Anda di halaman 1dari 39

3 ANALISIS KESTABILAN LERENG

Analisis kestabilan lereng dilakukan pada batas lokasi tambang. Analisis


tersebut untuk menentukan kemiringan lereng yang aman untuk setiap lapisan
yang dikupas dan kemiringan tanah timbunan pada area disposal. Parameter
masukan yang digunakan untuk perhitungan adalah data hasil uji laboratorium
sampel tanah yang diambil dengan pengeboran di area disposal dan Tes Pit di
lokasi tambang. Parameter-parameter tersebut berupa Sudut geser dalam ( ),
Kohesi (c), dan Berat Isi ( ). Geometri lapisan bawah permukaan yang
digunakan adalah penampang bawah permukaan hasil korelasi antar titik bor.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, kondisi muka air tanah berkisar
antara 0 sampai dengan 5 meter, sehingga parameter muka air tanah
dimasukkan dalam analisis, dengan mengasumsikan kondisi lapisan tanah jenuh
air.
Analisis kestabilan lereng menggunakan software Slope/W 2004, dengan
metode Morgenstern Price.

3-1
Penyebaran titik bor di lokasi tambang dapat dilihat pada Peta Lokasi
Pemboran sebagai berikut:

Gambar 3-1. Peta Lokasi Titik Bor

Gambar 3-1. Peta Lokasi Pemboran

3-2
Untuk menentukan kemiringan lereng yang aman untuk setiap lapisan
yang dikupas dan kemiringan tanah timbunan pada area disposal, ditentukan
syarat angka keamanan atau Factor of safety (Fs) 2.
Analisis kestabilan lereng dilakukan untuk 2 lapisan yaitu pada lapisan
tanah asli dan lapisan tanah timbunan. Geometri bawah permukaan untuk tanah
asli mengikuti elevasi dan penampang bawah permukaan yang menghubungkan
antar titik bor. Model per lapisan tanah asli terdiri dari 2 lapisan berdasarkan nilai
SPT, dimana lapisan atas dengan N.SPT 60, dan lapisan bawah dengan
N.SPT 60, dengan kedalaman batas lapisan sesuai dengan kondisi hasil
pemboran di lokasi. Data parameter input untuk analisis pada tanah timbunan
diambil dari data hasil uji laboratorium tanah tes pit.

3.1. Analisis Kestabilan Lereng di Disposal 1 PIT 1

Geometri bawah permukaan mengikuti penampang bawah permukaan


yang menghubungkan antar titik bor GDN-16 dan GDN-17 dengan elevasi yang
sama yaitu di 16 meter di atas permukaan laut. Model per lapisan tanah asli
terdiri dari 2 lapisan berdasarkan nilai SPT, dimana lapisan atas dengan N.SPT
= 10 sampai dengan 45, dan lapisan bawah dengan N.SPT 60, dengan batas
lapisan atas pada kedalaman 6 meter di GDN-16 dan kedalaman 12 meter di
GDN-17. Pemodelan lapisan dibuat dengan kedalaman pemboran 30 meter dan
asumsi ketinggian timbunan 30 meter.

Dari hasil pemboran lapisan tanah di lokasi ini didominasi oleh Lempung,
dengan sisipan Lempung kepasiran, Pasir dan Batu pasir. Parameter input yang
digunakan untuk analisis kestabilan lereng adalah sebagai berikut:

1. Tanah Timbunan
Sudut geser dalam ( ) = 350
Kohesi (c) = 20 kPa
Berat isi ( )= 14 kN/m3

2. Lempung, kuning kecoklatan, teguh sampai kaku, N.SPT = 10 - 45


Sudut geser dalam (Phi) = 350
Kohesi (c) = 24 kPa
Berat isi ( ) = 20 kN/m3

3-3
3. Lempung abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT 60
0
Sudut geser dalam ( ) = 25
Kohesi (c) = 35 kPa
Berat isi ( ) = 18 kN/m3

Analisis kestabilan lereng dilakukan pada lapisan tanah timbunan dan


lapisan tanah asli dengan memvariasi kemiringan dimulai dari yang paling
landai dengan rasio [ x : y ] :
4 : 3 (370)
3 : 3 (450)
2 : 3 (560)

Kemudian ditentukan kemiringan lereng dengan Fs 2.

