakang
2. Tujuan Umum
BAB II PENGEMBANGAN DIRI
1. Workshop Tim Pengembang Bahan Ajar ………
a. Latar Belakang
b. Tujuan
c. Pelaksaan
d. Tindak Lanjut
e. Dampak
2. Bimbingan Teknis ……………..
a. Latar Belakang
b. Tujuan
c. Pelaksaan
d. Tindak Lanjut
e. Dampak
3. Workshop Tim Pengembang Kurikulum ……..
a. Latar Belakang
b. Tujuan
c. Pelaksaan
d. Tindak Lanjut
e. Dampak
4. Diklat Di Wilayah Kerja Tim Penilai Angka Kredit
a. Latar Belakang
b. Tujuan
c. Pelaksaan
d. Tindak Lanjut
e. Dampak
5. Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP ) ………
a. atar Belakang
b. Tujuan
c. Pelaksanaan
d. Uraian Materi
e. Tindak Lanjut
f. Dampak
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

LAMPIRAN-LAMPIRAN
o Format Rekapitulasi Kegiatan Pengembangan Diri
o Foto Copy Sertifikat/Surat Keterangan
o Foto Copy Surat Penugasan Kepala Sekolah/Madrasah (Bila penugasan bukan dari
kepala sekolah/madrasah (misalnya dari institusi lain atau kehendak sendiri), harus
disertai dengan surat persetujuan mengikuti kegiatan dari kepala sekolah/ madrasah.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang:
Guru sebagai tenaga pendidik profesional adalah guru yang tidak hanya merasa
puas dengan keterampilan yang telah dimiliki. Seorang guru sebagai tenaga profesional
hendaknya berusaha mengembangkan pengetahuan dan keterampilanya sehingga dapat
memberikan pelayanan yang baik dan semakin berkualitas kepada peserta didiknya.
Tugas seorang guru yang profesional tidak hanya dituntut untuk memiliki kinerja
yang baik dalam melaksanakan tugas mengajar, mendidik, dan melatih peserta didik saja
melainkan juga harus mampu melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Berbagai hal bisa dilakukan oleh seorang guru untuk dapat meningkatkan
profesionalisme. Menurut Permeneg PAN dan RB no 16 tahun 2009, seorang guru dapat
melakukan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui tiga komponen
yaitu : 1) melaksanakan pengembangan diri, 2) melakukan publikasi ilmiah, 3)
menemukan dan menciptakan karya-karya inovatif.
Kegiatan pengembangan diri bisa dilakukan melalui dua kegiatan yaitu diklat
fungsional dan kegiatan kolektif guru. Semua kegiatan yang dilakukan oleh guru di
kelompok kerja atau MGMP termasuk ke dalam kegiatan kolektif guru, sedangkan
kegiatan lain di luar MGMP termasuk ke dalam diklat fungsional
Seorang guru yang melaksanakan pengembangan diri atau kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan lainya, disamping akan dapat meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan sebagai seorang guru juga mendapat penghargaan angka kredit yang dapat
diperhitungkan untuk perkembangan kariernya

B. Tujuan:
Berdasarkan paparan di atas, pengembangan diri dilakukan oleh penulis dengan tujuan :
a. Mendapatkan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat memberikan pelayanan yang
lebih baik dan berkualitas kepada peserta didik
b. Mengumpulkan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat / jabatan
setingkat lebih tinggi.
BAB II
KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI

