Anda di halaman 1dari 108

PENDEKATAN DAN

METODOLOGI
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

KATA PENGANTAR

D okumen Usulan Teknis ini disusun untuk memenuhi Undangan Pengadaan Jasa

Konsultansi Kegiatan Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut -

Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000), Tahun Anggaran 2018 , yang diselenggarakan oleh

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten.

Dokumen Usulan Teknis ini didalamnya memuat komentar dan penjabaran terhadap

Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang meliputi pengenalan perusahaan dan apresiasi

terhadap pekerjaan, maksud dan tujuan pekerjaan, ruang lingkup pekerjaan, pendekatan

dan metodologi pelaksanaan pekerjaan, jadwal pelaksanaan pekerjaan, jadwal

penugasan personil, organisasi kerja pelaksanaan pekerjaan, tenaga ahli yang terlibat,

pengalaman perusahaan dan fasiltas lapangan, riwayat hidup personil dan fotokopi ijasah

tenaga ahli serta surat pernyataan kesediaan dan ketersediaan personil tenaga ahli.

Demikian Dokumen Usulan Teknis ini disusun, semoga bermanfaat dalam rangka ikut

menunjang Pembangunan Nasional pada umumnya dan pembangunan di sektor

prasarana transportasi darat pada khususnya.


Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN

BAB 2 PENGALAMAN DAN PENGENALAN PERUSAHAAN

BAB 3 PEMAHAMAN KERANGKA ACUAN KERJA

BAB 4 TANGGAPAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA

BAB 5 APRESIASI INOVASI

BAB 6 PENDEKATAN DAN METODOLOGI

BAB 7 RENCANA KERJA

BAB 8 JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB 9 TENAGA AHLI DAN TANGGUNG JAWABNYA

BAB 10 JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI

BAB 11 ORGANISASI PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB 12 PELAPORAN

BAB 13 DATA DAN FASILITAS PENDUKUNG

BAB 14 P E N U T U P

-
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab 1
PENDAHULUAN

1.1 Umum

D okumen Usulan Teknis Kegiatan Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas


Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)Tahun Anggaran
2018 untuk beberapa hal berikut di bawah ini:

 Memenuhi persyaratan mengikuti pelelangan pekerjaan Pengadaan Jasa


Konsultan untuk Kegiatan Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan
Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000) Tahun Anggaran 2018
berdasarkan Berita Acara Rapat Penjelasan (Aanwijzing).

 Memberi gambaran apresiasi konsultan terhadap pelaksanaan pekerjaan


dimaksud secara sistematik, singkat, tepat dan jelas.

Dokumen Usulan Teknis ini berusaha disampaikan sesederhana mungkin agar


mudah dimengerti, dengan rincian lengkap seperti metodologi yang dipakai,
jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan, tugas Field Team Supervisi, jadwal
penugasan dan uraian tugas personil, bagan organisasi pelaksanaan pekerjaan
dan keterangan pelaksanaan pekerjaan serta lampiran-lampiran yang dapat
mendukung pemberian kepercayaan kepada konsultan untuk melaksanakan
pekerjaan.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

1.2 Pengawasan Pekerjaan


Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000
s/5+000) Tahun Anggaran 2018 dimaksudkan untuk membantu Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten yang merupakan salah satu program
utama dalam pembangunan dalam bidang prasarana transportasi, dalam
memonitor dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan fisik, yang dilaksanakan
oleh kontraktor, agar sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan dalam
Dokumen Kontrak Fisik sehingga diharapakan dapat dicapai hasil pekerjaan yang
maksimum dengan biaya yang minimum. Untuk mencapai sasaran di atas maka
diperlukan suatu kegiatan pengendalian pekerjaan secara kontinyu untuk dapat
memonitor setiap kemajuan hasil pekerjaan secara berkala, mengetahui
permasalahan-permasalan atau hambatan yang timbul atau diperkirakan akan
timbul dan memberikan solusi pemecahannya.

1.3 Kunjungan Lapangan


Kunjungan ke lokasi pekerjaan telah dilakukan oleh tim kerja konsultan dengan
maksud untuk memperoleh data masukan mengenai lokasi pekerjaan sehingga
dapat dipergunakan sebagai dasar dalam penentuan materi pekerjaan yang harus
dilakukan, pembagian Tim Supervisi, serta besarnya biaya yang dibutuhkan untuk
menangani pekerjaan supervisi tersebut.
Dengan demikian konsultan dapat mengantisipasi terhadap permasalahan yang
mungkin timbul yaitu dengan menempatkan Tim Supervisi pada lokasi yang tepat
dan diisi oleh personil yang sudah berpengalaman dalam menangani pekerjaan
supervisi, khususnya untuk supervisi jalan / jembatan yang sejenis.

1.4 Pemilihan Personil


Personil Inti (Professional Staff) yang diusulkan untuk menangani kegiatan
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000
s/5+000), Tahun Anggaran 2018 ini merupakan tenaga ahli yang telah
berpengalaman di bidang Supervision Engineer/Jalan Raya, terutama untuk
pekerjaan-pekerjaan yang sejenis dan sesuai dengan kebutuhan tenaga ahli yang
dikehendaki di dalam Dokumen Pengadaan Jasa Konsultan.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

1.5 Sistematika Pembahasan


Usulan Teknis ini dibuat berdasarkan ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam
Dokumen Pengadaan Jasa Konsultan dan mengacu kepada Kerangka Acuan Kerja
dari Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA.
0+000 s/5+000) Tahun Anggaran 2018, serta Berita Acara Penjelasan Pekerjaan
(Aanwijzing) dari pekerjaan tersebut di atas. Adapun sistematika pembahasan di
dalam usulan teknik tersebut sebagai berikut :

KATA PENGANTAR
KUALIFIKASI DAN DATA UMUM PERUSAHAAN KONSULTAN
BAB 1 : PENDAHULUAN
Menguraikan secara umum tentang hal-hal yang mendasari
dibuatnya usulan teknis dari pekerjaan di atas.

BAB 2 : PENGENALAN DAN PENGALAMAN PERUSAHAAN


Menjelaskan pengalaman Perusahaan selama kurun waktu 10
(Sepuluh) tahun.

BAB 3 : PEMAHAMAN K. A. K.
Uraian tentang pengertian penyedia jasa atas lingkup
kegiatan, sasaran, kebutuhan jenis dan jumlah tenaga ahli
dan substansi laporan yang dihasilkan berdasarkan dokumen
seleksi
BAB 4 : TANGGAPAN TERHADAP KAK
Uraian tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja dalam
rangka pencapain sasaran KAK

BAB 5 : APRESIASI INOVASI


Menguraikan usulan inovasi yang secara konsisten
dituangkan dalam penawaran teknis.
BAB 6 : PENDEKATAN DAN METODOLOGI
Menjelaskan mengenai pendekatan dan metodologi,
yang lebih banyak mengupas masalah Tim Supervisi serta
strategi pelaksanaan pekerjaan..
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

BAB 7 : RENCANA KERJA


Menguraikan mengenai pelaksanaan pekerjaan meliputi pola
kerja, sistematika pengumpulan data, analisis permasalahan,
pemecahan masalah, kontribusi masing-masing tenaga ahli
dalam setiap kegiatan.

BAB 8 : JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN


Menjelaskan waktu pelaksanaan pekerjaan fisik setiap paket
pekerjaan..
BAB 9 : TENAGA AHLI DAN TANGGUNG JAWABNYA
Menjelaskan Kualifikasi, Tugas dan tanggung jawab tenaga
ahli

BAB 10 : JADUAL PENUGASAN TENAGA AHLI


Menjelaskan hubungan kerja yang terlibat dalam
pelaksanaan pekerjan fisik

BAB 11 : ORGANISASI PELAKSANAAN PEKERJAAN


Menguraikan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan fisik

BAB 12 : PELAPORAN
Menguraikan evaluasi proses kegiatan pekerjaan

BAB 13 : FASILITAS PENDUKUNG


Menjelaskan fasilitas yang diperlukan untuk menunjang kelancaran
pelaksanaan pekerjaan.

BAB 14 : PENUTUP

LAMPIRAN
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab 2
PENGALAMAN DAN PENGENALAN
PERUSAHAAN

 Umum

Sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan dan memanfaatkan


potensi jasa Konsultan keteknikan nasional secara bertahap, maka PT. LINGGA
LAYUNG MEGA MAKMUR dalam hal ini berkeinginan untuk turut serta dalam
pelaksanaan ” Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela
(STA. 0+000 s/5+000), Tahun Anggaran 2018 .
PT. LINGGA LAYUNG MEGA MAKMUR memiliki tenaga-tenaga ahli yang
berpotensi dan berkualitas dalam bidangnya, berhasrat dan berkeinginan untuk
mensukseskan Pembangunan Nasional, khususnya pelaksanaan pekerjaan
dimaksud.

 Pengenalan Perusahaan . PT. LINGGA LAYUNG MEGA MAKMUR


 Latar Belakang Perusahaan
Pada awal pendiriannya, PT. LINGGA LAYUNG MEGA MAKMUR bergerak
dalam bidang Penyelidikan / Penelitian Tanah, Perumahan dan Pemukiman,
Bendung, dan Survey Sarana Transportasi Laut / Pelabuhan.
Menjelang Repelita V yang dimulai tanggal 1 April 1989, pembangunan
semakin meningkat terutama dibidang transportasi darat melalui
Pembangunan baru, peningkatan, pemeliharaan prasarana jalan dan
jembatan.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Sejalan dengan bertambahnya jumlah tenaga professional, tenaga teknisi


yang ada, maka PT. LINGGA LAYUNG MEGA MAKMUR mulai menitik
beratkan kearah bidang jalan dan jembatan, baik dalam hal Survey, Studi
Kelayakan, Manajemen Mutu, Manajemen Proyek, Perencanaan maupun
dalam bidang Pengawasan.

Memasuki Repelita VII dengan meningkatnya pembangunan dalam


berbagai bidang serta persaingan antara negara, sehingga diperlukan suatu
kiat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai daya
penggeraknya. Sehingga pada akhirnya PT. LINGGA LAYUNG MEGA
MAKMUR telah turut pula dalam mengikuti dan mensukseskan program
pembangunan nasional, khususnya untuk jenis pekerjaan ke-Bina Marga-an.

Dalam pelaksanaan penyelesaian pekerjaan PT. LINGGA LAYUNG MEGA


MAKMUR tetap mendapatkan dukungan modal yang cukup kuat, terlebih
pada dukungan ketersediaan tenaga ahli yang sesuai dengan bidang
pekerjaan dimaksud, hal ini dilakukan dalam rangka ikut serta
mensukseskan transfer teknologi guna sukseskan program pembangunan
nasional. Selain tersedianya tenaga yang berpengalaman guna
melaksanakan pekerjaan yang dipercayakan, juga diadakan pengkaderan
bagi tenaga - tenaga muda.

 Lingkup Pelayanan.
 Survey (Topographi, Soil / Material Investigation, Hydrology, Amdal)
 Studi Kelayakan (Feasibility Study)
 Perencanaan
 Pengawasan
 Manajemen

Sejak berdirinya PT. LINGGA LAYUNG MEGA MAKMUR hingga sekarang telah
cukup banyak menangani proyek-proyek : Penataan Ruang, Bantuan Teknis,
Monitoring Teknis, Amdal, Pelatihan / Pengadaan Geographic Information System
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

(GIS), Jalan dan Jembatan , baik sebagai konsultan utama (Leading) maupun
berassosiasi dengan konsultan nasional lainnya.

 Pengalaman Perusahaan

Sejak didirikan PT. LINGGA LAYUNG MEGA MAKMUR sampai dengan sekarang
telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini terbukti dengan
banyaknya jumlah proyek yang telah dapat ditangani dan dapat diselesaikan
secara baik. Terlampir.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab 3
PEMAHAMAN TERHADAP
KERANGKA ACUAN KERJA

3.1 Latar Belakang


Jalan sebagai bagian dari system transportasi nasional mempunyai peranan
penting terutama dalam mendukung ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, politik
serta pertahanan keamanan. Wewenang Pemerintah dalam penyelenggaraan
jalan meliputi jalan secara umum dan penyelenggara jalan nasional.
Penyelenggaraan jalan nasonal meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan
dan pengawasan jalan. Pengawasan jalan adalah kegiatan yang dilakukan untuk
mewujudkan tertib pengaturan, pembinaan dan pembangunan jalan. Pengawasan
secara umum adalah melakukan evaluasi dan pengkajian pelaksanaan kegiatan,
pengendalian fungsi dan manfaat hasil penyelenggaraan harus memenuhi standar
pelayanan minimal yang ditetapkan. Pengawasan jalan nasional adalah meliputi
evaluasi kinerja penyelenggaraan jalan nasional, pengendalian fungsi dan manfaat
hasil pembangunan jalan nasional. Pengawasan teknis jalan nasional ini harus
dapat diwujudkan melalui kegiatan pengawasan teknis jalan dan jembatan. Oleh
karena itu maka pengawasan teknis jalan dan jembatan adalah melakukan
pengendalian pelaksanaan kegiatan terhadap mutu biaya dan waktu serta
melakukan pemantauan dan mendata kerusakan jalan serta monitoring
pelaksanaan pemeliharaan rutin jalan.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Memperhatikan kebijakan dan program tersebut di atas maka dapat disimpulkan


bahwa penyediaan sarana dan prasarana diantaranya dalam bentuk peningkatan
fungsi-fungsi jalan dan jembatan sangatlah diperlukan. Untuk itu, Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bantenakan melakukan Pengadaan Jasa
Konsultan Supervisi Tahun Anggaran 2018.

3.2. Diskripsi Umum Proyek


Kegiatan : Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan
Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)
Tahun Anggaran : 2018
Dinas : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Provinsi Banten
Jangka Waktu : 7 (Tujuh) bulan atau 210 (dua ratus
sepuluh) hari kalender

3.3 Maksud dan Tujuan


Agar pelaksanaan fisik pekerjaan pengawasan teknik untuk ruas-ruas yang akan
dikerjakan oleh kontraktor dapat mencapai hasil yang maksimal maka di dalam
pelaksanaannya harus selalu berpedoman pada Dokumen Kontrak Pekerjaan Fisik
yang ada, serta diperlukan adanya pengawasan yang terkoordinir dan terkendali
oleh pihak Konsultan.

Untuk pengawasan dari pelaksanaan konstruksi di atas, dalam hal ini Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten memerlukan tenaga
supervisi yang akan membantu dalam pekerjaan ini dan untuk menyediakan
layanan-layanan keahlian dalam pengawasan jalannya pekerjaan tersebut.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa maksud dan tujuan utama dari
pengadaan Konsultan Supervisi untuk “ Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas
Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000), Tahun Anggaran 2018 ”
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

adalah :

a. Membantu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten di


dalam melakukan pengawasan teknis terhadap kegiatan pekerjaan konstruksi
di lapangan yang dilaksanakan oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi,
berhubung adanya keterbatasan tenaga Dinas yang bersangkutan, baik dari
segi jumlah maupun dari segi kualifikasinya.
b. Meminimalkan kendala-kendala teknis yang sering dihadapi oleh Penyedia
Pekerjaan Konstruksi dilapangan dalam menerapkan desain yang memenuhi
persyaratan spesifikasinya.
c. Member kepastian dan jaminan kepada pengguna Jasa bahwa pekerjaan yang
dilaksanakan oleh Penyedia Pekerjan Konstruksi sesuai spesifikasi dan
persyaratan teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak.
d. Membantu menyelesaikan revisi desain, bilamana terdapat perbedaan antara
desain yang ada dengan kondisi lapangan.

3.4 Sasaran
Sasaran pengadaan Jasa Konsultasi pengawasan teknis jalan ini adalah
tercapainya hasil pekerjaan pembangunan/preservasi/pemeliharan jalan tersebut
diatas sesuai dengan isi dokumen kontrak, sehingga kinerja jalan tersebut yang
ditangani diharapkan dapat memberikan layanannya sampai akhir umur rencana.

Sasaran pelaksanaan pekerjaan jasa konsultansi pengawasan ini adalah


mengawasi kegiatan fisik konstruksi untuk paket pekerjaan Pengawasan
Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000) yaitu :

1. Konsultan dapat mengidentifikasi, menganalisis dan memperhitungkan


penerapan spesifikasi teknis dan volume pekerjaan dalam kontrak
pelaksanaan fisiknya;

2. Mengendalikan waktu dan administrasi baik teknis maupun non teknis


kegiatan fisik konstruksinya.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

3. Mengawasi Pelaksanaan Pembangunan Fisik Konstruksi agar sesuai spesifikasi


teknis dan volume pekerjaan dalam kontrak pelaksanaan fisik

Disamping itu, sebagai tugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi
Banten yang bersangkutan, khususnya dalam hal yang menyangkut masalah
pengendalian teknis di lapangan dan administrasi teknik pada umumnya,
dilimpahkan kepada Penyedia Jasa ini.

3.5. ACUAN TEKNIS


Standar teknis pekerjan ini adalah standar-standar teknis yang masih berlaku di
Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementrian Pekerjaan Umum yang berkaitan
dengan jalan dan jembatan.

Dalam melaksanakan tugasnya pelaksanaannya, Tim Konsultan Perencana wajib


mengacu kepada Norma, Standar, Pedoman atau peraturan baku lainnya yang
meliputi antara lain:

1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 19/PRT/M/2011 tentang


Persyaratan Teknis Jalan dan Kriteria Perencanaan Teknis Jalan;
2. Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan Jembatan, Puslitbang Prasarana
Transportasi Badan Penelitian Pengembangan, Tahun 2010;
3. Norma, Standar, Pedoman atau peraturan baku lainnya.

3.6. DASAR HUKUM


1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444);
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 Tentang
Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 86, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4655);
3. Keputusan Gubernur Banten tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Statusnya Sebagai Jalan Provinsi nomor 761/Kep.1039-Huk/2011 Tanggal 8


Desember 2011.

3.7. Lingkup Pekerjaan Jasa Konsultan


Melalui prosedur pelelangan yang nantinya akan menyeleksi konsultan peserta
pelengan dan kemudian konsultan pemenang ditugaskan untuk membantu
Pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi
Bantendalam melaksanakan Kegiatan Pekerjaan Pengawasan Perbaikan Kondisi
Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000), Tahun Anggaran 2018
berdasarkan penilaian dari usulan yang diajukan oleh konsultan.

