Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

“ PENGARUH PENAMPILAN PERAWAT DALAM PEELAYANAN


KESEHATAN”

KELOMPOK 8

Annisa Fitri Mifa E 220110170037

Ersa Supriatna S 220110170043

Febbie Chandra S 220110170045

Gabriella Liviony 220110170127

Muntiq Jannatunna’im F 220110170129

Riza Nurul Ihsan 220110170098

Salma Hanifah M 220110170125

Vira Ramalia Putri 220110170128

Mita Kurnia Sari 220110170036

UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR

2017

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya
kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan.

Makalah yang berjudul “Penampilan Perawat” ini bertujuan untuk memenuhi


tugas mata kuliah Pengembangan Kepribadian. Kami mengucapkan terimakasih
untuk semua yang ikut membantu dalam pembuatan makalah ini.

Akhir kata, kami memohon maaf jika ada kesalahan-kesalahan dalam


penulisan dan penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu kritik dan saran sangat kami
harapkan dari semua pihak agar bisa menyempurnakan pembuatan makalah ini.
Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua para pembaca.

Jatinangor, Desember 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. ii


DAFTAR ISI ............................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang ................................................................................................................ 4
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................................... 4
1.3 Tujuan dan Manfaat ........................................................................................................ 5
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................................... 6
2.1 Perkembangan Pakaian Perawat ..................................................................................... 6
2.2 Makna Pakaian Perawat .................................................................................................. 6
2.3 Penampilan Perawat dan Pengaruhnya ........................................................................... 7
BAB III PENUTUP .................................................................................................................. 9
3.1 Kesimpulan ..................................................................................................................... 9
3.2 Saran ............................................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 11

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Penampilan merupakan salah satu bagian dari identitas professional bagi
perawat. Pada saat berkomunikasi diperlukan adanya penampilan atau sikap yang
diterapkan oleh seorang perawat. Penampilan perawat merupakan simbol identitas
visual sebagai alat komunikasi non verbal kepada klien. Berpenampilan dan
menggunakan pakaian seragam tidak lepas dengan pandangan klien terhadap
kinerja perawat maka perlu diketahui pengaruh penampilan seorang perawat
dalam memberikan layanan kesehatan terhadap klien.

Pengaruh penampilan perawat dalam berhadapn langsung dengan klien


merupakan proses yang sangat penting sekali, karena dalam pengaruh yang
didapat itu bisa memberikan hasil dalam proses pemulihan klien secara optimal.
Visualisasi yang terlihat nyaman dalam berpenampilan membuat klien
mengetahui bahwa perawat itu sendiri menghargai terhadap klien itu sendiri.
Pengaruh rasa nyaman itu dapat menghasilkan proses kinerja perawat dalam
memenuhi pelayanan kesehatan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana perawat berpenampilan secara umum?
2. Bagaimana perawat berpenampilan secara professional?
3. Apa pengaruh penampilan perawat saat berkomunikasi dengan klien?
4. Apa pentingnya berpenampilan yang baik dan nyaman dalam
berpakaian bagi perawat itu sendiri?

4
1.3 Tujuan dan Manfaat
a. Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai cara perawat
professional berpenampilan dan pengaruh penampilan perawat
terhadap klien.
b. Menjadikan referensi untuk kedepannya dalam berpakaian yang baik
dan nyaman bagi perawat itu sendiri.
c. Memberikan manfaat bagi para pembaca khususnya dalam lembaga
yang memberikan kebijakan khususnya dalam cara berpenampilan.

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Perkembangan Pakaian Perawat


