Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

AKUNTANSI INTERNASIONAL
“ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
INTERNASIONAL”

KELOMPOK 6

AFIAT RESKIANY WARDANA (02320150284)


A. ASNAWATI ASNIDAR (02320150290)
ANITA KARLINA (02320150296)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
“ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL”

KATA KUNCI :
Analisis strategi bisnis internasional, analisis akuntansi, analisis keuangan internasional, analisis
prospektif internasional, analisis laporan keuangan, audit laporan keuangan.

I. PENDAHULUAN
Tren di perdagangan global, investasi dan keuangan eksternal, yang telah disampaikan di bab
1, memiliki makna bahwa manajer keuangan, perdagangan, investor, analisis peneliti ekuitas,
bankir, pengguna laporan keuangan lainnya memiliki kebutuhan yang makin besar untuk
membaca dan menganlisis laporan keuangan nondomestik. Perbandingan keuangan lintas batas
merupakan hal yang penting ketika menilai janji dan kebenaran dari investasi asing langsung
atau portofolio. Pertumbuhan yang hebat terjadi dalam penerbitan dan perdagangan modal di
tahun-tahun terakhir ini karena privatisasi, pertumbuhan ekonomi, relaksasi kontrol modal, dan
teknologi informasi yang terus maju.
Kebutuhan untuk menggunakan, dan karena itu memahami, laporan keuangan nondomestik
juga meningkat seiring dengan lebih mendunianya lagi aktivitas merger dan akuisisi. Nilai
merger lintas batas tumbuh dengan stabil selama 1990-an, dan pertumbuhan ini tidak
menunjukkan tanda-tanda penyusutan.
Akhirnya, seiring bisnis yang makin mendunia, laporan keuangan menjadi lebih penting
daripada sebelumnya, sebagai basis analisis kompetitif, keputusan kredit, negosiasi bisnis, dan
kontrol badan hukum. Rintangan-rintangan dalam perdagangan dunia yang makin berkurang,
keharusan eropa sebagai pasar yang bersatu,konvergensi selera dan cita rasa konsumen, dan
makin canggihnya firma bisnis dalam memasuki pasar nondomestik telah secara signifikan
memaksimalkan kompetisi bisnis multinasional. Semua ini menciptakan kebutuhan yang lebih
akan analisis dan valuasi laporan keuangan internasional.
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Tantangan dan Peluang Dalam Analisis Lintas Negara
Analisis keuangan lintas batas mencakup berbagai wilayah yurisdiksi. Negara-negara
memiliki perbedaan yang dramatis dalam praktik-praktik akuntansi dan auditnya, kualitas
pengungkapan, sistem hukum dan aturan, sifat dan tingkatan risiko bisnis, dan cara-cara
untuk melakukan bisnis. Keragaman ini berarti bahwa alat-alat bantu analisis yang efektif
dalam salah satu yuridiksi bisa saja kurang efektif dalam yuridiksi lain. Analisis keuangan
dan valuasi internasional digambarkan dengan banyak kontradiksi. Di satu sisi, pergerakan
harmonisasi standar akuntansi yang cepat dapat menyebabkan tingginya komparabilitas
informasi keuangan di seluruh dunia. Sebuah pemeriksaan tentang Standar Laporan
Keuangan Internasional (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB menyaakan bahwa definisi
transparasi yang dibiasakan oleh para analis. Artinya, keputusan IASB berfokus pada
tingkat pengungkapan berbeda dengan pengungkapan yang membantu menyingkap
transaksi-transaksi yang mendasari ekonomis.
Selain konradiksi yang telah ada, iklim analisis keuangan dan valuasi internasional tetap
meningkat dan keseluruhan pandangan bagi analisis adalah positif. Globalisasi pasar
modal, kemajuan dalam teknologi informasi dan persaingan yang meningkat diantar
pemerintah-pemerintah nasional, pasar saham dan perusahaan-perusahaan bagi para
penanam modal dan aktivitas perdagangan yang terus berlanjut. Dengan implementasi
mata uang euro, bersama dengan kemajuan berkelanjutan dalam praktik-praktik
pengungkapan korporasi Eropa, perbedaan antara analisis keuangan lintas-negara dan
dalam-negeri terlihat tidak jelas. Strategi-strategi diversifikasi kas surat di Eropa sangat
didasarkan pada sektor-sektorindustri alih-alih negara.
