Anda di halaman 1dari 18

TUGAS BIOTEKNOLOGI FARMASI

Latihan Soal

Disusun Oleh : Hendra Widyan R. (3311131174)

Kelas : Kelas B

PROGRAM STUDI SARJANA


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS JENDRAL ACHMAD YANI
CIMAHI
2017
1. Dalam buku laporan Biotechnology : International Trends and Perspectives yang
disampaikan untuk anggota Negara-negara Organization for Economic Cooperation
and Development (OECD), alan T.Bull, Geoffrey Holt, dan Malcom D. Lilly
menyatakan bahwa bioproses didefinisikan sebagai penerapan prinsip-prinsip ilmu
(science) dan teknik(engineering) untuk pemrosesan bahan baku menjadi barang
dan jasa dengan menggunakan biokatalis.
a. Tulis jenis-jenis ilmu yang dimaksud oleh definisi tersebut . jelaskan penerapan ilmu-
ilmu yang telah saudara sebutkan itu dalam bioproses.
Jawaban :
- Mikrobiologi : adalah sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari
mikroorganisme. Objek kajiannya biasanya adalah semua makhluk (hidup) yang perlu
dilihat dengan mikroskop, khususnya bakteri, fungi, alga mikroskopik, protozoa, dan
Archaea.
Penerapannya dalam bioproses adalah pemanfaatan mikrobiologi dalam produksi
pangan. Misalnya Aspergillus wentii dimanfaatkan bersama kedelai dalam pembuatan
kecap.
- Biokimia : Merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari makhluk dari aspek
kimianya. Biokimia membantu mengetahui mengetahui reaksi-reaksi kimia penting
yang terjadi dalam sel. Dengan demikian dapat dipahami mengenai proses yang dapat
dipahami menenai peroses yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup, sehingga ini
bermanfaat untuk menentukan bahan-bahan yang akan digunakan agar sesuai dengan
hasil yang diinginkan. Peran bioteknologi misalnya proses fermentasi, kultur jaringan
dan lain sebagainya.
- Biologi sel : adalah ilmu yang mempelajari sel, salah satu dari cabang-cabang
biologi. Pengetahuan akan komposisi dan cara kerja sel merupakan hal mendasar bagi
semua bidang ilmu biologi.
Contoh peranannya dalam industri obat-obatan, telah diketahui sifat-sifat bakteri
Escherichia coli yang ternyata dapat dibuat/disintesis menjadi insulin; insulin ini sangat
berguna bagi penderita penyakit Diabetes Melitus pada manusia.
- Genetika : Genetika merupakan cabang biologi yang menkaji tentang pewarisan
sifat-sifat genetik makhluk hidup dari satu generasi kegenerasi berikutnya. Penerapan
genetika dalam bioteknologi memebri kemajuan yang sangat pesat dan
mencengangkan. Hal ini tidak lepas dari temuan atau kajian mengenai materi genetik
yaitu DNA dan RNA anggur tanpa biji misalnya dapat ditumbuhkan, insulin manusia
yang dapat disintetis dari bakteri Escherichia coli, reaksi genetika lainnya dan masih
banyak lagi.
- Rekayasa biokimia : adalah aplikasi proses biuologis pada skala industry yang
menghubungkan ilmu biologi dengan rekayasa kimia.
Peranannya dalam bioproses misalnya pada teknologi DNA rekombinan yang sudah
dimanfaatkan pada skala lab.
- Rekayasa kimia : adalah cabang ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari
pemrosesan bahan mentah menjadi barang yang lebih berguna, dapat berupa barang jadi
ataupun barang setengah jadi.
Peranannya dalam bioproses diantaranya menghasilkan serat yang sangat kuat, bahan
tekstil, pelekat, material komposit untuk kendaraan, material yang aman digunakan
untuk implan, dan obat-obatan. Serta memproduksi berbagai antibiotic dengan
memanfaatkan mikroba. Seperti memanfaatkan Bacillus subtilis.

