Anda di halaman 1dari 6

5/24/2018 DMGC (Digital Macro Global Centre): Metode Pembangunan Gedung RKB

Lainnya Buat Blog Masuk

Digital Macro Global Centre

search Senin, 25 Juli 2011

Telusuri Metode Pembangunan Gedung RKB


PASAL 1. PENJELASAN UMUM
Arsip Blog
Pekerjaan umum yang akan dilaksanakan adalah :
▼ 2011 (3) PENAMABAHAN RUANG KELAS SDN 21 TANJUNG BAKAU, SD PERMATA PERUMBI, SD MTS AL-MUNAWAROH, SDN
40 NIPAH SENDANU, SDN 04 TANJUNG GADAI (DAK)
▼ Juli (3)
Spesifikasi teknis Pekerjaan : PEMBANGUNAN RKB SD N 21 TANJUNG BAKAU 4 LOKAL + MEUBILLER
Pekerjaan Jalan
Pedesaan
No Kode SBU
PASAL 2. PEKERJAAN PENDAHULUAN
Metode Pembangunan Pekerjaan persiapan Pendahuluan merupakan langkah awal keberhasilan suatu proyek, dalam tahap persiapan sangat
Gedung RKB
berpengaruh langsung pada pelaksanaan proyek. Selanjutnya dikarenakan dalam proses persiapan ini menunjukan kesiapan
dan kemampuan suatu perusahaan dalam pengelolaan proyek.
Tahapan persiapan terbagi menjadi 4 bagian utama meliputi hal hal dibawah ini :
1. LAND SURVEYOR (PENGUKURAN & PEMETAAN)
Analisa RAB Metode Mengingat bahwa proyek ini merupakan rekondisi, khususnya di pekerjaan pondasi yang merupakan
daya dukung suatu bangunan perlu akurasi dalam pengukuran dan kecermatan dalam menentukan koordinat dan
Konstruksi elevasi menjadi patokan dalam keberhasilan pembangunanproyek ini, bIla terjadi perbedaan antara gambar
dan pelaksanaan di lapangan maka akan segera didiskusikan dengan pengawas lapangan dan user untuk
diambil keputusan yang tepat.

Berbagi Ilmu 2. PENGADAAN DAN MOBILISASI


Tahap awal untuk proyek dapat terlaksana tentunya elemen-elemen pelaksanaan harus diadakan dan siap untuk
Pengikut (1)
bekerja. Tahapan ini termasuk dengan serah terima lapangan dengan pemilik pekerjaan, perijinan dan mobilisasi
sumber daya. Di tahapan ini jadwal mobilisasi sudah harus fix dan menjadi pegangan pelaksana proyek.
Penyusunan Sumber Daya Manusia (SDM) / Organisasi Project adalah point interest dalam pekerjaan ini menyangkut
strategi eksekusi dan planning yang akan dituangkan kedalam Skedul Lapangan dengan mengacu kepada
Ikuti
Skedul Master, sehingga milestone dan critical path pekerjaan sudah terencana dan bisa diminimalisir
kesalahan yang akan terjadi baik dari segi biaya ataupun jadwal/waktu pelaksanaan.
Akses mobilisasi material yang dibutuhkan perlu strategi jelas dan keputusan yang tepat, dalam pelaksanaan ini yaitu
mengingat kondisi waktu yang sangat terbatas pekerjaan di atas yaitu dengan waktu 3 bulan, hal ini perlu perhatian
Halaman
yang serius kapan harus mulai ditentukanmobilitasnya sehingga tiba di site sesuai dengan skedul yang telah
Beranda direncanakan (lihat dalam subpenjelasan masing-masing pekerjaan dalam metode kerja ini) Aspek tahapan ini
sangat berpengaruh terhadap kesinambungan pekerjaan kedepannya karena menunjukan kesiapan dari
semua unsur yang terkait seperti Owner, Konsultan Pengawas dan Kontraktor.

