Anda di halaman 1dari 33

APLIKASI PROGRAM VISUAL BASIC 6.

0 DALAM
PERHITUNGAN LUAS KOLAM PENGENDAPAN
LUMPUR BERDASARKAN HUKUM STOKES

MAKALAH PRAKTIKUM PROGRAM KOMPUTER

Dibuat sebagai syarat mengikuti ujian Praktikum Program Komputer


Pada Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Sriwijaya

Oleh

Julian Akbar Alapa


03061002071

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
2007
APLIKASI PROGRAM VISUAL BASIC 6.0 DALAM
PERHITUNGAN LUAS KOLAM PENGENDAPAN
LUMPUR BERDASARKAN HUKUM STOKES

MAKALAH PRAKTIKUM PROGRAM KOMPUTER

Disetujui untuk jurusan Teknik


Pertambangan oleh Asisten:

Januar Setiawan
ABSTRAK

APLIKASI PROGRAM VISUAL BASIC 6.0 DALAM


PERHITUNGAN LUAS KOLAM PENGENDAPAN
LUMPUR BERDASARKAN HUKUM STOKES

(Julian Akbar Alapa : 2007, halaman)

Berangkat dari pemikiran bahwa setiap metode penambangan yang


diharapkan kini harus berwawasan lingkungan, maka system penirisan
tambang(Mine Drainage Syatem) pun harus diupayakan agar tak menimbulkan
polusi disekitar kawasan tambang. Cara yang biasanya ditempuh adalah melengkapi
system penirisan tambang tersebut dengan kolam pengendapan untuk mengendapkan
lumpur hasil penambangan.
Adapun agar kolam pengendapan tersebut berfungsi dengan baik maka
harus dibuat rancangan yang baik pula. Untuk itu perlu dibuat rancangan untuk
menentukan luas dari kolam pengendapan itu agar kolam tersebut dapat berfungsi
dengan baik. Adapun salah satu cara menghitung luas kolam pengendapan lumpur
ialah dengan menggunakan Hukum Stokes agar diperoleh luas kolam lumpur
pengendapan yang sesuai dengan kebutuhan.
Pada proses pembuatan rancangan kolam pengendapan lumpur ada
beberapa perhitungan yang harus dilakukan agar diperoleh hasil yang baik. Untuk
mempermudah perhitungan tersebut, diperlukan media yang tepat. Media yang tepat
adalah Program Komputer Visual Basic.
KATA PENGANTAR

Penulis mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkat dan rahmat -Nya maka penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Aplikasi Program Visual Basic 6.0 Dalam Perhitungan Luas Kolam
Pengendapan Lumpur Berdasarkan Hukum Stokes” ini tepat pada waktunya.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi syarat mengikuti Ujian Praktikum
Program Komputer pada Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya.
Dalam kesempatan ini, Penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Ir.Makmur Asyik,MT Dosen Pengasuh Mata Kuliah Program
Komputer.
2. Januar Setiawan, Asisten Pembimbing Praktikum Program Komputer.
3. Korps Asisten Praktikum Program Komputer.
4. Teman – teman yang telah ikut membantu dalam pembuatan makalah
Program Komputer ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kesalahan,
untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.
Akhirnya penulis berharap semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat
bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesejahteraan umat
manusia.

Indralaya, Mei 2007 Penulis,


DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ................................................................................... iv

DAFTAR ISI ................................................................................................... v

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... vii

DAFTAR TABEL .......................................................................................... viii

BAB

I. PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang ................................................................... I-1


I.2. Tujuan Penulisan ................................................................ I-2
I.3. Pembatasan Masalah .......................................................... I-3
I.4. Metode Penulisan ............................................................... I-4
I.5. Sistematika Penulisan ........................................................ I-5

II. TINJAUAN PUSTAKA

II.1. Sekilas Tentang Kolam Pengendapan ................................ II-1


II.2. Perhitungan ........................................................................ II-2
II.3. Sejarah Visual Basic .......................................................... II-3

