Anda di halaman 1dari 8

DAFTAR ISI

Halaman judul……………………………………………………………………

Kata Pengantar…………………………………………………………………..

Daftar Isi…………………………………………………………………………

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang……………………………………………………...

1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………..

1.3 Manfaat Dan Tujuan………………………………………………..

BAB II : PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Islam Dan Globalisasi……………………………………………

2.2 Krakteristik Islam Globalisasi……………………………………………….

2.3 Krakteristik Globalisasi……………………………………………………...

2.4 Pengertian Modernisme ……………………………………………………..

2.5 Pengertian Purintanisme……………………………………………….

BAB III : PENUTUP

3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………….

3.2 Saran…………………………………………………………………………

Daftar Pustaka …………………………………………………………………..


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Islam menurut bahasa dari bahasa arab, yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat,
sentosa, dan damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadibentuk aslama yang berarti berserah
diri masuk dalam kedamaian. Oleh karena itu orang yang berserah diri, patuh, dan taat kepada Allah
SWT disebut sebagai orang muslim.dari uraian di atas bisa diambil kesimpulan bahwa islam menurut
bahasa ialah patu, berserah diri, dan taat kepada Allah SWT.

Dalam makna istilah islam sebagai agama yang ajaran-ajarannya yang diwahyukan Allah kepada
masyarakat melalui Nabi Muhammad SAW. Menurut Maulana Muhammad Ali islam adalah agama
pendamaian dan dua ajaran pokoknya, yaitu keesaan Allah dan kesatuan atau persaudaraan umat
islam menjadi bukti nyata bahwa agama islam itu selaras pada namanya.

Menghadapi peradaban dunia islam secara keseluruannya berada dalm tatanan global yang
mendasar dipengaruhi oleh perkembangan teknologi komunikasi. Transportasi, dan informasi
semuanya ini membuat dnia semakin global dan sempit karena mudanya dijangkau. Dan inilah yang
disebut fenomena “globalisasi”, yang secara sederhana bisa dipahami sebagai suatu proses
pengintegrasian budaya, politik, ekonomi, dan informasi nasional bangsa-bangsa ke ruang lingkup dan
tatanan baru sistem jaringan dunia (global).
B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Islam dan Globalisasi?

2. Sebutkan karakteristik Islam dan Globalisasi?

3. Sebtkan karakteristik Globalisasi?

4. Apa pengertian Modernisme?

5. Apa pengertian Purintanisme?

C. Manfaat dan tujuan

1. Mengetahui dari Islam dan Globalisasi

2. Mengetahui dari krakteristik Islam dan Globalisasi

3. Mengetahui dari krakteristik Globalisasi

4. Mengetahui dari modernisme

5. Mengetahui dari purintanisme.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Islam Dan Globalisasi

Dari segi bahasa (etiomologi), islam berasal dari bahasa arab, yaitu salima yang yang mengandung
arti selamat, damai dan sentosa. Dari kata salima, selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang
berarti aslama yang berarti berserah diri masuk kedamaian.[3] Islam adalah agama Allah yang SWT,
yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW, untuk mengajarkan dan menyampaikan pada Umat-
Nya.

Adapun globalisasi berasal dari kata “global”. Globalisasi (globalization) merupakan proses
menuju arah global. Arti global adalah menyeluruh atau menyatu, dari berbagai unsur menjadi satu.

Globalisasi adalah era global/modern bahwa dunia ini terasa seperti kampong kecil. Interaksi
antarnegara, peradaban, dan budaya semakin mudah dalam melakukannya, proses tersebut saling
mempengaruhi antara satu budaya dengan budaya lain dengan proses yang cepat, baik budaya itu
positif maupun negatif. Pada akhirnya, globalisasi menjadi alat untuk saling mempengaruhi antara
peradaban, antarnegara, budaya, dan agama.