B. Kerangka Kerja Analisis Bisnis
Palepu, Bernard, dan Healy memberikan suatu kerangka kerja yang berguna untuk
analisis dan valuasi dengan menggunakan data laporan keuangan. Empat tahapan analisis
dari kerangka kerja tersebut adalah
1) Analisis strategi bisnis
2) Analisis akuntansi
3) Analisis keuangan (rasio dan arus kas)
4) Analisis prospektif (peramalan dan valuasi)
Kerangka kerja diatas dapat diterapkan pada banyak konteks keputusan termasuk
analisis sekuritas, analisis kredit, serta analisis penggabungan dan akuisisi.
C. Analisis Strategi Bisnis Internasional
Analisis strategi bisnis merupakan langkah awal yang penting dalam analisis laporan
keuangan. Analisis ini memberikan sebuah pemahaman kualitiatif mengenai sebuah
perusahaan dan pesaingnya dalam iklim ekonomisnya. Hal ini menjamin bahwa analisis
kuantitatif dilakukan dengan menggunakan sudut pandang yang menyeluruh. Dengan
mengidentifikasikan poros-poros penggerak keuntungan yang utama dan risiko-risiko
bisnis, analisis strategi bisnis membantu para analis untuk membuat perkiraan yang
realistis. Prosedur-prosedur standar untuk mendapatkan informasi bagi analisis strategi
bisnis meliputi pemeriksaan laporan tahunan dan terbitan perusahaan lainnya, dan
berbicara dengan staff perusahaan, analis, dan para profesionalkeuangan. Penggunaan
informasi-informasi tambahan, seperti World Wide Web, persatuan dagang, pesaing,
konsumen, pelapor, perunding, pembuat aturan, dan pers menjadi lebih umum. Akurasi,
reliabilitas, dan relevansi dari setiap informasi yang didapatkan juga harus dievaluasi.

1) Ketersediaan Informasi
Analisis strategi bisnis sangat sulit di beberapa negara karena kurangnya informasi
yang dapat dipercaya tentang perkembangan makro-ekonomi. Pemerintah di negara-
negara maju kadang menyalahkan penerbitan statistik ekonomi yang salah atau
menyesatkan. Beberapa negara menunda penerbitan statistik ketika jumlahnya tidak
menguntungkan, atau bahkan memalsukan angka-angka ekonomi mereka.
Mendapatkan informasi industri juga sulit di banyak negara dan kuantitas serta
kualitas informasi perusahaan juga sangat berbeda. Ketersediaan informasi khusus
perusahaan sangat rendah di banyak negara ekonomi berkembang.
2) Rekomendasi Untuk Analisis
Batasan data membuat analisis strategi bisnis sulit untuk dilakukan dengan
menggunakan metode penelitian tradisional. Sering kali, kunjungan siperlukan untuk
mempelajari iklim bisnis setempat dan bagaimana industri serta perusahaan benar-benar
beroperasi, khususnya di negara-negara pasar berkembang. World Wide Web juga
menawarkan akses cepat untuk informasi yang akhir-akhir ini tersedia atau sulit untuk
didapatkan.
D. Analisis Akuntansi
Tujuan analisis akuntansi adalah untuk menilai tingkatan dimana hasil laporan sebuah
perusahaan mencerminkan realitas ekonominya. Analis perlu menilai kebijakan dan
perkiraan akuntasi perusahaan tersebut, dan menilai sifat dan tingkat fleksibilitas akuntansi
suatu perusahaan.
Para manajer perusahaan diperbolehkan untuk melakukan berbagai penilaian yang
terkait dengan akuntansi,karena merekalah yang tahu paling banyak mengetahui kondisi
operasi dan keuangan perusahaannya. Fleksibilitas dalam laporan keuangan penting
dikeyahui karena hal ini memungkinkan para manajer untuk menggunakan pengukuran
akuntansi yang sangat menggambarkan keadaan operasi perusahaan. Salah satu alasannya
adalah bahwa penghasilan yang dilaporkan sering kali digunakan untuk mengevaluasi
kinerja manjerial mereka.
