Anda di halaman 1dari 3

Asal mula gerakan sosial terbentuk

Kata “Gerakan Sosial” sendiri diperkenalkan pertama kali pada 1848 oleh Sosiolog Jerman,
Lorenz Von Stein dalam bukunya yang berjudul “Socialist & Communist Movement since the
Third French Revolution”. Pada saat itu gerakan sosial bersifat massive dan biasanya timbul
dengan maksud penolakan ataupun perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang tidak
berpihak pada rakyat. Pergerakan Buruh dan Sosialis pada Abad 19 adalah
contoh prototype dari Social Movement jaman dahulu yang masih mengandalkan kendaraan
politik berupa organisasi atau partai. Paska Perang Dunia Kedua, kita masuk kedalam periode
reformasi dan perubahaan yang disebut Post-War Periode, pada saat itu berjamuran berbagai
gerakan sosial dipicu semakin bebasnya masyarakat untuk berekspresi dan menuntut haknya.
“Demokrasi”.

Berasal dari berbagai keresahan diberbagai bidang, berbagai gerakan pun bermunculan, mulai
dari Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendidikan, Kesehatan dan Lain-lain. Barulah pada Abad
21 saat teknologi dan globalisasi merubah drastic pola pikir, budaya, transaksi dan gaya hidup
masyarakat, Gerakan Sosial juga mengalami Evolusi, Gerakan sosial kini menjadi lebih spesifik
mengangkat kasus tertentu dan mulai meninggalkan organisasi formal sebagai kendaraan
aspirasinya.

Pengertian gerakan sosial


Gerakan Sosial atau social Movement adalah aktivitas sosial berupa gerakan atau tindakan
sekelompok orang yang bersifat informal atau organisasi. Suatu Gerakan sosial biasa berfokus
pada suatu isu-isu sosial atau politik dengan melaksanakan, menolak, atau mengkampanyekan
sebuah perubahan sosial.
Ciri pergerakan sosial adalah penggunaan cara diluar organisasi atau institusi sosial yang ada.

Tipe gerakan sosial:


Membedakan empat tipe gerakan sosial, tipologi Aberle adalah sebagai berikut:

a. Alterative Movement
Ini merupakan gerakan yang bertujuan untuk merubah sebagian perilaku perorangan. Dalam
kategori ini dapat kita masukan berbagai kampanye untuk merubah perilaku tertentu, seperti
misalnya kampanye agar orang tidak minum-minuman keras. Dengan semakin menyebarnya
penyakit AIDS kini pun banyak dilancarkan kampanye agar dalam melakukan perbuatan sek
dengan bertanggung jawab.

b. Rodemptive Movement
Gerakan ini lebih luas dibandingkan dengan alterative movement, karena yang hendak dicapai
ialah perubahan menyeluruh pada perilaku perorangan. Gerakan ini kebanyakan terdapat di
bidang agama. Melalui gerakan ini, misalnya, perorangan diharap untuk bertobat dan
mengubah cara hidupnya sesuai dengan ajaran agama.

c. Reformative Movement
Gerakan ini yang hendak diubah bukan perorangan melainkan masyarakat namun lingkup yang
hendak diubah hanya segi-segi tertentu masyarakat, misalnya gerakan kaum homoseks untuk
memperoleh perlakuan terhadap gaya hidup mereka atau gerakan kaum perempuan yang
memperjuangkan persamaan hak dengan laki-laki.

d. Transformative Movement
Gerakan ini merupakan gerakan untuk mengubah masyarakat secara menyeluruh. Gerakan
kaum Khamer Merah untuk menciptakan masyarakat komunis di Cambidia. Suatu proses dalam
mana seluruh penduduk kota dipindahkan ke desa dan lebih dari satu juta orang Cambodia
kehilangan nyawa mereka karena di bunuh kaum Khamer Merah, menderita kelaparan atau
sakit merupakan contoh ekstrim gerakan sosial semacam ini.

Faktor penyebab gerakan sosial


A. Disebabkan oleh sebagian besar kelompok sosial menderita deprivasi (kehilangan,
kekurangna, penderitaan).
B. Adanya kesenjangan antara harapan masyarakat dengan keadaan nyata yang dihadapi-
kesenjangan antara pemenuhan kebutuhan yang diinginkan masyarakat dengan apa
yang diperoleh secara nyata (deprivasi relative), jika kesenjangan relative melewati
batas toleransi masyarakat, maka revolusi akan meletus.

- Faktor pendukung keberhasilan gerakan sosial : kepemimpinan, organisasi dan


keterlibatan sumber daya manusia, dana dan sarana.
- Perilaku kolektif : Dilakukan oleh sejumlah manusia, tidak bersifat rutin dan merupakan
respon dari tanggapan tertentu.
- Gerakan konservatif : gerakan sosial yang berupaya mempertahankan nilai dan institusi
masyarakat
- Gerakan reaksioner : gerakan sosial yang bertujuan kembali ke institusi dan nilai di
masa lampau dan meninggalkan institusi dan nilai masa kini
- Gerakan reformis : gerakan sosial yang hanya bertujuan mengubah sebagian institusi
dan nilai.