Anda di halaman 1dari 3

Tanggung Jawab Perawat Dalam Model Asuhan Keperawatan Profesional MAKP) Tim

(Nursalam, 2013):

1. Tanggung jawab kepala Ruangan:

a) Perencanaan

(1) Menunjuk ketua tim yang akan bertugas di ruangan masing- masing.

(2) Mengikuti serah terima pasien di shift sebelumnya.

(3) Mengidentifikasi tingkat ketergantungan klien: gawat, transisi dan persiapan

pulang bersama ketua tim.

(4) Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan aktifitas dan

kebutuhan klien bersama ketua tim, mengatur penugasan/ penjadwalan.

(5) Merencanakan strategi pelaksanaan

(6) Mengikuti visite dokter untuk mengetahui kondisi, patofisiologis, tindakan

medis yang dilakukan, program pengobatan dan mendiskusikan dengan dokter

tentang tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien.

(7) Mengatur dan mengendalikan asuhan keparawatan:

(8) Membimbing pelaksanaan asuhan keperawatan.

(9) Membimbing penerapan proses keperawatan dan menilai asuhan keperawatan.

(10) Mengadakan diskusi untuk pemecahan masalah.

(11) Memberikan informasi kepada pasien atau keluarga yang baru masuk RS.

(12) Membantu mengembangkan niat pendidikan dan latihan diri.

(13) Membantu membimbing terhadap peserta didik keperawatan.

(14) Menjaga terwujudnya visi dan misi keperawatan di rumah sakit.


b) Pengorganisasian

(1) Merumuskan metode penugasan yang digunakan.

(2) Merumuskan tujuan metode penugasan.

(3) Membuat rincian tugas tim dan anggota tim secara jelas.

(4) Membuat rentang kendali kepala ruangan membawahi 2 ketua tim dan ketua tim

membawahi 2 – 3 perawat.

(5) Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan: membuat proses dinas,

mengatur tenaga yang ada setiap hari dan lain- lain.

(6) Mengatur dan mengendalikan logistik ruangan.

(7) Mengatur dan mengendalikan situasi tempat praktik.

(8) Mendelegasikan tugas kepala ruang tidak berada di tempat, kepada ketua tim.

(9) Identifikasi masalah dan cara penanganannya.

c) Pengarahan

(1) Memberikan pengarahan tentang penugasan kepada ketua tim.

(2) Memberikan pujian kepada anggota tim yang melaksanakan tugas dengan baik.

(3) Memberikan motivasi dalam peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap.

(4) Menginformasikan hal – hal yang dianggap penting dan berhubungan dengan

asuhan keperawatan pasien.

(5) Melibatkan bawahan sejak awal hingga akhir kegiatan.

(6) Membimbing bawahan yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya.

(7) Meningkatkan kolaborasi dengan anggota tim lain.


d) Pengawasan

(1) Melalui komunikasi : mengawasi dan berkomunikasi langsung dengan ketua tim

dalam pelaksanaan mengenai asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien.

(2) Melalui supervisi:

 Pengawasan langsung melalui inspeksi, mengamati sendiri atau melalui

laporan langsung secara lisan dan memperbaiki/ mengawasi kelemahannya

yang ada saat itu juga.

 Pengawasan tidak langsung yaitu mengecek daftar hadir ketua tim,

membaca dan memeriksa rencana keperawatan serta catatan yang dibuat

selama dan sesudah proses keperawatan dilaksanakan (didokumentasikan),

mendengar laporan ketua tim tentang pelaksanaan tugas.

 Mengevaluasi upaya pelaksanaan dan membandingkan dengan rencana

keperawatan yang telah disusun bersama ketua tim.