Anda di halaman 1dari 6

M - IV

PARAMETER PENGUKURAN VENTILASI TAMBANG

A. Dasar Ventilasi Tambang


Ventilasi merupakan usaha untuk dapat mengendalikan pergerakan udara
atau aliran udara termasuk jumlah dan arah dari alirannya. Tujuan utama dari
ventilasi merupakan menyedikan udara yang segar dengan kualitas dan
kuantitas yang baik sehingga tercipta kondisi kerja yang aman dan nyaman untuk
para pekerja tambang ataupun pada saat proses penambangan.
Jeis ventilasi dapat dibagi menjadi ua diantaranya yaitu ventilasi alami
dan ventilasi mekanis.
1. Ventilasi alami (Natural Ventilation)
Ventilasi alami merupakan suatu sistem ventilasi yang akan mengalirkan
udara masuk kedalam tambang bawah tanag tanpa alat mekanis.
Ventilasi alami terjadi akibat perbedaan temperatur didalam dan diluar
pit. Selain itu, ventilasi alami juga dipengaruhi oleh perbedaan tekanan
da densitas udara yang terdapat pada dua sahft yang saling berhbungan.

sumber : rachmatrisejen.blogspot.co.id
Foto 1
Ventilasi Alami

2. Ventilasi mekanis (Artfical/lMechanical Ventilation)


Ventilasi mekasnis merupakan suatu sistem ventilasi yang aliran
udaranya masuk kedalam tambang bawah taah yang disebabkan karena
tekanan oleh alat mekanis. Metode mekanis dapat dibagi menjadi dua
yaitu Metode Hisap (Exchaust System) dan Metode Hembus (Forcing
System).

Sumber : Pertamabangankita.wordpress.com
Foto 2
Ventilasi Mekanis

B. Parameter Kelembaban Udara Pada Ruangan


Kelembaban udara diukur dengan menggunakan Sling Phsychrometer.
Data yang diperoleh adalah nilai suhu basah dan suhu kering. Adapun
parameternya sebagai berikut :
1. Basahi air pada reservar dari termometer cembung basah sedangkan
untuk reservoir termometer cembung kering (suhu kering) tidak basah.
2. Putar Pshychrometer ± 200 x per menit.
3. Baca dengan cepat temperatur yang terdapat pada kedua termometer
(bola basah dan keing)
4. Dry bulb tidk boleh terpanasi oleh tangan, tidak boleh terkena sinar
matahari, panas badab dan lain sebagainya/
5. Ulangi percobaan-percobaan tersebut sampai didapat nilai yan konstan.
6. Catat hasil yang didapat.
Sumber : Sites .google.com
Foto 3
Sling Phsycrometer

C. Parameter Pengukuran Kecepatan Udara Dalam Duck


Parameter pengukiran kecepatan udara yaitu kecepatan udara pada tiap
kondisi-kondisi tertentu dengan pemasangan regulator yang berbeda-beda.
Pengukuran ini dilalukan dengan menggunakan Vane Anemometer. Cara dari
pengukuran dalam duck pada posiis atas, atas tengah, tengah, tengah bawah,
dan pada bagian bawah dari duck.

D. Parameter Pengukuran Tekanan Udara Dalam Duck


Pengukuran ini terbagi menjadi 3 jenis tekanan yaitu static head, total
head, dan velociti head. Pengukuran ke 3 jenis tersebut dilakukan pada posisi
atas, tengah dan bawah. Adapun langkah dari pengukurannya yaitu :
1. Velociti Head
a. hubungkan ujung manometer pada ujung total pressure dan static
pressure pada pittotube.
b. Baca selisih ketinggian pada manometer.
c. Nilai yang dibaca selalu positif.
2. Static Head
a. Hubungkan ujung manometer dengan ujung static pressure pittotube.
b. Tunggu hingga manometer diam.
c. Baca seisih dari ketinggian fluida.
3. Total Head
Total head diapat dari nilai velociti head dan static head. Selain itu ada
cara untuk mendapatkan total head yaitu :
a. Hubungkan ujung manometer dengan ujung total pressure .
b. Tunggu hingga manometer diam.
c. Baca selisih dari ketinggian fluida.

Sumber : Dokumentasi Praktikum Ventilasi, 2017.


Foto 4
Pengukuran Tekanan Udara Duck

E. Parameter Pengukuran Luas Penampang Jalur Udara


Selain pengukuran kecepatan udara agar dapat menentukan kuantitas
aliran udara yang dilakukan dengan pngukuran trhadap luas penampang jalur
udara pada tiap titik pengkuran dengan menggunakan alat roll meter. Adapun
parameter dari pengukuran luas penampang jalur udara ini meiputi dar
pengukuran lubang bukaan, luas parit an luas pipa.
Sumber : Dokumentasi KKL, 2017.
Foto 5
Pengukuran Luas Penampang

F. Parameter Pengukuran Gas


Untuk parameter pengkuran gas yaitu pegukuran terhadap gas-gas yang
berbhaya. Contohnya Karbondioksida (CO2), Metana (CH4), Karbon Monoksida
(CO), Hidrogen Sulfida (H2S), Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Oksida (NOx), dan
gas pengotor lain. Pengukuran kadar gas yang terdapat diatmosfit umumnya
dilakukan dengan alat detektor gas. Detekteor gas ini biasanya sudah dilengkapi
dengan alrm yang diatur pada level berbahaya tertentu.

Sumber : Dokumentasi KKL, 2017.


Foto 6
Pengukuran Kadar Gas
DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim. 2015. “Ventilasi Tambang Bawah Tanah”. Infotambang.com.


Diakses pada tanggal 15 oktober 2017 pukul 09.00 WIB.

2. Artha, Siana Dewi. 2016. “Pengenalan Alat Ventilasi Tambang”.


academia.edu. Diakses pada tanggl 15 oktober 2017 pukul 19.20
WIB.

3. Kementerian ESDM. 2017. Buku Pegangan Peserta Diklat. Sawahlunto


: Balai Diklat Tambang Bawah Tanah.