Adapun Lingkup kegiatan pekerjaan ini antara lain :


a. Persiapan
 Tujuan
Tujuan pengawasan teknis jalan adalah mengawasi pekerjaan jalan agar
berjalan efisien dan efektif serta sesuai dengan desain dan spesifikasi yang
digunakan sebagai dasar pelaksanaan.
 Lingkup
- Menyusun Rencana Mutu Kontrak (RMK) pengawasan sesuai dokumen
kontrak pekerjaan konstruksi.
- Mempelajari hal-hal yang terkait dokumen kontrak pekerjaan
konstruksi, termasuk pengendalian manajemen dan keselamatan lalu
lintas serta SMK3K, dan dokumen lingkungan.
- Membantu PPK dalam pelaksanaan Pre Construction Meeting (PCM)
dan mutual check.
- Mencatat seluruh kesepakatan dalam Pre Construction Meeting dan
dituangkan dalam Berita Acara tersendiri sebagai dokumen kegiatan.
- Mempersiapkan formulir-formulir isian antara lain :
i. Laporan Harian
ii. Laporan Mingguan
iii. Laporan Bulanan/Monthly Progress Report
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

iv. Laporan Teknis (jika diperlukan)


v. Pengecekan kesesuaian desain dilapangan
vi. Persiapan Gambar Kerja untuk : Pemeliharaan Rutin, Pemeliharaan,
Betterment
vii. Perhitungan volume/Back-up data serta monthly certificate
viii. Quality control/control kualitas selama periode pelaksanaan
ix. Request Penyedia Jasa untuk : memulai pekerjaan, pengujian bahan

- Menjelaskan struktur organisasi dan personil Direksi Teknis yang sudah


dimobilisasi dan rencana personil lainnya yang akan dimobilisasi.
- Menjelaskan Struktur Organisasi Direksi Teknis dan tugas dari masing-
masing personil Direksi Teknis.
- Memberikan usulan teknik pelaksanaan yang lebih efisien.
- Menjelaskan rencana kerja (bila ada)
- Menyampaikan dan mempersentasikan RMK kepada Direksi pekerjaan
pada saat PCM
- Membantu PPK dalam mengkaji Rencana Mutu Kontrak (RMK)
Penyedia Jasa Konstruksi
- Melakukan pengawasan, pengujian, pengecekan kauntitas dan kualitas
serta kelayakan peralatan, fasilitas dan perlengkapan yang dimobilisasi
penyedia jasa konstruksi
- Mengecek daftar peralatan, fasilitas dan perlengkapan yang
disampaikan Penyedia Jasa Kontruksi
- Mengecek masa laku kalibrasi peralatan yang akan digunakan Penyedia
Jasa Konstruksi
- Menyampaikan rekomendasi kepada Direksi pekerjaan tentang jumlah,
mutu dan kelayakan peralatan, fasilitas dan perlengkapan yang
dimobilisasi Penyedia Jasa Konstruksi
- Menandatangani Berita Acara Mobilisasi
- Menyampaikan laporan pelaksanaan mobilisasi kepada Direksi
Pekerjaan
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

- Membuat analisis untuk merumuskan parameter, desain berdasarkan


gambar kerja dan parameter desain
- Melakukan pemeriksaan dan pembahasan konsep gambar kerja
- Memberikan rekomendasi terhadap konsep gambar kerja kepada
Direksi pekerjaan dan penyedia jasa konstruksi
- Memberikan gambar kerja yang terkait dengan metode kerja yang
diajukan oleh Penyedia Jasa Konstruksi dan control terhadap kuantitas
pekerjaan
- Melaporkan progress pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia
jasa konstruksi
- Membuat daftar kekurangan (Defect & Deficiencies) berdasarkan hasil
pemeriksaan lapangan
- PPK dalam pelaksanaan PCM dan mutual check

b. Pelaksanaan Pengawasan
 Turut serta dalam pelaksanaan rekayasa lapangan dan membantu
memeriksa shop drawing yang disiapkan oleh penyedia jasa konstruksi
 Melaksanakan pengawasan teknis pada ruas jalan nasional provinsi banten
(khusus pemeliharaan berkala jalan SKPD PPK 2) secara professional,
efektif dan efisien sesuai dengan spesifikasi sehingga terhindar dari resiko
kegagalan konstruksi
 Memeriksa dan menyetujui laporan harian dan laporan mingguan
pekerjaan konstruksi
 Mengevaluasi dan menyetujui Monthly Certificate (MC)
 Pengendalian mutu pekerjaan dilapangan dengan menerapkan prosedur
dan uji mutu pada setiap tahapan kegiatan pekerjaan sesuai dokumen
kontrak
 Membuat laporan bulanan terkait progress pekerjaan di lapangan dan
membuat rekomendasi setiap permasalahan yang timbul dilapangan
kepada pengguna jasa
 Membuat laporan teknis pada setiap terjadinya perubahan kinerja
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

pekerjaan
 Melaksanakan koordinasi dengan Core Team konsultan P2JN dan Regional
Project Management Consultan (RPMC) Balai terkait

c. Pengendalian Pekerjaan Fisik


 Proses dan Pelaksanaan Kegiatan
Setiap kegiatan pekerjan selalu memerlukan perencanaan, proses, metode
kerja dan pelaksanaan kegiatan yang akan diperlukan hingga hasil suatu
kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Untuk setiap
kerja unit kerja/unit pelaksana kegiatan harus merencanakan dan
melaksanakan proses dan pelaksanaan kegiatan secara terkendali yang
meliputi :
- Memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan persyaratan yang
telah ditetapkan dalam rencana mutu pelaksanaan kegiatan atau
rencana mutu kontrak
- Setiap kegiatan dapat diketahui ketersediaan informasi yang
menggambarkan karakteristik kegiatan dan ketersediaan dokumen
kegiatan
- Setiap kegiatan memenuhi persyaratan ketersediaan sumber daya yang
diperlukan dalam proses kegiatan
- Ketersediaan peralatan monitoring dan pengukuran pelaksanaan
pekerjaan serta mekanisme proses penyerahan dan pasca penyerahan
hasil pekerjaan

Setiap jenis kegiatan harus mempunyai petunjuk pelaksanaan yang


merupakan dokumen standar kerja yang diperlukan guna memastikan
perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian proses dilakukan secara
efektif dan efisien. Adapun petunjuk pelaksanaan sekurang-kurangnya
berisi :
- Halaman muka berisi :
 Judul dan nomor identifikasi petunjuk pelaksanaan
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

 Status validasi dan status perubahan


 Kolom pengesahan petunjuk pelaksanaan

- Riwayat perubahan
- Maksud dan tujuan petunjuk pelaksanaan
- Ruang lingkup penerapan
- Referensi atau acuan yang digunakan
- Definisi (penjelasan istilah-istilah) jika diperlukan
- Tahapan proses atau kegiatan (dengan bagan alir jika perlu)
- Ketentuan umum (penjelasan tentang persyaratan-persyaratan yang
harus dipenuhi dalam melaksanakan proses)
- Tanggung jawab dan wewenang
- Kondisi khusus (penyimpangan dsb)
- Rekaman/bukti kerja (yang menjadi persyaratan)
- Lampiran berupa contoh format rekaman/bukti kerja

Sedangkan untuk melaksanakan validasi terhadap proses pelaksanaan


pekerjaan dalam kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dan dengan hasil
kegiatan setelah selesai dilaksanakan harus dapat dilakukan secara
langsung melalui monitoring atau pengukuran secara berurutan. Validasi
pada pelaksanaan kegiatan harus mempertimbangkan ketentuan berikut :

 Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan untuk peninjauan dan


persetujuan proses

 Validasi ulang pelaksanaan kegiatan bila hasilnya tidak sesuai dengan


kriteria yang ditetapkan, setelah dilakukan perbaikan atau
penyempurnaan

Disamping itu setiap unit kerja/unit pelaksana kegiatan harus mampu


mengidentifikasi status hasil kegiatan tersebut. Tujuan identifikasi untuk
memastikan pada hasil kegiatan dapat dilakukan analisis apabila terjadi
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

ketidak sesuaian pada proses dan hasil kegiatan. Rekaman hasil identifikasi
harus selalu terpelihara dalam pengendalian rekaman/bukti kerja. Untuk
memastikan bahwa pemeliharaan hasil pekerjaan pada saat penyerahan
tetap sesuai sebagaimana pada saat produksi maka harus dilakukan
pemeliharaan hingga sampai waktu penyerahan. Pada saat proses
penyerahan hingga sampai waktu penyerahan. Pada proses penyerahan
hasil pekerjaan, setiap unit kerja harus mensyaratkan dan menerapkan
proses penyerahan hasil pekerjaan, setiap unit kerja harus mensyaratkan
dan menerapkan proses pemeliharaan hasil pekerjaan dan yang menjadi
bagian hasil pekerjaan agar mutu tetap terjaga.

 Monitoring dan Pengendalian Kegiatan

Monitoring dan pengendalian kegiatan merupakan suatu proses evaluasi yang


harus dilaksanakan untuk mengetahui kinerja hasil pelaksanaan kegiatan,
sehingga dapat dilakukan pengukuran atau penilaian hasil dari produk penyedia
Jasa Konstruksi.

Monitoring merupakan bagian dari pengendalian mutu hasil pekerjaan, agar


semua hasil kegiatan yang diserahkan dapat memenuhi persyaratan kriteria
penerimaan pekerjaan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan
monitoring antara lain :

- Penanggung jawab untuk tiap-tiap tahapan kegiatan harus menentapkan


metode yang tepat untuk monotoring dan pengukuran hasil pekerjaan dari
setiap tahapan pekerjaan

- Monitoring dan pengukuran dilakukan dengan cara memverifikasi bahwa


persyaratan telah dipenuhi

- Setiap monitoring dan pengukuran dilaksanakan pada tahapan yang sesuai


berdasarkan pengaturan yang telah direncanakan

- Rekaman bukti monitoring dan pengukuran hasil kegiatan harus dipelihara


Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

kedalam pengendalian rekama/bukti kerja

Disamping itu setiap unit kerja harus menentukan, mengumpulkan dan


menganalisis data yang sesuai dan memadai untuk memperagakan kesesuaian
dan keefektifan. Analisis data bertujuan untuk mengevaluasi dimana dapat
dilaksanakan perbaikan berkesinambungan dan analisis harus didasarkan pada
data yang dihasilkan dari kegiatan monitoring dan pengukuran atau sumber dari
sumber terkait lainnya. Hasil analisisnya harus berkaitan dengan manfaat hasil
pekerjaan dan karakteristik dari proses-proses kegiatan termasuk peluang atau
tindakan pencegahan. Sedangkan pengendalian hasil pekerjaan yang tidak sesuai
atau tidak memenuhi persyaratan harus diidentifikasi dan dipisahkan dari hasil
pekerjaan yang sesuai untuk mencegah penggunaan yang tidak terkendali.
Tindakan yang harus dilaksanakan pada pekerjaan yang tidak memenuhi
persyaratan antara lain :

- Penanggung jawab pada setiap kegiatan harus memastikan bahwa hasil dari
setiap tahapan kegiatan yang tidak memenuhi persyaratan diidentifikasi dan
dikendalikan untuk tindak lanjut tahapan kegiatan yang berhubungan dengan
tahapan sebelumnya

- Pelaksanaan pengendalian hasil pekerjaan yang tidak sesuai harus diatur


dalam prosedur pengendalian hasil pekerjan tidak sesuai yang merupakan
bagian dari prosedur mutu

- Prosedur hasil pekerjaan yang tidak sesuai minimal mencakup :

 Penetapan personil yang kompeten dan memiliki kewenangan untuk


menetapkan ketidaksesuaian hasil pekerjaan untuk setiap tahapan

 Mekanisme penanganan hasil kegiatan tidak sesuai termasuk tata cara


pelepasan hasil kegiatan tidak sesuai

 Mekanisme verifikasi ulang untuk menunjukkan kesesuaian dengan


persyaratan yang ditetapkan
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

- Pengendalian pekerjaan tidak sesuai harus dilaksanakan dengan mengesahkan


penggunaan dan penerimaannya berdasarkan konsensi oleh pengguna atau
pemanfaat hasil pekerjaan

Dalam upaya menghilangkan penyebab ketidaksesuaian dan mencegah


terulangnya hasil pekerjaan yang tidak sesuai, diperlukan tindakan korektif dan
tindakan pencegahan yang diatur dalam prosedur mutu. Prosedur tindakan
korektif minimal harus mencakup kegiatan antara lain :

1. Menguraikan ketidaksesuaian

2. Menentukan/menganalisa penyebab ketidaksesuaian

3. Menetapkan rencana penanganan untuk memastikan, bahwa ketidaksesuaian


tidak terulang dan menetapkan jadwal penanganan

4. Menetapkan petugas yang melaksanakan tindak perbaikan

5. Mencatat hasil tindakan yang dilakukan

6. Memverifikasi tindakan perbaikan yang telah dilakukan

Sedangkan tindakan pencegahan ditetapkan dalam upaya meminimalkan potensi


ketidaksesuaian yang akan terjadi termasuk penyebabnya. Tindakan pencegahan
harus mempertimbangkan dampak potensialnya dan efek dari tindakan
pencegahan kegiatan yang lainnya. Untuk itu perlu mengidentifikasi potensi
ketidaksesuaian dan merencanakan kebutuhan tindakan untuk mencegah
terjadinya ketidaksesuaian serta melakukan verifikasi tindakan pencegahan yang
telah dilaksanakan.

3.7. Lokasi Pekerjaan


Kegiatan jasa konsultasi ini dilaksanakan di wilayah Kabupaten Pandeglang
Provinsi Banten.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

3.8 Alih Pengetahuan


Apabila dipandang perlu Pejabat Pembuat Komitmen, maka penyedia jasa harus
mengadakan pelatihan, kursus singkat, diskusi dan seminar terkait dengan
substansi pelaksanaan pekerjaan dalam rangka alih pengetahuan kepada staff di
lingkungan organisasi Pejabat Pembuat Komitmen.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab 4
TANGGAPAN TERHADAP
KERANGKA ACUAN KERJA

4.1 Umum
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten adalah
Perangkat dari Pemerintah Republik Indonesia yang mempunyai
wewenang dan tanggung jawab didalam masalah-masalah pekerjaan
pengawasan dan pembangunan jalan.

Dalam rencana pembangunan kebijakan penanganan jalan tetap


menekankan pada penanganan program rehabilitasi, rekontruksi,
pemeliharaan, peningkatan dan pembangunan jalan baik yang
berstatus lokal, Provinsi maupun nasional. Program pokok telah
dipersiapkan untuk peningkatan jalan yang ada, pemeliharaan untuk
jalan yang telah mantap dan pemeliharaan berkala untuk jalan-jalan
lainnya dan pembangunan jalan baru.

Perkembangan sosial ekonomi sebagai akibat dari pembangunan telah


membawa perubahan kondisi angkutan barang, baik berupa
peningkatan volume maupun berat barang yang harus diangkut
maupun tuntutan biaya angkutan barang yang lebih rendah,
khususnya yang berkaitan dengan kegiatan ekspor non migas.

Kondisi angkutan barang sebagaimana dikemukakan diatas serta


sarana angkutan yang ada / dimiliki saat ini, mendorong para
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

pengusaha angkutan / para pengemudi truk untuk meningkatkan


muatan yang melebihi dari ketentuan batas muatan yang berlaku.
Muatan lebih dengan tekanan sumbu melebihi ketentuan yang ada
serta pengaruh iklim tropis telah membawa akibat berupa kerusakan –
kerusakan struktur jalan yang perlu dipertahankan kondisinya.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut, maka


Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten
mengembangkan sistem manajemen baik dalam penyusunan rencana
dan program pembinaan jalan Nasional dan jalan Provinsi yang dikenal
dengan IRMS (Interurban Road Management System). Kesemuanya itu
dalam rangka menyusun dan menentukan prioritas penanganan baik
untuk jalan yang dikaitkan dengan efesiensi penggunaan dana
pemerintah untuk pembangunan, yaitu Pengawasan Perbaikan Kondisi
Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000) Tahun
Anggaran 2018 Provinsi Banten.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten telah


menetapkan ruas-ruas jalan yang akan ditangani dengan program
tersebut yang tersebar. Pembangunan Jalan tersebut mencakup
pekerjaan struktur seperti pembukaan badan jalan baru pembangunan
jalan dengan cara pelapisan, perbaikan bahu jalan, perbaikan system
drainase.

Pada umumnya pekerjaan pembangunan jalan tersebut mencakup


pekerjaan pelapisan yang ada dengan lapis Sub Base, Lataston Lapis
Aus (HRS-WC), Laston Lapis Antara (AC-BC) atau Laston Lapis Aus
(AC-WC), Asphalt Emulsi. Pelebaran badan jalan serta perkerasan dan
beberapa ” minor realignment ” diperlukan dibeberapa ruas jalan.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Standar Teknis dan Spesifikasi yang digunakan untuk pekerjaan ini


adalah sesuai dengan dokumen kontrak.

4.2 Latar Belakang


Fungsi sarana transportasi pada ruas-ruas jalan penghubung tersebut
akan sangat penting artinya di dalam upaya pemerintah untuk
meningkatkan pembangunan pada sektor ekonomi, di mana dengan
tersedianya sarana jalan yang memadai, sudah barang tentu kegiatan
industri, pemasaran hasil bumi dan peningkatan sektor pariwisata,
dari beberapa daerah di atas akan dapat dilaksanakan dengan mudah
dengan biaya transportasi yang memadai.

Kebijakan ini diambil didasarkan atas optimasi pertimbangan


ekonomis pada sektor angkutan jalan raya karena adanya kendala
terbatasnya sumber dana serta luasnya jaringan jalan dan jembatan
yang sebagian besar dalam kondisi yang jelek dan tingkat kerusakan
yang tinggi, Selain itu di dalam upaya untuk memperkecil timbulnya
kesenjangan pembangunan, pemerintah bertekad akan melaksanakan
dan memprioritaskan pembukaan daerah terpencil, daerah
terbelakang, serta daerah-daerah yang kurang terperhatikan selama
ini. Upaya ini sekaligus mengurangi kesenjangan serta meningkatkan
persyaratan pembangunan antar daerah, antar golongan dan strata
masyarakat.

4.3 Tanggapan Terhadap Kerangka Acuan Kerja


Setelah mempelajari dokumen syarat-syarat pengadaan jasa konsultan
dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk “Pengawasan Perbaikan
Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000),
Tahun Anggaran 2018, bahwa dokumen tersebut telah disusun secara
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

lengkap, jelas dan dapat dipahami untuk dilaksanakan oleh konsultan


dengan baik.
Meski demikian terdapat beberapa hal yang perlu mendapatkan
komentar seperti :
a. Lingkup pekerjaan yang akan ditangani seperti yang tercantum
dalam Kerangka Acuan Kerja telah cukup jelas.
b. Agar diberikan Jadwal Waktu Pelakasanaan yang pasti dari
pelayanan supervisi ataupun jadwal pekerjaan fisik, sehingga
Konsultan Supervisi dapat memilih personil yang tepat sesuai
dengan alokasi personil dan kaitannya dengan pekerjaan supervisi
yang lain, sehingga diharapkan bahwa personil yang diajukan akan
benar-benar siap pada saat pelaksanaan pekerjaan dan tidak
terganggu jadwal penempatannya oleh pekerjaan-pekerjaan yang
lain.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab 5
APRESIASI INOVASI

5. 1 Apresiasi Inovasi
Setelah mempelajari dokumen syarat-syarat pengadaan jasa konsultan
dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk “Pengawasan Perbaikan
Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)
Tahun Anggaran 2018 , bahwa dokumen tersebut telah disusun
secara lengkap, jelas dan dapat dipahami untuk dilaksanakan oleh
konsultan dengan baik.
Meski demikian terdapat beberapa hal yang perlu mendapatkan
komentar seperti :
a. Penyediaan Fasilitas transportasi untuk Sub Proff Staff supaya
jumlahnya disamakan dengan tenaga yang tersedia guna untuk
mengefektifkan dalam menjalankan tugasnya.
b. Pembuatan Dokumen Teknik Tidak di jelaskan bentuknya
menurut kepmen atau biasa seperti dokumen biaya dijelaskan
dengan seksama dan terinci.

Di dalam Bab Apresiasi dan Inovasi ini, Konsultan akan mencoba


untuk memberikan sebuah gambaran tentang Permasalahan
Pemeliharaan Jalan di Indonesia saat ini dan alternatif solusinya.
Harapan Konsultan hal ini dapat memberikan masukan baik untuk
Konsultan sendiri maupun untuk pengguna jasa dalam rangka
pengembangan jalan di Indonesia untuk masa mendatang.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

5.2. GAMBARAN UMUM


Pada saat ini Indonesia mengalami krisis multi dimensi yang
berkepanjangan terutama pada bidang ekonomi, politik, sosial budaya
dan keamanan.
Masalah keuangan (krisis moneter) yang masih terasa hingga saat ini
sangat berpengaruh pada kemampuan pemerintah dalam penyediaan
dana pembangunan dan hal ini berpengaruh juga pada penyediaan
anggaran untuk penanganan jalan baik jalan nasional, propinsi
maupun jalan kabupaten/kota.
Sejak tahun 2000, Direktorat Jenderal Prasarana Wilayah sudah
membatasi program pembangunan jalan baru, penitik beratan program
penanganan jalan khususnya Jalan Nasional adalah pada Program
Pemeliharaan Jalan. Hal tersebut sejalan dengan Program
Pernbangunan Nasional yang diamanatkan pada Propenas 2000 –
2004, sebagai berikut :
"Dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat
landasan pembangunan berkelanjutan serta mengingat sumber dana
yang terbatas, dalam jangka pendek upaya yang dilakukan adalah
mempertahankan tingkat jasa pelayanan, terutama melalui upaya
pemeliharaan dan rehabilitasi sarana dan prasarana umum, agar
permintaan terhadap pelayanan jasa tersebut baik dari masyarakat
maupun dunia usaha dapat dipenuhi".
Hal tersebut juga mengacu pada PP No. 34 tahun 2006 tentang Jalan,
Pasal 97 ayat (2) yang berbunyi :
“Pemeliharaan jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan
prioritas tertinggi dari semua jenis penanganan jalan”.
Gambaran umum tentang kondisi, kemantapan dan jenis penanganan
suatu ruas jalan dapat dilihat pada ilustrasi berikut. Garfik yang
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

memperlihatkan hubungan antara Nilai Konstrukasi (Tingkat


Pelayanan) dan Masa Pelayanan (Umur Rencana) suatu ruas jalan.
KONDISI KEMANTAPAN DAN JENIS PENANGANAN JALAN

Gambar 5.1 Gambaran Umum Mengenai Kondisi Kemantapan


dan Jenis Penanganan Jalan

Suatu ruas jalan yang baru selesai dibangun/ditingkatkan akan


mempunyai suatu nilai pelayanan atau nilai konstruksi tertentu (P0)
dan dengan berjalannya waktu atau sesuai dengan Umur Rencana-
nya, dengan catatan bahwa pemeliharaan rutin dilakukan secara
menerus dengan baik, tingkat pelayanan ruas jalan ini akan turun
sampai dengan Pt, dimana pada saat ini pada ruas jalan ini perlu
dilakukan peningkatan kembali untuk menaikkan nilai konstruksinya
pada P0. Penurunan tingkat pelayanan ini tergantung pada sejumlah
factor, antara lain :
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

• Repetisi beban lalu-lintas

• Pemeliharaan

• Daya dukung perkerasan

• Iklim dan

• Faktor lingkungan

Apabila pemeliharaan rutin tidak dilakukan dengan baik atau tanpa


pemeliharaan rutin, kondisi jalan akan menurun dengan sangat cepat
sebelum Umur Rencana tercapai (kerusakan dini).
Untuk memperbaiki kerusakan dini ini, dibutuhkan suatu penanganan
yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu
penanganan pemeliharaan rutin harus dilakukan secara efisien dan
efektif serta tepat waktu dan berkesinambungan. Hal ini juga untuk
mencegah adanya pengeluaran yang belum pada waktunya
(peningkatan sebelum umur rencana tercapai).

