Anda di halaman 1dari 2

Nama : Danang Firman Syah

NIM : 1601021013

Semester/Kelas : 4/A

1. Karena manajemen keperawatan dalam pelayanan keperawatan diperlukan


untuk menyelesaikan pekerjaan melalui perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan dengan menggunakan sumber daya secara
efektif. Kegiatan dalam memanajemen pelayanan keperawatan yakni
dengan pengkajian dan pengumpulan data, perencanaan, pengaturan,
pelaksanaan serta pengawasan dan evaluasi. Serta poin utama dalam
pelayanan keperawatan adalah komunikasi, dimana komunikasi sebagai
media bertukar informasi yang secara direct sehingga pelayanan
keperawatan akan optimal.
2. Saya mempunyai sifat positive dan negative. Sifat positive antara lain
disiplin, ramah, mudah berbaur kepada orang lain, jujur, sedangkan
perilaku negative yang setiap kali di alami teledor saat konsentrasi
menurun, pesimis (putus asa), minder.
3. Gaya kepimpinan yang paling baik menurut saya adalah demokratis,
dimana dialam demokratis terdapat komunikasi timbal balik yang
bertujuan memudahkan interaksi konukasi antara pimpinan dan
fungsional. Dalam demokratis wewenang pimpinan tidak terlalu mutlak,
melainkan hasil mutlaknya pada seluruh anggota yang disepakati bersama,
sehingga menimbulkan tanggung jawab bersama dan diharapkan hasil
kerja dapat optimal.
4. Perubahan yang diarahkan dilakukan dengan menggunakan kekuasaan,
dimana perilaku didalam kelompok yang pada seseorang ditekan untuk
merubah perilaku di dalam kelompok yang pada akhirnya menjadi
perilaku individu lalu diharapkan sikap orang tersebut berubah dan sadar
akan pengetahuan dampak dari perilaku sebelumnya. Contoh : oknum
perawat pelaksana terlambat saat jadwal waktu injeksi kepada pasien.
Diharapkan perawat tepat pemberian obat kepada pasien untuk terapi yang
optimal. Ketua tim memberikan role mode dirinya untuk memberikan
tekanan/paksaan akan masuk waktu jadwal injeksi dengan
menginstruksikan menyiapkan obat yang akan diinjkesikan dan di
injeksikan kepada pasien, agar perawat tersebut sadar akan tepat waktu
injeksi kepada pasien sehingga pasien mendapat hak untuk pengobatan
yang optimal.
Perubahan partisipatif yaitu perubahan yang terjadi dari pengetahuan ke
perilaku kelompok. Siklus perubahan tersebut untuk kebiasaan postif dan
dimana setiap individu meyakini apa yang ia lakukan. Contoh : perawat
meyakini bahwa APD sangat penting terhadap perlindungan diri saat
bekerja. Setiap hari perawat sebelum tindakan tidak lupa 5 momen waktu
cuci tangan, lalu menggunakan APD saat akan kontak dengan pasien.
Perawat diruangan tersebut tidak pernah bosan untuk saling mengingatkan
terhadap perlindungan diri saat akan melaukan tindakan ke pasien.
Sehingga didalam kelompok tiap individu menjadi guru yang
menimbulkan situasi yang postif.
5. Aktual : rendahnya kualitas kelengkapan pelaksanaan dokumntasi
keperawatan.
Masalah : beban kerja terlalu tinggi, tidak ada waktu dan kesempatan
untuk dokumentasi, rendahnya pemahaman perawat tentang dokumentasi.
Perawat asep perlu merubah model praktik di ruangannya dengan metode
TIM, dimana Ka.Ru membagi dari beberapa TIM. Setiap Tim bertanggung
jawab melakukan pelayanan keperawatan. Ketua tim bertugas membagi
pasien yang ada diruangan tersebut sehingga pemebrian asuhan
keperawatan pada pasien lebih optimal dan efektif. Ketua tim harus bisa
menjadi role meode yang harus mengembangkan kemampuan anggota dari
beberapa yang belum paham tentang dokumentasi keperawatan, agar
masalah diruangan tersebut dapat di minimalkan secara bertahap
6. Memberikan dukungan positif terhadap perawat. Dukungan psotif mampu
mendongkrak semangat dalam bekerja dan perawat diharpakn mampu
mengembangkan ide-ide keperawatan yanga akan diterapkan kepada
pasien, menciptakan situasi saling percaya dan kekeluargaan kepada staf
perawat. Hal tersebut bertujuan agar perawat lebih mudah dalam
komunikasi serta meminimalkan konflik. Menjadi role mode kepada staf
perawat, serta mampu menjadi pelatih/coach bagi seluruh staf perawat
untuk pengembangan metode keperawatan.