Anda di halaman 1dari 2

PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF

NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :


UK.01.I0/II.3/193.22/2014 A 1/ 1
RSUP DITETAPKAN OLEH :
PROF. Dr. R.D. KANDOU DIREKTUR UTAMA,
MANADO
TANGGAL TERBIT :
STANDAR PROSEDUR 14 Oktober 2014
OPERASIONAL
(SPO) dr. Maxi R. Rondonuwu, DHSM, MARS
Nip: 19640520 199103 1 003

PENGERTIAN : Merupakan proses pengelolaan limbah Radioaktif, di mana limbah


tersebut langsung dikirimkan oleh rumah sakit ke pihak ke-3 (pabrik atau
PLTR-BATAN)

TUJUAN : Terlaksanannya proses pengiriman limbah radioaktif dari rumah sakit ke


pihak ke-3 (pabrik atau PLTR-BATAN) sesuai dengan peraturan yang
berlaku.

KEBIJAKAN : 1. UU No.10 Tahun1992 tentang Ketenaganukliran


2. PP No. 26 Tahun 2002 tentang Keselamatan Pengangkutan Zat
Radioaktif
3. PP No. 61 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif
4. Keputusan Keputusan BAPETEN No. 4 Tahun 1999 tentang
Ketentuan Keselamatan untuk Pengangkutan Zat Radioaktif

PROSEDUR : 1. Petugas Proteksi Radiasi (PPR) melengkapi dokumen permohonan


persetujuan pengiriman zat radioaktif kepada BAPETEN.
2. Dokuman harus ditandatangani oleh Direktur Utama Rumah Sakit/
Pemegang Ijin.
3. Untuk pengiriman limbah ke PTLR-BATAN, maka pihak rumah sakit
dalam hal ini Direktur dibantu PPR herus membuat surat permohonan
pengelolaan limbah ke PTLR dengan melampirkan ijin dari
BAPETEN.
4. Dilakukan perjanjian / kontrak antara PTLR dengan PI
5. Apabila limbah akan dikirim kembali ke pabrik, maka pengirimannya
dilakukan oleh sole agent supplier bahan radioaktif tersebut.
6. Limbah radioaktif dikirim setelah dibuatkan berita acara oleh pihak
ke-3 yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.
7. Setelah itu limbah radioaktif menjadi tanggung jawab pihak ke-3.

UNIT TERKAIT : 1. Direktur Utama


2. Instalasi Radioterapi
3. Petugas Proteksi Radiasi
DAFTAR BAHAN RADIOAKTIF

1. COBALT 60
Berada di Ruang Teleterapi Co 60 Instalasi Radioterapi

2. TENECHIUM 99m
Berada/tersimpan di Hot Lab Ruang SPECT (Single Photon Emission Computerized Tomograf)
Gedung CVBC