3.1.1. Analisis Kestabilan Lereng Tanah Timbunan di Disposal 1 PIT 1

Hasil analisis kestabilan lereng dengan variasi kemiringan pada lapisan


timbunan di Area Disposal 1 PIT 1 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.1. Perbandingan sudut kemiringan lereng terhadap Factor of safety


(Fs) pada Tanah Timbunan di Area Disposal 1 PIT 1

Kemiringan lereng
No Fs
x:y Sudut
1 4:3 37 2,821
2 3:3 45 2,368
3 2:3 56 1,878

Hasil analisis kestabilan lereng pada lapisan timbunan menunjukkan


bahwa batas aman maksimum kemiringan lereng lapisan timbunan sampai 45
atau pada kondisi perbandingan dasar dengan tinggi lereng 3 : 3. Pada kondisi
ini angka keamanan atau Factor of safety (Fs) = 2,368.

Visualisasi perhitungan analisis kestabilan lereng pada program sebagai


berikut :

3-4
Slope Stability Analysis Disposal Area 1 - PIT 1 - Tanah Timbunan - Slope 4_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 1: Tanah Timbunan


Phi: 35
C: 20
Wt: 14

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 10 - 45


Phi: 35
C: 24
Wt: 20

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60 2.821

Phi: 25
C: 35
Wt: 18
elevation [meters]

Material #: 1 3
GDN - 17 GDN - 16
124 m

Material #: 2 1

2
Material #: 3

Distance [meters]

Gambar 3-2. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Timbunan di Area Disposal 1 PIT 1 dengan kemiringan 37

3-5
Slope Stability Analysis Disposal Area 1 - PIT 1 - Tanah Timbunan - Slope 3_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 1: Tanah Timbunan


Phi: 35
C: 20
Wt: 14

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 10 - 45 2.368


Phi: 35
C: 24
Wt: 20

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 35
Wt: 18
Elevation [meter]

Material #: 1
GDN - 17 GDN - 16
124 m

Material #: 2

Material #: 3

Distance [meters]

Gambar 3-3. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Timbunan di Area Disposal 1 PIT 1 dengan kemiringan 45

3-6
Slope Stability Analysis Disposal Area 1 - PIT 1 - Tanah Timbunan - Slope 2_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 1: Tanah Timbunan


Phi: 35
C: 20
Wt: 14

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 10 - 45


Phi: 35
C: 24
Wt: 20 1.878

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 35
Wt: 18
Elevation [meters]

Material #: 1 3
GDN - 17 GDN - 16
124 m

Material #: 2 1

Material #: 3 2

Distance [meters]

Gambar 3-4. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Timbunan di Area Disposal 1 PIT 1 dengan kemiringan 56

3-7
3.1.2. Analisis Kestabilan Lereng Tanah Asli di Disposal 1 PIT 1

Hasil analisis kestabilan lereng dengan variasi kemiringan pada lapisan


tanah asli di Area Disposal 1 PIT 1 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.2. Perbandingan sudut kemiringan lereng terhadap Factor of safety


(Fs) pada lapisan tanah asli di Area Disposal 1 PIT 1

Kemiringan lereng
No Fs
x:y Sudut
1 4:3 37 2,785
2 3:3 45 2,497
3 2:3 56 1,996

Hasil analisis kestabilan lereng pada lapisan tanah asli menunjukkan


bahwa batas aman maksimum kemiringan lereng lapisan tanah asli sampai 45
atau pada kondisi perbandingan dasar dengan tinggi lereng 3 : 3. Pada kondisi
ini angka keamanan atau Factor of safety (Fs) = 2,497.

Visualisasi perhitungan analisis kestabilan lereng pada program sebagai


berikut :

3-8
Slope Stability Analysis Disposal Area 1 - PIT 1 - Tanah Asli - Slope 4_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 10 - 45


Phi: 35
C: 24
Wt: 20

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 35
Wt: 18

2.785

GDN - 17 GDN - 16
124 m

Material #: 2 1
Elevation [meters]

Material #: 3

Distance [meters]

Gambar 3-5. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Asli di Area Disposal 1 PIT 1 dengan kemiringan 37

3-9
Name: Slope Stability Analysis Disposal Area 1 - PIT 1 - Tanah Asli - Slope 3_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulom b

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 10 - 45


Phi: 35
C: 24
Wt: 20

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitam an, kaku sam pai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 35
Wt: 18

2.497

GDN - 17 GDN - 16
124 m

Material #: 2 1

Material #: 3

Gambar 3-6. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Asli di Area Disposal 1 PIT 1 dengan kemiringan 45

