Anda di halaman 1dari 8

Dosen Pengampu : Pdt. Selfi Sihombing, M.

Si

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PROTESTAN

“Observasi terhadap keadaan gereja terkhususnya kehadiran jemaat


di HKBP Simalingkar B Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor”

Oleh

Friska Tryana Rajagukguk


7163142015
Kelas : A Reguler

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
OBSERVASI TERHADAP GEREJA HKBP SIMALINGKAR B KELURAHAN
KWALA BEKALA, MEDAN JOHOR

Friska Tryana Rajagukguk


friskarajagukguk51@gmail.com
Program Studi Pendidikan Akuntansi FE Universitas Negeri Medan

ABSTRAK
Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya kepada Yesus Kristus. Ia lahir
seiring kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus di dunia. Dalam abad-abad
selanjutnya iman Kristen terus bergerak meluas ke Afrika dan Eropa. Pada
periode penjelajahan Samudra di akhir abad pertengahan, iman Kristen bergerak
dari Eropa dan menyebar di wilayah Asia termasuk Indonesia. Jemaat gereja
umumnya umumnya memilih gereja yang mereka anggap mampu membuat
mereka semakin bertumbuh. Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)
sendiri memiliki jemaat yang cukup banyak. Hal ini dibuktikan dengan adanya
gereja HKBP di beberapa daerah, salah satunya yaitu gereja HKBP Simalingkar
B, Medan Johor. Hasil penelitian menunjukkan semakin banyak jemaat yang
hadir ke gereja untuk beribadah sejak pendiriannya. Namun, masih ada juga
jemaat khususnya jemaat ama yang jarang ke gereja untuk melakukan
peribadatan

Kata kunci: HKBP, gereja, jemaat

Pendahuluan
Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya kepada Yesus Kristus. Ia
lahir seiring kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus di dunia. Karena itu, apa
yang disebut gereja perdana adalah persekutuan para murid Yesus dan ditambah
dengan beberapa orang lain yang telah mengaku Yesus sebagai Tuhan dan
menjadi saksi atas kebangkitanNya. Dalam abad-abad selanjutnya iman Kristen
terus bergerak meluas ke Afrika dan Eropa. Pada periode penjelajahan Samudra di
akhir abad pertengahan, iman Kristen bergerak dari Eropa dan menyebar di
wilayah Asia termasuk Indonesia. Hasilnya adalah bertumbuhnya sejumlah besar
gereja dan jemaat lokal di Asia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya,
dengan latar belakang budaya, bahasa, tradisi, dan gaya hidup yang berbeda-beda.
HKBP (Huria Batak Kristen Protestan) merupakan salah satu gereja yang berdiri
dengan latar belakang tersebut.gereja HKBP merupakan gereja yang didominasi
oleh umat/budaya batak. Gereja HKBP sendiri telah tersebar di berbagai daerah di
Indonesia, dan salah satunnya adalah di Medan. Di Medan, dapat dilihat bahwa
HKBP itu juga terbagi lagi di beberapa wilayah seperti di Medan Johor yaitu
gereja HKBP Simalingkar B atau sekarang disebut HKBP Kwala Bekala.

Perumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana keadaan gereja HKBP Simalingkar B Kwala Bekala, Medan
Johor.
2. Bagaimana kehadiran jemaat dalam peribadatan di gereje HKBP
Simaingkar B, Kwala Bekala, Medan Johor.

Tinjauan Pustaka
Gereja
Kata “gereja” berasal dari Bahasa Portugis “igreja”, dan bahasa Yunani
“ekklêsia” yang berarti “suatu perkumpulan atau lembaga dari agama Kristen”.
Istilah Yunani ekklêsia yang ada dalam Perjanjian Baru diterjemahkan sebagai
“jemaat”. Istilah ini terdapat dalam 2 ayat dari Injil Matius, 24 ayat dalam Kisah
Para Rasul, 58 ayat dalam surat Rasul Paulus, 2 ayat dalam Surat kepada Orang
Ibrani, 1 ayat dalam Surat Yakobus. Secara etimologi, kata ekklêsia berasal dari
kata ek yang berarti “keluar”, dan klesia dari kata kaleo yang berarti
“memanggil”. Jadi ekklêsia berarti“kumpulan orang (jemaat) yang dipanggil
keluar dunia untuk menjadi milik Tuhan.