Amazon SearchBox 3. PROJECT SITE PLAN & FASILITAS PENUNJANG OPERASIONAL


Pekerjaan dilaksanakan dengan baik dan rapi sesuai dengan ketentuan ketentuan dalam bestek (syarat-syarat teknis
dan gambar rencana) serta mengikuti petunjuk-petunjuk dari Pengawas Lapangan dan Direksi Teknis. Dan mengikuti
Semua ukuran dan persyaratan bahan yang ditentukan dalan Bestek.
Fasilitas yang akan diadakan sebagai sarana penunjang operasional akan mencakup dan tidak terbatas pada hal
dibawah ini :
- Fasilitas akomodasi bagi pelaksana proyek dan tenaga supaya tercapai efisiensi dari segi waktu. Pembuatan
(sewa) sarana pemondokan atau barak sementara, untuk personnel.
Sarana akomodasi sekitar lokasi selain menghemat tenaga dan waktu juga efisien dalam budget perusahaan
sementara kantor perwakilan / representative berada disekitar lokasi sebagai Korespodensi site dengan pusat.
- Direksi Keet sebagai kantor lapangan. Diperlukan untuk pengawasan dan site office dan meeting koordinasi
yang rutin setiap minggu ataupun setiap bulannya. Ditunjang dengan sarana kursi dan meja, buku tamu
sebagai korespendensi di lapangan dalam menunjang kegiatan sehari-hari dan menempelkan Gambar rencana,
Time Schedulle (Jadwal Pelaksanaan) dan lain-lain, serta menyediakan alat-alat tulis dan obat-obatan (P3K).
Mengenai Saya - Fasilitas penyimpanan material dan workshop. Sebagai penunjang project untuk mengamankan peralatan kerja
dari cuaca buruk dan aman terhadap bahaya-bahaya lainnya yang akan terjadi. Persiapan terpal harus terencana
DMGC mengingat akan memasuki musim penghujan nantinya.
- Sarana Air bersih dan penerangan, yang diperlukan untuk mengantisipasi pekerjaan.
Lihat profil
- Koordinasi dengan pihak berwenang dan warga setempat untuk mengantisipasi keamanan. Mengingat lahan yang
lengkapku
luas dan terbuka akan memudahkan hal-hal yang tidak terduga bisa terjadi.
- Administrasi dan dokumentasi sebagai bahan pelaporan harian mingguan dan bulanan.
- Memasang rambu-rambu pengamanan lalu lintas selama pelaksanaan pekerjaan.
Total - Izin atas pemakaian jalan yang ada untuk transport material, membatasi angkutan transportasi sesuai dengan
Tayangan kekuatan jalan dan menjaga agar jalan yang dilewati transportasi material tetap dalam kondisi baik.
Halaman
4. PEMBENTUKAN KONDISI LAHAN
Pembentukan kondisi lahan / Elevasi Bangunan perlu disepakati di awal project karena pertimbangan lokasi
5,957 perencanaan yang sudah ada. Sehingga bangunan tidak tinggi sebelah atau tidak sinkon serta tidak terjadi jalan lebih
tinggi dari bangunan.

PASAL 3. PEKERJAAN BETON DAN PEMBESIAN

http://cvdmgc.blogspot.co.id/2011/07/metode-pembangunan-gedung-rhb.html 1/6
5/24/2018 DMGC (Digital Macro Global Centre): Metode Pembangunan Gedung RKB

1. Material campuran beton yang digunakan, bebas dari debu/lumpur dan zat organik lainnya dan telah mendapat persetujuan dari
Pengawas Lapangan dan Direksi Teknis.
2. Besi Tulangan yang digunakan bebas dari kotoran, lemak dan karat serta bahan-bahan lain yang dapat mengurangi daya lekat.
3. Diameter besi yang digunakan, mengikuti ukuran yang telah ditetap dan disyaratkan, sesuai dengan bestek dan atas izin
Pengawas Lapangan dan Direksi Teknis.
4. Dalam melaksanakan pekerjaan beton, memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Mempedomani Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) Tahun 1971.
b. Menggunakan bahan yang memenuhi syarat/berkualitas baik.
c. Menggunakan air yang memenuhi syarat (air yang dapat diminum,bersih,tidak berasa dan berbau ).
d. Penakaran, pengadukan dan pengecoran dilaksanakan dengan sempurna, dilakukan dengan alat Concrette Mixer.
Selama pengecoran, adukan dipadatkan.
e. Penakaran campuran beton menggunakan Tong kayu dengan volume sama dengan 1 (satu) zak semen.
f. Menggunakan Agregat kasar/kerikil atau batu pecah (granit) dengan ukuran maksimum 3 cm.

PASAL 4. PEMBANGUNAN RKB SD N 21 TANJUNG BAKAU 4 LOKAL + MEUBILLER

PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pembersihan Lahan
Pembersihan lahan tidak semata-mata menghilangkan ganguan-gangguan fisik areal seperti akarpohon atau batu-batu
besar atau bangunan lama saja tetapi lebih mendalam lagi adalah : Tanah jelek (humus).
Tanah jelek ( humus ) harus dibuang keluar karena akan mempengaruhi daya dukung tanah untuk pondasi. Maka
perlu penanganan khusus dalam pembersihan area bangunan yaitu dengan membuang tanah yang jelek sampai
kedalaman 10 - 15 cm.
Yang menjadi kritikal poin adalah area pembuangan yang perlu dicermati karena bagaimanapun, tanah
jelek yang akan di keluarkan cukup banyak mencapai 1000-1500M3.
Pembersihan area site tidak terjadi hanya di awal pekerjaan saja, tetapi secara berkala dan menjadi kegiatan rutinitas
proyek itu sendiri. Perlunya penataan lokasi untuk tempat pembuangan sementara baik puing atau sampah sangat
diperlukan dimana rutinitas atau kegiatan proyek tidak terganggu oleh penumpukan-penumpukan yang tidak beraturan.
2. Pengukuran.
3. Bouwplank dibuat dengan menggunakan material sebagai berikut :
- Tiang bouwplank menggunakan kayu 5/7 cm yang tertanam kuat didalam tanah.
- Papan bouwplank menggunakan kayu meranti dengan ukuran 2/20 dan pada permukaan papan bouwplank harus
diratakan dengan ketam.
- Untuk setiap titik As pada bouwplank digergaji dan diberi paku.