III. PEMBAHASAN

III.1. Langkah – langkah Pembuatan Program Visual Basic....... III-1


III.1.1. Pengaturan Properties ............................................ III-1

III.2. Bentuk Form ...................................................................... III-8


III.2.1. Form Kosong Luas Kolam ..................................... III-8
III.2.2. Bentuk Input Box yang keluar ketika Program
Visual Basic dijalankan........................................... III-9
III.2.3. Bentuk Message Box yang keluar setelah Input
Box.......................................................................... III-9

III.3. Kode Program .................................................................... III-10


III.4. Contoh Perhitungan ........................................................... III-12
III.4.1. Secara Komputer ................................................... III-12
III.4.2. Secara Manual ....................................................... III-18

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

IV.1. Kesimpulan ........................................................................ IV-1

IV.2. Saran .................................................................................. IV-2

DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar

3.1 FORM KOSONG ........................................................................... III-8


3.2. BENTUK INPUT BOX.................................................................. III-9
3.3. BENTUK MESSAGE BOX .......................................................... III-9
3.4. FORM YANG DIKLIK TAMPILAN ........................................... III-13
3.5. FORM PERHITUNGAN YANG TELAH DIPROSES ................ III-14
3.6 FORM YANG TELAH DICANCEL ............................................ III-15
DAFTAR TABEL

Halaman
TABEL
III.1. TABEL PROPERTIES ............................................................... III-7
BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Dalam dunia pertambangan sekarang ini, telah dituntut agar segala


sesuatu mengenai kegiatan pertambangan agar tidak terjadi polusi terhadap
lingkungan disekitar area pertambangan. Untuk itulah diperlukan suatu cara
yang ampuh untuk menghindari limbah hasil pertambangan agar tidak
mencemari lingkungan disekitarnya. Salah satunya ialah dengan membuat
kolam pengendapan lumpur agar tidak terjadi pencemaran. Dalam membuat
kolam pengendapan lumpur tersebut diperlukan suatu rancangan untuk
menentukan luas kolam pengendapan lumpur tersebut. Salah satu dari
perhitungan itu ialah melakukan perhitungan luas kolam pengendapan lumpur
berdasarkan Hukum Stokes. Oleh karena itu penulis ingin menerapkan
perhitungan luas kolam pengendapan lumpur kedalam program komputer
Visual Basic.

I.2. Tujuan Penulisan

Makalah Program Komputer ini mempunyai beberapa tujuan. Adapun


tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Mengenal proses cara menghitung luas kolam pengendapan lumpur
berdasarkan Hukum Stokes.
2. Mengaplikasikan program Visual Basic 6.0 dalam perhitungan luas kolam
pengendapan lumpur berdasarkan Hukum Stokes.
I.3. Pembatasan Masalah

Makalah Program Komputer ini membahas beberapa masalah. Adapun


permasalahan yang dibahas dalam makalah ini ialah mengenai Perhitungan luas
kolam pengendapan lumpur berdasarkan Hukum Stokes.
I.4. Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan adalah mengumpulkan data-data dari


literature dan lainnya yang berhubungan dengan Perhitungan luas kolam
pengendapan lumpur berdasarkan Hukum Stokes dan juga yang berhubungan
dengan pemrogaman Visual Basic.

I.5. Sistematika Penulisan

Adapun sistematika dari penulisan Makalah Program Komputer ini ialah


sebagai berikut:
1. Studi Pustaka
Dengan membaca berbagai literatur tentang masalah Analis Perhitungan
luas kolam pengendapan lumpur berdasarkan Hukum Stokes.
2. Analisis Data
Dengan menganalisa berbagai data dan perhitungan serta diaplikasikan
dalam Visual Basic 6.0.
2. Kesimpulan.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1. Sekilas Tentang Kolam Pengendapan