Gereja HKBP
Huria Kristen Batak Protestan (disingkat HKBP) adalah Gereja yang
beraliran Kristen Protestan terbesar di Indonesia dengan jemaat dari kalangan
masyarakat Batak. Secara historis sejarah Gereja-gereja di dunia Gereja Huria
Kristen Batak Protestan (HKBP) menjadi organisasi keagamaan terbesar ketiga
setelah Nahdlatul ‘Ulama dan Muhammadiyah. Gereja ini tumbuh dari misi RMG
(Rheinische Missions Gesellschaft) dari Jerman dan resmi berdiri pada 7 Oktober
1861. Saat ini, HKBP memiliki jemaat sekitar 4,5 juta anggota di seluruh
Indonesia. HKBP juga mempunyai beberapa Gereja di luar negeri, seperti di
Singapura, Kuala Lumpur, Los Angeles, New York, dan di negara bagian
Colorado. Meski memakai nama Batak, HKBP juga terbuka bagi suku bangsa
lainnya. Sejak pertama kali berdiri, HKBP berkantor pusat di Pearaja (Kabupaten
Tapanuli Utara, Sumatera Utara) yang berjarak sekitar 1 km dari pusat kota
Tarutung, ibu kota kabupaten tersebut. Pearaja merupakan sebuah desa yang
terletak di sepanjang jalan menuju Kota Sibolga (ibu kota Kabupaten Tapanuli
Tengah). Kompleks perkantoran HKBP, pusat administrasi organisasi HKBP,
berada dalam area lebih kurang 20 hektar. Di kompleks ini juga Ephorus (uskup)
sebagai pimpinan tertinggi HKBP berkantor. HKBP adalah anggota Persekutuan
Gereja-gereja di Indonesia (PGI), anggota Dewan Gerejagereja Asia (CCA), dan
anggota Dewan Gereja-gereja se-Dunia (DGD). Sebagai gereja yang berasaskan
ajaran Lutheran, HKBP juga menjadi anggota dari Federasi Lutheran se-Dunia
(Lutheran World Federation) yang berpusat di Jenewa, Swiss.

Metode Penelitian
Penelitian dilakukan di gereja HKBP Simalingkar B, Kelurahan Kwala
Bekala, Medan Johor. Sesuai dengan topik dan rumusan masalah yang diangkat
oleh penulis, maka penulis akan menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Metode deskriptif kualitatif ini diharapkan mendapat data dan menentukan
laporan sesuai dengan kenyataan. Metode ini akan mengarah kepada pendalaman
dan hasil kajian yang sesuai dengan topik penelitian yaitu bagaimana keadaan
jemaat khususnya dalam kehadiran beribadah gereja HKBP Simalingkar B,
Kelurahan Bekala, Medan Johor. Pengumpulan data akan dilakukan dengan
beberapa cara antara lain observasi, dan dokumentasi. Data primer akan diperoleh
dari sumber melalui prosedur dan teknik pengumpulan data yang berupa observasi
langsung ke gereja bersangkutan dan pertemuan dengan pendeta gereja yaitu Pdt.
Pluner BM Simamora, S.Th, MM. Sedangkan data yang tidak langsung dapat
diperoleh dari dokumentasi yang berupa tampilan slide yang di berika pihak
gereja.
Pembahasan
Keadaan gereja HKBP Simalingkar B dari duli hingga sekarang
Sejarah ringkas berdirinya gereja HKBP jalan Simalingkar B Ressort Kwala
Bekala Jl. HKBP No. 7 Kecamatan Medan Johor Kotamadya Medan
Pada tanggal 17 mei 1983 di rumah bapak h. Sitorus, anggota-anggota jemaat
hkbp mengadakan musyawarah yang dihadiri 15 orang peserta dipimpin oleh
bapak h. Manalu

Pos Kebaktian HKBP Jalan Simalingkar B


Terpilih pengurus/ panitia pembangunan sebagai berikut :
Ketua A. Simamora
Sekretaris K. Simbolon
Bendahara H. Sitorus

Dalam rapat, anggota jemaat HKBP memohon kepada bapak H. Sitorus dan
keluarga, agar tanah beliau dapat dipinjam untuk pertapakan gereja. Atas
kemurahan dan kerelaan keluarga, bapak H. Sitorus memberikan tanahnya untuk
pertapakan gereja dengan status pinjaman selama 3 tahun, mulai tahun 1983. Para
pengurus melakukan musyawarah dalam mengambil keputusan dalam
pembangunan. Dalam musyawarah itu anggota jemaat HKBP memutuskan untuk
membangun gereja darurat ukuran 10 x 8 m, dan dikenakan biaya Rp. 11.000/
rumah tangga.

