Anda di halaman 1dari 3

KUNJUNGAN PRA ANESTESI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


02/01/04 0 1/3

Jln. Medan No. 70


Lubuk Pakam
Tanggal Terbit
12 Juni 2017 Ditetapkan oleh :
STANDAR
PROSEDUR Direktur,
OPERASIONAL Dr. Surya Muchtar SpPD

Suatu prosedur untuk menilai, merencanakan dan mempersiapkan


Pengertian kondisi medis pasien sebelum dilakukan tindakan sedasi dan anestesi.

1. Menentukan kondisi medis pasien termasuk status fisik ASA


sebelum dilakukan tindakan anestesia.
2. Merencanakan pengelolaan anestesia sesuai dengan kondisi
pasien dan rencana pembedahan.
Tujuan 3. Mempersiapkan pasien dalam kondisi optimal pada saat
menjalani tindakan anestesia dan pembedahan.
4. Mengurangi angka kesakitan dan angka kematian selama tindakan
anestesia dan pembedahan.

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur RSU. Yoshua Lubuk Pakam


Kebijakan No. 33/12/VI/SK.Dir.Keb/2017 Tentang Pelayanan Bedah dan
Anestesi RSU. Yoshua Lubuk Pakam
1. Kunjungan pra anestesia dilakukan oleh DPJP Anestesi atau
perawat anestesi.
2. Kunjungan dapat dilakukan di poliklinik preoperatif (IRJ), IRI,
IPI dan ruang lain bila dibutuhkan.
3. Kunjungan pra anestesia dilakukan setelah DPJP Anestesiologi
Prosedur atau perawat anestesi yang menerima konsultasi atau jadwal
tindakan yang membutuhkan sedasi dan anestesi.
4. Pasien dan keluarga diberi pemahaman tentang tindakan anestesi.
5. Pasien atau keluarga pasien sebelumnya diminta untuk
mempelajari dan mengisi formulir pra anestesia dengan dibantu
oleh perawat, yang berisi antara lain :
KUNJUNGAN PRA ANESTESI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
02/01/04 0 2/3

Jln. Medan No.70


Lubuk Pakam

a. Identitas pasien, diagnosa penyakit sekarang, riwayat penyakit


sebelumnya, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, riwayat
alergi, transfusi, riwayat operasi sebelumnya.a.
b.Khusus pasien perempuan; menstruasi, kehamilan dan
menyusui
6. DPJP atau perawat anestesi mempelajari rekam medis dan
formulir pra anestesia yang telah diisi oleh pasien atau keluarga
serta hasil konsultasi yang tersedia terkait dengan resiko penyulit
dan rencana tindakan anestesia yang akan dilakukan.
7. DPJP Anestesiologi atau perawat anestesi memperkenalkan diri
kepada pasien. Sebelum melakukan wawancara dan pemeriksaan,
DPJP/perawat anestesi harus memastikan identitas pasien yang
dimaksud dengan melihat kesesuaian nama, tempat tanggal lahir
dan nomor rekam medis sesuai dengan gelang identitas pasien.
8. DPJP/perawat anestesi menjelaskan mengenai :
a. Diagnosa bedah
b. Rencana tindakan anestesia dan alternatifnya
c. Resiko dan faktor penyulit anestesia
d. Kemungkinan komplikasi intra maupun pasca operasi
e. Pengelolaan pasca anestesia, termasuk manajemen nyeri pasca
tindakan dan kebutuhan ruang rawat khusus pasca anestesia
dan sedasi
f. Kemungkinan transfusi termasuk resiko transfuse
9. Pasien/keluarga memahami penjelasan DPJP Anestesi/Perawat
Anestesi dan menandatangani informed concent.
10. Pasien dan keluarga bila setuju menandatangani informed concent
disertai tanda tangan saksi, perawat, dan DPJP.
11. Pasien dan keluarga memahami penjelasan DPJP
Anestesi/Perawat Anestesi dan menandatangani informed concent.

KUNJUNGAN PRA ANESTESI


No. Dokumen No. Revisi Halaman
02/01/04 0 3/3

Jln. Medan No.70


Lubuk Pakam
12. Pasien dan keluarga bila setuju menandatangani informed concent
disertai tanda tangan saksi, perawat, dan DPJP/perawat anestesi.
13. Wawancara dilakukan dengan berpedoman pada formulir pra
anestesia yang terdiri dari :
a. Kajian sistem
b.Pemeriksaan fisik
c. Hasil laboratorium
d.Dignosa pasien dan Klasifikasi ASA
e. Menentukan perencanaan anestesia yang mencakup teknik
anestesia,teknik khusus, pemantauan, alat khusus dan rencana
perawatan pasca anestesia termasuk manajemen nyeri pasca
tindakan.
f. Menentukan persiapan anestesi termasuk pre medikasi anestesi
dan puasa sebelum anestesia.
g.Dalam kolom catatan persiapan anestesia dipertimbangkan
mengenai pemasangan IV line, pengelolaan obat-obat lain
yang dikonsumsi pasien, transportasi ke tempat tindakan
sesuai dengan kondisi pasien serta usulan jumlah dan jenis
persiapan darah yang dibutuhkan.
14. Setiap hasil kunjungan pra anestesi yang dilakukan oleh
perawat anestesi harus dilaporkan kepada DPJP Anestesi.
15. DPJP Anestesi yang bertanggung jawab memeriksa kembali
bahwa hal-hal tersebut di atas sudah dilakukan secara benar
dan menandatangani formulir pra anestesia.

1. Instalasi Gawat Darurat


2. Instalasi Rawat Inap
Unit Terkait 3. Instalasi Perawatan Intensif
4. Instalasi Kamar Operasi