Anda di halaman 1dari 6

METODE KOMUNIKASI SBAR

1. DEFENISI
SBAR adalah Kerangka komunikasi efektif yang digunakan di rumah sakit
yang terdiri dari Situation, Background, Assessment, Recommendation.
Metoda komunikasi ini digunakan pada saat perawat melakukan timbang
terima (handover) ke pasien.
SBAR adalah Metode terstruktur untuk mengkomunikasikan informasi
penting yang membutuhkan perhatian segara dan tindakan berkontribusi
terhadap eskalasi yang efektif dan meningkatkan keselamatan pasien Menurut
Rofii (2013).
Kerangka komunikasi efektif yang digunakan di rumah sakit adalah
komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation),
metode komunikasi ini digunakan pada saat perawat melakukan timbang
terima ke pasien. Komunikasi SBAR adalah kerangka teknik komunikasi yang
disediakan untuk petugas kesehatan dalam menyampaikan kondisi pasien.
SBAR adalah metode terstruktur untuk mengkomunikasikan informasi
penting yang membutuhkan perhatian segera dan tindakan berkontribusi
terhadap eskalasi yang efektif dan meningkatkan keselamatan pasien. SBAR
juga dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan serah terima antara
shift atau antara staf di daerah klinis yang sama atau berbeda. Melibatkan
semua anggota tim kesehatan untuk memberikan masukan ke dalam situasi
pasien termasuk memberikan rekomendasi. SBAR memberikan kesempatan
untuk diskusi antara anggota tim kesehatan atau tim kesehatan lainnya.
Metode SBAR sama dengan SOAP yaitu Situation, Background,
Assessment, Recommendation. Komunikasi efektif SBAR dapat diterapkan
oleh semua tenaga kesehatan, diharapkan semua tenaga kesehatan maka
dokumentasi tidak terpecah sendiri-sendiri. Diharapkan dokumentasi catatan
perkembangan pasien terintegrasi dengan baik. Sehingga tenaga kesehatan lain
dapat mengetahui perkembangan pasien.
2. FUNGSI SBAR DALAM PROSES KOMUNIKASI
S-BAR merupakan salah satu mekanisme yang mudah digunakan dalam
sebuah percakapan, terutama guna menyampaikan hal yang kritis, dan
membutuhkan perhatian segera seorang dokter untuk memberikan suatu
tindakan. Metode ini dapat mempermudah dan dijadikan standar oleh tenaga
kesehatan untuk menjelaskan informasi apa yang harus dikomunikasikan
antara anggota tim, dan bagaimana tindakan selanjutnya. Hal ini juga dapat
membantu petugas kesehatan untuk mengembangkan dan meningkatkan
budaya keselamatan pasien (Elaine et al., 2008).

3. KELEBIHAN DOKUMENTASI SBAR


a. Menyediakan cara yang efektif dan efesien untuk menyampaikan
informasi dan timbang terima
b. Menawarkan cara sederhana untuk membakukan komunikasi dengan
menggunakan elemen komunikasi SBAR
c. Menghindari kesalahan dalam proses komunikasi timbang terima pasien.
d. Menciptakan metode yang sama dalam proses timbang terima. (Rotgers,
2007)

4. MANFAAT DOKUMENTASI SBAR


a. Dapat digunakan lagi untuk keperluan yang bermanfaat
b. Mengkomunikasikan kepada tenaga perawat dan tenaga kesehatan lainnya
tentang apa yang sudah dan akan dilakukan kepada pasien.
c. Bermanfaat untuk pendataan pasien yang akurat karena berbagai informasi
mengenai pasien telah dicatat (Suarli & yayan , 2010).

5. KERANGKA KOMUNIKASI DENGAN METODE SBAR


S- SITUATION Situasi yang menggambarkan kondisi
pasien sehingga perlu dilaporkan
B- BACKGROUND Gambaran riwayat /hal yang
berhubungan dengan kondisi atau
masalah pasien saat ini
A- ASSESSMENT Kesimpulan dari analisa terhadap
gambaran situasi
R- RECOMMENDATION Usulan tentang alternatif tindakan
yang akan dilakukan, kapan, dimana

6. HAL YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM MELAKUKAN SBAR


a. Evaluasi kondisi pasien : Cek TTV dan pemeriksaan lainnya yang sesuai
dengan kondisi pasien (misalnya : cek gula darah, suara paru, suara
peristaltik, dan lain.
b. Siapkan informasi-informasi yang sesuai dengan kondisi pasien.
c. Review hasil laboratorium terakhir dan analisanya (kecenderungan naik,
turun, atau tidak ada perubahan), catatan keperawatan terkini, obat-obatan
terkini.