A. Workshop Tim Pengembang Bahan Ajar ……..


1. Latar Belakang
Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas Pasal 1 butir 19,
menjelaskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
tujuan , isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Dalam implementasi kurikulum KTSP tahun 2006, masih dijumpai masalah-
masalah sebagai berikut :
a. Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya mata
pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui
tingkat perkembangan anak
b. Kurikulum belum semuanya berbasis kompetensi sesuai tuntutan fungsi dan tujuan
pendidikan nasional
c. Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, ketrampilan dan
pengetahuan
Kurikulum 2006/KTSP dikembangkan dan disempurnakan menjadi kurikulum
2013 dilandasi pemikiran tentang masa depan yaitu tantangan abad ke 21 yang ditandai
dengan ilmu pengetahuan . knowledge – based society dan kompetensi masa depan.
Agar pelaksanaan kurikulum 2013 dapat berjalan dengan baik, perlu dilakukan
pelatihan/workshop bagi guru yang akan melaksanakan kurikulum tersebut.
2. Tujuan Pengembangan diri
Diadakannya Workshop tim pengembang bahan ajar ... dirancang dengan tujuan
agar terjadi perubahan pola pikir dalam mempersiapkan pembelajaran, malaksanakan
pembelajaran, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran sesuai dengan
pendekatan dan evaluasi pembelajaran pada kurikulum 2013 dengan baik dan benar,
sehingga mampu memahami materi pelatihan/workshop.
3. Pelaksanaan
Tempat kegiatan : Hotel ................
Bentuk Kegiatan : Workshop Tim Pengembang Bahan Ajar ...
Waktu Pelaksanaan : 4 Hari ( 16-19 Mei 2014)
Peserta : Guru ... perwakilan dari 11 Kab/kota
Materi Kegiatan :
a. Implementasi Kurikulum 2013
b. Orientasi Program
c. Rasional Perubahan Kurikulum
d. Analisis SKL, KI, KD, Silabus dan pengembangan bahan ajar Mata Pelajaran ...
e. Penyusunan Rancangan RPP dan pengembagan bahan ajar
f. Penyusunan Rancangan Penilaian
g. Manajemen kelas dan Tindak lanjut pengembangan bahan ajar di MGMP
h. Merancang , membuat dan presentasi hasil pengembangan Bahan ajar
i. Pendekatan Saintifik dalam kurikulum 2013

4. Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dilakukan setelah kegiatan Workshop pengembang bahan ajar ...
adalah memberdayakan Guru untuk mengembangkan implementasi kurikulum 2013
dan memiliki keinginan yang kuat untuk memotivasi minat siswa dalam belajar.

5. Dampak Pengembangan diri


Adapun dampak penulis rasakan dari pengembangan diri yang dilakukan dalam
Workshop Pengembang bahan ajar ... adalah:
1. Penulis semakin menyadari bahwa masih dibutuhkan pemahanan dari berbagai
pihak untuk mengimplementasikan kurikulum 2013
2. Penulis mendapatkan ilmu dan keterampilan dalam membuat dan menyusun RPP
2013
3. Dengan adanya pelatihan ini penulis memiliki keterampilan mengajar dan
menerapkan model-model pembelajaran dandapat menyusun rancangan penilaian

B. Bimbingan Teknis Guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)


1. Latar Belakang
Sebagian besar sekolah di Indonesia belum mempunyai sumber air bersih yang
memadai, sanitasi yang memenuhi syarat, kantin yang sehat. Penelitian UNESCO
diseluruh negara berkembang menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan mengenai
anak-anak yang terganggu masa sekolah atau kemampuan belajarnya karena diare
akibat infeksi cacing usus, sebagai akibat lingkungan yang kotor. Salah satu upaya yang
strategis untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia adalah upaya pendidikan dan
kesehatan dan upaya ini paling tepat dilakukan melalui institusi pendidikan. Sekolah
sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar harus menjadi ‘Health
Promoting School” sekolah yang dapat meningkatkan derajat kesehatan warga
sekolahnya dengan cara melibatkan semua pihak terkait masalah kesehatan sekolah,
menciptakan lingkungan sekolah sehat dan aman, memberikan pendidikan kesehatan
sekolah, memberikan akses terhadap pelayanan kesehatan, ada kebijakan dan upaya
sekolah untuk promosi kesehatan berperan aktif dalam upaya-upaya
kesehatan masyarakat
2. Tujuan Pengembangan diri
Bimbingan Teknis Guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah dirancang
dengan tujuan untuk memberikan guru informasi mengenai pendidikan kesehatan,
pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sekolah sehat, dampak bahaya narkoba,
pergaulan bebas serta merokok. Sehingga nantinya guru dapat melanjutkan informasi
ke pihak sekoah dan siswa serta menerapkan dan mengembangkannya, sehingga
sekolah yang dituju menjadi sekolah sehat yang aman bagi semua pihak disekolah
terutama bagi para siswa