5.3. POLA PEMELIHARAAN JALAN SAAT INI


Direktorat Jenderal Prasarana Wilayah, selaku unsur pemerintah yang
bertanggung jawab atas pembinaan jaringan jalan, khususnya jalan
nasional, sampai dengan saat ini menggunakan pola kontraktual dan
swakelola dalam pelaksanaan pekerjaan penanganan jalan.
Khusus untuk pelaksanaan pemeliharaan rutin jalan, pada umumnya
dilakukan dengan cara Swakelola melalui Bagian Proyek Pemeliharaan
Jalan dengan memanfaatkan peralatan dari pemeliharaan rutin (UPR).
Dari pengamatan, dinilai bahwa pola swakelola hasilnya dianggap
cukup baik dan sesuai untuk pekerjaan pemeliharaan rutin, disamping
dapat dijadikan sebagai tempat belajar, sekaligus juga dapat
digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan rasa memiliki (sense
of belonging) bagi para pelaksana di lapangan.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan Swakelola tersebut, dan


sejalan dengan pelaksanaan desentralisasi, pemerintah sejak tahun
1990 telah mendistribusikan lebih kurang 9200 fleet peralatan
pemeliharaan rutin (UPR) ke daerah-daerah (propinsi). Sebagai
gambaran kondisi dan distribusi peralatan UPR sampai dengan saat ini
dapat dilihat pada Tabel 5.1.

Tabel 5. 1 Kondisi Peralatan UPR (Fleet)

KONDISI
NO PROPINSI TOTAL
BAIK R. RINGAN R. BERAT SCRAP
1 N. ACEH DARUSSALAM 371 33 29 1 434
2 SUMATERA UTARA 431 48 22 6 507
3 SUMATERA BARAT 401 20 10 6 437
4 RIAU 181 15 27 5 228
5 JAMBI 300 2 19 6 327
6 BENGKULU 118 3 27 2 150
7 SUMATERA SELATAN 346 15 33 4 398
8 LAMPUNG 252 14 8 5 279
9 D.K.I JAKARTA 77 0 0 0 77
10 JAWA BARAT 571 148 28 0 747
11 JAWA TENGAH 551 82 24 1 658
12 D.I YOGYAKARTA 160 4 1 2 167
13 JAWA TIMUR 467 36 10 2 515
14 KALIMANTAN BARAT 129 41 57 0 227
15 KALIMANTAN TENGAH 162 11 10 0 183
16 KALIMANTAN TIMUR 192 2 0 0 194
17 KALIMANTAN SELATAN 262 3 15 0 280
18 BALI 202 72 5 0 279
19 NUSA TENGGARA BARAT 355 52 27 0 434
20 NUSA TENGGARA TIMUR 615 47 27 7 696
21 SULAWESI UTARA 180 33 42 36 291
22 SULAWESI TENGAH 304 17 10 6 337
23 SULAWESI SELATAN 568 43 42 0 653
24 SULAWESI TENGGARA 236 0 16 0 252
25 MALUKU 173 10 3 0 186
26 IRIAN JAYA 167 1 22 1 191
TOTAL 7771 752 514 90 9127

1 FLEET UPR :
1 Dump Truk 3.5 ton 2 Unit
2 Flat Bed Truck Crane 1 Unit
3 Pick Up Truk 1 Unit
4 Wheel Loader 1 Unit
5 Vibratory Roller 2 ton 1 Unit
6 Baby Roller (Hand Guded) 1 Unit
7 Air Compressor 1 Unit
8 Asphalt Spayer 1 Unit
9 Pan Mixer 300liter 2 Unit
10 Motor Cycle 2 Unit
11 Trailer 2 ton 1 Unit
12 Plate Temper 1 Unit
13 Vibro Rammer 2 Unit
14 Chain saw 1 Unit
15 Grass cutter 5 Unit
16 Tools & safety sign 1 Unit
17 Mechanic tools 1 Unit
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

5.4. PERMASALAHAN PEMELIHARAAN JALAN


Pada umumnya kerusakan yang terjadi pada jalan adalah disebabkan
beberapa faktor sebagai mana tersebut di bawah ini :

• Terbatasnya dana pemerintah untuk membiayai penanganan


pemeliharaan jalan sesuai dengan kebutuhannya. Jika dilihat
secara kasar, rata-rata tiap propinsi mempunyai 30 % km jalan
yang masuk kategori tidak mantap, sementara dana yang
dialokasikan untuk menangani jalan yang tidak mantap tersebut
hanya mencukupi panjang jalan tidak lebih dari 15 % -nya
termasuk untuk menangani ruas jalan yang umur pelayanannya
terlampaui

• Sistem anggaran tahunan, khususnya APBN murni, akan


mengakibatkan adanya gap penanganan jalan. Antara akhir tahun
anggaran dan awal tahun anggaran baru, aktivitas penanganan
jaian akan terhenti disebabkan oleh dana DIP belum
tersedia/belum cair.

• Banyaknya kendaraan, khususnya kendaraan angkutan barang


yang bermuatan lebih besar dari yang diijinkan. Hal ini akan
berakibat pada Umur Rencana jalan akan lebih cepat dicapai atau
jalan akan lebih cepat rusak dari rencana.

• Kondisi jalan yang cenderung menurun, khususnya jalan nasional


dan jalan propinsi.

• Adanya kelemahan dalam menilai hasil pekerjaan, dimana sampai


dengan saat ini sasaran output yang akan dicapai pada suatu
pekerjaan jalan belum ditentukan dengan jelas sehingga para
pelaksana (kontraktor) hanya bertanggung jawab pada pencapaian
sasaran input pada saat pemeriksaan dan pengukuran untuk
pembayaran. Disamping itu, desain dan spesifikasi input tidak
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

selalu menjamin tercapainya tingkat pelayanan yang diharapkan


selama umur rencana.

• Sistem kontrak yang ada selama ini masih menganut masa


pemeliharaan yang relatif pendek. Hal ini tidak memacu pelaksana
(kontraktor) untuk menerapkan quality assurance yaitu kewajiban
memelihara dan memperbaiki segala kerusakan yang terjadi.

5.5. STRATEGI PENANGANAN JALAN

• Untuk mengembalikan kondisi Jalan menjadi baik, penanganan


jalan harus dilakukan secara komprehensif, menyeluruh dan
simultan untuk semua segmen yang rusak dan segmen yang
memerlukan penanganan pemeliharaan. Penanganan dengan pola
ini tentu memerlukan biaya yang cukup besar tetapi perlu
direalisasikan.

• Pada segmen-segmen yang rusak berat dimana pondasi jalan dan


tanah dasar (subgrade) telah rusak, penanganan tidak cukup
hanya dengan perbaikan atau peningkatan jalan tetapi perlu
penanganan dengan rekonsfruksi total.

• Perlu dilakukan koordinasi antar instansi untuk menanggulangi


permasalahan muatan lebih.

5.6. POLA PENANGANAN JALAN DI MASA YANG AKAN DATANG


DiperLukan suatu kajian dalam rangka melakukan perbaikan atau
perubahan terhadap pola penanganan yang selama ini dianut. Pola ini
harus dapat menjawab permasalahan yang dihadapi saat ini, antara
lain keterbatasan dana, ketidak sinambungan pemeliharaan,
pencapaian sasaran output.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Jenis dan pola penanganan ini minimal harus dapat memenuhi


persyaratan sebagaimana tersebut di bawah ini :
a. Prasarana jalan ditangani secara berkesinambungan sehingga
dicapai suatu standar pelayanan tertentu.

b. Pelaksanaan pekerjaan menerapkan quality assurance dan


mengembangkan inovasi teknologi & manajemen penanganan yang
efisien dan efektif untuk mencapai standar pelayanan yang
ditetapkan.

c. Pemilik pekerjaan tidak menanggung beban dan resiko


pemeliharaan setelah masa kontrak selesai.

d. Dapat membantu pemerintah dalam penyediaan dana tanpa


merugikan masyarakat pengguna/pemanfaat jalan.

Dengan mempehatikan persyaratan dan kondisi sebagaimana tersebut


diatas, ada beberapa pola penganan yang dapat diterapkan dalam
penanganan jalan kedepan dimana masih membutuhkan penyesuaian
pada aturan serta perundangan yang ada serta saat ini sedang dalam
pembahasan, yaitu :

5.6.1. Kontrak Investasi (Investment Contract)

• Jenis kotrak ini masuk dalam kategori Cost -


reimbursement Contract dapat berbentuk :

- Cost-Sharing Contract

- Cost-Plus-Incentive-Fee Contract

- Cost-Pius-Award-Fee Contract

- Cost-Plus-Fixed-Fee Contract
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

• Masa kontrak berkisar 3 - 5 tahun, ruang lingkup


pekerjaan mencakup : Penyiapan desain, Pelaksanaan
Konstruksi, Pemeliharaan, Pekerjaan Darurat, dan
Penyediaan dana pelaksanaan pekerjaan.

• Pada dasamya jenis kontrak ini, pemilik hanya


menetapkan tingkat pelayanan yang harus dicapai oleh
kontraktor selama masa kontrak.

5.6.2. Kontrak Dengan Dasar Kinerja (Performance Based


Maintenance Contract)

• Kontrak Dengan Dasar Kinerja (Performance Based


Maintenance Contract, PBMC) adalah suatu kotrak yang
menggunakan spesifikasi output (kinerja) sebagai dasar
penilaian hasil pekerjaan. Periode kontrak dan
pembayarannya dapat dilakukan selama 5 - 10 tahun.
Ketentuan mengenai output (kinerja) dinyatakan secara
jelas, spesifik, dan dalam format yang obyektif berikut
ketentuan-ketentuan pengukuran kinerjanya.

• Pada jenis kontrak ini, semua resiko kerusakan jalan,


yang bukan diakibatkan oleh hal yang khusus yang
diatur dalam kontrak, sepenuhnya menjadi tanggung
jawab kontraktor selama masa kontrak.

• Kewajiban pemilik pekerjaan adalah melakukan


penilaian hasil pekerjaan (dapat menunjuk konsultan)
yang dicapai dari laporan kontraktor dan/atau dengan
melakukan pemeriksaan lapangan.

Bila kontraktor gagal mempertahankan tingkat


pelayanan yang ditetapkan, maka pembayaran dapat
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

ditunda atau dipotong. Formula pemotongan untuk


setiap jenis penyimpangan harus ditetapkan dalam
kontrak.

5.6.3. Kontrak Harga Satuan Dengan Masa Pemeliharaan Yang


Diperpanjang

Jenis kontrak ini merupakan modifikasi dari jenis kontrak


harga satuan yang biasa digunakan dengan mengadakan
perubahan-perubahan sebagai berikut :

- Masa kontrak terdiri dari masa konstruksi dan masa


pemeliharaan.

- Masa pemeliharaan diperpanjang dari 1 tahun menjadi 3-5


tahun.

- Semua resiko kerusakan jalan, yang bukan akibat hal


yang khusus yang diatur dalam kontrak, sepenuhnya
menjadi tanggung jawab kontraktor selama masa kontrak.

5.6.4. Pembiayaan Dan Pengelolaan Jalan Dengan


Mengikutsertakan Masyarakat (Road Fund)

Road Fund adalah suatu konsep pembiayaan pemeliharaan


dan pengelolaan suatu jaringan jalan dengan
mengikutsertakan masyarakat. Pada konsep ini masyarakat
diajak untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam
pengelolaan jalan sehingga masyarakat diharapkan lebih
peduli dan bertanggung jawab serta memberikan dukungan
dalam pembiayaan dan pengawasan penyelenggaraannya.

Penyertaan dana masyarakat dapat dilakukan melalui


berbagai alternatif (yang saat ini dalam tahap kajian) antara
lain : Pajak Kendaraan Bermotor, Bahan Bakar, Suku Cadang
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Kendaraan, dan sebagainya. Dana yang terkumpul


direncanakan akan dikelola oleh suatu badan yang disebut
Road Board, yang dalam pelaksanaannya memerlukan
dukungan undang-undang dan peraturan pemerintah.

Dari lima Pola Penanganan Jalan yang telah dipaparkan


diatas, yang menarik adalah Pola Penanganan yang kelima
yaitu masalah Road Fund, karena sampai saat ini hal tersebut
masih dalam pembahasan untuk diterapkan di Indonesia.
Berkaitan dengan hal tersebut, dalam kesempatan ini
Konsultan akan mencoba sedikit mengulas mengenai hal
tersebut (Road Fund).

5.7. BIAYA PEMBANGUNAN TRANSPORTASI DAN SUMBER-SUMBER

PEMBIAYAAN
Biaya pendanaan total transportasi jalan raya terdiri atas biaya
prasarana jalan (Infrastructure Cost) dan biaya pengguna jalan (Road
User Cost). Biaya prasarana jalan adalah biaya pembangunan,
peningkatan, dan pemeliharaan jalan (terrnasuk biaya-biaya
perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian/pengawasan). Biaya
tersebut biasanya ditanggung oleh pemerintah dan terdiri atas
berbagai jenis pendanaan, yaitu pendanaan jalan nasional, pendanaan
jalan propinsi, pendanaan jalan kabupalen, pendanaan jalan kota,
pendanaan jalan tol, dan pendanaan pemeliharaan jalan.
Penyediaan dana pemeliharaan jalan pada dasarnya menjadi tanggung
jawab pemerintah. Terdapat dua sisi dalam pemeliharaan jalan, yaitu
besarnya tuntutan pelayanan masyarakat dan kemampuan pendanaan
pemerintah yang terhatas. Hal ini memerlukan keterlibatan
masyarakat pemakai kendaraan bermotor dalam Dana Pemeliharaan
Jalan yang berdasarkan pada tarif pelayanan (fee for service basis).
Pemeliharaan jalan berperan penting dalam mengurangi tingkat
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

kerusakan jalan dan juga mengurangi Biaya Operasi Kendaraan (BOK).


Pemeliharaan jalan yang baik dan rutin dapat memperpanjang umur
pelayanan jalan karena dapat menunda kerusakan jalan seperti
terlihat dalam siklus kondisi jalan yang ditunjukkan dalam

Gambar 5.2.

FASE A

FASE C
FASE B FASE D
C1 C2
Sangat
Baik

Baik
KONDIS
I JALAN

Sedang

Buruk

Sangat
Buruk

0 15 20 25 TAHUN

Gambar 5.2 Siklus Kondisi Jalan (Robinson et. Al, 1998)


(kurva berdasarkan perkerasan Beton Aspal)

Kelompok tarif dan pajak penggunaan jalan dapat dibagi dalam


berbagai kategori seperti ditunjukkan dalam Gambar 5.3. Pajak jalan
dipungut melalui pajak tidak langsung dan tarifnya dikenakan oleh
pemerintah propinsi. Pajak tidak langsung tidak seluruhnya
diperuntukkan untuk mengganti biaya penggunaan jalan. Beberapa
pajak dikenakan dengan tujuan menghasilkan pajak pendapatan
untuk membiayai total pcngeluaran pemerintah, sebagai bagian dari
perencanaan pengeluaraan pemerintah, serta merupakan bagian dari
kebijaksanaan perdagangan dan industri pemerintah. Pajak tahunan
pendaftaran kendaraan (STNK) masih didasarkan pada jenis dan umur
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

kendaraan serta kapasitas mesinnya tanpa memperhatikan faktor


kerusakan jalan yang ditimbulkannya (damage power).
Salah satu cara pembiayaan pemeliharaan jalan yang belum
diberlakukan di Indonesia adalah pajak tambahan terhadap pemakai
kendaraan bermotor, biaya atas pelayanan jalan (fee for services basis),
dan juga pajak tambahan pada BBM.
· Pajak Pembelian
Kendaraan saat
Melalui Premium
pertama kali
Kend Bermotor membeli
· STNK pertahun

· Pajak Bahan Bakar


Melalui Panjang Jalan · Pajak Ban Mobil
Tarif Tidak Langsung yang digunakan dan Pajak Onderdil
Mobil

Melalui
Mempergunakan Bermacam Biaya Bahan
Penggunaan Kend panjang jalan & tempat Bakar
Bermotor

· Tarif Parkir
Tempat & Waktu
· Lisensi Khusus

Tarif Manual

METODE PENETAPAN TARIF & PAJAK Tarif Berdasarkan


Tempat
PENGGUNAAN JALAN

Kombinasi Manual
Tarif Otomatis Scan Otomatis

Tarif Jalan Elektronik


Kombinasi Manual &
Scan Otomatis

Tarif Langsung
Otomatis Scan lewat
AVI

Tarif berdasarkan
Otomatis pada saat Scan Otomatis Smart Tempat, Waktu,
melalui jalan Card Panjang jalan,
Kemacetan & Zona

Gambar 5.3 Kelompok Tarif Dan Pajak Penggunaan Jalan


(Gwilliam & Shalizi, 1997)
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab 6
PENDEKATAN
DAN METODOLOGI

6.1 Umum

Untuk dapat tercapainya hasil pengawasan pekerjaan yang maksimal


“Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela
(STA. 0+000 s/5+000)”, Tahun Anggaran 2018, Tim Supervisi akan
melaksanakan sistem pengawasan dan pembagian kerja yang sistematis dan
terencana. Dalam hal ini pihak konsultan akan memberikan masukan
tentang pendekatan untuk jenis pekerjaan pengawasan teknik jalan dan
jembatan secara rinci, sedangkan untuk pemilihan personil yang
berpengalaman dan pengelompokan personil dalam tim merupakan hal yang
tidak dapat dipisahkan untuk mencapai sasaran di atas

Sasaran utama dari Pekerjaan ini adalah membantu Direksi / Kegiatan


Fisik dalam penyelesaian pekerjaannya yang dalam hal ini Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten sebagai pengguna jasa
Konsultan yang akan dipekerjaan pada proyek Pengawasan Teknis Jalan di
Propinsi Banten agar dalam pelaksanaanya dapat memenuhi persyaratan
yang ditetapkan dalam spesifikasi/dokumen kontrak untuk pengawasan
jalan.

Tugas dan tanggung jawab konsultan sepervisi harus memastikan volume


pekerjaan baik yang akan dikerjakan maupun memastikan volume yang
sudah dikerjakan untuk pelaksanaan pembayaran MC dengan
berkoordinasi dengan Satker fisik.

