Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perang Dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat diakhiri dengan
pembubaran blok Soviet dan Pakta Warsawa di awal 1990-an. Namun, runtuhnya
Uni Soviet menimbulkan munculnya negara-negara independen baru yang terletak
kawasan-kawasan penting dan strategis di peta Eurasia. Akibatnya, konfrontasi
kekuatan besar dunia terjadi dengan memasuki masalah politik dan keamanan
baru di panggung politik kekuasaan internasional. Salah satu daerah yang strategis
tersebut adalah Laut Kaspia, yang dianggap sebagai sumber energi potensial dan
kawasan strategis dari Eurasia itu muncul keluar dari kekacauan politik tahun
1990-an.

Sejak pembubaran Uni Soviet, Laut Kaspia telah menjadi medan perang dan
konfrontasi kekuatan dunia terutama bagi negara-negara terkemuka, tidak hanya
karena posisi geo-strategisnya di peta Eurasia tetapi juga karena sumber daya
hidrokarbonnya yang sangat besar.1

Laut Kaspia atau sering juga disebut Danau Laut Kaspia merupakan sebuah
laut yang terkurung daratan antara Benua Asia dan Eropa (Rusia Eropa).
Berbatasan dengan Rusia di sebelah utara dan barat, Azerbaijan di sebelah barat,
Iran di sebelah selatan, Turkmenistan di sebelah timur, serta Kazakhstan di
sebelah timur-laut dan utara. Kata Caspian sendiri berasal dari nama Caspi,
masyarakat kuno yang tinggal di sebelah barat daya di Transkaukasia. Sementara
itu, pada zaman klasik Yunani dan Persia, danau ini disebut Samudera Hyrcanian.
Namun kadang-kadang di Iran, Laut Kaspia juga disebut sebagai Darya-i Xazar,
dan di negara-negara yang berbahasa Turki, itu dikenal sebagai Laut Khazar.2

1
Lutz, Kleveman. The New Great Game: Blood and Oil in Central Asia (New York, Grove Press,
10 August 2004), hlm. 4.
2
Destriyana, Laut Kaspia, danau air asin terbesar di dunia. Diakses dari
https://www.merdeka.com/gaya/laut-kaspia-danau-air-asin-terbesar-di-dunia. pada tanggal 15
Mei pukul 17.32

1
Laut Kaspia ini terbagi menjadi 3 wilayah teritorial, yaitu teritori utara,
teritori tengah, dan teritori selatan. Di wilayah pantai barat-laut, terdapat beberapa
pulau-pulau kecil yang tidak berpenduduk. Luas permukaan Laut Kaspia adalah
371.000 km dengan volume mencapai 78.200 m dan panjang garis pantai sebesar
5580 km. Berbeda dari danau lain, air dari Laut Kaspia tergolong air asin. Setiap
liter air di laut mengandung 10-13 gram garam. Laut Kaspia dimiliki oleh 5
negara yaitu Azerbaijan, Iran, Kazakhstan, Rusia, dan Turkmenistan. Dengan
tingginya produktivitas perikanan dan sumberdaya alam, seperti minyak dan gas
bumi, membuat perebutan hak wilayah dan sengketa laut wilayah negara-negara
yang berada sekitar Laut Kaspia.

UNCLOS merupakan salah satu Organisasi Internasional yang ingin


membantu dan ikut turut serta dalam menyelesaikan konflik Laut Kaspia ini.
UNCLOS mencegah agar ke 5 negara yaitu Azerbaijan, Iran, Kazakhstan, Rusia,
dan Turkmenistan agar tidak berkonflik memperebutkan Laut Kaspia.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa tinjauan umum dari UNCLOS ?


2. Bagaimana perselisihan yang terjadi di Laut Kaspia ?
3. Apa peranan UNCLOS terhadap konflik yang terjadi di Laut Kaspia?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui secara umum tentang Laut Kaspia.


2. Untuk mengetahui perselisihan yang terjadi di Laut Kaspia.
3. Untuk mengetahui peranan UNCLOS terhadap konflik yang terjadi di Laut
Kaspia.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Tinjauan Umum UNCLOS

UNCLOS merupakan hukum laut yang dikembangkan dari perjuangan


antara negara-negara pantai, yang berusaha untuk memperluas kontrol mereka
atas wilayah laut yang berdekatan dengan garis pantai mereka. Pada akhir abad
ke-18, diketahui bahwa negara memiliki kedaulatan atas laut teritorial mereka.

Setelah Perang Dunia Kedua, masyarakat internasional meminta agar PBB


International Commission mempertimbangkan kodifikasi hukum yang ada yang
berkaitan dengan lautan. Komisi mulai bekerja ke arah ini pada tahun 1949 dan
menyiapkan empat rancangan konvensi, yang diadopsi pada Konferensi PBB
pertama tentang Hukum Laut.