PEKERJAAN TANAH / PASIR / PONDASI


1. Penggalian Pondasi (Galian Tanah)
Pekerjaan galian sebagian besar dilakukan dalam tapak bangunan. Pekerjaan Galian terdiri dari berbagai macam ukuran
baik lebar, panjang ataupun kedalaman.
Galian tanah untuk pemasangan pondasi dibuat sesuai dengan gambar rencana. Penggalian pondasi tapak
menggunakan tenaga manusia karena setelah galian pekerjaan utama dilanjutkan secara parallel bersamaan dengan
pekerjaan pondasi.
2. Dasar galian tanah pondasi harus diberi urugan pasir sebagaimana yang telah disyaratkan dalam gambar rencana.
3. Pondasi Beton
bertulang 1 : 2 : 3 yang mengikat kaki pondasi setempat satu sama lainnya, dan untuk ukurannya disesuaikan dengan
gambar teknis.
Pekerjaan pondasi dalam pekerjaan ini menjadi pekerjaan utama dimana pondasi dibagi menjadi pondasi yang berfungsi
sebagai penerus gaya-gaya, atau beban dari kolom yang akan diteruskan ke tapak pondasi tiang.
Yang selanjutnya oleh tapak disebarkan ke seluruh tanah. Kritikal poin dalam pelaksanaan perlu ketelitian dalam
pengawasan karena pekerjaan ini menentukan keberhasilan sebuah konstruksi bangunan dimana seluruh gaya-gaya
berpusat dititik poer ini.
Diperlukan koordinasi dengan konsultan perencana untuk mencari solusi teknis yang baik mengingat dari segi waktu dan
cost, sehingga efektifitas konstruksi tercapai.
Dalam pelaksanaan pondasi ini terdiri dari :
- Formwork/Bekisting
Menggunakan papan dan kayu berasal dari jenis kayu klas III, bekisting yang dipasang harus kuat dan
kokoh tidak boleh goyang atau lepas.
- Beton Camp 1 : 2 : 3 (Sesuai dengan acuan Pelaksanaan dok tender )
Untuk pelaksanaan beton menggunakan pengaduk beton Concrete Mixer.
Campuran beton dengan perbandingan 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr dalam pelaksanaan dan pengujian beton sesuai
bestek dimana setiap benda uji harus ditulis tanggal dan posisi pekerjaan.
- Pembesian
Menggunakan Besi Beton Polos Dia 8 – 15.

Pekerjaan Pondasi atau Under Structure dibagi menjadi 4 bagian besar :


- Beton Cor Lantai Kerja
Beton Cor Lantai Kerja berfungsi sebagai penahan, supaya beton tidak langsung menyentuh tanah. Yang dalam
pelaksanaan seringkali saat fabrikasi besi beton bersinggungan dengan tanah sehingga karakteristik besi beton dan
monolitnya antara beton dan besi bisa terganggu.

- Pondasi Plat Setempat

- Sloof 20/20 Camp 1 : 2 : 3 Dan Sloof 15/20 Camp 1 : 2 : 3


Sloof beton bertulang adalah struktur yang berfungsi sebagi penyebar/pembagi beban merata, yang diteruskan ke
pondasi. Selain berfungsi sebagai penyebar/pembagi beban di atasnya juga sebagai pengaku antara kolom dengan
kolom atau sebagai rigid frame.
Sloof biasanya berpenampang segi empat dan berada diantara permukaan tanah tergantung dari perencana
menempatkan sloof sebagai rigid frame atau flexible frame.
Di dalam pelaksanaan pekerjaan sloof untuk memudahkan di pelaksanaan di lapangan pekerjaan dilaksanakan setelah
sebagian tanah urug dikerjakan dan simultan dengan pekerjaan pondasi. Pelaksanaan Pekerjaan Sloof dilaksanakan
setelah 60% dari pekerjaan Pondasi baik plat atau pun Batu Bata 1 Bata selesai. (Analisa teknis waktu bisa dilihat
dalam table uraian analisa teknis dokumen penawaran ini).
Hal yang harus diperhatikan dalam pekerjaan sloof yaitu :
- Pertemuan antara kolom dan sloof perlu diperhatikan join dan penulangannya sesuai dengan gambar atau
atas arahan direksi lapangan.
- Stek kolom praktis perlu dipersiapkan sebelum pelaksanaan. Perlunya pemahaman terhadap
pelaksanaan sehingga stek kolom praktis pada posisi yang tepat.

http://cvdmgc.blogspot.co.id/2011/07/metode-pembangunan-gedung-rhb.html 2/6
5/24/2018 DMGC (Digital Macro Global Centre): Metode Pembangunan Gedung RKB

- Pondasi Batu Bata 1 Bata


Pondasi yang berfungsi menerima beban merata dan menyebarkannya ke dalam tanah. Didalam pelaksanaan
proyek ini beban merata yang diterima oleh pondasi Batu Bata 1 Bata berasal dari beban-beban dinding ataupun lantai.
Pondasi Batu Bata 1 Bata tidak diperuntukan menerima beban terpusat dari struktur karena pondasi ini tidak bisa menerima
gaya lateral. Pondasi Batu Bata 1 Bata berasal dari batu bata local yang dikombinasi dengan adukan pasir semen
dengan komposisi 1:4. Bentuk penampang melintang dari pondasi ini berbentuk persegi, dengan ukuran lebar
bawah ataupun lebar atas serta ketinggian disesuaikan dengan bestek dan atas sepengatahuan direksi.
Bagian atas diratakan dengan adukan semen yang berfungsi leveling untuk pemasangan sloof diatasnya.
4. Urugan kembali tanah galian
Yaitu pekerjaan yang menggunakan material tanah bekas galian untuk mengisi sisi pondasi yang dikerjakan secara parallel
atau simultan sesuai dengan arahan dari supervisor lapangan.
Prosedur dalam mengurug kembali tanah galian ke dalam pondasi harus mendapatkan persetujuan dari
direksi lapangan. Sisi pondasi yang akan diurug harus sudah bebas dari kotoran puing-puing atau kayu serta bekisting yang
masih menempel pada pondasi tersebut. Hal ini untuk menghindarkan keroposnya tanah urug yang
menyebabkan daya dukung tanah akan menurun.

