Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH

THEODOLITE

Disusun Oleh :Usup Maulana ( 1211500002 )

Hendri Nilakandi ( 1211500006 )

Lolyyandasari Supardi ( 1211500008 )

Nova Octaviani ( 1211500010 )

Fadilah Rosyid ( 1211500012 )

Otrikama Cahya Putra ( 121130015 ) / tidak mengikuti Praktikum

Mata Kuliah : Prak. Ilmu Ukur Tanah

Dosen : Ir. Muh Isman Tumiwa, M.Si

Prodi : Teknik Sipil dan Perencanaan

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA


Jl. Raya Puspitek Serpong, Tangerang Banten 15320 Telp/Fax : (62)021 7561102
I. LANDASAN TEORI

Theodolit adalah salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi
tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak. Berbeda dengan waterpass yang hanya memiliki
sudut mendatar saja. Di dalam theodolit sudut yang dapat di baca bisa sampai pada satuan sekon
(detik). Theodolite merupakan alat yang paling canggih di antara peralatan yang digunakan
dalam survei. Pada dasarnya alat ini berupa sebuah teleskop yang ditempatkan pada suatu dasar
berbentuk membulat (piringan) yang dapat diputar-putar mengelilingi sumbu vertikal, sehingga
memungkinkan sudut horisontal untuk dibaca. Teleskop tersebut juga dipasang pada piringan
kedua dan dapat diputarputar mengelilingi sumbu horisontal, sehingga memungkinkan sudut
vertikal untuk dibaca. Kedua sudut tersebut dapat dibaca dengan tingkat ketelitian sangat tinggi
(Farrington 1997).

Theodolit juga bisa berubah fungsinya menjadi seperti Pesawat Penyipat Datar bila sudut
verticalnya dibuat 90º. Dengan adanya teropong pada theodolit, maka theodolit dapat dibidikkan
kesegala arah. Di dalam pekerjaan bangunan gedung, theodolit sering digunakan untuk
menentukan sudut siku-siku pada perencanaan / pekerjaan pondasi, theodolit juga dapat
digunakan untuk menguker ketinggian suatu bangunan bertingkat.

Keterangan gambar theodolit :


 Plat dinding pelindung
lingkaran vertikal di dalamnya
 Ring pengatur lensa tengah
 Pengatur fokus benang silang
 Alat baca lingkaran
vertikal/horisontal
 Lensa obyektif
 Klem vertikal teropong
 Penggerak halus teropong

 Klem alhidade horisontal


 Penggerak halus horisontal
 Nivo kotak alhidade horisontal
 Plat dasar instrumen
 Nivo tabung alhidade horizontal

Syarat-syarat theodolite
Syarat – syarat utama yang harus dipenuhi alat theodolite (pada galon air) sehingga siap
dipergunakan untuk pengukuran yang benar adalah :
1. Sumbu kesatu benar – benar tegak / vertical.
2. Sumbu kedua haarus benar – benar mendatar.
3. Garis bidik harus tegak lurus sumbu kedua / mendatar.
4. Tidak adanya salah indeks pada lingkaran kesatu

II. ALAT DAN BAHAN


1. Theodolite
2. Statif
3. Rambu ukur

III. WAKTU DAN PELAKSANAAN


Praktikum dilaksanakan pada hari Selasa, 27 September 2016 di halaman samping
Gedung G Institut Teknologi Indonesia pukul 13.00 – 15.30

IV. CARA KERJA

Dirikan statif kira-kira tepat diatas titik tersebut dengan cara:


a. Kaki statif didirikan sambil melihat melalui sekrup yang ada dibawah statif, sedemikian
rupa sehingga titik dapat terlihat melalui sekrup tersebut. Selanjutnya pasang teodolit
pada statif.
b. Apabila sentering menggunakan cara optis (sentering optis); dirikan statif dan pasang
teodolit pada statif. Tancapkan salah satu kaki statif, selanjutnya dengan memegang dua
kaki statif lainnya dan sambil melihat pada okuler sentering optis pada teodolit, gerakkan
statif sedemikian rupa sehingga bayangan titik kira-kira masuk tepat dalam tanda
sentering optis. Tancapkan kedua kaki statif apabila bayangan titik telah masuk tanda
sentering optis.
c. Seimbangkan nivo kotak pada teodolit dengan mengatur ketiga kaki statif.
1. Seimbangkan dengan A-B diputar bersama, lalu putar teodolit 1800
2. Sekrup A atau B diputar sedemikian rupa. Lalu putar 900
3. Sekrup C diputar sedemikian rupa.
d. Pembacaan sudut lingkar horizontal dan vertikal
1. Pakailah titik yang dipakai praktikum di atas, namai sebagai titik P.
2. Arahkan teropong tepat ke titik P dengan sekrup penggerak halus, selanjutnya klem
sekrup Hz dan sekrup Limbus (Limbus tidak dipakai selama praktikum ini). Baca
piringan horizontal dan vertikal serta catat.
V. HASIL PENGAMATAN
VI. KESIMPULAN

Kesimpulan dari laporan Theodolite ini adalah volume 15351.62 m3 dan luas 229.3265 m2.
Sedangkan tinggi rencana adalah 66.9422 m, vol cut 36.29791 dan vol fill 36.29704

Adapun kesimpulan cara kerja yang dapat disebutkan, yaitu :

1. Kondisi alat sangat mempengaruhi kelancaran proses sentring dan pembacaan sudut.
2. Ketelitian pembacaan sudut merupakan hal yang sangat penting karena akan berpengaruh
pada data.

VII. SARAN

Hendaknya dalam proses pembacaan sudut dan pengukuran dibutuhkan ketelitian agar
meminimalisir kesalahan. Dalam penggambaran dan pencatatan harus dilakukan dengan
kecermatan dan ketelitian yang tinggi, supaya tidak terjadi kesalahan dan hasilnya maksimal.
Kerja tim sangat dibutuhkan pada praktikum seperti ini.

VIII. DOKUMENTASI

Beri Nilai