3 - 10
Name: Slope Stability Analysis Disposal Area 1 - PIT 1 - Tanah Asli - Slope 2_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 10 - 45


Phi: 35
C: 24
Wt: 20

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 35
Wt: 18

1.996

GDN - 17 GDN - 16
124 m

Material #: 2

Material #: 3

Gambar 3-7. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Asli di Area Disposal 1 PIT 1 dengan kemiringan 56

3 - 11
3.2. Analisis Kestabilan Lereng di Disposal 2 PIT 1

Geometri bawah permukaan mengikuti penampang bawah permukaan


yang menghubungkan antar titik bor GDN-18 dan GDN-19 dengan elevasi
masing-masing 58 dan 61 meter di atas permukaan laut. Model per lapisan
tanah asli terdiri dari 2 lapisan berdasarkan nilai SPT, dimana lapisan atas
dengan N.SPT = 11 sampai dengan 53, dan lapisan bawah dengan N.SPT 60,
dengan batas lapisan atas pada kedalaman 15 meter di GDN-18 dan kedalaman
12 meter di GDN-19. Pemodelan lapisan dibuat dengan kedalaman pemboran
30 meter dan asumsi ketinggian timbunan 30 meter.

Dari hasil pemboran lapisan tanah di lokasi ini didominasi oleh Lempung,
dengan sisipan Lempung kepasiran, Pasir, Pasirlempungan, Batubara,
Batulempung dan Batu pasir. Parameter input yang digunakan untuk analisis
kestabilan lereng adalah sebagai berikut:

1. Tanah Timbunan
Sudut geser dalam ( ) = 350
Kohesi (c) = 20 kPa
Berat isi ( )= 14 kN/m3

2. Lempung, kuning kecoklatan, teguh sampai kaku, N.SPT = 11 - 53


Sudut geser dalam (Phi) = 250
Kohesi (c) = 25 kPa
Berat isi ( ) = 18 kN/m3

3. Lempung abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT 60


0
Sudut geser dalam ( ) = 25
Kohesi (c) = 20 kPa
Berat isi ( ) = 18 kN/m3

3 - 12
3.2.1. Analisis Kestabilan Lereng Tanah Timbunan di Disposal 2 PIT 1

Hasil analisis kestabilan lereng dengan variasi kemiringan pada lapisan


timbunan di Area Disposal 2 PIT 1 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.3. Perbandingan sudut kemiringan lereng terhadap Factor of safety


(Fs) pada Tanah Timbunan di Area Disposal 2 PIT 1

Kemiringan lereng
No Fs
x:y Sudut
1 4:3 37 2,673
2 3:3 45 2,296
3 2:3 56 1,814

Hasil analisis kestabilan lereng pada lapisan timbunan menunjukkan


bahwa batas aman maksimum kemiringan lereng lapisan timbunan sampai 45
atau pada kondisi perbandingan dasar dengan tinggi lereng 3 : 3. Pada kondisi
ini angka keamanan atau Factor of safety (Fs) = 2,296.

Visualisasi perhitungan analisis kestabilan lereng pada program sebagai


berikut :

3 - 13
Slope Stability Analysis Disposal Area 2 - PIT 1 - Tanah Timbunan - Slope 4_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb
Material #: 1: Tanah Timbunan
Phi: 35
C: 20
Wt: 14

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 11 - 53


Phi: 25
C: 25
Wt: 18

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 20
Wt: 18
2.673
Elevation [meters]

Material #: 1 3
GDN - 19 GDN - 18
185 m

Material #: 2 1

Material #: 3 2

Distances [meters]

Gambar 3-8. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Timbunan di Area Disposal 2 PIT 1 dengan kemiringan 37

3 - 14
Slope Stability Analysis Disposal Area 2 - PIT 1 - Tanah Timbunan - Slope 3_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb
Material #: 1: Tanah Timbunan
Phi: 35
C: 20
Wt: 14

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 11 - 53


Phi: 25
C: 25
Wt: 18

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 20
Wt: 18

2.296
Elevation [meters]

Material #: 1 3
GDN - 19 GDN - 18
185 m

Material #: 2 1

Material #: 3 2

Distance [meters]

Gambar 3-9. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Timbunan di Area Disposal 2 PIT 1 dengan kemiringan 45