5. Bila tanah yang ada tidak mencukupi maka perlu didatangkan tanah baru ataspersetujuan pemilik dan
rekomendasi dari direksi lapangan.

6. Membuang tanah yang tidak terpakai dan kotoran yang dapat membusuk.

7. Pemadatan
Pemadatan adalah proses yang bersamaan dengan proses timbunan pemadatan yang digunakan. Dalam proyek ini
dilakukan secara manual dengan menggunakan alat bantu untuk memadatkan tanah .
Pola pelaksanaan mengacu kepada standar teknik di Indonesi yaitu pemadatan dilakukan secara berlapis,
dimana setiap lapis mempunyai ketinggian 5-20 cm dan selama dalam pemadatan tanah, perlu disiram dengan air supaya
pori-pori tanah terisi dan monolit secara struktur tanah atau mencapai kepadatan titik jenuh air.
Secara visual kepadatan tanah bisa diperhatikan bila air sudah tidak bisa meresap lagi. Bila direksi lapangan masih ragu
akan kwalitas maka perlu pengetesan pihak ke-3 atau labratorium dengan metode sand cone tes.
Perlu diperhatikan pemakaian alat dalam pemadatan Tamping Ramer hanya digunakan dalam pemadatan
skala kecil seperti disela-sela Pondasi dan lusan yang tidak lebih dari 1000 M3. Kemampuan alat dalam memadatkan
tanah sangat tergantung dari kemampuan dalam urugan yang menggunakan tenaga manusia.
Kemampuan alat pemadat (tamping ramer) sehari mencapai 30 M3.
Meratakan tanah bekas galian sesuai dengan muka tanah yang disyaratkan dalam gambar rencana.

8. Cerucuk Dia 6-12 cm Pjg 3 m


Tiang perancah dipasangan pada jarak setiap 20 cm2 rapi tersusun. Setiap tiang perancahdengan tiang
perancah lainya diperkuat dengan cross section yang disusun sedimikian rupa, sehingga akses jalan masih bisa
dilaksanakan, hal ini perlu dikonsultasikan dengan direksilapangan.

9. Dasar galian pondasi Tidak menggunakan cerocok.

PEKERJAAN STRUKTUR
Pekerjaan upper structure / Struktur bagian atas adalah pekerjaan struktur yang terdiri dari kesatuan utuh rangka bangunan.
Rangka bangunan atau sering disebut frame terdiri dari kolom , balok dan plat daak.
Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Utama dimulai setelah pondasi mencapai 70%
Mekanisme kerja Frame / Rangka Struktur adalah Beban yang langsung memikul beban-beban diatasnya (beban mati atau
beban hidup) akan diteruskan ke balok menjadi beban merata. Bila Balok Anak yang menerima beban maka beban ini akan
diteruskan ke balok induk menjadi beban terpusat, sehingga balok utama memikul beban merata dan beban terpusat yang
selanjutnya diteruskan ke Kolom menjadi beban axial.
Dalam proyek ini rangka bangunan yang dikerjakan memakai beton bertulang dimana beton yang digunakan memakai beton
dengan Camp 1 : 2 : 3 dan besi beton/reinforce bar memakai Besi Beton Polos Dia 8 – 15 dan Besi Beton Polos 4 Dia 12.
Dalam pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan dari bangunan bawah menuju bangunan atas. Pekerjaan dilaksanakan tahap per
tahap sampai mencapai yang diinginkan.
Pekerjaan ini dibagi 4 bagian :
1. Kolom Utama
Kolom merupakan struktur yang menahan beban axial dan lateral sangat diperlukan sekali ketelitian
dan presisinya. Bekisting kolom memakai Multiplek 9 mm supaya dihasilkan presis dan kehalusan permukaan kolom
terjaga, karena sebagian besar akan terekspos baik dari segi struktur dan arsitektur kolom akan tercapai maksud dan
tujuannya.
Sifat kolom yang rumit didalam struktur perlu diperhatikan adalah proses fabrikasi mulai dari bekisting pembesian dan
pengecoran balok.
Bekisting harus kuat dan kokoh, pengecekan vertikal dalam pelaksanaan pemasangan bekisting perlu dilaksanakan dari
dua arah, untuk menghindarkan terjadinya puntiran.
Didalam pembesian yang perlu diperhatikan adalah sambungan dan tekukan atau sambungan oleh para pelaksana
lapangan tidak kurang dari 1 m.
Tipe sambungan bisa di bengkokan ke arah balok atau bisa juga di bengkokan ke arah plat lantai. Besi tidak boleh
menempel pada bekisting atau selimut beton minimal 5 cm. Pengecoran kolom memakai campuran beton 1Pc : 2Ps :
3Kr (K-175).
K-175 mempunyai arti bahwa beton tersebut mampu menahan beban Wbk 175 kg/ cm2 setelah berumur
28 hari. Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan bila memakai system manual adalah job mix.
Selain semen sebagai pembentukan kualitas beton, campuran air perlu diperhatikan. Karena volume air yang
berlebihan dalam pelaksanaan dapat beresiko menurunkan kuat tekan beton, bleeding,shrinkage.
Pengecoran kolom yang perlu diperhatikan adalah pemberhentian / stop cor, stop cor dilaksanakan di
¾ tinggi kolom dari lantai beton. Hal ini menjaga instabilitas dalam pekerjaan, dimana momen kolom pada ketinggian ¾
h ini adalah 0. Sambungan beton lama dan beton baru perlu memakai cairan semen yang telah
direkomendasikan oleh direksi lapangan.
Pembukaan bekisting perlu ketelitian supaya bisa digunakan untuk pekerjaan berikutnya dan bila terjadi beton keropos
segera ditutup dengan plaster 1:2 dengan sebelumnya diberi perekatsemen atau atas arahan dari direksi lapangan.