Tugas dari Tim Supervisi

Tugas dan kewajiban Tim Supervisi akan mencakup, tapi tidak terbatas hal-
hal sebagai berikut
1. Membantu Kepala Kantor/Satker/ Pejabat Pembuat Komitmen/
Pengguna Barang Jasa/ Pemimpin/ Pemimpin Bagian Proyek Fisik
dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam
mengendalikan pelaksanaan pekerjaan agar pekerjaan dapat
dikerjakan sesuai dengan desain, persyaratan ketentuan-
ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Kontrak serta jadwal
waktu yang ditetapkan
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

2. Membantu Kepala Kantor/Satker/ Pejabat Pembuat Komitmen/


Pengguna Barang Jasa/ Pemimpin/ Pemimpin Bagian Proyek Fisik
dalam memahami dan melaksanakan ketentuan-ketentuan yang
tercantum dalam Dokumen Kontrak terutama sehubungan dengan
pemenuhan kewajiban dan tugas kontrak.
3. Menyiapkan Rekomendasi sehubungan dengan “Contract Change
Order” dan Addenda” sehingga perubahan – perubahan kontrak
yang diperlukan dapat dibuat secara optimum dengan
mempertimbangkan aspek yang tersedia.
4. Membantu melaksanakan pengumpulan data lapangan yang
diperlukan secara terperinci untuk mendukung untuk meninjau
design (Review Design), menyusun perhitungan Desain, membuat
gambar Desain dan menyiapkan perintah-perintah kepada
Kontraktor sehingga perubabahan-perubahan Desain tersebut
dapat dilaksanakan.
5. Melaksanakan pengecekan secara cermat semua pengukuran dan
perhitungan volume pekerjaan yang akan dipakai sebagai dasar
pembayaran, sehingga semua pengukuran pekerjaan perhitungan
volume dan pembayaran didasarkan kepada ketentuan yang
tercantum dalam Dokumen Kontrak.
6. Melaporkan monitoring dan pengecekan terus menerus
sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan termasuk
keterlambatan pencapaian fisik, serta usaha-usaha
penanggulangan dan tindak turun tangan yang diperlukan dengan
terlebih dulu mengkonsultansikannya Kepala Kantor / Satker /
Pejabat Pembuat Komitmen / Pengguna Barang Jasa / Pemimpin
Bagian Proyek.
7. Melakukan monitoring dan pengecekan secara terus menerus
sehubungan dengan pengendalian mutu dan volume pekerjaan,
serta menanda tangani ” Monthly Certificate)” (MC) apabila mutu
dan pelaksanaan pekerjaan telah ditentukan. Konsultan akan
memberitahukan secara tertulis kepada Kontraktor atas adanya
penyimpangan- pinyimpangan dari ketentuan dan persyaratan
baik mutu dan volume bahan dari pekerjaan dan copy surat-surat
pemberitahuan tersebut harus disampaikan kepada Kepala Kantor
/ Satker/ Pejabat Pembuat Komitmen/ Pengguna Barang Jasa/
Pemimpin/ Pemimpin Bagian Proyek fisik dan diarsipkan secara
baik.
8. Melakukan pengecekan dan persetujuan atas gambar-gambar
terlaksana (As built drawing) yang menggambarkan secara
terperinci setiap bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh
Kontraktor serta membantu Kepala Kantor / Satker/ Pejabat
Pembuat Komitmen/ Pengguna Barang Jasa/ Pemimpin/
Pemimpin Bagian Proyek fisik menerukan gambar-gambar tersebut
kepada Direktorat Leger Jalan.
9. Membantu Kepala Kantor / Satker/ Pejabat Pembuat Komitmen/
Pengguna Barang Jasa/ Pemimpin/ Pemimpin Bagian Proyek fisik
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

menyusun laporan bulanan tentang kegiatan-kegiatan


pelaksanaan pekerjaan untuk dilaporkan kepada Dinas Pekerjaan
Umum.
10. Menyusun Laporan Triwulan (Quarterly Report) yang mencakup
laporan kemajuan pekerjaan dan laporan keuangan serta masalah-
masalah yang ditemui dilapangan.
11. Membantu Kepala Kantor / Satker/ Pejabat Pembuat
Komitmen/ Pengguna Barang Jasa/ Pemimpin/ Pemimpin Bagian
Proyek fisik dalam pelaksanaan PHO (Provicional Hand Over) dan
FHO (Final Hand Over) terutama dalam menyusun daftar
kerusakan dan penyimpangan yang perlu diperbaiki.
12. Membantu dan bekerja sama dengan “ Staf Technical
Assistance On Implementation Quality Improvement” terutama
dalam membantu mendapatkan data lapangan yang lengkap serta
membantu melaksanakan test-test yang diperlukan.

6.1.1. Sistem Kerja Konsultan


Konsultan akan melaksanakan tugas sebagai “Engineer Representative”
dalam membantu pihak Direksi, dan pada pelaksanaannya rangkaian
kegiatan yang perlu dilakukan adalah seperti yang akan diuraikan dibawah
ini.

Kegiatan konsultan dalam rangka pengawasan teknik pekerjaan jalan ini


dapat dibagi ke dalam 3 (tiga) periode sebagai berikut :
 Periode Pra-Konstruksi / Mobilisasi Kontraktor
1. Rapat Pra-Konstruksi
2. Review Design

 Periode Konstruksi
1. Pengendalian Pelaksanaan Lapangan
2. Pengendalian Mutu
3. Memonitor Kemajuan Pekerjaan
4. Rapat Lapangan
5. Pengukuran Kuantitas dan Pembayaran
6. Perintah Perubahan (Change Orders)
7. Pemeriksaan Sertifikat Pembayaran Bulanan (Monthly Certificates)
8. Pengaturan Lalu-lintas
9. Pengelolaan Aspek Lingkungan
10. Penyusunan Laporan

 Periode Pasca Konstruksi


1. Menyusun Final Reports
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

2. Memeriksa As-built Drawings


3. Serah Terima Pekerjaan
4. Menyusun Program Pemeliharaan

6.1.2. Identifikasi Masalah


Selain pendekatan yang berdasarkan dari sistem kerja yang akan dilakukan
Konsultan, dalam bab ini Konsultan juga akan menguraikan mengenai
pendekatan teoritis sehubungan dengan pekerjaan ini. Seperti yang telah
diketahui bersama bahwa anggaran yang tersedia untuk pemeliharaan dan
peningkatan jalan tidak mencukupi untuk semua ruas jalan yang
memerlukan penanganan. Prioritas penanganan adalah kata kunci dari
permasalahan tersebut. Berdasarkan apakah prioritasi tersebut, tentu yang
utama adalah berdasar pada tingkat kerusakannya. Sehubungan dengan
hal tersebut, Konsultan akan menguraikan beberapa kasus kerusakan yang
kerap terjadi di lapangan beserta penyebabnya.

1. Kasus Kerusakan Perkerasan Beraspal


Beberapa kasus kerusakan perkerasan beraspal dapat dibagi anatara lain
berupa : Kasus Kerusakan Dini, Kasus Deformasi Plastis, Kasus
Keterlambatan Pemeliharaan, Kasus Pelepasan Butir, dan Kasus Tambalan.
ILUSTRASI TIPE KASUS KETERANGAN
Pada Gambar a
ditunjukkan deformasi
(penurunan) dan retak yang
terjadi beberapa saat
(kurang dari satu tahun)
setelah perkerasan dibuka
untuk lalu-lintas.
Disamping itu pada gambar
terlihat pula penambalan
yang tidak memecahkan
persoalan. Pada kasus ini,
Kasus Kerusakan Dini penyebab terjadinya
kerusakan adalah mutu
bahan, terutama pada lapis
pondasi, yang tidak
(a) memenuhi spesifikasi yang
ditetapkan.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

ILUSTRASI TIPE KASUS KETERANGAN


Gambar b dan c
menunjukkan deformasi
plastis pada lapis tambah
(overlay) yang terjadi pada
daerah tanjakan dan
perhentian. Penyebab
(b) utama terjadinya deformasi
plastis adalah komposisi
campuran yang tidak
proporsional (rongga terlalu
Kasus Deformasi rendah). Pemasangan lapis
Plastis tambah yang langsung pada
lapis permukaan lama yang
(c) juga mengalami deformasi,
dipandang merupakan
penyebab lain terjadinya
deformasi. Pada Gambar 1c
terlihat pula sistem
drainase yang tidak dapat
mengalirkan air secepatnya
dari permukaan
perkerasan.
Kasus yang ditunjukkan
pada Gambar d merupakan
kerusakan yang
kemungkinan besar
diakibatkan oleh
terlambatnya pemeliharaan,
baik pemeliharaan pada
konstruksi perkerasannya
maupun pemeliharaan pada
sistem drainasenya. Kasus
(d)
Kasus Keterlambatan kurangnya pemeliharaan
Pemeliharaan sistem drainase sering
dijumpai di daerah
perkotaan, dimana lubang
pengaliran air di bawah
bahu (trotoar) biasanya
tersumbat sehingga aliran
air dari perkerasan ke
saluran samping tidak
lancar. Didisamping itu,
penyumbatan/pengendapan
pada saluran samping
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

merupakan kasus lain


terlambatnya pemeliharaan.
Pada Gambar e terlihat
lapis permukaan yang
kasar sebagai akibat
pelepasan butir. Beberapa
faktor yang umumnya
menjadi penyebab
terjadinya pelepasan butir
adalah agregat yang kotor,
kepadatan yang rendah,
campuran yang
(e) Kasus Pelepasan Butir
pemanasannya terlalu
tinggi atau terlalu lama
(aspal menjadi rapuh), atau
campuran yang
dihampar/dipadatkan pada
suhu rendah. Faktor lain
yang menyebabkan
terjadinya pelepasan butir
adalah penuaan atau
pelapukan aspal (aging).
ILUSTRASI TIPE KASUS KETERANGAN
Gambar f menunjukkan
kasus penambalan yang
dilakukan ala kadarnya
sehingga bagian tambalan
mudah pecah dan bagian
perkerasan di sekitar
tambalan cepat retak
Kasus Tambalan
kembali. Penggunaan
(f) bahan dan cara
pelaksanaan yang tidak
mengikuti ketentuan
(NSPM) merupakan faktor
utama yang menyebabkan
tambalan kurang berfungsi.

2. Kerusakan Perkerasan Beton Semen

Kerusakan perkerasan beton semen dapat terjadi sebagai kerusakan


struktural, kerusakan pada sambungan atau kerusakan permukaan.
Bentuk kerusakan perkerasan beton semen dan perkiraan penyebabnya
adalah sebagai berikut :
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

• Deformasi, termasuk kategori ini amblas, patahan (faulting),


pemompaan (pumping), rocking.
• Retak, termasuk kategori ini retak blok, retak sudut, retak diagonal,
retak memanjang, retak melintang.
• Kerusakan pengisi sambungan.
• Gompal.
• Penurunan bagian tepi perkerasan.
• Kerusakan tekstur permukaan, termasuk kategori ini adalah keausan
akibat lepasnya mortar dan agregat (scaling), kekesatan/keausan
agregat.
• Lubang.
• Drainase permukaan perkerasan.
• Blow up.

ILUSTRASI JENIS KERUSAKAN PENYEBAB


1. DEFORMASI

• Pemadatan atau lapis


pondasi bawah
kurang sempurna.
Amblas
• Daya dukung tanah
(Depression)
dasar rendah.
• Tanah dasar tidak
seragam.

• Pemadatan lapis
pondasi bawah /
tanah dasar kurang
sempurna.
• Slab melenting
karena pengaruh
perubahan
Patahan temperatur.
(Faulting) • Perubahan volume
tanah dasar.
• Dowel kurang
berfungsi.

• Pemadatan lapis
pondasi
bawah/tanah dasar
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

kurang sempurna.
• Pemompaan.
• Tanah dasar lemah
dan kurang seragam.

2. RETAK
• Ketebalan slab beton
kurang.
• Berkurangnya daya
Retak Blok dukung lapis
(Block Crack) pondasibawah/tanah
dasar.
• Penurunan tanah
dasar.
• Kembang susut slab
beton selama
perawatan,
berhubungan dengan
panjang slab beton
yang berlebihan atau
Retak Diagonal
pembuatan
(Diagonal Crack)
sambungan susut
yang terlambat.
• Ketebalan slab beton
kurang.
• Penurunan tanah
dasar.
ILUSTRASI JENIS KERUSAKAN PENYEBAB

• Ketebalan slab beton


kurang.
Retak Sudut
• Berkurangnya daya
(Corner Crack)
dukung lapis pondasi
bawah / tanah dasar.

• Perbedaan
penurunan.
• Ketebalan slab beton
Retak Memanjang kurang.
(Longitudinal Crack) • Kembang susut
berhubungan dengan
lebar slab beton yang
berlebihan.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

• Sambungan
memanjang terlalu
dangkal.
• Penurunan tanah
dasar.

• Kembang susut slab


beton selama
perawatan,
berhubungan dengan
panjang slab beton
yang berlebihan atau
Retak Melintang
pembuatan
(Transversal Crack)
sambungan susut
yang terlambat.
• Ketebalan slab beton
kurang.
• Kembang susut slab
beton selama
perawatan,
berhubungan dengan
panjang slab beton
Retak Tidak Beraturan yang berlebihan atau
(Irregular Crack) pembuatan
sambungan susut
yang terlambat.
• Ketebalan slab beton
kurang.
• Penurunan.
3. GOMPAL
• Infiltrasi material
keras ke dalam
sambungan atau
retak.
• Ujung tepi
Gompal
sambungan lemah.
• Korosi tie bar atau
dowel.
• Mutu agregat beton
kurang baik.
4. PENURUNAN BAGIAN TEPI PERKERASAN
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Penurunan Bagian Tepi • Pelaksanaan kurang


Perkerasan baik.
• Mutu material
rendah.
• Drainase bahu
kurang berfungsi.

ILUSTRASI JENIS KERUSAKAN PENYEBAB


5. KERUSAKAN TEKSTUR PERMUKAAN
• Kualitas agregat
rendah.
• Perawatan beton
Scaling tidak cukup.
• Penurunan mutu
semen pada lokasi
tertentu.
6. LUBANG

• Letak penulangan
Lubang terlalu dekat
permukaan.

7. BLOW UP

• Temperatur tinggi
yang mengakibatkan
tekanan besar
Blow Up
terhadap slab beton.
• Penurunan tanah
dasar
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

6.2. METODOLOGI

Dalam Kerangka Acuan dijelaskan bahwa secara umum tugas Konsultan


dalam proyek ini adalah Pengawasan Jalan dari program ini yang dibiayai
dari sumber Dana Anggaran Tahun 2018 .

Untuk itu maka Konsultan akan bekerjasama sepenuhnya dengan Kegiatan


Pengawasan Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur Kebinamargaan
dalam melaksanakan pengawasan teknik dengan penuh tanggung jawab
sesuai dengan kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuan yang telah
ditentukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi
Banten , Kegiatan Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut -
Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000).

Bagian – bagian pekerjaan yang tercakup dalam pekerjaan ini meliputi :

a) Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh


Penyedia Pekerjaan Konstruksi agar hasil pekerjaan sesuai dengan
gambar rencana dan spesifikasi pekerjaan yang ada.

b) Mengukur kuantitas pekerjaan pekerjaan yang telah selesai


dilaksanakan dan melakukan pemeriksaan untuk pembayaran akhir
pekerjaan.

c) Memeriksa dan menguji mutu bahan-bahan yang akan digunakan dan


mutu hasil hasil pekerjaan.

d) Menjamin bahwa konstruksi yang sudah selesai telah memenuhi syarat

e) Memberikan saran-saran mengenai perubahan pekerjaan dan tuntutan


(claims)

f) Memberikan rekomendasi atas pengoperasian dan pemeliharaan


peralatan yang digunakan

g) Peninjauan kembali desain, dan melaksanakan pemeriksaan gambar


terlaksana

h) Melaksanakan pemeriksaan gambar terpasang/terbangun secara


bertahap sesuai progress mutual check dan MC yang dicapai samapai
dengan 100%

i) Melaporkan secara berkala tentang kemajuan pekerjaan dan


permasalahannya, mutu pekerjaan serta status keuangan proyek,
berikut kondisi lainnya yang dapat diantisipasi
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Pekerjaan pengawasan teknik ini secara umum terdiri dari periode


mobilisasi kontraktor, periode konstruksi dan periode pasca konstruksi
dimana metodologi pelaksanaannya adalah sebagai berikut.

6.2.1. Pengendalian Pelaksanaan Di Lapangan


Pengendalian pelaksanaan lapangan dimaksudkan agar pekerjaan dapat
diselesaikan sesuai dengan desain, persyaratan dan ketentuan-ketentuan
yang tercantum dalam Dokumen Kontrak serta jadwal waktu yang telah
ditetapkan.

Semua kegiatan operasional Kontraktor harus bisa termonitor dan diawasi


secara continue. Metode pelaksanaan harus diperiksa agar sesuai dengan
persyaratan spesifikasi, bila tidak maka harus diarahkan agar disesuaikan
kecuali ada keyakinan bahwa metodenya tidak akan mengakibatkan
kualitas yang jelek. Laporan harian inspector harus dibuat untuk
diserahkan kepada Pimpinan Proyek dengan menjelaskan perihal kegiatan
operasional, penanggulangan masalah, perbaikan-perbaikan, lokasi
pekerjaan, buruh dan peralatan di lapangan dan volume pekerjaan.

Dalam kaitan ini, Tim Pengawas berkewajiban untuk membuat seluruh


prosedur pekerjaan fisik mengikuti dan mempunyai catatan baik pada saat
pengajuan pekerjaan oleh Kontraktor (Request of Work), catatan-catatan
hasil pengawasan baik secara visual di lapangan maupun hasil test
laboratorium, termasuk juga perhitungan kuantitas hasil pekerjaan sebagai
bahan pembayaran, dimana catatan-catatan ini harus disimpan dan
di arsipkan dengan tertib.

6.2.2. Pengendalian Mutu


Untuk menjamin terpenuhinya persyaratan kualitas hasil pekerjaan maka
diperlukan adanya pengendalian mutu/kualitas terhadap semua
material/bahan yang dipergunakan, maupun proses pelaksanaan pekerjaan
itu sendiri sebagaimana ditentukan dalam kontrak. Test pemadatan, analisa
gradasi, stabilitas dan desain campuran, serta semua test yang diperlukan
harus dimonitor setiap hari atau secara periodik untuk menjamin
tercapainya standar kualitas yang ditentukan dalam dokumen kontrak.

Untuk hal-hal tertentu mungkin diperlukan test material khusus. Dalam hal
ini hendaknya Kontraktor menjadwalkan penyelenggaraan test di
laboratorium tertentu yang ada disekitar lokasi proyek. Teknisi
Laboratorium dibawah arahan Quality Engineer akan memonitor pekerjaan-
pekerjaan laboratorium termasuk test-test lainnya yang dilakukan di
lapangan.

6.2.3. Monitoring Kemajuan Pekerjaan


Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Konsultan akan mengevaluasi rencana kerja (Schedule) Kontraktor untuk


disesuaikan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti waktu
yang tersedia, kondisi cuaca, ketersediaan peralatan, tenaga kerja dan
material.

Melakukan monitoring dan pengecekan perlu dilakukan secara terus


menerus sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan termasuk
keterlambatan pencapaian target fisik, serta usaha-usaha penanggulangan
dan tindakan yang diperlukan dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kegiatan Pengawasan Pembangunan dan
Pemeliharaan Infrastruktur Kebinamargaan.

Pada umumnya monitoring dilakukan berpedoman kepada Kurva – S yang


dibuat untuk mengetahui posisi kemajuan/progres pekerjaan dibandingkan
dengan target rencana yang telah disepakati sebagai tolok ukur “ behind or
ahead schedule”.

Dalam hal ini Konsultan akan mengusulkan diterapkannya penjadwalan


menggunakan metoda “Network Diagram” dimana metoda ini dinilai
mempunyai kelebihan dibanding menggunakan metoda “Bar Chart / Gantt
Chart” konvensional.

Network Planning adalah merupakan sistem informasi untuk penyelenggara


proyek, tetapi tidak semua informasi dapat dimasukan atau diperoleh dari
Network Planning. Informasi yang ada kaitannya dengan network planning
adalah hanya menyangkut aktivitas-aktivitas atau peristiwa (event) yang ada
di dalam network diagram saja. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan
bahwa yang dihasilkan oleh network planning adalah informasi aktivitas
atau peristiwa yang ada di dalam network diagram saja. Informasi yang ada
di dalam network diagram pada umumnya adalah jadual pelaksanaan setiap
aktivitas yang harus dilaksanakan untuk menyelesaikan suatu proyek dan
sumber daya yang digunakan untuk menyelesaikan aktivitas-aktivitas
tersebut.

Dengan demikian Network Planning dapat didefinisikan sebagai berikut :

Network Planning adalah suatu model yang dipakai dalam penyelenggaraan


proyek yang berisi rangkaian aktivitas yang diurut sesuai dengan yang
diperlukan untuk menyelesaikan proyek sehingga model tersebut dapat
merepresentasikan proses pelaksanaan proyek itu sendiri.