Healy dan rekannya menyarankan proses berikut ini dalam melakukan evaluasi kualitas
akuntansi suatu perusahaan :
a) Mengidentifikasikan kebijakan akuntansi yang utama
b) Menilai fleksibilitas akuntansi
c) Mengevaluasi strategi akuntansi
d) Mengevaluasi kualitas pengungkapan
e) Mengidentifikasikan potensi tanda bahaya
f) Menyesuaikan penyimpangan-penyimpangan akuntansi
Perbedaan antar negara dalam kualitas pengukuran akuntasi, pengungkapan, dan audit
sangatdramatis. Karekteristik nasional yang menyebabkan perbedaan ini mencakup praktik
yang diwajibkandan diterima secara umum, pengawasan dan penegakan aturan dan ruang
lingkup diskresi manajemenatas pelaporan keuangan.Kualitas pengungkapan dan tingkat
keyakinan audit harus diamati dengan sangat ketat padasaat melakukan analisis terhadap
laporan keuangan sebuah perusahaan Jerman. Pengungkapan catatankaki kebijakan
akuntansi cukup terbatasjumlahnya dalam beberapa laporan tahunan perusahaanJerman.
Lingkungan audit jerman sangat berbeda dibandingkan dengan lingkungan di negera-
negaraseperti Inggris dan Amerika Serikat. Aturan independensi auditor di Jerman tidak
terlalukomprehendif dan rumit bila dibandingkan dengan yang ada di Inggris dan di
Amerika Serikat, danpara manajer di jerman mungkin saja menganggapnya tidak patut
bagi auditor untuk menanyakanpernyataan lisan mereka. Auditor Jerman juga lebih segan
menerima.
Auditor eksternal memainkan peranan yang penting dalam memastikan apakah standar
akutansidipatuhi. Sistem hukum memberikan mekanisme penegakan aturan yang
memastkan para auditoruntuk tetap independen dalam praktiknya. Pelaporan keuangan di
Cina menunjukkan bagaimanapengukuran akuntansi, pengungkapan, dan kualitas audit
dapat berbeda secara dramastis biladibandingkan dengan praktik akuntansi di negara-
negara Anglo-Amerika.Saran-saran untuk para analisisPada saat melakukan analisis, para
analis harus sesering mungkin bertemu dengan manajemenuntuk mengevaluasi insentif
pelaporan keuangan dan kebijakan akuntansi mereka. Banyak perusahaandi negara pasar
berkembang yang sangat tertutup dan para manajer mungkin tidak memiliki insentif yang
kuat untuk melakukan pengungkapan yang lengkap dan kredibel.Akhirnya teknologi
komunikasi baru memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap seluruh tahapriset
keuangan.
1) Saran Bagi Analis
Ketika melakukan analisis terhadapa perusahaan-perusahaan dalam negara-negara
pasar berkembang, analis harus sering berdiskusi dengan direksi untuk mengevaluasi
insentif dan kebijakan akuntansi laporan keuangan mereka. Kebijakan akuntansi di
beberapa negara mungkin sama atau serupa dengan IAS/standar lain yang diterima
secara umum, tetapi manajer sering kali memiliki kebijaksanaan yang besar dalam
bagaimana kebijakan tersebut diterapkan.
E. Analisis Keuangan Internasional
Tujuan analisis keuangan adalah untuk mengevaluasi kinerja saat ini dan masa lalu
sebuah perusahaan, dan untuk menilai apakah kinerjanya dapat dipertahankan. Analisis
rasio dan analisis arus kas menggunakan perbandingan alat rasio antara suatu perusahaan
dengan perusahaan lain dalam industri yang sama,perbandingan rasio suatu perusahaan
selama beberapa tahun atau periode keuangan lainnya, dan atau perbandingan rasio
terhadap beberapa tolak ukur yang absout. Analisis ini memberikan mendalam pada arti
relative dan komparatif dari artikel-artikel laporan keuangan dan bisa membantu
mengevaluasi efektivitas operasional direksi, kebijakan penanaman modal, pembiayaan,
dan penyimpanan pendapatan.