2. Kolom Praktis
Pekerjaan Kolom dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan pasangan bata, memakai beton campuran 1 : 2 : 3
Kolom praktis dipasang setiap bidang bata mencapai 12 M2 dan disetiap pertemuan antara dinding dengan dinding.
Kolom praktis selain membantu dinding dari bahaya lateral juga berfungsi mencegah retak suatu dinding
berkepanjangan bila terjadi gempa.
Yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan kolom praktis adalah tulangan dan selimut beton. Petunjuk dan arahan dari
direksi sangat diperlukan.

3. Balok Utama / Ring Balok Struktur.

http://cvdmgc.blogspot.co.id/2011/07/metode-pembangunan-gedung-rhb.html 3/6
5/24/2018 DMGC (Digital Macro Global Centre): Metode Pembangunan Gedung RKB
Atau selanjutnya disebut Balok. Didalam pelaksanan, harus cakap dan memahami system penulangan. Karena
mempunyai tulangan tumpuan dan tulangan lapangan. Ketentuan tulangan tumpuan :
* Terletak di ¼ bentang buhul.
* Tulangan bagian atas biasanya lebih banyak.
* Begel / Besi sengkang semakin rapat Tulangan lapangan mempunyai ciri-ciri :
- Terletak di ½ bentang bagian tengah
- Tulangan bagian bawah biasanya lebih banyak
- Begel / Besi sengkang lebih lebar dibandingkan dengan tul tumpuan

4. Pelebaran Kolom + Relief


Merupakan struktur yang menahan beban atas, dengan mode relief atas pesetujuan direksi.
Pelebaran kolom bersambung langsung terhadap beberapa titik Kolom utama struktur. Pengecoran kolom memakai
campuran beton 1Pc : 2Ps : 3Kr, besi Beton Polos Dia 8 – 15 dan Besi Beton Polos 4 Dia 12 dan Bekisting kolom
memakai Multiplek 9 mm.

Bagian-bagian Pekerjaan Kolom utama dan Balok utama :


1. Formwork atau Bekisting
Bekisting plat dan Balok terbuat dari Playwood 9 mm dan didalam pelaksanan bias dipakai untuk pembuatan plat lantai
berikutnya, maksimal pemakaian adalah 3 x pemakaian, sehingga bila sudah melebihi 3 x perlu persetujuan dari direksi
untuk pemakaian selanjutnya.
Saat pembuatan Plat Bekisting yang perlu diperhatikan adalah elevasi bagian bawah plat dan balok.
Dan lubang jendela di balok perlu dibuatkan atas arahan dreksi supaya memudahkan saat pembersihan untuk
pelaksanaan pengecoran. Selain itu, perlu diperhatikan dan didiskusikan dengan direksi lapangan titik-titik dimana
akan dipasang conduit / Sparing baik elektrikal ataupun plumbing, sehingga tidak terjadi pembobokan
setelah dicor karena akan mengganggu stabilitas daya dukung beton.

2. Pembesian
Dalam pelaksanaan, jarak pembesian menjadi titik acuan. Pembesian balok bagian bawah tidak boleh menyentuh
bekisting dimana selimut beton minimal 5 cm perlu beton decking.
Besi yang digunakan adalah Beton Polos Dia 8 – 15 dan Besi Beton Polos 4 Dia 12.

3. Pengecoran
Pengecoran menggunakan campuran beton 1Pc : 2Ps : 3Kr (K-175) dan dibantu dengan alat bantu untuk menjangkau
area yang jauh seperti kereta sorong.
Penyiraman beton dilakukan selama 7 hari berturut-turut pagi dan sore untuk menjaga kelembaban beton
supaya tidak ekstrim dalam penyusutan yang menyebabkan retak rambut ataupun kebocoran-kebocoran
lainnya.
Pekerjaan mengikuti bestek dan dikonsultasikan dengan direksi lapangan untuk mendapatkan arahan
yang efektif dan efisien.
Pembongkaran bekisting dilakukan bertahap.
Setelah 2 hari, bekisting-bekisting vertical bisa dibuka.
Setelah 7 hari, perancah sebagian bisa dibuka kecuali perancah yang menahan beban langsung / di atas balok.
Setelah 14 hari, dimana kekuatan beton telah mencapai 75% perancah bisa dibuka kecuali area di bawah balok utama /
memikul beban utama.
Setelah 14 hari, baru keseluruhan bisa di buka.

PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING


a. Timbunan Tanah Bawah Lantai.
Yaitu pekerjaan yang menggunakan material sisa tanah bila sisi-sisi pondasi telah terisi semua, maka sisa tanah yang
ada disebar diseluruh area dalam bangunan. Tujuan pengurugan ini adalah untuk mendapatkan titik 0
bangunan, sesuai di dalam gambar bestek atau arahan dari direksilapangan.
Tempat yang akan ditimbun, terlebih dahulu dibersihkan dari segala macam bentuk kotoran dan sampah dan sisa-sisa
bahan bangunan yang sifatnya dinamis.
Timbunan tanah, diurug selapis demi selapis dengan ketebalan 10 cm, kemudian dipadatkan.

b. Pasir Urug 5 Cm
Urugan pasir urug setebal 5 – 10 Cm diatas timbunan tanah dan diratakan.
Pekerjaan dikerjakan sebelum dilakukan pengecoran Cor Lantai Kerja.

c. Pasang Lantai Keramik 30 Cm X 30 Cm


Pemasangan Lantai Keramik 30 Cm X 30 Cm dilakukan (Dikerjakan) setelah pekerjaan Cor Lantai dengan campuran beton
1 : 3 : 5 Tbl 10 Cm.
Pola pemasangan keramik mengikuti gambar rencana dan dipasang siku
dengan sudut ruangan. Nat / celah antara keramik yang satu dengan keramik yang lain dibuat sekecil mungkin dan lurus.
Nat / celah antara keramik tersebut diisi dengan campuran bubuk semen putih.
Sebelum diaplikasikan dalam pemasangan keramik lantai, ada lapisan beton rabat dengan campuran 1 : 3 : 5
dengan ketebalan 7 cm dan pasir urug dengan ketebalan 5 cm dimana beton rabat berfungsi sebagai leveling
pemasangan keramik. Sebelum pelaksanaan, terlebih dahulu mengajukan kepada direksi akan skema
warna dan merk yang akan digunakan. Dan mengajukan gambar kerja atau shop drawing dengan keadaan
atau kondisi ruangan yang sebenarnya. Hal ini dilakukan untuk menentukan dan menyamakan persepsi starting point
(kepala-an) keramik. Kemudian dengan ditarik benang ditentukan posisi siku keramik terhadap siku bangunan.
Keramik yang dipasang tidak boleh kopong / kosong. Bila hal itu terjadi, Lapisan Keramik yang Kosong harus diisi dengan
pasta semen.

d. Pekerjaan Pasangan Dinding & Plasteran


Pasangan dinding adalah gabungan dua pekerjaan yaitu pasangan bata dan plasteran, pasangan dinding sebagai cover
bangunan menjadi pekerjaan yang esensial.
Presisi dan kelurusan dari pemasangan dinding sangat diperlukan, karena akan ada keterkaitan dengan pekerjaan
kusen/jendela, keramik dan plafond.
Pelaksanaan Pekerjaan Plateran Dinding ini dimulai setelah struktur Utama mencapai 75%.
1. Pasangan Dinding Bata 1 : 4
Pasangan dinding Tidak memakai sekat.
Dalam pekerjaan ini, pasangan bata yang digunakan adalah pasangan ½ bata dengan adukan 1pc : 4ps.
Kontrol :
“Pemasangan bata untuk mendapatkan kelurusan horizontal diperlukan benang sebagai acuannya. Dan tidak boleh
melebihi dari 10 bata posisi benang acuan harus dipindah dan seterusnya. Pemasangan bata dilakukan dari bawah ke
atas. “

2. Pekerjaan Plasteran 1 : 4
Pekerjaan plasteran merupakan pembungkus dari pekerjaan bata. Ketebalan dalam plasteran perlu diperhatikan,
terkadang ada beberapa area bata yang cekung sehingga pemasangan menjadi tebal. Ketebalan rata-rata 1,5 cm - 3

http://cvdmgc.blogspot.co.id/2011/07/metode-pembangunan-gedung-rhb.html 4/6
5/24/2018 DMGC (Digital Macro Global Centre): Metode Pembangunan Gedung RKB
cm dengan adukan 1 pc : 4 ps. Sistem pelaksanaan plasteran dari atas ke bawah dengan dibuat kepalan untuk
mendapatkan kelurusan bidang yang akan diplaster.
Sebelum diaplikasikan, bata terlebih dahulu disiram air untuk mendapatkan kelembaban bata sehingga plasteran akan
menyatu baik dengan bata.
Semua pekerjaan pelesteran dilaksanakan sebagaimana prosedur dan teliti agar pekerjaan yang dimaksud sesuai dengan yang
direncanakan.
Kontrol :
“Bila ditemukan ketebalan yang melebihi dari 3 cm pemasangan diperlukan kawat ayam / kawat locket atau atas
persetujuan dari konsultan pengawas. Sebelum ditutup dengan plasteran, pastikan pipa-pipa conduit atau pipa-pipa
lainnya telah terpasang. Hal ini untuk menghindari pekerjaan bongkar pasang sehingga hasil plasteran tidak
memuaskan. Tenaga yang plaster, perlu yang mempunyai pengalaman dan teknis yang baik untuk menghindari
dinding bergelombang dan retak rambut.”