B. Karakteristik Islam Globalisasi

Ungkapan “Islam, globalisasi, dan peradaban dunia” berusaha menjelaskan pada pertentangan,
persinggungan, atau persamaan. Oleh karena itu islam memiliki karakter sebagai berikut:

a. Menjanjikan keselamatan dunia dan akhirat

b. Penyerahan diri seorang muslim kepada Allah SWT.

c. Penyelamatan yang dijanjikan islam dengan kesempurnaan, komprensif dan mendetail.

d. Islam sebagai agama yang sempurna

e. Islam menjelaskan segala sesuayu yang semuanya itu untuk keselamatan manusia.

f. Tidak ada satu pun yang dibiarkan dan tidak diperhatikan di dalam islam.

g. Tebaran penyelamatan islam mencakup pada seluruh alam semesta, lebih dari sekadar
globalisme.

C. Karakteristik Globalisasi

Dalam hal-hal yang bersifat duniawi, umat islam diberi kebebasan seluas-luasnya untuk
beradaptasi, berdialog, hidup berdampingan dengan non islam. Tetapi ia harus mengetahui prinsip-
prinsip islam. globalisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

· Internasionalisasi (dari daerah menuju ke arah wilayah yang lebih luas).

· Liberalisasi (paham menuju arah serba bebas dan melepaskan norma-norma yang telah mapan,
antaralain norma-norma agama islam).

· Universalisasi (dunia telah menjadi dalam kesatuan, tetapi tidak ada wilayah yang melekat antara
wilayah stu dengan wilayah lain sebagai berkah untuk memajukan IPTEK, terutama teknologi dan
informasi.
· Westernisasi (arah peradaban dari dunia timur menuju arah kultural dunia barat yang bercirikan
sekularisme, individualisme, kapitalisme, liberalisme, dan hedonisme.

· Suprateritoalisme (ruang-ruang sosialitas mulai tidak ada lagi dari jaraknya dan batas-batas
wilayahnya. Dengan demikian, dunia adalah satu wilayah).

Secara singkat, bahwa globalisasi dapat dikatakan terjadinya keterbukaan wilayah atau Negara
sehingga memungkinkan terjadi interaksi antara wilayah atau Negara tersebut. Seperti dalam
ekonomi, politik, budaya dan lain-lain.

Pengertian Modernisme

Kata modern, medernitas, modernisasi dan modernisme, seperti kata lainnya yang berasal barat,
telah dipakai dalam bahasa Indonesia. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata modern
diartikan sebagai yang terbaru, secara baru, mutakhir.[5] Dalam masyarakat barat kata
“modernisme” mengandung arti pikiran, aliran, gerakan, dan usaha-usaha untuk mengubah paham-
paham, adat istiadat, institusi-instintusi lama dan sebagainya, agar semua itu sesuai dengan
pendapat-pendapat dan keadaan-keadaan baru yang ditimbulkan oleh ilmu pengetahuan dan
teknologi modern. Perubahan dilakukan untuk menyesuaikan zaman dan keadaan masyarakat dalam
mengejar bangsa lain agar memberi solusi nyata dengan mendatangkan paradigma baru dalam
suatu masyarakat supaya mewujudkan kebangkitan bagi umat islam.

Dalam masyarakat barat, modernisme mengandung arti pikiran, aliran, gerakan, dan usaha untuk
mengubah paham-paham dan institusi-institusi lama untuk disesuaikan dengan suasana baru
ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.[6] Oleh karena itu, modern lebih
mengacu pada dorongan untuk melakukan perubahan karena paham-paham dan institusi-institusi
lama dinilai tidak relevan. Kaum modernis kebanyakan lebih percaya bahwa keterbelakangan umat
islam karena disebabkan oleh kesalahan sikap mental, budaya, atau teologi mereka. Pandangan
kaum modernis lebih merujuk pada pemikiran modernis Muktazilah, yang cenderung bersifat
antroposentris karena bagi Muktazilah, manusia itu dapat menentukan perbuatannya sendiri.[7]

E. Pengertian Purintanisme

Secara garis besar, kata “puritanisme” secara etimologis berasal dari bahasa yunani, pure yang
berarti murni. Purntanisme, berarti paham dan tingkah laku yang didasarkan pada ajaran kaum
puritan. Puritan memiliki arti orang yang hidup saleh dan yang menganggap kemewahan dan
kesenangan sebagai dosa.