Pada era Nightingale, seragam telah mengangkat citra, rasa bangga, dan
kerja perawat. Seragam tersebut memberi perbedaan antara para persuruh, tukang
masak, tukang cuci, dan lain-lain. Para tentara mengenali kewibawaan perawat
dan memperlakukan perawat dengan hormat.
Sekolah pelatihan perawat pertama pada zaman itu mengalami kesulitan
dalam membedakan perawat yang teredukasi dengan orang-orang yang menjadi
harus melakukan pelayanan masyarakat sebagai hukuman karena tertangkap
mabuk-mabukan atau melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya. Pada saat itu,
seragam perawat membantu menciptakan pandangan perlindungan kesehatan
masyarakat, ketenangan, dan penyempurnaan. Selain itu, seragam perawat juga
membantu mengubah paradigma perawat, memberikan perbedaan antara
perempuan kelas pekerja, perempuan kelas menengah, dan perempuan kelas atas.
Selanjutnya, seragam tersebut menjadi ciri khas dari siswa dan sekolah
keperawatan. Hingga awal abad ke-20, perawat tetap protektif terhadap seragam
mereka. Seragam tersebut berwarna putih, warna yang mengindikasikan
kebersihan. Tapi seperti keperawatan yang berkembang sepanjang zaman, gaya,
warna, dan bahan seragam perawat pun ikut berkembang juga.

2.2 Makna Pakaian Perawat


Umumnya pakaian profesi perawat berwarna putih. Warna putih tersebut
melambangkan kemurnian, kesucian dan spritualitas, serta kedewasaan yang
harus ada di jiwa seorang perawat. Warna putih juga identik dengan kebersihan
sehingga perawat yang memakai seragam putih akan selalu menjaga kebersihan
dirinya. Dengan demikian, pakaian profesi yang berwarna putih bagi perawat

6
bertujuan untuk menanamkan kepribadian yang bersih dengan hati dan jiwa yang
suci.
Kini warna dari pakaian profesi perawat memiliki berbagai variasi.
Variasi warna pakaian profesi perawat masa kini mengikuti standar dan aturan
yang berlaku di masing-masing instansi layanan kesehatan. Meskipun demikian,
variasi warna tersebut tidak merubah nilai-nilai dan karakter yang harus dimiliki
perawat dalam menjalani profesinya.
Selain warna, atribut perawat juga mengalami modifikasi seiring waktu.
Pakaian profesi perawat wanita dahulu dilengkapi dengan topi atau cap. Fungsi
dari cap tersebut yaitu sebagai penanda bahwa pemakai cap merupakan perawat
yang bertugas membantu dan merawat orang yang sakit atau membutuhkan
pertolongan. Selain itu, cap juga berfungsi untuk menjaga kerapian rambut
perawat agar tidak terurai dan kotor. Cap sudah menjadi ciri khas baju profesi
keperawatan sejak tahun 1800an.
Cap perawat kini masih digunakan sebagai atribut pakaian profesi
perawat di beberapa instansi layanan kesehatan. Meskipun kebanyakan instansi
layanan kesehatan kini sudah tidak lagi mewajibkan perawat mengenakan cap,
makna dari cap tersebut masih terus dianut oleh perawat. Cap melambangkan
dedikasi, kejujuran, kebijaksanaan, dan keyakinan yang senantiasa dijunjung
oleh perawat dalam memberikan pertolongan kepada mereka yang
membutuhkan.

2.3 Penampilan Perawat dan Pengaruhnya


Peran dari penampilan adalah untuk memberikan deskripsi atau gambaran
singkat akan diri orang tersebut untuk membangun rasa percaya terhadap klien.
Oleh karena itu perawat mempunyai peranan yang sangat besar, baik dilihat dari
penampilannya saat interaksi dengan pasien dan keluarga pasien maupun dari
keterlibatan pelayanan secara langsung kepada pasien.
Pelayanan keperawatan yang berkualitas merupakan salah satu indikator
untuk menilai mutu pelayanan kesehatan. Salah satu indikator penting mutu