2. Berdasarkan volume dan harga produknya, bioproses dapat dikelompokkan menjadi


produk-produk volume besar-harga murah(low cost-high volume product) dan produk-
produk volume kecil-harga mahal (high cost-low volume products)
a. Berikan 5 buah contoh produk-produk bioproses yang termasuk kategori produk-
produk volume besar-harga murah
Jawaban :
- Macam-macam pelarut : etanol, n-butanol, iso propanol, aseton, gliserol
- Asam-asam organik : asam asetat, asam laktat, asam sitrat, asam glukonat,
asam propionate

Protein sel tunggal ( Single Cell Protein, SCP)

b. Berikan 5 buah contoh produk-produk bioproses yang termasuk kategori produk-


produk volume kecil-harga mahal
Jawaban :
Asam amino, vitamin, antibiotik, enzim, polisakarida
3. Berdasarkan produk yang dihasilkannya, bioproses dapat diklasifikasikan menjadi
bioproses yang diarahkan ke produksi biomassa, produksi metabolit primer, produksi
metabolit sekunder, dan produksi enzim. Tuliskan masing-masing lima buah contoh untuk
:
a. Bioproses yang memproduksi biomassa
Jawaban :
Bakteri, ragi( baker’s yeast), lapuk(mold), algae, lignoselulosa
b. Bioproses yang memproduksi metabolit primer
Jawaban :
asam asetat, asam laktat, asam glutamate, asam amino, vitamin.
c. Bioproses yang memproduksi metabolit sekunder
Jawaban :
zat antimikroba (penisilin, sefalosporin, tetrasiklin, tilosin, linkomisin), zat pengatur
tumbuh, zat-zat farmakologis
d. Bioproses yang memproduksi metabolit enzim
Jawaban :
amylase, protease, lipase, pectinase dan glukosa isomerase
4. Fermentasi dan biokonversi
a. Uraikan dengan sebaik-baiknya perbedaan antar proses fermentasii dan bioproses
Jawaban :
Bikonversi merupakan suatu perubahan senyawa kima menjadi senyawa kimia lain
dengan melalui satu tahap rekasi.
Fermentasi adalah suatu perubahan senyawa kimia menjadi senyawa kimia yang lain
dengan melalui beberapa tahap reaksi dengan memanfaatkan mikroorganisme.
b. Tuliskan masing-masing lima buah contoh produk-produk fermentasi dan produk-
produk biokonversi
Jawaban :
- Produk fermentasi : cokelat, tempe, sale pisang, teh, asam sitrat]
SCP (Spirulina, Sancorella) spora Penicillium roquefortii (keju) Rhizobium
sp.(simbiosis dg tan Leguminoceae) Bakteri asam laktat (yoghurt), B.
thuringensis (kristal protein → insektisida
- Produk biokonversi : benzyl alcohol, penisilin, steroid, gliserol-3posfat(precursor
vaksin dan kosmetik), asam glukonat
progesterone → 11- α hidroksiprogesterone, biokonversi D-Sorbitol-L Sorbitol,
bikonversi Glukosa-fruktosa, biokonversi streptomisin-streptomisin-P,
biokonversi benzeldehid-benzil alkohol
5. Proses fermentasi menggunakan substrat atau medium cair dapat dilaksanakan melalui
suface fermentation process dan submerge fermentation process. Uraikan dengan sebaik-
baiknya hal-hal apa saja yang dapat dinilai sebagai kelebihan atau keuntungan pelaksanaan
submerged fermentation process dibandingkan dengan pelaksanaan surface fermentation
process.
Jawaban :
- Fermentasi padat (solid fermentation process)
A. Keuntungan :
 Medium pada umumnya sederhana dan tidak memerlukan pre treatment yang
kompleks. Kebanyakan berasal dari hasil pertanian karena sudah mengandung
seluruh nutrient yang dibutuhkan mikroba, misalnya biji-bijian, dedak gandum,
jerami, onggok, dll.
 Karena Aw rendah, maka mengurangi peluang kontaminasi oleh bakteri atau
khamir.
 Substrat mempunyai kandungan nutrisi yang sangat tinggi konsentrasinya 
reaktor umumnya lebih kecil ukurannya dibanding SMF
 Tenaga aerasi lebih rendah dibanding SMF
 Aerasi dihasilkan dengan mudah karena ada ruang diatara tiap partikel
substratnya
 Inokulum dapat disiapkan secara sederhana
 Untuk inokulum umumnya dalam bentuk spora  tidak perlu reaktor yang
besar
 Proses hilir lebih mudah, bahkan pada produksi pupuk atau pakan tidak
dihasilkan limbah.
 Ruang yang diperlukan untuk peralatan fermentasi relatif kecil,karena air yang
digunakan sedikit.
 Kondisi medium tempat pertumbuhan mikroba mendekati kondisi habitat
alaminya
 Produk yang dihasilkan dapat dipanen dengan mudah
 Dapat menghasilkan kepekatan produk yang lebih tinggi
 Pada media padat dapat digunakan substrat tunggal alam
 Pengontrolan terhadap kontaminasi lebih mudah
 Produktivitas lebih tinggi, dan tidak membentuk buih.
 Hasil yang sama dapat berulang dengan kondisi yang sama
 Tidak perlu pengontrolan pH dan suhu yang teliti.
B. Kerugian
 Terbatas hanya pada mikroba yang tumbuh pada kelembaban terbatas 
kebanyakan fungi
 Masalah dalam pengeluaran panas sebagai hasil metabolisme
- Fermentasi cair (submerged fermentation process)
A. Keuntungan
 Hampir disemua bagian tangki terjadi fermentasi
 Kontak antar reaktan dan bakteri semakin besar
B. Kelemahan
 Biaya operasi relatif mahal
6. Selain menggunakan medium cair, proses fermentasi juga dapat dilaksanakan
dengan menggunakan medium padat (solid state fermentation process)
a. Tulis 5 buah contoh proses fermentasi yang menggunakan medium padat
Jawaban :
Beberapa contoh fermentasi substrat padat

