Anda di halaman 1dari 10

PROGRAM PENININGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN ( PMKP )

DI INSTALASI GAWAT DARURAT


TAHUN 2018

RUMAH SAKIT EMMA MOJOKERTO


Jl. Raya Ijen No.67,Wates-Mojokerto
Telf 0321-328737,396747 Fax. 0321-334021
1. PENDAHULUAN

Mutu (kualitas) pelayanan kesehatan menurut Wijono (1999) adalah derajat


dipenuhinya standar profesi atau standar operasional prosedur (SOP) dalam
pelayanan pasien dan terwujudnya hasil-hasil outcome seperti yang diharapkan oleh
profesi maupun pasien yang meliputi pelayanan, diagnosa terapi, prosedur atau tindakan
penyelesaian masalah klinis. Sedangkan menurut Giebing (1994), kualitas pelayanan
kesehatan adalah tercapainya kriteria keberhasilan pelayanan yang telah ditentukan.
Peningkatan mutu dan Keselamatan Pasien adalah upaya untuk meningkatkan
mutu

secara keseluruhan dengan terus menerus mengurangi risiko terhadap pasien dan staf baik
dalam proses klinis maupun lingkungan fisik, demi tercapai keinginan masyarakat untuk
mendapatkan pelayanan yang berkualitas. Selain pelayanan kesehatan yang berkualitas
juga dituntut pelayanan yang menjunjung/berorientasi pada keselamatan pasien. Cross &
Blue dalam Giebing 1994 mengemukakan bahwa kualitas pelayanan kesehatan
berhubungan dengan lima karakteristik proses pelayanan kesehatan yaitu :
1. Dapat dicapai
2. Diterima masyarakat
3. Omprehensif
4. Berkesinambungan dan
5. Terdokumentasi.

Akreditasi RS merupakan upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit yang


dilakukan dengan membangun sistem dan budaya mutu. Melalui akreditasi RS
diharapkan ada perbaikan sistem di RS yang meliputi input,process dan product output
(meliputi output dan outcome), sehingga tercapai pelayanan yang berkualitas meliputi
safety, satisfaction, selfcare, anxiety, comfort dan knowledge.

2. LATAR BELAKANG
a. Belum semua indikator mutu unit terpantau
b. Tidak terdapat panduan laporan kinerja unit
3. TUJUAN

a. Tujuan Umum

Meningkatkan mutu dan keselamatan pasien di Instalasi Gawat Darurat


b. Tujuan Khusus
Meningkatkan mutu pelayanan klinis

Meningkatkan mutu manajemen

Meningkatkan pemenuhan sasaran keselamatan pasien

Tercapainya monitoring/evaluasi pelayanan/asuhan kesehatan pasien

Tercapainya profesionalisme petugas kesehatan dalam melakukan tindakan


berdasarkan SPO
Tercapainya kinerja yang tinggi dari staf Instalasi Gawat Darurat

4. KEGIATAN POKOK & RINCIAN KEGIATAN

a. Penyusunan Indikator Mutu Unit kerja (SPM/Standar Pelayanan Minimal)

SPM/Standar Pelayanan Minimal adalah Ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan
dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara
minimal, Juga merupakan spesifikasi teknis tentang tolok ukur pelyanan minimal yang
diberikan oleh Badan Layanan Umum kepada masyarakat.
Dalam Penyusunan Indikator Mutu unit kerja mengacu dari SPM yang mengacu pada
Keputusan Menteri Kesehatan no 129 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal
Rumah Sakit. Dengan SPM diharapkan akan menjamin akses dan mutu pelayanan dasar
kepada masyarakat secara merata dan terjangkau. Untuk pelaporan SPM ini dilakukan
secara rutin dan dilanjutkan ke RS lewat Komite PMKP.
1) Standar Pelayanan Minimal yang dilakukan di Instalasi Gawat Darurat
adalah:

- Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa

- Jam buka pelayanan gawat darurat

- Pemberi pelayanan gawat darurat bersertifikat yang masih berlaku


BLS/PPGD/GELS/ALS

- Ketersediaan tim penanggulangan bencana

- Waktu tanggap pelayanan dokter di gawat darurat

- Kepuasan Pelanggan

- Kematian pasien < 24 jam 2) Indikator mutu kunci

a) Indikator area klinik

- Waktu tanggap pelayanan dokter di gawat darurat


b) Sasaran Keselamatan Pasien
- Peningkatan Keamanan Obat yang perlu diwaspadai: Kepatuhan pemberian
label obat high alert oleh farmasi
- Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan: Presentase
kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan kebersihan tangan dengan
metode enam langkah dan lima momen
3) Insiden Keselamatan Pasien

