Anda di halaman 1dari 6

Proyek Pengadaan Sapi Miliyaran Rupiah Terindikasi Dikorupsi

No : 003/DPP LSM-P/IV/2014 Kepada


Yth,
Lampiran : 1 (satu) berkas Jaksa
Agung RI
Sifat : Penting di_
Perihal : Laporan Dugaan Korupsi
Jakarta

Dengan hormat,

1. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 28 tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara


yang Bebas dari Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) Pasal 8 (1) dan Pasal 9 (1) huruf a, b,
c dan d, tentang peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan Negara.
2. Peraturan Pemerintah RI Nomor 68 tahun 1999 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta
Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Negara Pasal 2 (1) huruf a. Hak mencari, memperoleh
dan memberi mengenai informasi penyelenggaraan Negara dan huruf c. hak menyampaikan
saran dan pendapat secara bertanggung jawab terhadap kebijakan Penyelenggaraan Negara.
3. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2004 Tentang Percepatan
Pemberantasan Korupsi.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2000 Tentang Tata Cara
Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat Dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan Dan
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal 2 (1) Setiap orang, Organisasi Masyarakat, atau
Lembaga Swadaya Masyarakat berhak mencari, memperoleh dan memberikan informasi
adanya dugaan telah terjadi tindak pidana korupsi serta menyampaikan saran dan pendapat
kepada penegak hukum dan atau komisi mengenai perkara tindak pidana korupsi.
5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan
Jasa Pemerintah Pasal 117 (1) Masyarakat menemukan indikasi penyimpangan prosedur, KKN
dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa Pemerintah dan/atau pelanggaran persaingan yang
sehat dapat mengajukan pengaduan atas proses pemilihan penyedia barang/jasa.
6. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Aksi Pencegahan Dan
Pemberantasan Korupsi Tahun 2012
7. Undang-Undang Republik Indonesia No 31 tahun 1999 Junto Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2001. Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal 41
ayat (1) Masyarakat dapat berperan serta membantu upaya pencegahan dan pemberantasan
tindak pidana korupsi. Ayat (2) huruf, a, b, c, d, dan e.

Berdasarkan cross chek dan pantaun serta temuan tim investigasi kami dari DPP LSM
Pelangi Bengkulu bahwa Proyek Pengadaan yang dilaksanakan di Dinas Peternakan Provinsi
Bengkulu Tahun Anggaran 2013 sebanyak lima paket pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar
Rp. 17.122.540.000,- terindikasi dikorupsi dengan analisa kerugian negara lebih kuran sebesar
Rp. 2.500.000.000,- (dua miliyar lima ratus juta rupiah) adapun proyek yang kami maksud
adalah sebagai berikut :
a. Nama Paket Pekerjaan : Pengadaan dan Penyebaran Ternak Sapi
Sumber Dana : APBD 2013
Pemenang Lelang : CV. Rajawali Sakti
Nilai Penawaran : Rp 657.000.000,-

b. Nama Paket Pekerjaan : Pengadaan dan Pendistribusian Ternak Sapi


Sumber Dana : APBD 2013
Pemenang Lelang : CV. Linungan Raya
Nilai Penawaran : Rp 3.037.320.000,-

c. Nama Paket Pekerjaan : Pengadaan dan Pendistribusian Ternak Sapi PO


Sumber Dana : APBD 2013
Pemenang Lelang : CV. Linungan Raya
Nilai Penawaran : Rp 3.084.720.000,-

d. Nama Paket Pekerjaan : Pengadaan dan Penggemukan


Sumber Dana : APBD 2013
Pemenang Lelang : CV Saka Dommas
Nilai Penawaran : Rp 1.102.500.000,-

e. Nama Paket Pekerjaan : Pengadaan dan Penyebaran Ternak Sapi


Sumber Dana : APBD 2013
Pemenang Lelang : PT. Wijaya Cipta Perdana
Nilai Penawaran : Rp 9.259.000.000,-