3. Pelaksanaan
a. Tempat kegiatan : Hotel ..................
b. Bentuk Kegiatan : Bintek Guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
c. Waktu Pelaksanaan : 4 Hari ( 15-18 September 2014)
d. Peserta : Guru ... perwakilan dari 11 Kab/kota
Materi Kegiatan :
a. Panganan jajanan anak sekolah (PJAS) yang aman , sehat dan bergizi
b. Sinergitas Program Adiwiyata dan peran TP UKS pada pelaksanaan Program UKS
disekolah
c. Kependudukan dan pembangunan berkelanjutan
d. P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap
Narkotika
e. HIV/AIDS
f. Pendidikan kecakapan hidup
4. Tindak lanjut
Tindak lanjut yang dilakukan setelah kegiatan Bintek Usaha Kegiatan Sekolahadalah
memberdayakan siswa untuk mengembangkan UKS agar pendidikan kesehatan ,
pelayanan kesehatan dan lingkungan sekolah sehat dapat dilaksanakan dengan baik
5. Dampak pengembangan diri
Adapun dampak penulis rasakan dari pengembangan diri yang dilakukan dalam Bintek
Usaha Kegiatan Sekolah adalah:
a. Penulis semakin menyadari bahwa masih dibutuhkan kerja keras dari berbagai
pihak untuk kesadaran bahwa pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan
lingkungan sehat dapat diterapkan
b. Penulis mendapatkan ilmu dan keterampilan tentan pendidikan kesehatan,
pelayanan kesehatan dan lingkungan sekolah sehat
c. Dengan adanya bintek ini penulis dapat menerapkan pendidikan kecakapan hidup
melalui UKS dan penulis memiliki masukan untuk memotivsi siswa bahwa
kebersihan dan keshatan sangatlah penting untuk kemajuan dalam pendidikan
siswa.

C. Workshop Tim Pengembang Kurikulum Jenjang ... Mata Pelajaran …..


1. Latar Belakang
Pengembangan sumber daya manusia pendidik, khususnya pengembangan
profesional guru, merupakan usaha mempersiapkan guru agar memiliki berbagai
wawasan, pengetahuan, ketrampilan dan memberikan rasa percaya diri untuk
melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai guru profesional.
Undang-undang republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen
pasal 20 ayat (b) mengamanatkan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas
keprofesionalannya, guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi
akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni. Undang-undang ini memberikan suatu kesempatan
yang tepat bagi guru untuk meningkatkan profesionalisme secara berkelanjutan melalui
pelatihan, penelitian, penulisan karya ilmiah dan kegiatan profesional lainnya.

2. Tujuan Pengembangan diri


Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam menganalisis hubungan SKL, KI
dan KD, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam menganalisis buku guru
dan siswa, mengembang sistem penilaian, mengembangkan rencana pelaksanaan
pembelajarana dan mengembangkan bahan ajar
3. Pelaksanaan
a. Tempat kegiatan : Hotel ...........................
b. Bentuk Kegiatan : Workshop Tim Pengembang Kurikulum Jenjang ...
c. Waktu Pelaksanaan : 6 Hari ( 19-24 September 2014)
d. Peserta : Guru ... perwakilan dari 11 Kab/kota

Materi Pelajaran:
a. Standar Isi dan Standar Proses
b. Standar kompetensi lulusan dan standar penilaian
c. Analisis buku guru dan buku siswa
d. Implementasi pendekatan dan strategi pembelajaran
e. Penilaian pembelajaran dan penulisan rapor
f. Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajran
g. Pengembang bahan ajar
h. Simulasi praktek pembelajaran
i. Pendidikan karakter dalam perspektis pengembangan budaya sekolah
4. Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dilakukan setelah kegiatan Workshop Tim pengembang kurikulum
jenjang ... adalah melaksanakan disekolah tentang analisis SKL, KI, KD ,
pengembangan sistem penilaian, pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran,
dan pengembangan bahan ajar
5. Dampak Pengembangan diri
Adapun dampak penulis rasakan dari pengembangan diri yang dilakukan dalam
Workshop tim pengembang kurikulum jenjang ... mata pelajaran prakarya adalah:
a. Penulis mendapatkani ilmu dan keterampilan dalam membuat dan menyusun RPP
2013
b. Penulis mendapatkani ilmu dalam sistem penilaian kurikulum 2013
c. Dengan adanya pelatihan ini penulis memiliki keterampilan mengajar
dan menerapkan model-model pembelajaran prakarya dan penulis memiliki masukan
untuk memotivsi minat siswa dalam ketrampilan dan berwirausaha
D. Diklat Penyusunan RPP Kegiatan Orientasi Teknis Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan Jenjang ...
1. Latar Belakang
Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-
undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 butir 19,
menjelaskan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Dari sekian banyak unsur sumber daya pendidikan, kurikulum merupakan salah
satu unsur yang memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses
berkembangnya kualitas potensi peserta didik. Jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa
kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan
sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia berkualitas
yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; dan (2)
manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3) warga negara yang demokratis
dan bertanggung jawab.
Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan
Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006
yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.
Dalam implementasi kurikulum KTSP 2006, masih dijumpai beberapa permasalahan. 1.
Konten kurikulum masih padat, yang ditunjukkan dengan banyak mata pelajaran dan
banyaknya materi dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia
anak. 2.kurikulum belum semua berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan
tujuan pendidikan nasional. 3. Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan
sosial yang terjadi pada tingkat nasional maupun global dan masih banyak lagi
permasalahan pada KTSP 2006.
Kurikulum KTSP dikembangkan menjadi kurikulum 2013 dengan dilandasi
pemikiran tantangan masa depan yaitu tantangan abad ke 21 yang ditandai dengan abad
ilmu pengetahuan, knowlwdge-based society dan kompetensi masa depan.