Pada umumnya dalam melakukan kegiatan penambangan maka air yang


keluar dari sistem penirisaan tambang sedikit banyak mengandung lumpur. Air
penirisan yang mengandung lumpur itu apabila dibuang langsung ke badan air
bebas (sungai, danau, bendungan atau laut) akan menyebabkan kekeruhan dan
pendangkalan yang kemudian akan menyebabkan pencemaran di lingkungan.
Adapun usaha untuk memperkecil pencemaran terhadap lingkungan disekitar
area penambangan itu ialah dengan membuat suatu kolam pengendapan lumpur.
Adapun bentuk kolam pengendapan lumpur biasanya hanya digambarkan secara
sederhana, yaitu berupa kolam berbentuk empat persegi panjang, tetapi
sebenarnya bentuk tersebut dapat bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan.
Pada setiap kolam pengendapan, akan selalu ada 4 zona penting yang
terbentuk karena proses pengendapanmaterial padatan. Keempat zona tersebut
adalah :
1. Zona Masukan
Tempat masuknya aliran lumpur kedalam kolam pengendapan dengan
anggapan campuran padatan dan cairan yang masuk dapat terdistribusi
secara seragam.
2. Zona Pengendapan
Tempat dimana partikel padatan akan mengendap.
3. Zona endapan lumpur
Tempat dimana partikel padatandalam cairan (lumpur) mengalami
sedimentasi dan terkumpul dibagian bawah kolam pengendapan.
4. Zona keluaran
Tempat keluarnya hasil buangan yang telah jernih.

II.1. Perhitungan

Untuk menentukan luas dari kolam pengendapan lumpur secara analitis


dapat dihitung berdasarkan parameter dan anggapan sebagai berikut :
1. Hukum Stokes berlaku apabila persen padatannya kurang dari 40%
2. Diameter partikel padatan tak boleh kurang dari 9 x 10-6 meter, sebab
ukuran yang lebih besar akan memberikan keluaran luas kolam yang
tidak memadai.
3. Kekentalan(Viskositas) air diketahui.
Dari Hukum Stokes dapat dilakukan perhitungan luas kolam
pengendapan sebagai berikut :
 Berat padatan per m3 = Solid x Qmat x 1000
 Berat air per m3 = Air x Qmat x 1000
 Volume padatan per detik = Berat solid per detik
ρf x 60 x 60
 Volume air per detik = Berat air per detik
ρs x 60 x 60
 Total volume per detik = Volume padatan + volume air
 Kecepatan pengendapan = g x ukur x Ukur (ρs- ρf)
18 x Vis x 1000
 Luas yang dibutuhkan = Total volume
Kecepatan pengendapan
Keterangan :
Qmat = Material yang akan diproses
Ukur = Ukuran partikel yang akan diukur
ρf = Kecepatan Partikel
ρs = Kecepatan Fluida ( air )
Vis = Keentalan air lumpur

II.3. Sejarah Visual Basic

Visual Basic adalah bahasa pemrograman yang dikeluarkan oleh


Microsoft. Visual Basic digunakan untuk membangun program aplikasi yang
memiliki tampilan seperti program aplikasi lainnya berbasis MS Windows.
Visual Basic dapat memanfaatkan kemampuan yang dimiliki MS Windows
secara optimal. Berikut ini beberapa point penting dalam sejarah perkembangan
Visual Basic.
1. Visual Basic pertama kali dikeluarkan pada tahun 1991, yaitu program
VB untuk DOS dan untuk Windows.
2. Visual Basic 3.0 diliris pada tahun 1993.
3. Visual Basic 4.0 diliris pada tahun 1994 dengan tambahan dukungan
untuk aplikasi 32 bit.
4. Visual Basic 6.0 diliris pada akhir tahun 1998.
5. Visual Basic versi terbaru yaitu Visual Basic .NET diliris pada tahun
2002.
Langkah awal mempelajari Visual Basic 6.0 adalah mengenali antar
muka Visual Basic. Visual Basic 6.0 memiliki ruang kerja yang terpadu untuk
membuat program aplikasi. Ruang kerja terpadu ini disebut IDE (Intergated
Development Environment).
BAB III

