Anda di halaman 1dari 1

7.

Ikatan ion dan ikatan kovalen

Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terjadi akibat transfer elektron dari atom yang kelebihan elektron ke
atom yang kekurangan elektron. Ikatan ion terjadi antara golongan logam dan non logam. Golongan
logam yaitu IA, IIA, Al dan transisi sedangkan golongan non logam yaitu golongan IVA, VA, VIA dan VIIA.
Contoh ikatan ion : NaCl, MgS, KBr dan lain-lain. Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang terjadi karena
pemakaian bersama pasangan elektron. Ikatan kovalen biasa terjadi antar sesama golongan non logam.
Contoh senyawa yang memiliki ikatan kovalen yaitu : CCl4, SiO2, NH3 dan lain-lain.

Penjelasan :

Ikatan kimia terdiri dari ikatan ion dan ikatan kovalen. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat
perpindahan elektron dari atom yang kelebihan elektron kepada atom yang kekurangan elektron. Untuk
mencapai kestabilan, atom yang kelebihan elektron akan melepaskan elektronnya sehingga bermuatan
positif (kation) sedangkan atom yang kekurangan elektron akan menerima elektron sehingga bermuatan
negatif (anion). Kation biasanya berasal dari logam yaitu golongan IA, IIA, Al dan transisi, anion biasanya
dari golongan VIIA, VIA, VA dan IVA. Sebagai contoh ikatan ion yang terjadi pada senyawa KBr.

Pada senyawa KBr, terjadi ikatan ion antara atom K (nomor atom = 19) dengan atom Br (nomor atom =
35). Konfigurasi elektron atom K yaitu : 2 8 8 1, sedangkan atom Br konfigurasinya 2 8 18 7. Atom K
memiliki 1 elektron valensi sehingga untuk mencapai kestabilan atom K akan melepaskan 1 elektron dan
berubah menjadi kation K+. Atom Br memiliki 7 elektron valensi sehingga untuk mencapai kestabilan
atom Br akan menangkap 1 elektron dan berubah menjadi anion Br-.

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian bersama pasangan elektron. Atom-atom yang
kekurangan elektron akan saling menyumbangkan elektronnya untuk mencapai kestabilan satu sama
lain. Ikatan kovalen biasa terjadi pada golongan non logam. Misalnya pada senyawa CCl4. Unsur C
(nomor atom= 6) dan unsur Cl (nomor atom = 17) masing-masing memiliki konfigurasi elektron C = 2 4
dan Cl = 2 8 7. Untuk mencapai kestabilan, atom C memerlukan 4 elektron sedangkan atom Cl
memerlukan 1 elektron. Atom karbon akan menyumbangkan 1 elektron kepada atom Cl sedangkan atom
Cl harus menyumbangkan 4 elektron. Jadi, atom karbon akan memperoleh 4 elektron dari 4 atom Cl
untuk mencapai kestabilan.