Contoh substrat Mikroorganisme yang


terlibat

Produksi jamur (eropa Jerami, rabuk Agaricus bisporus,


dan asia timur) lentinus edodes,
Gandum dan kedele volvariella volvaceae
Fermentasi (dinegara
timur) Kedele Aspergillus oryzae

Kecap Kedele Rhizopus sp.

Tempe Neurospora sitophila

Oncom
Keju Dadih susu Penicillim roquefortii

Pencucian logam Biji mutu rendah Thiobacillus sp.

Asam-asam organik Gula tebu, molasa Aspergillus niger

Enzim-enzim Sekam gandum dan Aspergillus niger


sebagainya
Pengkomposan Jamur, bacteria,
Bahan organic campuran aktinomisetes
Perlakuan limbah
Komponen limbah Bakteri, jamur dan proto

b. Uraikan keuntungan atau kelebihan dari proses fermentasi menggunakan


medium padat jika dibandingkan dengan proses fermentasi dengan
menggunakan medium cair.
Jawaban :
 Medium pada umumnya sederhana dan tidak memerlukan pre treatment yang
kompleks. Kebanyakan berasal dari hasil pertanian karena sudah mengandung
seluruh nutrient yang dibutuhkan mikroba, misalnya biji-bijian, dedak gandum,
jerami, onggok, dll.
 Karena Aw rendah, maka mengurangi peluang kontaminasi oleh bakteri atau
khamir.
 Substrat mempunyai kandungan nutrisi yang sangat tinggi konsentrasinya 
reaktor umumnya lebih kecil ukurannya dibanding SMF
 Tenaga aerasi lebih rendah dibanding SMF
 Aerasi dihasilkan dengan mudah karena ada ruang diatara tiap partikel
substratnya
 Inokulum dapat disiapkan secara sederhana
 Untuk inokulum umumnya dalam bentuk spora  tidak perlu reaktor yang
besar
 Proses hilir lebih mudah, bahkan pada produksi pupuk atau pakan tidak
dihasilkan limbah.
 Ruang yang diperlukan untuk peralatan fermentasi relatif kecil,karena air yang
digunakan sedikit.
 Kondisi medium tempat pertumbuhan mikroba mendekati kondisi habitat
alaminya
 Produk yang dihasilkan dapat dipanen dengan mudah
 Dapat menghasilkan kepekatan produk yang lebih tinggi
 Pada media padat dapat digunakan substrat tunggal alam
 Pengontrolan terhadap kontaminasi lebih mudah
 Produktivitas lebih tinggi, dan tidak membentuk buih.
 Hasil yang sama dapat berulang dengan kondisi yang sama
 Tidak perlu pengontrolan pH dan suhu yang teliti.