PEMBAHASAN

III.1. Langkah-langkah pembuatan Program Visual Basic

Dalam membuat program Visual Basic tentang perhitungan Tingkat


Frekuensi/Kekerapan dan Tingkat Keparahan Kecelakaan Tambang, maka
dilakukanlah langkah-langkah sebagai berikut:
1. Jalankan Program Visual Basic 6.0.
2. Buat Project dan Form baru.
3. Kemudian tanamkanlah control Label, Text Boxt dan Command Button
yang dibutuhkan. Setelah itu, ubah nilai Properties.
4. Lalu buat kode program Visual Basicnya dengan memasukkan rumus.
5. Jika kode yang ditulis sudah benar, maka program akan berjalan.
III.1.1. Pengaturan Properties

Control Properties Nilai Pengaturan


Name
Form1 Name FrmLuasKolam
Caption Perhitungan Luas Kolam Pengendapan
Label1 Name LblHitung
Caption Perhitungan luas kolam lumpur berdasarkan
Hukum Stokes
Label2 Name LblMaterial
Caption Material yang akan diproses (Qmat)
Label3 Name LblUkur
Caption Ukuran Partikel Padatan (Ukur)
Label4 Name LblKerapatanPartikel
Caption Kerapatan Partikel
Label5 Name LblKeapatanFluida
Caption Kerapatan Fluida
Label6 Name LblKekentalan
Caption Kekentalan Air Lumpur
Label7 Name LblSolid
Caption Solid
Label8 Name LblAir
Caption Air
Label9 Name LblBeratSolid
Caption Berat Solid
Label10 Name LblBeratFluida
Caption Berat Fluida
Label11 Name LblBeratPadatan
Caption Berat Padatan Per m3
Label12 Name LblBeratAir
Caption Berat Air Per m3
Label13 Name LblVolumePadatan
Caption Volume Padatan Per Detik
Label14 Name LblVolumeAir
Caption Volume Air Per Detik
Label15 Name LblTotal
Caption Total Volume Per Detik
Label16 Name LblKecepatan
Caption Kecepatan Pengendapan
Label17 Name LblLuas
Caption Luas Kolam Pengendapan
Label18 Name LblSolid2
Caption %
Label19 Name LblAir2
Caption %
Labe20 Name LblTph
Caption tph
Labe21 Name LblSatuanPartikel
Caption Kg/m3
Labe22 Name LblSatuanFluida
Caption Kg/m3
Labe23 Name LblSG
Caption m/s2
Labe24 Name LblBPadatan
Caption Kg
Labe25 Name LblBAir
Caption Kg
Labe26 Name LblVPadatan
Caption m3/s
Labe27 Name LblVAir
Caption m3/s
Label28 Name LblSTotal
Caption m3/s
Label29 Name LblSKecepatan
Caption m/s
Label30 Name LblSLuas
Caption m2
Text1 Name TxtMaterial
Caption
Text2 Name TxtUkur
Caption
Text3 Name TxtKerapatanPartikel
Caption
Text4 Name TxtKerapatanFluida
Caption
Text5 Name TxtKekentalan
Caption
Text6 Name TxtSolid
Caption
Text7 Name TxtAir
Caption
Text8 Name TxtGravitasi
Caption
Text9 Name TxtBeratPadatan
Caption
Text10 Name TxtBeratAir
Caption
Text11 Name TxtVolumePadatan
Caption
Text12 Name TxtVolumeAir
Caption
Text13 Name TxtTotal
Caption
Text14 Name TxtKecepatan
Caption
Text15 Name TxtLuas
Caption
Command1 Name CmdProses
Caption &Proses
Command2 Name CmdCancel
Caption &Cancel
Command3 Name CmdExit
Caption &Exit
Command3 Name CmdTampilan
Caption &Tampilan