Pencatatana dan pelaporan insiden keselamatan pasien dibudayakan dengan


menekannkan untuk tidak takut melporkan untuk dicari what & why nya bukan
whonya (peerbaikan sistem untuk mencegah tidak terjadinya insiden keselamatan
pasien).
Insiden keselamatan pasien yang perlu dilakukan pencatatan dan pelaporan terdiri

dari : kejadian sentinel, KTD, KNC,


KPC,

4) Insiden Kecelakaan Kerja

Untuk meningkatkan perhatian, kesejahteraan, keselamatan dan keamanan


petugas/staff dalam bekerja maka dilakukan pencatatan dan pelapaoran insiden
kecelakaan kerja sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan tim K3.
5) Penilaian kinerja staf

Adalah penilaian kinerja /Performance Appraisal” dari masing-masing staf sesuai


profesi pada saat bertugas, dilakukan oleh atasannya atau pejabat yang berwenang
dengan menggunakan Pedoman Penilaian Kinerja
6) Penilaian kinerja unit
Pencatatan dan penilaian kinerja unit dilihat dari: Jumlah kunjungan IGD berdasarkan status
5. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

Dalam pelaksanaan PMKP di unit kerja dengan menggunaan metode siklus


PDC/SA

Plan : Membuat rencana program dan rencana kerja serta form pengumpulan
data/sensus harian,
Do : Melaksanakan pengumpulan data dan palaksanaan program PMKP unit kerja

Check : Melakukan analisa data dan validasi data atas data yang dikumpulkan

Action : Melakukan tindak lanjut atas hasil yang didapatkan

Pelaksanaan kegiatan melalui pertemuan rutin tiap bulan, audit kepatuhan pelaksanaan
indikator dan evaluasi dari penanggung jawab ruangan.

6. SASARAN

Standar Pelayanan Minimal

Indikator mutu Area manajemen

Indikator Sasaran keselamatan pasien


7. SKEDUL/JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN PROGRAM PMKP
UNIT KERJA
NO KEGIATAN BULAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
01 Penetapan Dan X x x x x x
Pengumpulan Data
Indikator

02 Analisa Data Indikator X X X X X X X X X

03 Validasi data indicator X X X


04 Evaluasi Berkala x x x x
05 Sentinel event Disesuaikan dengan kejadaian

06 Variasi / Trend data tidak x x x


diharapkan

07 Near miss / Kejadian Nyaris x x x X x x x x X


Cidera
08 Manajemen Resiko / Risk x x
Management —FMEA

8. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORANNYA

Dalam evaluasi pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara bekala, setiap bulan. Data
dikumpulkan melalui sensus harian oleh penanggung jawab pengumpul data di ruangan
kemudian disetorkan ke Ka Instalasi Gawat darurat dan dilakukan analisa dan Rencanan
Tindak lanjut yang selanjutnya dilaporkan ke Kepala Rumah Sakit melalui Komite PMKP
Monev dilakukan berkala :

Harian oleh ruangan

Bulanan (laporan Ka Instalasi)


Sarana yang dipakai dalam monev adalah:
1) Laporan langsung ke pengendali mutu dan instalasi secara teratur maupun insidentil)

2) Rapat bulanan Instalasi Gawat Darurat


9. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Dilakukan melalui sensus harian indikator mutu dan pelaporan setiap bulan dari
penangung jawab ruangan kepada Instalasi untuk di analisa dan pembuatan rencana
tindak lanjut oleh tim mutu Intalasi Gadar dan dilanjutkan kepada Direktur rumah
sakit melalui TMKPRS.
Pencatatan pelaporan Insiden Keselamatan Pasien unit kerja dan apabila ditemukan
insiden keselamatan pasien dilakukan pelaporan dan pembuatan kronologis untuk
dilaporkan ke Instalasi Gawat darurat dan dilanjutkan ke Komite PMKP.
Evaluasi kegiatan dilakukan oleh Ka Instalasi untuk selanjutnya dilakukan pembuatan

Rencana T indak Lanjut.

10. PENUTUP

Demikian program kerja peningkatan mutu dan keselamatan pasien di Instalasi


Gawat darurat sebagai pedoman dalam pelaksanaan peningkatan mutu pelayanan di lingkup
Instalasi Gawat darurat.

Mojokerto, 05 Mei 2018


Kepala Instalasi Gawat Darurat