7. TEKNIK PELAKSANAAN SBAR


S : Situation (kondisi terkini yang terjadi pada pasien)
a. Sebutkan nama pasien, umur, tanggal masuk, dan hari perawatan, serta
dokter yang merawat
b. Sebutkan diagnosis medis dan masalah keperawatan yang belum atau
sudah teratasi/ keluhan
Contoh Penerapan Rumah Sakit :
Pemindahan pasien : isi dengan tanggal, waktu, dari ruang asal ke ruang
tujuan pemindahan
Diagnosa medis : isi dengan diagnosa me \dis yang terakhir diputuskan
oleh dokter yang merawat
Masalah utama keperawatan saat ini, isi dengan masalah keperawatan
pasien yang secara aktual pada pasien yang wajib dilanjutkan diruang
kepindahan yang baru
B : Background (info penting yang berhubungan dengan kondisi pasien
terkini)
a. Jelaskan intervensi yang telah dilakukan dan respons pasien dari setiap
diagnosis keperawatan
b. Sebutkan riwayat alergi, riwayat pembedahan, pemasangan alat invasif,
dan obat – obatan termasuk cairan infus yang digunakan
c. Jelaskan intervensi yang telah dilakukan dan respon pasien dari setiap
diagnosis keperawatan
d. Sebutkan riwayat alergi, riwayat pembedahan, pemasangan alat invasif,
dan obat – obatan termasuk cairan infus yang digunakan
e. Jelaskan pengetahuan pasien dan keluarga terhadap diagnosis medis
Contoh Penerapan Rumah Sakit :
Riwayat alergi/reaksi obat : isi dengan apa jenis alergi yang diderita
atau jenis reaksi obat tertentu pada pasien dulu hingga sekarang
Hasil investigasi abnormal : isi keadaan abnormal/keluhan saat pasien
datang ke RS sehingga mengharuskan pasien tersebut dirawat (riwayat
keluhan saat masuk rumah sakit)
A : Assessment (hasil pengkajian dari kondisi pasien saat ini)
a. Jelaskan secara lengkap hasil pengkajian pasien terkini seperti tanda
vital, skor nyeri, tingkat kesadaran, braden score, status restrain, risiko
jatuh, pivas score, status nutrisi, kemampuan eliminasi, dan lain – lain.
b. Jelaskan informasi klinik lain yang mendukung.
Contoh Penerapan Rumah Sakit :
Observasi terakhir, GCS: Eye, Verbal, Motorik (EVM) : isi dengan vital
sign dan tingkat kesadaran pasien secara numerik. contoh : E 4, V 5 M
6
BAB dan BAK, diet, mobilisasi, dan alat bantu dengar, isi / di ceklist
sesuai keadaan pasien
Luka decubitus : isi dengan kondisi saat ini (misalnya ada pus, jaringan
nekrotik, dll,) lokasi dan ukurannya juga dilengkapi
Peralatan khusus yang diperlukan: isi misalnya WSD, colar brace,
infuse pump dll
R : Recommendation (rekomendasi tindakan yang akan dilakukan) .
Rekomendasikan intervensi keperawatan yang telah dan perlu dilanjutkan
(refer to nursing care plan) termasuk discharge planning dan edukasi
pasien dan keluarga.
Contoh Penerapan Rumah Sakit :
Konsultasi, fisiotherafi dll, isi dengan rencana konsultasi, rencana
fisiotherafi dll
Obat, barang dan berkas-berkas yang lain : isi jumlah barang / berkas

8. CONTOH KOMUNIKASI EFEKTIF SBAR ANTAR SHIFT DINAS/

Situation (S) :
Nama : Tn.A umur 35 tahun, tanggal masuk 18 Maret 2018 sudah 3 hari
perawatan,
DPJP : dr.C, SpPD, dengan diagnosa medis : Gagal ginjal kronik.
Masalah keperawatan:
Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit lebih
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Background (B) :
Pasien bedrest total , urine 50 cc/24 jam, balance cairan 1000 cc/ 24 jam.
Mual tetap ada selama dirawat, ureum 300 mg/dl.
Pasien program HD 2x seminggu Senin dan Kamis.
Terpasang infuse NaCl 10 tetes/menit
Dokter sudah menjelaskan penyakitnya tentang gagal ginjal kronik
Diet : rendah protein 1 gram

Assessment (A) :
Kesadaran composmentis, TD 150/80 mmHg, Nadi 100x/menit, suhu 37 0C,
RR 20 x/menit, oedema pada ekstremitas bawah, tidak sesak napas, urine
sedikit, eliminasi faeses baik.
Hasil laboratorium terbaru : Hb 9 mg/dl, albumin 3, ureum 237 mg/dl
Pasien masil mengeluh mual.

Recommendation (R) :
Awasi balance cairan
Batasi asupan cairan
Konsul ke dokter untuk pemasangan dower kateter
Pertahankan pemberian pemberian deuritik injeksi furosemit 3 x 1 amp
Bantu pasien memenuhi kebutuhan dasar pasien
Jaga aseptic dan antiseptic setiap melakukan prosedur