Prasyarat pembuatan network planning yang harus dipenuhi agar network


planning tersebut dapat memberikan manfaat pada penyelenggara proyek
antara lain :
• Model harus lengkap : aktivitas dan sumber daya yang
dimasukan ke dalam network planning harus benar-benar
aktivitas dan sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

proyek, sedangkan aktivitas dan sumber daya yang tidak perlu,


tidak boleh dimasukan ke dalam network planning. Dengan
demikian, network planning yang dihasilkan benar-benar
mencerminkan proses pelaksanaan proyek.
• Model harus cocok dengan proyeknya, model network planning
untuk proyek pembangunan jembatan berbeda dengan network
planning pembangunan jalan atau proyek penelitian dan
pengembangan.
• Asumsi yang dipakai dapat dipertanggungjawabkan : Network
planning sebagai metoda perencanaan mau tidak mau harus
menggunakan asumsi. Asumsi tersebut bisa didapat dari
pengalaman, analogi dengan proyek sebelumnya, expert
judgement dan lain lain.
• Sikap pelaksana : sikap penyelenggara proyek sangat memegang
peranan dalam memanfaatkan network planning karena sebagus
dan selangkap apapun network planning yang dihasilkan tetapi
bila penyelenggara proyek tidak mendukung terhadap
keberhasilan proyek, maka network planning tersebut tidak akan
ada manfaatnya.

Tahap-tahap aplikasi network planning pada suatu perencanaan proyek


dapat dibagi ke dalam beberapa tahap, yaitu :
• Pendefinisian aktivitas (activity definition) yaitu mengidentifikasi
aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan dalam rangka
penyelesaian proyek.
• Urutan aktivitas (activity sequencing) yaitu mengidentifikasi dan
mendokumentasikan ketergantungan satu aktivitas dengan
aktivitas lainnya sehingga menghasilkan jaringan kerja atau
network diagram..
• Estimasi waktu (activity duration estimation) dan sumberdaya
yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu aktivitas.
• Pembuatan jadual (schedule development) dengan cara
menganalisa network diagram sehingga menghasilkan jadual
proyek.
• Pengendalian jadual proyek (schedule control) supaya jadual
proyek yang dijadikan acuan kerja tidak menyimpang.

Walaupun tahapan tersebut di atas didefinisikan secara terpisah tetapi pada


aplikasinya, tahapan-tahapan tersebut dapat dilakukan secara bersamaan ,
overlap dan berinteraksi satu sama lainnya. Perlu diingat di sini bahwa
pentahapan tersebut tidak selalu harus ada pada waktu pembuatan jadual
proyek. Di dalam proyek kecil, pentahapan tersebut bisa digabung menjadi
satu, tetapi untuk proyek besar, pentahapan tersebut perlu dilakukan
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

mengingat kompleksitas dari proyek yang harus disederhanakan dan di


sistimatikkan.

Secara garis besarnya proses penjadualan yang berbasis analisa jaringan


kerja dapat digambarkan seperti bagan alir berikut ini.

KERANGKA MANAJEMEN WAKTU

PROJECT TIME MANAGEMENT

Activity Definition Activity Sequencing Activity Duration Estimating Schedule Development Schedule Control

Inputs : Inputs : Inputs : Inputs : Inputs :


1. WBS 1. Activity List 1. Activity List 1. Project network diagram 1. Project schedule
2. Scope Statement 2. Product Description 2. Constraints 2. Activity duration estimates 2. Performance reports
3. Historical statement 3. Mandatory Dependencies 3. Assumptions 3. Resource requirements 3. Change request
4. Constraints 4. Discretionary Dependencies 4. Resource requirement 4. Resource pool description 4. Schedule management plan
5. Assumotion 5. External Dependencies 5. Resource capabilities 5. Calendars Tools and Techniques :
6. Expert judgement 6. Milestones 6. Historical information 6. Constraints 1. Schedule change control system
Tools and Techniques : Tools and Techniques : 7. Idnetified risk 7. Assumptions 2. Performance measurement
1. Decomposition 1. Precedence Diagram Method Tools and Techniques : 8. Leads and lags 3. Additional planning
2. Templates 2. Arrow Diagram Method 1. Expert judgement 9. Risk management plan 4. Project management software
Outputs : 3. Conditional Diagram Method 2. Analogous estimating 10. Activity attributs 5. Variance analysis
1. Activity List 4. Network Templates 3. Quantitatively based durations Tools and Techniques : Outputs :
2. Supporting detail Outputs : 4. Reserve time (contingency) 1. Mathematical analysis 1. Schedule updates
3. WBS Updates 1. Project Network Diagram Outputs : 2. Duration compression 2. Corrective actions
2. Activity List Updates 1. Activity duration estimates 4. Resource leveling heuristics 3. Lessons learned
2. Basis of esdtimates 5. Project management software
3. Activity list updates 6. Coding structure
Outputs :
1. Project schedule
2. Supporting detail
3. Schedule management plan
6.2.4. Program-Program Pengendalian 4. Resource requierement updates

Peranan Konsultan Supervisi Konstruksi sebagai koordinator pelaksana


pekerjaan, tidak hanya mengurus masalah teknis semata melainkan juga
permasalahan non-teknis seperti mobilisasi tenaga, peralatan, material dan
lain-lain. Dalam hal mobilisasi di atas (khususnya material dan peralatan)
pelaksana pekerjaan dihadapkan pada permasalahan waktu dan tempat.

1. Program Pengendalian Biaya (B)


Dengan sistem Kontraktor Utama maka harga konstruksi bersifat lump
sump, tidak terikat pada Daftar Volume (Bill of Quantity – BOQ) melainkan
‘yang tertera/tercantum’ di dalam Dokumen Perencanaan (Gambar dan
Spesifikasi). Adanya selisih antara jumlah volume dan kedua dokumen di
atas menjadi tanggung jawab internal pelaksana pekerjaan untuk
mengendalikan biaya tambahan yang ditimbulkannya.

Kemungkinan perubahan harga konstruksi yang menjadi beban Pemberi


Tugas terjadi karena beberapa faktor antara lain :
1. Eskalasi harga beberapa butir pekerjaan tertentu seperti pekerjaan
beton yang dikaitkan dengan fluktuasi harga besi dan semen.
2. Pekerjaan tertentu yang volumenya dinyatakan sebagai (profesional)
oleh pertimbangan khusus. Misal pekerjaan pondasi yang sangat
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

tergantung kondisi tanah, sebenarnya bukan berdasarkan hasil tes


random semata
3. Peningkatan biaya Overhead Pelaksana Pekerjaan (di dalam Bill dari Bill
of Quantity) untuk menutupi perpanjangan waktu pelaksanaan yang
disebabkan pekerjaan tambah kurang
4. Beberapa faktor lain yang tentunya terdapat dalam dokumen kontrak /
rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) seperti masalah ‘force major’ yang
tak terduga / darurat.

Pengendalian tambahan biaya oleh faktor pada butir 1) (eskalasi harga)


biasanya cukup mengacu pada aturan pemerintah yang dikeluarkan oleh
Menteri Keuangan tentang eskalasi harga bagi proyek-proyek pemerintah.

Pengendalian tambahan biaya oleh faktor yang dilakukan melalui proses


‘negosiasi’ antara Pemberi Tugas dan Pelaksana Pekerjaan yang
bersangkutan dengan mengacu Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)
dalam dokumen kontrak.

2. Program Pengendalian Mutu (M)


Program jaminan dan tindakan pengendalian kualitas meliputi hal-hal
sebagai berikut :
1. Pengendalian Dokumen yang berhubungan dengan :
a) Pendistribusian dokumen dengan cepat dan tepat kepada pihak
yang berkepentingan termasuk pengendalian mengenai berbagai
macam dokumen baik asli maupun revisinya sehingga penggunaan
dokumen yang salah dapat dicegah
b) Pengidentifikasian seluruh status dokumen termasuk status revisi,
distribusi dan kondisi dokumen yang salah
c) Penyimpanan (filling system) seluruh dokumen pengendalian
kualitas seperti dokumen perencanaan, testing, manufacturing
instalasi, konstruksi, prosedur, manual, gambar dan dokumen
petunjuk jaminan kualitas.

2. Pengendalian Perencanaan Proses pengendalian perencanaan berupa :


a) Evaluasi, analisis, rekomendasi, instruksi dan pengarahan yang
menjamin bahwa seluruh aktivitas pembangunan terencana dengan
baik dan sistematis
b) Penjabaran yang tepat dari persyaratan-persyaratan, standard
codes dan sebagainya di dalam gambar, spesifikasi teknis, prosedur
dan manual
c) Persyaratan dan jaminan bahwa seluruh proses perubahan
perencanaan mengikuti seluruh tahapan prosedur review dan
persyaratan lain yang sama seperti proses perencanaan awalnya
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

d) Sistem dan pengendalian bahwa hanya dokumen yang absah (valid)


yang digunakan.

3. Pengendalian Pengadaan Bahan dan Peralatan


Proses pengendalian bahan dan peralatan terutama ditinjau dari segi
waktu pengadaan dan pemasangan terhadap seluruh jadwal
pelaksanaan.

4. Permasalahan Pengendalian Kualitas


a) Gambar-Gambar, spesifikasi teknis dan persyaratan perencanaan
yang berlaku
b) Peraturan standard dan ‘codes’ yang berlaku sesuai program
jaminan kualitas QA Program yang harus dipenuhi oleh pemasok
c) Data / catatan QA yang perlu dibuat dan dikendalikan oleh
pemasok
d) Persyaratan khusus, persyaratan test dan inspeksi termasuk
kriteria penerimaan barang sesuai spesifikasi teknis
e) Persyaratan identifikasi barang dan peralatan
f) Persyaratan pengangkut, pengemasan dan pengiriman barang.

5. Pengendalian Pengujian dan Pengawasan (Inspeksi)


a) Program dan prosedur test dan inspeksi tersedia dan disusun
dengan baik
b) Adanya personil untuk tugas tersebut yang berkualitas dan
berpengalaman cukup
c) Identifikasi dari seluruh aktivitas dan karakteristik yang akan
diinspeksi
d) Penyusunan standar penerimaan dan kriteria penolakan sesuai
spesifikasi teknis
e) Uraian rinci mengenai metode inspeksi atau test yang harus
dilaksanakan
f) Persyaratan kondisi peralatan ukur dan persyaratan lingkungan
yang khusus (kalibrasi alat, macam-macam kondisi, kondisi
temperatur / tekanan udara dan sebagainya)
g) Pelaksanaan tindak lanjut atas keputusan mengenai modifikasi,
perbaikan dan penggantian item barang / komponen sesuai hasil
inspeksi dan pengujian.

Dengan selesainya proses pelelangan lengkap dengan penunjukan


kontraktor utama, maka secara kontraktual standar mutu dimaksud dalam
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

dokumen perencenaan (Gambar dan Spesifikasi) menjadi ‘valid’ terhadap


batas waktu dan harga konstruksi yang ditawarkan kontraktor utama.
Dengan demikian program pengendalian mutu dimaksudkan untuk
mengamankan dokumen perencanaan dalam penerapannya di lapangan.
Namun tidak dapat dihindari dengan sistem kontrak pemborongan yang
lump sump dimana unsur spekulasi antara mutu dan harga cukup besar
menempatkan program pengendalian mutu kembali seperti kondisi semula
yang perlu didekati secara komprehensif dengan mempertimbangkan faktor
waktu dan biaya. Dari sini terlihat benturan kepentingan antara Konsultan
Supervisi Konstruksi, Kontraktor dan sub-subnya.

Misal suatu hasil pengecoran beton yang terbukti keropos (hony comb) tidak
selalu harus langsung dibongkar dan dibangun kembali melainkan dicoba
alternatif lain yang tidak meminta tambahan waktu misalnya dengan injeksi
(grouting) bahan plasticizer tetapi hasilnya harus diuji kembali.

Telah lazim dimaklumi bahwa kualitas mutu pekerjaan di lapangan tidak


tergantung kemampuan teknis kontraktor semata melainkan juga pada
kondisi perencanaan misalnya suatu detail perencanaan yang rumit yang
berada di luar standard kemampuan teknis kontraktor. Hal serupa terjadi
pada pemilihan bahan lokal sebagai satu-satunya pilihan yang biasanya
tidak memuaskan. Perubahan perencanaan juga merupakan faktor lain
yang mempengaruhi mutu pekerjaan di lapangan karena mengakibatkan
pekerjaan bongkar pasang selain juga menurunnya mental para pekerja
untuk menghasilkan sesuatu yang baik. Idealnya program pengendalian
mutu direncanakan secara terpadu, mulai saat perencanaan, pelelangan,
pelaksanaan bahkan sampai masa perawatan, suatu sistem yang lebih
dikenal sebagai Quality Assurance memberi kesempatan adanya umpan
balik (feed back) bagi penyempurnaan proses sebelumnya.

3. Program Pengendalian Waktu (W)


Berdasarkan waktu yang ditentukan Pemberi Tugas untuk pelaksanaan
pekerjaan maka dibuatkan ‘Master Construction Schedule’ mencakup
keseluruhan pekerjaan yang ditawarkan dalam satu paket Kontraktor
Utama. Master Construction Schedule dibuat dalam bentuk ‘barchart’ kecuali
untuk kepentingan praktis seperti pembuatan jadwal penempatan personil
dan lain-lain. Konsultan sengaja tidak membuat CPM (Capital Path Method)
selain tidak disyaratkan juga terlalu riskan bila hal ini tidak match dengan
jadwal kontraktor karena bagaimanapun baiknya sebuah Network Planning
harus diuji oleh kontraktor sebagai pelaku konstruksi yang dominan.
Berdasarkan ‘Master Construction Schedule’ yang dapat berupa jadwal rinci
setiap
1) Bangunan atau fasilitas fisik,
2) Disiplin / paket pekerjaan,
3) Kegiatan tertentu (misal proses pelelangan)
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Untuk keperluan monitoring dan pengendalian proyek secara total dapat


pula diuraikan lebih lanjut dalam bentuk,
1) Daftar aktivitas kritis,
2) Jadwal aktivitas per periode tertentu (bulanan, mingguan dan
sebagainya).
Konsultan menggunakan Microsoft Project dan hardware yang diperlukan
untuk pengendalian waktu. Dalam hal terjadi perubahan baik perlambatan
atau percepatan, dilakukan beberapa penyesuaian (updating) dari program-
program antara lain penyesuaian jalur kritis dengan jalur lainnya yang tidak
kritis sehingga record keseluruhan akhir waktu aktivitas tetap sama seperti
rencana semula. Secara ringkas tindakan yang diambil bila terjadi
kelambatan penyelesaian suatu pekerjaan adalah,
1) Meneliti sebab kelambatan,
2) Meningkatkan tenaga kerja (baik keahlian maupun jam kerjanya),
3) Proses kebutuhan harus dipercepat,
4) Merevisi jadwal pelaksanaan,
5) Mempertimbangkan/mencoba usulan yang lebih baik yang disepakati
bersama.

Pembahasan bersama dengan penyelenggara proyek dilakukan melalui


Rapat Lapangan maupun Rapat Kordinasi.

6.2.5. Rapat Lapangan dan Rapat Koordinasi


Rapat Lapangan adalah membahas mengenai persoalan-persoalan yang
timbul sehubungan dengan pekerjaan misalnya seperti jadwal testing,
inspeksi/survey lapangan dan lain sebagainya. Demikian pula apabila
timbul masalah dengan hasil test yang tidak memenuhi syarat, maka perlu
didiskusikan tentang bagaimana mengatasinya atau perbaikan apa yang
perlu dilakukan.
Selama jangka waktu pelaksanaan pekerjaan secara berkala seminggu
sekali diadakan Rapat Lapangan kecuali ditentukan lain. Rapat Lapangan
dihadiri oleh :
a) Pemberi Tugas,
b) Konsultan Supervisi,
c) Konsultan Menejemen Konstruksi,
d) Pelaksana Pekerjaan,
e) Pihak Lain yang ada sangkut pautnya dengan pelaksanaan pekerjaan.

Keputusan dalam rapat lapangan dituangkan/dicatat dalam berita


acara/risalah rapat lapangan yang disusun oleh Konsultan Menejemen
Konstruksi. Keputusan ini sifatnya mengikat dan dalam waktu 2 (dua) hari
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

setelah rapat lapangan dimaksud harus sudah disampaikan kepada semua


pihak yang terkait dengan pelaksanaan pekerjaan yaitu,
a) Pemberi Tugas,
b) Konsultan Perencana,
c) Pelaksana Pekerjaan,
d) Pihak Lain yang ada sangkut pautnya dengan pelaksanaan pekerjaan.
Dalam rapat lapangan berikutnya selalu dipantau sampai sejauh mana
keputusan tersebut di atas telah dilaksanakan. Biaya rapat sepenuhnya
ditanggung oleh pelaksana.
Rapat Koordinasi adalah untuk membahas masalah yang timbul berkaitan
dengan rencana kerja dalam pelaksanaan, sasaran proyek dan program
kerja. Ditinjau dari obyek permasalahan, rapat koordinasi dapat dibedakan
menjadi 2 (dua) jenis rapat yaitu :
a) Rapat Menejemen
b) Rapat Teknis.
Setiap rapat koordinasi Konsultan Menejemen Konstruksi membuat risalah
rapat sebagai pegangan kerja bagi semua pihak yang terlibat. Yang ikut
dalam rapat koordinasi adalah :
a) Pemberi Tugas.
b) Konsultan Pengawas.
c) Pelaksana (Kontraktor).
d) Supplier/pihak terkait yang dapat memberikan penyelesaian yang
dibutuhkan.

6.2.6. Administrasi
Seperti halnya pekerjaan pengawasan, pekerjaan administrasi harus
diselenggarakan dengan tertib, karena prosedur administrasi ini sangat
penting artinya didalam mendapatkan catatan-catatan secara tertulis
mengenai pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Dalam kaitan ini, Team
Supervisi berkewajiban untuk membuat seluruh prosedur pekerjaan fisik
mengikuti dan mempunyai catatan-catatan baik pada saat pengajuan
pekerjaan oleh Kontraktor (Request of Work), catatan-catatan hasil
pengawasan baik secara visual di lapangan maupun hasil test laboratorium,
termasuk juga perhitungan quantitas hasil pekerjaan sebagai bahan
pembayaran, dimana catatan-catatan ini harus disimpan dan di-file-kan
dengan tertib. Surat-menyurat dengan Kontraktor ataupun dengan Kepala
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten baik yang
menyangkut administrasi biasa maupun administrasi teknis akan
diselenggarakan dengan baik dan tertib sesuai dengan ketentuan didalam
dokumen kontrak.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

1. Perintah Perubahan (Change Orders)


Menyiapkan rekomendasi sehubungan dengan adanya perubahan desain
sampai dengan penerbitan Addenda akibat dari perubahan tersebut.
Pembuatan Contract Change Order (Perintah Perubahan Kontrak) akan
disiapkan dan dibuat sesuai dengan persyaratan dalam spesifikasi yang
dilengkapi dengan alasan-alasan dan argumentasi dilakukan perubahan,
perhitungan-perhitungan, sket/gambar-gambar, dan usulan mengenai
perpanjangan waktu (apabila diperlukan) yang berkaitan dengan perubahan
tersebut. Seluruh dokumen kontrak, gambar-gambar hasil survai, gambar
disain/redisain serta gambar-gambar kerja dan gambar terlaksana, catatan-
catatan hasil pekerjaan pengawasan, test laboratorium, akan disimpan
secara rapi di kantor Team Supervisi dan dapat dilihat/diperlukan setiap
saat. Setiap klaim yang diajukan oleh Kontraktor, seperti permintaan
perpanjangan waktu pelaksanaan, permintaan pembayaran atas hasil
pekerjaan akan selalu dipelajari dan dicek terhadap hasil monitoring
pekerjaan, serta didiskusikan terlebih dahulu sebelum diambil keputusan.
Saran-saran teknis, rekomendasi, serta alternatif-alternatif terhadap
pemecahan setiap masalah yang timbul, akan selalu diberikan oleh team
Supervisi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi
Banten baik secara lisan maupun tertulis.

2. Sertifikat Pembayaran Bulanan (Monthly Certificates)


Pemeriksaan dilakukan terhadap setiap tagihan pembayaran oleh
Kontraktor melalui sertifikat pembayaran bulanan (Monthly Certificates)
kemudian menanda-tanganinya. Pengajuan Pembayaran Bulanan (Monthly
Certificate) oleh Kontraktor akan dicocokkan dan dipelajari dengan melihat
catatan-catatan harian Inspector lapangan dan hasil pengukuran dan
perhitungan bersama (joint measurement).