7. Uraikan 6 tahap urutan kegiatan dalam suatu industry fermentasi


Jawaban :
- Formulasi medium (untuk pengembangan inoculum dan untuk produksi)
- Sterilisasi medium, fermentor, semua bahan dan peralatan
- Pengembangan inoculum
- Fermentasi dalam fermentor produksi
- Perolehan dan pemurniaan produk
- Pengolahan dan pembuangan limbah
8. Uraikan secara sistematik apa sebabnya strain mikroorganisme yang digunakan
sebagai biokatalis dalam proses fermentasi harus merupakan biakan murni.
Jawaban :
Karena biakan murni sudah diketahui sifat-sifatnya sehingga keadaan dan kondisi
hoidupnya dapat diusahakan berasa pada lingkungan yang optimal sehingga produk
yang dihasilkannya dapat maksimal dengan produktivitas yang tinggi. Serta untuk
mencegah terbentuknya hasil samping
9. Uraikan secara sistematis apa sebabnya untuk digunakan sebagai bokatalis dalam
proses fermentasi secara komersial sebaiknya dipilih mikroorganisme yang
menghasilkan produk tunggal
Jawaban :
karena mikroorganisme dengan produk tunggal dapat dengan spesifik
dimanfaatkan tanpa adanya produk samping yang mampu mempengaruhi
produktivitas d65an kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu dengan produk
tunggal, produk yang dihasilkan akan lebih banyak dan maksimal daripada produk
banyak.
10. Pusat koleksi biakan seperti Japanese Federation of Culture Collection of
Microorganisms(JFCC), Jepang dan American Type Culture Collection (ATCC),
USA merupakan pusat-pusat yang menyediakan macam-macam strain
mikroorganisme yang bias dimanfaatkan untuk keperluan penelitian. Jelaskan
dengan cermat apa sebabnya untuk memperoleh strain mikroorganisme industrial
harus mengisolasi sendiri.
Jawaban :
Karena mikroorganisme dari alam memiliki produktivits yang rendah sehingga
isolasi mikroorganisme industrial harus dilakukan isolasi sendiri agar memperoleh
mikroorganisme dengan produktivitas yang tinggi.
11. Medium pertumbuhan mikroorganisme
a. Jelaskan dengan cermat apa yang dimaksud dengan medium pertumbuhan
suatu mikroorganisme
Jawaban :
Medium pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari
campuran utrient yang bias digunakan untuk pertumbuhan mikroorganisme.
Dimana, dengan unsur-unsur yang terkandung di dalamnya mikroorganisme
dapat mensintesis komponen-komponen sel dan memperoleh energy yang
diperlukan untuk proses metabolism.
b. Jelaskan pula apa yang dimaksud dengan nutrient dan tulis 5 macam nutrient
yang saudara ketahui
Jawaban :
Nutrient adalah unsur atau senyawa kimia yang digunakan untuk metabolisme atau
fisiologi organisme. Nutrien biasanya dikategorikan menjadi nutrien yang
menyediakan energi dan yang digunakan sebagai komponen untuk tubuh atau struktur
sel. Contoh nutrient ada karbon, oksigen, nitrogen, hydrogen dan posfor
12. Sumber energy dan sumber karbon dalam medium pertumbuhan suatu
mikroorganisame
a. Jelaskan dengan sebaik-baiknya yang dimaksud dengan sumber energy dari
suatu medium pertumbuhan mikroorganisme ‘
Jawaban :
Medium pertumbuhan adalah suatu bahan yang terdiri dari campran nutrient
yang bisa digunakan untuk pertumbuhan mikroorganisme. Untuk dapat tumbh,
mikroorganisme memerlukan sumber energy yang berasal dari nutrient, dimana
nutrient yang dibutuhkan oleh mikrorganisme ini dapat berasal dari senyawa
kimia. Dan senyawa kimia tersebut sudah tersedia di dalam medium
pertumbuhannya seperti nitrogen, karbon, hydrogen, sulphur, posfor dan zat
besi.3
b. Tuliskan sekurang-kurangnya 5 macam sumber energy yang dapat digunakan
oleh mikroorganisme kemotrofik
Jawaban :
nitrogen, karbon, hydrogen, sulphur, posfor dan zat besi
c. Tulis 5 buah contoh sumber energy yang dapat digunakan oleh mikroba
kemoautotrofik
Jawaban :
NH4+, Fe2+, H2, H2S. dan S
d. Tulis contoh-contoh sumber karbon yang bisa digunakan untuk pertumbuhan
mikroba fotoautotrofik
Jawab-+an :
CO2, metaboisme karbohidrat, metabolisme protein,
e. Tulis sumber energy yang digunakan oleh mikroorganisme fotoautotrofik
Jawaban :
berasal dari cahaya
f. Tulis 5 buah contoh sumber karbon dan sumber energy yang digunakan
mikroba kemoheteterotrofik
Jawaban :
- Sumber karbon : glukosa
- Sumber energy : glukosa
g. Tulis dengan benar 5 contoh nama mikroorganisme fotoautotrofik
Jawaban :
algae, bakteri fotosintetik
h. Tulis dengan benar 5 contoh nama mikroorganisme kemoautotrofik
Jawaban :
bakteri hydrogen, bakteri sulphur, bakteri nitrifikasi besi
i. Tulis dengan benar 5 contoh nama mikroorganisme fotoheterotrof
Jawaban :
algae, beberapa jenis bakteri ungu, bakteri hijau, sianobakteria
j. Tulis dengan benar 5 contoh nama mikroorganisme kemoheterotrof
Jawaban :
13. Sumber nitrogen dalam suatu medium pertumbuhan mikroorganisme
a. Jelaskan fungsi sumber nitrogen yang ditambahkan ke dalam suatu medium
pertumbuhan mikroba
Jawaban :
fungsi nitrogen ini adalah untuk biosintesis protein, asam-asam nukleat dan
koenzim
b. Tulis 5 contoh sumber nitrogen dari senyawa anorganik yang biasa
ditambahakan ke dalam medium pertumbuhan suaty mikroorganisme
Jawaban :
ammonium sulfat, NH4CL, NH4NO3
c. Tulis 5 contoh sumber nitrogen dari senyawa aorganik yang biasa
ditambahakan ke dalam medium pertumbuhan suaty mikroorganisme
Jawaban :
asam amino, ekstrak ragi, pepton, kacang kedelai, kacang tanah
14. Fosfor dalam suatu medium pertumbuhan mikroorganisme
a. Jelaskan dengan cermat fungsi posfor dalam proses metabolisme microbial
Jawaban :
Fosfor berfungsi untuk biosintesis fosfolipid, asam nukleat, koenzim tertentu
dan senyawa-senyawa nukleotida seperti ATP, GTP. NAD, NADP, dan FAD
b. Tulis 5 buah contoh sumber posfor yang biasa ditambahkan ke dalam medium
yang dirancang untuk pertumbuhan suatu mikroorganisme
Jawaban :
KH2PO4, K2HPO4
15. Sulfur dalam suatu medium pertumbuhan mikroorganisme
a. Jelaskan dengan cermat fungsi sulphur dalam proses metabolisme microbial
Jawaban :
Fungsi sulfur dalam dalam proses metabolisme mikrobial sebagai sumber
energi untuk beberapa bakteri kemoautotrofik.
b. Tulis 5 buah contoh sumber sulfur yang bisa ditambahkan ke dalam medium
yang dirancang untuk pertumbuhan suatu mikroorganisme
Jawaban :

