Anda di halaman 1dari 4

Pengertian audit Sektor Publik

Menurut pendapat saya, audit sektor publik adalah audit yang dilakukan terhadap pemerintah baik
pemerintah daerah maupun pemerintah pusat serta BUMN, dan BUMD lainnya yang seluruh
sumber pembiayaannya berasal dari pajak masyarakat. Audit sektor publik ini dilakukan untuk
memeriksa kebenaran pelaporan yang dibuat dengan kondisi real yang terjadi apakah instansi
pemerintah telah melaksanakan tugasnya secara bertanggung jawab dan sesuai dengan standar
yang telah ditetapkan.
Pengertian audit sektor publik menurut Indra Bastian adalah sebagai berikut:
“Audit sektor publik adalah jasa penyelidikan bagi masyarakat atas organisasi publik dan politikus
yang sudah mereka danai.”
(2007:255)
Sedangkan pengertian audit sektor publik menurut I Gusti Agung Rai adalah sebagai berikut:

“Audit sektor publik adalah kegiatan yang ditujukan terhadap entitas yang menyediakan pelayanan
dan penyediaan barang yang pembiayaannya berasal dari penerimaan pajak dan penerimaan negara
lainnya dengan tujuan untuk membandingkan antara kondisi yang ditemukan dengan kriteria yang
ditetapkan.”
(2008:29)
Audit sektor publik di Indonesia dikenal sebagai audit keuangan negara. Audit keuangan negara
ini diatur dalam UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung jawab
Keuangan Negara. Undang-undang ini merupakan pengganti ketentuan warisan Belanda,
yaitu Indische Comptabiliteitswet (ICW) dan Instructie en verdere bepalingen voor de Algemene
Rekenkamer (IAR), yang mengatur prosedur audit atas akuntabilitas pengelolaan keuangan oleh
pemerintah.
Audit sektor publik dimaksudkan untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa laporan
keuangan yang diperiksa telah mematuhi prinsip akuntansi berterima umum, peraturan perundang-
undangan dan pengendalian intern serta kegiatan operasi entitas sektor publik dilaksanakan secara
efisien, ekonomis, dan efektif. Dalam kekerbatasan yang ada, audit tetap perlu dilakukan agar
tercipta akuntabilitas publik yang lebih transparan dan akuntabel.
Jenis-jenis Audit Sektor Publik

Berdasarkan UU No. 15 Tahun 2004 dan SPKN, terdapat tiga jenis audit keuangan negara, yaitu:

a)Audit keuangan, merupakan audit atas laporan keuangan yang bertujuan untuk memberikan
keyakinan yang memadai (reasonable assurance), apakah laporan keuangan telah disajikan secara
wajar, dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia atau basis akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia.

b)Audit kinerja, meliputi audit ekonomi, efisiensi, dan efektivitas, pada dasarnya merupakan
perluasan dari audit keuangan dalam hal tujuan dan prosedurnya. Audit kinerja memfokuskan
pemeriksaan pada tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi yang menggambarkan
kinerja entitas atau fungsi yang diaudit.

c)Audit dengan tujuan tertentu, merupakan audit khusus di luar audit keuangan dan audit kinerja
yang bertujuan untuk memberikan simpulan atas hal yang diaudit. Audit dengan tujuan tertentu
dapat bersifat eksaminasi (examination), reviu (review), atau prosedur yang disepakati (agrees-
upon procedures). Audit dengan tujuan tertentu mencakup audit atas hal-hal lain di bidang
keuangan, audit investigatif, dan audit atas sistem pengendalian internal.

Pengertian audit kinerja menurut Mardiasmo adalah sebagai berikut:

“Suatu proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif, agar dapat
melakukan penilaian secara independen atas ekonomi dan efisien operasi, efektivitas dalam
pencapaian hasil yang diinginkan dan kepatuhan terhadap kebijakan, peraturan hukum yang
berlaku, menentukan kesesuaian antar kinerja yang telah dicapai dengan kriteria yang telah
ditetapkan sebelumnya serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak pengguna laporan
tersebut.”

(2004:179)

Pengertian audit kinerja menurut Indra Bastian adalah sebagai berikut:


“Pemeriksaan secara objektif dan sistematik terhadap berbagai macam bukti untuk dapat
melakukan penilaian secara independen atas kinerja entitas atau program/ kegiatan pemerintah
yang diaudit.”

(2007:47)

Sedangkan dalam Pasal 4 ayat (3) UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggung Jawab Keuangan Negara, pengertian audit kinerja adalah audit atas pengelolaan
keuangan negara yang terdiri atas audit aspek ekonomi dan efisiensi serta audit aspek efektivitas.

Pemeriksaan Keuangan (Financial Audit)

Financial auditing merupakan proses analisa yang dilakukan terhadap laporan keuangan beserta
dengan dokumentasinya. Proses ini dapat dilakukan baik oleh auditor internal, auditor eksternal,
maupun oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Tujuan utama dari dilakukannya financial
auditing adalah untuk memberikan gambaran kepada manajemen mengenai kinerja keuangan
perusahaan dari sudut pandang yang objektif, sehingga dapat membantu dalam proses
pengambilan keputusan oleh manajemen.

Fungsi dari financial auditing adalah:


1. Memudahkan manajemen mengambil keputusan dan membuat prediksi keuangan.
Dengan hasil dilakukannya financial auditing, maka manajemen dapat memperoleh kepastian
bahwa laporan keuangan yang disajikan telah mencerminkan data yang sebenarnya. Hal itu dapat
membantu manajemen dalam mengambil keputusan – keputusan strategis dan melakukan prediksi
pencapaian target secara keseluruhan.
Pada era persaingan yang semakin ketat, pengambilan keputusan strategis perlu untuk dilakukan
dengan cepat seiring dengan cepatnya perubahan iklim persaingan. Maka peran dari sebuah
laporan keuangan menjadi sangatlah penting.

2. Dapat memberikan masukan kepada manajemen untuk melakukan efisiensi kinerja perusahaan
melalui efisiensi biaya.
Auditor dapat melakukan analisa terhadap biaya – biaya yang dikeluarkan baik untuk mendukung
kegiatan operasional maupun kegiatan non operasional secara menyeluruh melalui laporan
keuangan. Diharapkan dengan dilakukan analisa tersebut, auditor dapat memberikan masukan
mengenai biaya – biaya yang dapat dilakukan efisiensi seperti dilakukan otomasi, peralihan ke
penggunaan sistem aplikasi, dan lain lain. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam menekan
biaya operasional dan non operasional sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan laba
perusahaan.

3. Menjadi dasar untuk internal audit dalam melakukan proses audit.


Hasil dari financial auditing dapat menjadi dasar acuan dalam proses pemeriksaan unit kerja oleh
internal audit. Hasil financial auditing dapat menjadi early warning sign mengenai kinerja suatu
unit kerja sehingga dapat membantu menentukan fokus pemeriksaan di unit kerja yang
bersangkutan.

Hal – hal yang dapat membantu untuk dapat melakukan financial auditing:
1. Kemampuan untuk mengerti dasar – dasar laporan keuangan dan cara membacanya
2. Mengerti proses bisnis di perusahaan
3. Mengerti sistem teknologi maupun prosedur pembuatan laporan keuangan