3 - 15
Slope Stability Analysis Disposal Area 2 - PIT 1 - Tanah Timbunan - Slope 2_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb
Material #: 1: Tanah Timbunan
Phi: 35
C: 20
Wt: 14

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 11 - 53


Phi: 25
C: 25
Wt: 18

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 20
Wt: 18

1.814
Elevation [meters]

Material #: 1 3
GDN - 19 GDN - 18
185 m

Material #: 2 1

Material #: 3 2

Distance [meters]

Gambar 3-10. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Timbunan di Area Disposal 2 PIT 1 dengan kemiringan 56

3 - 16
3.2.2. Analisis Kestabilan Lereng Tanah Asli di Disposal 2 PIT 1

Hasil analisis kestabilan lereng dengan variasi kemiringan pada lapisan


tanah asli di Area Disposal 2 PIT 1 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.4. Perbandingan sudut kemiringan lereng terhadap Factor of safety


(Fs) pada lapisan tanah asli di Area Disposal 2 PIT 1

Kemiringan lereng
No Fs
x:y Sudut
1 4:3 37 2,343
2 3:3 45 1.963
3 2:3 56 1,590

Hasil analisis kestabilan lereng pada lapisan tanah asli menunjukkan


bahwa batas aman maksimum kemiringan lereng lapisan tanah asli sampai 37
atau pada kondisi perbandingan dasar dengan tinggi lereng 4 : 3. Pada kondisi
ini angka keamanan atau Factor of safety (Fs) = 2,343.

Visualisasi perhitungan analisis kestabilan lereng pada program sebagai


berikut :

3 - 17
Slope Stability Analysis Disposal Area 2 - PIT 1 - Tanah Asli - Slope 4_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 2: Lem pung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 11 - 53


Phi: 25
C: 25
Wt: 18

Material #: 3: Lem pung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 20
Wt: 18

2.343

GDN - 19 GDN - 18
185 m

Material #: 2
elevation [meters]

Material #: 3

distance [meters]

Gambar 3-11. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Asli di Area Disposal 2 PIT 1 dengan kemiringan 37

3 - 18
Slope Stability Analysis Disposal Area 2 - PIT 1 - Tanah Asli - Slope 3_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 2: Lem pung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 11 - 53


Phi: 25
C: 25
Wt: 18

Material #: 3: Lem pung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 20
Wt: 18

1.963

GDN - 19 GDN - 18
185 m

Material #: 2
elevation [meters]

Material #: 3

distance [meters]

Gambar 3-12. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Asli di Area Disposal 2 PIT 1 dengan kemiringan 45

3 - 19
Slope Stability Analysis Disposal Area 2 - PIT 1 - Tanah Asli - Slope 2_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 11 - 53


Phi: 25
C: 25
Wt: 18

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 20
Wt: 18

1.590

GDN - 19 GDN - 18
185 m

Material #: 2 1
Elevation [meters]

Material #: 3

Distance [meters]

Gambar 3-13. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Asli di Area Disposal 2 PIT 1 dengan kemiringan 56

3 - 20
3.3. Analisis Kestabilan Lereng di Disposal PIT 2

Geometri bawah permukaan mengikuti penampang bawah permukaan


yang menghubungkan antar titik bor GDN-20 dan GDN-21 dengan elevasi
masing-masing yaitu di 45 dan 46 meter di atas permukaan laut. Model per
lapisan tanah asli terdiri dari 2 lapisan berdasarkan nilai SPT, dimana lapisan
atas dengan N.SPT = 12 sampai dengan 51, dan lapisan bawah dengan N.SPT
60, dengan batas lapisan atas pada kedalaman 12 meter di GDN-20 dan
kedalaman 9 meter di GDN-21. Pemodelan lapisan dibuat dengan kedalaman
pemboran 30 meter dan asumsi ketinggian timbunan 30 meter.

Dari hasil pemboran lapisan tanah di lokasi ini didominasi oleh Lempung,
dengan sisipan Pasir dan Batu pasir. Parameter input yang digunakan untuk
analisis kestabilan lereng adalah sebagai berikut:

1. Tanah Timbunan
Sudut geser dalam ( ) = 420
Kohesi (c) = 30 kPa
Berat isi ( )= 19 kN/m3

2. Lempung, kuning kecoklatan, teguh sampai kaku, N.SPT = 12 - 51


Sudut geser dalam (Phi) = 260
Kohesi (c) = 32 kPa
Berat isi ( ) = 18 kN/m3

3. Lempung abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT 60


Sudut geser dalam ( ) = 250
Kohesi (c) = 40 kPa
Berat isi ( ) = 18 kN/m3

3 - 21
3.3.1. Analisis Kestabilan Lereng Tanah Timbunan di Disposal PIT 2

Hasil analisis kestabilan lereng dengan variasi kemiringan pada lapisan


timbunan di Area Disposal PIT 2 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.5. Perbandingan sudut kemiringan lereng terhadap Factor of safety


