Anda di halaman 1dari 6

60

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Asuhan Keperawatan pada Keluarga Tn. S

Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan


adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan
meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap
anggota keluarga. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah: a.
Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah,
perkawinan atau adopsi. b. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau
jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain. c. Anggota keluarga
berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial :
suami, istri, anak. d. Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan
budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.
Ada lima fungsi keluarga menurut freedman dalam Setyawati & Dermawan
2014 yaitu fungsi afektif, fungsi sosialisasi, fungsi reproduksi, fungsi
ekonomi, dan fungsi perawatan. Pada fungsi perawatan kesehatan diharapkan
keluarga mampu untuk merawat anggota keluarga yang mengalami masalah
kesehatan serta dapat memodifikasi lingkungan sehingga lingkungan menjadi
sehat dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari lingkungan yang
tidak sehat.

Asuhan keperawatan keluarga merupakan suatu bentuk layanan keperawatan


yang ditujukan kepada keluarga yang memiliki masalah yang berhubungan
dengan kesehatan. Asuhan keperawatan keluarga ditujukan untuk meman
dirikan keluarga dengan memberdayakan potensi yang ada pada keluarga.
Maslah pada keluarga mencakup masalah psikososial, masalah fisik atau
masalah lingkungan yang berdampak pada derajat kesehatan keluarga.
Terdapat lima penyebab/etiologi dalam melaksanakan asuhan keperawatan
keluarga yaitu ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan,
ketidakmampuan keluarga dalam mengambil keputusan, ketidakmampuan
61

keluarga memodifikasi lingkungan dan ketidakmampuan keluarga dalam


memanfatkan fasilitas kesehatan yang ada. Dari lima sebab masalah
kesehatan yang ada, untuk melakukan intervensi keperawatan yang utama
dalah kita tawarkan kepada keluarga masalah mana yang menurut keluarga
adalah masalah yang mengancam. Hal ini dikarenakan walau menurut
seorang perawat masalah tersebut penting dan butuh diselesaikan namun
keluarga menganggap hal ini bukan masalah pada keluarga. Maka walau kita
intervensi hal ini tidak akan berjalan optimal. Untuk itu diperlukan
penanaman pemahaman kepada keluarga akan pengenalan masalah dan
bahaya yang dapat ditimbulkannnya.

Dari pengkajian yang dilakukan pada keluarga Tn. S dengan klien Ny.B
tanggal 02 Januari 2018 didapatkan data bahwa Ny.B mengeluh pusing,
Tekanan darah 150/90 mmHg, Nadi 80 x/mnt, Pernafasan 20 x/mnt,
suarajantung S1 S2 tunggal, tidak ada oedem tidak terdapat suara tambahan.
Dari data ini diangkat diagnose keperawatan Koping keluarga tidak efektif
berbuhungan dengan ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas
pelayannan kehatan. Pada pengkajian pada keluaga Tn.S di dapatkan hasil
pada data social ekonomi Rp. 2.500.000 kebiasaan bertamu kerumah
tetangga, dan sering mengikuti kegiatan seperti pengajian dan tahlilan,, status
kepemilikan rumah milik sendiri, tipe rumah minimalis, lantai terbuat dari
keramik, jendela setiap kamar ada, jarang dibuka, pencahayaan remang-
remang, sumber air dari air galon, Dapur keluarga yang menggunakan
kompor waktu memasak, pembuangan sampah di juglang dan dibakar,
pembuangan air limbah terdapat got, kondisinya lancar. Sarana kesehataan
yang digunakan oleh keluarga Tn. S adalah Puskesmas. Sarana transportasi
kendaraan pribadi, penyakit yang dikeluhkan pada keluarga Ny.B pusing dan
riwayat penyakit liver.