Purintanisme menurut istilah memiliki dua arti, yaitu di lapangan pemikiran dan kepercayaan.
Purintanisme di lapangan pemikiran, misalnya pada lapangan ilmu pengetahuan berupa tidak mau
mengunakan kata atau ejaan yang mirip dengan perkataan atau ejaan bangsa asing. Dalam lapangan
kepercayaan sendiri, misalnya sikap hanya berpegang pada ajaran yang termuat dalam suatu kitab
suci sesuai dengan arti kata. Pengertian yang tidak sama dengan arti kata dianggapnya berbahaya
atau salah, selain makna ajaran agama islam pada beberapa golongan, yang mengikuti pada cara
hidup yang sederhana dan tidak menggangu pada kesehatan.

Dalam islam, purintanisme disamakan sengan istilah sufi. Pemurnian ditunjukan untuk
mengembalikan umat islam pada ajaran yang murni berasal dari pembawanya Nabi Muhammad
SAW yaitu Al-Qur’an dan hadis agar bersih dari perilaku takhayul, bid’ah, dan khurafat yang dapat
merusak pada ajaran dan akidah umat islam.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pemurnian itu adalah kembali pada ajaran islam
yang murni, yaitu kembali pada ajaran Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya yaitu Al-Qur’an
dan Hadist sahih untuk menyesuaikan zaman yang semakin aktual dengan ajaran islam yang murni.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Islam berasal dari bahasa arab, yaitu salima yang yang mengandung arti selamat, damai dan
sentosa Islam adalah agama Allah yang SWT, yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW, untuk
mengajarkan dan menyampaikan pada Umat-Nya. Globalisasi berasal dari kata “global”.

Globalisasi (globalization) merupakan proses menuju arah global. Globalisasi adalah era
global/modern bahwa dunia ini terasa seperti kampong kecil. Interaksi antarnegara, peradaban, dan
budaya semakin mudah dalam melakukannya.

Modernisme adalah pikiran, aliran, gerakan, dan usaha-usaha untuk mengubah paham-paham,
adat istiadat, institusi-instintusi lama dan sebagainya. Purntanisme adalah pemurnian, asal, dan
kembali pada suatu ajaran-ajaran atau sikap-sikap pada masa awal kejadiannya.

B. Saran

jadi, melihat dari makalah penulis menyarankan islam dalam globalisasi juga dibutuhkan di
kalangan islam karena melihat perkembangan zaman dan kehidupan masyarakat, tetapi juga melihat
titik positif dan negatif dalam menangapinya.
DAFTAR PUSTAKA

Dr. H.Koko Abdul Kodir, M.A, Metodologi Studi Islam, Surabaya: Sinar Surya, 2009.

Harun Nasution, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Grand Media, 1991.

Mansour Fakih, Ulumul Qur’an, Bandung: Lentera,1997.

Dr. H.Koko Abdul Kodir, M.A, Metodologi Studi Islam, Yogyakarta, TERAS, 2009.

Abdurrahman Wahid, dkk., Zaman Baru Islam Indonesia, Bandung, Remaja Rosda Karya,1999.

M. Yatimin Abdullah, metodologi studi islam, Surabaya : Pustaka Media, 2004.

Komaruddin Hidayat, Memahami Bahasa Agama, Jakarta: Cahaya Surya,1996.

Abuddin Natta, Metodologi Studi Islam, Bandung : Pustaka Setia, 1998.

[1]. Komaruddin Hidayat, Memahami Bahasa Agama, (Jakarta: Cahaya Surya,1996), 5.

[2]. Abuddin Natta, Metodologi Studi Islam, (Bandung : Pustaka Setia, 1998), 162.

[3]. M. Yatimin Abdullah, metodologi studi islam, (Surabaya : Pustaka Media, 2004), 15.

[4]. Dr. H.Koko Abdul Kodir, M.A, Metodologi Studi Islam, ( Yogyakarta, TERAS, 2009), 243.

[5]. Abdurrahman Wahid, dkk., Zaman Baru Islam Indonesia, ( Bandung, Remaja Rosda Karya,1999),
64.

[6]. Harun Nasution, Metodologi Studi Islam, (Jakarta: Grand Media, 1991), 11.

[7]. Mansour Fakih, Ulumul Qur’an, ( Bandung: Lentera,1997), 11.

[8]. Dr. H.Koko Abdul Kodir, M.A, Metodologi Studi Islam, (Surabaya: Sinar Surya, 2009), 244.