(Fs) pada Tanah Timbunan di Area Disposal PIT 2

Kemiringan lereng
No Fs
x:y Sudut
1 4:3 37 2,864
2 3:3 45 2,599
3 2:3 56 1,866

Hasil analisis kestabilan lereng pada lapisan timbunan menunjukkan


bahwa batas aman maksimum kemiringan lereng lapisan timbunan sampai 45
atau pada kondisi perbandingan dasar dengan tinggi lereng 3 : 3. Pada kondisi
ini angka keamanan atau Factor of safety (Fs) = 2,599.

Visualisasi perhitungan analisis kestabilan lereng pada program sebagai


berikut :

3 - 22
Slope Stability Analysis Disposal Area - PIT 2 - Tanah Timbunan - Slope 4_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb
Material #: 1: Tanah Timbunan
Phi: 42
C: 30
Wt: 19

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 12 - 51


Phi: 26
C: 32
Wt: 18

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 40
Wt: 18
2.864
Elevation [meters]

Material #: 1 3
GDN - 21 GDN - 20
140 m
Material #: 2 1

Material #: 3 2

Distance [meters]

Gambar 3-14. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Timbunan di Area Disposal PIT 2 dengan kemiringan 37

3 - 23
Slope Stability Analysis Disposal Area - PIT 2 - Tanah Timbunan - Slope 3_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb
Material #: 1: Tanah Timbunan
Phi: 42
C: 30
Wt: 19

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 12 - 51


Phi: 26
C: 32
Wt: 18

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 40
Wt: 18

2.599
Elevation [meters]

Material #: 1 3
GDN - 21 GDN - 20
140 m
Material #: 2 1

Material #: 3 2

Distance [meters]

Gambar 3-15. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Timbunan di Area Disposal PIT 2 dengan kemiringan 45

3 - 24
Slope Stability Analysis Disposal Area - PIT 2 - Tanah Timbunan - Slope 2_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb
Material #: 1: Tanah Timbunan
Phi: 42
C: 20
Wt: 19

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 12 - 51


Phi: 26
C: 32
Wt: 18

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 40
Wt: 18

1.866
Elevation [meters]

Material #: 1 3
GDN - 21 GDN - 20
140 m
Material #: 2 1

Material #: 3 2

Distance [meters]

Gambar 3-16. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Timbunan di Area Disposal PIT 2 dengan kemiringan 56

3 - 25
3.3.2. Analisis Kestabilan Lereng Tanah Asli di Disposal PIT 2

Hasil analisis kestabilan lereng dengan variasi kemiringan pada lapisan


tanah asli di Area Disposal PIT 2 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.6. Perbandingan sudut kemiringan lereng terhadap Factor of safety


(Fs) pada lapisan tanah asli di Area Disposal PIT 2

Kemiringan lereng
No Fs
x:y Sudut
1 4:3 37 2,767
2 3:3 45 2,370
3 2:3 56 1,942

Hasil analisis kestabilan lereng pada lapisan tanah asli menunjukkan


bahwa batas aman maksimum kemiringan lereng lapisan tanah asli sampai 45
atau pada kondisi perbandingan dasar dengan tinggi lereng 3 : 3. Pada kondisi
ini angka keamanan atau Factor of safety (Fs) = 2,370.

Visualisasi perhitungan analisis kestabilan lereng pada program sebagai


berikut :

3 - 26
Slope Stability Analysis Disposal Area - PIT 2 - Tanah Asli - Slope 4_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 12 - 51


Phi: 26
C: 30
Wt: 18

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 30
Wt: 18

2.767

GDN - 21 GDN - 20
140 m
Material #: 2 1
Elevation [meters]

Material #: 3

Distance [meters]

Gambar 3-17. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Asli di Area Disposal PIT 2 dengan kemiringan 37

3 - 27
Slope Stability Analysis Disposal Area - PIT 2 - Tanah Asli - Slope 3_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 12 - 51