Konferensi PBB pertama tentang hukum laut bertemu di Jenewa dari 24


Februari-29 April 1958. Sebanyak 86 negara yang diwakili pada diskusi. Untuk
sebagian besar apa yang dicapai adalah kodifikasi praktek adat pada waktu itu.
Ada upaya untuk berlayar ke dalam air unchartered (sehingga-untuk-berbicara),
tapi sedikit kemajuan telah dibuat. Ketidakmampuan UNCLOS I untuk
menyelesaikan beberapa masalah menjengkelkan, termasuk khususnya lebar laut
teritorial, menyebabkan UNCLOS kedua pada tahun 1960 dan akhirnya pada
UNCLOS III, yang berlangsung dari Desember 1973 sampai Desember 1982.
Kesepakatan yang dicapai selama UNCLOS I dirangkum dalam empat konvensi
berikut:

1. Konvensi tentang High Seas


2. Konvensi tentang Laut Teritorial dan Zona Tambahan
3. Konvensi tentang Landas Kontinen

UNCLOS diberlakukan pada tahun 1994, setahun setelah Guyana menjadi


negara ke-60 untuk menandatangani perjanjian itu. Hingga saat ini 160 negara dan
Uni Eropa telah bergabung dalam Konvensi. Sementara Sekretaris Jenderal

3
Perserikatan Bangsa-Bangsa menerima instrumen ratifikasi dan aksesi dan PBB
menyediakan dukungan untuk pertemuan negara-negara pihak pada Konvensi,
PBB tidak memiliki peran operasional langsung dalam pelaksanaan Konvensi.
Ada, bagaimanapun, peran yang dimainkan oleh organisasi-organisasi seperti
Organisasi Maritim Internasional, Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional,
dan Otoritas Dasar Laut Internasional (yang terakhir yang dibentuk oleh Konvensi
PBB).

2.2 Perselisihan di Laut Kaspia

Lokasi geografis wilayah Kaspia serta besarnya sumber daya minyak dan
gas membuatnya memainkan peran penting dalam keamanan energi dunia dan
menarik perhatian para pemain regional serta global untuk meningkatkan stok
mereka dalam eksploitasi dan transportasi hidrokarbon. Penemuan sejumlah besar
minyak dan gas di Kaspia membuat para politisi Barat memproyeksikan kawasan
Kaspia sebagai "Timur Tengah Baru".3

Laut Kaspia merupakan kawasan di sekitar negara-negara kawasan Asia


Tengah yang memiliki sumber daya alam minyak dan gas alam yang tinggi di
dalamnya. Laut Kaspia terletak di antara Azerbaijan, Iran, Kazakhstan, Russia dan
Turkmenistan. Pada awalnya Laut Kaspia ini hanya berbatasan dengan Uni Soviet
dan Iran. Namun setelah runtuhnya Uni Soviet, negara yang berbatasan langsung
dengan laut Kaspia bertambah yakni Rusia, Azerbaijan, Turkmenistan,
Kazakhstan, dan Iran. Meningkatnya jumlah negara merdeka di sekitar wilayah
ini, pembagian sumber daya yang tersimpan di dalamnya menjadi perdebatan bagi
negara-negara yang berbatasan langsung. Kekayaan sumber daya energi terutama
minyak dan gas yang tersimpan membuat negara-negara di sekitar perbatasan
merasa penting untuk memperjuangkan dan memperjelas pembagian wilayah laut
serta sumber daya di Laut Kaspia.4

3
Pankaj, Kumar. “The Unrealized Dream of Caspian Oil”, International Politics,Vol.2, No. 4,
Summer& Autumn 2009, hlm. 9.
4
Richard Jones, Potensi migas negara negara Kaspia, 2012. Diakses dari
http://www.esdm.go.id/berita/artikel/56- artikel/4279-potensi-migas-negara-negarakaspia.html
diakses pada 15 Mei 2018 pukul 19.27

4
Selain karena kepemilikan sumber daya alam minyak yang besar di Laut
Kaspia, kawasan tersebut menjadi penting karena beberapa keunggulan,
diantaranya yang pertama, jika dilihat dari segi geografis, Laut Kaspia merupakan
jalur hubungan komunikasi antara benua Eropa dan Asia yang lebih dikenal
sebagai Eurasian Pearl. Dapat disebut demikian karena Laut Kaspia dapat
menyediakan kesempatan transportasi barang maupun penumpang antar
negaranegara kawasan tersebut, serta menjadi kawasan strategis sebagai rute
transit yang besar bagi Eropa, Arab Saudi, Asia Timur serta wilayah selatan Laut
Kaspia. Kedua, Laut Kaspia memiliki reputasi yang sangat baik dalam aspek
perikanan dan menyediakan banyak kesempatan kerja bidang tersebut. Serta yang
terakhir adalah Laut Kaspia juga memiliki kualitas caviar yang baik sebagai
makanan mewah dan menjadi representasi kemakmuran.5

Karakteristik unggul ekonomi Kaspia adalah minyak dan gas. Minyak


Kaspia ditemukan tahun 1923 di Baku. Cadangan minyak yang tercatat dan telah
dibuktikan di Laut Kaspia sekitar 32 miliar barel atau empat persen dari total
cadangan minyak di Timur Tengah. Sementara prediksi cadangan minyak di Laut
Kaspia sekitar 163 miliar barel.