1) Analisis Rasio
Ada dua masalah yang harus dihadapi dalam mengaalisis rasio dalam sebuah tatanan
internasional.
a) Apakah pebedaan lintas negara dalam prinsip akuntansi menyebabkan perbedaan
yang signifikandalam angka-angka laporan keuangan yang dilaporkan perusahaan
dari negara yang berbeda?
b) Bagaimana perbedaan dalam budaya local dan kondisi persaingan memengaruhi
penafsiran ukuran akuntansi dan rasio keuangan, meskipun pengukuran akuntansi
dari negara yang berbeda disajikan ulang agar tercapai ’daya banding akuntansi’ ?
Bukti ekstensi mengungkapkan perbedaan-perbedaan antar-negara yang besar dalam
profitabilitas, leverage-komposisi kewajiban, dan rasio laporan keuangan lainnya
jumlah yang merupakan hasil dari faktor-faktor akuntansi dan non-akuntansi. Seberapa
besar perbedaan dalam pos-pos laporan keuangan disebabkan oleh perbedaanprinsip-
prinsip akuntansi nasional. Suatu penelitian sebelumnya mengenai rekonsiliasi LK
olehemiten asing yang disusun oleh SEC cukup informatif. Lima jenis perbedaan
laporan keuangan yang diungkapkan oleh sejumlah besar emiten adalah:
a) Depresiasi dan amortisasi
b) Biaya yang ditangguhkan atau dikapitalisasi
c) Pajak tangguhan
d) Pensiun
e) Translasi mata uang asing
Penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga emiten yang
mengungkapkan perbedaan laba yang material melaporkan bahwa laba menurut GAAP
AS lebih rendah dibandingkandengan laba menurut GAAP non AS. Hampir setengah
dari antaranya melaporkan perbedaan laba lebih besar dari 25%. Dengan demikian,
bukti dari pengungkapan rekonsiliasi emiten SEC mengindikasikan bahwa perbedaan
GAAP dapat menyebabkan keragaman angka-angka laporan keuangan yang signifikan.
Para analis sering kali harus memilih untuk membuat laporan keuangan lebih dapat
dibandingkan dengan membuat penyesuaian prinsip akuntansi terhadap laporan
keuangan yang sedang dianalisis. Analisis arus kasAnalisis arus kas memberi masukan
mengenai arus kas dan manajemen suatu perusahaan. Laporan arus kas yang sangat
mendetail diwajibkan menurut GAAP AS, GAAP Inggris, IFRS dan standar akuntansi di
sejumlah negara yang jumlahnya makin bertambah. Ukuran-ukuran yang berkaitan
dengan arus kas sangat bermanfaat khususnya dalam analisis internasional karena tidak
dipengaruhi oleh perbedaan prinsip akuntansi, bila dibandingkan dengan ukuran-ukuran
berbasis laba.
Mekanisme untuk mengatasinya beberapa pendekatan bisa digunakan. Beberapa
analis menyajikan ulang ukuran akuntansiasing menurut sekelompok prinsip yang
diakui secara internasional, atau sesuai dengan dasar lain yang lebih umum. Beberapa
lain mengembangkan pemahaman yang lengkap atas praktik akuntansi disekelompok
negara tertentu dan membatasi analisis mereka terhadap perusahaan-perusahaan yang
berlokasi di negara-negara tersebut
2) Analisis Arus Kas
Analisis ini memberikan pemahaman mengenai arus kas dan manajemen sebuah
perusahaan. Laporan arus kas yang sangat rinci diperlukan dalam GAAP Amerika
Serikat, GAAP Inggris, IFRS, dan standar-standar akuntansi di negara-negara lain yang
jumlahnya terus berubah. Analisis Arus Kas berguna dalam analisis internasional karena
tidak terlalu dipengaruhi oleh perbedaan prinsip akuntansi dibandingkan dengan
pengukuran berdasrkan penghasilan.
3) Mekanisme Penanggulangan
Brown, Soybel, dan Stickney menggambarkan penggunaan algoritma penyajian
ulang untuk meningkatkan perbandingan kinerja keuangan lintas negara. Mereka
menyajikan ulang kinerja operasiperusahaan-perusahaan AS dan Jepang menurut dasar
pelaporan yang sama.Algoritma penyajian ulang yang relatif sederhana cukup efektif
untuk digunakan. Satu pendekatan adalah memfokuskan pada beberapa perbedaan LK
yang paling material, dimana tersedia cukup informasi untuk melakukan penyesuian
yang dapat diandalkan.