Phi: 26
C: 30
Wt: 18

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 30
Wt: 18

2.370

GDN - 21 GDN - 20
140 m
Material #: 2 1
Elevation [meters]

Material #: 3

Distance [meters]

Gambar 3-18. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Asli di Area Disposal PIT 2 dengan kemiringan 45

3 - 28
Slope Stability Analysis Disposal Area - PIT 2 - Tanah Asli - Slope 2_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 12 - 51


Phi: 26
C: 30
Wt: 18

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 25
C: 30
Wt: 18

1.942

GDN - 21 GDN - 20
140 m
Material #: 2 1
Elevation [meters]

Material #: 3

Distance [meters]

Gambar 3-19. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Asli di Area Disposal PIT 2 dengan kemiringan 56

3 - 29
3.4. Analisis Kestabilan Lereng di Disposal PIT 3

Geometri bawah permukaan mengikuti penampang bawah permukaan


yang menghubungkan antar titik bor GDN-22 dan GDN-23 dengan elevasi
masing-masing yaitu di 42 dan 41 meter di atas permukaan laut. Model per
lapisan tanah asli terdiri dari 2 lapisan berdasarkan nilai SPT, dimana lapisan
atas dengan N.SPT = 5 sampai dengan 43, dan lapisan bawah dengan N.SPT
60, dengan batas lapisan atas pada kedalaman 18 meter di GDN-23 dan
kedalaman 27 meter di GDN-22. Pemodelan lapisan dibuat dengan kedalaman
pemboran 30 meter dan asumsi ketinggian timbunan 30 meter.

Dari hasil pemboran lapisan tanah di lokasi ini didominasi oleh Lempung,
dengan sisipan Lempung pasiran, Pasir, Batupasir, Batulempung dan Batubara.
Parameter input yang digunakan untuk analisis kestabilan lereng adalah sebagai
berikut:

1. Tanah Timbunan
Sudut geser dalam ( ) = 600
Kohesi (c) = 20 kPa
Berat isi ( )= 18 kN/m3

2. Lempung, kuning kecoklatan, teguh sampai kaku, N.SPT = 5 - 43


Sudut geser dalam (Phi) = 450
Kohesi (c) = 36 kPa
Berat isi ( ) = 15 kN/m3

3. Lempung abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT 60


0
Sudut geser dalam ( ) = 40
Kohesi (c) = 20 kPa
Berat isi ( ) = 18 kN/m3

3 - 30
3.4.1. Analisis Kestabilan Lereng Tanah Timbunan di Disposal PIT 3

Hasil analisis kestabilan lereng dengan variasi kemiringan pada lapisan


timbunan di Area Disposal PIT 3 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.7. Perbandingan sudut kemiringan lereng terhadap Factor of safety


(Fs) pada Tanah Timbunan di Area Disposal PIT 3

Kemiringan lereng
No Fs
x:y Sudut
1 4:3 37 2,511
2 3:3 45 1,985
3 2:3 56 1,296

Hasil analisis kestabilan lereng pada lapisan timbunan menunjukkan


bahwa batas aman maksimum kemiringan lereng lapisan timbunan sampai 37
atau pada kondisi perbandingan dasar dengan tinggi lereng 4 : 3. Pada kondisi
ini angka keamanan atau Factor of safety (Fs) = 2,511.

Visualisasi perhitungan analisis kestabilan lereng pada program sebagai


berikut :

3 - 31
Slope Stability Analysis Disposal Are a - PIT 3 - Tanah Timbunan - Slope 4_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb
Material #: 1: Tanah Timbunan
Phi: 60
C: 20
Wt: 18

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 5 - 46


Phi: 45
C: 36
Wt: 15

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 40
C: 20
Wt: 18
2.511
elevation [meters]

Material #: 1 3
GDN - 23 GDN - 22
153 m
Material #: 2
1

Material #: 3
2

distance [meters]

Gambar 3-20. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Timbunan di Area Disposal PIT 3 dengan kemiringan 37

3 - 32
Slope Stability Analysis Disposal Are a - PIT 3 - Tanah Timbunan - Slope 3_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb
Material #: 1: Tanah Timbunan
Phi: 60
C: 20
Wt: 18

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 5 - 46


Phi: 45
C: 36
Wt: 15

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 40
C: 20
Wt: 18 1.985
elevation [meters]

Material #: 1 3
GDN - 23 GDN - 22
153 m
Material #: 2
1

Material #: 3
2

distance [meters]