Laut Kaspia kaya dengan kehidupan laut seperti ganggang biru hijau,
ganggang cokelat, ganggang merah, ikan sturgeon, ikan salem, dan sebagainya.
Ikan sturgeon ini merupakan ikan penghasil caviar yang harganya mencapai 50
juta per kilogramnya. Karena terlalu banyaknya peminat hingga membuat ikan ini
terancam kepunahannya. Negara yang terkenal sebagai penghasil caviar terbesar
di dunia yaitu Iran dan Rusia. Di laut Kaspia juga hidup salah satu mamalia air
langka di dunia Pusa caspica.

Laut Kaspia dikelilingi oleh lima negara pesisir Azerbaijan, Iran,


Kazakhstan, Rusia dan Turkmenistan. Rusia, Kazakhstan, dan Azerbaijan
memegang prinsip pembagian dalam sector-sektor nasional berdasarkan prinsip
garis tengah sejak dia merupakan danau batas internasional, dan membiarkan
permukaan laut untuk keperluan umum. Iran membagi caspian menjadi lima

5
Constantine Arvanitopoulos, The Geopolitics os Oil in Central Asia. Diakses dari
http://www.hri.org/MFA/thesis/winter98/geopolitics.html diakses pada 22 Maret 2018 pukul 19.30

5
sektor yang setara, terutama karena sebagian besar sumber energi terletak jauh
dari garis pantai Iran. Turkmenistan juga menuntut pembagian Laut Kaspia
menjadi bagian yang sama antara negara-negara Kaspia sehingga setiap negara
memiliki 20 persen dari laut. Negara-negara Laut Kaspia menandatangani
Konvensi Kerangka Kerja untuk Perlindungan Lingkungan Laut Laut Kaspia pada
November 2003.

2.3 Peran UNCLOS terhadap Konflik di Laut Kaspia

UNCLOS sendiri melihat Kaspia sebagai laut yang kemudian memberikan


gambaran mengenai batasan wilayah teritorial setiap negara yang berbatasan
dengan laut kaspia dengan menggunakan metode pembagian wilayah laut menurut
UNCLOS. Hasil Caspian Summit 2014 menyebutkan bahwa setiap negara
memiliki kedaulatan laut hingga pada titik 15 mil untuk explorasi mineral dan 10
mil untuk produksi perikanan. Selain itu, dibuat pula laut teritori bersama yang
setiap kapal dapat bebas berpindah dari teritori negara lain.6

Aturan hukum internasional publik yang berlaku untuk status hukum


Caspian tergantung terutama pada karakter hukum dari bentuk air ini. Bagaimana
Laut Kaspia akan diatur karenanya tergantung pada klasifikasi hukumnya dan
badan hukum yang menyertainya. Jika Laut Kaspia adalah 'laut' dalam istilah
hukum, Konvensi Perserikatan Bangsa - Bangsa tentang Law of the Sea
(UNCLOS) tahun 1982 akan berlaku. Jika Laut Kaspia diklasifikasikan sebagai
'laut', sesuai dengan ketentuan UNCLOS, rezim berikutnya akan berlaku. Setiap
negara pesisir akan memiliki 'Laut teritorial' dengan lebar tidak lebih dari dua
belas mil, zona ekonomi eksklusif tidak melebihi 200 mil dan rak kontinental.
Tetapi ingat, bagaimanapun, bahwa lebar maksimum Laut Kaspia tidak melebihi
200 mil, Pasal 15 UNCLOS mengamanatkan bahwa laut teritorial negara dengan
pantai yang berseberangan atau berdekatan tidak boleh meluas ke luar garis
median setiap titik yang berjarak sama dari titik-titik terdekat di garis pangkal dari
luas laut teritorial masing-masing [dua] Negara yang diukur '. Jika, pertimbangkan

6
Muhammad Ahalla Tsauro, Pengaruh kelompok siloviki dalam kebijakan luar negeri rusia di laut
kaspia. Diakses dari http://journal.unair.ac.id/JAHI@pengaruh-kelompok-siloviki-dalam-
kebijakan-luar-negeri-rusia-di-laut-kaspia-article-11217-media-131-category-8.html pada tanggal
15 Mei 2018 pukul 20.38

