Anda di halaman 1dari 5

A.

Hasil Pengamatan
B. N
Lokasi Hasil Pengujian Keterangan
o
3. Pabrik Sohun, Indokator genangan air Lakmus biru tetap berwarna
Kroya, Cilacap biru

Lakmus merah tetap


berwarna merah

pH indikator menunjukkan
pada tingkat keasaman = 7

Indikator embun Lakmus biru berubah


menjadi berwarna merah

Lakmus merah tetap


berwarna merah

pH indikator menunjukkan
pada tingkat keasaman = 6

5 Pabrik Sohun, Indikator embun Lakmus biru tetap berwarna


Kroya, Cilacap biru
(radius 3 km)
Lakmus merah tetap
berwarna merah

pH indikator menunjukkan
pada tingkat keasaman = 7

Indikator genangan air Lakmus biru tetap berwarna


biru

Lakmus merah tetap


berwarna merah

pH indikator menunjukkan
pada tingkat keasaman = 7

C. Analisis dan Pembahasan


Pada praktikum kali ini adalah mengukur pH (derajat keasaman) daerah yang berada
di dekat pabrik industri dan daerah yang jauh di dari daerah pabrik industri. Pabrik skala
industri yang dijadikan sampel pada praktikum kali ini adalah adalah pabrik plastik di
Sokaraja. Pemilihan tempat ini karena wilayah tersebut berada di lokasi yang padat penduduk
sehingga perlu untuk diketahui nilai pH daerah tersebut. Sampel praktikum yang digunakan
pada praktikum kali ini adalah air yang tergenang di daerah sekitar pabrik dan daerah yang
jauh dari pabrik. Sampel kedua adalah air embun yang ada di daerah sekitar pabrik dan
daerah yang jauh dari pabrik. Praktikum ini, menetukan sifat asam dan basa dari beberapa air
yang tergenang di daerah sekitar pabrik dan daerah yang jauh dari pabrik. Selain itu,
menetukan sifat asam dan basa dari beberapa air embun yang ada di daerah sekitar pabrik dan
daerah yang jauh dari pabrik. Dalam praktikum ini untuk mengetahui sifat dan nilai pH dari
suatu senyawa digunakan kertas lakmus sebagai indikator universal dengan menggunakan
data konsentrasi sampel air tersebut (pH teori). Indikator universal ini akan berubah warna
sesuai nilai pH dari larutan yang akan diuji. Nilai dari pH nya dapat dicari dengan
mencocokan pada warna yang tertera pada kemasan indikator universal.
Pada wilayah pertama berada di pabrik Sohun, Kroya, Cilacap menunjukkan indikator
genangan air di tanah pH indikator menunjukkan pada tingkat keasaman = 7 dengan indikator
kertas lakmus biru tetap berwarna biru dan lakmus merah tetap berwarna merah. Sedangkan
Indikator embun kertas lakmus biru berubah menjadi berwarna merah, lakmus merah tetap
berwarna merah dengan pH indikator menunjukkan pada tingkat keasaman = 6. Hal ini
menunjukkan daerah tersebut air tanahnya sedikit asam, tetapi air embun sedikit netral.
Walaupun sedikit asam, wilayah tersebut belum mengalami hujan asam karena pH air embun
apabila terjadi hujan asam pH berada dibawah kisaran 5. Asam yang terdapat dalam air
embun berasal dari asap pabrik yang mengalami kondensasi. Kondensasi adalah perubahan
uap menjadi frasa cair yang terjadi apabila uap tersebut bersentuhan melalui permukaan
kontak yang temperaturnya lebih rendah daripada temperatur jenuh uap. Energi laten akan
dilepas dan panas akan dipindahkan sehingga pada akhirnya terjadi perubahan fasa pada uap.
Titik embun merupakan suatu kondisi ketika udara tidak lagi mampu menampung uap air
sehingga uap tersebut kembali menjadi tetes-tetes air. Tetes-tetes air inilah yang kemudian
menempel di daun atau rumput dan disebut embun. Jika suhu udara sangat dingin bahkan
dibawah nol derajat maka uap air tidak hanya berubah menjadi cair tetapi juga bisa menjadi
padat membentuk kristal es.
Pada wilayah kedua berada di pabrik Sohun, Kroya, Cilacap pada radius 3 km
menunjukkan indikator genangan air di tanah pH indikator menunjukkan pada tingkat
keasaman = 7 dengan indikator kertas lakmus biru tetap berwarna biru dan lakmus merah
tetap berwarna merah. Sedangkan Indikator embun kertas lakmus biru tetap berwarna biru,
lakmus merah tetap berwarna merah dengan pH indikator menunjukkan pada tingkat
keasaman = 7. Hal ini menunjukkan daerah tersebut air tanahnya netral dan air embun sedikit
netral. Sehingga, wilayah tersebut belum mengalami hujan asam karena pH air embun apabila
terjadi hujan asam pH berada dibawah kisaran 5. Asam yang terdapat dalam air embun
berasal dari asap pabrik yang mengalami kondensasi. Kondensasi adalah perubahan uap
menjadi frasa cair yang terjadi apabila uap tersebut bersentuhan melalui permukaan kontak
yang temperaturnya lebih rendah daripada temperatur jenuh uap. Energi laten akan dilepas
dan panas akan dipindahkan sehingga pada akhirnya terjadi perubahan fasa pada uap. Titik
embun merupakan suatu kondisi ketika udara tidak lagi mampu menampung uap air sehingga
uap tersebut kembali menjadi tetes-tetes air. Tetes-tetes air inilah yang kemudian menempel
di daun atau rumput dan disebut embun. Jika suhu udara sangat dingin bahkan dibawah nol
derajat maka uap air tidak hanya berubah menjadi cair tetapi juga bisa menjadi padat
membentuk kristal es.
Dengan demikian hasil praktikum secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa data
menunjukkan daerah-daerah tersebut air tanahnya netral, tetapi air embun sedikit asam.
Walaupun sedikit asam, wilayah tersebut belum mengalami hujan asam karena pH air embun
apabila terjadi hujan asam pH berada dibawah kisaran 5. Asam yang terdapat dalam air
embun berasal dari asap pabrik yang mengalami kondensasi. Perubahan pada kertas lakmus
pada beberapa sampel dapat dijelaskan antara lain: lakmus adalah asam lemah. Lakmus
memiliki molekul yang sungguh rumit yang akan kita sederhanakan menjadi HLit. "H"
adalah proton yang dapat diberikan kepada yang lain. "Lit" adalah molekul asam lemah. Tak
dapat dipungkiri bahwa akan terjadi kesetimbangan ketika asam ini dilarutkan dalam air.
Pengambilan versi yang disederhanakan kesetimbangan ini:

Lakmus yang tidak terionisasi adalah merah, ketika terionisasi adalah biru.

Penambahan ion hidroksida


Penambahan ion hidrogen

Jika konsentrasi Hlit dan Lit- sebanding, maka Pada beberapa titik selama terjadi pergerakan
posisi kesetimbangan, konsentrasi dari kedua warna akan menjadi sebanding. Warna yang
anda lihat merupakan pencampuran dari keduanya.

pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau
kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefenisikan sebagai kologaritma aktivasi ion
hidrogen yang terlarut. Jumlah dari banyaknya ion-ion H+ didalam larutan dinyatakan
sebagai tingkat keasaman suatu larutan. Sedangkan jumlah ion OH dinyatakan sebagai
tingkat kebasaan (Sururi, 1998). Derajat keasaman (pH) merupakan suatu parameter penting
untuk menentukan kadar asam/basa dalam air. Nilai pH menyatakan nilai konsentrasi ion
hidrogen dalam suatu larutan. Kemampuan air untuk mengikat atau melepas sejumlah ion
Hidrogen akan menunjukkan apakah larutan tersebut bersifat asam/ basa. Di dalam air yang
bersih jumlah konsentrasi ion H+ dan OH- berada dalam keseimbangan, sehingga air yang
bersih akan bereaksi normal. Peningkatan ion hidrogen akan menyebabkan nilai pH turun dan
disebut sebagai larutan asam. Sebaliknya apabila ion hidrogen berkurang akan menyebabkan
nilai pH naik dan keadaan ini disebut sebagai larutan basa. Nilai pH yang ideal untuk
mendukung kehidupan organisme aquatik pada umumnya terdapat antara 7-8,5 (Barus,
2004).
Jumlah ion hidrogen dalam suatu larutan merupakan suatu tolak ukur keasaman.
Lebih banyak ion H+ berarti lebih asam suatu larutan dan begitupun sebaliknya. Larutan yang
bersifat basa banyak mengandung ion OH- dan sendikit mengandung ion H+. Keasaman dan
kebasaan dihitung dalam skala logaritma antara 1 sampai 14 satuan. Satuan inilah yang
disebut dengan pH (Nybakken, 1988).