F. Analisis Prospektif Internasional
Analisis prospektif menggunakan dua langkah: perhitungan perkiraan dan valuasi.
1) Dalam perhitungan perkiraan, analis membuat perkiraan yang jelas mengenai prospek
sebuah perusahaan berdasarkan strategi bisnis, akuntansi, dan analisis keuangannya.
2) Dalam valuasi, analis mengubah perkiraan kuantitatif menjadi perkiraan nilai sebuah
perusahaan. Valuasi digunakan secara lengkap atau jelas dalam banyak keputusan
bisnis. Banyak pendekatan valuasi yang digunakan, mulai dari analisis arus kas
sekarang hingga teknik-teknik yang lebih sederhana berdasarkan pada kelipatan
berbasis-harga. Kelipatan valuasi ini digunakan untuk memperkirakan nilai perusahaan.
G. Masalah-Masalah Lain
Keempat tahap analisis bisnis (strategi bisnis, akuntansi, keuangan dan analisis
prospektif) bisa saja dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini : (1) Akses informasi, (2)
Ketepatan waktu informasi tersebut, (3) Batasan bahasa dan penggunaan istilah, (4)
Masalah-masalah mata uang asing dan (5) Perbedaan dalam jenis dan format laporan
keuangan
1) Akses informasi
Informasi mengenai ribuan perusahaan dari seluruh dunia sudah bisa didapatkkan
secara luas dalam beberapa tahun terakhir. Sumber-sumber informasi yang tak terhingga
bisa dilihat di World Wide Web. Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia saat ini sudah
bisa dilihat di situs Web, dan laporan tahunan mereka bisa didapatkan secara Cuma-
Cuma dari beragam sumber Internet dan sumber-sumber lainnya.
2) Ketepatan Waktu dari Sebuah Informasi
Ketepatan waktu penerbitan laporan keuangan, laporan tahunan, pengarsipan aturan,
dan semua yang berkaitan dengan akuntansi berbeda di setiap negara. Walaupun laporan
keuangan kuartal merupakan sebuah praktik yang diterima secara umum di Amerika
Serikat, tidak demikian di tempat lain. Kelambatan laporan keuangan juga bisa
diperkirakan dengan membandingkan akhir tahun pembukuan sebuah perusahaan
dengan tanggal laporan auditnya. Tanggal laporan audit sering kali dianggap sebagai
sebuah indikasi tentang kapan informasi keuangan sebuah perusahaan tersedia untuk
publik.
Variabilitas dalam ketepatan waktu informasi akuntansi menempatkan beban
tambahan pada pembaca laporan keuangan asing. Dilaporkannya menggunakan cara-
cara konvensional dan di luar kebiasaan.
3) Pertimbangan Mata Uang Asing
Sebagian besar perusahaan di seluruh dunia menyatakan akun-akun keuangan
mereka dalam mata uang di mana perusahaan mereka berjalan. Bagi para pembaca dii
Amerika Serikat yang terbiasa dengan mata uang dolar, analisis akun yang dinyatakan
dalam euro mungkin akan membuat mereka kurang nyaman. Sebuah inklinasi yang
normal adalah dengan mentranslasikan neraca mata uang asing ke mata uang domestik.
Rasio keuangan yang mengubah pengukuran nominal (interval) menjadi hubungan
presentase merupakan kebebasan mata uang.
4) Perbedaan Format Laporan
Format neraca dan laporan penghasilan berbeda di setiap negara. Perbedaan format
laporan keuangan, walaupun menyulitkan, tidak terlalu penting karena struktur yang
mendasari laporan keuangan cukup sama di seluruh dunia.. maka, sebagian besar
perbedaan format biasanya bisa diatasi dengan sedikit upaya.
5) Batasan bahas dan istilah
Perbedaan bahasa antarnegara bisa menghadirkan batasan informasi bagi para
pengguna laporan keuangan. Sebagian besar perusahaan yang berlokasi di negara-
negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris menerbitkan laporan tahunan mereka
dengan bahasa mereka.