6.2.7. Pengukuran Kuantitas Dan Pembayaran


Pengukuran kuantitas dilakukan sesuai spesifikasi terhadap setiap
pekerjaan yang telah selesai dikerjakan dengan telah memenuhi standar
kualitas yang ditentukan untuk diberikan pembayaran.

Kontraktor harus menyiapkan tambahan informasi yang diperlukan antara


lain titik-titik referensi untuk membantu “staking out” berupa bench mark
dan sebagainya. Penentuan titik-titik tersebut akan diawasi dan dicek
dengan teliti.

Dalam hal pembayaran yang diberikan secara berangsur, maka survey


terhadap pekerjaan yang telah diselesaikan akan dilakukan oleh Kontraktor
dibawah pengawasan tim supervisi.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

6.2.8. Pengelolaan Aspek Lingkungan


Dalam Peraturan Menteri PU No. 69/PRT/1995 tentang Pedoman Teknis
AMDAL, diperlukan pertimbangan lingkungan dalam setiap tahap siklus
proyek.

Kegiatan ini akan meliputi penjabaran Rencana Pengelolaan dan


Pemantauan Lingkungan kedalam pelaksanaan pekerjaan dan secara terus
menerus dilakukan monitoring dan evaluasi pengaruh pelaksanaan
konstruksi terhadap kondisi lingkungan didalam lokasi dan sekitar proyek.

6.2.9. Penyerahan Pekerjaan Konstruksi ( Provisional Hand Over )


Pada akhir dari pekerjaan konstruksi, maka kontraktor akan mengajukan
permintaan PHO (Provisional Hand Over) kepada Kepala Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten . Keterlibatan Field Team
dalam hal ini adalah membantu memberikan penjelasan-penjelasan teknis
mengenai pekerjaan, saran-saran teknis, informasi mengenai test
laboratorium, kuantitas pekerjaan, gambar-gambar disain/revisi disain, dll.
Disamping itu, Field Team juga akan membuat usulan pekerjaan-pekerjaan
yang perlu diperbaiki oleh Kontraktor dalam bentuk daftar kerusakan yang
masih menjadi tanggung jawab Kontraktor selama periode pemeliharaan
atau biasa disebut "Defect and Defeciancies" dan penyerahan berkas -
berkas teknis dan administrasi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Provinsi Banten .
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

BAGAN ALIR
PENGAJUAN PEMBAYARAN OLEH KONTRAKTOR
PENGAJUAN PEMBAYARAN BACK UP DATA
OLEH KONTRAKTOR PELENGKAP :
+ · Tanggal
DATA PELENGKAP · Station
· Lokasi
· Volume
· Material
· Alat
· Gambar
· dll

CEK Data Pelengkap

PENGUKURAN BERSAMA (A)

REVISI / Perhitungan
Tidak CEK
MELENGKAPI

Ya

PENGAJUAN

Berdasarkan
Spesifikasi dan
REVISI Tidak CEK Gambar Rencana

Terhadap Daftar
Kuantitas &
CEK Harga (B)

Ya
BACK UP DATA
MONTHLY KUMULATIF VOLUME YANG
CERTIFICATE SELESAI DIBAYAR (B) – (A) = V

Tidak
MENYIAPKAN
MONTHLY CERTIFICATE (MC)

Persetujuan
CEK

Ya

PEMBAYARAN KEPADA
KONTRAKTOR
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

6.2.10. Penyusunan Program Pemeliharaan


Program pemeliharaan perlu disusun untuk dijadikan pedoman bagi
Pemberi Tugas dalam melakukan pemeliharaan fisik agar proyek ini dapat
dimanfaatkan sesuai umur rencananya. Konsultan akan menyusun
program pemeliharaan ini dengan dilengkapi data teknis yang diperlukan
termasuk hal-hal yang perlu dilakukan Kontraktor selama masa
pemeliharaan (warranty period).
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

KEGIATAN KONSULTAN DALAM KEGIATAN


PENGAWASAN PEMBANGUNAN JALAN WILAYAH
SELATAN RUAS JALAN CISEKEUT - SOBANG-TELA
STA 0+000 S/D 3+000

PERIODE PRA-KONSTRUKSI /
MOBILISASI KONTRAKTOR
1. Rapat Pra-Konstruksi
2. Review Design

PERIODE KONSTRUKSI
1. Pengendalian Pelaksanaan Lapangan
2. Pengendalian Mutu
3. Memonitor Kemajuan Pekerjaan
4. Rapat Lapangan
5. Pengukuran Kuantitas dan
Pembayaran
6. Perintah Perubahan
(Change Orders)
7. Pemeriksaan Sertifikat Pembayaran
Bulanan
(Monthly Certificates)
8. Pengaturan Lalu-lintas
9. Pengelolaan Aspek Lingkungan
10. Penyusunan Laporan

PERIODE PASCA KONSTRUKSI


1. Menyusun Final Reports
2. Memeriksa As-built Drawings
3. Serah Terima Pekerjaan
4. Menyusun Program Pemeliharaan
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

BAGAN ALIR KENDALI MUTU


PEKERJAAN BASE / SUB BASE

SUBGRADE / SUBBASE PERSETUJUAN BAHAN/MATERIAL


SELESAI (Standard Test)

NO
§ Function Of Temporary Drainage
CEK
§ Surface Condition Of Subgrade

FASILITAS
YES
TRAFFIC CONTROL

§ Providing Traffic Control Facilities


NO CEK
Or Not

KUALITAS BAHAN YES


STOCKPILED

§ Condition Of Stockpiled Material


NO CEK
§ Gradation

YES

PENGANGKUTAN DAN
PENGHAMPARAN

PEMILIHAN BAHAN
OVER SIZE

§ Condition Of Stockpiled Material


NO CEK § Gradation
§ Segregation

YES

PENGENDALIAN KADAR AIR


LEVELLING & PEMADATAN

NO § Density Test
CEK § Finished Level
§ Compacted Thickness

SELESAI
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

BAGAN ALIR KENDALI MUTU


PEKERJAAN PELAPISAN ULANG (OVERLAY)
Cross Section Elevation
Proof Rolling

PEMBERSIHAN AREA PELEBARAN SUBGRADE LEVELLING GALIAN/


START CEK YES
BAHU & SALURAN TIMBUNAN

REKONSTRUKSI/
NO PENGGANTIAN TANAH Elevation Proof
SUBGRADE

GALIAN SALURAN
SUBGRADE
CEK YES
CONSTRUCTION
PERPANJANGAN GORONG-GORONG
KONSTRUKSI INLET/OUTLET RECONSTRUCTION OF
NO
SUBGRADE

Cross Section Elevation


Spot Defects
Proof Rolling Density
BASE COURSE CONSTRUCTION
§ Granular base CEK YES PRIME COAT 3 DAYS CEK YES
§ Soil Cement Base

RECONSTRUCTION OF PERBAIKAN BASE COURSE


NO NO
BASE COURSE DAN PRIME COAT

Cross Section Width, Thickness, Density


Spot Defect
Thickness, Density
SALURAN SELESAI

ATB CEK 7-10 DAYS CEK YES TACK COAT AC CEK FINISH
YES YES

BAGAN ALIR KENDALI MUTU


KONSTRUKSI BAHU

NO
REKONSTRUKSI/
PEKERJAAN
NO DRAINASE
REKONSTRUKSI
NO
REKONSTRUKSI/
PERBAIKAN ATB SETEMPAT AC REPAIR

CEK
PERBAIKAN KERUSAKAN LEVELLING ATB DAN
PRIME / TACK COAT
EKSISTING PAVEMENT PERBAIKAN
Width, Thickness, Density
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

START

BAHAN BAHAN BAHAN


ALAM PABRIK BETON

Mortar/
Tanah Agregat Material Porous Pipa Porous Filter Plastik Baja Tulangan
Beton Semen

§ Gradasi § Gradasi Diameter § Kekuatan Tekan/Tarik


Diameter Pipa
§ Berat Jenis § Atterberg Bukaan § Slump
§ Proctor § Proporsi Materal
§ Berat Jenis

Pedoman Mutu/Jenis
Material/Campuran

Pelaksanaan
Konstruksi
§ Kepadatan Urugan
§ Kuat Tekan Beton/Mortar
§ Pengujian Berkala Lain

Perhitungan Volume

SELESAI
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

PELAKSANAAN PEKERJAAN PENGHAMPARAN &


PEMADATAN PADA PERKERASAN LENTUR

PENGHAMPARAN LAPIS RESAP PENGIKAT (PRIME COAT) & LAPIS PENGIKAT (TACK COAT)
DENGAN ASPHALT SPRAYER

PENGHAMPARAN DAN PEMADATAN LAPIS BASE & SURFACE (AC-BC, AC-WC)


Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

GAMBAR TIPIKAL PERKERASAN LENTUR &


FLOW CHART PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR
START

· Motor Grader
SUB GRADE · Vibro Roller
ASPHALT CONCRETE WEARING
COURSE (AC-WC)
· Motor Grader
ASPHALT CONCRETE BINDER AGREGAT BASE B · Water Tank Truck
· Vibro Roller
COURSE (AC-BC)
TACK COAT
· Motor Grader
PRIME COAT ASPHALT TREATED BASE AGREGAT BASE A · Water Tank Truck
· Vibro Roller

· Compressor
PRIME COAT · Asphalt Spayer

· Dump Truck
· Asphalt Finisher
ATB · Tandem Roller
· Tire Roller

· Compressor
TACK COAT · Asphalt Spayer

· Dump Truck
AGREGAT BASE A · Asphalt Finisher
AC - BC · Tandem Roller
· Tire Roller

AGREGAT BASE B · Compressor


TACK COAT · Asphalt Spayer

· Dump Truck
SUBGRADE · Asphalt Finisher
AC - WC · Tandem Roller
· Tire Roller

FINISH
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

CROSS SECTION
FLOW CHART PROSEDUR PENGAWASAN PEKERJAAN ELEVATION ELEVATION PROOF
PROOF ROLLING
PELEBARAN DAN PELAPISAN ULANG

START CLEARING OF WIDENING PORTION LEVELING OF SUBGRADE BY Yes SUB BASE Yes
CHECK CHECK
SHOULDER & SIDE DITCH AREAS EXCAVATION/EMBANKMENT CONSTRUCTION

No No
RECONSTRUCTION REPLACEMENT RECONSTRUCTION
OF SOIL OF SUBBASE

SIDE DITCH
EXCAVATION

EXTENSION OF CULVERT INLET/


OUTLET CONSTRUCTION

EXTENSION OF CULVERT INLET/


OUTLET CONSTRUCTION SPOT DEFECT

BASE COURSE CONSTRUCTION


- Granular Base Yes 3 Days Yes
CHECK CHECK
- Soil Cement Base PRIME COAT

No No
RECONSTRUCTION OF REPAIR OF BASE COURSE
BASE COURSE AND PRIME COAT

WIDTH THICKNESS
CROSS SECTION SPOT DEFECTS DENSITY

FINISHED OF
SIDE DITCH

Yes 7 - 10 Days Yes Yes


ATB CHECK CHECK TAKE COAT ATB CHECK

SHOULDER
CONSTRUCTION
No No
RECONSTRUCTION OF SPOT No
REPAIR ATB RECONSTRUCTION RECONSTRUCTION OF
REPAIR ATB END

REPAIR OF SPOT DEFECT ON PRIME TACK ATB LEVELLING AND WIDTH THICKNESS Yes
EXISTING PAVEMENT COAT STRENGTHENING DENSITY CHECK

No

RECONSTRUCTION OF
SHOULDER
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

FLOW CHART PROSEDUR PENGAWASAN PEKERJAAN


AGGREGATE BASE CLASS C, CLASS B, DAN CLASS A

COMPLETION OF APPROVAL OF MATERIAL JMF


SUBGRADE (Standar Test)

1. Function of temporary drainage


No CHECK I 2. Surface condition of subgrade

TRAFFIC CONTROL Yes


FACILITIES
1. Providing traffic control facilities or not

No CHECK II

STOCKPILED Yes
MATERIAL QUALITY
1. Condition of stockpiled material
2. Gradation
No CHECK III

Yes

HAVLING AND
SPREADING MATERIAL

TRAFFIC CONTROL 1. Over size stone & other objectionable material


FACILITIES 2. Spreading thickness refering to trial compaction
3. Segregation
No CHECK IV

Yes

ADJUSTING WATER CONTENT,


LEVELLING & COMPACTION

TRAFFIC CONTROL Yes 1. Density test on full depth


FACILITIES 2. Finished level
3. Compacted thickness
No CHECK V

Yes

END
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

FLOW CHART PROSEDUR PENGAWASAN PEKERJAAN


STATION EARTHWORKS SHOULDER ZONE

COMPLETION OF COMPLETION OF CONSTRUCTION


REINSTATEMENT OF DRAWINGS, PLAN & PROFILE
EXISTING PAVEMENT AND CROSS SECTION

INSTRUCTION
PAVEMENT SCHEDULE

COMPLETION OF
CROSS SECTION
DESIGN DRAWINGS

No CHECK I

Yes

CLEARING & GRUBBING


AND DEMOLTION

COMPACTION OF APPROVAL OF MATERIAL


EMBANKMENT FOR EMBANKMENT EXCAVATION
FOUNDATION

No CHECK II

SUBGRADE
Yes PREPARATION

EMBANKMENT,
SPREADING LEVELLING &
COMPACTION CHECK IV No

3. Density
4. Compaction thickness
No CHECK III
1. Density
Yes
2. CBR
Yes
3. Disposal of material

END
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

FLOW CHART PROSEDUR PENGAWASAN PEKERJAAN


STATION EARTHWORKS DITCH ZONE

COMPLETION OF CONSTRUCTION DRAWING, PLAN & PROFILE


AND CROSS SECTION

INSTRUCTION OF INSTRUCTION OF
PAVEMENT SCHEDULE DRAINAGE SCHEDULE

COMPLETION OF
CROSS SECTION
DESIGN DRAWINGS

No CHECK I

Yes

CLEARING & GRUBBING


AND DEMOLTION

COMPACTION OF APPROVAL OF MATERIAL


EMBANKMENT FOR EMBANKMENT EXCAVATION
FOUNDATION

No CHECK II
SHAPING OF SIDE DITCH

Yes

CHECK V No

EMBANKMENT,
SPREADING LEVELLING &
COMPACTION

5. Density SUBGRADE
No CHECK III 6. Compaction thickness PREPARATION
Yes

Yes CHECK IV No

4. Density
Yes
5. CBR
6. Disposal of
material

END
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

START

FLOW CHART PENGAJUAN DANA PEMBAYARAN


PENGAJUAN PEMBAYARAN
OLEH KONTRAKTOR

DATA PELENGKAP (Back up data)

- Tanggal
- Station
- Lokasi
- Volume
- Material
- Alat
- Gambar
- dll.

CHECK DATA PELENGKAP

PENGUKURAN BERSAMA (A)

REVISI /
No PERHITUNGAN
MELENGKAPI DATA
PENCETAKAN

Yes

REVISI PENGAJUAN

PENGECEKAN
No BERDASARKAN
SPESIFIKASI DAN
GAMBAR RENCANA

Yes

CHECK TERHADAP DAFTAR


KUANTITAS & HARGA (B)

BACK UP DATA KUMULATIVE VOLUME YANG


MONTHLY TELAH SELESAI DIBAYAR
CERTIFICATE (B) – (A) = (V)

MENYIAPKAN
MONTHLY SERTIFICATE (MC)

No
PERSETUJUAN

Yes

PEMBAYARAN KONTRAKTOR
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

FLOW CHART PROSEDUR PERUBAHAN KONTRAK (CCO)

PERINTAH PERUBAHAN

ITEM BARU Yes

No

PERUBAHAN
No
ADA No
HARGA SATUAN TENDER NEGOSIASI
KARAKTER
?
? Yes
Yes

COCOK No

Yes

VALUASI D / VALUASI D /
HARGA SATUAN TENDER HARGA SATUAN BARU
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

FLOW CHART PROSEDUR PERPANJANGAN WAKTU

KETERLAMBATAN KUASA BANGUNAN

BERALASAN Yes HAK KONTRAKTOR DIBERIKAN Yes


PERPANJANGAN WAKTU
UNTUK PERPANJANGAN
? WAKTU ?

No No

KOMPENSASI No
PERPANJANGAN WAKTU
TIDAK ADA TIDAK ADA
PERPANJANGAN WAKTU PERPANJANGAN WAKTU
? TIDAK ADA BIAYA
4
KOMPENSASI
AKSELERASI BIAYA Yes
1
KONTRAKTOR

TIDAK ADA PERPANJANGAN WAKTU


PERPANJANGAN WAKTU No
KOMPENSASI
ADA BIAYA KOMPENSASI
5
AKSELERASI BIAYA ?
KUASA BANGUNAN 2
Yes

TIDAK ADA
PERPANJANGAN WAKTU

AKSELERASI BIAYA
KUASA BANGUNAN + 3
BIAYA KOMPENSASI
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab 7
RENCANA KERJA

Tim Supervisi yang dipimpin oleh Team Leader dan staff lainnya akan
secara continue melaksanakan supervisi atas pekerjaan-pekerjaan yang
dilaksanakan oleh kontraktor di mana seluruh pekerjaan ini harus sesuai
dengan yang disyaratkan dalam Dokumen Kontrak Pekerjaan Fisik.
Supervisi ini meliputi pekerjaan-pekerjaan seperti :

I. Persiapan / Tahap Pra Pelaksanaan


II. Tahap Mobilisasi
III. Tahap Pelaksanaan

a) Persiapan / Tahap Pra Pelaksanaan


 Mempelajari data dan dokumen
 Review dan evaluasi pengendalian mutu
 Review jadwal pengerahan peralatan kontraktor
 Review daftar personil kontraktor
 Review rencana penggunaan sub kontraktor
 Review kebijakan asuransi kontraktor
 Review rencana kerja kontraktor
 Review design dan rekayasa lapangan

b) Tahap Mobilisasi
 Pengawasan pekerjaan persiapan kontraktor
 Gambar kerja
 Stake Out
 Data Boring / Sondir
 Lain - lain
 Persiapan peralatan kontraktor
 Persiapan material untuk pelaksanaan

c) Tahap Pelaksanaan secara umum meliputi :


c.1 Pengendalian Mutu
(a) Pemeriksaan pematokan dan referensi pengukuran topografi
(b) Pengujian bahan
 Penyiapan schedule
 Jenis pengujian
 Cakupan pengujian antara lain :
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

 Beton
 Aspal / perkerasan jalan
 Tanah
(c) Pengawasan pekerjaan
 Kesesuaian hasil pelaksanaan dan spesifikasi yang
disyaratkan
 Pemberitahuan secara tertulis kepada kontraktor untuk
melaksanakan perbaikan yang diperlukan
 Usaha untuk membantu kontraktor memperbaiki
kesalahan yang dibuat
 Efisiensi biaya dan waktu yang digunakan sebaik
mungkin
 Penyiapan laporan harian dibuat oleh inspector
 Pengawasan konsultan agar jumlah buruh dan kualitas
buruh serta peralatan yang memadai digunakan dalam
pelaksanaan pelayanan
 Pemeriksaan berkala peralatan kontraktor dan memberi
informasi kepada kontraktor tentang kekurangan,
kerusakan dan perbaikan yang harus dilakukan (agar
peralatan dapat berfungsi dengan baik).
 Pengecekan hasil produksi terhadap jadwal yang diajukan
kontraktor agar sejalan dengan jadwal yang
direncanakan.
 Pengecekan bahan / material yang akan digunakan serta
jaminan penyimpanan yang baik agar mutu dan volume
tetap terjaga.
 Penyiapan instruksi mengenai metode penyimpanan
material bila terdapat penyimpangan
 Pengecekan volume bahan / material agar supply
material tetap terjaga dan tidak terjadi kelambatan
 Penyiapan laporan bulanan berisi ringkasan hasil yang
diperoleh dari pengawasan pelaksanaan pekerjaan
 Jika ada masalah – masalah khusus yang akan muncul
maka Bina Marga akan diberi informasi melalui surat,
laporan atau rapat (berupa rincian permasalahan dan
langkah penyelesaiannya)

(d) Pemeriksaan hasil pekerjaan (persetujuan atau penolakan


hasil pekerjaan)
 Pemeriksaan untuk menerima hasil pekerjaan secara
tepat pada setiap bagian – bagian pekerjaan yang telah
selesai.
 Jika hasil pekerjaan tidak dapat diterima dan tidak
sesuai dengan spesifikasi oleh sebab yaitu :
 Hasil pelaksanaan yang buruk
 Pemakaian bahan – bahan yang rusak
 Sebab – sebab lain
Maka pihak konsultan akan memberi catatan penolakan
secara tertulis serta alasan – alasan penolakan.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

c.2 Pengendalian Kuantitas


(a) Pengolahan data pembiayaan proyek
 Menggunakan bantuan sistem mikro komputer dengan
keuntungan sebagai berikut :
 Mempercepat proses perhitungan / analisa serta
pelaporan
 Mempertinggi tingkat ketelitian / perhitungan
 Mempermudah proses perhitungan / analisa dan
pelaporan bila ada perubahan.