2. Tujuan Pengembangan Diri


Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 adalah: Dirancang dengan tujuan
untuk mempersiapkan guru untuk dapat menyusun rencana program pembelajaran
dalam rangka implementasi kurikulum 2013 secara skematik ( menyusun sesuai dengan
pendekatan scientific, tematik dan terintergrasi sesuai dengan model belajar yang
relevan dengan mempertimbang karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral,
sosial, kultural, emosional maupun intelektual.

3. Pelaksanaan
Tempat kegiatan : Hotel .....................
Bentuk Kegiatan : Workshop penyusunan RPP mata pelajaran ...
Waktu Pelaksanaan : 5 Hari ( 11-15 November 2014)
Peserta : pengawas sekolah, Kepala Sekolah dan Guru ... perwakilan
dari 11 Kab/kota

Materi Kegiatan :
a. Refleksi Pemahaman peserta tentang RPP
b. Silabus, KD dan pengembangan Indikator
c. Pendekatan / Model Pembelajaran dan media pembelajaran
d. Pendalaman materi (analisis buku)
e. Pemahaman penilaian pembelajaran dan penulisan Rapor
f. Struktur RPP ( telaah RPP )
g. Penyusunan RPP
h. Simulasi RPP
i. Penyusunan Dokumen RPP

4. Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dilakukan setelah kegiatan pengembangan pelatihan
implementasi kurikulum ... 2013 adalah memberdayakan MGMP untuk
mengembangkan implementasi kurikulum 2013 dan memiliki keinginan yang kuat
untuk memotivasi minat siswa dalam membaca.

5. Dampak Pengembangan Diri


Adapun dampak penulis rasakan dari pengembangan diri yang dilakukan dalam
Diklat Penyusunan RPP implementasi kurikulum 2013 adalah:
a. Penulis semakin menyadari bahwa masih dibutuhkan kerja keras dari berbagai
pihak untuk mencapai 8 Standar Nasional Pendidikan yang ditentukan oleh
pemerintah.
b. Penulis memiliki ilmu keterampilan dalam membuat dan menyusun RPP 2013
c. Dengan adanya pelatihan ini penulis memiliki keterampilan mengajar
dan menerapkan model-model pembelajaran dan penulis memiliki masukan untuk
memotivsi minat siswa dalam membaca.

E. Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP ) ...


1. Latar Belakang
Diantara sekian banyak faktor yang berkaitan dengan penyelenggaraan
pendidikan, komponen yang paling menentukan dalam upaya peningkatan mutu
pendidikan adalah guru sebagai tenaga pendidik di sekolah. Karena guru sebagai
pendidik profesional mempunyai tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik baik pada jenjang
pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan
menengah. Sehubungan dengan itu, kompetensi, profesioanalisme dan karir Pendidik
dan Tenaga Pendidik (PTK) perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan melalui
berbagai daya dan upaya, antara lain yaitu melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran
(MGMP)