Perbedaan istilah akuntansi juga menyebabkan kesulitan. Contohnya, para pembaca
di Amerika Serikat menghubungkan istilah stock dengan sertifikat kepemilikan
perusahaan. Para pembaca Inggris, sebaliknya, menghubungkan istilah tersebut dengan
aset perusahaan yang belum terjual.
H. Analisis dan Audit Laporan Keuangan
Pembaca yang bijak harus menilai kecukupan pengukuran akuntansi yang dipergunakan
dan menghilangkan penyimpangan yang disebabkan oleh penggunaan metode-metode
kuntansi yang dirasa tidak tepat. Sebuah akibat wajar dari penilaian kualitas ini adalah
penilaian kredibilitas informasi yang diberikan, tanpa bergantung pada aturan-aturan
pengukuran yang digunakan.
1) Fungsi Pembuktian
Para auditor independen melakukan fungsi pembuktian dalam laporan keuangan.
Meninjau informasi keuangan yang diberikan oleh direksi suatu perusahaan dan
kemudian membuktikan reliabilitas, kewajaran, dan aspek-aspek kualitas lainnya.
Proses ini menentukan dan mempertahankan integritas informasi keuangan tersebut.
Selain keputusan dan pengaruh minat masyarakat, audit independen membawa efisinesi
ke dalam laporan keuangan. Auditor memiliki keuntungan komparatif dalam
memastikan bahwa representasi keuangan direksi cukup terbebas dari penyimpangan.
2) Laporan Audit
Pembuktian auditor biasanya disampaikan melalui laporan audit. Laporan ini
mengikuti, atau dalam beberapa kasus mendahului laporan keuangan utama suatu
perusahaan yang ada dalam laporan tahunannya.
3) Audit dan Kredibilitas
Kredibilitas laporan audit memiliki beberapa landasan. Landasan-landasan tersebut
meliputi, tapi tidak terbatas pada, sumber standar audit, pelaksanaannya, dan
profesionalisme individu atau kelompok yang melakukan audit. Pelaksanaan standar-
standar audit dan perubahan-perubahan audit terbukti suit pada tingkat internasional.
Standar-standar yang dikembangkan secara profesional biasaya yang lebih umum,
politik internasional dan pengakuan diplomatis. Dalam analisis terakhir, kredibilitas
audit adalah tanggung jawab orang yang melakukan audit. Selanjutnya dalah masalah
mengenai kkualifikasi dan lisensi auditor. Persyaratan pendidikan untuk kualifikasi
profesional sangat sederhana . Yang akhirnya, nilai seorang auditor terletak pada
kemandiriannya dari perusahaan yang diauditnya.
4) Mekanisme Penanggulangan
Setelah melihat laporan audit yang berbeda-beda di setiap negara dalam isi
informasinya, maka perlu adanya upaya harmonisasi internasional yang kuat dalam
audit. Upaya-upaya tersebut dilakukan oleh beberapa organisasi-organisasi anggota
IFAD yaitu IFAC, IASB, IOSCO, Bank Dunia, OECDA, dan IMF serta European
Community pada tingkat regional.
5) Audit Internal
Audit eksternal yang aman dari sebuah laporan keuangan suatu entitas adalah sebuah
syarat yang diharuskan untuk kredibilitas komunikasi manajemen dengan pihak-pihak
luar. Lalu, efektivitas sistem kontrol internal suatu perusahaan sama pentingnya karena
sistem tersebut memberikan lebih banyak sistem "periksa dan perhitungkan" yang tepat
waktu daripada yang diberikan oleh uditor luar perusahaan. Aktivitas jasa yang
membentuk dan mengawasi sistem kontrol internal suatu perusahaan adalah fungsi audit
internal.
Faktor lainyang berkontribusi terhadap pentingnya audit internal adalah pertumbuhan
kebutuhan kontrol perusahaan yang belum pernah ada sebelumnya. Masalah keamanan
dalam sistem informasi perusahaan terkomputerisasi menjadi hal yang "wajib" diawasi.
