Anda di halaman 1dari 5

Forward Chaining

Forward chaining adalah strategi penarikan kesimpulan yang dimulai dari sejumlah fakta-fakta
yang telah diketahui, untuk mendapatkan suatu fakta baru dengan memakai rule-rule yang
memiliki ide dasar yang cocok dengan fakta dan terus dilanjutkan sampai mendapatkan tujuan
atau sampai tidak ada rule yang punya ide dasar yang cocok atau sampai mendapatkan fakta.
Flowchart dari Metode Forward Chaining dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Metode forward chaining

Forward chaining menggunakan pendekatan data-driven (berorientasi data). Dalam pendekatan


ini dimulai dari informasi yang tersedia, atau dari ide dasar, kemudian mencoba menggambarkan
kesimpulan. Komputer akan menganalisa permasalahan dengan mencari fakta yang cocok
dengan bagian IF dari aturan IF-THEN. Dalam penelitian ini dapat dikumpulkan informasi yang
digunakan sebagai ide dasar, berikut rule dasar forward chaining. Forward Chaining adalah
proses konvergen
Gambar 3. Rule dasar forward chaining

Forward chaining.
1. Identifikasi kondisi.
2. Variabel kondisi ditempatkan pada Conclusion Var. Queue dan nilainya dicatat pada Variable
List.
3. Pencarian diarahkan untuk menemukan variabel di Base Variabel List dengan nama yang
sama dengan nama variabel dalam daftar pertama antrian. Jika ketemu, rule dan clause
number dari variabel disimpan ke Clause Variable Pointer, jika tak ketemu maka ke langkah
6.
4. Untuk setiap variabel yang ditemukan dalam IF clause dari rule, jika masih belum ada nilainya
maka ini harus diisi dengan nilai baik dari user maupun dari rule itu sendiri.
5. Selanjutnya, pencarian diarahkan untuk mengecek jika fakta yang yang diinputkan oleh user
sama dengan clause dari rule. Jika sama maka tambahkan ke daftar Conclusion Variable
Queue dan Result Queue dengan nilai dari THEN clause dari rule, jika tak sama maka ke
langkah 6.
6. Jika tak ada lagi statemen IF yang memiliki variabel yang sama dengan yang ada di urutan
pertama dari Conclusion Variable Queue, maka urutan pertama tadi dihapus. Jika ada lagi
yang lain, kembali ke langkah 3.
7. Jika tak ada lagi apa-apa di Conclusion Variable Queue, maka pencarian berhenti. Jika masih
ada maka kembali ke langkah 3.

Jika premise clause match dengan situasi,

Maka proses mencoba untuk mengambil konklusi

 Forward chaining secara bertahap membentuk gambaran baru akan dunia bersamaan
dengan penerimaan data, forward chaining tidak diarahkan untuk menyelesaikan suatu
permasalahan tertentu, karenanya metoda ini disebut juga data-driven atau data-directed
procedure.

 Forward chaining dapat menghasilkan banyak kesimpulan yang pada akhirnya tidak
digunakan (sia-sia)

Sifat Forward Chaining


• Good for monitoring, planning, and control
• Looks from present to future.
• Works from antecedent to consequent.
• Is data-driven, bottom-up reasoning.
• Works forward to find what solutions follow from the facts.
• It facilitates a breadth-first search.
• The antecedents determine the search.
• It does not facilitate explanation.
Contoh Kasus
• Sistem Pakar: Penasihat Keuangan
• Kasus : Seorang user ingin berkonsultasi apakah tepat jika dia berinvestasi pada stock
IBM?
Variabel-variabel yang digunakan:
A = memiliki uang $10.000 untuk investasi
B = berusia < 30 tahun
C = tingkat pendidikan pada level college
D = pendapatan minimum pertahun $40.000
E = investasi pada bidang Sekuritas (Asuransi)
F = investasi pada saham pertumbuhan (growth stock)
G = investasi pada saham IBM
• Setiap variabel dapat bernilai TRUE atau FALSE
• FAKTA YANG ADA:
• Diasumsikan si user (investor) memiliki data:
• Memiliki uang $10.000 (A TRUE)
• Berusia 25 tahun (B TRUE)
• Dia ingin meminta nasihat apakah tepat jika berinvestasi pada IBM stock?
RULES
R1 : IF seseorang memiliki uang $10.000 untuk berinvestasi
AND dia berpendidikan pada level college
THEN dia harus berinvestasi pada bidang sekuritas
R2 : IF seseorang memiliki pendapatan per tahun min $40.000
AND dia berpendidikan pada level college
THEN dia harus berinvestasi pada saham pertumbuhan (growth stocks)
R3 : IF seseorang berusia < 30 tahun
AND dia berinvestasi pada bidang sekuritas
THEN dia sebaiknya berinvestasi pada saham pertumbuhan
R4 : IF seseorang berusia < 30 tahun dan > 22 tahun
THEN dia berpendidikan college
R5 : IF seseorang ingin berinvestasi pada saham pertumbuhan
THEN saham yang dipilih adalah saham IBM.
Rule simplification
• R1: IF A and C, THEN E
• R2: IF D and C, THEN F
• R3: IF B and E, THEN F
• R4: IF B, THEN C
• R5: IF F, THEN G