16. Jelaskan fungsi mineral yang termasuk micronutrient berikut dalam proses
metabolise microbial
a. Besi (Fe)
Jawaban :
sebagai kofaktor enzim dehidratase
b. Seng (Zn)
Jawaban :
sebagai kofaktor enzim-enzim RNA dan DNA polymerase, alcohol
dehydrogenase dan aldolase
c. Mangan (Mn)
Jawaban :
Sebagai kofakor sitrat sintase dan PEP karboksilase
d. Magnesium (Mg)
Jawaban :
berfungsi untuk membuat formula perbenihan untuk membiakkan sebagian besar
mikroorganisme dan merupakan mineral esensial untuk fungsi dan integritas
ribosom.
e. Kalium (K)
Jawaban :
memiliki fungsi yang sama dengan Magnesium yaitu untuk membuat formula
perbenihan untuk membiakkan sebagian besar mikroorganisme dan merupakan
mineral esensial untuk fungsi dan integritas ribosom.
17. Penambahan suatu precursor ke dalam medum produksi suatu proses fermentasi
a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan precursor
Jawaban :
Prekursor adalah senyaw akimia yang bila ditambahkan ke dalam medium
fermentasi berperan untuk mengarahkan pembentukan produk metabolit
b. Jelaskan dan uraikan secara lengkap dan sistemik dan berikan contoh kasus
yang dapat memberikan penjelasan tentang peran atau fungsi precursor
Jawaban : Secara alami, Penicillium chrysogenum dapay menghasilkan
bermacam macam penisilin, sepeeti Pen F, Dihidropenisilin F, Pen G, Pen K, Pen
N, Isopenisilin N, dan Pen X
18. Keberadaan induser dalam suatu medium produksi enzim:
a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan induser.
Jawab : Induser adalah senyawa yg bersifat menginduksi sistem biosintesis
produk enzim.
b. Tulis contoh-contoh induser dan kemudian jelaskan dengan sebaik-baiknya melalui
contoh-contoh kasus yang dapat memberikan penjelasan tentang fungsi dari
induser.
Jawab : contoh Starch untuk produksi -amilase oleh Aspergillus niger. dan
maltosa oleh Bacillus subtilis, selulosa untuk produksi selulase oleh Trichoderma
viride.
19. Formulasi medium:
a. Jelaskan secara lengkap dan sistematik pentingnya formulasi medium dalam proses
fermentasi.
Jawab : Pada formulasi media Media harus memenuhi kebutuhan
mikroba untuk pembentukan biomasa selnya dan metabolit. Tahapannya yaitu
dengan menganalisis komponen sel mikroorganisme terlebih dahulu. Contohnya
apabila komponen sel mikroorganisme terdapat glukosa maka medium yang akan
digunakan harus ditambahkan dengan glukosa.
b. Jelaskan pula perbedaan antara formulasi medium untuk pengembangan inokulum
dan formulasi medium untuk produksi.
Jawab :
- Formulasi medium untuk pengembangan inokulum
- Formulasi medium untuk produksi