Sebab-Sebab Berdirinya Pos Kebaktian HKBP Di Jalan Simalingkar


Karena anak-anak sekolah minggu beribadah ke gereja HKBP Simerkata
Pakpak, dan ada juga ke gereja HKBP Padang Bulan yang jarak nya ada 5 km dari
tempat ini. Pada tanggal 11 september 1983, kebaktian pertama baptisan pertama
bagi anak-anak Jalan Simalingkar B, yang dilayani oleh bapak Pdt. Sp.
Panggabean, St. W. Tinambunan dan St. F. Naibaho, dan diikuti 26 rumah tangga
anggota jemaat HKBP. Selanjutnya pada tanggal 25 Januari 1984, rapat untuk
mengadakan pesta pembangunan. Terpilih panitia pembangunan sebagai berikut:
Ketua I B. Manalu
Ketua II C. Manurung
Sekretaris I Gr. J. Manik
Sekretaris II R. Simarmata
Bendahara H. Sitorus

HKBP Jalan Simalingkar B memiliki:


1 orang pendeta
1 orang bibelvrow
30 orang penatuaTerdiri dari 8 sektor (wyik)

Jumlah jemaat HKBP Jalan Simalingkar B


Kaum Bapak 424 orang
Kaum Ibu 473 orang
Pemuda/Remaja 642 orang
Anak-Anak 476 orang
Tanggungan 20 orang
Jumlah 2018 orang

Program HKBP Jalan Simalingkar B tahun 2018


a. Program Umum
Kebaktian minggu, kebaktian sektor, kebaktian, sermon, sidi, jadwal
perjamuan kudus, baptisan kudus, kebaktian kategorial, tukar
pengkhotbah, administrasi, team audit, pesta – pesta.

b. Program khusus
Dewan Koinonia Dewan Marturia Dewan Diakonia
Seksi sekolah minggu Seksi zending Seksi sosial
Seksi pemuda/remaja Seksi musik Seksi pendidikan
Seksi perempuan/wanita Seksi kesehatan
Seksi bapak/ama Seksi kemasyarakatan
Seksi lansia

Kehadiran Jemaat gereja HKBP Simalingkar B, Kwala Bekala, Medan


Johor
Berdasarkan penelitian di lapangan dan melalui penjelasan narasumber
yaikni Pdt. Pulran BM Simamora, S.Th, MM dididapati bahwa kehadiran jemaat
di gereja HKBP Simalingkar B ini semakin meningkat dari tahun ke tahun dengan
menunjukkan persentase 80 %. Sejak berdirinya gereja banyak umat yang tinggal
di daerah itu gereja disana. Dalam perkembangan gereja, pihak naposo (N-HKBP)
juga ikut dalam kegiatan kegiatan gereja. Untuk kehadiran jemaat, secara
keseluruhan jemaat yang hadir cukup banyak. Jemaat yang hadir sendiri beragam,
mulai dari kaum ama, inang, remapa dan naposo, hingga anak-anak. Untuk
keseluruhan jemaat yang hadir ini di dominasi oleh kaum inang. Tingkat
pastisipasi jemaat HKBP Simalingkat B ini, terkhususnya kaum ama masih
sedikit. Hal ini tampak jelas melalui kehadiran dalam peribadatan gereja. Hal ini
juga diperkuat melalui penjelasan narasumber yang memaparkan bahwa
kebanyakan dari pihak ama, lebih mementingkan kenikmatan duniawi yaitu
dengan pergi ke lapo tuak.

Penutup
Dalam perkembangannya, tingkat kehadiran jemaat gereja HKBP
Simalingkar B, Kwala Bekala, Medan Johor semakin tinggi yaitu dengan
persentasi 80%. Kehadiran dalam peribadatan sendiri umumnya didominasi oleh
kaum inang. Penelitiannya menunjukkan masih kurangnya tingkat pastisipasi
dalam peribadatan gereja kaum ama masih kurang. Hal ini dikarenakan mereka
lebih memilih pergi ke lapo tuak daripada ke gereja.
Berdasarkan hal diatas, sebaiknya jemaat semakin mampu memajukan dan
mengembangkan gereja HKBP Simalingkar B ini. Ada baiknya juga setiap jemaat
saling memotivasi untuk hadir dalam peribadatan di gereja setiap minggunya

Daftar Pustaka
Khotimah. (Vol.7, No.2 Juli-Desember 2015). STUDI TERHADAP
KOMUNITAS GEREJA HKBP KOTA PEKANBARU. JURNAL
TOLERANSI: Media Komunikasi Umat Bergama , 105-122.

n.n. (n.d.). Perilaku musikal spiritual pemusik di Gereja Kristen Indonesia Jemaat
Gejayan Yogyakarta. TESIS , pp. 2-7.
Huria Kristen Batak Protestan. (n.d.). Retrieved April 19, 2018, from
WIKIPEDIA:
https://id.wikipedia.org/wiki/Huria_Kristen_Batak_Protestan#Sejarah

Sianturi, R. (2013, February). Pengertian Gereja Secara Alkitabiah. Retrieved


April 19, 2018, from Richard's Blog: http://richsonblogs.blogspot.co.id