(b) Ketepatan waktu pembayaran kepada kontraktor


 Pemeriksaan dan penentuan pengukuran material yang
diterima sesuai ketentuan dokumen kontrak
 Pemeriksaan secara cepat dan teliti pengukuran hasil
pelaksanaan yang disiapkan dan diajukan kontraktor
 Penyiapan sertifikat pembayaran bulanan atas pekerjaan
yang telah selesai dan disetujui
 Jumlah pembayaran secara bertahap akan dihitung
sesuai harga satuan dan jumlah pekerjaan yang sudah
disetujui oleh konsultan
 Penandatanganan sertifikat bulanan oleh wakil dari
konsultan dan kontraktor

(c) Pemeriksaan jumlah material sisa dan pengukuran biaya


secara berkala
 Evaluasi dan pemeriksaan secara berkala pekerjaan sisa
untuk membuat perkiraan biaya untuk semua pekerjaan
yang masih akan dilaksanakan
 Menginformasikan secara berkala dan berkesinambungan
kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Provinsi Banten Provinsi Banten
 Penyiapan jadwal pembayaran berdasarkan kemajuan
pekerjaan yang diperkirakan dan diperbaharui secara
berkala sejalan kemajuan pekerjaan sebenarnya serta
setiap perubahan jadwal pekerjaan.

(d) Pekerjaan tambah kurang (CCO / Change Contract Order)


 Penyiapan kemungkinan timbulnya perubahan instruksi
yang timbul dalam masa pelaksanaan pekerjaan
 Penyiapan langkah untuk melakukan perubahan :
 Konsultan memberi catatan kepada Pemimpin Proyek
/ Pemimpin Bagian Proyek
 Membuat studi dan data penunjang yang disiapkan
seperti :
 Pengajuan (studi dan data penunjang) kepada
Pemimpin Proyek / Pemimpin Bagian Proyek untuk
direview dan disetujui.
 Konsultan menyiapkan perintah perubahan termasuk
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

:
 Dasar perkiraaan biaya sesuai dokumen kontrak. Bila
tidak termuat, konsultan akan merekomendasikan
harga baru
8
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab
JADWAL PELAKSANAAN
PEKERJAAN

Tim Supervisi sebagai suatu Tim atau badan yang secara konstruktuil
dengan hubungan-hubungan adminstratif dan yuridis, merupakan pihak
yang ditunjuk untuk dan atas nama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Provinsi Banten untuk melaksanakan supervisi / pengawasan atas
pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh Kontraktor.

Jadwal pelaksanaan untuk masing-masing paket pekerjaan selama 7


(tujuh) bulan atau 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender adalah
sebagai berikut :

NO. NAMA RUAS JALAN

1. Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang


- Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan selengkapnya sesuai dengan lampiran


berikut :
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pekerjaan : Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)
Sumber Dana : APBD Tahun anggaran 2018
Tahun Anggaran : 2018
Waktu Pelaksanaan : 210 Hari Kalender

BULAN KE-
NO. KEGIATAN KET
Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 Bulan 6 Bulan 7

1 Persiapan

2 Pemeriksaan dan Pengumpulan Data

3 Survey Awal

4 Pengawasan Teknis

5 Pengawasan Administrasi

6 Sistem Pelaporan

1. Laporan Mingguan

2. Laporan Bulanan

3. Ast Built Drawing

4. Laporan Akhir Pengawasan

5. Dokumentasi Pengawasan
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab 9
TENAGA AHLI DAN
TANGGUNG JAWABNYA

9.1. Umum
Didalam pelaksanaan “Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas
Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000), Tahun
Anggara 2018 ”, PT. LINGGA LAYUNG MEGA MAKMUR akan
membentuk organisasi Tim Supervisi dengan personil Tim seperti
diuraikan didalam Bab IX ini. Selain itu diuraikan juga dari Tim
Supervisi, tugas dari masing-masing Tenaga Inti serta Jadwal
Penugasan Personil.

9.2. Rincian Tugas dan Tanggung Jawab Personil


Tim Pengawas Teknis Lapangan akan diketuai oleh Team Leader
dan akan mewakili Konsultan didalam melaksanakan tugasnya
dilapangan (Site) maupun pekerjaan Administrasi (Kantor).
Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini
adalah :

A. TENAGA AHLI
TENAGA AHLI SIPIL TRANSPORTASI /TEAM LEADER;
a.Memiliki Ijazah S1 Sarjana Teknik Sipil berkualifikasi
minimal Ahli Muda.
b. Mempunyai SKA sesuai bidang yang masih berlaku
minimal (Ahli Muda Teknik Jalan (202));
c. Berpengalaman S1 minimal 2 (dua) tahun dalam bidang
pengawasan pembangunan/peningkatan/rehabilitasi
jalan yang dibuktikan dengan Curriculum Vitae yang
diketahui oleh perusahaan tempatnya bekerja dan
dilampiri Surat Keterangan Pekerjaan Terkhir (Referensi)
dari Pengguna Jasa sebelumnya;
d. Memiliki KTP, dan NPWP serta dilengkapi dengan
bukti penyelesaian kewajiban pajak tahun terakhir.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Tugas dan Tanggung jawab Team Leadder akan mencakup tapi tidak
terbatas hal-hal sebagai berikut;
1. Menjamin semua isi dalam kerangka acuan kerja tugas ini
akan dipenuhi dengan baik dan maksimal sehubungan dengan pela
ksanaan pekerjaan.
2. Berkoordinasi dan memberikan petunjuk kepada staff
personil dibawahnya dalam melaksanakan pekerjaan
pengawasan teknis segera setelah kontrak fisik ditandatangani.
3. Bertanggung jawab dalam menerapkan dan melaksanakan
petunjuk‐petunjuk dan persyaratan yang telah ditentukan sehubun
gan dengan:
- spesifikasi teknis pelaksanaan pembangunan jalan
sesuai dalam kontrak.
- Inspeksi pekerjaan yang teratur ke lapangan
untuk melakukan monitoring kondisi pekerjaan
serta melakukan perbaikan‐perbaikan apabila
diperlukan agar pekerjaan dapat direalisasikan
sesuai dengan ketentuan.
- Metode pelaksanaan untuk setiap jenis pekerjaan
yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
- Metode pengendalian mutu yang benar sesuai
dengan prosedur/ketentuan yang berlaku.
- Metode pengukuran volome pekerjaan yang benar
sesuai dengan pasal‐pasal tentang cara
pengukuran dan pembayaran dalam spesifikasi.
- Mewujudkan Rincian teknis yang benar dan teliti
sesuai spesifikasi teknis yang berlaku bilaterjadi
perubahan rincian
teknis yang mendesak dapat diadakan perubahan pela
ksanaan pekerjaan.
4. Membuat pernyataan penerimaan (“Acceptance”) atau
penolakan (“Rejection”) atas material dan produk pekerja
an.
5. Melakukan pemantauan dangan cermat atas prestasi
kontraktor dan segera melaporkan kepada Pemimpin
Pelaksana Kegiatan apabila pekerjaan mengalami
keterlambatan dari schedule rencana sehingga
diperlukan atau tidaknya untuk Show Cause Meeting.
6. Melakukan pengecekan secara cermat semua
pengukuran hasil
pekerjaan dan secara khusus harus ikut serta dalam pro
ses pengukuran akhir pekerjaan.
7. Penyusunan laporan bulanan tentang kemajuan fisik
dan financial,
serta menyerahkan kepada Pengguan Anggaran/Pemimpi
n Pelaksana.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

8. Menyusun “Justifikasi Teknis” termasuk gambar dan


perhitungannya
sehubungan dengan usulan perubahan kontrak.
9. Memeriksa dan menandatangani gambar kerja
(“Shop Drawing”) yang diajukan kontraktor sesudah
rekayasa lapangan (“Field Engineering”)
atau sebelum pekerjaan dilaksanakan.
10.Memeriksa dan menandatangani dokumen
pembayaran bulanan (“Monthly Certificate”)
11. Memeriksa dan menandatangani dokumen‐dokumen
tentang pengendalian mutu dan volume pekerjaan.
12. Membantu Pengguna Anggaran/Pemimpin Pelaksana
dalam penyelesaian masalah/kendala pekerjaan baik dar
i
segi teknis maupun administrasi.
13.Bekerja sama dengan Instansi Dinas yang
bersangkutan sehubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan.
14. Bertanggung jawab atas seluruh tugas‐tugas
pekerjaan Engineers dan Supporting Staf dari tenaga
konsultan yang ditugaskan di lapangan
sesuai yang tercantum dalam Kontrak Konsultan.
15.Site Engineerbertanggung jawab atas pengendalian
seluruh pelaksanaan pengawasan pekerjaan
berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang
telah ditentukan dalam dokumen kontrak.
16. Site Engineerbeserta stafnya berkedudukan ditempat
yang berdekatan dengan pekerjaan yang menjadi
tanggung jawabnya dan atau ditempat yang akan
ditentukan lain oleh Pemimpin
Pelaksana KegiatanPengawasan Pembangunan dan Peme
liharaan Infrastruktur Kebinamagaan.

Dalam melaksanakan tugas‐tugasnya Site Engineer bertanggung jawab


sepenuhnya kepada Pejabat Pembuat Komitmen

B. TENAGA SUB PROFESIONAL STAF


I. Inspector (Sub Profesional Staff);
a. Memiliki Ijazah S1 Teknik Sipil atau D3 Teknik Sipil;
b. Mempunyai SKA/Serifikat ahli muda bidang jalan
(202) yang dikeluarkan oleh organisasi profesisesuai
bidang yang masih berlaku;
c. S1 Sarjana Teknik Sipil berpengalaman 1 (satu)
Tahun / D3 Teknik Sipil berpengalaman 3 (tiga) Tahun
dalam bidang pengawasan Jalan khususnya di bidang
pengawasan pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan
yang dibuktikan dengan Curriculum Vitae yang
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

diketahui oleh perusahaan tempatnya bekerja dan


dilampiri Surat Keterangan Pekerjaan Terakhir
(Referensi) dari Pengguna Jasa sebelumnya;
d. Memiliki KTP, dan NPWP serta dilengkapi dengan
bukti penyelesaian kewajiban pajak tahun terakhir.

Tugas dan tanggung jawab Suprvisor akan mencakup hal‐hal sebagai be


rikut :
1. Melaksanakan Perencanaan harian agar pelaksanaan
pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor sesuai
dengan desain yang
ditentukan dan mengikuti petunjuk teknis sesuai spesifi
kasi yang tercantum dalam dokumen kontrak.
2.Memeriksadan mengukur volume bahan dan pekerjaan ya
ng dihasilkanoleh Kontraktor untuk dipakai sebagai dasa
r pembuatan pembayaran bulanan dan menyiapkan
data terperinci serta rekomendasi teknis bilamana
ada perbedaan volume pekerjaan dalam kontrak.
3. Melaporkan segera kepada Site Engineer apabila
ternyata pelaksanaan pekerjaan akan mengakibatkan
terlampauinya volume pekerjaan
yang tercantum dalam dokumen kontrak.
4. Membuat catatan lengkap tentang pembayaran
kepada Kontraktor
sehingga tidak terjadi pembayaran berganda atau pemba
yaran lebih.
5. Memahami dan menguasai pasal‐pasal dalam
spesifikasi tentang tata cara pengukuran dan
pembayaran pekerjaan sehingga pembayaran
kepada kontraktor betul‐betul sesuai dengan ketentuan.
6. Mengawasi dan membuat pengendalian pelaksanaan
pekerjaan yang didasarkan kepada system
pembayaran “Day Work” serta
membuat dan menghimpun semua data sehubungan den
gan pengendalian pekerjaan.
7. Memantau kemajuan fisik serta memeriksa semua
gambar terlaksana
(“As Built Drawing”) yang dibuat oleh kontraktor.
8. Membantu Site Engineer dalam menyiapkan data untuk
“Final Payment”.
9.Inspector bertanggung jawab atas
pengendalian kegiatan yang berhubungan dengan
aspek desain, pengukuran volume bahan dan
pekerjaan sebagai dasar pembayaran prestasi
pekerjaan yang
dilaksanakan oleh kontraktorberdasarkan ketentuan dal
am Dokumen Kontrak.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

10.
Tanggung jawab utama Quality Control adalah pengen
dalian terhadap
mutu bahan dan pekrjaan yang dilaksanakan oleh Kontr
aktor berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang telah
ditentukan dalam Dokumen Kontrak;
11.
Quality Control harus memahami benar metode test la
boratorium dan
lapangan yang disyaratkan dalam Dokumen Kontrak.
12.
Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Site Engi
neer, agar site
Engineer selalu mendapat informasi yang diperlukan seh
ubungan
dengan pengendalian mutu.
13.
Melakukan pengawasan setiap hari semua kegiatan pe
meriksaan
mutu bahan dan pekerjaan, serta segera memberikan lap
oran kepada Site Engineer setiap permasalahan yang tim
bul sehunbungan dengan pengendalian mutu bahan dan
pekerjaan.
14.
Melakukan analisa semua hasil test, termasuk usulan
komposisi
campuran (Job Mix Formula), baik untuk pekerjaan aspa
l, soil cement, agrregrat dan beton, serta memberikan rek
omendasi dan justifikasi teknis atas persetujuan dan pen
olakan ususlan tersebut.
15.
Menyerahkan kepada Site Engineer himpunan data bu
lanan
pengendalian mutu. Himpunan data harus mencakup se
mua data test
laboratorium dan lapangan secara jelas dan terperinci.
16.
Memberi petunjuk kepada staf kontraktor, agar semua
teknisi
laboratorium dan staf pengendali mutu mengenal dan me
mahami
semua prosedur dan data cara pelaksanaan test sesuai d
engan yang tercantum dalam spesifikasi.
17. Tanggung jawab utama Quantity Engineer adalah
pengendalian terhadap kuantitas bahan dan
pekerjaan yang dilaksanakan oleh
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Kontraktor berdasarkan ketentuan dan persyaratan


yang telah ditentukan dalam Dokumen Kontrak;
18. Quantity Engineer harus memahami benar metode
pemgukuran kuantitas pekerjaan yang benar sesuai
dengan pasal‐pasal tentang
cara pengukuran dan pembayaran dalam spsefikasiyang
disyaratkan dalam Dokumen Kontrak
19.
Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Site Engi
neer, serta
berupa agar Site Engineer selalu mendapat informasi yan
g diperlukan sehubungan dengan pengendalian mutu
20.Melakukan pengawasan dan pemantauan ketat atas peng
aturan personil dan peralatan kontraktor agar
pelaksanaan pekerjaan selalu didukung tersedianya
tenaga dan peralatan pengendalian mutu sesuai
dengan dalam Dokumen Kontrak.
21. Melakukan pengawasan dan pemantauan atas
pengaturan dan
pengadaan Stone Crusher dan Asphalt Mixing Plant atau
peralatan lain yang diperlukan
22.
Menyerahkan kepada Site Engineer himpunan data bu
lanan
pengendalian kuantitas pekerjaan, Himpunan data harus
mencakup semua data lapangan secara jelas dan terperi
nci.
23.
Membuat catatan harian tentang pembayaran kepada
Kontraktor
sehingga tidak terjadi pembayaran berganda atau pemba
yaran
berlebih
24.
Surveyor bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiata
n yang
berhubungan dengan pengukuran dan pelaksanaan peke
rjaan sesuai gambar desain.
25. Membantu Site Engineer dalam kegiatan survey /
pengukuran diantaranya pengukuran topografi
lapangan dan melakukan penyusunan
dan penggambaran data‐data lapangan
26. Mengawasi survei lapangan yang dilakukan
kontraktor untuk
memastikan pengukuran dilaksanakanInspector bertang
gung jawab
kepada Site Engineer.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Inspector bertanggung jawab daam pengendalian kegiatan


yang berhubungan dengan spek design, pengukuran volume
bahan dan pekerjaan sebagai bahan pembayaran pestasi
pekerjaan dan pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor
berdasarkan ketentuan dalam Dokumen Kontrak
Dalam melaksanakan tugasnya Inspector bertanggung jawab
kepada Team Leader.

II. Quality Control dan Quantity Engineer (Sub


Profesional Staff),
a. Memiliki Ijazah S1 Teknik Sipil atau D3 Teknik Sipil;
b. Berpengalaman dalam bidang pengawasan jalan
khususnya di bidang teknik pelaksanaan pengawasan
pekerjaan pembangunan jalan yang dibuktikan
dengan Curriculum Vitae yang diketahui oleh
perusahaan tempatnya bekerja dan dilampiri Surat
Keterangan Pekerjaan Terakhir (Referensi) dari
Pengguna Jasa sebelumnya;
c. S1 Teknik Sipil pengalaman 1 Tahun atau D3 Teknik
Sipil Pengalaman 3 Tahun
d. Memiliki KTP, dan NPWP serta dilengkapi dengan
bukti penyelesaian kewajiban pajak tahun terakhir.

Tugas dan tanggung jawab Quality Control dan Quantity Engineer


akan mencakup hal-hal sebagai berikut :
1. Tanggung jawab utama Quality Control adalah
pengendalian terhadap mutu bahan dan pekerjaan
yang dilaksanakan oleh Kontraktor berdasarkan
ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan
dalam Dokumen Kontrak;
2. Quality Control harus memahami benar metode test
laboratorium dan lapangan yang disyaratkan dalam
Dokumen Kontrak.
3. Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Site
Engineer, agar site Engineer selalu mendapat
informasi yang diperlukan sehubungan dengan
pengendalian mutu.
4. Melakukan pengawasan setiap hari semua kegiatan
pemeriksaan mutu bahan dan pekerjaan, serta segera
memberikan laporan kepada Site Engineer setiap
permasalahan yang timbul sehunbungan dengan
pengendalian mutu bahan dan pekerjaan.
5. Melakukan analisa semua hasil test, termasuk usulan
komposisi campuran (Job Mix Formula), baik untuk
pekerjaan aspal, soil cement, agrregrat dan beton,
serta memberikan rekomendasi dan justifikasi teknis
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

atas persetujuan dan penolakan ususlan tersebut.