20. Uraikan dengan sebaik-baiknya lima kriteria bahan baku yang sebaiknya dipilih
untuk industri bioproses.
Jawaban :
 Mengandung air, karena air meupakan komponen utama dalam biproses
 Merupakan sumber energi
 Merupakan sumber karbon
 Merupakan sumber nitrogen
 Merupakan sumber mineral

21. Uraikan dengan cermat pentingnya dilakukan proses sterilisasi bahan dan peralatan
yang terlibat dalam proses fermentasi
Jawaban :
Pentingnya dilakukan sterilisasi bahan dan alat yang digunakan pada proses
fermentasi karena proses fermentasi menggunakan mikroorganisme yang bisa
menghasilkan enzim untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi, oleh karena itu
seluruh bahan dan alat yang terlibat dalam proses fermentasi harus disterilisasi agar
bahan dan peralatan tersebut bebas dari segala jenis mikroorganisme. Sterilisasi
dilakukan untuk menghindari kontaminasi pada proses fermentasi untuk
menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan terjadi.
22. Perbandingan antara proses sterilisasi dan proses pasteurisasi
a. Jelaskan dengan sebaik-baiknya persamaan antara proses sterilisasi dan
pasteurisasi
Jawaban :
Sterilisasi dan pasteurisasi keduanya merupakan proses pembebasan suatu
bahan dari mikroorganisme. Proses sterilisasi dan pasteurisasi dipanaskan pada
suhu tinggi untuk membebaskan mikroorganisme pada suatu bahan.
b. Jelaskan dengan sebaik-baiknya perbedaan antara proses sterilisasi dan
pasteurisasi
Jawaban :
suhu dan waktu pada sterilisasi adalah 121°C dengan waktu 30 menit,
sedangkan pada pasteurisasi pada suhu 62°C dengan waktu 30 menit dan
didinginkan secepat mungkin setelah dipasteurisasi. Pasteurisasi hanya
membebaskan bahan dari sel vegetative mikroorganisme pathogen atau
nonpatogen tapi dapat menyebabkan kerusakan, sedangkan sterilisasi
membebaskan segala mikroorganisme pada bahan atau peralatan yang
digunakan.