Adapun beberapa indikasi yang kami temui di lapangan menurut dugaan kami adalah
sebagai berikut :
A. Adanya dugaan kuat mark up harga satuan barang,
B. Proyek tersebut diduga keras spek barang banyak yang tidak memenuhi standar
C. Pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan spek teknis
D. Adanya dugaan kongkalingkong antara panitia dengan penyedia jasa, hal ini untuk
memperkaya diri sendiri

Untuk itu kami memohon dengan segalah hormat kepada Bapak agar segera dapat
memproses seluruh pihak dan oknum pejabat di dinas instansi terkait secara hukum sesuai
dengan peraturan dan Undang-Undang yang berlaku sesuai dengan amanat Undang-Undang
Republik Indonesia No 31 tahun 1999 Junto Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Bengkulu, 14 April 2014


DPP LSM-Pelangi
Ketua

EFRIADI
Tembusan disampaikan kepada Yth :

1. Presiden RI di Jakarta
2. Ketua DPR RI di Jakarta
3. Ketua KPK RI di Jakarta
4. Kapolri
5. Irwasum Mabes Polri di Jakarta
6. Kabag Intelijen Polri di Jakarta
7. Kabagreskrim Polri di Jakarta
8. Jaksa Agung Muda Intelijen RI di Jakarta
9. Jaksa Agung Muda Pidana Khusus RI di Jakarta
10. Komisi Polisi Nasional RI di Jakarta
11. Kajati Bengkulu
12. Gubernur Bengkulu
13. Kepala BPK RI Perwakilan Bengkulu
14. Kepala BPKP RI Perwakilan Bengkulu
15. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu
16. Arsip
KPUD Prov Bengkulu Dilaporkan Ke DKPP RI

No : 001/DPP LSM-P/X/2013 Kepada


Yth,
Lampiran : 1 (satu) berkas Ketua
DKPP RI
Sifat : Penting di_
Perihal : Laporan Dugaan Perbuatan Melawan Hukum / Jakarta
: Diskriminative Oleh KPUD Provinsi Bengkulu

Dengan hormat,

1. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 28 tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara


yang Bebas dari Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) Pasal 8 (1) dan Pasal 9 (1) huruf a, b,
c dan d, tentang peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan Negara.
2. Peraturan Pemerintah RI Nomor 68 tahun 1999 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta
Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Negara Pasal 2 (1) huruf a. Hak mencari, memperoleh
dan memberi mengenai informasi penyelenggaraan Negara dan huruf c. hak menyampaikan
saran dan pendapat secara bertanggung jawab terhadap kebijakan Penyelenggaraan Negara.
3. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentan Informasi Publik

Berdasarkan pantauan serta temuan tim investigasi kami dari DPP LSM Pelangi
Bengkulu bahwa telah disinyalir lima orang anggota KPUD Provinsi Bengkulu telah
melakukan suatu tindakan dan perbuatan yang diskriminatif sehingga merugikan sesorang
untuk dapat mengikuti pemilu legislatif yang akan dilaksanakan tanggal 9 April 2014 yang
akan datang adapun tindakan ataupun perbuatan kelima orang anggota KPUD Provinsi
Bengkulu yang kami maksud adalah sebagai berikut :

a. Kelima orang anggota KPUD Provinsi Bengkulu telah menggugurkan beberapa calon
legislative DPRD Provinsi Bengkulu Periode 2014-2019 antara lain adalah sebagai berikut :
1) Sasriponi Bahrin, S.Ag Caleg DPRD Provinsi Bengkulu Dapil 7 Kabupaten Seluma dari Partai
PDI Perjuangan
2) Drs. H. Lukman Asyiek Caleg DPRD Provinsi Bengkulu Dapil 1 Kota Bengkulu dari Partai
PKB
3) Drs. H. Anwar Hamid, BBA, MH Caleg DPRD Provinsi Bengkulu Dapil 1 Kota Bengkulu
dari Partai PKB
4) Ir. Ali Berti, MM Caleg DPRD Provinsi Bengkulu Dapil 1 Kota Bengkulu dari Partai PPP