Sarbanes-Oxley Act (SOX) membuat undang-undang yang menempatkan beban pada
direksi dan auditornya untuk menciptakan sebuah lingkungan kerja yang :
a) Memperkecil konflik kepentingan,
b) Memperkuat transparasi, reliabilitas dan akurasi dalam laporan keuangan perusahaan
yang lebih besar, dan
c) Meningkatkan kemandirian di antara direksi, dewan direktur dan auditor, para
pemain kunci dalam alat-alat bantu pelaksanaan yang ada kepada pengatur pasar dan
mencoba untuk memperkecil keentingan penanam modal di depan perilaku
berdasarkan transaksi dari penasihat penanam modal dan bank-bank penanam modal.
Faktor-faktor lain yang membantu menjelaskan pertumbuhan dan pengakuan serta
pentingnya audit internal adalah :
a) Akuntabilitas direksi perusahaan yang makin meningkat
b) Menignkatnya kompleksitas organisasi, khususnya pada perusahaan-perusahaan
multinasional
c) Banyaknya penggabungan, akuisisi, dan restrukturisasi perusahaan
d) Meningkatnya penggunaan pembayaran elektronik dan transfer-transfer untuk tujuan
terlarang
e) Kepercayaan yang makin meningkat pada audit internal oleh auditor-auditor luar
f) Meningkatnya persyaratan regulasi untuk kinerja audit internal yang sejajar dengan
SOX
6) Organisasi Profesional
Profesional yang berfokus pada audit internal disediakan oleh Insitute of Internal
Auditors (IIA) yang bermarkas di Amerika Serikat dan memiliki keangotaan
internasional. Didirikan pada tahun 1941, IIA Bertanggung jawab untuk :
a) Memberikan pada tingkat professional aktivitas perkembangan professional yang
komprehensif, standar-standar untuk praktik audit internal dan sertifikasi
b) Meneliti, menyebarkan, dan mempromosikan kepada anggotana dan kepada semua
orang di seluruh dunia, pengetahuan dan informasi yang berkaitan dengan audit
internal, termasuk control internal dan subjek-subjek yang terkait
c) Mengumpulkan auditor internal dan memberikan pendidikan dalam bidang audit
internal
d) Mengadakan pertemuan di seluruh dunia untuk mendidik anggota-anggotanya dan
orang lain mengenai praktik audit internal karena praktik tersebut ada di seluruh
dunia
Aktivitas pengujian dan sertifikat professional IIA menghasilkan kualifikasi sebagai
Certified Internal Auditor (CIA). Pengangkatan CIA adalah satu-satunya sertifikasi bagi
auditor-auditor internal yang diterima secara internasional. Pada saat ini, IIA memiliki
keanggotaan yang berjumlah 130.000 dari 165 negara.
7) Mengembangkan Peran Audit Internal
Peran auditor internal telah berkembang dari waktu ke waktu. Perkembangan awal
audit internal pertama kali ada di Eropa di mana banyak negara membuat regulasi yang
secara khusus merujuk pada fungsi-fungsi audit internal dan persyaratannya. Para
auditor awalnya menggunakan mentalitas "polisi lalu lintas" dalam pekerjaan
mereka.Mereka sangat bertanggung jawab untuk menentukan tingkat kesesuaian dengan
kebijakan, rencana dan prosedur yang sudah ada, membuktikan aset-aset suatu
perusahaan, dan menyesuaikan persediaan dan kas yang ada dengan catatan akuntansi.
Tidak mengherankan bahwa pandangan direksi mengenai audit internal sangat berhati-
hati terhadap auditor internal yang dianggap sebagai orang yang berpikiran buruk.
Mungkin Anda telah mengamati perusahaan-perusahaan di mana para manajernya
tidak suka berkomunikasi dengan auditor.Selanjutnya, auditor internal selalu mencoba
untuk menangkap basah manajer yang melakukan kesalahan.Situasi seperti ini tidak
berguna dan merusak kesehatan perusahaan dan para pemegang sahamnya, termasuk
para pengguna laporan keuangannya.
Dalam sebuah lingkungan persaingan global, para manajer saat ini melihat pada
auditor internal dengan keahlian yang melebihi fungsi kontrol tradisional. Firma
akuntansi publik internasional yang besar dari PricewaterhouseCoopers memberikan 10
perintah bagi para auditor internal untuk meningkatkan nilai mereka pada perusahaan-
perusahaan yang berjalan dalam dunia pasca-Enron.