TABEL III.1
TABEL PROPERTIES

III.2. Bentuk Form

III.2.1. Form Kosong Luas Kolam


GAMBAR 3.1
FORM KOSONG

III.2.2. Bentuk Input Box yang keluar ketika Program Visual Basic hendak
dijalankan.
GAMBAR 3.2
BENTUK INPUT BOX

III.2.3. Bentuk Message Box yang keluar setelah Input Box

GAMBAR 3.3
BENTUK MESSAGE BOX

III.3. Kode Program


Pada makalah Program Komputer terdapat beberapa proses
pemrograman Visual Basic 6.0. Program ini memiliki kode-kode program
untuk menjalankannya. Berikut adalah kode-kode program tersebut :
Private Sub CmdCancel_Click()
TxtBeratPadatan.Text = ""
TxtBeratAir.Text = ""
TxtVolumePadatan.Text = ""
TxtVolumeAir.Text = ""
TxtTotal.Text = ""
TxtKecepatan.Text = ""
TxtLuas.Text = ""
TxtMaterial.SetFocus
End Sub

Private Sub CmdExit_Click()


End
End Sub

Private Sub CmdProses_Click()


TxtBeratPadatan.Text = ((TxtSolid.Text / 100) * TxtMaterial.Text * 1000)
TxtBeratAir.Text = ((TxtAir.Text / 100) * TxtMaterial.Text * 1000)
TxtVolumePadatan.Text = Round(TxtBeratPadatan.Text /
(TxtKerapatanPartikel.Text * 60 * 60), 7)
TxtVolumeAir.Text = Round((TxtBeratAir.Text) / (TxtKerapatanFluida.Text *
60 * 60), 5)
TxtTotal.Text = Val(TxtVolumePadatan.Text) +
Val(TxtVolumeAir.Text)
TxtKecepatan.Text = Round((TxtGravitasi.Text * TxtUkur.Text *
((TxtUkur.Text * TxtKerapatanPartikel.Text) -
(TxtUkur.Text * TxtKerapatanFluida.Text))) / (18 *
TxtKekentalan * 1000), 7)
TxtLuas.Text = Round((TxtTotal.Text / TxtKecepatan.Text), 2)
If TxtSolid >= 40 Then
TxtBeratPadatan.Text = "Error"
TxtBeratAir.Text = "Error"
TxtVolumeAir.Text = "Error"
TxtVolumePadatan.Text = "Error"
TxtTotal.Text = "Error"
TxtKecepatan.Text = "Error"
TxtLuas.Text = "Error"
End If
End Sub

Private Sub CmdTampilan_Click()


TxtUkur.Text = "0.000002"
TxtKerapatanPartikel.Text = "2800"
TxtKerapatanFluida.Text = "1000"
TxtKekentalan.Text = "0.00000131"
TxtGravitasi.Text = "9.8"
End Sub

Private Sub Form_Load()


Julian = InputBox("Program Perhitungan Luas Kolam Pengendapan Lumpur
Hanya Akan Berjalan Apabila % Solid < 40% Karena Perhitungan Luas
Kolam Pengendapan Lumpur Ini Berdasarkan Hukum Stokes Dengan
Ketentuan % Solid Tak Boleh >= 40% Apabila Hal Itu Terjadi Maka
Akan Terjadi Error", "Warning !!!!!!!!! Baca Dulu Lalu Input Nama
Anda")
If (Julian = "") Then
Else
Akbar = MsgBox("UNTUK MEMASUKKAN DATA YANG TELAH
MENJADI KETETAPAN DALAM HUKUM STOKES, KLIK
TAMPILAN TERLEBIH DAHULU KETIKA BENTUK FORM
TERLIHAT SETELAH ANDA MENEKAN OK.", vbOKOnly,
"TOLONG DIINGAT !")
FrmLuasKolam.Caption = Julian
End If
End Sub