Berdasarkan masalah diatas dilakukan beberapa intervensi yang menyangkut


kognitif, afektif dan psikomotor untuk menyelesaikan masalah. Pada diagnosa
pertama dilakukan penyuluhan ,demontrasi dan Tanya jawab. Hasilnya cukup
efektif setelah dilakukan intervensi dan evaluasi. Keluarga. Hasil evaluasi
keluarga mampu menyebutkan pentingnya kesehatan, dan keluarga sudah
62

mulai untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan apabila ada salah satu


anggota keluarga ada yang sakit. Pada intervensi masalah keperawatan kedua
dilakukan penyuluhan, Tanya jawab dan contoh demontrasi atau penyuluhan.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah dilakukannya penelitian pada keluarga Tn.S maka penulis mengambil


kesimpulan dan memberi saran yang berguna untuk meningkatkan asuhan
keperawatan yang berkualitas kepada keluarga Tn.S:

1. Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 02 Januari 2018 di


temukan adanya data – data yang menunjukkan bahwa pasien Ny. B
63

menderita Hipertensi ditandai dengan Tekanan Darah yang tinggi, sering


mengeluh pusing dan pandangan kabur.

2. Diagnosa keperawatan yang muncul pada Ny. J yaitu Koping keluarga


Tn. M tidakefektif yang berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga Tn.
M pada Ny. J mengenal masalah kesehatan, Ketidakefektifan
penatalaksanaan aturan terapiutik atau pengobatan yng berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga Tn. M pada Ny. J memberi perawatan
pada anggota keluarga yang sakit, Risiko terjadi infeksi (penularan
penyakit) yang berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn. M
pada Ny. J memodifikasi lingkungan atau menciptakan suasana rumah
sehat.
3. Intervensi keperawatan yang diberikan pada Ny. J yaitu sesuai dengan
diagnosa yang timbul pada Ny. J. Penulis telaah menyusun rencana asuhan
keperawatan yang telah disesusaikan dengan teori pada BAB II namun tidak
semua intervensi yang ada dalam teori diberikan pada Ny. J yang diberikan
pada Ny. J sesuai kebutuhan.

B. Saran

Asuhan keperawatan keluarga binaan sangat efektif dalam memberikan


penjelasan tentang masalah kesehatan termasuk penyakit serta pengobatan
dan pencegahan. Pengobatan dilayanan kesehatan masih kurang efektif
dalam mengatasi masalah kesehatan termasuk dalam pencegahan.
Berdasarkan dari kesimpulan diatas ada beberapa saran dapat penulis
sampaikan untuk meningkatkan pelayanan khususnya pada klien dengan
Hipertensi adalah:

1. Pasien

Disarankan untuk selalu meminum obat yang teratur, makan yang penuh
gizi supaya tetap sehat dan juga harus mempunyai motivasi yang cukup
64

tinggi dalam pengobatan penyakit yang diderita.

2. Keluarga

Disarankan untuk selalu memantau keadaan fisik dan pola gaya hidup
pasien. Dan juga jika ada yang salah satu keluarga yang menderita sakit
disarankan agar memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan.

3. Masyarakat

Disarankan agar masyarakat dapat meningkatkan kesadarannya untuk


segera datang pada tenaga kesehatan jika ada anggota keluarga yang sakit,
dan selalu memeriksakan kesehatan secara rutin di pelayanan kesehatan

4. Institusi Pelayanan Kesehatan (Terutama Puskesmas maupun Klinik)

Bagi Instansi Pelayanan Kesehatan:


a. Diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan
cara meningkatkan sumber daya perawat dengan mengikuti seminar
dan pelatihan pelatihan keperawatan.
b. Diharapkan dapat menerapkan standar keperawatan, khususnya pada
penyakit Hipertensi.

5. Peneliti
Disarankan pada peneliti selanjutnya dapat melengkapi karya tulis ilmiah
yang berkaitan dengan penyakit Hipertensi maupun juga dengan asuhan
keperawatan sebagai tolak ukur untuk penulis berikutnya.
65

DAFTAR PUSTAKA

Dinkes. 2015. Hipertensi The Silent Killer. Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia.

Brunner dan Suddarth. 2014. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Volume 2.
Edisi 8. Jakarta: EGC.

Carpenito-M, dkk. 2015. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Jakarta: EGC

Doenges, Maryllin E. 2011. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Alih

Bahasa: Yasmin Asih. Jakarta: EGC

Kowalak JP, Welsh W, Mayer B. 2011. Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta: EGC.

Friedman. 2010. Patofisiologi Penyakit Pengantar Menuju Kedokteran Klinis.


Edisi 5. Jakarta: EGC.