7
pelayanan kesehatan adalah komunikasi baik verbal maupun non verbal perawat
dalam memberikan pelayanan keperawatan yang langsung ditujukan kepada
pasien. Selain itu dalam komunikasi seorang perawat harus mempunyai
penampilan yang menarik dimana penampilan merupakan salahsatu hal paling
diperhatikan dalam proses komunikasi.
Penampilan perawat yang kurang menarik dapat menimbulkan
ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan, karena
pasien tidak hanya menilai pelayanan perawat dari segi kemampuan perawat saat
melakukan tindakan keperawatan tetapi juga penampilan perawat saat
berinteraksi dengan pasien
Perawat yang memperhatikan penampilan dirinya dapat menimbulkan
citra diri dan profesional yang positif. Penampilan perawat mempengaruhi
persepsi klien terhadap pelayanan asuhan keperawatan yang diterima, karena tiap
klien mempunyai citra bagaimana seharusnya penampilan seorang perawat.
Walaupun penampilan tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan perawat,
tetapi mungkin akan lebih sulit bagi perawat untuk membina rasa percaya
terhadap klien jika perawat tidak memenuhi citra klien. Sebagai seorang perawat
hendaknya memperhatikan dan menjaga penampilan saat fase interaksi seperti
penggunaan seragam, kerapian dan kebersihan, dan tindakan perawat yang
meliputi cara bicara, sikap atau pembawaan, ekspresi wajah dan lain sebagainya
diharapkan proses interaksi antara perawat dengan klien dapat berjalan lancar
dan tidak terjadi konflik yang disebabkan oleh penampilan perawat yang tidak
sesuai dengan citra pasien bagaimana seharusnya penampilan perawat, karena
setiap pasien mempunyai citra bagaimana seharusnya penampilan perawat
tersebut.

8
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Seiring dengan berjalannya waktu penampilan seorang perawat
mengalamai perubahan. Pada awalnya seorang perawat memakai pakaian
berwarna putih dan memakai Cap. Namun, sekarang penampilan perawat
mengalami perubahan yang tidak lagi mewajibkan perawat harus memakai
cap dan pakaian berwarna putih. Dengan adanya perubahan penampilan ini
tidak mempengaruhi peran perawat pada semestinya. Pakaian berubah bukan
berati peran perawat pun ikut berubah, seorang perawat harus tetap
menanamkan kerpibadian yang bersih dengan hati dan jiwa yang bersih serta
memilki dedikasi, kejujuran, kebijaksanaan dan keyakinan yang senantiasa
dijunjung oleh perawat dalam memberikan pertolongan kepada mereka yang
membutuhkan.
Indikator penting mutu pelayanan kesehatan adalah komunikasi baik
secara verbal maumpun non verbal. Salah satu komunikasi nya yaitu perawat
harus mempunyai penampilan yang menarik dimana penampilan merupakan
salah satu yang diperhatikan dalam proses komunikasi, karena pasien tidak
hanya menilai dari segi pelayanan asuhan keperawatannya saja tetapi juga
menilai dari cara berpenampilan seorang pasien pada saat berinteraksi dengan
pasien. Hal ini membuktikkan citra diri dan profesional yang positif, sehingga
penampilan seorang perawat dapat mempengaruhi persepsi klien terhadapat
asuhan keperawatan yang diterima. Kenyamanan dalam berpenampilan
berpakaian yang baik juga berpengaruh terhadap hasil dari pelayanan kesehatan
terutama untuk perawat dan klien nya sendiri.

9
3.2 Saran
Dalam pemberian kebijakan berpakaian harus ditinjau kembali respon
dari penerima kebijakan selaku yang melaksanakannya dan pengaruh dari
kebijakan tersebut. Jika respon yang diterima merupakan hal yang perlu
diperbaiki maka sesuaikan dengan sebaik-baiknya antara pembuat, penerima,
dan pelaksana kebijakan dalam berpakaian yang baik dan nyaman. Sehingga,
penampilan seorang perawat hendaknya diperhatikan terutama saat
berinteraksi dengan pasien

10
DAFTAR PUSTAKA

Antia, Krisna Yetti dan Tuti Nuraini. 2016. Kenyamanan Perawat dalam
Berpenampilan. IndonesianJournal ofNursing Science, Vol.1, No.1.

American Journal of Nursing

Asmuji, Andri Fifari Fardiansyah dan Nikmatur Rohmah. 2015. Hubungan


Penampilan Perawat Saat Fase Interaksi dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang
Rawat Inap Puskesmas Rambipujii Kabupaten Jember.

Cipriano, P. 2013. Professional Dress: Keep It Simple And Functional.


https://www.americannursetoday.com/professional-dress-keep-it-simple-and-
functional/. Diakses tanggal 11 Desember 2017.

11