III.4. Contoh Perhitungan

III.4.1. Secara Komputer


1. Untuk Klik Tampilan
Pada saat form sudah terlihat maka untuk mendapatkan data yang
telah menjadi ketetapan dari perhitungan luas kolam pengendapan lumpur
maka kita dapat mengklik Tampilan. Adapun bentuk form setelah di klik
Tampilan yaitu :
GAMBAR 3.4
FORM YANG DIKLIK TAMPILAN

2. Untuk Klik Proses


Setelah kita mengklik tampilan maka kemudian kita masukkan
angka pada material yang akan diproses, Solid, Air lalu kemudian kita mulai
perhitungan dengan menekan proses. Adapun Hasilnya ialah sebagai berikut :
GAMBAR 3.5
FORM PERHITUNGAN YANG TELAH DI PROSES

3. UntukKlik Cancel
Ketika suatu perhitungan yang tadi telah muncul dan kemudian
kita ingin menghitung perhitungan yang lain mak kita bisa menekan Cancel.
Adapun Hasil dari setelah kita menekan Cancel ialah :
GAMBAR 3.6
FORM YANG TELAH DICANCEL
4. Untuk Klik Exit
Apabila kita ingin keluar dari Program Form tersebut maka kita
tinggal Klik Exit.
Kode Pemograman :
Private Sub CmdCancel_Click()
TxtBeratPadatan.Text = ""
TxtBeratAir.Text = ""
TxtVolumePadatan.Text = ""
TxtVolumeAir.Text = ""
TxtTotal.Text = ""
TxtKecepatan.Text = ""
TxtLuas.Text = ""
TxtMaterial.SetFocus
End Sub

Private Sub CmdExit_Click()


End
End Sub

Private Sub CmdProses_Click()


TxtBeratPadatan.Text = ((TxtSolid.Text / 100) * TxtMaterial.Text * 1000)
TxtBeratAir.Text = ((TxtAir.Text / 100) * TxtMaterial.Text * 1000)
TxtVolumePadatan.Text = Round(TxtBeratPadatan.Text /
(TxtKerapatanPartikel.Text * 60 * 60), 7)
TxtVolumeAir.Text = Round((TxtBeratAir.Text) / (TxtKerapatanFluida.Text *
60 * 60), 5)
TxtTotal.Text = Val(TxtVolumePadatan.Text) +
Val(TxtVolumeAir.Text)
TxtKecepatan.Text = Round((TxtGravitasi.Text * TxtUkur.Text *
((TxtUkur.Text * TxtKerapatanPartikel.Text) -
(TxtUkur.Text * TxtKerapatanFluida.Text))) / (18 *
TxtKekentalan * 1000), 7)
TxtLuas.Text = Round((TxtTotal.Text / TxtKecepatan.Text), 2)
If TxtSolid >= 40 Then
TxtBeratPadatan.Text = "Error"
TxtBeratAir.Text = "Error"
TxtVolumeAir.Text = "Error"
TxtVolumePadatan.Text = "Error"
TxtTotal.Text = "Error"
TxtKecepatan.Text = "Error"
TxtLuas.Text = "Error"
End If
End Sub

Private Sub CmdTampilan_Click()


TxtUkur.Text = "0.000002"
TxtKerapatanPartikel.Text = "2800"
TxtKerapatanFluida.Text = "1000"
TxtKekentalan.Text = "0.00000131"
TxtGravitasi.Text = "9.8"
TxtMaterial.SetFocus
End Sub

Private Sub Form_Load()


Julian = InputBox("Program Perhitungan Luas Kolam Pengendapan Lumpur
Hanya Akan Berjalan Apabila % Solid < 40% Karena Perhitungan Luas
Kolam Pengendapan Lumpur Ini Berdasarkan Hukum Stokes Dengan
Ketentuan % Solid Tak Boleh >= 40% Apabila Hal Itu Terjadi Maka
Akan Terjadi Error", "Warning !!!!!!!!! Baca Dulu Lalu Input Nama
Anda")
If (Julian = "") Then
Else
Akbar = MsgBox("UNTUK MEMASUKKAN DATA YANG TELAH
MENJADI KETETAPAN DALAM HUKUM STOKES, KLIK
TAMPILAN TERLEBIH DAHULU KETIKA BENTUK FORM
TERLIHAT SETELAH ANDA MENEKAN OK.", vbOKOnly,
"TOLONG DIINGAT !")
FrmLuasKolam.Caption = Julian
End If
End Sub