6. Menyerahkan kepada Team Leader himpunan data


bulanan pengendalian mutu. Himpunan data harus
mencakup semua data test laboratorium dan lapangan
secara jelas dan terperinci.
7. Memberi petunjuk kepada staf kontraktor, agar semua
teknisi laboratorium dan staf pengendali mutu
mengenal dan memahami semua prosedur dan data
cara pelaksanaan test sesuai dengan yang tercantum
dalam spesifikasi.
8. Tanggung jawab utama Quantity Engineer adalah
pengendalian terhadap kuantitas bahan dan pekerjaan
yang dilaksanakan oleh Kontraktor berdasarkan
ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan
dalam Dokumen Kontrak;
9. Quantity Engineer harus memahami benar metode
pemgukuran kuantitas pekerjaan yang benar sesuai
dengan pasal-pasal tentang cara pengukuran dan
pembayaran dalam spsefikasiyang disyaratkan dalam
Dokumen Kontrak
10. Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Site
Engineer, serta berupa agar Site Engineer selalu me
mendapat informasi yang diperlukan sehubungan
dengan pengendalian mutu
11. Melakukan pengawasan dan pemantauan ketat atas
pengaturan personil dan peralatan kontraktor agar
pelaksanaan pekerjaan selalu didukung tersedianya
tenaga dan peralatan pengendalian mutu sesuai
dengan dalam Dokumen Kontrak.
12. Melakukan pengawasan dan pemantauan atas
pengaturan dan pengadaan Stone Crusher dan
Asphalt Mixing Plant atau peralatan lain yang
diperlukan
13. Menyerahkan kepada Team Leader himpunan data
bulanan pengendalian kuantitas pekerjaan, Himpunan
data harus mencakup semua data lapangan secara
jelas dan terperinci.
14. Membuat catatan harian tentang pembayaran kepada
Kontraktor sehingga tidak terjadi pembayaran
berganda atau pembayaran berlebih

Quality dan Quantity Engineer bertanggung jawab atas


pengendalian kegiatan yang berhubungan dengan
pengukuran volume bahan dan pekerjaan sebagai dasar
pembayaran prestasi pekerjaan yang dilaksanakan oleh
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Kontraktor berdasarkan ketentuan dalam Dokumen


kontrak
Dalam melaksanakan tugasnya Quantity Engineer
bertanggung jawab kepada Team Leader

3. TENAGA PENDUKUNG
CAD/Computer (Sub Profesional Staff),:
a. Memiliki Ijazah D3 Teknik Informatika atau Sipil;
b. Berpengalaman dalam bidang gambar-gambar
teknik sipil khususnya konstruksi jalan dan
jembatan. Dapat bekerja dengan cepat dengan
tingkat ketelitian yang tinggi serta dapat
mengoperasikan program AutoCad (CAD
Profesional);
c. D3 Teknik Informatika/Sipil diutamakan
berpengalaman 3 Tahun
d. Memiliki KTP, dan NPWP.
Tugas dan tanggungjawab mencakup hal – hal sebagai
berikut :
- Membantu team konsultan dalam melaksanakan tugas
dan tanggung
jawabnya
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN (DAFTAR PERSONIL)

TENAGA AHLI
Tenaga Jumlah
Lingkup
Nama Personil Perusahaan Ahli Posisi Diusulkan Uraian Pekerjaan Orang
Keahlian
Lokal/Asing Bulan
Sipil - Merencanakan, Mengkoordinasi
PT. Lingga
Transportasi- dan mengendalikan semua
Robbi Ali Suton,ST Layung Mega Lokal Team Leader 7
Ahli Jalan- kegiatan dan personil yang
Makmur
Madya terlibat dalam Pekerjaan
TENAGA SUPROFESIONAL STAF
PT. Lingga Sipil
Layung Mega Transportasi- - Melakukan pengawasan dan
Ir. Sarwanta Lokal Inspector 7
Makmur Ahli Jalan- pemantauan ketat terhadap
Madya semua kegiatan
PT. Lingga Sipil - Melakukan pengawasan setiap
Technician/Quality
Layung Mega Transportasi- hari semua kegiatan
Agus Edwinanto,ST Lokal Quantity 7
Makmur Ahli Jalan- pemeriksaan mutu bahan dan
Engineering
Madya pekerjaan
PT. Lingga Sipil - Melakukan pengawasan setiap
Technician/Quality
Layung Mega Transportasi- hari semua kegiatan
Ahmad Son Haji,SBT Lokal Quantity 7
Makmur Ahli Jalan- pemeriksaan mutu bahan dan
Engineering
Muda pekerjaan
TENAGA PENDUKUNG
PT. Lingga - Membantu Team Leader dalam
R Wanda Apreza Ahli Jalan- Computer
Layung Mega Lokal menyusun laporan dan 4
Putra,ST Muda Operator
Makmur dokumen lainnya
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab 10
JADWAL PENUGASAN
TENAGA AHLI

T im Supervisi sebagai suatu Tim atau badan yang secara konstruktuil dengan
hubungan-hubungan adminstratif dan yuridis, merupakan pihak yang ditunjuk
untuk dan atas nama Pemimpin Pelaksana untuk melaksanakan supervisi /
pengawasan atas pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh Kontraktor.

Jadual penugasan Tenaga Ahli Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut -
Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000) Tahun Anggaran 2018 akan disesuaikan dengan
kegiatan pelaksanaan pekerjaan Fisik dimulai dan setelah mendapat persetujuan / Surat
Tugas Mobilisasi disetujui oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi
Banten . Dan dapat dijadualkan sebagai berikut :
1. Tim Supervisi yang akan dimobilisasikan adalah :
 Team Leader/Ahli Teknik Sipil
 Inspector / Pengawas Lapangan
 Technician/Quality Quantity Engineering
 Operator Komputer

Jadwal Penugasan Personil Tim Supervisi dapat dilihat lampiran Jadwal Penugasan :
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

JADWAL PENUGASAN PERSONIL


Pekerjaan : Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)
Sumber Dana : APBD Tahun anggaran 2018
Tahun Anggaran : 2018
Waktu Pelaksanaan : 210 Hari Kalender

BULAN KE
NO. NAMA PERSONIL/POSISI BULAN KE 1 BULAN KE 2 BULAN KE 3 BULAN KE 4 BULAN KE 5 BULAN KE 6 BULAN KE 7 OB
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 13 14 15 16 13 14 15 16 17 18 19 20
A. TENAGA AHLI
Robbi Ali Suton,ST
1 7,0
Team Leader
B. TENAGA SUB PROFESIONAL STAF
Ir. Sarwanta
2 7,0
Inspector
Agus Edwinanto,ST
3
Technician/Quality Quantity Engineering
Ahmad Son Haji,ST
4 7,0
Technician/Quality Quantity Engineering
C. TENAGA PENDUKUNG
R Wanda Apreza Putra,ST
5 4,0
Computer Operator

Penugasan Penuh ▬ Penugasan Berkala


Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab 11
ORGANISASI PELAKSANAAN
PEKERJAAN

T im Supervisi (Tenaga Ahli) akan berada dan berkantor didekat lokasi pekerjaan
sebagai upaya untuk dapat memonitoring secara langsung dan menerus
mengenai perkembangan dan kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan oleh
kontraktor serta mengupayakan agar segala pekerjaan yang dihasilkan sesuai
dengan persyaratan/spesifikasi yang ada.

Tim Supervisi akan membuat laporan kemajuan dan aktifitas kontraktor sebagai
pelaksana fisik. Pekerjaan-pekerjaan ini juga mencakup hal-hal seperti pembuatan
rekasaya lapangan, Contract Change Order, menganalisa klaim kontraktor,
memeriksa pengajuan sertifikat pembayaran bulanan (Montly Certificate) lengkap
dengan Back Up datanya, serta penyiapan Profesional Hand Over (PHO).

Koordinasi kegiatan Tim Pengawas Lapangan akan dilaksanakan oleh Tim


Supervisi yang dalam hal ini akan diwakili oleh Design Engineer atau Site Engineer
akan bersama-sama dengan Pemimpin Pelaksana yang bersangkutan serta
Kepala Pengguna Anggaran /Kuasa Pengguna Anggaran.

Tim Supervisi sebagai suatu Tim atau badan yang secara konstruktuil dengan
hubungan-hubungan adminstratif dan yuridis, merupakan pihak yang ditunjuk
untuk dan atas nama Pemimpin Pelaksana untuk melaksanakan
supervisi/pengawasan atas pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan
oleh Kontraktor.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

11.2. Hubungan Kerja dan Koordinasi Dengan Kontraktor .


Hubungan koordinasi dengan Kontraktor dilakukan melalui Pemimpin
Pelaksana/Pemimpin Bagian Pelaksana Pekerjaan Fisik. Dalam hubungan ini
Konsultan adalah bertindak sebagai wakil dari Pemimpin Pelaksana / Pemimpin
Bagian Pelaksana atau biasa disebut dengan “Engineer Representative”.
Dalam pelaksanaannya tugas konsultan :
Kearah luar :
a. Menjalin hubungan yang baik dengan Instansi terkait.
b. Memonitoring dan mengadakan pengendalian baik dari mutu, kuantitas,
maupun waktu terhadap pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor,
hingga proyek mencapai sasaran.
Kearah dalam :
Mengadakan koordinasi terhadap stafnya dengan memberikan petunjuk
akan tugas dan kewajibannya hingga pelayanan supervisi mencapai hasil
yang optimal.
Tim pengawasan konsultan terdiri dari Tim Pengawas Lapangan, dimana Design
Engineer/Site Engineer dalam kegiatannya dibantu oleh Professional Staf, Sub-
Professional Staf dan Supporting Staf.
Perodik pertemuan, sedikitnya sekali dalam seminggu diakan bersama-sama
dengan kontraktor dan bilamana perlu dengan Pemimpin Pelaksana/ Pemimpin
Bagian Pelaksana untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja minggu sebelumnya,
serta membuat program kerja minggu berikutnya.

11.3. Struktur Organisasi


Konsultan yang akan terlibat didalam pekerjaan Pengawasan Pembangunan Jalan
Wilayah Selatan Ruas Jalan Cisekeut - Sobang-Tela sta 0+000 s/d 3+000, Tahun
Anggaran 2017 seperti terlihat pada Diagram dibawah ini :
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

STRUKTUR ORGANISASI

Pengawasan Pembangunan Jalan Wilayah Selatan Ruas Jalan Cisekeut - Sobang-Tela sta 0+000 s/d 3+000

DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG


PROVINSI BANTEN

KONTRAKTOR KONSULTAN

TEAM LEADER

TECHNICIAN/QUALITY QUANTITY ENG. INSPECTOR

OPERATOR KOMPUTER
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab 12
PELAPORAN

12.1. Pelaporan (Reporting)

P roduk akhir dari Tim Supervisi adalah berupa laporan-laporan yang akan
memuat segala aspek mengenai pekerjaan, baik pekerjaan Kontraktor
maupun pekerjaan Konsultan. Jenis laporan adalah sebagai berikut :

A. LAPORAN HARIAN, berisi :

Laporan Harian ini merupakan laporan/catatan singkat mengenai aktifitas


kegiatan pekerjaan konstruksi yang memuat diantaranya pekerjaan yang
sedang / sudah dilaksanakan baik aktifitas konstruksi, mobilisasi personil atau
peralatan, logistik bahan material konstruksi, cuaca maupun catatan-catatan
lain yang perlu disampaikan kepada pengguna jasa serta foto-foto
dokumentasi harian.

Penentuan tanggal awal laporan harian berdasarkan Surat Penyerahan


Lapangan (SPL) dari PPK konstruksi kepada Kontraktor.

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah hari


yang dilaporkan tersebut. Laporan sebagaimana tersebut diatas
disampaikan dalam bentuk foto (*.jpg/.png) melalui instant messenger (
Whattsup atau BBM) maupun email.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

B. LAPORAN MINGGUAN, berisi :

Laporan Mingguan ini merupakan laporan rangkuman dari laporan harian


mengenai kemajuan kegiatan Kontraktor, keadaan cuaca, juga
permasalahan yang dialami oleh kontraktor/konsultan bila ada
(menyangkut administrasi, teknik atau keuangan) dan memberikan
rekomendasi atau saran-saran bagaimana menanggulangi/ menyelesaikan
permasalahan tersebut dan memuat rencana kerja minggu berikutnya.
Dalam laporan mingguan ini dilampirkan pula dengan tabel progress pekerjaan
konstruksi.

Laporan harus diserahkan langsung dalam bentuk buku selambat-lambatnya


hari ke-8 (delapan) per minggu sebanyak 3 (tiga) rangkap [1 Asli dan 2 Copy]
perlaporan per minggu dan harus dibuat sedemikian rupa sehingga
Direksi senantiasa mendapat informasi tepat pada waktunya.

Laporan mingguan ini harus disampaikan dalam bentuk / format yang


ditentukan oleh PPK/Direksi Pekerjaan Jasa Konsultansi.

C. LAPORAN BULANAN, berisi :

Laporan Bulanan ini memuat semua data yang didapat tentang


pelaksanaan pekerjaan serta metode pelaksanaannya dan saran-saran
apabila terjadi perubahan penanganan pelaksanaan berikut perhitungan
kembali volume pekerjaan yang tertuang dalam Field Engineering pada
bulan berjalan dan memuat rencana kerja bulan berikutnya.

Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil
kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan, serta hal-hal penting
yang perlu ditonjolkan.Laporan harus diserahkan langsung dalam bentuk buku
selambat-lambatnya hari ke-31 (tiga puluh satu) per bulan sebanyak 5 (lima)
rangkap [1 Asli dan 4 Copy] per laporan per bulan dan harus dibuat
sedemikian rupa sehingga Direksi senantiasa mendapat informasi tepat pada
waktunya.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

D. LAPORAN AKHIR, berisi :

Laporan Akhir memuat rangkuman pelaksanaan kegiatan dan kesimpulan hasil


pekerjaan. Laporan akhir harus dibuat sebelum konsultan mengakhiri
tugasnya, juga harus merangkum tanggapan serta perubahan dalam
pelaksanaan dan berisi rangkuman semua dari laporan bulanan, laporan
teknis, serta laporan lainnya dam dokumentasi atau foto-foto pelaksanaan
pekerjaan pengawasan serta dilengkapi dengan administrasi PHO atau
Dokumen administrasi lainnya yang menyatakan progress pekerjaan
konstruksi telah selesai dilaksanakan.Laporan akhir juga menceritakan
secara ringkas dan jelas mengenai metoda pelaksanaan konstruksi,
realisasi biaya pekerjaan dan perubahan-perubahan kontrak yang terjadi,
lokasi-lokasi sumber material dan hasil pengujian mutu pekerjaan, personil
konsultan dan kontraktor yang terlibat, pelaksanaan pengawasan
konstruksi yang telah dilaksanakan, rekomendasi tentang cara
pemeliharaan dikemudian hari dan segala permasalahan yang
kemungkinan besar akan timbul pada pekerjaan yang baru saja dilaksanakan,
serta saran-saran tentang perbaikan yang perlu dilakukan dan rekomendasi
terhadap pembayaran kepada kontraktor.

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) hari kalender


sebelum masa habis kontrak.

Laporan harus diserahkan sebanyak 5 (lima) buku dengan rincian 1 (satu)


asli dan 4 (empat) copy.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Seluruh laporan dibuat dalam format sebagai berikut :

12.2.1. Kertas

Ukuran : A-4 (21,5 cm X 29,7 cm)

Jenis : Polos-putih, HVS, 80 gram

Pembatas : kertas tipis berwarna (pembatas bab)

12.2.2. Tulisan (huruf)

Jenis tegak, standar, bentuk jelas, huruf cetak dan bukan matrix dot

Spasi 1,5 spasi.

12.2.3. Sampul / Jilid

Bahan : kertas tebal/jenis buffalo/matte paper

Warna : Disesuaikan

Jilid : Hard Cover

Format : Disesuaikan.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab 13
DATA DAN FASILITAS PENDUKUNG

1 PENGERTIAN

Untuk melaksanakan pekerjaan “Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan


Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)” ini, Fasilitas yang akan disediakan
dimaksudkan agar seluruh kegiatan dapat dilaksanakan secara maksimal sehingga
dapat diperoleh hasil sesuai dengan target yang direncanakan.

Penyediaan fasilitas penunjang diperhitungkan atas dasar kebutuhan pekerjaan


yang pada pokoknya didasarkan pada 2 aspek, yaitu jumlah personil pelaksana
pekerjaan dan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan.

Jumlah personil pelaksana pekerjaan adalah sebanyak 4 orang yang terdiri dari 1
orang Tenaga Ahli sebagai Team Leader dan 3 Tenaga Penunjang.

Sedangkan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan oleh personil Konsultan meliputi:

- Kegiatan operasional Proyek yang dilaksanakan di ruang kantor, antara lain


penyusunan hasil pengumpulan dan analisa data, hasil rapat, seminar,
diskusi, administrasi kantor dan lain sebagainya,

- Kegiatan pengumpulan data, literatur dan lain lain, koordinasi dengan


instansi terkait dan Lain lain,

- Pelaksanaan kegiatan pendataan sarana dan prasarana di lokasi proyek


Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

untuk menjadi obyek studi sebagai bahan evaluasi.

- Penyusunan pekerjaan “Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut


- Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)”, rekomendasi, hasil analisa kajian
final.

- Pelaksanaan diskusi validasi data, perumusan dan evaluasi, dan

- Penyusunan Laporan.

2 KEBUTUHAN FASILITAS PENUNJANG

Berdasarkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, fasilitas penunjang yang


diperlukan antara lain adalah :

1. Ruangan Kantor dan Perlengkapan Kantor

Fasilitas ini disediakan Konsultan untuk tempat bekerja seluruh personil


pelaksana pekerjaan, yang terdiri dari sarana berikut :

a. Ruangan Kantor

Bahwa setiap pesonil pelaksana pekerjaan membutuhkan ruang kerja


dan ruang rapat

b. Meja dan Kursi Kerja

Untuk setiap personil akan disediakan satu set meja dan kursi kerja,

c. Meja dan Kursi Rapat

Untuk kebutuhan rapat, baik rapat intern maupun dengan pihak lain
yang dilaksanakan di kantor, akan disediakan 1 set meja dan kursi
rapat.

d. Lemari Kerja

Lemari kerja akan disediakan untuk keperluan penyimpanan


dokumen-dokumen pekerjaan.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

2. Peralatan Kerja Kantor

Peralatan kerja yang akan disewa Konsultan berupa peralatan berikut yang
utamanya bertujuan agar seluruh personil dapat melaksanakan dan
mengembangkan seluruh kegiatan secara maksimal, peralatan tersebut
adalah Laptop, Printer A3 dan Printer A4. Jumlah unit yang diperlukan
adalah sebagai berikut:

a. Laptop : 3 unit

b. Printer A3 : 1 unit

c. Printer A4 : 2 unit

Jumlah ini dimaksudkan untuk mengantisipasi tingkat kesibukan


pemanfaatan- nya, karena sesuai dengan jangka waktu yang terbatas dan
kegiatan pengolahan data serta produk yang dihasilkan dalam pekerjaan ini,
sehingga kegiatan yang memanfaatkan fasilitas ini akan cukup tinggi.

3. Pelaksanaan Forum Diskusi Pemaparan Hasil Kajian

Peralatan yang disediakan untuk kegiatan diskusi adalah Kamera Digital dan
Infocus, masing-masing 1 (satu) unit dengan layar proyeksi. Peralatan ini
diperlukan untuk dokumentasi jalannya forum diskusi, dan untuk peralatan
presentasi agar diskusi dapat dilaksanakan dengan cepat, jelas dan efektif.

4. Presentase Hasil Kegiatan

Sarana yang diperlukan untuk pelaksanaan presentase, atau pemaparan


hasil kegiatan dan laporan Perencanaan “Pengawasan Perbaikan Kondisi
Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)” adalah sarana
berikut yang penyediaannya dimaksudkan agar pemaparan/presentasi dapat
berjalan secara layak sehingga memberikan hasil optimum :

- Kamera

- Infocus termasuk Layar

- Ruang Rapat/pertemuan dengan Pengatur Udara,

- Peralatan Pengeras suara dll.


Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

5. Peralatan Lapangan
Fasilitas pendukung yang akan digunakan pada pekerjaan ini adalah :
a. Alat Ukur : 1 unit
b. GPS : 1 unit
c. Kamera Digital: 1 unit
Untuk mengoptimalkan kegiatan supervisi di lapangan kiranya perlu didukung
dengan Data dan Fasilitas pendukung lainnya.

a. Penyediaan oleh pengguna jasa


Data dan fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa yang dapat digunakan
dan harus dipelihara oleh penyedia jasa :
 Laporan dan Data
Kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu serta photografi
harus dikumpulkan sendiri oleh penyedia jasa.

 Akomodasi dan Ruangan Kantor


Akomodasi disediakan berupa mess professional staff dan sub professional
staff dengan biaya sewa.

 Fasilitas Transportasi
Pengguna Jasa menyediakan sewa kendaraan roda 4 (empat) untuk
Profesional Staff dan kendaraan roda 2 (dua) untuk tenaga pendukung.

 Staff Pengawas/Pendamping
Pengguna jasa akan mengangkat petugas atau wakilya yang bertindak
sebagai pengawas atau pendamping (Counterpart) atau project officer (PO)
dalam rangka pelaksanaan jasa konsultasi.

 Fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa


Tidak ada fasilitas dapat digunakan oleh penyedia jasa.

5. Penyediaan oleh penyedia jasa


Penyedia jasa menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang
ipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Pengawasan Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000)

Bab 14
PEN UTUP

D okumen Usulan Teknis Kegiatan pekerjaan Pengawasan Perbaikan Kondisi


Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000 s/5+000) Tahun Anggaran
2018 dibuat dengan harapan :

 Untuk menjadi pedoman pada pelaksanaan Kegiatan Pengawasan


Perbaikan Kondisi Ruas Jalan Cisekeut - Sobang - Tela (STA. 0+000
s/5+000).

Dokumen Usulan Teknis ini berusaha disampaikan sesederhana mungkin agar mudah
dimengerti, dengan rincian lengkap seperti metodologi yang dipakai, jadwal waktu
pelaksanaan pekerjaan, tugas Field Team Supervisi, jadwal penugasan dan uraian tugas
personil, bagan organisasi pelaksanaan pekerjaan dan keterangan pelaksanaan pekerjaan
serta lampiran-lampiran yang dapat mendukung pemberian kepercayaan kepada
konsultan untuk melaksanakan pekerjaan.