2. Tujuan Pengembangan Diri


Tujuan dari pengembangan diri dalam MGMP adalah :
a. Meningkatkan aktivitas kelompok kerja terkait dengan upaya pembinaan dan
pengembangan profesi dan karir guru.
b. Menjaga dan meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru yang dibuktikan
melalui perubahan perilaku, kretivitas, dan inovatif dalam pengembangan karir.
c. Meningkatkan kemampuan guru dalam memenuhi angka kredit yang diwajibkan
dalam kenaikan pangkat, golongan, ruang dan jabatan fungsional guru.
d. Meningkatkan keberdayaan MGMP.
e. Meningkatkan frekuensi, intensitas dan kebermaknaan saling tukar menukar pikiran
dan pengalaman antar anggota MGMP
3. Pelaksanaan
Tempat kegiatan : ...................
Materi Kegiatan :
Waktu Pelaksanaan : tanggal 16 oktober Sampai dengan 10 Desember 2014
Peserta : Guru ... Mata Pelajaran
Pelaksana; : Guru Mata Pelajaran
4. Uraian Materi …………
5. Tindak Lanjut
Tindak lanjut dari pelaksanaan MGMP adalah berupa kegiatan sebagai berikut:
a. Mempublikasikan kegiatan melalui media cetak.
b. Memotivasi peserta yang sudah disetujui judul dan proposal PTK-nya oleh
pembimbing dan Tim penilai untuk melanjutkan Penelitian tindakan Kelas sampai
tuntas dan masuk jurnal sehingga dapat digunakan untuk melengkapi persyaratan
kenaikan pangkat guru dan penetapan angka kreditnya.
c. Menyusun RPP Kurikulum 2013
d. Membuat laporan akhir hasil kegiatan.
6. Dampak Pengembangan Diri
Adapun dampak yang penulis rasakan dari pengembangan diri yang
dilaksanakan dalam MGMP yaitu :
a. Meningkatkanya frekuensi, intensitas dan kebermaknaan saling tukar menukar
pikiran dan pengalaman antar anggota MGMP
b. Meningkatnya profesionalisme guru yang dibuktikan melalui perubahan prilaku,
kreativitas, dan inovatif dalam pengembangan karir.
c. Meningkatnya keberdayaan MGMP dalam pengembangan karir.
d. Meningkatnya angka kredit guru dalam pengembangan karir.
e. Meningkatkan penguasaan dan kualitas kompetensi guru.
f. Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah peserta.
g. Meningkatkan kualitas layanan pendidikan di kelompok kerja
h. Meningkatkan kualitas MGMP sebagai wahana peningkatan kemampuan dan
profesionalitas guru
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Kegiatan pengembangan diri bisa dilakukan melalui dua kegiatan yaitu diklat
fungsional dan kegiatan kolektif guru. Semua kegiatan yang dilakukan oleh guru di kelompok
kerja atau MGMP termasuk ke dalam kegiatan kolektif guru, sedangkakegiatan yang
diadakan di luar kolektif salah satunya termasuk ke dalam diklat fungsional. Yaitu diklat yang
diadakan oleh dinas pendidikan baik dinas pendidikan kabupaten maupun dinas pendidikan
provinsi.
Seorang guru yang melaksanakan pengembangan diri atau kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan lainya, disamping akan dapat meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan sebagai seorang guru juga mendapat penghargaan angka kredit yang dapat
diperhitungkan untuk perkembangan kariernya. Sehingga dengan adanya pengembangan diri
ini memepermudah guru untuk meningkatkan kompetensi guru dan memperoleh angka kredit
untuk kenaikan pangkat.

B. Saran-saran
Diharapkan dengan adanya penulisan pengembangan diri ini, pendidik tidak
hanya mendapatkan ilmu atau menambah wawasan tetapi juga diharapkan dapat menerapkan
ilmu tersebut baik kepada peserta didik maupun teman sejawat
Lampiran

REKAPITULASI KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI


Peran Waktu/ Nama Tempat Institusi
No Nama Kegiatan Materi PD/ Kompetensi
Guru Jam PD Fasilitator Kegiatan Penyelenggara
1 Workshop Tim Peserta 30
Pengembang
Bahan Ajar ...
2
Dst
Lampiran 2
Foto copy sertifikat /surat keterangan

Lampiran 3
o Foto Copy Surat Penugasan Kepala Sekolah/Madrasah (Bila penugasan bukan dari kepala sekolah/madrasah (misalnya dari institusi lain
atau kehendak sendiri), harus disertai dengan surat persetujuan mengikuti kegiatan dari kepala sekolah/ madrasah.