Gambar 3-21. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Timbunan di Area Disposal PIT 3 dengan kemiringan 45

3 - 33
Slope Stability Analysis Disposal Are a - PIT 3 - Tanah Timbunan - Slope 2_3.gsz
Method: Morgens tern-Price
Model: MohrCoulom b
Material #: 1: Tanah Timbunan
Phi: 60
C: 20
Wt: 18

Material #: 2: Lempung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 5 - 46


Phi: 45
C: 36
Wt: 15

Material #: 3: Lempung, abu-abu kehitam an, kaku s am pai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 40
C: 20
Wt: 18

1.296
elevation [meters]

Material #: 1 3
GDN - 23 GDN - 22
153 m
Material #: 2
1

Material #: 3
2

distance [meters]

Gambar 3-22. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Timbunan di Area Disposal PIT 3 dengan kemiringan 56

3 - 34
3.4.2. Analisis Kestabilan Lereng Tanah Asli di Disposal PIT 3

Hasil analisis kestabilan lereng dengan variasi kemiringan pada lapisan


tanah asli di Area Disposal PIT 3 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.8. Perbandingan sudut kemiringan lereng terhadap Factor of safety


(Fs) pada lapisan tanah asli di Area Disposal PIT 3

Kemiringan lereng
No Fs
x:y Sudut
1 4:3 37 2,311
2 3:3 45 1.994
3 2:3 56 1,850

Hasil analisis kestabilan lereng pada lapisan tanah asli menunjukkan


bahwa batas aman maksimum kemiringan lereng lapisan tanah asli sampai 37
atau pada kondisi perbandingan dasar dengan tinggi lereng 4 : 3. Pada kondisi
ini angka keamanan atau Factor of safety (Fs) = 2,311.

Visualisasi perhitungan analisis kestabilan lereng pada program sebagai


berikut :

3 - 35
Slope Stability Analysis Disposal Area - PIT 3 - Tanah Asli - Slope 4_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 2: Lem pung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 5 - 46


Phi: 45
C: 36
Wt: 15

Material #: 3: Lem pung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 40
C: 20
Wt: 18

GDN - 23 GDN - 22 2.311

153 m
Material #: 2
1
elevation [meters]

Material #: 3

distance [meters]

Gambar 3-23. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Asli di Area Disposal PIT 3 dengan kemiringan 37

3 - 36
Slope Stability Analysis Disposal Area - PIT 3 - Tanah Asli - Slope 3_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 2: Lem pung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 5 - 46


Phi: 45
C: 36
Wt: 15

Material #: 3: Lem pung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 40
C: 20
Wt: 18

GDN - 23 GDN - 22
1.994
153 m
Material #: 2
1
elevation [meters]

Material #: 3

distance [meters]

Gambar 3-24. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Asli di Area Disposal PIT 3 dengan kemiringan 45

3 - 37
Slope Stability Analysis Disposal Area - PIT 3 - Tanah Asli - Slope 2_3.gsz
Method: Morgenstern-Price
Model: MohrCoulomb

Material #: 2: Lem pung kuning kecoklatan, teguh, N.SPT = 5 - 46


Phi: 45
C: 36
Wt: 15

Material #: 3: Lem pung, abu-abu kehitaman, kaku sampai sangat kaku, N.SPT > 60
Phi: 40
C: 20
Wt: 18

1.850
GDN - 23 GDN - 22
153 m
Material #: 2
1
elevation [meters]

Material #: 3

distance [meters]

Gambar 3-25. Analisis Kestabilan Lereng Lapisan Tanah Asli di Area Disposal PIT 3 dengan kemiringan 56

3 - 38
Hasil analisis kestabilan lereng secara keseluruhan di Area Disposal
PIT-1, PIT-2, dan PIT-3 untuk tiap lapisan adalah sebagai berikut:

Tabel 3.9. Sudut kemiringan lereng maksimum (Fs 2) untuk lokasi Disposal PIT-1, PIT-2 dan
PIT-3
Tanah Timbunan Tanah Asli
No Lokasi X:Y Sudut Fs X:Y Sudut Fs

1 Disposal 1 PIT 1 3:3 45 2,368 3:3 45 2,497


2 Disposal 2 PIT 1 3:3 45 2,296 4:3 37 2,343

3 Disposal PIT 2 3:3 45 2,599 3:3 45 2,370

4 Disposal PIT 3 4:3 37 2,511 4:3 37 2,311

3 - 39