Perintah-perintah tersebut adalah:
a) Meningkatkan dialog dengan direksi atas dan direktur untuk menentukan sasaran
audit internal dengan nilai yang bertambah dengan jelas (misalnya, masalah-masalah
strategis, manajemen risiko dan perlindungan aset perusahaan).
b) Meluruskan untuk memenuhi harapan para pemegang saham utama (pemegang
saham, direksi eksekutif, auditor eksternal dan pengatur pasar).
c) Berpikir dan bertindak secara strategis.
d) Memperluas cakupan audit untuk mencakup "tone set at the top," perlakuan direksi
eksekutif dalam melindungi perusahaan.
e) Menilai dan memperkuat keahlian untuk mengaudit bisnis yang kompleks.
f) Mengangkat teknologi dalam area-area berisiko tinggi.
g) Berfokus pada kemampuan manajemen risiko perusahaan.
h) Membuat proses audit menjadi dinamis.
i) Memperkuat proses jaminan kualitas.
j) Mengukur kinerja yang meningkat terhadap harapan para pemegang saham.
Pemikirannya di sini adalah bahwa jika fungsi audit internal hanya dianggap sebagai
sebuah fungsi kebijakan semata, dukungan direksi akan terus menjadi hangat-hangat
kuku seperti yang ditunjukkan oleh pertanyaan mereka tentang biaya audit internal yang
terus ada. Hal ini tidak akan baik bagi perusahaan maupun bagi konstituante utamanya.
Jika auditor dipandang sebagai anggota tim manajemen yang berkontribusi dan
memberikan nasihat manajerial yang membantu, misalnya, bagaimana mengatur
pengungkapan risiko perusahaan, mereka akan dihargai dan harga mereka dianggap
lebih dari sekadar cukup.
Menjadi seorang penasihat berharga bagi direksi tidak perlu dan tidak harus
membahayakan kemandirian seorang auditor. Mempertaruhkan integritas seseorang
tidak akan mendapatkan perhatian dari direksi. Dengan melakukan hal tersebut maka
akan meningkatkan risiko bahwa direksi akan melanggar tanggung jawab fidusia untuk-
rriempertahankan sebuah sistem kontrol internal yang aman yang saat ini diatur oleh
undang-undang. Alih-alih manajemen akan menghargai dan merangkul auditor yang (1)
memenuhi tanggung jawab mereka terhadap constuent utama mereka, misalnya
pembaca laporan keuangan perusahaan dan (2) cukup berbakat untuk memberikan
nasihat yang membantu perusahaan untuk mempertahankan daya saing
internasionalnya.
III. PENUTUP
1. Kesimpulan
Dalam menganalisis laporan keuangan, terlebih dahulu harus dilakukan 4 tahapan
menganalisis kerangka kerja, yaitu : (1) analisis strategi bisnis, (2) analisis akuntansi, dan
(3) analisis keuangan rasio dan arus kas, dan (4) analisis prospektif.
Analisis strategi bisnis merupakan sebuah langkah awal yang penting karena memberi
sebuah pemahaman kualitatif mengenai sebuah perusahaan dan pesaingnya dalam iklim
ekonomisnya. Berikutnya analisis akuntansi berguna untuk menilai tingkatan di mana
hasil-hasil laporan sebuah perusahaan menggambarkan realitas ekonomisnya. Lalu analisis
rasio dan kas mengedepankan prinsip-prinsip akuntansi antar negara yang berbeda dan
terkadang memberikan pengaruh yang signifikan. Sedangkan analisis prospektif
menggunakan 2 langkah, yaitu: perhitungan perkiraan dan valuasi.
Keseluruhan langkah analisis di atas sangat penting dalam menganalisis sebuah laporan
keuangan. Tujuannya agar kita tidak hanya melihat dari faktor akuntansi saja, tetapi juga
melihat dari berbagai aspek dan faktor non-akuntansi yang turut mempengaruhinya.
IV. DAFTAR PUSTAKA

Choi, Freerick D. S, Meek, Gary K, Akuntansi Internasional Buku 2 Edisi


Keenam (Jakarta:Salemba Empat 2010), hal.84-124.