b. Adapun alasan KPUD Provinsi Bengkulu mencoret ke empat orang Caleg tersebut berdasarkan
pengaduan/laporan masyarakat yaitu oleh Gerakan Pengawal Pemilu Bengkulu tanggal 24 juni
2013 dengan Nomor Surat : 007/GPPB/VI/2013 yang ber alamat di Jalan P. Natadirja No. 100
Bengkulu. Yang ditandatangi langsung oleh ketuanya yaitu sdr Agus Norman, A.Md
pengakuan ini juga kami dengar langsung dari salah seorang Komisioner KPUD Provinsi
Bengkulu pada beberapa waktu yang lalu.
c. Sementara berdasarkan laporan masyarakat tersebut juga terdapat nama Wakil Ketua dua
DPRD Provinsi Bengkulu dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yaitu Sdr. H. Ahmad Zarkasi,
SP yang juga mencalonkan diri sebagai Calon Legislative dari Partai Keadilan Sejahtera
Periode 2014-2019 dari Dapil dua Kabupaten Bengkulu Utara/Bengkulu Tengah yang juga
merupakan terpidana/terdakwa kasus korupsi dalam tahun dan periode yang sama dengan Sdr.
Drs. H. Anwar Hamid, BBA, MH Caleg DPRD Provinsi Bengkulu Dapil 1 Kota Bengkulu dari
Partai PKB

Adapun beberapa hal bentuk kejanggalan dan diskriminatif tersebut yang kami maksud adalah
sebagai berikut :

A. Kenapa KPUD Provinsi Bengkulu hanya menggurkan/mencoret Sdr. Drs. H. Anwar Hamid,
BBA, MH selaku Caleg DPRD Provinsi Bengkulu Dapil 1 Kota Bengkulu dari Partai PKB
Periode 2014-2019
B. Mengapa KPUD Provinsi Bengkulu tidak mencoret/menggugurkan Sdr. H. Ahmad Zarkasi,
SP yang juga tetap mencalonkan diri sebagai Calon Legislative dari Partai Keadilan Sejahtera
Periode 2014-2019 dari Dapil 2 Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah.
C. Adapun kedua orang caleg tersebut dalam laporan masyarakat telah melakukan suatu
perbuatan/tindakan serta tuntutan dan dakwaan yang sama oleh Jaksa Penuntut sewaktu kedua
orang tersebut masih menjadi anggota DPRD Kota Bengkulu tahun 1999-2004 yang silam.
D. Hal ini KPUD Provinsi Bengkulu jelas pilih kasih sperti mereka sudah memasang target untuk
menghalangi caleg tertentu agar tidak bisa mencalonkan diri.

Kami selaku kontrol dari masyarakat mengharapkan dengan segalah hormat kepada
Ketua DKPP RI dan Kepada Bapak Presiden RI agar dapat menindak tegas ke lima anggota
KPUD Provinsi Bengkulu Periode 2013-2018 tersebut sesuai dengan aturan dan Undang-
undang yang berlaku.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Bengkulu, 18 Oktober 2013


DPP LSM-Pelangi
Ketua

EFRIADI

Tembusan disampaikan kepada Yth :

1. Presiden RI di Jakarta
2. Ketua KPK RI di Jakarta
3. Ketua DPR RI di Jakarta
4. Ketua Mahkama Agung RI di Jakarta
5. Ketua Mahkama Konstitusi RI di Jakarta
6. Ketua Komisi Yudisial RI di Jakarta
7. KetuaKomisi III DPR RI di Jakarta
8. Kapolri di Jakarta
9. Jaksa Agung RI di Jakarta
10. Ketua KPU RI di Jakarta
11. Ketua Bawaslu RI di Jakarta
12. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Jakarta
13. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta
14. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan di Jakarta
15. Gubernur Bengkulu
16. Ketua DPRD Provinsi Bengkulu
17. Ketua KPUD Provinsi Bengkulu
18. Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu
19. Arsip