PEKERJAAN KAP DAN RANGKA ATAP


1. Kuda – kuda atap.
Konstruksi kuda-kuda pada bangunan ini menggunakan kuda-kuda kayu dengan jenis kayu kelas II ukuran 6/12.
Pemasangan konstruksi kuda-kuda kayu dipasang sesuai dengan gambar rencana dengan semua penyambungan kayu dan
pengikat konstruksi ini, menggunakan baut f 10.

2. Gording
Pemasangan gording disokong dengan menggunakan balok kloss dan secara keseluruhan pemasangan gording merupakan
bidang datar dengan bahan menggunakan kayu kelas II, dengan ukuran dan spesifikasi sebagaimana yang tercantum
dalam gambar bestek.

3. Atap bangunan menggunakan atap Genteng Supersteel yang mana pada pelaksanaan pemasangannya ujung bawah atap
harus sampai rata / satu garis lurus.

4. Pasangan Listplank
Listplank yang digunakan pada bangunan ini menggunakan kayu kelas II dipasang rangkap sesuai dengan gambar detail.
Seluruh permukaan kayu listplank diketam halus, Sudut bawah listplank diketam profil.
Pemasangan listplank tersebut harus diwater pass, dan semua permukaan listplank harus didempul/diplamir.

PEKERJAAN PLAFOND
Pekerjaan Pemasangan Plafond
Pekerjaan Plafond dimulai setelah pemasangan dinding + Plasteranselesai 75% dan pekerjaan instalasi listrik selesai 100%
1. Rangka Plafond
- Rangka plafond dibuat dari kayu kelas II dengan kwalitas baik, tidak mempunyai cacat pada kayu.
- Rangka plafond pada sisi bagian bawah harus diketam guna mendapatkan sisi permukaan plafond yang sempurna.
- Kayu rangka yang akan digunakan adalah : balok induk yang dipasang pada seluruh keliling.
- Bagian tepi plafond menggunakan balok dengan ukuran 5/7 cm, sesuai dengan ukuran pada gambar detail. Sedangkan
untuk balok pembagi digunakan balok berukuran 5/7 cm.
- Pemasangan plafond dikerjakan setelah seluruh instalasi elektrikal telah terpasang.
Kontrol :
sebelum triplek tebal 4 mm dipasang, Supervisor akan mengecek level dan ketinggian dan semua
intalasi telah terpasang dengan baik.

2. Penutup plafond
- Seluruh permukaan plafond menggunakan plywood 4 mm dengan ukuran jadi sesuai dengan ukuran bestek.
- Arah alur pemasangan mengikuti gambar rencana.

3. Pasangan Piri – Piri

PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA KUNCI DAN PENGGANTUNG


Pekerjaan Kusen Pintu Jendela dan Penggantung Didalam proyek ini terdiri dari material kayu Kelas II.
1. Pekerjaan Pintu
- Pintu-pintu pada bangunan ini menggunakan pintu panil papan Ex Pabrik dengan jenis kayu kelas II.
- Pintu panil papan dipasang dengan menggunakan engsel kuningan dengan ukuran 4” dipasang sebanyak tiga buah setiap daun
pintu, lengkap dengan satu unit kunci 2 slag setara SES
- Pintu ini dipasang lengkap satu set (kunci, gerendel dan engsel).

2. Pekerjaan Jendela
- Jendela bingkai dipasang menggunakan engsel 3” sebanyak 2 buah setiap satu daun jendela.
- Jendela menggunakan jendela bingkai kiri kanan dan jendela kaca polos ditengah, dengan ukuran sesuai yang ad dibestek
dengan memakai bahan kaca polos bening tebal 5 mm.
- Masing – masing jendela dipasang grendel 2 buah, hak angina 2 buah dan satu buah pegangan jendela.

PEKERJAAN CAT DAN RESIDU


1. Pekerjaan cat terdiri dari :
- Pengecatan dinding bangunan digunakan cat ex movilex sejenis.
- Pengecatan plafond bangunan digunakan cat ex movilex sejenis.
- Pengecatan kusen, pintu dan ventilasi digunakan cat ex movilex sejenis.
- Pengecatan listplank digunakan cat vinilex sejenis.
2. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan seluruh permukaan yang akan dicat diplamir terlebih dahulu untuk
mendapatkan seluruh permukaan yang rata dan seluruh pori-pori permukaan bidang yang akan dicat tersebut benar-benar
rapat sesuai dengan rencana.
3. Seluruh bidang yang dicat dilaksanakan dengan tiga kali/tiga lapis.
4. Jenis warna cat akan ditentukan kemudian.

PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK


Lingkup pekerjaan
Pekerjaan instalasi listrik meliputi pemasangan seluruh jaringan instalasi didalam bangunan, penyediaan bola lampu, kabel –
kabel, pipa PVC, dan sebagainya. Jumlah titik lampu dan stop kontak disesuaikan dengan yang tertera dalam gambar.
Bahan – bahan yang digunakan :
- Kabel NYA, Isolasi PVC, luas penampang minimum yang boleh digunakan 24 mm2. ± Stop kontak dan saklar dari bahan
ebonite kualitas baik.
- Lampu yang dipakai untuk ruang kelas adalah lampu DouwnLight 23 watt dan bagian luar bangunan atau diteras juga dipasang
lampu DouwnLight 23 watt.
- Panel Box yang dilengkapi fuse, switch untuk pembagian group pemasangan instalasi listrik, produksi dalam negeri (nasional)
atau sekualitas, dengan arde (pertanahan) dari kabel BC.
Penggunaan
- Kabel NYA dipergunakan sebagai instalasi penerangan.

http://cvdmgc.blogspot.co.id/2011/07/metode-pembangunan-gedung-rhb.html 5/6
5/24/2018 DMGC (Digital Macro Global Centre): Metode Pembangunan Gedung RKB
Pedoman pelaksanaan
- Pemasangan dan tata letak titik lampu / stop kontak kerja jenis amatur lampu yang dipakai harus dikerjakan sesuai dengan
gambar instalasi listrik pada dinding maupun beton harus ditanam ( sistim inbouw ) dan penarikan kabel (jaringan kabel) diatas
plafond, diikat dengan isolator khusus dengan jarak 1.00 atau 1.20 m, atau jaringan kabel diatas plafond tersebut dimasukkan
dalam pipa PVC.
- Khusus instalasi stop kontak harus dilengkapi kabel arde (pertahanan) sesuai dengan peraturan yang berlaku (mencapai dan
terendam air tanah).
- Untuk pekerjaan instalsi listrik, atas persetujuan Direksi, pemborong boleh menunjukkan pihak ketiga (instalatur) yang telah
dimiliki izin usaha instalasi atau izin instalatur yang masih berlaku dari perum Listrik Negara ( PLN ).
- Pemborong tetap bertanggung jawab penuh atas pekerjaan ini sampai listrik menyala (siap dipergunakan), termasuk biaya
pengujian dengan pihak PLN.
- Pengujian instalasi listrik harus dilakukan Rekanan Pelaksana pada beban penuh selama 1 x 24 jam secara terus menerus,
semua biaya yang timbul menjadi tanggung jawab Rekanan Pelaksana.

Dalam pelaksanaan pembangunan ini, pekerjaan Jaringan Listrik pemasukan arus PLN sebesar 105000 VA atau 480 A
menjadi bagian skup dalam pekerjaan ini. Koordinasi dengan pihak terkait diperlukan menyangkut system dan
mekanisme yang berlaku antar instansi baik PLN sebagai distribusi listrik ataupun Pemda sebagai pemakai.
Shop drawing / wiring diagram dan titik instalasi khusus bila diperlukan harus mendapat persetujuan oleh owner dan direksi
maka kontraktor baru bisa mengerjakannya.

1. Pekerjaan Instalasi kabel


Pekerjaan kabel instalasi yang sebagian di pasang di atas plafond dalam pemasangan instalasi kabel ini perlu diperhatikan
sambungan dan kekuatan sambungan serta teknik pelaksanaan telah mengacu kepada PUIL. Sistem pemipaan di atas
plafond di klem dengan rapi atau atas arahan dari direksi lapangan,s ementara kabel yang tertanam dalam dinding
menggunakan pipa conduit PVC untuk memudahkan dalam maintenance.

2. Pemasangan Armature
Pemasangan armature lampu disesuaikan dengan kondisi ruangan. Lampu-lampu terpasang harus kuat dan rapi menempel
dengan gypsum. Ketinggian stop kontak dan sklar disesuaikan dengan bestek atau arahan dari direksi lapangan. Persetujuan
type panel disetiap bangunan sangat diperlukan karena setiap bangunan akanberbeda kebutuhan dayanya.

PASAL 5. PEKERJAAN AKHIR

1. Seluruh ruangan dalam bangunan dan pekarangan bangunan harus dibersihkan dari segala macam bentuk kotoran dan
sampah – sampah, segala macam sisa –sisa bahan bangunan dan benda – benda bekas pelaksanaan pekerjaan harus
dibuang pada tempat yang ditentukan.
2. Pekerjaan bangunan dan halaman harus sudah dalam keadaan siap untuk dipakai namun demikian syarat – syarat yang
harus dipenuhi antara lain :
- Seluruh bagian–bagian dari gedung harus sesuai dengan spesifikasi gambar – gambar rencana bangunan dan memenuhi RKS.
- Seluruh komponen berfungsi dengan baik
3. Apabila penyerahan pertama telah dapat dilakukan maka Pemborong harus menyerahkan satu buah setiap kunci pintu, dan
surat IMB.
4. Penyerahan kedua dapat dilakukan dengan syarat apabila seluruh pekerjaan penyempurnaan terhadap kekurangan –
kekurangan dan cacat – cacat pada masa pemeliharaan telah diperbaiki dan menyerahkan keseluruhan kunci – kunci pintu
yang masih ada pada Pemborong serta tiga set foto – foto pelaksanaan.

PASAL 6. .PENUTUP

Metode pelaksanaan ini kami sampaikan sebagai lampiran dokumen pendukung RMK yangdiharapkan dapat menunjukan
pemahaman dan kemampuan personel sebagai pelaksanapekerjaan dimaksud di atas

Diposting oleh DMGC di 03.41

Label: RKB SD N 21 TANJUNG BAKAU

Tidak ada komentar:


Posting Komentar

Link ke posting ini


Buat sebuah Link

Posting Lebih Baru Beranda

Langganan: Posting Komentar (Atom)

Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.

http://cvdmgc.blogspot.co.id/2011/07/metode-pembangunan-gedung-rhb.html 6/6