III.4.2. Secara Manual


Dik : Qmat = 10 tph
Ukuran partikel padatan(Ukur) = 2 x 10-6
Kerapatan Partikel (ρs) = 2800 Kg/m3
Kerapatan Fluida = 1000 Kg/m3
Kekentalan Air Lumpur = 1,31 x 10-6
Solid = 30 %
Air = 70 %
Gravitasi = 9,8 m/s2
Dit : Luas Kolam Pengendapan Lumpur Berdasarkan Hukum Stokes ?
Dij :
 Berat padatan per m3 = Solid x Qmat x 1000
= 0.3 x 10 x 1000
= 3000 kg
 Berat air per m3 = Air x Qmat x 1000
= 0,7 x 10 x 1000
= 7000
 Volume padatan per detik = Berat solid per detik
ρf x 60 x 60
= 3000
2800 x 60 x 60
= 0,0002976 m3/s

 Volume air per detik = Berat air per detik


ρs x 60 x 60
= 7000
1000 x 60 x 60
= 0,00194 m3/s

 Total volume per detik = Volume padatan + volume air


= (0,0002976 + 0,00194) m3/s
= 0,0022376

 Kecepatan pengendapan = g x Ukur x Ukur (ρs-ρf)


18 x Vis x 1000
= 9,8x 2.10-6x2.10-6(2800-1000)
18 x 1,31.10-6 x 1000
= 0,000003 m/s

 Luas yang dibutuhkan = Total volume


Kecepatan pengendapan
= 0,0022376
0,000003
= 745,87 m2
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

IV.1. Kesimpulan

1. Pembuatan kolam pengendapan lumpur sangat berguna untuk mengurangi


tingkat pencemaran limbah lumpur terhadap wilayah (lingkungan) sekitar
penambangan.
2. Dalam perhitungan luas kolam pengendapan lumpur berdasarkan Hukum
Stokes hanya berlaku apabila persen padatan < 40 % dan apabila persen
padatannya ≥ 40 % maka tidak berlaku Hukum Stokes tetapi berlaku
Hukum Newton.
3. Persen padatan yang terdapat pada air lumpur akan mempengaruhi luas
dari pada kolam pengendapan.
4. Untuk mempermudah perhitungan luas kolam pengendapan lumpur
berdasarkan Hukum Stokes, maka kita dapat menggunakan Program
Visual Basic 6.0.

IV.2. Saran

1. Perlu diupayakan pada setiap penambangan yang menghasilkan limbah


berupa lumpur untuk membuat kolam pengendapan lumpur agar tidak
mencemari lingkungan.
2. Diusahakan dalam menghitung luas kolam pengendapan lumpur
menggunkan Program Visual Basic 6.0 agar lebih mudah dan cepat.

DAFTAR PUSTAKA

Setia P, Suyatno. 2005. Seminar Tambang”Rancangan Kolam Pengendap Dalam


Meminimalkan Kandungan Lumpur Hasil dari Penirisan Tambang”.
Universitas Sriwijaya
Firdaus. 2005. “Visual Basic 6.0 Untuk Orang Awam”. Palembang : Maxikom
ASISTENSI MAKALAH PROGRAM KOMPUTER

Nama : Julian Akbar Alapa


NIM : 03061002071
Fakultas : Teknik
Jurusan : Pertambangan
Asisten : Januar Setiawan

No Tanggal Keterangan Paraf

Indralaya, Mei 2007


Asisten Pembimbing

Januar Setiawan