6
hubungan antara Laut Kaspia dan Laut Hitam dan Laut Kaspia dan Baltik, Laut
Kaspia dulu diakui sebagai laut, tiga negara baru merdeka menyatakan dapat
mengklaim hak atas akses ke laut lepas di bawah Pasal 69 dan 124–132
UNCLOS. Namun, bahkan jika Kaspian itu diakui sebagai laut, yang secara
geografis bukan sebuah kasus, UNCLOS tidak dapat digunakan untuk
menentukan hak dan kewajiban negara pesisir. Pertama, dari semua negara-negara
riparian di Kaspia hanya Rusia yang telah meratifikasi Konvensi, dan Bagian IX
UNCLOS tentang laut tertutup atau semi tertutup tidak dianggap sebagai hukum
kebiasaan internasional. Kedua, proposal untuk menyertakan ‘a small body of
inland water’ yang terhubung laut terbuka oleh satu atau lebih jalur sempit,
bahkan tidak dibahas dalam kaitannya dengan Bagian IX dari UNCLOS. Uni
Soviet serta Iran, menerima interpretasi internasional laut tertutup dan semi-
tertutup.

Mengingat kondisi geografis khusus mereka, negara-negara pantai mungkin


bisa mengklaim beberapa status yuridis khusus untuk lautan seperti itu. Argumen
ini menegaskan bahwa Laut Kaspia dianggap dalam doktrin Soviet sebagai laut
semi tertutup. Dengan demikian, baik UNCLOS maupun ketentuan mengenai
jalur air internasional tampaknya sepenuhnya menentukan status Laut Kaspia,
meskipun mereka termasuk ketentuan yang dapat digunakan untuk membentuk
kerangka hukum baru untuk wilayah perairan ini.

7
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

UNCLOS merupakan hukum laut yang dikembangkan dari perjuangan


antara negara-negara pantai, yang berusaha untuk memperluas kontrol mereka
atas wilayah laut yang berdekatan dengan garis pantai. Dengan konflik di Laut
Kaspia yang diperebutkan oleh 5 negara pesisir Azerbaijan; Iran; Kazakhstan;
Rusia dan Turkmenistan, UNCLOS sendiri melihat Kaspia sebagai laut dan
memberikan gambaran mengenai batasan wilayah teritorial setiap negara yang
berbatasan dengan laut kaspia dengan menggunakan metode pembagian wilayah
laut menurut UNCLOS.

Konvensi Perserikatan Bangsa - Bangsa tentang Law of the Sea (UNCLOS)


tahun 1982 akan berlaku jika Laut Kaspia merupakan “Laut” dalam mata hukum.
Jika Laut Kaspia diklasifikasikan sebagai 'laut', sesuai dengan ketentuan
UNCLOS, rezim berikutnya akan berlaku. Setiap negara pesisir akan memiliki
'Laut teritorial' dengan lebar tidak lebih dari dua belas mil, zona ekonomi
eksklusif tidak melebihi 200 mil dan rak kontinental. Tetapi ingat, bagaimanapun,
bahwa lebar maksimum Laut Kaspia tidak melebihi 200 mil, Pasal 15 UNCLOS
mengamanatkan bahwa laut teritorial negara dengan pantai yang berseberangan
atau berdekatan tidak boleh meluas ke luar garis median setiap titik yang berjarak
sama dari titik-titik terdekat di garis pangkal dari luas laut teritorial masing-
masing [dua] Negara yang diukur '

8
DAFTAR PUSTAKA

Arvanitopoulos, Constantine. The Geopolitics os Oil in Central Asia. Diakses dari


http://www.hri.org/MFA/thesis/winter98/geopolitics.html diakses pada 15
Mei 2018 pukul 19.30

Destriyana. Laut Kaspia, danau air asin terbesar di dunia. Diakses dari
https://www.merdeka.com/gaya/laut-kaspia-danau-air-asin-terbesar-di-
dunia. pada tanggal 15 Mei pukul 17.32

Jones, Richard. 2012. Potensi migas negara negara Kaspia. Diakses dari
http://www.esdm.go.id/berita/artikel/56- artikel/4279-potensi-migas-
negara-negarakaspia.html diakses pada 15 Mei 2018 pukul 19.27

Kumar, Pankaj. “The Unrealized Dream of Caspian Oil”, International


Politics,Vol.2, No. 4, Summer& Autumn 2009, hlm. 9.

Muhammad Ahalla Tsauro, Pengaruh kelompok siloviki dalam kebijakan luar


negeri rusia di laut kaspia. Diakses dari
http://journal.unair.ac.id/JAHI@pengaruh-kelompok-siloviki-dalam-
kebijakan-luar-negeri-rusia-di-laut-kaspia-article-11217-media-131-
category-8.html pada tanggal 15 Mei 2018 pukul 20.38