23. Jelaskan perbedaan antara peoses sterilisasi dengan proses desinfeksi


Jawaban :
Pada proses sterilisasi semua mikroorganisme termasuk spora bakteri akan
terbebas. Sterilisasi dapat dilakukan dengan menggunakan pemanasan uap
(autoklaf) atau dengan panas kering. Dapat juga dilakukan dengan penjenuhan
dengan glutaraldehid atau formaldehid selama 10 jam.
Pada proses desinfeksi tingkat tinggi semua mikroorganisme, namun hanya
sebagian dari spora bakteri terbebas. Dapat dilakukan dengan pendidihan selama
20 menit atau dengan penjenuhan dengan jumlah besar disinfektan selama 30 menit
misalnya dengan mengunakan glutaraldehid atau H2O2. Pada proses desinfeksi
tingkat rendah, akan menghilangkan jumlah mikroba sehingga peralatan atau
permukaan badan aman untuk dipegang. Desinfeksi ini dapat dilakukan dengan
beberapa macam disinfektan.
24. Tulis masing-masing lima contoh dari
a. Antiseptik
Jawaban :
Alcohol, Povidone Iodine (betadine), Hydrogen peroksida, Ektaridin laktat atau
rivanol, dan Yodium atau Iodine
b. Desinfektan
Jawaban :
Klorin, Ozone, Yodine, Bromine, dan Formaldehida
25. Tulis sepuluh buah contoh senyawa kimia yang biasa digunakan untuk proses
sterilisasi
Jawaban :
Fenol, H2O2, Halogen (senyawa klorin, iodium), alkohol, derivat akridin, rosanalin,
detergen, logam berat (Hg,Ag,As,Zn), aldehida, ethylene oxide gas.
26. Jelaskan apa sebabnya sebelum proses steriliasi dengan menggunakan autoklaf
dilaksanakan, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah mengeluarkan semua
udara dari ruang sterilisasi.
Jawaban :
Sebelum melakukan sterilisasi dengan menggunakan autoklaf, semua udara harus
dikeluarkan dari ruang sterilisasi karena udara tersebut masih mengandung
mikroorganisme lain (tidak steril). Jika udara tersebut tidak dikeluarkan, maka
dapat mengkontaminasi alat dan bahan yang akan disterilkan yang artinya akan ada
lebih dari 1 mikroorganisme yang ada dalam bioproses.
27. Jelaskan penyebab kematian mikroorganisme yang diakibatkan oleh masing –
masing proses sterilisasi menggunakan oven dan menggunakan autoklaf.
Jawaban :
Sterilisasi menggunakan oven atau disebut juga dengan panas kering dapat
membunuh mikroorganisme karena ada proses dehidrasi dan oksidasi. Pertama –
tama protein dari mikroorganisme dikeringkan dengan pemanasan yang tinggi,
kemudian akan teroksidasi karena adanya oksigen dalam udara yang menyebabkan
kematian mikroorganisme. Sedangkan pada sterilisasi menggunakan autoklaf
terjadi koagulasi dan denaturasi protein, kemudian ikatan disulfida dan hidrogen
dari strains protein dirusak (inaktif). Karena itulah mikroorganisme dapat
dimatikan.
28. Bila 750 ml suatu medium pertumbuhan mikroorganisme yang diketahui di
antaranya mengandung pepton sebagai sumber nitrogen dan glukosa sebagai
sumber karbon dan energi akan disterilisasi, metode sterilisasi yang sebaiknya
dipilih adalah dengan menggunakan autoklaf pada temperature 121˚C selama 20
menit. Jelaskan pendapat saudara tentang pemilihan metode proses sterilisasi
tersebut.
Jawaban :
29. Inokulum merupakan salah satu factor yang menentukan keberhasilan industri
bioproses.
a. Jelaskan tujuan pengembangan inokulum.
Jawaban :
Tujuan dari pengembangan inokulum adalah untuk memperoleh sejumlah sel yang
layak digunakan untuk menginokulasi medium produksi dengan cara mengupayakan
penyediaan sejumlah sel mikroorganisme yang dimulai dari Kultur persediaan (stock
culture, master culture)
b. Uraikan lima kriteria inokulum yang baik untuk pelaksanaan suatu industry
bioproses.
Jawaban :
 Sel mikroorganismenya harus murni, artinya sel mikroorganisme yang terdapat
pada inokulum hanya terdiri satu mikroorganisme.
 Sel mikroorganismenya harus aktif, artinya sel harus aktif memperbanyak diri.
Hal ini dapat dilihat dari kurva pertumbuhan mikroorganisme, dimana fase
eksponensial merupakan tingkat sel mikroorganisme untuk memperbanyak diri
secara cepat.
 Jumlah sel harus cukup untuk medium dalam volume tertentu.
 Sel harus dalam bentuk morfologi yang sesuai.
 Sel harus memiliki kemampuan membentuk produk yang tinggi sesuai yang
diharapkan.
30. Salah satu upaya untuk menghindari terjadinya kontaminasi pada proses fermentasi
adalah dengan mempertahankan keadaan aseptik selama proses berlangsung.
Gambar dan jelaskan dengan sebaik – baiknya mekanisme kerja inokulasi
fermentor suatu pabrik dengan suspensi spora secara aseptic menurut Parker.
Jawaban :